Enam pemain tunggal putra dan putri Indonesia berhasil meloloskan diri ke babak pertama turnamen Indonesia SS. Sebagian besar diantaranya bahkan mampu membuat kejutan dengan mengalahkan para pemain dunia yang berperingkat di atas mereka. Sebagai suatu catatan tersendiri, 3 dari 6 pemain tunggal yang lolos berasal dari klub PB Djarum sedangkan sisanya merupakan atlet-atlet Pelatnas. Di nomor ganda, duet Chrisna/Syahmie akhirnya berhasil masuk ke babak 32 besar di turnamen super series perdana mereka.
Tunggal Putra, 3 Pemain ke Babak Utama
Tiga pemain tunggal Indonesia yang berjuang melalui babak kualifikasi turnamen Indonesia SS ’08 akhirnya berhasil masuk ke babak utama. Dua diantaranya bahkan berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan pemain yang lebih diunggulkan.
Alamsyah Yunus membuaka kemenangan perdananya atas pebulutangkis Taipei, Lu Chi Yuan 21-13, 21-15 hanya dalam waktu 28 menit di ronde pertama. Tunggal Malaysia yang sempat dikalahkan Andreas Adityawarman di ronde pertama babak kualifikasi Singapore SS, Pei Wee Chung juga harus mengakui pemain bertubuh mungil ini dengan dua set langsung, 21-14, 21-10. Kejutan terjadi saat di laga ketiga Alam bertemu dengan unggulan teratas, Poompat Sapkulchananart juga dengan dua set langsung.
Memasuki set pertama, Alam sempat tertinggal 0-4 dan 2-5. Namun berkat kelincahannya menguasai lapangan, Alam berhasil menyamakan kedudukan di angka 5 dan berbalik unggul 11-5 saat jeda interval. Alam yang lebih banyak bermain reli dan ‘placing’ akhirnya tidak terkejar dan terus memimpin, 14-7, 17-9, sebelum menutup set pertama 21-13. Di set kedua, dominasi Alam kian tak terbendung dengan langsung memimpin 3-0 dan 7-1. Permainan netting dan smash-nya akhirnya membawa Alam pada keunggulan 11-3, 16-5, 18-6 dan menutup set ini dengan kemenangan telak 21-8. Menunggu Alam di babak 32 besar adalah tunggal India yang mendapat promosi ke babak 32 besar, Arvind Bhat.
Selain Alam, pebulutangkis Pelatnas lainnya Indra Bagus Ade Chandra juga menyuguhkan permainan terbaiknya ketika menantang unggulan ke-2 kualifikasi asal Denmark, Rune Ulsing, 21-19, 21-12. Sempat memimpin 2-1 di awal set, anak bimbingan dari Hendrawan ini akhirnya berhasil mencapai selisih poin 7-3 dan 11-7 saat jeda interval. Smash-smash yang sulit dikembalikan dan banayaknya kesalahan yang dilakukan oleh Rune seperti bola keluar dan menyangkut di net, memudahkan Bagus untuk menyelesaikan set ini terlebih dahulu 19-15 sebelum akhirnya menutup set ini.
Di set kedua, Bagus lebih mendominasi jalannya pertandingan sejak awal set. Unggul 3-0, penempatan bola bagus yang cukup sempurna membuatnya unggul cukup jauh 8-5 dan 11-5 saat jeda interval. Rune sempat memperkecil selisih poin menjadi 9-12 karena kegagalan Bagus dalam mengembalikan drive-drive Rune. Serobotan Bagus di depan net dan bola-bola tanggung dari Rune kambali membuat Bagus unggul 15-10. Adu drive dan smash antara kedua pemain kembali terjadi sampai 17-10 dan 19-12.
Smash Rune yang menyangkut di net kembali memaku tunggal Denmark ini di angka 12 untuk unggul 20-21. Dan satu smash keras Bagus kearah baseline Rune akhirnya mengantarkan tunggal yang awalnya sempat akan di depak dari Pelatnas ini pada kemenangan 21-12. Di dua pertandingan sebelumnya, Bagus juga secara dramatis melibas tunggal PB Djarum, semifinalis Kejuaraan Nasioanal SGS Elektrik Open, Wisnu Haryo Putro dengan skor ketat 25-23, 28-26 dan tunggal Jerman, Dharma Gunawi, 18-21, 15-21.
Unggulan ke-3 babak kualifikasi, Ari Yuli Wahyu yang mendapat bye di ronde pertama berhasil menjungkalkan rekan satu klubnya, Dionisius Hayom Rumbaka. Kejar mengejar angka yang cukup ketat terjadi dari awal set pertama sampai kedudukan 7-7. Ari sempat memimpin 10-7 dan 13-9 sebelum akhirnya kembali disamakan kembali oleh Hayom di angka 14. Ari kembali memimpin jauh 18-14 namun karena banyaknya netting yang gagal menyebrangi net, Hayom kembali berhasil menyamakan kedudukan dan memaksa ‘deuce’ 20-20. Kesalahan Hayom yang menyebabkan bola out dan smash keras Ari di tempat tak terjangkau akhirnya membuatnya unggul lebih dulu, 22-20.
Memasuki set kedua, kedua pemain sudah saling berebut angka sejak kedudukan 1-0 untuk Ari. Permainan reli dan netting kembali menguntungkan Ari di angka 4-2 dan 6-4. Strategi mengajak Hayom untuk bermain reli di belakang dengan tiba-tiba melakukan serangan di bagian depan akhirnya mengantarkan Hayom pada keunggulan 8-6, 10-7. Smash keras Ari Yuli bertubi-tubi kearah Hayom, beberapa kesalahan sendiri karena bola tanggung dan netting yang kurang sempurna mengantarkan keduanya kembali pada angka sama, 14-14. Beberapa kesalhan sendiri yang dilakukan oleh Hayom berupa bola-bola lambung dan netting error, membuat Ari unggul 20-14 tanpa Hayom bisa memberikan perlawnanan.
Smash Ari yang tidak bisa dikembalikan dan menyangkut di net akhirnya membuat tunggal ke-2 PB Djarun ini membukukan angka 22-20 sekaligus memastikan tempatnya di babak pertama. Ari akhirnya berhak lolos ke babak utama dan bertemu dengan unggulan ke-4, Sony Dwi Kuncoro untuk memperebutkan tiket ke 16 besar setelah di ronde ke-3 babak kualifikasi menyudahi perlawanan tunggal Denmark, Hans Kristian Vittingus 21-11, 21-18 hanya dalam waktu 31 menit.
Sayangnya langkah tiga tunggal Indonesia tersebut gagal diikuti oleh Andreas Adityawarman dan Achmad Rivai. Adit yang menang 21-4, 21-16 atas Fauzi Adnan akhirnya harus menyerah 21-18, 21-19 atas unggulan ke-4, Lee Cheol Ho. Pada babak pertama, Adit unggul 4-2 dan 7-4. Kejar mengejar angka dan selisih maksimal 1 poin terjadi dari poin 9-9 hingga 18 sama. Kesalahan sendiri yang dlikakukan oleh Adit karena gagal menyebarangkan bola di depan net akhirnya membuat tunggal ke-4 Korea tersebut berhasil unggul 21-18.
Jalannya pertandingan set kedua hampir sama dengan set pertama dengan intensitas kejar mengejar angka yang sebanding karena banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh masung-masing pemain. Dari angka 0-0 sampai 17 sama, pergantian saling memimpin sudah terjadi sampai akhirnya Lee unggul 20-18 lebih dulu sebelum menutup set ini 21-19 karena kegagalan Adit menyebrangkan bola di depan net. Sementara itu Achmad Rivai juga menyerah 17-21, 21-13, 21-17 atas tunggal Korea, Hong Ji Hoon karena sempat mengalami ‘kram’ saat poin kritis set ketiga. Lee akhirnya berhasil melaju ke babak utama setelah menyingkirkan Hong dengan rubber set, 21-9, 19-21, 21-8.
Tunggal Putri, Pia Nyaris Tergelincir
Tunggal ke-3 Indonesia, Pia Zebadiah harus merangkak dari babak kualifikasi karena peringkatnya yang terus melorot. Dan berawal dari babak kualifikasi juga, adik kandung dari Markis Kido ini nyaris terhenti langkahnya di babak kualifikasi setelah berjuang mati-matian selama 136 menit dalam dua pertandingan yang keduanya adalah rubber set.
Mendapat bye di ronde pertama, Pia akhirnya menemukan lawan selevel di ronde kedua yaitu tunggal ke-4 Pelatnas, Fransiska Ratnasari. Nana berhasil melaju ke ronde kedua setelah di babak sebelumnya mengandaskan harapan pemain muda Pelatnas, Aprilia Yuswandari, 21-9, 21-15. Di set pertama, Nana berhasil mendominasi penuh jalannya pertandingan. Tipe permainan Pia yang cukup santai dan hanya mampu meladeni permainan Nana. Banyaknya pukulan Pia yang out dan menyangkut di net tidak diimbangi dengan agresivitas Pia untuk menyerang lebih dulu.
Unggul 3-0 karena kesalahan Pia di set pertama membuat Nana terus memimpin 7-2 , 10-5 dan 14-7. Pia lebih banyak mengandalkan netting silang bermaian reli untuk bisa mengimbangi tempo permainan Nana. Memimpin 17-8 dan 20-11, Nana akhirnya menamatkan set ini 21-14 dari permaina netting yang tidak terjangkau oleh Pia. Pada paruh pertama set kedua, kembali Nana berhail menunjukkan ‘tajinya’ kepada Pia. Memimpin jauh 3-0 dan 7-1 dari beberapa bola out dan penempatan bola yang sempurna setelah adu reli yang cukup melelahkan, Nana terus mengungguli perolehan poin sampai pada titik 10-4 sebelum akhirnya disamakan oleh Pia di angka 10 dan berbalik memimpin 13-10 akibat permainanan agresif serta kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Nana.
Dari titik inilah Pia mulai mampu menunjukkan jati diri permainannya. Memaku Nana di angka 12, Pia berhasil meluncur 18-12 dengan lebih banyak bermain netting dan smash kearah baseline. Nana sempat memperkecil ketertinggalannya menjadi 18-20 karena kegagalan Pia menyebrangkan bola di depan net sebelum akhirnya Pia memenangkan set ini dan memaksa rubber set 21-19. Pada set ketig, Nana sama sekali tidak mampu menyaingi perolehan poin yang diraih oleh Pia. Tertinggal 0-5 dan 3-8, Nana sempat mencapai selisih poin terkecil, 9-10 setelah adu reli panjang dan permainan netting yang diperakan oleh kedua pemain. Bahkan sebelumnya ketika kedudukan 5-9, para penonton Istora sempat dibuat terkagum dengan permainan kedua srikandi Indonesia ini yang harus berjibaku menjatuhkan diri untuk bisa mengambil bola.
Pia kembali unggul jauh 15-9 dari pengolahan bola yang dilakukan oleh Pia lewat drop shot di bagian depan lapangan setelah menarik Nana dengan permainan reli di belakang lapangan. Smash keras Pia yang membuat pengembalian Nana terlalu melebar dan permainan netting Nana yang gagal terus membuat Pia memimpin 18-11 dan 20-14. Nana sempat menambah dua poin dari hasil penempatan bola di bagian baseline Pia yang kosong dan serangan smash bertubi-tubi sebelum akhirnya Pia menutup set ini dengan 21-16.
Namun ternyata ketangguhan Pia tidak hanya diuji di ronde kedua. Pada paertarungan akhir sebelum masuk babak utama, kembali Pia mendapat perlawanan sengit dari tunggal Taipei, Chen Hsiao Huan yang memaksanya harus kembali bermain rubber set. Di awal game pertama, kejar mengejar angka kembali terjadi hingga kedudukan 7 sama. Chen sempat memimpin 12-8 sebelum akhirnya kembali disamakan oleh Pia di angka 12 dari kesalahan sendiri yang dilakukan oleh tunggal ke-3 Indonesia tersebut. Chen kembali unggul 16-12, 19-15 dan 20-16, namun Pia berhasil bangkit dan memperkecil selisih poin menjadi 19-20 karena kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Chen. Pemain Taipei ini sempat tersungkur untuk mengembalikan bola sulit dari Pia namun sebuah net silang dari Chen yang sangat tipis akhirnya menutup set ini 21-19.
Setelah sempat tertinggal 1-3 dan 2-5 di set kedua, Pia mampu menyamakan kedudukan di angka 5 karena kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Chen. Serangan demi serangan dan beberapa kesalahan dari Chen membuat Pia berbalik unggul 9-6 dan 11-8 saat jeda interval. Chen masih banyak melakukan kesalahan sendiri setelah reli-reli panjang yang membuat Pia unggul jauh 17-9. Semangat antara kedua pemain untuk lolos ke babak utam teruji setelah kembali harus tersungkur untuk mengambil bola-bola sulit dari reli-reli panjang yang akhirnya dimenangkan oleh Chen 13-17. Pia berhasil mengunci Chen di angka 13 dengan penempatan bola sulit di sisi kanan dan kiri lapangan untuk menamatkan set ini 21-13.
Game terakhir yang menentukan juga memaksa para pemain untuk menguras energy yang tidak sedikit. Kejar mengejar angka yang lebih ketat membuat set ini menjadi lebih hidup dari dua set sebelumnya. Hingga kedudukan 5 sama, Pia mampu membuat Chen pontang panting mengambil bola di ujung lapangan lalu hanya menempatkan bola tipis di depan net. Kesalahan antara kedua pemain yang menyebabkan bola out menyangkut di net karena habisnya stamina membuat Pia yang sempat unggul 10-5 kembali tersusul di angka 11.
Meskipun secara kualitas Pia lebih baik, rasa letih setelah bermain 3 set menghadapi Nana akhirnya membuat Pia lebih banyak melakukan kesalahan sendiri. Kejar mengejar angka sampai kedudukan 17 sama kembali terjadi setelah permainan reli yang menguras tenaga. Tertinggal 17-19, Chen sempat membuat Pia ketar ketir di angka 18-19 dan 19-20. Semangat untuk menanglah yang akhirnya mampu mengantarkan Pia ke babak utama setelah kembali beradu reli dan netting yang diselesaikan dengan baik oleh Pia lewat drop shot silang ke arah sisi kanan lapangan Chen.
Bersama Pia, Indonesia juga meloloskan 2 srikandi lainnya ke babak 32 besar. Dua tunggal PB Djarum, Maria Febe dan Rosaria Yusfin mengalami peningkatan kualitas yang cukup signifikan untuk menghentikan laju para pemain di atas mereka. Febe yang menang 21-8, 21-16 di ronde kedua setelah mendapat bye di ronde pertama, mampu melibas tunggal Singapura, Fu Mingtian, 21-18, 15-21, 21-17. Sedangkan Rosaria Yusfin secara mengejutkan mengandaskan unggulan ke-2 babak kualifikasi, Nana Brosolat Jensen, 13-21, 21-17, 21-15. Tiket babak utama akhirnya dirampas Ria dari Tieke Ariedaningrum dalam pertarungan 21-11, 21-11. Sebelumnya Tieke melaju ke ronde ke-3 setelah menghempas tunggal Jerman, Nicole Grether, 21-19, 23-21 dan srikandi PB Djarum, Sylvinna Kurniawan, 18-21, 21-14, 21-19.
Kejutan lain juga diciptakan oleh pemain Singapura, Gu Juan. Menghadapi unggulan ke-4 asal Denmark, Camilla Sorensen, Gu yang mendapat bye di babak pertama berhasil menang mudah 21-12, 21-12. Gu akhirnya mendapat tiket babak utama dari tunggal Korea, Kim Moon Hi, setelah merontokkannya 21-16, 21-17 hanya dalam tempo kurang dari 30 menit.
Ganda Putra, Chrisna/Syahmie Melaju
Mengikuti jejak para pemain tunggal, duet masa depan Indonesia, Chrisna/Syahmie juga berhasil masuk ke babak utama setelah berhasil menerobos keuletan pasangan Taipei, Chung Jen Cheng/Hsiao Hsiang Chun dalam permainan rubber set. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh ganda Taipei membuat Chrisna/Syahmie dengan mudah memenangkan set pertama 21-13. Chung/Hsiao hanya mampu mengimbangi permainan atraktif Chrisna/Syahmie sampai kedudukan 13-14.
Memasuki set kedua, perolehan poin berjalan sangat ketat ketika masing-masing pasangan sudah mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Kejar mengejar angka terjadi sejak awal set sampai kedudukan 20-20. Chung/Hsiao menjadi lebih dominan dengan memanfaatkan kesalahan yang dilakukan oleh ganda Indonesia. Chrisna yang seharusnya menjadi playmaker di depan net beberapa kali gagal menyebrangkan bola di depan net. Permainan netting dan penenpatan bola yang akurat dari Hsiao Hasiang Chun akhirnya memaksa Chrisna/Syahmi untuk bermain rubber set setelah tertinggal 20-22.
Pada set penentuan, Ganda Taipei sempat unggul jauh 7-1, 10-2 dan 12-5. Namun banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Chung/Hsiao dan membaiknya permainan Chrisna/Syahmie akhirnya membuat pasangan Indonesia mampu menyamakan kedudukan di angka 13. Pukulan servis dan penempatan bola yang sempurna dari pemain kidal, Syahmie, membuat ganda Pelatnas ini akhirnya berbalik unggul 16-13, 18-14 dan 20-15. Hsiao yang banyak melakukan kesalahan sendiri dengan bola-bola out dan pengembalian yang gagal akhirnya mengantarkan duo Indonesia ke babak utama dengan catatan kemenangan 21-16.
Di babak 32 besar, Chrisna/Syahmie yang seharusnya bertemu Fu/Cai harus mengubur impian mereka karena pengunduran diri pasangan dua dunia asal Cina tersebut. Sebagai penggantinya, lawan yang akan dihadapi mereka adalah ganda kualifikasi yang mendapat promosi ke babak utama, Dhrama Gunawi/Peter Zauner (Jerman/Austria). Selain Chrisna/Syahmie, duet gado-gado Indonesia/Swis, Imam Sodikin/Rohanda Agung juga melalu ke babak utama setelah menghempas ganda Indonesia lainnya, Davin/Rio, 21-15, 21-15. Imam/Agung akan langsung ditantang ganda veteran Malaysia, Chan Chong Ming/Chew Choon Eng di babak pertama.
Ferry Irawan, Jurnalis Bulutangkis.com