Bulutangkismania’s Weblog

January 15, 2012

Final Results Malaysia Open SS 2012 : Empat Negara Berbagi Gelar

Absennya beberapa pasangan ganda putra peringkat atas dunia membuka peluang bagi wakil non unggulan asal Taiwan untuk membuat kejutan dan akhirnya meraih gelar. Begitupun di sektor putri, duet Christinna/Kamilla sukses menorehkan sejarah Eropa untuk pertama kalinya. Di sektor tunggal, dominasi akhirnya menjadi milik para pebulutangkis China dan sang tuan rumah, Malaysia.

 

Jika para pebulutangkis Indonesia masih berjuang untuk bisa menempatkan wakilnya ke babak final dua turnamen Super Series terakhir, maka Korea Selatan justru kembali gagal dalam meraih gelar meskipun dari sisi kuantitas mampu menempatkan jumlah pemain kedua terbanyak setelah China.

 

Setelah pada pekan sebelumnya di kandang sendiri Korea harus puas dengan 3 gelar runner up, kali inipun para duta negeri ginseng dipaksa mengakui ketangguhan lawan-lawan mereka di partai puncak. Duet Cho Gun Woo/Shin Baek Cheol yang tampil heroik di laga sebelumnya dengan menghempas wakil China, Chai Biao/Guo Zhendong (3) justru tergelincir ketika menantang wakil Taiwan di laga pamungkas, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu.

 

Cho Gun Woo/Shin Baek Cheol

Fang/Lee yang tidak diunggulkan tertinggal lebih dulu 16-21 pada gim pertama. Namun permainan pasangan Taiwan yang lebih solid dan minim kesalahan di dua gim berikutnya memaksa Cho/Shin untuk menyerah 16-21, 16-21 dan menyerahkan mahkota juara kepada duo Taiwan.

 

Begitupun yang terjadi pada laga pamungkas ganda putri saat Ha Jung Eun/Kim Min Jung (2) menantang tandem Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Permainan Ha/Kim di babak semifinal yang ulet dan pantang menyerah saat menghadapi wakil Jepang, Shizuka/Mami kali ini justru tidak terlihat dan terpaku pada ritme permainan Christinna/Kamilla. Pasangan Denmark yang memang memiliki motivasi tinggi untuk menciptakan sejarah di turnamen ini akhirnya meredam permainan Ha/Kim dengan dua gim langsung.

 

Tidak hanya unggul dalam hal serangan, Christinna/Kamilla juga memiliki rotasi yang cukup baik dalam membendung agresi Ha/Kim dan mahir dalam mengolah bola di depan net. Meskipun Ha/Kim sempat memperkecil selisih poin dari kedudukan 11-16, 14-18 menjadi 19-20, ganda Denmark lebih dulu menamatkan gim pertama 21-19.

 

Dominasi duet Denmark kembali tak terbantahkan pada gim kedua. Selain agresif menyerang, Christinna/Kamilla yang bertubuh jangkung mampu dengan jeli melihat setiap peluang yang ada untuk mengembalikan bola di area yang tak terjaga. Unggul dengan 9-6, 14-11, 18-14, ganda Denmark akhirnya memupus mimpi Ha/Kim dengan menutup set ini, 21-18. Pekan lalu duo Korea juga hanya mampu membukukan gelar runner up meskipun sukses membuat kejutan dengan menjungkalkan unggulan teratas, Wang Xiaoli/Yu Yang di laga semifinal.

 

Duel antara sesama ganda China di sektor campuran akhirnya dimenangkan oleh Zhang Nan/Zhao Yunlei (1) dengan melangkahi Xu Chen/Ma Jin (2), 21-12, 21-9.

 

Chong Wei Puaskan Fanatisme Penggemar

 

Diiringi dengan dukungan dari para pendukungnya yang memenuhi Putra Stadium sejak babak-babak awal turnamen ini digelar, Chong Wei berhasil menyamai prestasi yang pernah diukir oleh Wang Peng Soon di era  40-an. Sementara itu Wang Yihan (1) yang pekan lalu terjungkal di empat besar, kali ini sukses merebut gelar perdananya di tahun ini.

 

Lee Chong Wei

Menghadapi wakil Jepang, Kenichi Tago, Chong Wei yang berada dalam performa terbaiknya tidak hanya mendominasi pertandingan dari sisi serangan namun juga mahir dalam mengolah bola-bola pendek di depan net. Beberapa pengembalian Tago yang tidak sempurna memudahkan Chong Wei untuk terus mencatat kemenangan telak 21-6, 21-13 dalam tempo kurang dari 40 menit.

 

Sementara itu di sektor putri yang mempertemukan sesama pemain China akhirnya dimenangkan oleh Wang Yihan (1). Wang Xin (2) yang terdominasi pada gim pertama sempat membuka peluang ketika mampu menyamakan kedudukan di angka 17 dan 19. Namun usaha gigih Wang Xin ini gagal ketika Yihan mampu menguncinya 21-19 pada set pertama dan 21-11 pada gim kedua (FI).

Result Semifinal Round Malaysia Open SS 2012 : Lagi-lagi Tanpa Wakil

Tertutup sudah peluang Indonesia untuk mengantongi gelar di turnamen Super Series kedua pada tahun 2012. Tantowi/Liliyana (4) yang diharapkan mampu mengulang prestasinya seperti pada awal kolaborasi mereka pertengahan tahun lalu, kali ini kembali tak berkutik ketika menghadapi ganda-ganda China dengan inovasi dan ramuan strategi yang selalu update. Sementara itu duet Christinna/Kamilla mencatat sejarah sebagai ganda putri Eropa pertama yang sukses menembus babak final turnamen Super Series.

 

Harapan terakhir merah putih, Tantowi/Liliyana (ToLyn) harus berjibaku dengan perebut mahkota Korea Open SS Premier 2012 yang lalu, Xu Chen/Ma Jin (2) untuk memperebutkan tiket partai final. Pertarungan keduanya relatif imbang pada gim pertama meskipun beberapa kali ToLyn sempat melakukan kesalahan yang tidak perlu.

 

Xu/Ma mulai meraih momentum gim pertama ketika mampu unggul jauh 19-14 saat ToLyn kalah agresif dan membiarkan permainan Xu/Ma terus berkembang. Penampilan yang kurang ngotot di poin-poin kritis membuat ToLyn akhirnya menyerah 17-21.

 

Tantowi/Liliyana

Pada gim kedua, ToLyn sempat mendominasi paruh awal set dan memimpin 10-7. Namun konsistensi ini kembali dibuyarkan oleh pengembalian bola-bola yang tidak sempurna dan akhirnya menguntungkan Xu/Ma. Duo China kembali melesat 17-11 dan 19-13 dan peluang itupun akhirnya lenyap ketika gim ini ditamatkan Xu/Ma 21-14.

 

Pada laga sore harinya, Zhang Nan/Zhao Yunlei (1) melengkapi kegemilangan China dengan menghempas wakil tuan rumah, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-13, 21-16. Kemenangan ini sekaligus mengamankan gelar sektor campuran ke tangan para pebulutangkis negeri tirai bambu.

 

Sementara di sektor ganda putra, dua pasangan non unggulan akan saling beradu dan memperebutkan gelar perdana Super Series mereka di tahun ini. Duet Korea, Cho Gun Woo/Shin Baek Cheol harus berjibaku ketat saat menantang Chai Biao/Guo Zhendong (3) hingga titik nadhir gim pertama dan kedua. Meskipun Cho/Shin mendominasi sebagain besar jalannya pertandingan, keuletan Chai/Guo membuat pertandingan ini menjadi menarik dan sulit ditebak. Pada akhirnya, Cho/Shin berhasil memetik kemenangan 26-24, 23-21 setelah berjuang selama hampir satu jam.

 

Tandem non unggulan lainnya yang sukses mengantongi tiket final adalah ganda Taiwan, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu. Menghadapi unggulan ke-6, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata. Pasangan Jepang yang mengontrol jalannya pertandingan gim pertama, justru harus tersungkur pada poin-poin kritis ketika tampil tidak sabar ingin segera menutup set. Memimpin dengan 18-15, Hirokatsu/Noriyasu justru harus terlangkahi 19-21.

 

Pada gim kedua, kesalahan beruntun yang dilakukan oleh Fang/Lee memudahkan ganda Jepang untuk memaksakan rubber, 21-18. Namun di set kedua, Fang/Lee sukses menunjukkan taji mereka yang sebenarnya dan tampil menekan dengan tidak memberikan kesempatan bagi pasangan Jepang untuk mengembangkan permainan. Unggul 12-7 dan 17-11, Fang/Lee akhirnya menamatkan gim ini lebih dulu 21-12 untuk menggondol tiket final Super Series perdana mereka.

 

Christinna/Kamilla Torehkan  Rekor

 

Sebagai tandem ganda campuran dengan pasangannya masing-masing, prestasi Christinna Pedersen dan Kamilla Rytter Juhl memang sudah tidak perlu diragukan. Namun sebagai pasangan ganda putri, keduanya hanya mampu mengibarkan bendera Eropa ke babak semifinal turnamen Indonesia Open SS Premier tahun lalu.

 

Ketatnya persaingan ganda putri yang saat ini didominasi oleh wakil-wakil Asia seperti China, Korea dan Jepang membuat duo Christinna/Kamilla lebih memimilih untuk berkonsentrasi di sektor campuran. Namun pada turnamen ini, Christinna Pedersen sengaja mengkonsentrasikan diri di sektor ganda bersama Kamilla dan memilih absen di nomor campuran. Strategi tersebut terbukti ampuh, tidak hanya sebagai alternatif solusi kebuntuannya bersama Joachim yang kembali ditenggelamkan oleh ganda-ganda China namun juga membuatnya mampu berkonsentrasi penuh untuk meraih hasil maksimal di sektor ganda.

 

Yixin Bao/Zhong Qianxin vs Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl

Menantang wakil China, Yixin Bao/Zhong Qianxin, duo Eropa ini mampu tampil rapi dan solid untuk membendung gempuran pasangan China. Sebaliknya, Yixin/Bao justru lebih banyak bermain salah sendiri dan tidak mampu menyajikan permainan menyerang dengan reli-reli cepat dan pertahanan sempurna yang senantiasa menjadi ciri khas gaya Asia seperti biasanya. Memanfaatkan peluang ini, Christinna/Kamilla akhirnya tak terbendung dan unggul jauh dalam perolehan poin. Dalam tempo 34 menit, keduanya mengubur impian Yixin/Zhing, 21-14, 21-13.

 

“Kita belum pernah meraih gelar juara ganda putri di turnamen Super Series, tapi kita percaya diri akan membuat rekor tersebut di Kuala Lumpur ini,” ungkap Juhl.

 

“Jalan akan menjadi lebih mudah karena Wang Xiaoli/Yu Yang tidak ikut di turnamen ini. Namun bukan berarti kita menganggap remeh lawan-lawan yang tersisa,” lanjutnya kemudian.

 

“Sejujurnya kita tidak tahu siapa lawan yang akan kita hadapi di babak semifinal namun kita hanya berkonsentrasi satu demi satu pertandingan yang kita hadapi. Saya tahu hal tersebut terdengar klise, tapi itulah yang sebenarnya,” Christinna ikut menambahkan.

 

Di babak final, Christinna/Kamilla akan menantang unggulan ke-2, Ha Jung Eun/Kim Min Jung yang berambisi besar meraih gelar perdana mereka setelah pekan lalu dikandaskan oleh wakil China di depan publik mereka sendiri. Menang 17-21, 21-15, 21-12 atas ganda Jepang, Shizuka Matsuo/Mami Naito (4), Ha/Kim akhirnya berhak untuk melaju ke partai puncak. Meskipun dari empat pertemuan sebelumnya, Christinna/Kamilla belum pernah memetik kemenangan sekalipun, keduanya tetap percaya dapat meneruskan recor sebagai ganda putri Eropa pertama yang mampu melenggang ke babak final Super Series dan akhirnya nanti akan membukukan gelar pertama (FI).

Results Semifinal Round Malaysia Open SS 2012 : Chong Wei Selangkah Samai Rekor

Legendaris asal Singapura, Wong Peng Soon pernah membuat rekor di era tahun 40-an dengan menyabet 8 gelar di turnamen Malaysia Open dimana 5 diantaranya di raih secara beruntun. Jika tahun ini Chong Wei mampu mengulang prestasi yang sama maka namanya akan sejajar dengan rekor yang pernah dibuat oleh Peng Soon tersebut.

 

Menantang wakil China, Chen Long (3), Lee Chong Wei yang mendapat dukungan penuh dari suporternya harus berjibaku tiga gim sebelum akhirnya memetik kemenangan. Chong Wei yang mendominasi gim pertama, tidak hanya memukau dalam strategi menyerang namun juga akurat dalam bermain di depan net dan menempatkan bola-bola tak terduga. Meskipun sempat tersusul diangka 18 setelah mampu unggul jauh 13-5, kematangan permainan Chong Wei membuatnya mampu mengunci Chen Long, 21-18.

 

Pada gim kedua Chong Wei sempat unggul dan mengontrol Chen Long di paruh awal set. Namun ketika memasuki poin-poin kritis, Chen Long mampu bangkit dan bermain lebih agresif sehingga memaksa Chong Wei untuk bermain rubber, 21-17.

 

“Jika tidak bermain di Malaysia, motivasi saya mungkin tidak akan setinggi ini. Dukungan penuh dari para penonton benar-benar membantu saya. Selama bola belum menyentuh tanah, saya akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya,” papar Chong Wei.

 

Strategi yang sama seperti pada gim pertama kembali berhasil diterapkan oleh Chong Wei untuk membukukan kemenangan di gim ketiga. Memimpin skor pertandingan 14-9, 18-12, Chong Wei akhirnya menutup gim ini lebih dulu 21-13 untuk meraih tiket finalnya yang ke-8. Di partai puncak, tunggal peringkat satu dunia tersebut akan menjamu wakil Jepang, Kenichi Tago. Tago melaju ke babak final setelah mendapatkan ‘tiket gratis’ dari wakil China lainnya, Chen Jin (5) yang memilih mundur saat kedudukan 2-3 di gim pertama karena cedera pada kaki kanannya.

 

“Ini bukan cedera lama. Sepertinya cedera ini timbul saat saya mendarat dari lompatan di reli-reli tadi,” ujar Chen Jin yang sempat diprotes oleh pelatih Jepang, Park Joo Bong karena terlalu lama menunda permainan.

 

“Saya tidak tahu bagian mana yang salah. Benar-benar sebuah ketidakberuntungan,” sesal Chen Jin sembari membawa tas dan meninggalkan lapangan pertandingan.

 

Jika mampu mengulang prestasinya seperti pada 4 tahun sebelumnya, Chong Wei akan mensejajarkan namanya dengan legendaris asal Singapura, Wong Peng Soon, yang sukses menggondol 8 mahkota di turnamen ini dimana 5 diantaranya diraih secara berturut-turut.

 

“Tago masih cukup muda dan dia mendapatkan keuntungan dari mundurnya Chen Jin hari ini,” ungkap Chong Wei perihal lawannya besok.

 

Wang Xin

Sementara itu di sektor putri Saina Nehwal (4) akhirnya gagal membendung hegemoni para pemain China dan menyerah 15-21, 16-21 atas tunggal nomor satu dunia, Wang Yihan. Pada babak semifinal lainnya, Wang Xin (2) menundukkan kompatriotnya, Wang Shixian (3), 21-12, 25-23 untuk memastikan diri ke laga pamungkas (FEY).

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 357 other followers