Tandem Eropa sepertinya akan menjadi momok tersendiri bagi duet Indonesia, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah. Perbedaan strategi dan gaya permainan dengan para pemain Asia membuat keduanya kembali harus terjungkal dan kali ini pasangan terbaik Eropa lainnya, Nathan/Jenny. Sementara itu kekalahan tak terduga Taufik Hidayat (1) membuat Simon menjadi tumpuan terakhir sektor tunggal Indonesia.
Berhasil manklukkan salah satu ganda terkuat China tidak lantas membuat jalan Fran/Pia menjadi semakin mudah. Momok kekalahan saat menantang duet Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen pada perhelatan Piala Sudirman 2011 pekan lalu kembali terulang saat keduanya menghadapi ganda nomor satu Inggris, Nathan Robertson/Jenny Wallwork malam ini (16/6).
Meskipun sempat mencoba mengimbangi duet Inggris tersebut di awal set pertama dan kedua, Fran/Pia yang sulit keluar dari tekanan untuk menampilkan permainan terbaik mereka akhirnya menyerah 18-21, 15-21 hanya dalam tempo setengah jam. Di laga sebelumnya, duet Rijal/Debby sudah lebih dulu mengepak koper dari turnamen ini setelah takluk dari unggulan teratas, Zhang Nan/Zhao Yunlei, 14-21, 18-21.
Harapan sektor campuran akhirnya bertumpu pada unggulan ke-4, Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sukses keduanya menjegal Qiu Zhin/Bixin Bao pada babak sebelumnya kembali terulang saat menantang duet China lainnya, Xu Chen/Ma Jin, 21-14, 21-10. Namun untuk bisa mendapatkan tiket semifinal, Owi/Butet harus bisa menaklukkan duo Korea, Lee Yong Dae/Ha Jung Eun yang secara dramatis menang mudah atas unggulan ke-7 asal Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba, 21-12, 21-13.
Di sektor ganda putri, asa merah putih masih tetap mampu digelorakan oleh Meiliana/Greysia dan Vita/Nadya. Meli/Greysia menang 21-15, 21-16 atas duo Jerman, Birgit Michels/Sandra Marinello sedangkan Vita/Nadya mampu menjungkalkan mantan peringkat satu dunia asal Malaysia, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui, 21-12, 21-17.
Dua unggulan asal Indonesia di sektor ganda putra mengalami kekalahan tak terduga sehingga hanya menyisakan duet Alvent/Hendra ke babak delapan besar. Mohammad Ahsan/Bona Sepatano kandas oleh duet China, Hong Wei/Shen Ye, 20-22, 21-13, 18-21. Bona/Ahsan di set ketiga sempat mendapatkan peluang untuk bangkit dan memenangkan set ketiga ketika tertinggal 13-17 mampu menyamakan kedudukan 18-18. Namun sayangnya kesempatan ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik untuk bermain lebih sabar sehingga keberuntunganpun akhirnya berpihak pada pasangan China.
Markis/Hendra yang ditantang oleh ganda Jepang, Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Enda terdominasi permainannya di set pertama sebelum akhirnya menyerah 17-21. Memasuki set kedua, meskipun duet peraih emas Olimpiade Beijing ini kembali tertinggal, pengalaman keduanya mampu membuat keadaan berbalik dari 11-16 menjadi 18-16. Sayangnya keduanya tidak mampu bermain ‘ngotot’ dan beberapa kali kalah dalam perseteruan olahan bola di depan net sehingga kalah 19-21.
Satu-satunya harapan merah putih di sektor ini akhirnya bertumpu pada duet senior, Alvent/Hendra yang memetik kemenangan atas duet Taiwan, Chen Hung Ling/Lin Yu Lang, 21-11, 21-19.
Simon Santoso ahirnya menjadi satu-satunya tunggal Indonesia yang berhasil melaju ke babak perempatfinal setelah unggulan teratas, Taufik Hidayat secara mengejutkan kalah dari mantan peraih gelar Kejuaraan Junior 2008 asal China, Wang Zhengming. Taufik yang bermain dengan banyak kesalahan sendiri akhirnya menyerah 16-21, 22-20, 13-21.
“Saya membuat terlalu banyak kesalahan sendiri dan benar-benar terlihat bodoh dengan kekalahan seperti ini,” papar Taufik dengan nada kecewa. “Saya akan langsung pulang ke Indonesia setelah kekakalahan ini untuk mempersiapkan turnamen pekan depan (Indonesia Open Premier SS 2011).”
Di babak selanjutnya, Wang Zhengming akan menantang tunggal junior terbaik Eropa, Viktor Axelsen yang mampu menumbangkan unggulan ke-7 sekaligus peraih gelar turnamen ini dua tahun yang lalu, Bao Chunlai, 23-21, 21-15. China kembali harus kehilangan wakilnya setelah Chen Long (7) gagal membendung keperkasaan Lee Hyun Il dalam laga tiga set, 18-21, 23-21, 18-21.
Sementara itu Simon Santoso meraih tiket perempatfinal setelah membukukan kemenangan atas tunggal Jepang, Sho Sasaki, 21-11, 21-12.
Aprilia Yuswandari yang menjadi satu-satunya srikandi Indonesia yang tersisa harus mengubur impiannya untuk membuat sejarah saat menjejal unggulan ke-2 asal China, Wang Xin. Sempat bermain sempurna dan menguasai jalannya pertandingan 21-18 di set pertama, namun sayangnya konsistensi April melembek di dua set berikutnya dan menyerah 11-21, 14-21.
Sektor tunggal putri juga menjadi ajang pembuktian eksistensi para pemin senior. Yao Jie yang di babak sebelumnya menghempas Sung Ji Hyun kembali mempertahankan konsistensinya dengan melibas duta muda Korea lainnya, Bae Youn Joo (5), 21-19, 22-20.
Hasil gemilang juga diukir oleh tunggal veteran Taiwan, Cheng Shao Chieh saat menantang tunggal India, Saina Nehwal (4). “Pertarungan yang luar biasa,” ungkap Saina usai pertandingan. “Dia (Cheng) bermain sangat baik dan bukanlah lawan mudah. Saya harusnya mampu menguasai pertandingan lebih baik,” lanjut Saina.
Dalam laga alot tiga set, Cheng membungkam Saina, 8-21, 21-10, 21-19 untuk menantang jagoan Eropa, Tine Baun (6) memperebutkan tiket semifinal setelah sang ratu Eropa tersebut menjinakkan tunggal muda Jepang, Sayaka Sato. Unggulan asal Eropa lainnya, Juliane Schenk (8) menambah panjang kesuksesan para pemain senior sektor tunggal putri setelah mengalahkan bintang remaja Thailand, Ratchanok Inthanon, 17-21, 21-16, 21-18 (FEY).