Bulutangkismania’s Weblog

June 12, 2008

Results 2nd Rd Singapore SS ’08 : Pembuktian Eksistensi Para Srikandi

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:58 pm

Setelah kubu merah putih menerima kenyataan pahit atas tumbangnya Flandy/Vita di babak pertama kemarin, hari ini kembali Indonesia dikejutkan oleh penampilan spektakuler Adrianti Firdasari yang menekuk unggulan teratas asal Perancis, Pi Hongyan. Penampilan srikandi ganda pun tak kalah hebatnya. Unggulan ke-5, Vita/Lily membuat catatan waktu tercepat, 13 menit, untuk menyudahi perlawanan ganda Singapura.

Tunggal Putri, Firda Samai Rekor Maria

Satu dari dua srikandi Indonesia di nomor ini berhasil membuat rekor untuk pertmakalinya di tahun 2008 mampu melaju ke babak delapan besar turnamen super series. Tahun lalu, Maria Kristin berhasil mencatat prestasi yang sama di turnamen Indonesia SS dengan menyingkirkan tunggal Cina, Lu Lan di babak 16 besar. Dan kali ini prestasi itu diukir oleh tunggal ke-2 Indonesia, Adriyanti Firdasari yang juga melibas pemain unggulan lainnya, Pi Hongyan.

Bermain di lapangan 2, Firda membutuhkan waktu satu jam untuk menundukkan tunggal peringkat 1 Eropa tersebut lewat pertarungan rubber set. Harus diakui, saat mengalahkan tunggal Jepang, Yu Hirayama di babak penyisishan grup Piala Uber yang lalu, kualitas permainan Firda mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan sebelumnya. Firda kembali membuktikannya di turnamen ini dan tampil percaya diri sejak awal set pertama. Unggul 4-2 di awal set, Firda sempat melakukan kesalahan sendiri yang akhirnya membuat keadaan berbalik. Pi sempat memimpin 9-5 dan 13-9 dengan pukulan drop shot andalannya yang sulit dikembalikan oleh Firda.

Namun dengan mencoba lebih banyak variasi pukulan di depan net, Firda mampu menyamakan kedudukan di angka 15 dan kembali unggul 18-15 sebelum akhirnya menutup set ini lebih dulu 21-16. Pada set kedua, Pi mencoba untuk mengubah strategi permainan dengan memadukan permainan reli dan menyerang. Hal ini cukup ampuh untuk menahan laju perolehan poin Firda. Unggul jauh 7-1 dan 9-2 di awal set, Firda secara dramatis mampu bangkit dan menyamakan kedudukan di angka 9. Firda sempat unggul 13-10 terlebih dahulu namun kembali di susul oleh Pi dan terjadi kejar mengejar angka sampai kedudukan 20 sama. Dua angka ‘keberuntungan’ Pi Hongyan diperoleh dari kesalahan yang dilakukan oleh Firda sehingga memaksa rubber set sebagai game penentu.

Di set penentuan, Pi berhasil memanfaatkan penurunan stamina Firda untuk memimpin perolehan angka dengan selisih 2-3 poin. Keadaan ini berawal pada kedudukan 4 sama dan terus berlanjut sampai kedudukan 15-12 untuk kejayaan Pi. Meskpiun Pi memiliki permainan netting yang memukau, sayangnya Pi banyak membuat kesalahan sendiri dari bola-bola out dan menyangkut di net. Akhirnya Firda kembali menyamakan angka di titik 15 dan mengunci tungggal terbaik Perancis tersebut di angka 16. Kembali Firda menunjukkan dominasi sempurna dengan meraih 6 angka berturut-turut dari perminan agresifnya di depan net. Kedudukan 21-16 di set ke-3 akhirnya mengantarkan Firda ke babak 8 besar untuk menantang tunggal terbaik India, Saina Nehwal. Pebulutangkis India tersebut mengakhiri langkah pemain kualifikasi Singapura, Gu Juan, 21-19, 21-17.

Sementara itu srikandi Indonesia lainnya, Pia Zebadiah gagal mengikuti jejak Adrianti Firdasari. Pia yang ditantang unggulan ke-3 asal Hongkong, Wang Chen, tidak mampu tampil maksimal karena cedera kaki yang dialaminya dan menyerah dalam pertarungan rubber set. Pia mendominasi penuh jalannya perrtandingan di set pertama dengan membukukan kemenangan 21-15. Namun sebagai pemain kelas dunia berpengalaman, Wang Chen mampu membalik keadaan di set kedua untuk berbalik unggul 21-15. Sempat tak berkutik di set kedua, Pia sempat bangkit di awal set ketiga dengan memimpin 8-4 dan 10-8.

Paska jeda interval, performa Pia menurun cukup tajam dan tertinggal cukup 8-15. Variasi pukulan net menyilang dan lob serang ternyata kembali mampu menahan laju Wang Chen di angka 16. Kejar mengejar angka terjadi pada poin 17 dan 18. Namun akhirnya kematangan tunggal terbaik Hongkong ini teruji di saat poin kritis. Dengan merebut 3 angka bertutur-turut, Wang memastikan tempatnya di perempatfinal untuk menjamu rekan senengaranya, Zhou Mi, yang membungkam tunggal Bulgaria, Petya Nedelcheva, 20-22, 21-14, 21-7. Hasil ini kembali menyiratkan harapan eksistensi para pebulutangkis tunggal kita di pentas dunia setelah sebelumnya di nomor ganda putri juga mencatat kemajuan yang cukup pesat.

Selain Pi Hongyan yang harus berkemas lebih awal, unggulan ke-7 asal Inggris, Tracey Hallam di luar dugaan juga harus menelan kekalahan dari pebulutangkis terbaik tuan rumah, Xing Aiying. Tracey kalah mudah 14-21, 12-21 hanya dalam tempo 34 menit. Setelah ditinggalkan oleh Li Li, Xing bersama Gu Juan dan Fu Mingtian dinilai cukup mampu menunjukkan kualiatas mereka khususnya di turnamen ini sebagai tulang punggung negera berlambang singa tersebut.

Ganda Putri, ViLy Tampil Garang

Mencoba untuk menebus kegagalannya di nomor campuran, Vita bermain cukup sempurna saat bertanding di laga keduanya hari ini. Bersama Lily, unggulan ke-5 tersebut mencatat rekor tercepat sepanjang turnamen super series saat melibas ganda junior Singapura, Jing Qiong/Shi Yan, 21-5, 21-11 hanya dalam tempo 13 menit. Namun patut disayangkan, dua ganda Indonesia lainnya gagal mengikuti jejak ViLy ke perempatfinal. Grace yang saat ini tidak berada dalam penampilan terbaiknya gagal mengulang kesuksesannya bersama Jo saat mendepak pasangan Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung di babak kedua turnamen All England. Padahal disepanjang tur Eropa bulan Maret lalu dan saat perhelatan Piala Thomas-Uber di Jakarta, penampilan JoGre cukup stabil bahkan mampu membuat kejutan dengan membungkam ganda berperingkat di atas mereka.

Pada awal set pertama, JoGre hanya mampu mengungguli Jung Eun/Min Jung sampai pada titik 7 sama. Selebihnya, set pertama didominasi penuh oleh ganda Korea dengan catatan kemenangan 21-10. Kurangnya komunikasi dan rotasi antar kedua pasangan membuat keduanya tidak mampu keluar dari tekanan pasangan Korea. Memasuki set kedua, keadaan berbalik untuk JoGre. Mereka berhasil menguasai jalannya pertandingan set kedua sejak awal set dan membalas kekalahan mereka 21-16. Namun di saat penentuan, kembali permasalahan yang sama seperti set pertama terjadi lagi. JoGre hanya mampu menguasai paruh awal set ini sampai kedudukan disamakan oleh duet Korea di angka 11.

Jung Eun/Min Jung akhirnya berhasil membalas kekalahan mereka di All England dengan kemenangan 21-15 di set ketiga. Penurunan stamina Jo menjadi permasalahan utama dari kekalahan keduanya. Pertahanan kubu Korea yang sangat solid sedangkan JoGre kurang siap dengan staminanya untuk bermain rubber set. Bersamaan dengan pertandingan JoGre, pasangan ganda Indonesia lainnya, Endang/Rani juga belum mampu menunjukkan konsistensi performa paska keberhasilan mereka mengalahkan Aki Akao/Tomomi Masuda di turnamen GP Gold India Open yang lalu, kali ini mereka harus kandas di tangan pasangan terbaik Denmark yang menempati unggulan ke-8, Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier, 19-21, 19-21.

Ganda Putra, Dominasi Malaysia

Kesuksesan para srikandi kita sayangnya tidak diikuti oleh para arjunanya di nomor ganda. Tiga pasangan merah putih di sektor ini kandas di babak 16 besar oleh lawan-lawannya. Tandem terbaik PB Djarum, Rian/Yoke menyerah di tangan anak asuhan Rexy, Mohd Zakry/Mohd Fairuz, 18-21, 12-21. Selang beberapa menit setelahnya, unggulan ke-5, Luluk/Alvent juga mengalami nasib yang sama dengan RiYo, bertekuk pada pasangan veteran Malaysia, Chan Choong Ming/Chew Choon Eng dalam pertarungan rubber set. Padahal dengan absennya para pebulutangkis elit dunia di turnamen ini, LuVent yang memiliki peringkat paling baik mempunyai kesempatan besar untuk merebut gelar juara.

Memasuki set pertama, LuVent berhasil unggul 5-2 terlebih dahulu sebelum akhirnya disamakan oleh Chan/Chew di angka 7. Permanan LuVent yang lebih lepas membuat pasangan Malaysia sulit untuk melepaskan diri dari tekanan sehingga selalu tertinggal 12-10 dan 13-12. Tujuh angka berturut-turut dari permainan drive cepat di depan net dan pemenpatan bola yang akurat membuat LuVent unggul jauh 19-12 sebelum akhirnya merebut set ini, 21-17. Masing-masing pasangan baru mengeluarkan performa mereka yang sebenarnya di saat set kedua.

Saling menyerang dan mengangkat bola membuat pertandingan ini jauh lebih hidup dibandingkan dengan set sebelumnya. Kejar mengejar angka dan saling memimpin berlangsung sampai kedudukan 17 sama. Tiga angka berturut-turut yang diperoleh oleh Chan/Chew membuat jarak poin kembali jauh 20-17 sebelum akhirnya ganda ke-5 Malaysia tersebut unggul 21-18 sekaligus memaksakan rubber set. Pada set ketiga, LuVent hanya mampu mendominasi permaian di paruh pertama.

Setelah kedudukan 9 sama, Chan/Chew berhasil memperlambat ritme permainan dan terus melaju 12-9, 14-11, 17-14. Mental pasangan Indonesia sempat ‘down’ karena tertinggal dan banyak melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan duo Malaysia, 20-15. LuVent sempat mendapatkan kesempatan kedua ‘second win’ setelah berhasil menyamakan kedudukan di angka 20 dan 21. Namun ‘finishing’ yang tidak sempurna akhirnya berbalik menjadi kekalahan 21-23 dan memupuskan harapan ganda senior Pelatnas ini untuk meraih gelar super series perdananya di tahun ini.

Selain LuVent, unggulan lainnya yang juga ikut tumbang adalah duet Jepang yang saat ini sedang bersinar, Shuichi/Shintaro. Unggulan ke-7 tersebut menyerah kepada duet Taipei yang baru disandingkan, Tsai Chia Hsin/Chen Hung Ling, 21-15, 15-21, 17-21. Tsai Chia Hsin merupakan partner dari Hu Chung Shien yang saat ini adalah tandem terbaik Taipei. Sedangkan Chen Hung Lin merupakan pasangan dari Lin Yen Jui yang merupakan ganda no. 4 Taipei.

Ganda Indonesia lainnya, Bona/Ahsan, yang akhirnya mampu masuk ke babak utama turnamen super series untuk pertamakalinya, tidak mampu berbuat banyak saat meladeni pasangan Cina. Guo Zhendong.Xie Zhongbo. Guo/Xie sebelumnya melaju ke-16 besar setelah menang WO dari pasangan Indonesia lainnya, Hendra/Joko. HenJok mengundurkan diri dari turnamen ini setelah hari rabu kemarin Joko mengalami demam dan pusing mendadak serta sempat diinfus di rumah sakit akibat infeksi cuaca. Duo Cina yang menempati unggulan 6 tersebut akhirnya menang 21-18, 26-24 atas Bona/Ahsan dan memastikan tempat ke delapan besar.

Selain meloloskan dua pasangan senior, Mohd Zakry.Mohd Fairuz dam Chan/Chew di perempatfinal, Malaysia juga meloloskan tiga pasangan ganda lainnya yang dua diantaranya merupakan pasangan yang baru disandingkan oleh Rexy. Mohd Zakry/Mohd Fairuz akan menantang Koo Chung Chiat/Tan Bin Shen sedangkan Chan/Chew akan menjamu Gan Teik Chai/Lin Woon Fui. Dengan demikian, Malaysia sudah memastikan dua wakil ganda putra di semifinal. Satu pasangan lainnya, Mohd Razif/Tan Wee Kiong akan menjajal kemampuan Xie Zhongbo/Gu Zhendong.

Tunggal Putra, Angkat Kopernya Sang Juara Bertahan

Unggulan ke-8 yang juga merupakan juara bertahan tahun lalu, Boonsak Ponsana, di luar dugaan takluk atas pebulutangkis kualifikasi asal Malaysia, Kuan Beng Hong. Permainan agresif Boonsak mampu melumpuhkan Kuan di set pertama, 21-16. Namun sayangnya di akhir set kedua, Boonsak gagal memanfaatkan keunggulannya, 19-15 dan berbalik tertinggal 19-20. Boonsak sempat menyamakan kedudukan di angka 20 sebelum Kuan merebut set ini 22-20.

Set ketiga berjalan hampir sama dengan set kedua. Boonsak mampu unggul 10-4 dan 17-13, namun kembali disamakan oleh Kuan dengan smash-smash kerasnya dan memaku Boonsak di angka 17. Namun di titik ini Boonsak tidak mampu mengejar ketertinggalannya saat Kuan meraih 4 angka berturut-turut sekaligus memastikan kemenangannya 21-17. Kuan masih berpeluang besar untuk masuk 4 besar karena lawan yang akan dihadapinya di perempatfinal adalah pemain Inggris, Andrew Smith. Selain Boonsak, unggulan lainnya yang juga ikut tumbang adalah pebulutangkis no.4 Cina, Chen Yu. Unggulan ke-7 tersebut berhasil dirontokkan oleh Nguyen Tien Minh (Vietnam), 15-21, 21-12, 15-21.

Sementara itu tunggal Indonesia, Simon Santoso, masih belum menemui banyak kesulitan saat meladeni tunggal terbaik Jepang, Shoji Sato. Pebulutangkis Jepang tersebut hanya mampu mengimbangi permainan Simon di set pertama meskipun akhirnya kalah 19-21. Dominasi Simon tak terbendung di set kedua. Unggul jauh 14-5 dan 20-10, Simon akhirnya menutup set ini 21-14 dan berhak menantang wakil Malaysia, Sairul Amar Ayob di babak perempatfinal.

Ganda Campuran, Menyisakan NoLyn di Perempatfinal

Nova/Lily akhirnya menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di pertandingan 8 besar. Keduanya berhasil memastikan tiket perempatfinal untuk menantang unggulan ke-8, Sudket/Saralee sebelum masuk ke semifinal. NoLyn masih terlalu tangguh untuk ganda Korea, Kwon Yi Goo/Ha Jung Eun dan membukukan kemenangan 12-21, 15-21.

Setelah sebelumnya Flandy/Vita dan Anggun/Endang tumbang di babak pertama, performa Rijal/Grace seakan-akan juga ikut pudar saat bertanding di perdelapan final tadi pagi. Menghadapi tandem Denmark yang baru disandingkan, Rasmus Bonde/Helle Nilsen. Rasmus Bonde yang tahun lalu berpasangan dengan Christina Pedersen berhasil merebut gelar GP Dutch Open tahun lalu sedangkan Helle Nielsen merupakan partner dari pemain ganda senior, Jens Eriksen.

Di babak pertama, RiGre sama sekali tidak mampu keluar dari tekanan Rasmus/Helle dan senatiasa tertinggal dalam perolehan poin. Kalah 18-21 di set pertama, RiGre berhasil mengimbangi permainan Rasmus/Helle dan bermain ketat di set kedua. Kejar mengejar angka terjadi sampai kedudukan 18 sama namun sayangnya koordinasi yang kurang baik di poin kritis membuat mereka gagal memaksakan rubber set dan menyerah 18-21.

Ferry Irawan, Jurnalis bulutangkis.com

Results 1st Rd Singapore SS ’08 : Tumbangnya Sang Juara Bertahan

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 2:30 am

Beberapa kejutan besar sudah mewarnai babak pertama penyelenggaraan turnamen Singapore SS. Juara bertahan nomor ganda campuran, Flandy/Vita yang kali ini diunggulkan di tempat ke-3, harus menelan kekalahan menyakitkan di laga perdananya saat ditantang ganda Thailand, Songphon/Kunchala dalam pertarungan ketat 3 set.

Ganda Campuran

Gelar super series perdana Indonesia tahun lalu berhasil diciptakan oleh pasangan FlaVi saat menjungkalkan pasangan Thailand, Sudket/Saralee di babak final. Namun tahun ini justru FlaVi yang harus berkemas lebih awal karena dikalahkan oleh pemain Thailand, Songphon/Kunchala, yang secara peringkat masih berada cukup jauh di bawah duo Sudket/Saralee.

Bermain di lapangan 4, tandem FlaVi sudah terlibat pertarungan seru sejak awal set pertama. Tertinggal 3-6, FlaVi mampu mengejar ketertinggalannya dan berbalik unggul 11-9 saat jeda interval. Meski mencoba untuk menekan dengan lebih agresif menyerang, pertahanan pasangan Thailand yang cukup tangguh seringkali membuat pasangan peringkat 4 dunia tersebut mati sendiri. Meski kembali tertinggal 15-19, FlaVi mampu menunjukkan kematangan mental bertanding sehingga menyamakan kedudukan di angka 20 dan menutup set ini 22-20.

Pada set kedua, performa FlaVi menurun cukup drastis. Unggul 5-3, duet Thailand terus memimpin hingga kedudukan 12-5 dan 15-6. Kolaborasi pukulan smash dan netting yang sempurna membuat pasangan Indonesia gagal mengembalikan bola-bola Songphon/Kunchala. Setelah mendapat masukan dari sang pelatih, FlaVi kembali berhasil menekan permainan agresif pasangan Thailand untuk kembali menyamakan kedudukan di angka 17 dan 20. Sayangnya di dua poin terakhir FlaVi kurang sabar dalam mengolah bola dan akhirnya menguntungkan Songphon/Kunchala 22-20 sekaligus memaksakan rubber set.

Kejar mengejar angka yang cukup ketat kembali terjadi di set penentuan. Saling memimpin poin terjadi mulai dari kedudukan 3-1 untuk pasangan Thailand sampai pada angka 9 sama. Duet Songphon/Kunchala kembali membuat FlaVi kewalahan dengan gempuran smash dan penempatan bola yang sulit untuk dikembalikan. Tertinggal 9-12 dan 13-16, FlaVi mencoba untuk lebih banyak bermain netting pukulan pendek di depan net. Sayangnya taktik tersebut tidak mampu mengejar selisih 3 angka dari ketertinggalan mereka hingga poin kritis 16-19. Rotasi antar pemain yang kurang sempurna dan kesalahan sendiri yang acapkali dilakukan oleh FlaVi akhirnya membuat ganda Thailand merebut set ini 21-18 sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar untuk menantang pasangan muda Malaysia, Tan Wee Kiong/Woon Khe Wei.

Tumbangnya FlaVi membuat harapan kubu Indonesia beralih peringkat satu dunia, Nova/Lilyana yang sukses melaju ke babak kedua setelah menundukkan pasangan tuan rumah, Danny Bawa/Yu Yan Vanessa. Pasangan muda Singapura ini sempat memberikan perlawanan sengit dan merebut set pertama, 21-19. Seperti yang telah diketahui, Danny Bawa merupakan juara Kejurnas Junior ganda putra bersama Afiat Yuris dan ganda campuran bersama Debby Susanto. Namun sayangnya pemain ganda tersebut gagal masuk jajaran junior Pelatnas saat kedua parner gandanya lolos seleknas sehingga Danny akhirnya memutuskan untuk hengkang dan membela Singapura.

Namun perlawanan sengit yang sempat diperagakan oleh duo Singapura tersebut tidak berlanjut di dua set berikutnya. NoLyn berhasil menunjukkan performa mereka yang sebenarnya dan mendominasi pertandingan. Tandem terbaik dunia tersebut akhirnya menang mudah 21-5, 21-14 untuk berhadapan dengan wakil Korea, Kwon Yi Goo/Ha Jung Eun di babak ke-2. Selain NoLyn, duet Rijal/Grace juga sukses mengikuti jejak NoLyn saat keduanya menghempas juara turnamen Singapore International Series, Riky Widianto/Yao Lei, 20-22, 21-17, 21-9. Langkah NoLyn dan JoGre sayangnya tidak mampu diikuti oleh pasangan Anggun/Endang. Hanya dalam waktu 25 menit, keduanya kalah telak dari unggulan ke-2, Zheng Bo/Gao Ling, 6-21, 11-21.

Selain FlaVi yang menjadi kejutan tersebesar di babak pertama, kejutan nomor ganda campuran juga menimpa ganda terbaik Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Unggulan ke-7 tersebut ikut menjadi saksi kemajuan performa yang dialami oleh deut terbaik Taipei, Fang Chieh Ming/Cheng Wen Hsing. Setelah menang dua set langsung atas Zheng Bao/Gao Ling di babak pertama Kejuaraan Asia bulan April yang lalu, Fang/Cheng kembali membuat kejuatan di turnamen ini dengan menang dua set atas Thomas/Kamilla, 23-21, 21-15. Dengan kemenagan ini dan tumbangnya FlaVi, kedua pemain Taipei tersebut berpeluang besar untuk melaju ke babak semifinal dan menantang NoLyn.

Tunggal Putri

Beberapa kejutan juga terjadi di nomor ini meskipun tidak sebesar yang terjadi pada sektor ganda campuran. Tunggal terbaik Belanda, Yao Jie, di luar dugaan tunduk atas pemain India, Saina Nehwal, 19-21, 21-19, 13-21. Yao Jie yang di babak perempatfinal Piala Uber bulan Mei lalu mampu menekuk tunggal Cina, Xie Xingfang, kali ini tidak bermain dalam performa terbaiknya dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Selain Yao Jie, tunggal Hongkong, Yip Pui Yin yang menempati unggulan ke-6 juga takluk atas pemain kualifikasi tuan rumah, Gu Juan, 11-21, 12-21.

Yip yang bermain jauh dari performa terbaiknya sudah tertinggal jauh sejak awal set pertama 4-12 dan 7-16. Di set kedua, Yip kembali tertinggal namun sempat menyamakan kedudukan di angka 4 dan 7. Jeda cukup jauh, 7-13 dan 9-18 dari permainan netting dan bola-bola silang Gu Juan akhirnya membuat pemain muda Singapura ini sukses mengakhiri perlawanan Yip dan berhak menjamu Saina Nehwal di babak selanjutnya.

Satu-satunya pemain putri Jepang yang dikirim ke turnamen ini, Yu Hirayama (unggulan ke-8), harus bertekuk kepada tunggal ke-4 Korea, Jang Soo Young. Set pertama, Yu mampu menang mudah 21-13 dari banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Jang. Persaingan ketat baru terasa di set kedua. Tertinggal 8-15, Yu mampu menyamakan kedudukan di poin 16 dan berbalik unggul 19-17. Namun hilangnya konsentrasi Yu di poin-poin kritis berhasil dimanfaatkan oleh Jang untuk merebut set ini 24-22 dan memaksakan rubber set.

Set ketiga kembali didominasi oleh Yu Hirayama. Tunggal terbaik Jepang tersebut unggul jauh 10-2 sebelum jeda interval. Yu berhasil mempertahankan keunggulannya sampai kedudukan 13-5, 16-11, dan 20-15. Kegagalan dalam melakukan ‘finishing’ akhirnya berbalik menjadi keunggulan untuk Jang yang merebut 5 poin berturut-turut untuk menyamakan kedudukan. Dalam kondisi terkejar, kepercayaan diri Yu mulai pudar dan akhirnya berujung dengan kekalahan 21-23 atas Jang Soo Young. Di babak selanjutnya, Jang akan menantang komptriotnya, Hwang Hye Youn untuk memperebutkan tiket delapan besar.

Sementara itu merah putih juga masih menyisakan harapan di sektor ini lewat dua srikandinya, Adrianti Firdasari dan Pia Zabadiah. Firda menang mudah atas pebulutangkis Rusia, Ekaterina Ananina, 21-14, 21-13 sedangkan Pia menjinakkan tunggal Kanada, Charmaine Reid, 21-17, 21-12. Permainan Pia berlangsung lebih ketat jika dibandingkan dengan Firda. Namun dengan variasi pukulannya di depan net mampu membuat Pia lebih mendominasi permainan. Meskipun menang relatif mudah di pertandingan babak pertama, Firda akan ditantang unggulan teratas, Pi Hongyan (Perancis) di babak selanjutnya sedangkan Pia juga menghadapi unggulan lainnya asal Hongkong, Wang Chen.

Tunggal Putra

Satu-satunya wakil Indonesia di nomor ini, Simon Santoso (unggulan ke-6) masih belum mengalami kesulitan berarti saat ditantang tunggal Irlandia, Scott Evans. Dalam tempo 27 menit, Simon menyudahi perlawanan Scott dengan 21-10, 21-18. Untuk bisa melaju ke babak peremptafinal, Simon harus mempu menaklukkan tunggal Jepang yang saat ini tengah bersinar, Shoji Sato, di laga keduanya.

Kejutan di nomor ini terjadi saat tunggal Polandia, Przemyslaw Wacha (unggulan ke-5) tumbang di tangan pemain tunggal no. 3 India, Arvind Bhat, 21-13, 13-21, 14-21. Pemain India tersebut sudah bermain agresif sejak set pertama. Wacha yang bermain apik di depan net terganggu oleh perminan jeleknya yang seringkali melakukan kesalahan sendiri. Di kubu Cina, Lu Yi harus bertekuk kepada tunggal Ceko, Petr Koukal, 16-21, 17-21. Tunggal ke-5 Cina tersebut bermain jaub di bawah performa terbaiknya dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Beberapa permainan netting Petr, tidak mampu diselesaikan dengan baik oleh Lu Yi.

Ganda Putra

Indonesia menyisakan 3 pasangan ganda putra di babak 16 besar setelah duet Joko/Hendra mundur dari permainan dan menyerahkan kemenangan untuk pasangan Cina, Guo Zhendong/Xie Zhongbo. Duet Bona/Ahsan harus bermain 3 set untuk mengalahkan pasangan Malaysia yang baru disandingkan, Hoon Thien Hoon/Ong Soon Hock. Kekalahan BoAh 16-21 di set pertama lebih disebakan oleh kemampuan pasangan Malaysia untuk melakukan variasi pukulan. Sebaliknya di dua set berikutnya, BoAh bermain lebih padu dan melakukan rotasi yang lebih baik. Meski sempat bermain ketat di paruh pertama set kedua dan sepanjang set ketiga, kekompakan pasangan Indonesia membuat mereka unggul 2-14, 22-20.

Tandem teratas PB Djarum, Rian/Yoke juga mencatat hasil yang menggembirakan. Setelah di babak pertama turnamen GP German Open bulan Maret lalu mereka membuat kejutan dengan menekuk pasangan Jepang, Tadashi/Keita, kali ini mereka melibas salah satu ganda kuat dunia asal Denmark, Jens/Marthin, 21-19, 17-21, 23-21. Pada set pertama, RiYo mampu membuat para pemain veteran Denmark keteran dengan permainan agresif mereka.

Namun di set kedua, pengalaman pasangan Denmark tersebut membuat ganda Indonesia hanya mampu bermaian defnensif dan sulit melakukan serangan balik. Pada set penentuan, pasangan Denamrk sempat memimpin di paruh pertama, namun keadaan berbalik setelah kedudukan 9 sama. Kejar mengejar angka kembali terjadi setelah kedua pemain kembali menyamakan kedudukan di poin 19 sebelum akhirnya dimenangkan oleh RiYo.

Luluk/Alvent akan menghadapi tantangan sebenarnya di babak kedua saat bertemu dengan pemain senior Malaysia, Chew Choon Eng/Chan Cong Ming. Di babak pertama, LuVent menang atas ganda ke-4 Korea, Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo, 21-16, 21-16 sedangkan Chew/Chan mengungguli kompatriot mereka, Chan Peng Soon/Lim Khim Wah, seteah melalui pertarungan ketat selama 54 menit, 21-15, 23-25, 21-17.

Songphon Anugritawayon menjadi pahlawan Thailand untuk kedua kalinya. Sukses mengalahkan FlaVi di nomor campuran, Songphon yang juga bermain rangkap di sektor ganda putra bersama Tesana Panvisvas kembali membuat kejutan saat melibas unggulan ke-4, Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark), 14-21, 21-17, 21-19.

Ganda Putri

Tiga pasangan srikandi Indonesia juga mencatat kemenangan di laga perdana mereka atas lawannya masing-masing. Vita/Lily yang menempati unggulan 5 tanpa kesulitan mengatasi junior tuan rumah, Li Bo/Thing Ting, 21-8, 21-10. Sedangkan Jo/Grace merontokkan pasangan gado-gado Jerman/Kanada, Nicole Grether/Anna Rice, 21-17, 21-18. Di pertandingan babak 16 besar, ViLy akan bertemu dengan ganda tuan rumah lainnya, Jing Qiong/Samantha Neo. Sedangkan JoGre akan ditantang oleh ganda no.2 Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung.

Tandem Korea tersebut lolos ke putaran kedua setelah membuat kejutan melumpuhkan ganda terbaik Malaysia yang diunggulkan di tempat ke-7, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui, 21-19, 22-24, 21-11. Meskipun ganda Malaysia memiliki kelebihan dalam permainan agresif mereka, namun koordinasi yang kurang diantara keduanya khususnya pada set ke-3 membuat pasangan Korea mampu memecah pertahanan Wong/Chin. Sebaliknya, Jung Eun/Min Jung meskipun bermain defensif namun lebih kokoh dari sisi pertahanannya dan membuat duo Malaysia tidak mampu mengembangkan permainannya.

Kejutan tak menyenangkan juga menlanda tim tuan rumah. Selain kekalahan yang dialami oleh Ronald Susilo dan ganda Yoga Ukikasah/Hendra Wijaya, pasangan ganda putri senior, Jiang Yanmei/Li Yujia juga gagal melaju ke babak 16 besar setelah dilibas pasangan Denmark, Marie Roepke/Helle Nielsen, 21-12, 21-18. Sementara itu pasangan Indonesia lainnya, Endang/Rani harus bermain 3 set untuk menyingkirkan pasangan tuan rumah peraih mahkota turnamen Singapura International Series, Shinta Mulia Sari/Yao Lei, 13-21, 21-13, 22-20. Pada set pertama, EnRa lebih banyak bermain defensif dan dalam posisi tertekan oleh serangan dari pasangan Singapura. Namun di dua set berikutnya, EnRa sudah bermain cukup lepas meskipun masih banyak melakukan kesalahan sendiri.

Blog at WordPress.com.