BADMINTON OLYMPIC BEIJING 2008
Beijing University of Technology Gymnasium, 9-17 August 2008
Terelit dan Termegah merupakan dua kata yang patut menggambarkan cabang badminton di Olimpiade Beijing 2008. Terelit karena prestise turnamen ini sebagai kalender 4 tahunan dan hanya para pemain yang lolos kualifikasi per tanggal 1 Mei lah yang berhak mengikutinya. Termegah karena Olimpiade ini dikecam sebagai yang termahal disepanjang sejarah selain itu dari sekian banyak turnamen indivual lainnya yang digelar oleh WBF, hanya turnamen inilah yang mampu menyaingi pamor Kejuaraan Dunia yang digelar setiap tahunnya.
Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang atlet dapat mengibarkan bendera negaranya diantara sekaian banyak pesaing dari negara yang berbeda. Dan sebagai tuan rumah Olimpiade kali ini, Cina yang meloloskan quota pemain terbanyak yaitu 17 pemain masih tetap berhasrat besar untuk megokohkan dominasinya dengan menyapu bersih semua medali yang ada. Empat negara kuat bulutangkis lainnya (Korea, Indonesia, Malaysia dan Denmark) akan berusaha maksimal untuk menggagalkan impian negara adidaya badminton tersebut.
Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dan Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won siap menjadi ancaman terbesar Cina di sektor ganda putra dan ganda putri selain 9 punggawa Korea lainnya. Nova/Lily akan menjadi rival utama Zheng/Gao dengan didampingi oleh 9 duta merah putih lainnya sedangkan Lee Choong Wei dan Tine Rasmussen aken mencoba mendobrak keperkasaan sektor tunggal putra dan putri Cina.
Tunggal Putra
Sony Dwi Kuncoro (6) : Empat yang lalu, tunggal terbaik Indonesia ini mampu merebut medali perunggu di Olimpiade Athena setelah mengalahkan tunggal terbaik Thailand, Boonsak Ponsana. Tahun ini, pertemuan Sony dan Boonsak kembali akan terjadi di babak kedua setelah kedua pemain ini sama-sama mendapatkan bye di babak pertama. Dari catatan 6 kali pertemuan Sony dan Boonsak sejak tahun 2003 yang lalu, peringkat hanya mengalami dua kali kekalahan atas Boonsak yaitu pada turnamen Korea Open 2006 dan Kejuaraan Thomas Cup 2008. Jika Sony sukses melakukan ‘revenge’ atas Boonsak, maka lawan yang lebih mudah akan dihadapi oleh Sony di babak kedua yaitu tunggal pertama Amerika Serikat, Raju Rai.
Di babak perempatfinal, lawan tangguh sudah menunggu Sony untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Pebulutangkis terbaik Malaysia yang diunggulkan di tempat kedua, Lee Choong Wei, akan kembali menantang mantan pemain klub Djarum tersebut setelah pada babak ke-3 Kejuaraan Dunia tahun lalu Sony sempat menang 21-11, 21-9 namun berhasil dibalas oleh Choong Wei pada dua turnamen Super Series berikutnya di Denmark dan China tahun 2007.
Dari sisi analisa poin, Sony mempunyai beban cukup berat untuk mempertahankan angka 10200 dari hasil runner up Kejuaraan Dunia tahun 2007. Jika Sony mengalami kekalahan atas Boonsak di babak kedua dan hanya mendapat poin 3000, jumlah poin Sony akan menjadi 55287. Namun jika terhenti di delapan besar, Sony akan mendapat poin 6600 sehingga jumlah poin Sony sebesar 58587. Dua angka ini cukup aman untuk membuat Sony tetap berada pada peringkat 10 besar dunia meskipun posisinya di angka 5 kemungkinan besar akan mengalami degradasi.
Taufik Hidayat (7) : Meskipun sempat didera sakit sebelum berangkat ke Beijing, Taufik mengaku siap untuk mempertahankan medali emas yang diperolehnya pada Olimpiade empat tahun lalu. Taufik yang sukses menghentikan perlawanan Shon Seung Mo di babak final Olimpiade 2004 melengkapi gelarnya dengan marajai Kejuaraan Dunia setahun setelahnya. Terlepas dari kejayaan Taufik di waktu itu, performanya saat ini masih belum kembali sepenuhnya selepas menjuarai Kejuaraan Asia 2007. Prestasi terbaik peringkat 9 dunia ini setahun ke belakang adalah menjadi runner up turnamen Japan SS 2007 dan ikut mengantarkan tim Thomas Indonesia ke babak semifinal Thomas Cup 2008.
Di unggulkan ditempat ke-7, Taufik akan meniti jalan yang sedikit lebih berat dibandingkan dengan Sony. Mendapat bye di babak pertama, Taufik akan langsung ditantang tunggal kedua Malaysia, Wong Choong Hann. Dari catatan 6 kali pertemuan kedua pemain senior ini, keduanya saling berbagi angka 3. Pada dua pertemuan terakhir yang sudah cukup lawas, Taufik mampu menundukkan Choong Hann di Olimpiade 2004, namun berhasil dibalas oleh peringkat 17 dunia itu pada turnamen Hongkong Champiosnhip 2005.
Jika Taufik mampu membalas kekalahannya atas Choong Hann 3 tahun lalu tersebut, suami dari Amy Gumelar ini akan ditantang oleh tunggal Vietnam, Nguyen Tien Minh. Selepas menjuarai turnamen Vietnam International Challenge awal Juli yang lalu, peningkatan performa Nguyen juga ditandai dengan perlawananannya yang sangat sengit atas Bao Chunlai pada babak kedua turnamen Indonesia SS 2008. Selain itu, sebelum dikalahkan oleh Peter Gade pada babak peremnpatfinal Singapore SS 2008, peringkat 25 dunia ini mampu melumpuhkan tunggal Cina, Chen Yu (7), di babak sebelumnya.
Dari catatan pertemuan Taufik dan Nguyen di dua turnamen sebelumnya, kedua pemain masih berbagi angka yang sama, 1-1. Kekalahan dua set langsung Taufik atas Nguyen di babak kedua turnamen Philippine Open GP Gold 2007 berhasil dibalas oleh Taufik pada babak kedua turnamen All England SS 2008. Jika Taufik mampu mempertahankan kemenangannya atas Nguyen, unggulan ke-4 asal Cina, Chen Jin, akan menjadi lawan selanjutnya di babak delapan besar.
Secara performa dan prestasi, tunggal ke-3 Cina ini memiliki catatan yang lebih baik dibandingkan dengan Taufik. Rekor pertemuan Taufik dan Chen Jin juga dimenangkan oleh peringkat 4 dunia tersebut, 2-1. Sepanjang tahun 2007, keduanya sempat bertemu dua kali yaitu pada babak perempatfinal turnamen Indonesia SS yang dimenangkan oleh Taufik dan dibalas oleh Chen Jin pada turnamen Macau GP Gold dengan menekuk Taufik di babak final.
Jika mampu membuat kejutan dengan mengalahkan Chen Jin dan melaju ke semifinal, Taufik diprediksi akan menantang rival lamanya, Lin Dan (1). Setelah memenangi duel final Kejuaraan Dunia tahun 2005, Taufik selalu mengalami kekalahan atas Lin Dan di 5 turnamen Super Series sepanjang tahun 2006-2007.
Dari sisi analisa poin, beban Taufik untuk mempertahan poin tidak seberat Sony karena Taufik hanya mencapai babak ketiga Kejuaraan Dunia 2007. Dengan poin terkecil 3600 dari turnamen Denmark SS 2007 dan Malaysia SS 2008, jumlah poin 52643 yang diperoleh Taufik selama setahun terakhir hanya akan berpengaruh jika tunggal ke-2 Indonesia ini mampu menembus babak 16 besar dengan mengalahkan Wong Choong Hann. Namun dengan tambahan 1200 poin, belum tentu mampu mengamankan posisinya dari 10 besar dunia. Apalagi jika pemain berperingkat di bawahnya seperti Lee Hyun Il, Park Sung Hwan, dan Boonsak Ponsana mampu membuat kejuatan yang berarti.
Dengan melaju ke perempatfinal, Taufik akan mendapatkan tambahan poin sebesar 3000 sehingga jumlah poinnya akan menjadi 55643 dan nilai ini akan cukup ‘aman’ untuk membuatnya tetap berada di 10 besar dunia.
Prediksi : Unggulan teratas, Lin Dan, tetap di prediksi akan bertemu dengan dengan tunggal terbaik Malaysia, Lee Choong Wei, di babak final. Kematangan dan konsistensi peringkat satu dunia ini telah teruji sepanjang tahun 2008 dengan memenangkan 2 gelar juara dan 2 title runner up. Sedangkan Lee Choong Wei juga meraih 2 gelar SS dan 1 title runner up. Baku hantam antara kedua pemain ini akan cukup seru karena meskipun Lin Dan unggul 8-4 atas Choong Wei sejak tahun 2005, Choong Wei berhasil mematahkan perlawanan Super Dan tersebut pada perseteruan terakhir di babak semifinal Thomas Cup 2008.
Keduanya memiliki peluang yang sama untuk meraih emas meskipun Lin Dan lebih diuntungkan karena bertanding di kandang sendiri. Diuntungkan sebagai tuan rumah, Lin Dan tetap harus melewati satu titik penting yang harus diselesaikan sebelum melaju ke babak final, menaklukkan jagoan Korea, Park Sung Hwan, yang akan menantangnya di babak 16 besar. Dari beberapa pertemuan terdahulu, peringkat satu dunia tersebut acapkali mengalami kekalahan saat bertanding menghadapi Park.
Sementara itu medali perunggu diprediksi akan diperebutkan oleh dua jagoan Cina lainnya, Chen Jin dan Bao Chunlai. Peluang Bao untuk mengungguli Chen Jin lebih besar karena dari 4 kali pertemuan sebelumnya, selalu dimenangkan oleh Bao. Namun penampilan Bao yang sedikit menurun di beberapa turnamen terakhir yang dikutinya juga akan menjadi kunci keberhasilan Bao. Selain itu, tantangan tunggal Denmark, Kenneth Jonassen, di perempatfinal juga wajib dilewati oleh Bao dengan sempurna sebelum memastikan tempat di semifinal.
Tunggal Putri
Maria Kristin : Prestasi fantastis srikandi yang menjadi ujung tombak kubu merah putih ini pada turnamen Indonesia SS yang lalu, langsung melejitkan dirinya pada peringkat 21 dunia setelah sebelumnya nyaris terlempar dari 30 dunia. Setelah menghempas sederet nama besar seperti Yao Jie, Zhou Mi dan Zhang Ning pada turnamen tersebut, peningkatan performa Maria paska mendapat latihan fisik yang cukup intensif juga telah teruji pada perhelatan Uber Cup dengan menekuk tunggal Hongkong lainnya Yip Pui Yin di babak perempatfinal dan sukses mengantarkan tim Indonesia ke babak final.
Kali ini, kekonsistenan Maria akan kembali di uji sejak laga perdananya saat menghadapi tunggal Jerman, Juliane Schenk. Peringkat 13 dunia ini terbukti mampu mengantarkan tim Jerman sebagai semifinalis Uber Cup 2008. Beberapa prestasinya pada tahun ini adalah menjuarai turnamen Polish International Challenge dan runner up Russia International Challenge setelah mengalami kekalahan atas kompatriotnya, Xu Huaiwen, di babak final.
Meskipun secara frontal kedua pemain ini belum pernah bertemu, Maria diprediksi akan mampu menaklukkan Juliane jika konsisten terhadap performanya. Dan jika hal ini dapat terwujud, lawan Maria di babak kedua akan jauh lebih ringan yaitu tunggal Australia, Erin Carroll.
Sayangnya di babak ke-3 Maria sudah langsung bertemu dengan lawan tangguh asal Denmark, Tine Rasmussen (6). Sejak bulan Oktober 2007 saat Tine kembali mengalami peningkatan performanya, hanya ada dua pemain dunia yang sanggup mengalahkannya dalam pertarungan normal, yaitu Xie Xingfang (1) dan Xu Huaiwen (8). Meskipun Maria dan Tine belum sempat bertemu dalam turnamen WBF, keberhasilan dan konsistensi pebulutangkis Denmark yang bertengger di peringkat 4 dunia tersebut dengan merebut 3 gelar super series dan 4 turnamen yang diikutinya diprediksi akan sulit disaingi oleh Maria.
Bagi Tine, menjumpai Maria di babak 16 besar akan membuat jalannya menjadi lebih mulus dibandingkan harus menantang tunggal kedua Jerman, Juliane Schenk. Hal ini disebabakan pertemuan terakhir Tine dan Juliane pada babak pertama turnamen Taipei GP Gold 2007 dimenangkan dengan cukup mudah oleh Juliane. Namun kekalahan Tine ini cukup dimaklumi akibat kondisi staminanya yang masih belum pulih setelah meraih gelar di turnamen Japan SS dua hari sebelumnya.
Dari sisi analisa poin, Maria masih memiliki empat poin terkecil 2220 dari kekalahannya di babak pertama turnamen SS. Artinya jika Maria terhenti langsung di babak 64 besar, raihan poin sebesar 1200 tidak akan berpengaruh apapun terhadap total poin Maria saat ini yaitu 35223. Namun jika lolos dari Juliane dan kalah dari Tine di babak ke-3, Maria akan mendapat tambahan poin 2600 dan berpeluang cukup besar untuk menembus 20 besar dunia.
Prediksi : Xie Xiengfang masih menjadi favorit untuk melaju ke partai puncak dan menantang andalan Denmark, Tine Rasmussen untuk memperebutkan medali emas. Dari catatan 12 kali pertemuan Xie dan Tine sejak laga perdana mereka di All England 2002 dan terakhir pada turnamen Hongkong SS 2007, Tine hanya mencatat satu kemenangan yaitu babak final turnamen Japan SS 2007. Namun meskipun Tine berpeluang kecil untuk meraih emas, konsistensi performa tunggal no. 1 benua Eropa ini dinilai lebih baik dibandingkan dengan Xie.
Dari 12 turnamen SS dan GP yang telah digelar, Xie hanya mengikuti 3 turnamen meskipun dua diantaranya meraih gelar juara. Dua kekalahan yang cukup mengejutkan dialami oleh ratu bulutangkis dunia ini saat terjegal oleh Yip Pui Yin di babak pertama All England SS 2008 dan pada babak perempatfinal Uber Cup yang lalu, saat Xie di luar dugaan kalah dari tunggal Belanda, Yao Jie. Namun jika Xie berhasil menampilkan permainan konsistennya, peluang Xie untuk meraih emas tetap akan lebih besar dibandingkan dengan Tine.
Pada perebutan medali perunggu, Lu Lan (3) yang berada di pool atas bersama Xie Xingfang, menjadi nominasi kuat untuk bertemu dengan pemain veteran Cina, Zhang Ning. Meskipun performa Zhang sudah tidak sebaik empat tahun sebelumnya saat berhasil meraih emas Olimpiade Athena, pengalaman yang dimiliki oleh Zhang tetap diprediksi mampu bersaing dengan dua pemain favorit lainnya dari pool yang sama, Pi Hongyan (5) dan ‘kuda hitam’ Jun Jae Youn.
Ganda Putra
Markis/Hendra (1) : Meskipun masih menduduki peringkat satu dunia hingga saat ini, paksa menjadi runner up turnamen Swiss SS 2008 bulan Maret yang lalu, performa ganda terbaik kubu merah-putih ini cenderung menurun. Pada laga dua turnamen terakhir di kandang sendiri, Thomas Cup 2008 dan Indonesia SS 2008, mereka masih belum mampu menampilkan aksi yang terbaik. Sehingga banyak pihak yang meramalkan bahwa keduanya belum cukup mampu untuk menyaingi ganda Korea yang saat ini tengah berada pada ‘peak performance’, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (3).
Dari enam kali pertemuan KiNdra dan Jung/Lee sebelumnya, kedua pasangan berbagi angka yang sama, 3-3. Keperkasaan KiNdra pada turnamen Korea Open dan Indonesia Open tahun 2006 berhasil dipatahkan oleh Jung/Lee dengan memenangi duel di babak perempatfinal Korea SS 2007. KiNdra kembali berhasil mengokohkan kejayaan mereka dengan menghempas Jung/Lee di babak final Kejuaraan Dunia 2007, namun memasuki tahun 2008 performa Jung/Lee yang terus meroket membuat keduanya mampu melibas semua pasangan dunia yang berperingkat di atas mereka waktu itu, termasuk Markis/Hendra.
Setelah menekuk KiNdra di babak final Swiss SS 2008, Jung/Lee kembali mengulangi kesuksesannya pada turnamen beregu Thomas Cup 2008 dengan mengalahkan KiNdra di babak semifinal. Bahkan di turnamen yang sama, Jung/Lee akhirnya mampu melengkapi kemenangan mereka dengan melibas ganda terkuat Cina, Fu Haifeng/Cai Yun
Kali ini, kedua pasangan yang sama-sama berada pada pool atas, akan kembali bertemu jika mereka mampu menaklukkan lawan-lawannya dan melaju ke semifinal. Dan untuk bisa mendapatkan tiket ke semifinal, KiNdra harus memapu mengalahkan dua lawannya di babak 16 besar dan perempatfinal. Tandem peringkat 7 dunia yang juga merupakan harapan tuan rumah, Guo Zhendomg/Xie Zhongbo, akan menjadi lawan perdana mereka sebelum bertemu pemenang antara partai Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia) dan Shuichi/Shintaro (Jepang).
Dua kemenangan KiNdra atas Guo/Xie saat mereka bertemu di turnamen Denmark SS 2007 dan China SS 2007 diharapkan mampu diulangi oleh KiNdra dan meloloskan keduanya ke perempatfinal. Jika lawan yang dihadapi oleh peraih mahkota Kejuaraan Dunia 2007 pada babak selanjutnya adalah Shuichi/Shintaro, maka peluang mereka untuk menantang Jung/Lee di semifinal akan lebih besar dibandingkan harus menghadapi ganda no.2 Malaysia, Koo/Tan. Pertemuan terakhir KiNdra dan duo Jepang, Shuichi/Shintaro pada turnamen Taipei GP Gold berhasil dimenangkan oleh pasangan Indonesia. Sedangkan rekor pertemuan KiNdra dan Koo/Tan dalam pertemuan resmi WBF sepanjang tahun 2007 dimenangkan seluruhnya oleh ganda Malaysia tersebut dengan skor 4-0.
Sementara itu menilik dari empat kali pertemuan Koo/Tan dan ganda terbaik Jepang tersebut, kedua pasangan masih berbagi angka yang sama, 2-2. Namun Shuichi/Shintaro memiliki kelebihan atas Koo/Tan karena kemenangan mereka diperoleh pada dua laga terakhir yaitu Kejuaraan Dunia 2007 dan turnamen All England SS 2008. Dan jika duet Shuichi/Shintaro mampu mengulangi kesuksesan mereka, langkah KiNdra ke babak semifinal akan menjadi lebih mudah.
Dari sisi analisa poin, KiNdra memiliki tugas yang cukup berat untuk mempertahankan angka 12000 sebagai juara dunia tahun 2007. Jika keduanya langsung tumbang di babak 16 besar dan memperoleh poin 4800, angka ini tidak akan berpengaruh terhadap mereka karena KiNdra masih memiliki poin yang lebih besar sebagai quarterfinalis Indonesia SS 2008 yaitu 5040. Sehingga total poin keduanya akan menjadi turun menjadi 73782. Namun jika mereka mampu lolos ke babak perempatfinal, poin sebesar 6600 akan menutup poin juara dunia yang hilang sehingga total poin mereka akan menjadi 75342. Poin pengganti sebesar 8400 akan diperoleh KiNdra jika melenggang ke semifinal sehingga jumlah poin keduanya akan menjadi 77142.
Peringkat 3 dunia, Fu/Cai yang memiliki angka 6600 dari hasil quarterfinalis Kejuaraan Dunia 2007 berpeluang besar untuk menambah poin mereka sebesar 1800 jika lolos ke empat besar sehingga jumlah poin keduanya menjadi 69166. Namun apabila mampu menjadi runner up dan meraih medali perak sehingga mereka akan mendapat tambahan poin 3600 sehingga total poin keduanya akan menjadi 70966. Jika Fu/Cai berhasil meraih medali emas, tambahan sebesar 5400 poin akan membuat total poinnya menjadi 72766. Untuk bisa mendapatkan tahta dua dunianya, ganda terbaik Cina ini harus berhasil merebut mahkota juara, terlebih jika bertemu duo asal Korea, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae.
Sedangkan Jung/Lee yang naik ke peringkat dua dunia, mempunyai tugas yang lebih berat yaitu mempertahankan gelar runner up Kejuaraan Dunia 2007 dengan perolehan poin 10200. Jika Jung/Lee gagal melangkah ke babak final dan terhenti di semifinal, keduanya akan kehilangan poin sebesar 1800 sehingga jumlah poin mereka akan turun dari 69756 menjadi 67956. Sebaliknya jika mampu meraih medali emas dan mempertahankan tradisi emas yang diukir oleh senior mereka, Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon empat tahun yang lalu, poin keduanya akan berjumlah 71556.
Artinya jika Jung/Lee mau mempertahankan peringkat dua dunia mereka, minimal mereka harus mampu menjadi runner up dengan catatan Fu/Cai tidak meraih gelar juara. Namun jika pasangan terbaik Korea tersebut terhenti di babak semifinal atau kalah dari Fu/Cai di babak final, maka dipastikan peringkat mereka akan kembali turun ke posisi 3 dunia. Jung/Lee yang memiliki poin tertinggi 71556 jika berhasil meraih medali emas atau sebaliknya Fu/Cai dengan jumlah poin tertinggi 72766 masih belum mampu menyaingi perolehan angka terkecil yang diukir oleh KiNdra yaitu 73782 jika pasangan Indonesia tersebut langsung terhenti di laga perdananya. Sehingga posisi KiNdra di peringkat satu dunia masih akan tetap aman sampai pada turnamen selanjutnya bulan September mendatang.
Luluk/Alvent : Hampir senasib dengan Taufik Hidayat, LuVent juga masih belum mampu mendongkrak performanya untuk mejadi lebih baik. Prestasi tebaik keduanya selama setahun ke belakang adalah menjadi runner up turnamen Japan SS 2007 dan Korea SS 2008. Kekalahan mereka di babak-bakal awal membuat peringkat keduanya kian melorot meskipun masih berada di 10 besar dunia. Di laga perdananya kali ini, tandem yang berencana akan mengakhiri karirnya di Pelatnas paska Olimpiade tahun ini akan ditantang oleh ganda no. 2 Jepang, Tadashi/Keita. Menunggu LuVent di babak 8 besar adalah pemenang antara Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (4) dan ganda Korea, Lee Jae Jin/Hwang Ji Man.
Pertemuan terakhir Tan Fook/Wan Wah dan Lee/Hwang pada babak perempatfinal Kejuaraan Asia bulan April yang lalu berhasil dimenangkan oleh pasangan Korea, 16-21, 21-17, 21-8. Sehingga jika Lee/Hwang yang akan menantang LuVent di babak 8 besar, LuVent pun harus berhati-hati karena setahun yang lalu pada babak ke-2 turnamen Thailand GP Gold, keduanya mengalami kekalahan 21-15, 27-25. Catatan pertemuan LuVent dan tandem Malaysia, Tan Fook/Wan Wah juga tidak begitu bagus. Dari 10 kali pertemuan sejak tahun 2003, LuVent hanya mampu memetik 4 kali kemenangan.
Kemenangan terakhir yang diperoleh LuVent pada turnamen China Masters SS 2007 berhasil dibalas oleh Tan Fook/Wan Wah pada babak perempatfinal turnamen All England SS 2008. Artinya siapapun pemenang dari partai Malaysia vs Korea harus diwaspadai oleh LuVent untuk bisa meloloskan diri ke babak semifinal. Menunggu siapapun pasangan yang lolos ke babak empat besar adalah harapan tuan rumah, Fu Haifeng/Cai Yun (2).
Dari sisi analisa poin, tugas LuVent untuk mempertahankan angka 4800 dari Kejuaraan Dunia tahun lalu tidak begitu sulit karena kalaupun ganda no. 2 Indonesia ini langsung kalah di laga perdananya, poin ini akan segera terganti oleh poin Olimpiade. Namun dengan jumlah poin sebesar 53240 tidak akan mampu menjamin LuVent tetap berada dalam peringkat 10 besar. Apalagi jika terjadi kejutan yang dibuat oleh pasangan-pasangan berperingkat di bawah mereka seperti Lee/Hwang atau dua ganda Jepang, Shuichi/Shintaro dan Tadashi/Keita.
Untuk bisa mengamankan posisinya di 10 besar, LuVent diharapkan mampu mencapai babak perempatfinal dan mendapat tambahan poin 1800 sehingga total poinnya akan menjadi 55040. Angka ini cukup mampu membuat jarak LuVent dan para pesaing di bawahanya bahkan jika ganda Cina, Guo Zhendong/Xie Zhongbo terhenti langkahnya di laga pertama mereka maka peluang LuVent untuk naik ke peringkat 7 dunia semakin terbuka lebar.
Prediksi : Setelah sukses di tur Eropa sesi pertama dengan memborong dua gelar SS dari turnamen All England dan Swiss serta gelar runner up German GP bulan Maret yang lalu, meroketnya performa Jung/Lee terus terjaga hingga perhelatan Thomas Cup bulan Mei lalu dengan menghempas dua tandem terbaik dunia, Markis/Hendra dan Fu/Cai. Di Kejuaraan Asia, Jung/Lee juga melumat tandem fenomenal Malaysia, Koo/Tan 16-21, 21-16, 21-18 sebelum akhirnya juga meraih gelar juara.
Sebelumnya di turnamen All England, mental Jung/Lee juga sudah teruji saat keduanya sukses menundukkan ganda Malaysia lainnya, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah dengan melewati pertarungan ketat, 21-13, 22-24, 23-21. Prestasi ini kembali diulang oleh Jung/Lee di turnamen Swiss SS saat kembali berhadapan dengan ganda no. 1 Malaysia tersebut dengan kemenangan yang lebih mudah, 21-18, 21-19. Di turnamen yang sama, Jung/Lee juga membalas kekalahan mereka atas Markis/Hendra setelah keduanya gagal merebut medali emas Kejuaraan Dunia 2007 dengan memenangi duel final atas wakil merah putih tersebut 17-21, 21-16, 21-13
Dengan sederet prestasi ini dan konsistensi performa Jung/Lee selama 5 bulan ke belakang, keduanya difavoritkan untuk bisa melaju ke babak final dan bertemu dengan ganda Cina, Fu Haifeng/Cai Yun. Dua kekalahan mengejutkan Fu/Cai di babak kedua turnamen All England SS dan Swiss SS mengindikasikan bahwa konsistensi performa mereka untuk bisa meraih medali emas masih belum sepenuhnya stabil. Peluang Jung/Lee yang cukup besar untuk mempertahankan emas empat tahun sebelumnya ini disadari sepenuhnya oleh sang pelatih sehingga kedua pemain ini sengaja diabsenkan dari berbagai turnamen setelah perhelatan Thomas Cup 2008 untuk menjaga ‘peak perfoemance’ keduanya di Olimpiade.
Duet merah putih, Markis/Hendra masih berpeluang untuk meraih perunggu dengan catatan mereka mampu mengatasi perlawanan Koo/Tan atau keduanya sudah kalah lebih dulu dari pasangan Jepang. Diprediksi KiNdra akan menantang Lee Jae Jin/Hwang Ji Man untuk memperebutkan tempat ke-3.
Ganda Putri
Vita/Lily : Tak mau kalah dengan tunggal terbaik Indonesia, Maria Kristin, duet Vita/Lily juga menunjukkan performa yang meningkat paska mengantarkan tim Uber Indonesia ke babak final. Meskipun akhirnya kalah dari ganda no.1 Cina, Yang Wei/Zhang Jiewen, 15-21, 19-21, 16-21, ViLy mampu menampilkan atraksi yang memukau hingga akhir set ketiga. Konsistensi performa mereka berlanjut dengan menjadi semifinalis Singapore SS dan akhirnya menjuarai Indonesia SS dengan menundukkan pasangan no.2 Cina, Zhang Yawen/Wei Yili di semifinal, 21-15, 14-21, 21-18.
Sukses ini tidak hanya mengganti poin ViLy yang hilang sebagai juara Cina Masters SS bulan Juli tahun lalu, tapi juga sempat melambungkan nama mereka ke peringkat 6 dunia beberapa pekan yang lalu. Meski mengaku kedua srikandi ini lebih memilih untuk fokus di nomor campuran bersama pasangan masing-masing, kesempatan untuk tampil maksimal di nomor ganda masih terbuka lebar karena kedua sektor yang mereka ikuti di pertandingkan pada hari yang berbeda.
Setelah menghempas Du Jing/Yu Yang (3) di turnamen China Masters SS 2007 dan Zhang Yawen/Wei Yili (2) di turnamen Indonesia SS bulan Juni yang lalu, kali ini ViLy akan langsung ditantang oleh tandem terbaik dunia asal Cina, Yang Wei/Zhang Jiewen (1) di laga perdananya. Yang/Zhang yang juga merupakan juara dunia 2007 dan juara bertahan 4 tahun lalu ini berambisi untuk menutup karir mereka dengan mengulang kesuksesan mereka merebut emas Olimpiade 2008.
Tugas ViLy ini cukup berat karena dari catatan empat kali pertemuan menghadapi Yang/Zhang termasuk final Uber Cup 2008, keduanya selalu mengalami kekalahan. Bahkan tiga kekalahan sebelumnya dialami ViLy dengan skor cukup telak dua set langsung. Meskipun tipis, harapan ViLy untuk tetap menang masih tetap ada terlebih jika keduanya mampu menyajikan permainan memukau seperti pada semifinal Indonesia SS yang lalu.
Dari sisi analisa poin, ViLy tidak memiliki beban untuk mempertahankan angka Kejuaraan Dunia tahun lalu. Jika keduanya langsung terhenti di babak 16 besar, poin sebesar 4800 akan mengganti nilai 3600 dari kekalahan mereka di babak kedua turnamen French SS 2007 sehingga jumlah poin mereka akan menjadi 53873. Pesaing terdekatnya yang berada satu tingkat di bawah ViLy, Satoko/Miyuki, diprediksi hanya akan mencapai babak delapan besar. Tahun lalu keduanya hanya melenggang ke babak ke-3 Kejuaraan Dunia dan mendapat poin 4800. Dengan tambahan 1800 poin jika mereka mampu melaju ke 8 besar di Olimpiade kali ini, total poin ganda no. 2 Jepang ini akan menjadi 53680. Nilai ini sayangnya belum mampu menyalip jumlah poin ViLy sebesar 53873.
Sebaliknya satu peringkat di atas ViLy, duet negeri sakura lainnya, Kumiko/Reiko memiliki tuga berat untuk mempertahankan poin semifinalis Kejuaraan Dunia 2007 sebesar 8400. Jika mereka terhenti di delapan besar dan kalah dari unggulan ke-2, Du Jing/Yu Yang, keduanya akan dikenakan pengurangan poin sejumlah 1800 sehingga total poin mereka akan menjadi 51078. Dengan angka ini, Kumiko/Reiko akan terlempar ke peringkat 8 dunia sedangkan ViLy dan Satoko/Miyuki akan naik ke tahta 6 dan 7 dunia.
Prediksi : Peraih medali emas Olimpiade Athena 4 tahun lalu, Yang Wei/Zhang Jiewen masih berpeluang cukup besar untuk mempertahankan mahkota juara mereka. Dengan catatan keduanya mampu melakukan aksi ‘revenge’ atas ganda Korea, Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won (4) yang mengalahkan mereka di dua pertemuan terakhir, All England SS 2008 dan semifinal Uber Cup bulan Mei lalu. Meskipun dari catatan 11 kali pertemuan kedua pasangan elit dunia ini Yang/Zhang masih unggul 8-3, duet ganda no.1 Korea tersebut saat ini telah teruji sedang berada dalam puncak performa dan bisa menjadi batu sandungan bagi ganda Cina untuk merebut medali emas.
Pada turnamen All England SS yang lalu, duo Lee sukses melibas tiga ganda Cina, Gao Ling/Zhao Tingting, Yang Wei/Zhang Jiewen dan Du Jing/Yu Yang sebelum akhirnya mampu meraih gelar di turnamen SS paling tua di dunia ini. Penampilan keduanya sempat menurun saat kalah dari pasangan Cina lainnya, Zhang Yawen/Wei Yili di turnamen Swiss SS dan duo Taiwan, Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing pada semifinal Kejuaraan Asia 2008 namun kembali meningkat saat berhasil mencuri satu angka dari tim Cina di perhelatan Uber Cup 2008.
Jika mampu mengatasi ganda Korea di babak empat besar, peluang untuk meraih emas akan terbuka lebar karena di babak final keduanya akan bertemu duet Cina lainnya, Du Jing/Yu Yang. Pada pertemuan terakhir kedua pasangan ini di babak semifinal turnamen Swiss SS 2008, berhasil dimenangkan Yang/Zhang, 26-24, 21-13.
Untuk perebutan medali perunggu, duo Lee akan cukup kesulitan jika harus bertemu kembali dengan Zhang Yawen/Wei Yili setelah kekalahan mereka di Swiss. Dari catatan pertemuan kedua pasangan ini pun, Zhang/Wei masih memimpin dengan skor 6-3. Kemenangan Kyung Won/Hyo Jung atas ganda no.3 Cina ini diperoleh setahun yang lalu pada turnamen Macau GP Gold. Sehingga jika peringkat 4 dunia ini berkeinginan kuat untuk meraih medali maka peluang mereka akan lebih besar di semifinal dibandingkan pada perebutan tempat ke-3.
Ganda Campuran
Nova/Lily (1) : Meskipun NoLyn dan KiNdra sama-sama diunggulkan di tempat teratas, peluang NoLyn untuk meraih medali khususnya medali emas terbuka cukup lebar dibandingkan dengan pasangan Markis/Hendra. Permasalahan klasik yang dihadapi oleh peraih gelar Kejuaraan Dunia 2007 ini adalah konsistensi permainan khususnya saat bertanding di dua turnamen WBF yang berdekatan. Setelah menjadi runner up di turnamen All England SS 2008, langkah NoLyn terhenti di babak semifinal Swiss SS 2008 oleh duo Eropa asal Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg. Hal yang sama juga berulang di bulan Juni yang lalu saat keduanya menjuarai turnamen Singapore SS namun kembali terhempas di semifinal Indonesia SS saat ditantang ganda Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.
Beruntung di Olimpiade kali ini mereka diprediksi hanya akan bertemu lawan tanding sebenua yang sudah sering bentrok dengan keduanya. Ganda no.2 Korea yang saat ini cukup terpuruk kondisinya dan terpental ke peringkat 25 dunia, Han Sang Hoon/Hwang Yumi akan membuka laga perdana NoLyn. Dari pertemuan NoLyn dan Han/Hwang di tahun 2007, selalu berhasil dimenangkan oleh ganda terbaik dunia ini. Sebelum menantang ganda tuan rumah He Hanbin/Yu Yang di semifinal, NoLyn terlebih dahulu akan dihadapkan dengan duo terbaik Thailand, Sudket/Saralee yang secara mengejutkan mampu mengalahkan NoLyn di turnamen Denmark SS 2007. Meskipun kekalahan tersebut merupakan satusatunya dari 11 kali pertemuan keduanya, NoLyn harus tetap mewaspadai perlawanan Sudket/Saralee.
Lolos dari Sudket, NoLyn diprediksi akan bertemu dengan Zheng Bo/Gao Ling di partai puncak jika mampu melewati hadangan He Hanbin/Yu Yang. Dari dua pertemuan terakhir NoLyn dan He/Yu di tahun 2008 yaitu All England SS dan Kejuaraan Asia berhasil dimenangkan oleh ganda merah putih tersebut. Namun meskipun berpeluang melaju ke babak final, kesempatan untuk mempertahankan tradisi emas Indonesia sejak tahun 1992 harus melewati rintangan yang tidak mudah.
Dari catatan pertemuan dua tandem peringkat teratas dunia tersebut, Zheng/Gao masih memimpin 4-3. Namun salah satu keunikan dari pertemuan mereka sejak turnamen Malaysia SS 2007, kedua pasangangan saling bergantian memenangi pertandingan. Menilik dari pola tersebut, NoLyn seharusnya mampu mengungguli Zheng/Gao di babak final Olimpiade karena pada bentrok terakhir keduanya di babak final All England 2008 berhasil dimenangi oleh ganda Cina, Zheng Bo/Gao Ling.
Dari sisi analisa poin, NoLyn mempunyai tugas untuk mempertahankan poin 12000 dari Kejuaraan Dunia tahun lalu jika tidak ingin poin mereka turun dari 79030. Jika hanya mencapai babak semfinal, jumlah poin NoLyn akan berkurang menjadi 75430 dan 77230 jika keduanya hanya mampu meraih medali perak. Kedua angka ini cukup aman untuk mempertahankan NoLyn di peringkat satu dunia karena pesaing terdekatnya, Zheng/Gao juga wajib mempertahankan poin 10200 sebagai runner up Kejuaraan Dunia 2007. Meskipun mereka mampu meraih medali emas dan mendapat tambahan sebesar 1800 poin, angka total sebesar 70610 belum mampu menyaingi angka terkecil NoLyn yaitu 75430.
Flandy/Vita (3) : Empat tahun yang lalu bersama Eng Hian, Flandy berhasil meraih medali perunggu untuk Indonesia. Tahun ini, peluang Flandy untuk meraih medali kembali terbuka meskipun bersama pemain yang berbeda. Sama seperti NoLyn, konsistensi FlaVi masih menjadi permasalahan terbesar saat ganda peringkat 3 dunia ini langsung terhenti di babak pertama tiga turnamen SS sepanjang 2008, Malaysia, All England, dan Singapore. Bahkan saat menantang Zheng/Gao di kandang sendiri bulan Juni yang lalu, FlaVi masih bermain kurang maksimal dan kalah telak 21-17, 21-9.
FlaVi dan Zheng/Go diprediksi kembali akan berjibaku di babak semifinal Olimpiade kali ini. Di dua pertarungan sebelumnya, FlaVi akan ditantang ganda Jerman, Kristof/Burgit dan runner up turnamen Indonesia SS, Thomas/Kamilla (DEN). Meskipun dari beberapa pertemuan FlaVi dan kedua ganda Eropa tersebut mereka masih lebih unggul, harus menjadi catatan tersendiri bahwa kegagalan FlaVi di sepanjang turnamen 2008 sebagian besar di sebabkan oleh ganda campuran dari benua Eropa.
Dari sisi analisa poin, FlaVi mempunyai tugas untuk mempertahankan poin semifinalis Kejuaraan Dunia 2007. Namun keberhasilan menjadi semifinalis belum cukup untuk mempertahankan FlaVi di peringkat 3 dunia. Hal ini disebabkan pesaing terdekatnya, He Hanbin/Yu Yang di Kejuaraan Dunia 2007 hanya mencapai babak 16 besar. Jika He/Yu mampu masuk ke babak semifinal, tambahan sebesar 3600 poin akan membuat jumlah poin mereka melonjak tajam menjadi 69880. Angka ini cukup mampu untuk menggeser poin FlaVi sebesar 67360 jika peraih gelar Kejuaraan Asia 2008 tersebut terhenti di semifinal. Bahkan He/Yu dipastikan akan mengganti peringkat Zheng/Gao di tahta 2 dunia jika keduanya mampu membuat kejutan dengan melaju ke babak final dan meraih total poin 71680 sebagai runner up.
Prediksi : Zheng/Gao tetap menjadi favorit untuk meraih medali emas dan bertemu dengan NoLyn di babak final. Namun ketatnya persaingan antara dua ganda terbaik dunia ini menyebabkan peluang masing-masing pasangan untuk menjadi juara masih terbuka lebar. Apalagi Olimpiade memiliki prestise yang lebih besar dari Kejuaraan Dunia yang digelar tiap tahunnya. Jika NoLyn mampu tampil maksimal pada World Championships 2007, maka sepantasnya di Olimpiade ini semangat untuk menjadi yang terbaik dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya harus lebih besar lagi.
Perebutan medali perunggu diprediksi tetap akan terjadi antara FlaVi (4) dan He/Yu (3). Satu-satunya pertemuan kedua pasangan ini adalah perempatfinal Denmark SS 2007. Kali ini FlaVi diharapkan mampu membalas kekalahan mereka dan menymbang medali untuk Indonesia meskipun catatan prestasi dan performa He/Yu lebih baik dibandingkan dengan FlaVi.
Ferry Irawan, Jurnalis Bulutangkis.com
Gila man… panjang sekali. Tks ulasannya. Btw berbeda dgn jaman waktu adanya TVRI doang. Perkembangan olahraga apapun bisa diikuti, khususnya bulutangkis. Belakangan setelah banyak mass media, seakan2 berita bulutangkis tenggelam di antara banyaknya pilihan channel acara.
Semoga tradisi emas masih bisa dipertahankan.
Comment by delenger — August 8, 2008 @ 12:09 am |
Wah… ada blog buat penggemar bulu tangkis….
keren….
ayo-ayo yang seneng bulutangkis maen kesini….
hehe….
salam kenal
Comment by BLogicThink [dot] com — August 8, 2008 @ 1:44 am |
wah panjang juga ya ulasannya. tapi gak papa deh yang penting q jadi tau. hehehe
ayo bagi temen2 yang belum gabung, jangan lupa gabung jangan sampai menyesal lho!!! hehe
dan jangan lupa kita dukung tim indonesia yang sedang berjuang di beijing.
Comment by agus — August 9, 2008 @ 8:32 am |
Keren euy ulasannya.. lengkap dan lugas.. ( kayak fakta )
sing penting, doakan pejuang2 bulutangkis kita untuk berlaga di negri Tirai bambu..
hasil sementara..
sonny dan maria masih bertahan..
untuk ganda putra dan campuran baru akan dimainkan hari ini
Comment by Edy — August 12, 2008 @ 11:07 am |
saya pingin vcd/dvd final ganda putra Olimpiade, bisa bantu ? plis sms saya 0816.855.419.
thx berat
Comment by mamak — August 29, 2008 @ 9:58 pm |
saya butuh dvd final ganda putra olimpiade, bisa bantu ? plis sms 0816.855.419
thx
Comment by mamak — August 29, 2008 @ 9:59 pm |