Bulutangkismania’s Weblog

June 13, 2009

Results Quarterfinal Singapore SS ’09 : Malaysia Tak Bersisa, Indonesia Harapkan Gelar Ganda

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:23 am

Kejutan demi kejutan masih menghiasai gelaran hari keempat turnamen Singapore Super Series yang telah memasuki babak perempatfinal. Seolah tak mau ketinggalan dengan sektor tunggal, kali ini para unggulan yang menjadi korban bertumbangan justru datang dari sektor ganda putra dan putri. Malaysia menjadi salah satu negara yang kurang beruntung di turnamen ini karena gagal menempatkan satupun wakilnya ke babak semifinal. Padahal negeri jiran tersebut hadir dengan formasi terbaik serta dukungan dari pemain peringkat atas dunia seperti Lee Choong Wei, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui dan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.

Duel ganda putri antara sesama wakil China membuka babak perempatfinal di Singapore Indoor Stadium sore tadi (13/6). Peringkat dua dunia, Cheng Shu/Zhao Yunlei ditantang oleh senior mereka, Zhang Yawen/Zhao Tingting yang menempati unggulan ke-5. Perseteruan yang diramalkan akan berlangsung ketat ternyata berjalan mudah untuk Zhang/Zhao selama kurang lebih setengah jam dengan membukukan kemenangan 21-15, 21-13. Di babak semifinal, duo China ini akan dipertemukan dengan unggulan ke-3 asal Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung yang harus berjibaku 3 set untuk menekuk ganda muda Jepang, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa 21-13, 14-21, 21-17.

Kejutan terbesar yang juga merupakan ‘match of the day’ di hari ini justru dipersembahkan oleh duet Indonesia peringkat 20 dunia, Greysia Polii/Nitya Krishinda. Menantang unggulan teratas yang sekaligus menempati tahta 1 dunia, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui, duo Indonesia yang sempat bermain grogi di awal set akhirnya mampu tampil maksimal di dua set berikutnya. Wong/Chin yang menguasai jalannya pertandingan di set pertama, memimpin dari titik 6-0 hingga 10-5. GraNi sempat memperkecil selisih poin keduanya ketika mampu mengembangkan penempatan bola dan beberapa kesalahan sendiri dari tandem Malaysia, 9-11. Namun setelah mendapat masukan dari sang pelatih, Wong/Chin kembali mempertegas gaya bermain mereka dan tampil menekan, 18-11 dan 20-14. GraNi sempat menambah 3 angka sebelum Wong/Chin menutup set ini lebih dulu 21-17.

Permainan GraNi yang lebih rileks di set kedua ternyata ampuh mematahkan serangan-serangan yang dilancarkan oleh duo negeri jiran. Memimpin 11-7 saat jeda interval dari bola-bola serang dan penempatan yang akurat, GraNi terus berjaya 15-8 dan 19-13 ketika Chin Eei Hui yang menjadi kunci kelemahan pasangan Malaysia beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Sempat mencoba bangkit di saat kedudukan kritis 16-20, Wong/Chin akhirnya harus rela menyerahkan set ini 16-21.

Awal set ketiga kembali berhasil dikontrol oleh permainan solid ganda Malaysia dengan smash-smash serangnya. Memimpin 7-4 dan 9-6, keduanya terus mendahului perolehan poin pasangan Indonesia hingga kedudukan 12-10. Di titik inilah GraNi mendapatkan momentum kemenangan mereka dengan memanfaatkan kejelian dalam penempatan bola dan kecerobohan yang acapkali dilakukan Chin Eei Hui. Indonesia akhirnya membalikkan keadaan 14-12 dan 17-14.

Permaianan GraNi yang juga memukau di depan net membuat keduanya terus unggul 18-15, 19-16 dan 20-17. Wong/Chin sempat menambah 2 poin dan nyaris memaksakan ‘deuce’ ketika GraNi sedikit terburu untuk segera menyelesaikan set ini. Namun beruntung pasangan Indonesia menyelesaikan set ini lebih dulu 21-19. Lawan GraNi di empat besar adalah peringkat 9 dunia asal Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristainsen. Keduanya tampil meyakinkan saat membungkam duo China, Pan Pan/Tian Qing, 22-20, 21-10. Sungguh suatu penampilan yang inkonsistensi yang ditampilkan oleh ganda peringkat ‘bawah’ China ini, Pan Pan/Tian Qing, setelah sehari sebelumnya mampu menjungkalkan peraih perak Olimpiade, Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won.

Zhang Yawen akhirnya membuka peluang untuk menyandirkan gelar di sektor campuran bersama Xie Zhaongbo setelah mereka tampil maksimal saat melewati hadangan unggulan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Ritter Juhl (3). Unggul 21-19 di set pertama setelah tertinggal 7-11 dan 10-14, Xie/Zhang berhasil memanfaatkan beberapa kesalahan dari pengembalian bola Thomas/Kamilla. Namun memasuki paruh akhir set kedua, tandem Denmark kembali bangkit dan memaksa rubber set dengan kemenangan 21-17. Strategi permainan kedua pasangan yang berubah total di set ketiga akhirnya kembali di dominasi oleh duo China yang lebih optimal dalam menempatkan bola dan netting yang sempurna. Memimpin jauh 9-3, 12-6 dan 16-8, Xie/Zhang akhirnya tak terkejar dan mengakhiri set ini 21-16.

Denga hasil ini, keduanya berhak untuk menantang sang juara bertahan sekaligus unggulan teratas, Nova/Lily yang lebih dulu mengantongi tiket empat besar setelah menjinakkan dua bintang bersinar asal Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk, 21-17, 21-8. Semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan ke-2, peraih emas Olimpiade Beijing 2008, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung dan duet China lainnya, Zheng Bo/Ma Jin (5). Duo Lee harus berjuang ekstra ketat 3 set untuk menyingkirkan duet Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (8).

Set pertama berhasil dikuasai oleh pasangan Thailand meskipun hanya memimpin 1-3 poin. Dengan ketatnya persaingan di set ini, dimana masing-masing pasangan mengandalkan penempatan bola-bola sulit yang diselesaikan dengan sergapan smash akhirnya diselesaikan dengan baik oleh Sudket/Saralee, 23-21. Meskipun baku hantam di set kedua tidak seagresif perolehan poin di set pertama, namun kedua pasangan tetap tampil ngotot di atas lapangan. Unggul 10-8 menjalang interval set kedua, duo Lee terus berjaya dan memimpin perolehan poin hingga kedudukan 17-14 dan 20-16.

Berada di atas angin ternyata membuat pasangan Korea sedikit lengah dan memberikan kesempatan kepada Sudket/Saralee untuk mengembangkan permainan mereka. Hasilnya adalah 4 poin beruntun berhasil dikoleksi oleh pasangan Thailand dan memaksa ‘deuce’ 20-20. Titik yang seharusnya mampu menjadi kulminasi bagi Sudket/Saralee untuk menghempas duo Lee sayangnya tidak mampu dimanfaatkan dengan sempurna untuk memetik dua angka kemenangan. Setelah kedua pasangan kembali terlibat reli-reli seru, duo Lee akhirnya mendapatkan keberuntungan untuk menutup set ini lebih dulu 22-20 sekaligus memaksakan rubber set.

Set ktiga akhirnya menjadi antiklimaks dari perjuangan pasangan Thailand. Kegagalan di set kedua setelah tampil ngotot ternyata berimbas cukup besar terhadap permainan mereka di laga pamungkas. Sudket/Saralee yang mulai keteteran dalam beradu netting di barisan depan berkali-kali salah dalam mengantisipasi bola. Tertinggal jauh 2-8, 6-15 dan 18-8, keduanya akhirnya harus rela menyerahkan tiket semifinal kepada tandem negeri ginseng dan menuai kekalahan 10-21. Sementara itu harapan China lainnya, Zheng Bo/Ma Jin (5) tanpa perlu banyak menyeka keringat akhirnya mengakhiri petualangan ganda nomor dua Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen (4), 21-17, 21-14. Setelah tampil ngotot menghadapi DevTa di laga sebelumnya, kali ini Joachim/Christinna tak dapat berbuat banyak untuk mengembangkan permainan mereka.

Rontoknya para unggulan juga menghiasi nomor ganda putra. Unggulan ke-2, Mathias Boe/Carsten Mogensen rupanya masih belum menemukan momentum terbaik mereka saat ditantang peraih juara New Zealand Inetrenational Challenge 2008, Chen Hung Ling/Lin Yu Lang. Keduanya mampu tampil solid dan memetik kemenangan 21-17 di set pertama. Namun memasuki awal set kedua, Boe/Nuller tampil tak rapid an banyak melakukan kesalahan sendiri. Tertinggal 0-7, keduanya sempat memperkecil selisih piin 10-11 saat jeda interval. Namun usai mendapat arahan sang pelatih, duo Taiwan kembali meluncur 14-10 dan 16-11 hingga titik kritis 20-15 dan akhirnya memaksakan rubber set 21-17.

Game ketigapun tak jauh berbeda dengan set sebelumnya. Permainan agresif Chen/Lin ditambah ‘unforced error’ dari Boe/Nuller kembali membuat keduanya berada di atas angin 11-3 sat jeda interval. Duet Taiwan terus memimpin 14-9, 16-11 hingga memasuki angka kritis 19-13. Tandem terbaik Denmark tersebut akhirnya baru menyadari kesalahan strategi permainan mereka dan mencoba untuk meningkatkan tempo serangan namun di saat yang terlambat. Meskipun sempat memperkecil selisih poin menjadi 19-20, ganda Taiwan berhasil untuk menutup set ini lebih dulu 21-19. Hasil ini akan membawa mereka ke semifinal untuk menantang jagoan Inggris, Nathan Robertson/Anthony Clark. Ganda fenomenal Eropa ini berhasil menghentikan laju kolaborasi baru negeri panda, Xu Chen/Guo Zhendong, 21-17, 21-18.

Indonesia juga masih berpeluang meraih gelar di nomor ini lewat sabetan raket peringkat satu dunia, Markis Kido/Hendra Setiawan (1). Meskipun kondisi Kido belum pulih sepenuhnya, ganda peraih emas Kejuaraan Dunia 2007 ini akhirnya mampu menundukkan satu-satunya wakil tuan rumah yang tersisa, Hendri Kurniawan/Hendra Wijaya melalui pertarungan rubber set. Meskipun KiNdra mampu memimpin di paruh akhir set pertama dengan keunggulan 19-16 dan 20-17, sindrom poin kritis dan kepiawaian dua kakak adik asal Indonesia ini berhasil memaksakan ‘deuce’ dan mebalikkan keadaan 22-20.

Konsistensi dan pengalaman KiNdra akhirnya benar-benar teruji di sepanjang set kedua dan pada paruh akhir set ketiga. Menguasai jalannya pertandingan dan perolehan poin, mereka akhirnya merebut dua game terakhir, 21-17, 21-18 sekaligus memastikan tempat di semifinal. Seteru KiNdra di 4 besar adalah ganda Denmark, Lars Paaske/Jonas Rasmussen (4). Meskipun Jonas mengaku sedang tidak dalam kondisi terbainya karena sakit yang sempat membuat mereka harus mengundurkan diri, veteran peraih emas Kejuaraan Dunia 2003 ini akhirnya memutuskan untuk tetap memaksakan permainan dan memetik kemenangan atas wakil Malaysia, Gan Teik Chai/Tan Bin Shen, 21-15, 21-17.

Satu-satunya kehilangan terbesar yang harus dialami oleh merah putih di babak perempatfinal yang juga merupakan kejutan terbesar di sektor tunggal putra adalah gagalnya Sony mempertahankan keunggulannya atas pebulutangkis terbaik Korea, Park Sung Hwan seperti yang sempat dilakukannya pada semifinal Sudirman Cup bulan Mei yang lalu. Sony yang kali ini diungggulkan di posisi ketiga, sebenarnya sudah menguasai jalannya pertandingan set pertama. Unggul 10-6, 14-10 dan 16-13 dengan smash silang dan drop shot tajam andalannya, Sony justru mengendorkan serangannya di akhir set dan berbalik tertinggal 17-19. Meskipun sempat menyetarakan kedudukan di angka 19, permainan ‘lambat’ Sony akhirnya memudahkan Park untuk mengakhiri set ini 21-19.

Paska jeda interval set kedua, Sony semakin sulit untuk bisa memandingi permainan Park. Selisih poin yang cukup jauh, 10-16, 12-18 dan 14-19 dari penempatan bola-bola sulit tunggal Korea, Sony akhirnya harus memupuskan impiannya untuk melaju ke semifinal dan menelan kekalahan 15-21. Tunggal Thailand, Boonsak Ponsana yang menekuk Simon Santoso di laga sebelumnya akhirnya berhasil melumpuhkan sang kuda hitam, Anup Sridhar hanya dalam waktu 27 menit, 21-11, 21-8. Penmapilan Anup yang jauh dari performa terbaiknya seperti pada babak sebelumnya saat menghempas Peter Gade (2), memudahkan Boonsak untuk mengambil set ini tanpa harus menyeka keringat lebih banyak.

Sementara itu China memastikan 1 tempat di final setelah terjadi pertemuan dua tunggal negeri tirai bamboo tersebut, Chen Jin (4) dan Bao Chunlai. Chen harus berjibaku 3 set untuk mengeliminir tunggal nomor 3 Denmark, Jan O Jorgensen, 15-21, 21-17, 21-18 sedangkan Bao Chunlai yang seyogyanya di prediksi akan mendapat tantangan hebat dari si penakluk Lee Choong Wei, Nguyen Tien Minh, ternyata di luar dugaan bermain jauh di bawah performa terbaiknya. Antiklimaks permainan Nguyen di laga perempatfinal memudahkan Bao Chunlai untuk menaklukkannya, 21-16, 21-13.

Pesta para pemain China juga terjadi di sektor tunggal putri. Tiga dari empat kursi yang tersedia di babak semifinal akan ditempati oleh anak asuhan Li Yongbo tersebut. Duel antara sesama pemain China tersaji di lapangan 3 antara peraih 3 gelar beruntun di tur Eropa sesi pertama 2009, Wang Yihan (2) dan pemain angkatan atas yang rawan dengan rawan dilanda cedera, Jiang Yanjiao. Sang senior akhirnya memupuskan harapan Yihan lewat pertarungan dua set langsung, 21-17, 21-11. China akhirnya memastikan satu tempat di final setelah unggulan ke-8 Xie Xingfang ikut memetik kemenangan atas jagoan Thailand, Salakjit Ponsana, 21-17, 21-9. Di babak selanjutnya kedua pemain China beda generasi ini akan saling unjuk gigi untuk memperebutkan tiket ke parta puncak.

All China Final juga masih memungkinkan terjadi ketika Wang Lin (3) meloloskan diri ke babak semifinal dengan menekuk bintang India, Saina Nehwal (6). Meskipun harus berjibaku 3 set selama kurang lebih 1 jam, peraih gelar turnamen Denmark SS 2008 tersebut akhirnya mampu melumpuhkan Nehwal, 19-21, 21-19, 21-14. Saina yang sempat mendominasi jalannya pertandingan set pertama justru kedodoran di set kedua dan paruh akhir set ketiga.

Namun untuk bisa mewujudkan partai sesama China, Wang Lin harus mampu mengulang prestasinya di final Denmark Open 2008 dengan menundukkan unggulan teratas asal Hongkong, Zhou Mi yang baru saja mendapatkan kesempatan untuk membela negara barunya di dalam turnamen multievent pada tahun 2009 ini. Zhou Mi sendiri mendapatkan tiket 4 besar setelah berhasil melumpuhkan andalan Belanda, Judith Meulendijks, 23-21, 21-17. Judith yang mampu tampil ngotot di set pertama, harus mengkui kepiawaian Zhou Mi untuk mengusai jalannya pertandingan di set kedua (FEY).

www.bulutangkismania.wordpress.com

No Comments Yet »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.