Bulutangkismania’s Weblog

December 18, 2011

Final Results World SS Finals 2011 : Mathias/Carsten Gagalkan Sapu Bersih China

China akhirnya sukses menggondol 4 gelar pada turnamen World SS Finals 2011 dan menyisakan 1 gelar untuk duet Denmark, Mathias/Carsten. Saina Nehwal yang sempat tampil memukau di gim pertama saat menjajal Wang Yihan, sayangnya tidak mampu mempertahankan konsistensi pada dua set berikutnya.

 

Terlambat panas pada awal gim pertama membuat duo Denmark, Mathias/Carsten harus tetringgal lebih dulu 4-8 dan 7-11 atas ganda tuan rumah, Chai Biao/Guo Zhendong. Perlahan namun pasti, Mathias/Carsten yang sudah mampu menemukan ritme permainan mereka akhirnya berhasil balik menekan dan tampil agresif dengan merebut 4 poin beruntun untuk menyamakan kedudukan di angka 20. Dua kali ‘match point’ pasangan China kembali berhasil dipatahkan oleh ganda Denmark untuk kemudian menutup gim ini lebih dulu, 25-23.

 

Konsistensi pasangan Denmark terus teruji hingga gim kedua. Smash-smash yang beruntun berusaha untuk mengobrak-abrik pertahanan pasangan China. Penempatan bola-bola yang akurat juga menjadi senjata ampuh bagi Mathias/Carsten untuk emngumpulkan poin demi poin. Sebaliknya, kesolidan Chai/Guo yang mulai menurun membuat keduanya kian tertinggal, 2-7, 3-9 dan 6-11 saat jeda interval. Keadaan pasangan China yang tidak membaik paska jeda interval dimanfaatkan dengan sempurna oleh ganda Denmark untuk terus memimpin hingga 16-6. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan emas ini, Mathias/Carsten akhirnya kembali memetik kemenangan 21-7.

 

Motvasi yang besar untuk mempertahankan gelar sebagai juara bertahan tahun lalu sukses membawa Mathias/Carsten untuk kembali naik podium pada tahun ini. Namun sayangnya nasib berbeda harus dijalani oleh Saina Nehwal yang juga memiliki ambisi besar untuk mengoleksi gelar Super Series perdananya di tahun ini.

 

Permainan agresif Saina sejak awal gim pertama langsung membuatnya unggul 8-2 dan 11-5. Meskipun Wang Yihan akhirnya mampu menyamakan  kedudukan di angka 14, bola-bola tak terduga Saina juga ikut memiliki andil besar dalam menambah koleksi poin-poin Saina untuk memimpin 17-14 dan 19-16 sebelum menamatkan gim ini, 21-18.

 

Performa Siana tiba-tiba menurun di gim kedua ketika Yihan berhasil mendapatkan ritme permainannya dan mendominasi. Unggul dari sisi serangan dan antisipasi bola, Yihan terus memimpin meskipun Saina sempat menyamakan kedudukan di angka 11. Tujuh angka beruntun yang dikumpulkan oleh Yihan menjadi titik balik tunggal nomor satu China tersebut untuk memaksakan rubber gim, 21-13.

 

Dominasi Yihan kembali terlihat pada gim ketiga. Meskipun Saina akhirnya mampu tampil berani dalam bermain di depan net, tekanan yang senantiasa di berikan oleh Yihan dan penempatan bola-bola di area Saina yang tak terjaga kembali membuat Yihan unggul 9-3 dan 17-8. Meskipun Saina sempat bangkit dan memperkecil selisih poin 13-18, Yihan yang tak terbendung akhirnya kembali menuai kemenangan, 21-13.

 

Kejayaan para srikandi China tidak hanya tersaji di sektor tunggal. Duet Wang Xiaoli/Yu Yang jug sukses mengulang prestasi mereka pada babak penyisihan grup dengan menundukkan wakil Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung, 21-8, 21-12.

 

China sudah lebih dulu memastikan dua gelar di sektor ganda campurna dan tunggal putra setelah dua wakilnya sukses melaju ke babak final. Zhang Nan/Zhao Yunlei akhirnya menjadi yang terbaik dengan mengalahkan kompatriot mereka, Xu Chen/Ma Jin, 21-13, 21-15. Kemenangan yang relatif mudah juga diukir oleh Lin Dan saat menghempas Chen Long, 21-12, 21-16 (FI).

Results Semifinal Round World SS Finals 2011 : China Pastikan 2 Gelar

Keberhasilan para pemain tuan rumah di sektor tunggal putra dan ganda campuran melaju ke babak final memastikan dua gelar ini jatuh ke tangan China. Peluang bagi pebulutangkis negeri tirai bambu untuk menyapu bersih semua gelar juga masih terbuka jika mereka mampu mengalahkan wakil Korea, Denmark dan India.

 

Kemenangan tak terduga Chen Long atas tunggal nomor satu dunia, Lee Chong Wei dalam laga rubber gim, 21-16, 16-21, 21-18 membuka peluang bagi tuan rumah untuk memastikan gelar sektor tunggal putra. Kepastian tersebut akhirnya menjadi kenyataan setelah pada pertandingan sore hari ini (18/12) Lin Dan juga sukses menaklukkan tunggal Denmark, Peter Gade, 21-12, 21-15.

 

Tidak seperti pada laga tiga pertemuan sebelumnya saat menghadapi Xu Chen/Ma Jin, duet Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen kali ini bermain di bawah performa terbaik mereka dengan banyak melakukan kesalahan sendiri. Meskipun unggul jauh dari sisi serangan dan mampu tampil menekan, Joachim/Christinna yang mendominasi perolehan poin yang berjalan ketat pada gim pertama akhirnya dipaksa menyerah 19-21.

 

Belajar dari tiga kali kekalahan beruntun atas pasangan Denmark, Xu/Ma akhirnya mampu mengontrol penuh jalannya pertandingan gim kedua. Meskipun minim dalam kesalahan, duet Joachim/Christinna sudah tidak mampu mengembangkan permainan dan tertinggal 7-12 dan 12-17. Rotasi yang lebih baik dari Xu/Ma dan ‘blocking’ yang sempurna di area depan permainan membuat ganda China akhirnya terus melaju dan tak terbendung, 21-14.

 

Kemenangan ini kembali memastikan China mengoleksi gelar kedua mereka pada turnamen ini setelah pada laga sebelumnya, Zhang Nan/Zhao Yunlei juga memetik kemenangan atas wakil Jepang, Shintaro Ikeda/Reiko Shiota, 21-17, 21-11.

 

Peluang untuk menambah gelar juga masih terbuka lebar di sektor ganda putri setelah Ha Jung Eun/Kim Min Jung berhasil melaju ke babak final dengan mendepak wakil Denmark, Christinna/Kamilla, 23-21, 21-18. Kemangan ini mengantarkan Ha/Kim kepada Wang Xiaoli/Yu Yang yang mendapatkan tiket gratis tanpa bertanding ke partai puncak atas kompatriot mereka, Tian Qing/Zhao Yunlei.

 

Pertemuan Ha/Kim dan Wang/Yu akan menjadi ulangan hari ketiga babak penyisihan grup A dimana saat itu Ha/Kim menelan kekalahan telak 15-21, 9-21.

 

Saina, Selangkah Menuju Gelar Perdana

 

Nihil gelar sepanjang perhelatan ajang Super Series 2011 dengan prestasi terbaik sebagai runner up turnamen Indonesia Open Premier SS 2011, Saina datang ke turnamen ini dengan ambisi besar untuk mengoleksi gelar perdananya. Motivasi yang kuat tersebut mampu terjaga hingga hari ini saat peringkat 4 dunia tersebut mengalahkan Tine Baun dan selangkah menuju impian terbesarnya.

 

Setelah menundukkan Wang Xin 21-17, 22-20 pada babak penyisihan grup hari ketiga kemarin dan memupus peluang terjadinya All Chinese Final, konsistensi Saina kembali teruji pada hari ini (17/12) saat menantang wakil Eropa, Tine Baun.

 

Pada awal gim pertama, kedua pemain mampu saling megimbangi dan saling bergantian memimpin perolehan poin dengan selisih 1-3 angka hingga kedudukan 14-14. Kecermatan Saina dalam menganalisis penempatan bola-bola pada area kosong membuatnya mampu unggul jauh 18-14, 20-15. Peluang ini mampu dimanfaatkan denganm baik oleh Saina untuk menamatkan gim ini, 21-17.

 

Saina kembali mendominasi pertandingan pada gim kedua meskipun Tine mampu membuntuti perolehan poin Saina dengan smash-smash dan permainan bola-bola pendek di depan net. Tertinggal 3-7 dan 6-10, Tine akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di angka 11.  Keuletan Saina tidak hanya dalam antisipasi bola-bola yang tak terduga namun juga mampu menciptkan peluang untuk balik menekan setelah kedua pemain terlibat reli yang relatif lama, membuat Saina kembali menciptkan momentum keduanya, 19-14.

 

Tine sempat bangkit dan merebut 4 poin beruntun namun permainan matang Saina akhirnya menutup kesempatan bagi Tine, 18-21. Hasil ini mengantarkan Saina untuk bertemu Wang Yihan pada babak final setelah tunggal China peringkat 1 dunia tersebut mengalahkan kompatriotnya, Wang Xin, 21-19, 21-16.

 

Meskipun peluang Saina di atas kertas lebih kecil atas Yihan yang memegang rekor 3 kali kemenangan dalam pertemuan terakhir mereka, motivasi untuk meraih gelar perdananya di tahun ini dan konsistensi permainannya di laga pamungkas besok (18/12) diharapkan mampu menjadi titik balik gadis India  yang berusia 21 tahun ini.

 

Peluang untuk menggagalkan aksi sapu bersih para pemain China juga terbuka di sektor ganda putra. Meskipun pada laga hari ini, Chai Biao/Guo Zhendong mampu membuat kejutan dengan menjungkalkan peringkat teratas grup B, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, 21-17, 21-18, di atas kertas duet Denmark, Mathias/Carsten masih berpeluang karena catatan kemenangan pada pertemuan terakhir keduanya di turnamen All England Premier SS 2011 yang lalu.

 

Mathias/Carsten sendiri memastikan diri ke partai puncak setelah memupuskan harapan Korea lainnya, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong, 16-21, 21-12, 21-13. Bekal sebagai juara bertahan tahun lalu diharapkan mampu menjadi motivasi kuat bagi Mathias/Carsten untuk memetik kemenangan pada laga mereka di partai final (FEY).

December 17, 2011

Results Day 3 World SS Finals 2011 : ToLyn dan AhNa Peringkat 3

Harapan publik Indonesia untuk meloloskan wakilnya ke babak semifinal akhirnya sirna usai kekalahan yang kembali harus diderita oleh Tantowi/Liliyana (ToLyn) saat berhadapan dengan tandem nomor satu dunia, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Hasil gemilan justru diukir pasangan Ahsan/Bona (AhNa) yang menaklukkan duet Malaysia, Koo/Tan sekaligus memastikan diri di posisi ke-3 grup B.

 

Pecinta bulutangkis tanah air kembali harus kecewa setelah satu-satunya harapan yang tersisa di hari ke-3 turnamen World SS Finals 2011, ToLyn ikut kandas dan gagal melangkah ke babak semifinal. Kekecewaan ini merupakan yang keduakalinya setelah pada penganugrahan pemain terbaik tahun 2011 versi BWF, Liliyana Natsir yang menempati peringkat teratas dalam pooling  favorit para fans ternyata dinilai ‘kalah prestasi’ dibandingkan dengan runner up pooling ini, Wang Xiaoli/Yu Yang.

 

Menguasai jalannya pertandingan gim pertama dan bahkan sempat memimpin jauh 14-7, ToLyn justru kedodoran ketika kembali harus menghadapi sindrom angka kritis 19-16. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh pasangan Indonesia membuat Zhang/Zhao mampu membalikkan keadaan dengan mengoleksi 5 angka beruntun, 21-19.

 

Kesalahan yang sama nyaris terjadi pada gim kedua saat ToLyn yang sempat unggul 13-5 mampu terbuntuti 19-18 oleh duet China ketika menghadapi poin-poin kritis. Meskipun Zhang/Zhao juga tidak bermain sempurna, poin-poin gratis dari kesalahan sendiri yang dilakukan oleh pasangan Indonesia menjadi kunci krusial yang akhirnya membuat duo China bangkit sebelum akhirnya di redam oleh ToLyn, 21-18.

 

Pertandingan gim ketiga sempat memanas ketika kedua pasangan tampil ngotot dan saling berebut poin demi poin hingga kedudukan 10-10. Kedudukan ini ternyata menjadi titik balik bagi Zhang/Zhao untuk menekan ganda Indonesia dari beberapa kesalahan sendiri ToLyn yang membuat duet China kembali unggul jauh, 13-10 dan 17-11. Mimpi buruk itupun akhirnya menjadi kenyataan ketika Zhang/Zhao mengontrol penuh jalannya pertandingan hingga menutup gim ini, 21-14.

 

Kekalahan ini mengubur impian ToLyn untuk mendapatkan tiket semifinal setelah pada pertandingan lainnya, Xu Chen/Ma Jin mampu mengoleksi angka kemenangan keduanya atas wakil Inggris, Robert Blair/Gabrielle White, 21-12, 21-8.

 

Kemenangan Joachim/Christinna atas wakil Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, 21-19, 21-18 pada laga pamungkas grup B memastikan langkah tandem nomor satu Eropa tersebut ke babak semifinal sekaligus berada di puncak grup dengan 3 poin penuh tanpa kehilangan 1 set pun.

 

Kekalahan dua set langsung Sudket/Saralee atas wakil Jepang, Shintaro Ikeda/Reiko Shiota, 14-21, 18-21 tidak hanya memupuskan ambisi duo Thailand tersebut untuk melaju ke babak semifinal namun juga mengantarkan pasangan Jepang sebagai runner up grup B karena selisih agregat set kemenangan yang lebih banyak dibandingkan dua pesaingnya, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing dan Sudket/Saralee yang sama-sama mengantongi 1 kali menang dan 2 kali kalah. Kekalahan ini sekaligus membuat ganda Thailand harus puas sebagai juru kunci grup B dengan 2 set kemenangan dan 5 set kekalahan.

 

Denmark, Buntuti Kesuksesan China

 

Jika ada negara kedua selain sang tuan rumah China dengan meloloskan 9 wakilnya ke babak semifinal yang mampu disebut sukses hingga hari ini (16/12) maka tim Denmark lah yang lebih pantas. Tidak hanya terbanyak kedua dari segi kuantitas, prestasi para pebulutangkis Denmark juga merata di semua nomor meskipun di masing-masing sektor hanya diwakilkan oleh satu kandidat pada turnamen ini.

 

Christinna Pedersen dan Kamilla Rytter Juhl akhirnya memastikan diri sebagai juara grup B setelah menuai kemenangan atas wakil Jepang, Shizuka Matsuo/Mami Naito, 21-12, 21-13. Kepastian menempati puncak klasemen grup B terjadi setelah duo China, Tian Qing/Zhao Yunlei di luar dugaan kalah dari tandem Jepang, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa, 22-20. 13-21, 18-21.

 

Christinna/Kamilla akhirnya menggeser posisi Tian/Zhao karena secara agregat jumlah set kekalahan duo Denmark tersebut lebih sedikit daripada pasangan China yaitu 4 berbanding 5 meskipun sama-sama mengantongi dua angka kemenangan. Nasib Tian/Zhao pun sebenarnya akan berada di ujung tanduk seandainya dalam pertandingan hari ini, Mizuki/Reika yang juga memetik dua angka kemenangan mampu mempecundangi pasangan China dengan dua gim langsung.

 

Jika pada grup B terjadi persaingan ketat memperebutkan posisi teratas maka di grup persaingan ketat justru terjadi pada peringkat runner up. Wang Xiaoli/Yu Yang memastikan diri sebagai juara grup yang belum kehilangan satu setpun usai menundukkan Ha Jung Eun/Kim Min Jung, 21-15, 21-9.

 

Duet Hongkong, Poon Lok Yan/Tse Ying Suet yang hanya membutuhkan satu kemenangan atas Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin di luar dugaan harus menelan kekalahan dua gim langsung, 16-21, 17-21 yang membuat posisi mereka melorot drastis sebagai juru kunci karena jumlah agregat set kalah yang lebih banyak.

 

Sementara itu posisi Ha/Kim naik ke peringkat dua setelah memetik poin agregat 3-4 meskipun sama-sama mengumpulkan 1 poin kemenangan seperti yang di koleksi oleh Cheng/Chen dan Poon/Tse.

 

Di sektor putra, kejutan justru terjadi di grup A saat unggulan teratas, Fu Haifeng/Cai Yun tidak mampu memoloskan diri ke babak semifinal. Masing-masing peserta pada grup ini yang sama-sama menuai 1 angka kemenangan akhirnya ditentukan pada pertandingan hari ini (16/12) yang dimenangkan oleh Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong dan Chai Biao/Guo Zhendong.

 

Performa yang tidak sempurna dari pasangan China, Fu/Cai sudah terlihat sejak hari pertama saat keduanya takluk 3 set dari kompatriot mereka, Chai/Guo dan membutuhkan waktu hampir satu jam untuk menaklukkan pasangan Jepang, Hirokatsu/Noriyasu dalam pertandingan rubber set.

 

Antiklimaks performa Fu/Cai akhirnya berujung pada kekalahan mereka pada hari ini atas Ko/Yoo, 22-20, 21-16. Beruntung kegagalan ini tidak diikuti oleh wakil China lainnya, Chai Biao/Guo Zhendong. Keduanya melaju ke babak semifinal dan menempati posisi kedua grup A setelah menundukkan Hirokastu/Noriyasu, 21-16, 21-14.

 

Keberhasilan ToLyn menempati peringkat ke-3 babak penyisihan grup juga diikuti oleh wakil merah putih lainnya, AhNa. Melalui pertarungan rubber gim, AhNa sukses menekuk wakil Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, 19-21, 21-19, 21-14. Posisi teratas grup ini akhirnya dimahkotai oleh Jung/Lee dengan menundukkan Mathias/Carsten, 21-15, 21-13 (FI).

Results Day 3 World SS Finals 2011 : Taufik dan Simon Juru Kunci, Ji Hyun Kalah Agregat

Kekalahan yang ke-3 kaliya dialami oleh dua tunggal Indonesia membuat posisi Taufik dan Simon kian melorot di peringkat 4 masing-masing grup. Nasib tragis harus diterima oleh Sung Ji Hyun usai menalan kekalahan dua set langsung atas Tine memaksa dirinya untuk mengubur impian ke babak empat besar.

 

Menantang tunggal China, Chen Long, Taufik sempat memberikan perlawanan ketat di paruh awal set pertama hingga kedudukan 13-13 melalui permainan akurat di depan net. Namun Chen Long yang cukup cerdik akhirnya berhasil mengubah tempo permainan dan tampil menekan dengan serangan smash-smashnya. Usaha ini ternyata cukup ampuh dan menghasilkan 8 poin beruntun sehingga menutup gim pertama, 21-13.

 

Dominasi Chen Long menjadi tak terbendung di gim kedua. Smash-smash overhead yang menjadi andalannya dan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Taufik memastikan kemenangan Chen Long, 21-7.

 

Pada pertandingan sore hari tadi, usaha keras Tago untuk mengubah nasib saat menghadapi Lin Dan ternyata tak berujung manis. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh tunggal Jepang tersebut memudahkan Lin Dan untuk mengontrol pertandingan dan akhirnya unggul 21-11, 21-13. Pertandingan pamungkas grup B ini membuat Tago harus puas berada di peringkat ke-3.

 

Pada grup yang berbeda, Simon dan Sho Sasaki saling berjuang untuk memperebutkan peringkat 3. Dalam pertarungan yang sudah tidak menentukan lagi ini, motivasi Simon cukup terlihat dengan terus berjuang hingga akhir set meskipun selalu berada dalam posisi tertinggal. Sasaki yang memimpin jauh 10-3 akhirnya berhasil disamakan oleh Simon di angka 12 dengan kolaborasi permainan menyerang dan penempatan bola-bola pendek di depan net.

 

Simon kembali tertinggal 12-18 dan 14-19, namun tunggal peringkat 8 dunia ini kembali sukses menjaga momentum dan menyusul poin di angka 19. Sayangnya, antiklimaks yang kurang menguntungkan membuat Sasaki mampu menamatkan gim ini lebih dulu, 21-19.

 

Pertarungan menjadi lebih ketat dan berimbang di gim kedua. Saling mengejar dan memimpin dengan selisih 1-3 poin berlangsung hingga dari awal hingga akhir set. Meskipun Simon unggul di sebagian besar perolehan poin, Sasaki mampu terus membuntuti dengan smash-smash dan penempatan bola-bola di depan net. Simon sayangnya gagal menjaga momentum ini hingga akhir set. Memimpin dengan 20-18 dan 21-20, Simon harus rela kembali tersungkur 21-23 pada gim ini.

 

Kekalahan ketiga yang dialami oleh para pemain tunggal Indonesia membuat keduanya harus puas menempati posisi ‘buncit’ di masing-masing grup. Sementara itu duel memperebutkan posisi teratas grup A antara Lee Chong Wei dan Peter Gade akhirnya dimenangkan oleh Chong Wei, 24-22, 21-14. Kemenangan ini sekaligus menjaga bentrok dini Lee Chong Wei atas Lin Dan di babak semifinal yang juga sukses menjadi juara grup B dengan memetik tiga poin kemenangan.

 

Kalah Agregat, Ji Hyun Tersingkir

 

Tidak hanya berlaku saat kompetisi sistem gugur, konsistensi juga mutlak diperlukan pada pertandingan sistem setengah kompetisi dimana pertandingan terjadi secara berulang yang sangat memungkinkan terjadinya beberapa kejutan. Bahkan jumlah set menang-kalah akhirnya menjadi kunci penentu lolos tidaknya seorang pemain ke babak selanjutnya.

 

Gagal menjaga konsistensi hingga pertandingan ketiganya, tidak hanya membuat Sung Ji Hyun yang tampil perkasa pada hari pertama dan kedua harus menelan pil pahit kekalahan atas Tine Baun namun juga mengubur impiannya untuk melaju ke babak semifinal.

 

Antiklimaks permainan Ji Hyun terlihat di paruh akhir gim pertama ketika tunggal Korea tersebut tidak mampu menyajikan permainan agresif seperti pada dua laga sebelumnya. Tak hanya ‘miskin’ serangan, Ji Hyun juga berkali-kali gagal mengantisipasi penempatan bola-bola akurat Tine di area permainan yang tak terjaga. Unggul mudah 21-13 di gim pertama, kepercayaan diri Tine meningkat drastis pada gim kedua dengan tampil lebih berani dan mengembangkan serangannya.

 

Tine yang unggul dari sisi serangan dan tempo permainan tidak mampu diimbangi oleh Ji Hyun yang hanya mampu memperekecil selisih poin, 7-8 setelah sebelumnya tertinggal 0-4 dan 3-7. Delapan poin beruntun yang dikoleksi oleh Tine kian mempersulit langkah Ji Hyun untuk meredam serangan dan bola-bola pendek Tine di depan net hingga kedudukan, 18-8. Tine yang berada di atas angin akhirnya menutup set kedua, 21-9. Pada lapangan yang berbeda, Wang Yihan berhasil melumat Juliane Schenk meskipun melalui pertarungan rubber set, 14-21, 21-14, 21-15.

 

Hasil ini menjadikan posisi imbang antara Yihan, Tine dan Ji Hyun yang sama-sama memetik dua angka kemenangan dan satu kekalahan. Jumlah agregat set menang-kalah akhirnya menjadi patokan siapa yang lebih pantas mendapatkan tiket semifinal. Kekalahan dua gim Ji Hyun atas Tine akhirnya memupuskan harapan tunggal nomor satu Korea tersebut untuk melaju ke babak empat besar. Jika seandainya Ji Hyun mampu bermain rubber atas Tine, meskipun menelan kekalahan maka Ji Hyun akan tetap berada di peringkat teratas grup A dan mendampingi Yihan di peringkat kedua yang sama-sama mengoleksi 5 set kemenangan dan 3 set kekalahan.

 

Penampilan antiklimaks juga terjadi pada Wang Xin saat menantang Saina Nehwal untuk memperebutkan tahta grup B. Saina yang di turnamen ini berambisi untuk menebus kegagalannya dalam meraih 1 gelar Super Series-pun di tahun 2011 tampil cemerlang dalam memanfaatkan performa Wang Xin yang bermain tidak seperti biasanya.

 

Meskipun unggul dari sisi strategi permainan, kesalahan beruntun yang dilakukan oleh Wang Xin pada gim pertama membuat langkah Saina menjadi lebih mudah, 21-17. Pada gim kedua, masing-masing pemain yang terlalu berhati-hati akhirnya justru tidak tampil lepas dan kembali banyak berbuat ‘unforced error’. Kelebihan Saina yang terampil di depan net dan kecermatannya dalam mengembalikan bola akhirnya memastikan tunggal peringkat 4 dunia tersebut menjadi peringkat teratas grup B, 22-20 (FI).

December 16, 2011

Results Day 2 World SS Finals 2011 : Simon dan Taufik Tersingkir

Kekalahan kedua yang dialami dua wakil tunggal putra Indonesia akhirnya menutup kesempatan bagi keduanya untuk melaju ke babak semfinal. Pada nomor putri, Sung Ji Hyun hanya membutuhkan satu kali kemenangan di laga pamungkas babak penyisihan untuk memastikan diri sebagai juara grup A.

 

Di hari kedua turnamen World Super Series Finals yang berbandrol US$ 500,000 ini, dua wakil tunggal putra Indonesia kembali harus menelan kekalahan dan akhirnya tidak mampu melanjutkan langkah ke babak empat besar. Simon Santoso yang ditantang oleh peringkat satu dunia, Lee Chong Wei tidak mampu mempergakan performa terbaiknya dan lebih banyak terdominasi oleh tunggal Malaysia tersebut.

 

Pada gim pertama, Simon yang bermain defensif beberapa kali gagal dalam meladeni permainan cepat dan smash-smash keras Chong Wei. Tertinggal 4-10, Simon mampu memperkecil selisih poin menjadi 8-11 dari beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Chong Wei. Namun permainan Simon yang ‘under perform’ dan banyak melakukan kesalahan sendiri dimanfaatkan dengan baik oleh Chong Wei untuk menutup gim pertama, 21-10.

 

Pada gim kedua, Simon mampu tampil lebih agresif dan mengimbangi Chong Wei dengan smash-smashnya hingga kedudukan 10-10. Namun kematangan sebagai pebulutangkis terbaik dunia membuat Chong Wei mampu untuk meredam permainan Simon tidak hanya dari sisi serangan namun juga penempatan bola-bola yang akurat di depan net. Kembali memimpin jauh 17-10, Chong akhirnya memastikan kemenangan keduanya, 21-15.

 

Di laga selanjutnya Chong Wei akan menantang Peter Gade untuk memperebutkan posisi juara grup yang pada pertandingan hari ini menghempas wakil Jepang, Sho Sasaki, 21-15, 21-19. Pada duel yang sudah tidak menentukan lagi, Simon dan Sasaki akan saling memperebutkan peringkat tiga dan empat grup A.

 

Senasib dengan Simon, andalan merah putih lainnya Taufik Hidayat juga menelan pil pahit kekalahan kedua atas wakil China, Lin Dan. Tampil perkasa dalam serangan-serangan dan bola-bola akuratnya di depan net sudah mendominasi sejak awal pertandingan, 6-0 dan 10-5. Beberapa smash dan kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Lin Dan membuat Taufik mampu untuk memperkecil selisih poin, 8-10. Namun penampilan yang sempurna dari Lin Dan kembali membuatnya tak terbendung, 17-9 dan akhirnya menutup gim ini, 21-12.

 

Permainan memukau Taufik di depan net dan motivasi yang kuat untuk menang membuat Taufik mampu keluar dari tekanan pada gim kedua. Memimpin sejak awal gim ini dengan 8-2 dan 11-5 seolah-olah menjadi momentum yang baik bagi Taufik untuk meraih kemenangan. Terus unggul hingga kedudukan 14-9 dan 18-14, Lin Dan yang seolah-olah tak mau melepas gim ini akhirnya mengubah tempo permainan dan tampil lebih garang ketika berhasil mengoleksi 6 angka berturut-turut yang membuatnya berbalik unggul 20-18 sebelum memastikan kemenangan keduanya, 21-19.

 

Lin Dan hanya membutuhkan satu kali kemenangan pada pertandingan besok (16/12) saat menghadapi pemain Jepang, Kenichi Tago untuk menjadi peringkat satu di grup B sedangkan Tago harus mampu memenangkan duel menghadapi Lin Dan jika ingin tetap menjaga asanya ke babak semifinal setelah pada pertandingan hari ini takluk atas Chen Long, 21-12, 18-21, 13-21.

 

Ji Hyun Singkirkan Schenk

 

Usai membuat kejutan dengan menundukkan Wang Yihan pada laga sebelumnya, Yihan kembali tampil konsisten saat ditantang oleh wakil Jerman, Juliane Schenk. Pada grup yang berbeda, Wang Xin dan Saina Nehwal memastikan diri melaju ke babak semifinal setalah masing-masing mengantongi dua kemenangan dan akan saling memperebutkan posisi atas grup B pada laga pamungkas penyisihan grup.

 

Pukulan-pukulan akurat yang tak terjangkau menjadi kunci kemenangan Sung Ji Hyun di gim pertama selain smash-smash yang sukses menghantam pertahanan Juliane Schenk dan tidak mampu dikembalikan dengan sempurna. Meskipun banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat posisi imbang dan saling mengejar, Sung Ji Hyun akhirnya menamatkan gim pertama lebih dulu 29-27 dengan membuktikan mental juara yang lebih baik melalui permainan ulet dan pantang menyerah setelah sebelumnya harus kehilangan tiga kali kesempatan ‘match point’ saat kedudukan 20-17.

 

Meskipun tidak sealot gim pertama, perjuangan Ji Hyun yang pantang menyerah membuatnya mampu membalikkan keadaan pada poin-poin kritis gim kedua setelah tertinggal 13-17 menjadi unggul 20-18. Ji Hyun juga mampu meminimalisir kesalahan sendiri pada gim ini dan mampu memperagakan permainan akuratnya di depan net. Meskipun tidak seagresif seperti pada gim pertama, tunggal nomor satu Korea tersebut akhirnya kembali menuai kemenangan 21-19.

 

Di pertandingan selanjutnya, Ji Hyun akan menantang wakil Eropa lainnya, Tine Baun yang pada hari ini (15/12) dipaksa mengakui ketangguhan Wang Yihan, 16-21, 12-21. Jika bagi Ji Hyun pertarungan menghadapi Tine akan menentukan posisinya sebagai juara grup, untuk Tine partai ini akan menjadi ‘hidup-mati’ yang akan menentukan nasibnya ke babak semifinal.

 

Pada grup yang berbeda, Wang Xin dan Saina Nehwal akan saling beradu di pertandingan selanjutnya untuk menentukan siapa yang lebih layak menempati peringkat teratas grup B setelah masing-masing mengantongi dua kemenangan atas lawan-lawannya.

 

Wang Xin harus berjibaku 3 gim sebelum akhirnya menang 21-8, 13-21, 21-13 atas tunggal Korea, Bae Youn Joo sedangkan Saina menundukkan Sayaka Sato, 21-16, 21-13 (FEY).

Results Day 2 World SS Finals 2011 : ToLyn Masih Berpeluang, AhNa Terhenti

Harapan Indonesia untuk melaju ke babak semifinal akhirnya menipis usai kekalahan yang diderita oleh Ahsan/Boba (AhNa) dan Tantowi/Liliyana (ToLyn) pada laga kedua turnamen World SS Finals 2011. AhNa kembali terjegal saat menantang tandem Korea, Jung/Lee sedangkan ToLyn terjangkiti sindrom angka kritis saat menantang wakil tuan rumah, Xu Chen/Ma Jin.

 

Pada gim pertama, AhNa mampu mengimbangi perolehan poin Jung/Lee meskipun seringkali tertinggal 1-3 angka. AhNa bahkan sempat dua kali menggagalkan ‘match point’ pasangan Korea sebelum akhirnya menyerah 21-23. Kedua pasangan saling berimbang dan minim kesalahan sendiri. Namun duet Korea tidak hanya unggul dari sisi serangan namun juga mahir dalam mengolah bola di depan net sehingga akhirnya mamou memenangkan set pertama.

 

Meskipun tidak seketat gim pertama, pertarungan di set kedua tetap berlangsung seru dan didominasi oleh Jung/Lee. Memimpin dengan 9-5 dan 16-13, Jung/Lee akhirnya menamatkan set ini lebih dulu 21-16 sekaligus memupus harapan ganda Indonesia.

 

Hasil dua kali kemenangan yang diraih oleh Jung/Lee dan Mathias/Carsten yang pada pertandingan hari ini juga menuai kemenangan atas ganda Malaysia, Koo/Tan, 21-14, 21-6 memastikantiket semifinal bagi keduanya dan pada pertandingan besok (16/12) akan memperebutkan posisi juara grup B.

 

Sementara itu pada grup yang berbeda (A), peluang untuk melaju ke babak semifinal masih terbuka lebar setelah masing-masing peserta memetik satu kali kemenangan dan satu kali kalah. Pertandingan hari ini akan menjadi partai pamungkas untuk menentukan siapa yang akhirnya bisa melaju ke babak semifinal.

 

Setelah pada laga kemarin Chai/Guo menundukkan kompatriot mereka, Fu/Cai dan Hirokatsu/Noriyasu menghempas Ko/Yoo, hari ini (15/12) giliran Fu/Cai yang memetik kemenangan atas Noriyasu/Hirokatsu 21-12, 19-21, 21-15 dan Ko/Yoo yang mengungguli Chai/Guo, 21-17, 21-19.

 

Pada sektor putri, kejutan justru diukir oleh wakil Hongkong, Poon Lok Yan/Tse Ying Suet yang diluar dugaan mampu mengalahkan wakil Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung, 21-23, 23-21, 21-12. Kemenangan ini membuka peluang bagi duet Hongkong tersebut untuk melaju ke babak semifinal setelah sehari sebelumnya ditaklukkan oleh ganda China, Wang Xiaoli/Yu Yang. Pada pertandingan besok, Poon/Tse akan menantang wakil Taiwan, Cheng/Chien dan harus memetik kemenangan jika ingin memastikan diri sebagai runner up grup A.

 

Chieng/Chen sendiri harus mengubur impian mereka untuk melaju ke empat besar setelah hari ini kembali menelan kekalahan atas Wang/Yu, 17-21, 11-21.

 

Pada grup B, wakil Eropa Christinna/Kamilla kembali membukan peluang untuk merebut tiket semifinal setelah sukses melibas duet teratas Jepang, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa, 21-13, 21-14. Sementar itu tandem tuan rumah, Tian/Zhao masih belum menemui kesulitan untuk menaklukkan andalan Jepang lainnya, Shizuka Matsuo/Mami Naito, 21-14, 21-8. Jika mampu mengalahkan Shizuka/Mami di pertandingan besok, maka duet Denmark, Christinna/Kamilla dipastikan menempati peringkat kedua dan melaju ke babak empat besar.

 

Sindrom Angka Kritis ToLyn

 

Keberuntungan sepertinya belum berpihak pada kubu Indonesia setelah pada pertandingan kemarin, duet andalan Tantowi/Liliyana (ToLyn) dipaksa mengakui ketangguhan wakil China, Xu/Ma dalam laga rubber gim yang menguras fisik dan mental. Sementara itu pada laga grup B, Sudket/Saralee kembali membuka peluang ke semifinal usai menundukkan wakil Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing.

 

Mendominasi set pertama dengan smash-smash akurat dan penempatan bola-bolas sulit di depan net membuat duet Indonesia langsung unggul 13-6 di gim pertama. Meskipun sempat tersusul di angka 16, ToLyn yang tampil lebih agresif dan ulet akhirnya menamatkan set ini lebih dulu, 21-17.

 

Pada gim kedua, terjadi penurunan performa yang siginfikan pada pasangan Indonesia. Selain menjadi lebih ‘kalem’, duel penempatan bola-bola di depan net justru lebih banyak dimenangkan oleh Xu/Ma. Seolah-olah memberikan kesempatan kepada ganda China yang sedang berada di atas angin, ToLyn akhirnya bertekuk 7-21.

 

Perseteruan yang lebih intens justru terjadi di gim ketiga. Selisih 1-2 poin dari duel smash-smash keras dan penempatan bola-bola yang akurat membuat pertandingan ini menjadi klimaks dari dua set sebelumnya. Kedua pasangan juga minim dalam kesalahan sendiri dan peluang untuk meraih poin akhirnya tertujua kepada pemain yang lebih siap untuk menekan lebih dulu.

 

Xu/Ma sempat unggul jauh 17-12 dan 19-15 yang nyaris memupuskan asa pasangan Indonesia. Namun mental ToLyn yang lebih matang dan solid membuat keduanya tidak hanya unggul dari sisi serangan namun juga pengembalian di tempat-tempat kosong yang tidak terduga oleh pasangan China. Membuntuti Xu/Ma hingga kedudukan 20-20, keberuntunganlah yang akhirnya memastikan jagoan China untuk menutup gim ini lebih dulu 22-20.

 

Kekalahan ini mempertipis peluang ToLyn untuk melaju ke babak semifinal. Satu-satunya kesempatan adalah jika andalan ‘terakhir’ merah putih tersebut mampu mengalahkan wakil China lainnya, Zhang Nan/Zhao Yunlei pada laga pamungkas esok hari. Zhang/Zhao memetik kemenangan kedua mereka hari ini atas wakil Inggris, Robert Blair/Gabrielle White 21-10, 21-18.

 

Pada grup yang berbeda, duet Thailand Sudket/Saralee kembali membuka peluang untuk melaju ke babak empat besar setelah pada pertandingan hari ini menjungkalkan wakil Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, 15-21, 21-16, 21-12. Jika pada laga esok, Sudket/Saralee mampu tampil konsisten atas pasangan Jepang, Shintaro/Reiko maka keduanya dipastikan akan mendampingi Joachim/Christinna untuk melaju ke empat besar.

 

Joachim/Christinna sendiri tetap kokoh berada di puncak klasemen dengan mengantongi dua kemenangan setelah pada pertandingan hari ini mengungguli Shintaro/Reiko, 21-15, 21-13 (FEY).

December 15, 2011

Results Day 1 World SS Finals 2011 : Jalan Terjal Taufik dan Simon

Berada satu grup bersama Lin Dan dan Chen Long membuat langkah Taufik akan menjadi lebih berat untuk bisa melaju ke babak semifinal. Sedangkan Simon hanya berpeluang jika mampu membuat kejuatan atas Peter Gade atau Lee Chong Wei. Sementara itu Sung Ji Hyun kembali membuktikan diri sebagai salah satu ‘kuda hitam’ terbaik dalam mendobrak dominasi para pebulutangkis putri China.

 

Berada satu grup “B” bersama Lin Dan dan Chen Long membuat jalan terjal bagi Taufik Hidayat untuk bisa melaju ke babak semifinal pada turnamen yang berhadiah total US$ 500.000 ini. Pemanasan di laga perdana mempertemukan Taufik dan tunggal Jepang, Kenichi Tago. Catatan 4 kali kemenangan Taufik atas Tago di laga sebelumnya membuat Taufik tampil percaya diri di gim pertama. Tago yang lebih unggul dari sisi pengembalian bola-bola netting menempel ketat perolehan poin Taufik yang mendominasi paruh akhir set kedua. Memimpin dengan 14-9 dan 19-15, Taufik menutup set ini lebih dulu 21-19.

 

Peenempatan bola-bola akurat Tago di depan net menjadi sumber perolehan poin bagi tunggal Jepang tersebut untuk setelah sebelumnya tertinggal jauh 3-10 dan 6-13 dari dominasi smash-smash keras Taufik. Perlahan namun pasti Tago akhirnya mengejar ketertinggalannya dan mendapatkan momentum untuk bangkit, 16-15. Tiga poin beruntun yang dikoleksi oleh Taufik kembali menyiratkan harapan bagi tunggal Indonesia ini untuk meraih kemenangan ‘straight set’. Namun beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Taufik mengubur asa kemenangan ketika Tago sukses mengumpulkan 5 angka berturut-turut dan mengunci Taufik, 21-19.

 

Tidak seperti dua gim sebelumnya, agresivitas Taufik pada set ketiga menurun drastis ketika tunggal peringkat  10 dunia tersebut hanya bermain dengan pola bertahan dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Berada di atas angin, Tago akhirnya tak terbendung dan mengontrol penuh jalannya pertandingan hingga memastikan kemenangan 21-7.

 

Kekalahan atas Kenichi Tago membuat posisi Taufik menjadi kian terjepit dan langkah Taufik menuju babak semifinal akan semakin terjal. Di dua laga selanjutnya Taufik harus memetik salah satu kemenangan dari Lin Dan ataupun Chen Long agar bisa mempertahankan asa ke babak selanjutnya. Sementara itu Lin Dan memetik kemenangan perdananya atas Chen Long, 21-15, 19-21, 21-17.

 

Di grup berbeda, Simon Santoso juga tidak mampu meladeni permainan cemerlang tunggal Denmark, Peter Gade. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Simon membuat Gade unggul relatif mudah, 21-13 pada gim pertama. Memasuki gim kedua, Gade lebih mampu mengembangkan permainan dan agresif menyerang sedangkan Simon tidak mampu keluar dari tekanan dan kembali tertinggal 9-21.

 

Kemenangan juga diraih Lee Chong Wei atas wakil Jepang, Sho Sasaki. Meskipun harus melewati laga rubber set, Chong Wei akhirnya membukukan kemenangan 21-11, 18-21, 21-12. Simon harus mampu meraih kemenangan atas Chong Wei pada laga hari ini jika ingin memperbesar peluangnya ke babak semifinal.

 

Ji Hyun Hempaskan Yihan

 

Tunggal Korea, Sung Ji Hyun kembali membuat kejutan besar dalam karirnya dengan mengalahkan tunggal andalan China, Wang Yihan. Kemenangan Ji Hyun atas Yihan tidak diduga sebelumnya setelah srikandi Korea tersebut menalan kekalahan 13-21 pada gim pertama dan senantiasa tertinggal hingga kedudukan 6-12. Namun mental bertanding yang baik membuat Ji Hyun mampu bangkit dan mendapatkan momentum dengan menyamakan kedudukan di angka 14 dan berbalik unggul 15-14.

 

Permainan memukau Ji Hyun di depan net membuat wakil Korea ini mampu mengumpulkan 6 angka beruturut-turut sehingga mengubah kedudukan dari tertinggal 15-16 hingga memaksakan rubber game, 21-16.

 

Konsistensi Ji Hyun kembali teruji pada gim ketiga. Yihan menguasai penuh jalannya pertandingan hingga kedudukan 11-6, 14-8,  17-11 dan 19-17 dari serangan-serangan yang akurat dan penempatan bola-bola tak terduga. Namun saat memasuki akhir set, skenario set kedua kembali sukses diperankan oleh Ji Hyun dengan penempatan bola-bola akurat sehingga menghasilkan  4 poin beruntun dan memupus harapan Yihan, 21-19.

 

Harapan Yihan untuk meraih kemangan akhirnya tertuju pada dua pertandingan selanjutnya saat menantang Tine Baun pada esok hari (15/12) dan Juliane Schenk sehari kemudian.  Tine sendiri memenangkan duel menghadapi Juliane pada laga hari ini dengan dua set langsung, 21-12, 21-11.

 

Pada grup B, Wang Xin masih memimpin klasemen prolehan poin dengan mencatat satu kali kemenangan ‘straight set’ atas Sayaka Sato, 21-7, 21-9. Sedangkan Saina Nehwal menyusul di bawah Wang Xin setelah menundukkan tunggal Korea, Bae Youn Joo, 21-14, 17-21, 21-14. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan dini Saina atas Youn Joo pada babak pertama turnamen China Open Premier SS 2011 yang lalu (FI).

Results Day 1 World SS Finals 2011 : AhNa, Terjegal Mental Di Angka Kritis

Mendominasi perolehan poin di sepanjang gim ketiga, duet andalan Indonesia, Ahsan/Bona (AhNa) akhirnya harus pupus saat meniti poin-poin kritis. Sementara itu pasangan ganda campuran, Tantowi/Liliyana (ToLyn) hanya membutuhkan waktu 23 menit untuk memetik kemenangan perdana mereka di hari pertama.

 

Memasuki hari pertama turnamen Super Series Finals yang menyajikan delapan peringkat terbaik pada setiap nomor dalam 12 kali perhelatan turnamen Super Series tahun 2011, Indonesia yang diwakilkan oleh AhNa dan ToLyn di sektor ganda putra dan campuran masing-masing meraih hasil yang berbeda.

 

AhNa yang berada di grup B bersama Mathias/Carsten asal Denmark, Koo/Tan dari Malaysia dan ganda terbaik Korea, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae tidak mampu mendulang angka kemenangan di laga perdananya. Menghadapi Mathias/Carsten, AhNa sempat mengimbangi duet Denmark tersebut di gim pertama hingga kedudukan 11-10. Namun setelah jeda interval, pasangan Denmark yang akhirnya berbalik unggul dengan tampil menenan dan meraih poin demi poin dari smash-smash keras mereka memimpin dengan 16-13 dan 19-14, sebelum menutup set ini, 21-16.

 

Perseteruan yang lebih alot sempat terjadi pada paruh awal gim kedua. Saling mengejar dan selisih 1-2 poin berlangsung hingga kedudukan 12-11 untuk Indonesia. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Mathias/Carsten dan kesolidan yang lebih baik dari AhNa terutama saat mengantisipasi bola-bola di depan net membuat mereka mampu memetik 4 poin beruntun, 16-12 hingga terus unggul 18-14. Meskipun Mathias/Carsten sempat mendapatkan momentum kedua mereka dengan memperkecil selisih poin 18-19, AhNa yang tampil lebih ulet sukses menamatkan gim ini lebih dulu untuk memaksakan rubber set, 21-18.

 

Paruh awal gim ketiga kembali berlangsung ketat seperti pada gim kedua. Saling memimpin dan mengejar angka membuat posisi kedua pasangan imbang hingga kedudukan 11-11. Skenario yang sama nyaris dialami oleh tandem peringkat satu Indonesia tersebut ketika sanggup memimpin 15-12, 17-15 dan 19-18. Namun keberuntungan akhirnya berbalik untuk Mathias/Carsten ketika keduanya mampu tampil lebih sabar untuk menunggu kesempatan terbaik dalam melakukan penyerangan. Tiga poin beriring yang dikoleksi oleh Mathias/Carsten memastikan kemenangan mereka, 21-19.

 

Penguasaan mental bertanding yang lebih baik khususnya saat poin-poin kritis kembali menjadi kunci pasangan Indonesia yang dari segi tehnik sebenarnya mampu mengimbangi pasangan Denmark ini. Pada turnamen China Masters SS 2011 yang lalu, AhNa juga terjungkal saat menghadapi Mathias/Carsten pada angka-angka kritis, 20-22, 21-23.

 

Di laga selanjutnya, lawan yang lebih berat akan dihadapi oleh AhNa yaitu pasangan Korea, Jung/Lee. Jung/Lee meraih angka kemenangan pertama mereka dengan mengalahkan wakil Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, 18-21, 21-15, 21-18. Pada sistem setengah kompetisi ini yang membagi delapan peringkat Super Series terbaik dunia ke dalam dua grup, hanya dua peringkat teratas dari masing-masing grup lah yang nantinya berhak untuk melaju ke babak semifinal.

 

Sementara itu pada grup A, hasil mengejutkan justru harus dituai oleh dua unggulan teratas. Pasangan China, Fu Haifeng/Cai Yun takluk 15-21, 21-14, 19-21 atas kompatriot mereka, Chai Biao/Guo Zhendong sementara itu tandem Jepang Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata melumat Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong, 21-19, 18-21, 21-9.

 

Di sektor putri, masih belum terjadi kejutan yang berarti meskipun wakil Eropa satu-satunya di nomor ini, Christinna/Kamilla yang berada di grup B mampu memberikan perlawanan sengit terhadap ganda China, Tian Qing/Zhao Yunlei. Tertinggal 10-21 di gim pertama, duet Denmark sukses memaksakan rubber set setelah memetik kemenangan 22-20 pada gim kedua meskipun akhirnya kembali menyerah 14-21 pada gim ketiga.

 

Duel antara sesama wakil Jepang akhirnya dimenangkan oleh Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa atas Shizuka Matsuo/Mami Naito, 11-21, 21-17, 21-10 melalui laga 68 menit. Jika pada pertandingan besok (15/12), Mizuki/Reika mampu memetik kemenangan kedua atas Christinna/Kamilla, keduanya berpeluang besar untuk melaju ke babak semifinal.

 

Pada grup yang berbeda, unggulan teratas, Wang Xiaoli/Yu Yang meraih kemenangan mudah atas wakil Hongkong, Poon Lok Yan/Tse Ying Suet, 21-9, 21-11. Sementara itu kandidat semifinalis lainnya, Ha Jung Eun/Kim Min Jung juga menaklukkan ganda Taiwan, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin dengan dua set langsung, 21-18, 21-18.

 

ToLyn Ukir Kemenangan Perdana

 

Duet Tantowi/Liliyana (ToLyn) mengukir hasil yang sempurna pada laga ‘pemanasan’ mereka hari ini (14/12). Berada satu grup bersama dua wakil China, Zhang Nan/Zhao Yunlei dan Xu Chen/Ma Jin peluang untuk melaju ke babak semifinal akan menjadi sangat kecil jika keduanya tidak mampu bermain konsisten.

 

Meskipun berada di grup ‘neraka’ A bersama dua wakil China, Zhang/Zhao dan Xu/Ma, ToLyn mampu membukukan kemenangan sempurna atas wakil Eropa, Robert Blair/Gabbrielle White. Kurang dari 30 menit, ToLyn yang unggul dari sisi serangan, penempatan bola dan pertahanan akhirnya unggul dua set langsung, 21-10, 21-12.

 

Pertarungan yang sebenarnya ToLyn baru akan dijalani mereka pada esok hari (15/12) dengan menjamu wakil tuan rumah, Xu Chen/Ma Jin. Ganda nomor dua China tersebut mutlak harus meraih kemenangan pada laga kedua mereka jika ingin memperbesar peluang melaju ke babak semifinal setelah pada pertandingan hari ini (14/12) kalah dalam laga rubber set atas kompatriot mereka, Zhang Nan/Zhao Yunlei, 18-21, 21-19, 18-21.

 

Pada grup B, duet peraih dua mahkota Super Series di Denmark dan Perancis, Joachim Fischer/Christinna Pedersen nyaris tidak mendapatkan lawan yang ‘menyulitkan’ dan berpeluang besar untuk melaju ke semifinal. Sukses membungkam wakil Thailand, Sudket/Saralee, 21-15, 21-17, wakil Denmark tersebut akan menantang wakil Jepang, Shintaro Ikeda/Reiko Shiota pada pertandingan besok (15/12). Shintaro/Reiko sendiri harus berjuang keras untuk mempertahankan asa mereka pada turnamen ini setelah pada hari ini menuai kekalahan dari wakil Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, 21-19, 16-21, 17-21 (FI).

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 357 other followers