Bulutangkismania’s Weblog

June 28, 2008

Results Semifinal Thailand Open GP Gold : Cina Amankan 3 Gelar

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:03 pm

Tanpa kehadiran para pemain terbaik Indonesia, Korea, Malaysia dan Denmark, para utusan Cina yang menjadi unggulan akhirnya berhasil memastikan tiga gelar di babak final turnamen Thailand Open GP Gold 2008. Bahkan di dua gelar tersisa juga hampir dipastikan akan menjadi milik Cina karena pada nomor tunggal putra dan ganda putra, dua wakil Cina yang berlaga saat ini menempati peringkat terbaik dunia. Perlawanan diprediksi akan datang dari tunggal tuan rumah, Boonsak Ponsana yang akan menantang Lin Dan di babak final.

 

Ganda Campuran, Sesama Cina Di Partai Puncak

 

Cina berhasil memastikan gelar pertamanya di turnamen ini setelah dua ganda yang dikirim berhasil mencatat kemenangan dan melaju ke babak final. Unggulan teratas, He Hanbin/Yu Yang mendapatkan tiket ke babak final setelah sore tadi mengandaskan harapan tuan rumah, Sudket/Saralee dalam pertarungan straight set selama 47 menit. Sejak babak pertama, He/Yu sudah mendominasi pertandingan dan mampu mengontrol permainan ganda Thailand. Smash-smash keras Hanbin dan penempatan bola Yu Yang akhirnya mengobrak abrik pertanahan Sudket/Saralee. Unggul jauh 10-4 di awal set pertama, He/Yu akhirnya tak terkejar dan terus memimpin. Skor 16-10, 18-13 dan akhirnya menutup set ini 21-14 diperoleh juga dari beberapa kesalahan yang dilakukan oleh pasangan Thailand.

 

Di set kedua ganda Thailand berhasil bangkit dan mengubah pola permainan. Set pertama yang lebih banyak bermain defensif, serangan demi serangan Sudket di babak ini berhasil membobol lapangan ganda Thailand dan membuahkan angka. Sempat memimpin 7-4, Sudket/Saralee akhirnya terkejar di angka 7 oleh ganda Cina. Namun berkat kesolidan keduanya yang berhasil meminimalisir kesalahan sendiri, duo Thailand kembali memimpin 13-9, 16-12 dan 18-14. Nyaris membuat rubber set, Saralee kembali melakukan banyak kesalahan sendiri khususnya saat menyebrangkan bola di depan net. Dan usaha keduanya akhirnya menjadi sia-sia saat He/Yu mampu menyamakan kedudukan di angka 18 dan berbalik unggul 19-18.

 

Poin kritis yang lebih bersifat ‘perang mental’ akhirnya berhasil ditutup dengan dua kesalahan sendiri dari Sudket di depan net. Angka 21-18 untuk He/Yu akhirnya menutup set ini dan memastikan langkah wakil kedua Cina di babak final. Di lapangan yang sama, utusan Cina lainnya, XieZhongbo/Zhang Yawen berhasil melangkah ke babak final setelah menundukkan wakil Malaysia, Lim Khim Wah/Wong Pei Tty, 21-17, 21-14. Xie/Zhang hanya memberikan kesempatan bagi duo Malaysia untuk mengembangkan permainan di paruh awal set pertama dan kedua. Sedangkan pada laga sisanya, Cina berhasil mendominasi penuh pertandingan.

 

Tunggal Putra, Alamsyah Sempat Beri Perlawanan

 

Satu-satunya wakil Indonesia yang mampu melesat hingga babak semifinal akhirnya tumbang di laganya hari ini saat bertemu favorit juara, Lin Dan. Tertinggal 7-11 saat jeda interval, drop shot dan netting andalan Alam sempat membuat Lin Dan kerepotan dan akhirnya membuahkan poin. Namun sayangnya setelah sempat mengejar di angka 11, Alam kembali harus tertinggal jauh 18-11 karena beberapa kesalahan sendiri. Setelah sempat menambah dua angka, Alam akhirnya harus menyerah 16-21.

 

Memasuki set kedua, Alam masih menunjukkan permainan ‘atraktifnya’ dan membuat Lin Dan harus beberapa kali terhenyak dengan penempatan bola-bolanya. Meskipun smash Alam tidak begitu keras dan mematikan namun bola-bola menyulitkan, dan netting yang ‘hidup’, membuat persaingan makin ketat di set kedua. Lin Dan yang sempat unggul 7-3 dan 9-6 berhasil disusul oleh Alam di angka 9 dan berbalik unggul 11-9 saat jeda interval. Setelah sempat terjadi kejar mengejar angka, Lin Dan kembali memimpin 16-13 dan 18-14.

 

Motivasi dan semangat Alam ternyata tak berhenti sampai disana. Meskipun bertubuh mungil, kelincahannya kembali terbukti menjadi senjata ampuh untuk menyamakan angka di titik 18. Lin Dan yang biasanya sering mengandalkan senjata smash keras andalannya, kali ini dibuat tidak berkutik dan hanya mengandalkan beberapa drop shot, penempatan bola dan permainan netting yang membuahkan beberapa angka. Akhirnya, kematangan dan pengalaman Lin Dan yang berhasil menutup set ini 21-18 sekaligus memastikan tunggal terbaik negeri tirai bambu tersebut untuk bertemu wakil tuan rumah di babak final.

 

Unggulan ke-2, Boonsak Ponsana yang mendapat dukungan penuh dari publik setempat akhirnya berhasil mendapatkan slot di babak final setelah menang atas unggulan ke-7, Chan Yan Kit asal Hongkong, 21-17, 21-18

 

Tunggal Putri, Xie dan Lu Lan Tak Terbendung

 

Dua unggulan teratas Cina akhirnya memastikan gelar kedua Cina setelah berhasil sama-sama melaju ke babak final. Xie yang diunggulkan di tempat teratas mematahkan tunggal Singapura yang saat ini sedang bersinar, Xing Aiying. Hanya dalam tempo 31 menit, Xie menang mudah 21-7, 21-16. Sebaliknya Lu Lan harus ‘perang mental’ saat menghadapi mantan pemain Cina Lainnya, Wang Chen meskipun akhirnya berhasil menang dua set langsung.

 

Meskipun Lu Lan sempat kesulitan membaca pukulan-pukulan Wang Chen, namun beberapa kesalahan dari Wang Chen akhirnya membuat unggulan kedua tersebut berhasil unggul lebih dulu, 9-6 dan 12-8. Raut wajah Wang Chen yang tampak lelah memudahkan Lu Lan untuk merebut set ini 21-14 setelah unggul jauh 18-11. Pada set kedua, Wang Chen tampak sedikit bersemangat untuk mengejar bola di awal set. Unggul jauh 5-0 dan 8-5, dominasi Wang tak bertahan lama dan berhasil disusul oleh Lu Lan di angka 9. Lu Lan akhirnya berhasil balik menekan dan unggul 12-9. Memimpin jauh 18-12, Lu Lan akhirnya menutup set ini dengan kemenangan mudah 21-14 sekaligus memastikan langkahnya ke babak final.

 

Ganda Putri, Yang Wei/Zhang Jiewen Nyaris Terjegal

 

Setelah pada semifinal Indonesia SS pekan lalu ganda Cina Zhang Yawen/Wei Yili ditaklukkan oleh Vita/Lily, unggulan teratas turnamen ini Yang Wei/Zhang Jiewen juga nyaris mengalami nasib yang sama saat ditantang unggulan ke-3 asal Taiwan, Chine Yu Chin/Cheng Wen Hsing.

 

Permainan reli antara kedua pasangan ini sudah berlangsung sejak awal set pertama. Kejar mengejar angka dan saling memimpin terjadi saat kedudukan 0-0 hingga 15 sama. Yang/Jiewen sempat memimpin 18-15 terlebih dahulu namun ganda Taiwan kembali berhasil menyamakan kedudukan di angka 18. Namun kegagalan ganda Taiwan menyebrangkan bola di depan net membuat Cina mendapatkan match point lebih dulua 20-18. Chien/Cheng sempat menambah 1 poin dan hampir menyamakan kedudukan di angka 20 namun serangan bertubu dari Yang/Zhang membuat Cina akhirnya menutup set ini lebih dulu 21-19.

 

Di set kedua, pertandingan lebih didominasi oleh ganda Taiwan. Chien/Cheng yang merupakan satu-satunya pasangan non Cina yang belum pernah dikalahkan oleh Vita/Lily sempat tersamakan diangka 20 setelah unggul 18-14. Chien/Cheng yang menyentuh angka 21 dan 22 lebih dulu,dengan segara berhasil disamakan oleh Yang/Zhang. Tidak mau mengulangi kegagalan di set pertama, Chien/Cheng akhirnya menutup set ini lebih dulu 24-22 dan berhasil memaksakan rubber set.

 

Dominasi Cina akhirnya tak terbantahkan di set ketiga. Duo Taiwan hanya mampu menyamakan kedudukan di titik 4 dan setelah itu selalu menjadi bulan-bulanan pasangan Cina. Tertinggal 4-8, rapuhnya pertahanan ganda Cina sempat membuat Chien/Cheng memperkecil selisih poin menjadi 9-10 namun kembali Yang/Zhang mendapatkan ritme permianan mereka dan meluncur jauh 18-11. Pasangan Taiwan sempat menambah dua angka sebelum set ini ditamatkan oleh ganda Cina 21-13.

 

Pada partai semifinal lainnya, unggulan ke-4, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui berhasil melangkahkan kaki ke babak final pertama setelah menjungkalkan harapan Malaysia, Jiang Yanmei/Li Yujia, 21-14, 21-14.

 

Ganda Putra, Agresif vs Defensif

 

Pertandingan yang cukup menarik juga berhasil diperagakan oleh ganda tuan rumah, Songphon/Tesana saat menantang unggulan teratas, Fu Haifeng/Cai Yun di babak semifinal. Meskipun memiliki pukulan yang cukup mematikan, kelemahan ‘defense’ Fu/Cai berhasil dimanfaatkan oleh ganda tuan rumah. Kejar mengejar angka dan selisih 1-3 poin selalu terjadi dari awal set hingga kedudukan 21 sama. Meskipun bertubuh besar, Tesana ternyata memiliki kelebihan defense yang luar biasa setelah berkali-kali di ‘hajar’ oleh Fu/Cai dengan smash bertubi. Keberuntunganlah yang akhirnya membuat Cina lebih dulu unggul dan menutup set ini 23-21 karena kesalahan sendiri pasangan Thailand.

 

Sayangnya perjuangan tangguh set pertama gagal diulang oleh ganda Thailand pada set kedua. Meski sempat mengejar dan berbalik memimpin 11-10 saat interval setelah tertinggal 3-8, kesolidan pertanahan keduanya tidak sekokoh seperti set pertama. Permainan agresif Fu/Cai membuat keduanya kembali memimpin jauh 17-11. Mental dan kepercayaan diri pasangan Thailand yang menurun akhirnya memudahkan jalan Fu/Cai ke babak final dengan menutup set ini 21-17.

 

Pada partai semifinal lainnya, tandem Xie Zhongbo/Guo Zhendong menyusul langkah Fu/Cai ke partai puncak setelah menundukkan unggulan ke-3, Mathias Boe/Carsten Mogensen yang merupakan satu-satunya wakil Denmark yang tersisa di turnamen ini. Hanya dalam 38 menit, Xie/Guo berhasil melibas keduanya, 21-15, 21-17.

  

(www.bulutangkis.com, www.bulutangkismania.wordpress.com)

Blog at WordPress.com.