Bulutangkismania’s Weblog

June 21, 2008

Results Quarterfinal Rd Indonesia SS 08 : Srikandi Bergejolak, 7 Wakil di Semifinal

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:55 am

Indonesia berhasil mendominasi babak seminal Indonesia SS 2008 dengan memanfaatkan ketidakhadiran sejumlah pemain elit dunia. Duet gado-gado Indonesia-Amerika, Candra/Tony berhasil membuat kejutan terbesar di babak perempatfinal kemarin dengan menumbangkan favorit juara tuan rumah, Markis/Hendra lewat pertarungan rubber set. Sebaliknya di nomor putri, kabar menggembirakan berhasil diukir oleh dua bintang paling bersinar di turnamen ini, Maria Kristin dan pasangan Meliana/Shendy.


Ganda Campuran, NoLyn dan FlaVi Melenggang

Nomor yang selalu menjadi kebanggaan Indonesia dan diharapakan mampu menyumbang emas pada Olimpiade 2008 ini membuka pertandingan babak perempatfinan turnamen Indonesia SS. Unggulan teratas, Nova/Lily menghadapi duet Korea Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung yang berlangsung di lapangan 3. Memasuki set pertama, NoLyn sempat tertinggal jauh 3-9 karena solidnya permainan pasangan Korea. Ganda Indonesia yang belum sepenuhnya ‘in’ di lapangan berkali-kali melakukan kesalahan sendiri saat menyebrangkan bola di depan net.

Indonesia sempat memperkecil selisih poin 9-11 ketika Yoo Yeon Seo berkali-kali gagal mengembalikan bola dengan sempurna dan melebar ke luar lapangan. Permainan adu drive dan drop shot yang berkali-kali dimenangkan Yoo/Kim mengantarkan keduanya pada angka skor 14-9 dan 15-11. Smash beruntun pasangan Korea yang hanya dapat dikembalikan oleh NoLyn terus membuat Yoo/Kim memimpin 17-13, 18-14. Smash keras Nova dan Lily yang gagal dikembalikan oleh pasangan Korea sempat memperkecil jarak keduaya 16-18. Namun permainan ganda Indonesia yang cukup lambat akhirnya membuat Korea kembali ‘leading’ 20-17 sebelum Kim akhirnya menutup set ini dengan drop shot menukik kearah Lily, 21-17.

Pada set kedua, tandem Korea banyak melakukan kesalahan sendiri yang menyebabkan bola out dan menyangkut di net. Sebaliknya, NoLyn akhirnya berhasil menemukan jati diri permainan mereka dan lebih agresif menyerang. Berkali-kali penempatan bola LiLy di depan net mampu mengecoh pasangan Korea yang membuat mereka unggul jauh 11-1. Kegagalan NoLyn mengolah bola di depan net membuahkan 2 angka untuk Korea, 3-16. Permainan drive-drive lambat yang akhirnya diselesaikan dengan smash oleh Lily dan serobotan Nova kembali membuahkan angka untuk NoLyn, 19-4. Yoo/Kim sempat menambah 3 angka dari permainan drive-drive cepat yang tidak bisa dikembalikan dengan sempurna oleh NoLyn namun dua kesalahan dari Yoo Yeon Seong membuat ganda Indonesia akhirnya menutup set ini 21-7.

Pasangan Korea mencoba untuk bangkit dan mengurangi banyak kesalahan sendiri di set ketiga. Beberapa kesalahan beruntun Liliyana Natsir membuat Yoo/Kim unggul 7-2. Penempatan bola Nova yang sulit dijangkau dan potongan bola Lily di depan net mambuat NoLyn mampu menyamakan kedudukan di angka 8. Bola-bola Yoo yang banyak mati sendiri karena keluar lapangan kembali membuah selisih angka yang cukup jauh untuk Indonesia, 16-8 dan 18-10. Kegagalan Lily dalam melakukan ‘placing’ di bagian belakang lapangan dan adu drive yang diakhiri dengan net eror dari Lily membuahkan poin untuk ganda Korea 12-18.

Bola-bola lob Lily di bagian belakang ganda Korea yang sulit untuk dijangkau akhirnya mengantarkan mereka pada akhir set 20-12 dan smash keras Nova kea rah belakang pasangan Korea yang tidak terjangkau akhirnya mengnatarkan NoLyn pada semifinal dengan catatan kemenangan 21-12. Unggulan ke-4, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl yang sukses menggulung unggulan ke-7, Robet Blair/Imogen Bankier (Inggris/Skotlandia) 21-14, 21-17 akan menjadi lawan NoLyn di babak selanjutnya.

Sukses NoLyn akhirnya juga diiukuti oleh unggulan ke-3, Flandy/Vita yang menghadapi duo Jepang, Tadashi/Satoko di babak 8 besar. Unggul jauh 9-2 dan 11-4 karena banyaknya kesalahan sendiri dari Satoko, FlaVi terus memimpin perolehan poin hingga perlahan terkejar 15-11. Bebarapa kali kesalahan FlaVi di depan net membuat ganda Jepang mampu menyamakan kedudukan di angka 15. Permainan tanpa beban Tadashi/Satoko ternyata mampu membuat mereka unggul 19-17 dan mengubah gaya bermain FlaVi menjadi lebih defensif dalam kondisi di serang berkali-kali. Satoko net eror dua kali berturut-turut membuat FlaVi mampu menyamakan kedudukan di level 19. Pengembalian Tadashi yang melebar Satoko yang gagal melampaui net akhirnya menutup set ini 21-19 untuk kejayaan Flandy/Vita.

Pada set kedua, FlaVi sudah berhasil menemukan ritme permainan mereka yang sebenarnya. Satoko yang pada set pertama sempat menjadi ‘Gao Ling’ dengan senyuman khasnya meskipun melakukan kesalahan sendiri akhirnya bermain lebih serius dan mencoba untuk berkonsentrasi penuh. Unggul 8-2, FlaVi akhirnya menutup set ini 11-7 dengan menjadikan Satoko sebagai sasaran serang. Vita yang seringkali melakukan ner eror berhasil ditutupi oleh Flandy yang cukup baik di bagian belakang.

Memimpin dengan14-9, FlaVi akhirnya terus meluncur dengan memberikan agresi tekanan demi tekanan kepada pasangan Jepang, 19-12 dan 20-14. Kesalahan sendiri dari Satoko saat menyebrangkan bola di depan akhirnya mengantarkan FlaVi ke babak 4 besar dengan kemenangan 21-14. Lawan FlaVi di semifinal adalah unggulan ke-2, Zheng Bo/Gao Ling yang tanpa banyak kesulitan mengakhiri laju pasangan Djarum, Fran/Shendy, 21-9, 21-9.

Tunggal Putri, Semifinal Super Series Pertama Maria

Harus diakui bahwa ketidakhadiran beberapa pemain elit dunia ternyata cukup menguntungkan untuk Indonesia. Srikandi terbaik Indonesia saat ini, Maria Krsitin berhasil mebuat sejarah baru di nomor tunggal dengan malaju ke babak semifinal. Performa Maria yang cenderung menanjak paska Piala Uber bulan Mei lalu berhasil dipertahankan oleh mantan atlet klub Djarum ini hingga diberlangsungkannya turnamen Indonesia SS. Setelah menaklukkan mantan pemain Cina yang membela Belanda, Yao Jie di babak perdelapan final, Maria kembali berhasil menekuk mantan pemain Cina lainnya, Zhou Mi di laga 8 besarnya kemarin.

Sejak set pertama, Maria sudah mampu memberikan perlawanan ketat melalui drop shot tajam andalannya yang sulit untuk dikembalikan. Zhou Mi yang sempat unggul 8-2 secara dramatis mampu terkejar di angka 9 dan berbalik unggul 10-9. Kejar mengejar angka dan selisih 1-2 poin senantiasa mengiringi kedua pemain ini setelah Maria berhasil menunjukkan ‘defense’ yang sempurna dan pengembalian yang luar biasa. Drop shot silang Maria ternyata mampu menguras banyak energi Zhou Mi yang membuatnya harus berjibaku untuk membloking bola dari serangan Maria. Beberapa bola yang hanya mampu ‘dipandangi’ oleh Zhou Mi mengantarkan kedua pemain ini pada kejar mengejar angka hingga kedudukan 16 sama.

Tak mau menyia-nyiakan usahanya, Maria terus mengembangkan permainannya yang dipadu dengan lob-lob serang. Adu smash antara kedua pemain masih terjadi hingga akhir set yang sebagian besar diantaranya berhasil dimenangkan oleh Maria dengan penempatan bola yang lebih sempurna. Memaku Zhou Mi di angka 17, Maria akhirnya berhasil merebut set pertama 21-17. Tekanan Maria sempat mengendor di set kedua. Sempat unggul jauh 9-2 dan 12-7, unggulan ke-7 asal Hongkong ini perlahan mampu menyamakan kedudukan di angka 14 dengan memanfaatkan kesalahan sendiri dari Maria dan lebih agresif dalam menyerang. Beberapa drop shot tajam dari Zhou Mi yang gagal dikembalikan oleh Maria dan 3 kali net eror beruntun yang dikakukan oleh Maria mengantarkan Zhou Mi pada angka 20-15 sebelum menutup set ini 21-15.

Memasuki set ketiga Maria sempat kembali kedodoran 1-2 poin di awal set, namun kembai berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan sampai pada level 7-7. Adu reli yang cukup lama dan akhirnya mampu dimenangkan oleh Maria mengantarkannya unggul cukup jauh 13-8. Beberapa kesalahan Maria yang menyebabkan bola keluar membuat Zhou Mi hampir menyamakan kedudukan 13-15. Senjata andalan Maria berupa drop shot yang cukup tajam dan beberapa netting yang tipis membuatnya kembali meluncur 17-13 dan 19-15.

Kegagalan Maria menyebrangkan bola di depan net setelah reli yang cukup lama sempat membuat penenton kecewa dan menambah 1 angka untuk Zhou Mi. Dua kesalahan Zhou Mi yang membentur net saat mengembalikan bola-bola sulit Maria akhirnya mengantarkan tunggal Indonesia ini pada babak semifinal, 21-16. Di babak 4 besar, Maria akan bertemu lawan tangguh yang sebenarnya asal Cina yaitu unggulan ke-2, Zhang Ning. Zhang melaju ke semifinal setelah mengandaskan satu-satunya wakil Thailand di perempatfinal, Salakjit Ponsana, 21-14, 21-19.

Semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan teratas, Zhu Lin dan peringkat 1 Eropa, Pi Hongyan. Zhu berhasil menang 17-21, 2-6 setelah unggulan ke-5 dan juara bertahan tahun lalu, Wang Chen akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri karena cederanya. Sedangkan Pi Hongyan menyingkirkan harapan Singapura, Xing Aiying. Sempat memberikan perlawanan 21-18 di set kedua setelah tertinggal 18-21 di set pertama, tunggal terbaik Singapura ini akhirnya menyerah mudah 8-21 di set ketiga. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Xing terutama net eror membuat Pi mendominasi penuh pertandingan di set ketiga.

Ganda Putri, Meili/Shendy Kembali Membuat Kejutan

Kiprah duet srikandi terbaik PB Djarum, Meli/Shendy akhirnya kembali lagi berhasil teruji di turnamen ini. Setelah berhasil menjadi juara di 5 dari 6 turnamen International Challenge yang mereka ikuti, satu-satunya turnamen yang gagal dimahkotai oleh pasangan ini adalah Polish International Challenge 2008, kembali Meiliana/Shendy membuat gebrakan baru nomor ganda putri Indonesia. Meroketnya performa ViLy dan JoGre ternyata juga diikuti oleh anak asuhan Denny Kantono ini. Setelah berhasil secara mengejutkan menekuk unggulan ke-2, Reiko Shiota/Kumiko Ogura di babak perdelapan final, Mei/Shendy kembali melibas ganda unggulan lainnya, Ha Jung Eun/Kim Min Jung di babak 8 besar kemarin.

Sempat tertinggal 1-5 di awal set pertama, MeiShe ternyata mampu menyamakan kedudukan di angka 9. Beberapa kesalahan sendiri dari ganda Korea dan sergapan ganda Indonesia di depan net ternyata berhasil membuat MeiShe berbalik unggul 12-9 dan 14-10. Ha/Kim kembali berhasil menyamakan kedudukan di angka 14 dan 15 namun dua kesalahan sendiri dari Kim Min Jung membuat tandem Indonesia unggul 18-15 dan 19-16. Kejar mengejar angka dan adu smash kembali terjadi pada kedudukan 19 dan 20. Net eror yang dilakukan oleh pemain Korea akhirnya menutup set ini untuk kemenangan Mei She 22-20.

Dominasi MeiShe makin tak terbendung di set kedua. Setelah sempat keja mengejar angka sampai kedudukan 5-5, MeiShe unggul jauh dan mendominasi permainan 10-5 dan 13-9. Shendy yang kembali menjadi ‘playmaker’ akhirnya berhasil merepotkan ganda Korea lewat smash-smash keras dan penempatan bola di belakang. Meili yang juga jago dalam hal servis berhasil membuahkan angka untuk srikandi merah putih 17-10 dan 18-13. Memaku Ha/Kim di angka 15, MeiShe akhirnya menutup set ini 21-15 dan melaju ke babak semifinal untuk bertemu dengan unggulan ke-3, Satoko/Miyuki dari Jepang. Ganda no. 2 Jepang ini berhasil merontokkan duo Denmark, Helle/Marie 21-10, 21-8 hanya dalam waktu 30 menit.

Semiifnal lainnya akan diisi oleh unggulan ke-4 Vita/Lily dan dan duet Cina, Zhang Yawen/Wei Yili. Menghadapi pasangan terbaik Malaysia, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui, ViLy sempat tertinggal di paruh awal set pertama dan kedua. Serobotan dan penempatan bola-bola akurat ViLy akhirnya membuat mereka mampu menyamakn kedudukan di angka 12 dan berbalik memimpin. Kesalahan bertubi ganda Malaysia di depan net juga semakin mempercepat laju perolehan poin pasangan Indonesia. Smash-smash keras ViLy yang sulit dikembalikan juga ikut melengkapi kejayaan tandem terbaik Indonesia, 21-15, 21-15 kurang dari 30 menit.

Partai Zhang/Wei dan Jo/Grace yang sempat batal di Piala Uber beberapa waktu yang lalu karena Indonesia sudah tertinggal 0-3 atas Cina akhirnya kembali dapat terealisasi di turnamen ini. Pada set pertama, JoGre sempat memberikan perlawanan sengit dan saling kejar mengejar angka. Drop shot dan sergapan Jo mampu menyibukkan ganda Cina yang akhirnya melakukan sendiri. ‘Defense’ yang sempurna juga menjadi kunci JoGre untuk mengimbangi kekuatan Cina meskipun secara tehnik serangan-serangan JoGre tidak setajam pasangan Cina. Setelah menyetarakan kedudukan di angka 14, ganda Cina berhasil menunjukkan permainan mereka yang sebenarnya dan tak terkejar hingga akhir set.

Teknanan demi tekanan yang gagal dibloking dengan sempurna oleh pasangan Indonesia akhirnya membuat Zhang/Yang ‘leading’ 20-14. Serobotan Grace sempat menambah 1 angka untuk pasangan Indonesia namun kesalahan sendiri yang dilakukan Grace di depan net setelah adu drive yang cukup lama antar kedua pasangan menuntaskan set pertama 21-15 untuk kubu Cina. Dominasi Cina juga tak terbendung di set kedua. Lemahnya pertahanan ganda Indonesia khususnya Jo Novita yang berkali-kali gagal mengembalikan bola-bola Zhang/Wei kembali membuat Cina unggul 21-13 di set kedua.

Tunggal Putra, Tempatkan 2 Wakil

Dua tunggal Indonesia juga masih belum tebendung di turnamen ini. Sony Dwi Kuncoro yang diunggulkan di tempat ke-4 berhasil mendominasi pertandingan setelah sempat stagnan dan tertinggal di awal set. Menghadapi jagoan Singapura, Ronald Susilo, Sony yang bermain defensif untuk kemudian menyerang harus terlibat kejar mengejar angka hingga menjelang paruh akhir set pertama dan kedua. Pertahanan Ronald mulai kendor di akhir set dan Sony akhirnya melaju 21-15, 21-12 untuk berhadapan dengan tunggal Cina, Bao Chunlai di babak semifinal.

Unggulan ke-2 asal Cina tersebut tanpa banyak kesulitan menyudahi tunggal Polandia, Przemyslaw Wacha 21-12, 21-16. Sejak awal set pertama sudah terlihat jelas perbedaan kualitas antara kedua pemain tersebut. Serangan beruntun Bao Chunlai berkali-kali gagal dikembalikan oleh bintang Polandia tahun 2007 tersebut. Kesempatan yang lebih besar untuk melaju ke semifinal justru dimiliki oleh unggulan ke-8, Simon Santoso. Simon yang ditantang oleh tunggal terakhir Malaysia, Lee Tsuen Tseng mampu menyuguhkan permainan memukau setelah mendapat dukungan penuh dari publik Istora. Skor 21-15, 21-16 yang mengantarkan Simon ke babak 4 besar akan mempertemukan dirinya dengan tunggal ke-3 Jepang, Kenichi Tago. Kenichi sendiri melaju ke semifinal setelah melumat tunggal Denmark, Jan O Jorgensen, 21-16, 17-21, 21-14.

Ganda Putra, KiNdra Terhenti

Rapor jelek justru diukir oleh para pemain ganda putra Indonesia. Setelah LuVent tersungkur di babak 16 besar, kemarin giliran unggulan teratas, Kido/Hendra yang harus terjungkal. Menghadapi unggulan ke-5, Candra/Tony, KiNdra bermain jauh di bawah performa terbaik mereka. Menurunnya performa KiNdra sebenarnya sudah tergambar sejak babak kedua saat keduanya harus bermain rubber set untuk menekuk pasangan Malaysia, Chan Chong Ming/Chew Choon Eng. Dominasi CaTon sejak awal set pertama mampu menekan permainan KiNdra.

KiNdra yang hanya mampu bermain defensive sempat tertinggal 7-1 di set pertama. namun berhasil menyamakan kedudukan dan berbalik memimpin 15-11 dan 16-12 setelah mendapat suntikan motivasi dari para penonton. Keberhasilan CaTon mengembalikan bola-bola serangan KiNdra akhirnya membuat peringkat satu dunia tersebut banyak melakukan kesalahan sendiri. Unggul 20-17, CaTon akhirnya menutup set ini 21-18.

Perolehan poin yang super ketat dimana hanya terjadi selisih 1-2 angka berlangsung di set kedua. Sejak kedudukan 0-0 sampai 18 sama, KiNdra dan CaTon saling mencoba untuk menekan satu sama lain. Serangan demi serangan yang lebih banyak dilakukan oleh KiNdra mampu diimbangi dengan penempatan bola-bola sulit dari CaTon. 3 Angka terakhir dari smash-smash keras KiNdra mengantarkan keduanya pada set ke-3 dan memaksa rubber set, 21-18.

Intensitas serangan KiNdra berkurang drastis di set ketiga. Selain karena faktor stamina, banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh pasangan Indonesia terutama Hendra Setiawan membuat CaTon tak terkejar dan unggul jauh sejak awal set. Angka 8-1, 12-4, 14-5 dari hasil adu drive dan adu strategi ternyata masih diungguli oleh CaTon yang lebih cerdik dan senior dalam hal pengalaman. Unggul 15-10, CaTon berhasil merebut 6 poin berturut-turut dari menurunnya mental bertanding perebut mahkota Kejuaraan Dunia 2007 tersebut. Skor 10-21 akhirnya memupuskan harapan KiNdra untuk merebut gelar super series keduanya di tahun ini. Padahal jika diamati, dengan tidak hadirnya pasangan elit dunia di turnamen ini, KiNdra berkesempatan besar untuk meraih gelar juara.

Menantang CaTon di semifinal adalah jagoan Malaysia, Hoon Thien How/Ong Soon Hock. Hoon/Ong kembali mencatat durasi terlama untuk menundukkan unggulan ke-7, Mathias/Carsten asal Denmark, 27-25, 20-22, 22-20. Sejak set pertama, kedua pasangan sudah kejar mengejar angka dengan selisih 1-2 poin dan terlibat ‘perang mental’. Mathias/Carsten yang berkali-kali gagal menyelesaikan match point di akhir set menunjukkan rapuhnya mental juara kedua pasangan ini.

Semifinal lainnya akan mempertemukan ganda terkuat Malaysia yang dikirim ke turnamen ini yang juga merupakan runner up Indonesia SS 2007, Mohd Zakry/Mohd Fairuz dan duo Korea penakluk LuVent, Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo. Zakry/Fairuz melaju ke semifinal setelah melibas Bona/Ahsan, 21-12 sedangkan Ko/Kwon membuat kejuatan lainnya dengan menjungkalkan unggulan ke-6 Tadashi/Keita, 21-7, 21-16.

Ferry Irawan, Jurnalis Bulutangkis.com
(www.bulutangkis.com, www.bulutangkismania.wordpress.com)

Blog at WordPress.com.