Bulutangkismania’s Weblog

January 5, 2012

Results 1st Round Kore Open SS Premier 2012 : Lima Ganda Ke Babak Kedua

Lima diantara sepuluh pasangan wakil Indonesia sukses melaju ke babak kedua pada turnamen Kore Open SS Premier 2012 yang menjadi pembuka ajang kompetisi Super Series di tahun ini. Jika Vita/Nadya berhasil membenamkan unggulan ke-3 asal Jepang, Mizuki/Reika, Ahsan/Bona (6) justru harus bertekuk kepada duet Jepang, Naoki Kawamae/Shoji Sato.

 

Pertandingan hari kedua di turnamen yang berbandrol total tertinggi sepanjang sejarah perhelatan Super Series, USD 1,000,000, langsung dibuka dengan kejutan terbesar yaitu tumbangnya unggulan teratas ganda campuran, Zhang Nan/Zhao Yunlei dari kolaborasi Inggris-Skotlandia, Chris Adcok/Imogen Bankier. Meskipun mendominasi jalannya pertandingan set pertama, duet Eropa tersebut senantiasa dibayang-bayangi oleh Zhang/Zhao hingga akhir set. Beruntung pasangan China tidak mampu bangkit dan mendapatkan momentum terbaik mereka dan banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga menyerah 19-21.

 

Memasuki set kedua, kemenangan yang sudah nyaris di depan mata juga gagal dimanfaatkan dengan sempurna oleh Zhang/Zhao ketika mampu unggul jauh 13-2. Chris/Imogen yang mampu tampil lebih rileks akhirnya mampu memanfaatkan penampilan pasangan China yang jauh di bawah performa terbaiknya untuk menyamakan kedudukan dan berbalik unggul 14-13. Konsistensi ganda Eropa dan banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Zhang/Zhao kembali menjadi kunci kemenangan Chris/Imogen di gim kedua, 21-16.

 

“Kita bekerja keras untuk mengatasi kelemahan kita setelah kekalahan pada Kejuaraan Dunia yang lalu,” ungkap Imogen usai pertandingan. “Kita banyak berlatih khususnya ‘defence’ dan hari ini kita melakukannya dengan baik. Saya pikir hal itulah yang paling utama membuat kita berbeda,” lanjutnya kemudian.

 

Saat ditanya tentang kunci kemenangan mereka di set kedua setelah sempat tertinggal jauh, Imogen kembali berujar, “Saat kedudukan 2-13 kita bermain cukup relax, hanya berpikir untuk bisa mendapatkan poin dan tidak kalah dengan mudah. Saat berhasil menyentuh angka 8, kita akhirnya berhasil mendapatkan kepercayaan diri kembali sementara Zhao Yunlei mungkin justru kehilangan kepercayaan dirinya.”

 

“Kali ini terasa lebih berbeda. Pada Januari tahun lalu, kita mampu menang di 3 turnamen International Challenge namun kemudian Chris jatuh sakit sehingga kita harus absen di Korea dan Malaysia, sungguh suatu awalan yang buruk,” lanjut Imogen yang bercita-cita besar untuk masuk dalam peringkat 8 besar dunia.

 

“Kita sempat berlatih dengan baik pada bulan Desember yang lalu sehingga membantu kita untuk tampil lebih ‘fresh’ pada turnamen ini,” pungkasnya kemudian.

 

Kejutan selanjutnya juga kembali terjadi di sektor campuran saat unggulan ke-7 asal Thailand, Songphon/Kunchala, kalah cukup telak dari pasangan Rusia, Alexandr Nikolaenko/Valeri Sorokina, 13-21, 8-21 dan harapan Thailand lainnya, Sudket/Saralee (6) di jungkalkan wakil Jepang, Shintaro Ikeda/Reiko Shiota, 13-21, 17-21.

 

Indonesia sendiri hanya mampu meloloskan satu wakilnya di sektor ini ke babak 16 besar. Unggulan ke-4, Tantowi/Liliyana (ToLyn) harus berjibaku 3 set untuk menundukkan duet Jerman, Michael Fuchs/Birgit Michels, 16-21, 21-18, 21-13. Langkah ToLyn sayangnya tidak diikuti oleh dua kandidat lainnya, Rijal/Debby (RibBy) dan Nova/Vita (NoVi). RibBy takluk atas ganda China, He Hanbin/Yixin Bao, 16-21, 14-21 sedangkan NoVi dikalahkan tandem China lainnya, Xu Chen/Ma Jin (2), 9-21, 10-21.

 

Hasil kurang memuaskan juga tersaji di sektor ganda putra. Tandem peringkat satu Indonesia, Ahsan/Bona (AhNa) yang menempati unggulan ke-6 di turnamen ini gagal membalas kekalahan mereka atas duo Jepang, Naoki Kawamae/Shoji Sato. Setelah pada bulan November lalu, Ahsan/Bona juga takluk dua set pada turnamen China Open SS Premier 2011, kali ini keduanya kembali menyerah setelah berjuang rubber gim,

 

Permainan AhNa yang tidak lepas dan belum maksimal menjadi kunci kekalahan mereka di gim pertama. Sempat memimpin hingga 11-8, AhNa terlihat bermain di bawah tekanan dan ragu-ragu. Beberapa poin akhirnya berhasil dikoleksi ganda Jepang yang membuat mereka unggul jauh 19-12 sebelum menutup gim ini, 21-17.

 

Meskipun sempat bangkit dan memaksakan rubber setelah berbalik unggul 21-19 di gim kedua, performa AhNa kembali menurun pada gim ketiga. Minim dalam serangan dan banyak melakukan kesalahan sendiri akhirnya memudahkan Naoki/Shoji untuk kembali memetik kemenangan, 21-12.

 

“Mereka tidak tampil lepas dan seperti terbebani. Mungkin karena lebih diunggulkan, tapi yang pasti pola permainan mereka tidak keluar dan ‘fight’ nya kurang maksimal,” ungkap sang pelatih, Herry IP perihal kekalahan anak asuhnya.

 

Selain KiNdra, unggulan lainnya yang ikut tumbang adalah wakil ‘kuda hitam’ asal Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata. Keduanya dijungkalkan oleh ganda muda tuan rumah, Kim Ki Jung, Kim Sa Rang, 15-21, 22-24.

 

Kekalahan kubu merah putih juga harus dialami wakil Pelatnas lainnya, Ryan/Angga (RyNgga) atas wakil Taiwan, Liao Min Chun/Wu Chun Wei. Meskipun sempat bermain 3 set, RyNgga akhirnya takluk, 12-21, 21-18, 17-21. Harapan untuk memetik gelar akhirnya bertumpu pada dua ganda senior, Markis/Hendra (KiNdra) dan Alvent/Hendra AG (VeNdra). KiNdra berhasil menyingkirkan andalan China, Chai Biao/Guo Zhendong, 22-20, 21-19 sedangkan VeNdra menundukkan tandem nomor dua Taiwan, Chen Hung Ling/Lin Yu Lang, 21-16, 18-21, 21-17.

 

Vita/Nadya Bukukan Kejutan

 

Duet non Pelatnas, Vita/Nadya (ViNa) akhirnya berhasil memebalas kekalahan yang mereka derita dari pasangan Jepang, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa pada pertemuan terakhir keduanya di turnamen China Masters SS 2011 yang lalu. Sukses serupa juga dituai oleh pasangan Greysia/Meli (GraMel) yang menundukkan tandem Malaysia, Ng Hui Lin/Ng Hui Ern.

 

Sempat bermain kurang maksimal dan tertekan di gim pertama, ViNa akhirnya tetringgal lebih dulu, 9-21. Memasuki gim kedua, ViNa mampu mengubah pola permainan mereka dan balik menekan dengan smash-smash dan peakuratan penempatan bola di depan net. Duet Mizuki/Reika yang biasanya tampil rapi kali ini justru banyak ragu dan melakukan kesalahan sendiri. Memanfaatkan kondisi ini, ViNa berhasil memenangkan gim kedua, 21-14.

 

Konsistensi permainan ganda Indonesia akhirnya kembali teruji di gim ketiga. ‘Defence’ dan rotasi mereka yang juga cukup baik mampu mengimbangi permainan agresif pasangan Jepang. Setelah bersaing ketat hingga kedudukan 11-11, keuletan ViNa membuat keduanya unggul jauh 16-11 dan 18-13 dan memastikan kemenangan, 21-16.

 

Selain Mizuki/Reika, unggulan lainnya yang juga ikut terjungkal adalah wakil Taiwan, Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing (5). Keduanya ditundukkan oleh duet negeri jiran, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui, 16-21, 13-21. Di sektor campuran, Cheng Wen Hsing yng berpasangan dengan Chen Hung Ling dan menempati unggulan ke-5 juga takluk atas wakil tuan rumah, Ko Sung Hyun/Eom Hye Won, 18-21, 15-21.

 

Sukses srikandi merah putih juga diraih pasangan Indonesia lainnya, GraMel yang menyingkirkan harapan Malaysia, Ng Hui Lin/Ng Hui Ern. Dalam tempo kurang dari 50 menit, GraMel membukukan keunggulan dua set langsung, 21-16, 21-17.

 

Permainan akurat Anneke/Nitya (AnNya) sempat mampu mengimbangi ganda nomor dua China, Tian Qing/Zhao Yunlei. Meskipun kalah agresif dan selalu terdominasi, keduanya mampu terus menguntit pasangan China hingga akhir gim pertama sebelum menyerah 18-21.

 

Pada gim kedua, memontum untuk memaksakan rubber terbuka lebar ketika AnNya mampu terus unggul dari awal set hingga kedudukan 8-2, 11-5 dan 14-10. Pengalaman dan kesolidan Tian/Zhao yang lebih baik akhirnya membuat duet China mampu kembali menguasai keadaan dan berbalik unggul 18-16. Tidak hanya unggul dari sisi serangan, duo China juga mampu memanfaatkan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh AnNya. Meskipun AnNya sempat berjibaku dan memaksakan ‘deuce’ 20-20, Tian/Zhao lebih dulu beruntung menutup gim kedua, 22-20 (FEY).

Results 1st Round Kore Open SS Premier 2012 : Tiga Tumbang, Simon Tumpuan Akhir

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:57 am
Tags: , , , , , , , , ,

Setelah tiga wakil tunggal putri Indonesia terganjal di babak kualifikasi, maka pada babak pertama hari ini (04/01/2012) giliran tiga wakil putra Indonesia yang harus angkat koper dari turnamen Korea Open Super Series Premier 2012 yang berhadiah total USD 1,000,0000 ini. Taufik Hidayat di luar dugaan takluk atas wakil Ingris, Rajiv Ouseph, yang disusul oleh kekalahan Tommy Sugiarto dan Hayom Rumbaka. Harapan terakhir akhirnya bertumpu pada Simon Santoso.

 

Simon Santoso kembali menjadi harapan semata wayang Indonesia untuk menjaga peluang gelar di sektor tunggal putra. Simon yang menempati unggulan ke-8 berhasil menekuk pebulutangkis Jepang, Kazushi Yamada, 21-11, 21-16.

 

“Sudah siap untuk main lama karena saya tahu dia pemain ulet, tapi ternyata bisa menang dua gim langsung,” komentar Simon perihal kemenangannya.

 

“Defense-nya cukup bagus, jadi klo langsung matikan bola agak sulit. Jadi saya cari akan dengan mengolah bola lalu tampil menyerang,” lanjut Simon kemudian.

 

Simon menjadi asa terakhir setelah pada pertandingan lainnya, Taufik Hidayat di luar dugaan menyerah kepada wakil Inggris, Rajiv Ouseph. Taufik yang unggul dari sisi penempatan bola-bola pendek di depan net, kalah agresif dibandingkan dengan Rajiv yang mampu beberapa kali menghujamkan smash nya ke bidang permaian Taufik. Kejelian Rajiv dalam mengeksekusi bola di tempat-tempat tak terjangkau juga memudahkan tunggal nomor satu Inggris ini untuk meraih poin demi poin.

 

Memimpin di gim pertama dengan 8-3 dan 12-5, peluang untuk mendominasi terus dijaga secara konsisten oleh Rajiv. Pebulutangkis yang dilahirkan dan besar di Inggris ini nyaris sempat terkejar ketika Taufik secara dramatis mampu memperkecil selisih poin dari 8-16 menjadi 17-18. Keuletan permainan Rajiv akhirnya menuntaskan perjuangan Taufik di gim pertama, 21-19.

 

Pada gim kedua, kedua pemain berseteru ketat dan imbang hingga kedudukan 8-8. Tekanan yang terus diberikan secara konsisten oleh Rajiv kembali membuatnya unggul 13-10 dan 16-12. Terus memimpin hingga poin-poin kritis, 18-13 dan 19-14, Rajiv yang mengasah kemampuan bulutangkisnya di Milton Keynes Training Centre ini tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas inipun kembali menutup set kedua lebih dulu, 21-15.

 

“Ini adalah untuk kali pertama saya bisa menundukkan pemain kelas atas di turnamen individual,” ujar Rajiv usai pertandingan.

 

“Sebelumnya, saya pernah mengalahkan Jorgensen beberapa kali dan juga Park Sung Hwan, tapi saat itu di turnamen beregu,” lanjut tunggal Inggris ini kemudian yang pekan lalu juga mampu mencatat kekalahan rubber set atas Peter Gade pada turnamen Copenhagen Masters 2011.

 

“Taufik masih cukup baik namun dia sudah tidak memiliki kemampuan yang sama seperti pada saat masa jayanya dulu, jadi peluang untuk mengalahkannya cukup terbuka,” papar Ouseph tentang permainan Taufik.

 

“Hari ini dia terlihat tidak mau terlau banyak mengejar bola, sehingga saya harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tambahnya kemudian.

 

Di babak selanjutnya, tunggal Inggris yang berambisi untuk lolos kualifikasi Olimpiade 2012 ini akan kembali ditantang oleh wakil Indonesia lainnya, Simon Santoso.

 

Kekalahan juga dituai oleh wakil Indonesia lainnya, Tommy Sugiarto dan Hayom Rumbaka. Tommy menyerah kepada unggulan ke-6 asal Jepang, Sho Sasaki, 14-21, 12-21 sedankan Hayom dibungkam oleh tunggal Denmark, Jan O Jorgensen, 23-25, 12-21.

 

Kejutan juga mewarnai hari pertama sektor tunggal putra dengan tambangnya tiga wakil unggulan. Nguyen Tien Minh (7) dibekuk oleh wakil Jepang, Kenichi Tago, 21-19, 10-21, 9-21 sedangkan Peter Gade (4) di kandaskan Du Pengyu, 9-21, 12-21. Tunggal nomor dua China, Chen Long (3) menambah panjang daftar unggulan yang tersingkir usai menyerah 15-20 atas wakil Taiwan, Hsu Jen Hao dan memutuskan untuk mundur karena cedera yang dialaminya.

 

Tzu Ying Tundukkan Ji Hyun

 

Kejutan di sektor putri justru terjadi saat pertandingan babak kedua sudah mendekati sesi akhir. Wang Xin yang menempati unggulan ke-3 di kalahkan oleh tunggal tuan rumah, Bae Youn Joo namun harapan Korea lainnya, Sung Ji Hyun justru gagal mengatasi perlawanan pemain bersinar Taiwan, Tai Tzu Ying. Indonesia sendiri sudah harus kehilangan tiga wakilnya di babak kualifikasi sehari sebelumnya.

 

Kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya menjadi mimpi buruk bagi Sung Ji Hyun di gim pertama saat berhasil memimpin hingga akhir set, 19-15 setelah berjibaku ketata pada awal set. Namun 5 poin beruntun yang berhasil dikumpulkan oleh Tzu Ying mengubah kedudukan menjadi kemenengan tunggal Taiwan tersebut, 21-19. Tidak hanya unggul dari sisi serangan dan penempatan bola di depan net, Tzu Ying juga mampu memanfaatkan beberapa pengembalian yang tidak sempurna dari Ji Hyun.

 

Keuletan Tzu Ying akhirnya kembali menjadi kunci kemenangannya pada gim kedua. Setelah berjuang ketat dan saling memimpin, Ji Hyun harus menjalani skenario yang sama seperti pada gim pertama. Unggul 18-15, Ji Hyun harus menelan pil pahit dengan memetik kekalahan, 19-21.

 

Mimpi buruk juga dialami oleh Wang Xin saat meladeni tantang tunggal Korea lainnya, Bae Youn Joo. Youn Joo yang kalah telak 10-21 pada gim pertama, kembali tertinggal 10-14 pada gim kedua. Namun keuletan dan kejelian Youn Joo dalam menempatkan bola di bidang permainan yang kosong membuatnya mampu mebalikkan keadaan dan menutup gim ini, 21-18.

 

Konsistensi permainan Youn Joo pada gim ketiga kembali menjadi kunci kemenangan tunggal Korea tersebut setelah berjuang ketat hingga kedudukan, 10-10. Memimpin dengan 15-10 dan 18-12, Youn Joo akhirnya sukses mengubur Wang Xin 21-14 sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar.

 

Di laga kualifikasi, Adriyanti Firdasari, Maria Febe dan Lindaweni sudah harus berkemas lebih dini. Diunggulkan di tempat ke-4, Firda menyerah di tangan Hwang Hye Youn, 16-21, 16-21. Sementara itu Lindaweni yang menempati unggulan ke-3 takluk atas tunggal Malaysia, Tee Jing Yi, 24-26, 17-21. Sebelumnya, Maria Febe dikalahkan oleh tunggal India, Sindhu P. V., 19-21, 18-21 (FI).

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 357 other followers