Pebulutangkis India yang sempat tampil tidak maksimal pada dua turnamen sebelumnya , Korea Open Premier SS 2011 dan All England Premier SS 2011, Saina Nehwal akhirnya berhasil menebus kekalahannya dengan menaklukkan pebulutangkis Korea Selatan, Sung Ji Hyun di babak final sekaligus memupuskan harapan negeri ginseng tersebut untuk mengoleksi gelar ke-4nya di turnamen ini.
Absennya semua pemain China di event ini serta sebagian besar para pebulutangkis terbaik dunia dari Malaysia, Korea, Denmark dan Indonesia membuat dominasi Korea menjadi tak terbantahkan. Meloloskan 7 wakilnya ke partai puncak yang 6 diantaranya akan saling bertemu untuk gelar juara membuktikan dominasi para pemain utama Korea di sektor ganda putri, tunggal putra dan ganda putra masih cukup layak untuk tetap menjadi salah satu ‘power house’ kekuatan bulutangkis dunia.
Ganda senior Ha Jung Eun/Kim Min Jung membuka gelar pertama untuk Korea setelah mengalahkan junior mereka, Jung Kyun Eun/Kim Ha Na, 21-12, 21-13. Jung/Kim yang sempat tampil habis-habisan saat menantang tandem Indonesia, Greysia/Meli di babak sebelumnya masih sulit untuk meladeni permainan bola-bola cepat Ha/Kim di depan net. Penempatan bola-bola Ha/Kim yang tak terduga juga memudahkan keduanya untuk memenangi pertandingan hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Hasil ini sekaligus menebus kekecewaaan keduanya yang performanya sempat menurun dalam laga dua turnamen sebelumnya, final German Open GP Gold dan All England Premier SS.
Harapan Korea untuk menambah gelar akhirnya pudar ketika Sung Ji Hyun yang tampil cukup cemerlang sepanjang perhelatan tur Eropa sersi pertama ini tak mampu meladeni permainan ulet Saina Nehwal. Partai ini seperti merupakan antiklimaks dari Ji Hyun yang juga sempat ditaklukkan Saina di babak pertama Indoenesia Open SS tahun lalu di Istora. Selain lebih ulet, banyaknya keslaahan sendiri yang dilakukan oleh Ji Hyun membuat jalan semakin mudah bagi Saina untuk menang 21-13, 21-14.
Di bagian putra, duet Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong (2) berhasil melakukan ‘revenge’ atas kekalahan telak mereka dari Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (3) pada turnamen China Open SS tahun lalu. Kemenangan Koo/Yoo atas Jung/Lee 21-17, 21-16 semakin membuktikan kematangan pengalaman keduanya tidak hanya dalam hal kualitas serangan namun juga permainan cepat bola-bola drive di depan net. Permainan agresif dengan intensitas serangan bola-bola smash yang cukup tinggi juga tersaji di sektor tunggal ketika Park Sung Hwan (4) menjamu rekan senegaranya, Lee Hyun Il. Park yang ‘lambat panas’ ketinggalan lebih dulu 17-21 di set pertama. Namun di dua set berikutnya, Park akhirnya mampu menampilkan permainan terbaiknya dengan tampil mendominasi, 21-9, 21-17.
Pertarungan antara dua wakil Eropa, Joachim Fischer/Chritinna Pedersen (4) asal Denmark dan Nathan Robertson/Jenny Wallwork sebagai wakil Inggris akhirnya menjadi partai penutup di turnamen ini. Partai ini cukup menghibur penonton khususnya di set pertama ketika Nathan/Jenny sempat tertinggal 13-17 dan 16-19 mampu menyamakan kedudukan di angka 19, 20 dan akhirnya 21. Namun berkat kesabarannya, Joachim/Christinna akhirnya mampu menutup set ini lebih 23-21.
Sayangnya pertarungan seru kerjar-mengejar angka antara kedua pasangan tidak berlanjut di set kedua. Dominasi duo Denmark menjadi sulit tertandingi ketika Joachim yang agresif menggempur pertahanan pasangan Inggris dikombinasikan dengan baik oleh Christinna dengan melakukan bloking bola dan drive-drive cepat di depan net, 21-14. Kemenangan ini melengkapi sukses Denmark di turnamen final All England pekan lalu yang tidak hanya mampu membukukan dua gelar juara namun juga menyajikan pertarungan yang cukup menghibur bagi para penonton.
(www.bulutangkismania.wordpress.com)





