Indonesia berhasil meloloskan 3 wakilnya ke babak semifinal Singapore SS sedangkan Cina harus puas dengan satu wakil di nomor ganda putri. Malaysia berhasil menjadi ‘raja’ sektor ganda putra dan berpeluang besar menciptakan final antara sesama pasangan Malaysia.
Ganda Campuran, NoLyn Tak Terbendung
Ganda campuran terbaik Indonesia, Nova/Lily makin mendekati impian mereka untuk meraih gelar super series perdana mereka di tahun 2008. Di babak perempatfinal tadi siang, NoLyn menang mudah atas unggulan ke-8, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam. Prestasi ini menyamai hasil perempatfinal Swiss SS bulan Maret lalu saat NoLyn menghentikan keduanya 21-16, 21-18. Sebaliknya, unggulan ke-2 Zheng Bo/Gao Ling kembali mengukir prestasi yang kurang memuaskan. Setelah menyerah dua set langsung di babak pertama Kejuaraan Asia, kali ini kembali keduanya harus kalah mudah 12-21, 18-21 hanya dalam tempo 33 menit.
Pada awal set pertama, NoLyn sempat tertinggal 0-2 dan 2-4 sebelum akhirnya menyamakan kedudukan di angka 4. Dari titik ini, NoLyn berhasil mengembangkan permainan mereka yang sebenarnya untuk tampil menekan dan aktif menyerang. Unggul 11-7 saat jeda interval set pertama, NoLyn makin tak terkejar dan selalu memimpin perolehan poin. Tertinggal 10-15, Sudket/Saralee sempat memperkecil selisih poin keduanya menjadi 14-16 namun kesalahan sendiri yang dilakukan oleh pasangan ini kembali membuat mereka terpaku di angka 14. Sebaliknya NoLyn mampu merebut 5 poin berturut-turut yang membuat mereka unggul 21-14.
Perseteruan di set kedua yang diprediksi akan lebih ‘hidup’, ternyata berjalan jauh dari perkiraan. Sejak kedua pasangan berbagi angka 1 sama, Sudket/Saralee kembali jatuh dalam ritme permainan NoLyn. Pengembalian yang terlalu melebar dan menyangkut di net memudahkan laju perolehan poin ganda Indonesia, 11-4 saat jeda interval. Selain banyak melakukan kesalahan sendiri, koordinasi antara pasangan Thailand juga sangat minim. Rotasi yang tidak berjalan membuat keduanya hanya mampu mengandalkan permainan defensif dan menjadi ‘penerima’ serangan beruntun dari Nova ataupun Lily. Tertinggal jauh 5-12, 7-14. 11-16, dan 12-19, ganda terkuat negeri gajah tersebut akhirnya menyerah 12-21 tanpa perlawanan yang berarti.
Berkebalikan dengan penampilan NoLyn, duet teratas Cina, Zheng Bo/Gao Ling justru bermaian jauh di bawah performa terbaik mereka. Menghadapi unggulan ke-8 asal Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg, Zheng/Gao sudah kehilangan motivasi bertanding sejak awal set pertama. Agresivitas keduanya sama sekali tidak terlihat bahkan penempatan-penempatan bola yang kerap menjadi senjata andalan di berbagai turnamen justru lebih banyak membuahkan angka untuk lawannya.
Unggul 3-1 dan 7-3, Anthony/Donna berhasil mempertahankan kajayaan mereka hingga selisih poin yang cukup jauh 14-6. Zheng/Gao sempat mencoba untuk mendekat 11-16 namun kemahiran Donna dalam mengolah bola di depan net membuat pasangan Cina ini kembali menjadi sasaran serang Anthony Clark yang sulit untuk dikembalikan. Pertahanan Zheng Bo yang kurang sempurna kembali membuat duo Inggris memimpin cukup jauh 19-11 dan akhirnya menutup set ini 21-12.
Memasuki set kedua, koordinasi antar pemain Cina terlihat lebih padu dan solid. Kedua pasangan juga sempat terlibat adu serang yang menjadikan partai ini lebih seru. Namun sayangnya fungsi Gao Ling sebagai ‘play maker’ di depan net tidak diimbangi dengan ‘defense’ yang sempurna. Tertinggal 5-10 dan 6-12, Zheng/Go masih cukup sulit untuk membobol pertahanan pasangan Inggris. Banyaknya bola yang mati sendiri membuat Anthony/Donna semakin tak terkejar dan memimpin 15-9, 18-13.
Mencoba untuk memperlambat tempo permainan, Zheng/Bo nyaris mendapatkan kesempatan untuk menyamakan poin di saat kedudukan 17-18. Meskipun unggul dari sisi permainan netting, duet Cina sama sekali tidak mampu menyalib perolehan poin Anthony/Donna sampai di akhir set kedua. Gagal memanfaatkan ‘second win’ untuk rubber set, Zheng/Gao akhirnya menyerah 18-21. Dengan hasil ini, Anthony/Donna berhak untuk melaju ke babak empat besar dan menantang ganda muda Denmark, Rasmus Bonde/Helle Nielsen. Rasmus/Helle yang baru disandingkan untuk pertamakalinya mencatat prestasi memukau dengan melibas ganda no. 2 Taipei, Hsieh Yu Hsin/Chien Yu Chin, 16-21, 21-15, 21-19.
Pada partai delapan besar lainnya, ganda Thailand yang menundukkan FlaVi di babak pertama, Songphon/Kunchala untuk kedua kalinya berhasil membuktikan konsistensi performa mereka saat menantang duet Taipei yang tengah menjadi pusat perhatian, Fang Chieh Min/Cheng Wen Hsing. Dalam pertarungan rubber set selama 42 menit, pasangan Taipei yang sukses menggilas Zheng Bo/Gao Ling di babak pertama Kejuaraan Asia yang lalu, gagal memenuhi ambisinya untuk melaju ke semifinal. Songphon/Kunchala menyudahi perlawanan keduanya 25-23, 18-21, 21-15 sekaligus berhak untuk menantang jagoan Indonesia yang tersisa di nomor ini, Nova.Lily untuk meraih tiket babak final.
Tunggal Putri, Firda Gagal Pertahankan Momentum
Langkah NoLyn ke semifinal sayangnya gagal diikuti oleh Adrianti Firdasari. Srikandi Indonesia yang berhasil membuat kejutan besar di babak perdelapan final kemarin gagal mempertahankan momentum kemenangannya dan menyerah di tangan tunggal India dengan peringkat dan kualitas yang jauh di bawah Pi Hongyan. Menghadapi Saina Nehwal, Firda sudah melakukan permainan agresif sejak awal set pertama. Lob serang yang dilancarkannya, mampu membuat Saina kewalahan. Namun sayangnya permainan agresif Firda tidak didukung oleh kecermatan dalam mengembalikan bola-bola Saina yang seringkali menyangkut di net atau terlalu melebar.
Unggul 11-7 dan 13-8 di set pertama, perolehan angka Saina nyaris tak tersentuh oleh Firda hingga akhirnya pebulutangkis India tersebut menutup set ini 21-16. Masih dengan strategi permainan reli dan sesekali menyerang, Firda mampu bangkit di set kedua untuk mengimbangi perolehan poin Saina. Kejar mengejar angka terjadi sejak awal set sampai kedudukan 16 sama. Variasi bola silang di depan net dan penempatan bola di bagian belakang lapangan cukup mampu mengobrak-abrik pertahanan Saina. Merebut 5 poin berturut-turut, Firda akhirnya menutup set ini 21-16 sekaligus memaksakan rubber set.
Konsentrasi Firda ternyata menurun drastis di set penentuan. Stamina yang terlalu diforsir pada dua set pertama membuat tunggal ke-2 Indonesia tersebut tertinggal jauh 4-10 sebelum jeda interval set ketiga. Meski tetap mencoba mempertahankan konsistensi permainannya, Saina yang bermain jauh lebih agresif dibandingkan dua set sebelumnya menjadi sulit dibendung oleh Firda. Firda sempat memperkecil selisih angka menjadi 10-12 namun Saina kembali merebut 5 poin berturut-turut, 17-10 dan 20-12 untuk keunggulan Saina.
Berada di atas angin, Saina akhirnya mengakhiri perlawanan Firda dengan 21-14 dan berhak menantang Zhou Mi (unggulan ke-5) di babak semifinal. Zhou Mi sendiri melaju ke semifinal setelah menaklukkan kompatriotnya, Wang Chen yang diunggulkan di tempat ke-3, 21-17, 21-19. Di partai semifinal lainnya, sang ratu Eropa asal Denmark, Tine Rasmussen akan menjamu ratu bulutangkis dari Asia Tenggara, Wong Mew Choo. Tine yang diunggulkan di tempat ke-2, melibas wakil terakhir tuan rumah, Xing Aiying, 21-13, 21-11 sedangkan tunggal Malaysia yang menempati unggulan 4, melumat wakil Korea, Hwang Hye Youn, 21-12, 21-9.
Tunggal Putra, Simon Berpeluang Ke Final
Tidak sia-sia Simon Santoso menjadi satu-satunya pemain tunggal lapis atas Pelatnas yang dikirim ke turnamen ini. Unggulan ke-6 tersebut masih belum terbendung di babak delapan besar dan berhak melaju ke babak 4 besar setelah menekuk tunggal Malaysia, Sairul Amar Ayob dalam pertarungan 3 set yang cukup melelahkan selama 66 menit. Membuka set pertama, perseteruan sudah terjadi antara kedua pemain.
Kejar mengejar angka dan saling menyerang antara kedua pemain berlangsung sampai kedudukan 9 sama. Sairul sempat memimpin perolehan poin 16-11 yang diantaranya dari beberapa kesalahan Simon namun dengan sigap Simon kembali menyusul dan menyamakan kedudukan di angka 18. Sayangnya Simon gagal melakukan ‘finishing’ di poin kritis dan 2 poin yang diperoleh oleh Sairul terlebih dahulu membuatnya mampu menamatkan set ini 21-19.
Simon kembali mencoba bangkit di set kedua. Meski sempat menurun performanya di pertengahan set setelah jeda interval, dominasi Simon menjadi sulit terbendung paska kedudukan 13 sama dengan merebut 7 angka berturut-turut dan terus meluncur 20-13. Kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Sairul akhirnya memaksa tunggal ke-7 Malaysia tersebut menyerah 21-15. Set ke-3 berjalan hampir sama dengan set kedua. Namun di set ini, dominasi Simon tidak seekstrim set sebelumnya. Sairul hanya sempat memberikan perlawanan di awal set sampai kedudukan 11 sama. Simon yang lebih banyak menyerang gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Sairul. Unggul 16-12 dan 18-16, Simon memastikan langkahnya ke semifinal dengan kemenangan 21-17.
Dengan kemenangan ini, peluang menuju partai puncak terbuka cukup lebar untuk tunggal ke-3 Indonesia tersebut akrena lawan yang akan dihadapinya di babak semifinal adalah pebulutangkis Inggris, Andrew Smith. Andrew melaju ke empat besar setelah memupuskan harapan Malaysia, Kuan Beng Hong, 21-15, 18-21, 21-15. Partai semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan teratas asal Malaysia, Lee Choong Wei dan wakil Denmark, Peter Gade. Choong Wei tanpa banyak kesulitan menang telak atas tunggal Denmark lainnya, Joachim Persson, 21-9, 21-7 sedangkan unggulan ke-4, Peter Gade, mengakhiri petualangan jagoan Vietnam, Nguyen Tien Minh, 21-11, 14-21, 21-12.
Ganda Putri, ViLy Tampil Habis-habisan
Selain menyisakan wakil di ganda campuran dan tunggal putra, Indonesia juga masih menaruh harapan besar kepada Vita/Lily untuk berprestasi semaksimal mungkin. Di pertandingan 8 besar beberapa jam yang lalu, unggulan ke-5 tersebut harus berkeringat 3 set untuk menjinakkan ganda Inggris yang menempati unggulan ke-4, Gail Emms/Donna Kellogg. Pertahanan ViLy yang cukup solid akhirnya menjadi kunci kemenangan dua srikandi Indonesia tersebut. Tertinggal 1-3, Gail/Donna berhasil menyamakan kedudukan di angka 4 dan 5. Pertahanan ganda Indonesia yang sulit ditembus membuat ganda Inggris kelabakan dan akhirnya melakukan kesalahan sendiri. Unggul 10-6, 14-10 dan 15-11, ViLy kembali terkejar oleh Gail/Donna di angka 15. Penempatan bola di bagian belakang lapangan yang sulit dijangkau menjadi senjata ampuh bagi ViLy untuk kembali unggul 19-16 dan akhirnya menutup set ini 21-17.
Pada awal set kedua, ViLy sempat tertinggal 1-5 dan 4-9 karena ‘kaget’ dengan perubahan staregi yang dilancarkan oleh pasangan Inggris. Setelah mampu beradaptasi dan menyamakan kedudukan di angka 10, kejar mengejar angka kembali terjadi antara kedua pasangan. ViLy sempat unggul jauh 18-15 dan mempunyai ksempatan besar untuk mengakhiri perlawanan Gail/Donna. Namun karena kurang sabar mengolah bola, ganda Inggris mampu menyamakan kedudukan di angka 18 dan membalikkan keadaan dengan meraih 3 poin terakhir terlebih dahulu, 21-18.
Duet Gail/Donna kembali mencoba untuk menerapkan strategi yang sama di awal set ketiga. Mereka sempat memimpin 8-4 sebelum akhirnya disamakan oleh ViLy di angka 8. Donna Kellogg yang mampu menjadi ‘playmaker’ menjadikan LiLy sebagai sasaran serang karena pertahanan dara 23 tahun tersebut kurang begitu solid. Berbalik tertinggal 8-10 dan 9-11, ViLy mencoba memanfaatkan kelemahan Gail Emms di sisi baseline lapangan. Kembali unggul 14-11, 16-12 dan 19-14 Vita yang bermain cukup lepas mampu berkali-kali membuahkan poin untuk Indonesia sehingga akhirnya menutup set ini 21-17 sekaligus memastikan langkah mereka ke semifinal.
Di babak empat besar besok, ViLy akan bertemu dengan salah satu dari 2 rival beratnya yang belum pernah dikalahkan, Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing. Unggulan ke-2 asal Taipei tersebut menyudahi perlawanan duo Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier, 21-19, 21-11. Pertarungan semifinal lainnya mempertemukan satu-satunya wakil Cina yang tersisa di turnamen ini, Du Jing/Yu Yang dan pasangan Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung. Du/Yu yang menjadi favorit juara berhasil menang telak atas unggulan ke-6 asal Jepang, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna, 21-8, 21-12.
Ganda Putra, 3 Wakil Malaysia Ke Semifinal
Satu-satunya negara yang mampu mendominasi di turnamen ini adalah Malaysia. Anak-anak asuhan Rexy Mainaky tersebut mampu melibas para unggulan dan membuat kejutan. Padahal pasangan lapis dua yang dikirim ke turnamen ini hampir seluruhnya adalah para pemain ganda ‘baru’ hasil bongkar pasangan yang dilakukan oleh mantan pasangan Ricky Subagdja tersebut. Salah satunya adalah duet Mohd Razif/Tan Wee Kiong yang diluar dugaan membungkam unggulan ke-6 asal Cina, Guo Zhendong/Xie Zhongbo. Moh Razif merupakan partner dari Khoo Chung Chiat yang kandas di babak pertama Malaysia SS bulan Januari lalu. Sedangkan Tan Wee Kiong, selain bermaian rangkap bersama Woon Khe Wei merupakan pasangan dari Hoon Thien How yang juga gagal di ronde pertama babak kualifikasi Korea SS 2008.
Namun ketika kedua pasangan tersebut dipadupadankan oleh seorang Rexy, keduanya mampu membuat kejutan dengan merontokkan ganda no. 2 Cina, Guo/Xie, 21-17, 11-21, 21-19. Tandem Cina tersebut hanya mampu memberikan perlawanan di paruh awal set pertama dan menjelang akhir set ketiga. Di babak empat besar besok, Mohd Razif/Tan Wee Kiong akan ditantang pasangan Malaysia lainnya, Gan Teik Chai/Lin Woon Fui. Gan/Lin berhasil menyingkirkan seniornya, Chan Choong Min/Chew Chon Eng, 21-14-21, 17 setelah di babak sebelumnya Chan/Chew menumbangkan duet merah putih, Luluk/Alvent.
Di partai semifinal lainnya, duo Mohd Zakry/Mohd Fairuz yang akhirnya menjadi favorit juara setelah tumbangnya semua unggulan di turnamen ini akan ditantang oleh satu-satunya ganda non Malaysia yang tersisa di nomor ini, Cho Gun Woo/Yoo Yeon Seong. Mohd Zakry/Mohd Fairuz sukses menyingkirkan pasangan Malaysia lainnya, Khoo Chung Chiat/Tan Bin Shen, 21-23, 21-13, 21-7 sedangkan duet Cho Gun Woo/Yoo Yeon Seong yang saat ini menempati peringkat 3 nasional Korea menggusur ganda Taipei, Chen Hung Ling/Tsai Chia Hsin, 21-11, 21-15.
Ferry Irawan, Jurnalis Bulutangkis.com