Bulutangkismania’s Weblog

February 20, 2012

Results Playoff & Final TUC 2012 Preliminary Europe : Jerman Taklukkan Denmark

Kekalahan tak terduga unggulan teratas ternyata tidak hanya terjadi di zona Asia. Tim Uber Denmark yang dikapteni oleh Juliane Schenk berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menundukkan Denmark dalam laga 5 partai. Namun sayangnya hasil membanggakan bagi tim panser tidak diikuti sektor putra. Marc Zwiebler dan kawan-kawan harus menyerah di tangan Denmark, 0-3.

 

Tim Uber Jerman lebih dulu kehilangan poin di partai pertama ketika tunggal Denmark, Tine Baun berhasil mengalahkan Juliane Schenk, 21-12, 21-17. Serangan dan permainan cantik Tine di gim pertama sulit dibendung oleh Juliane hingga akhir set. Pada poin kritis gim kedua, Juliane mampu bangkit dan menyamakan kedudukan di angka 17, namun 4 poin beruntun yang dikoleksi oleh Tine kembali membuat Juliane tersungkur, 17-21.

 

Level permainan yang berbeda antara Tine dan dua tunggal di bawahnya membuat posisi Denmark berbalik menjadi kritis. Olga Konon yang memetik kemenangan atas Karina Jorgensen, 21-13, 21-10 serta Karin Schanaase yang membungkam Line Kjaersfeldt, 23-21, 21-18. Line yang sempat bermain agresif di paruh akhir set pertama dan mendominasi, gagal mempertahankan konsistensinya di akhir set sehingga harus mengalami kekalahan.

 

Meskipun Juliane gagal meyumbang poin di sektor tunggal, pemain putri Jerman yang tampil gahar di lapangan ini mampu menyumbang poin bagi Jerman di nomor ganda bersama Birgit Michels. Birgit yang seyogyanya bersanding dengan Sandra Marinello sebagai ganda pertama, dipercah untuk mengatasi kekuatan Denmark yang rerlatif lebih baik di sektor ganda. Strategi ini ternyata cukup berhasil ketika Juliane/Birgit yang tidak diunggulkan dan tampil sebagai ganda kedua menghempas semifinalis All England 2011, Line Damkjaer/Marie Roepke, 9-21, 21-17, 21-16 dalam tempo lebih dari satu jam.

 

Pada perebutan tempat ke-3 antara Belanda dan Rusia yang menetukan lolos atau tidaknya ke putaran final, tim Oranye tampil lebih cerdik dengan memanfaatkan kelemahan Rusia di sektor tunggal dan ganda kedua. Judith Meulendijks yang tampil sebagai kapten tim, harus rela bermain rangkap di tunggal pertama dan di partai ke-4 sebagai ganda kedua bersama Selena Piek.

 

Namun ternyata hasilnya cukup menggembirakan karena dua poin yang disumbang oleh Judith atas Anastasia Propenko dan duet Anastasia Chervaykova/Anastasia Propenko, membuat Belanda akhirya unggul 3-1 atas Rusia. Satu poin lainnya disumbang oleh Patty Stolzenbach yang menekuk Tatjana Bibik, 15-21, 21-16, 21-19. Sementara itu Rusia mencuri 1 poin dari sektor ganda lewat Valeri Sorokina/Nina Vislova dengan menaklukkan Paulien/Lotte, 21-16, 21-9.

 

Berada di posisi ke-4 semakin mempertipis peluang Rusia ke putaran final karena harus beradu secara poin pemain dengan peringkat 5 zona Asia yaitu Indonesia. Sebaliknya, tiga negara yang menduduki peringkat satu hingga tiga yaitu Jerman, Denmark dan Belanda dipastikan mengontongi tiket putaran final untuk menantang China dan Korea sebagai tuan rumah dan juara bertahan, 3 wakil Asia yaitu Jepang, Thailand, dan Taiwan, satu pemenang playoff Asia  versus Eropa yaitu Indonesia, serta 1 waki masing-masing dari Oceania, Amerika, dan Afrika.

 

Denmark Masih Tak Tertandingi

 

Berbeda dengan tim putri, kekuatan tunggal putra Denmark yang lebih merata serta di atas rata-rata wakil negara Eropa lainnya membuat gelar juara tak terlepas dari genggaman. Meskipun tanpa dilengkapi sang tunggal senior, Peter Gade, Denmark yang di motori oleh Jan O Jorgensen akhirnya sukses mengalahkan tim Thomas Jerman, 3-0.

 

Jan O Jorgensen mengawali kesuksesan tim Denmark dengan menghempas tunggal pertama Jerman, Marc Zwiebler, 21-11, 21-14. Mathias/Carsten sebagai ganda pertama harus berjibaku 3 gim sebelum akhirnya mampu melumpuhkan perlawanan ganda nomor satu Jerman, Ingo Kindervater/Johannes Schoettler, 19-21, 21-11, 21-18. Hans Kristian Vittinghus yang memetik kemenangan dari Dieter Domke, 21-19, 21-15 memastikan Denmark untuk mempertahankan gelarnya sebagai negara yang terbaik di Eropa.

 

Sementara itu pada perebutan tempat ketiga, Inggris juga mengantongi kemenangan sempurna 3-0 atas unggulan ke-4, Rusia. Rajiv Ouseph yang di laga sebelumnya sempat mundur karena cedera  saat menghadapi Denmark, kali ini dipaksa bermain 3 gim oleh Vladimir Ivanov sebelum akhirnya mempersembahkan poin pertama, 7-21, 21-13, 21-19.

 

Di partai kedua, Carl Bexter mengakhiri perlawanan Ivan Sozonov 21-17, 21-19. Duet pemain senior Nathan Robertson yang menggandeng Chris Langridge di luar dugaan mampu membuat kejuatan dan melengkapi kemenangan Inggris menjadi 3-0 dengan manghempas ganda nomor dua Rusia, Vitalij Durkin/Alexandr Nikolaenko, 19-21, 21-14, 21-10.

 

Meskipun tim Thomas Rusia berada di peringkat ke-4 namun hasil ini tidak terlalu berpengaruh karena kedua tim tetap berhasil lolos ke putaran final di Wuhan. Hal ini berdasarkan pada peraturan BWF, jika juara bertahan edisi sebelumnya dan negera tuan rumah yang mengadakan perhelatan adalah sama, maka-masing-masing Asia dan Eropa mendapatkan jatah wakil 4 negara di luar sang tuan rumah/juara bertahan (FI).

February 19, 2012

Results Playoff & Final TUC 2012 Preliminary Asia : Uber Peringkat 5, Korea Ke Putaran Final

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:02 pm
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Tim Uber Indonesia akhirnya memastikan diri sebagai peringkat ke-5 babak kualifikasi zona Asia sekaligus membuka peluang untuk melaju ke putaran final bulan Mei mendatang. Sementara itu tiket terakhir putaran final Piala Thomas sukses dikantongi Korea setelah memetik kemenangan ketiga atas Taiwan, 3-2.

 

Meskipun harus kehilangan satu poin saat berjibaku menghadapi Hongkong di laga pamungkas, para srikandi merah putih akhirnya memastikan posisi teratas playoff tim Uber sekaligus menyingkirkan tiga pesaingnya, Singapura, Malaysia dan Hongkong. Firdasari membuka kemenangan pertama atas Hongkong dengan menekuk Chan Hung Yung, 21-17, 21-15. Disusul di partai kedua Maria Febe menundukkan Mong Kwan Yi, 21-11, 21-10.

 

Duet andalan Greysia/Meli harus berjibaku 40 menit untuk mennghempas ganda nomor satu Hongkong, Poon Lok Yan/Tse Ying Suet, 21-18, 21-18. Sempat tertinggal 13-18 di gim kedua, Greysia/Meli secara heroik mampu mengoleksi 8 poin beruntun untuk menutup set ini.

 

Di partai ke-4, Lindaweni yang ditantang Cheung Ngan Yi sempat menciptakan momentum setelah terdominasi sejak awal gim pertama hingga kedudukan 17-19. Tiga poin beruntun yang dikoleksi oleh Linda membuatnya berbalik unggul sekaligus menciptakan ‘match point’ 20-19. Namun pengembalian Linda yang kurang tenang membuyarkan dua kali kesempatan untuk menamatkan gim ini dan kembali tertinggal 21-23.

 

Agresivitas Cheung yang terus konsisten di gim kedua membuatnya kembali mampu mengontrol jalannya pertandingan dan perolehan poin. Meskipun Linda sempat memperkecil selisih poin menjadi 13-14 namun tak berlangsung lama ketika smash-smash dan penempatan bola tunggal Hongkong ini tidak mampu diantisipasi oleh Linda sehingga Cheung akhirnya menutup gim kedua, 21-14. Kekalahan Linda untungnya tidak menular kepada wakil srikandi Indonesia di laga pamungkas, Anneke/Nitya saat menantang dua tunggal Hongkong yang berkolaborasi, Chan Hung Yung/Mong Kwan Yi. Hanya dalam waktu 24 menit, Anneke/Nitya membukukan kemenangan telak, 21-11, 21-2.

 

“Saya sudah mendapatkan konfirmasi resmi dari BWF dan BAC bahwa kuota untuk peringkat keempat itu tetap ada. Indonesia tetap dihitung sebagai peringkat keempat di kualifikasi ini, karena China merupakan tuan rumah” kata Yacob Rusdianto, wakil manajer tim Indonesia seperti yang dilansir oleh situs PBSI.

 

Sementara itu usai menundukkan Hongkong 3-2 di laga sebelumnya, tim Uber Singapura kembali meraih kemengan 3-2 atas Malaysia yang membuat tim ini sukses menempati peringkat ke-6 di bawah Indonesia. Sementara itu kekalahan tim Malaysia 2-3 atas Hongkong di laga hari pertama membuat tim negeri jiran tersebut harus puas berada di posisi paling buncit, peringkat ke-8.

 

Di sektor putra, aroma persaingan terasa lebih ketat akibat tidak tampilnya para pemain terbaik Korea karena cedera dan perolehan poin kemenangan yang imbang antara Taiwan, India, dan Thailand. Tunggal andalan Korea, Lee Hyun Il di luar dugaan kalah dari wakil India, Kashyap Parupalli, 18-21, 17-21 membuat Korea harus kehilangan angka perdananya.

 

Namun di tiga partai selanjutnya, Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun, Shon Wan Ho, dan pasangan Yee Yeon Seong/Shin Baek Cheol akhirnya memastikan kemenangan ketiga Korea di babak playoff sekaligus memastikan tiket ke putaran final perebutan Piala Thomas di Wuhan bulan Mei mendatang. Korea melengkapi slot 3 wakil Asia lainnya yang sudah lolos terlebih dulu, Jepang, Indonesia dan Malaysia serta sang tuan rumah sekaligus juara bertahan, China.

 

Kemenangan Taiwan 5-0 atas Thailand membuat posisi negara tersebut naik dari peringkat terbawah menjadi posisi ke-6 di bawah Korea. Meskipun sama-sama mengumpulkan satu angka kemenangan bersama Thailand dan India, jumlah poin agregat Taiwan yang lebih banyak membuatnya mampu mengalahkan dua pesaingnya. Meskipun India sempat dikalahkan Thailand di laga sebelumnya, jumlah poin agregat menang-kalah India yang lebih banyak membuatnya 1 peringkat lebih baik dibandingkan sang juru kunci, Thailand.

 

China Menjadi Yang Terbaik

 

Jika tim Uber China mampu ditundukkan oleh Jepang pada laga pamungkas, nasib berbeda diukir oleh tim Thomas Jepang saat menjamu negara yang sama. Tanpa dilengkapi beberapa wakil terbaiknya, Keninchi Tago dan duo Hirokatsu/Noriyasu, Jepang akhirnya menyerah 0-3.

 

Sho Sasaki yang berjuang di partai pertama menghadapi Chen Long sebenarnya mampu menyajikan permainan menarik dan berimbang. Meskipun senentiasa tertinggal di paruh awal gim pertama, keuletan Sasaki membuatnya mampu menyamakan kedudukan di angka krusial 18-18. Namun meskipun mampu menyaingi permainan Chen Long di depan net, agresi Chen Long yang terus menekan membuatnya mampu menutup gim ini lebih dulu, 21-19.

 

Tempo serangan Chen Long kiam meningkat pada gim kedua. Pukulan smash overhead yang menjadi andalannya, beberapa kali sempat menyulitkan Sasaki dan menghasilakan poin demi poin. Persaingan di gim kedua yang tidak berlangsung seketat set pertama, memudahkan Chen Long untuk menutup gim kedua, 21-16.

 

Duet Chai Biao/Guo Zhendong menambah keunggulan China atas Jepang setelah sukses menjungkalkan Shoji Sato/Naoki Kawamae, 21-17, 22-20. China akhirnya memastikan peringkat teratas setelah di partai ketiga, Du Pengyu berhasil melibas Kazushi Yamada, 21-12, 21-11 (FEY).

Results Semifinal TUC 2012 Preliminary Europe : Belanda dan Rusia Berebut Tiket

Berbeda dengan tim Thomas Eropa yang sudah memastikan 4 semifinalisnya ke putaran final bulan Mei mendatang, tim Uber Eropa harus berjibaku memperebutkan 3 jatah tiket yang tersisa karena peringkat 4 zona Eropa harus beradu secara ranking dengan peringkat ke-5 kualifikasi zona Asia.

 

Tim putra dan putri Denmark dan Jerman boleh berbangga diri karena tidak hanya mampu meloloskan diri ke putaran final bulan Mei mendatang namun juga tampil sebagai yang terbaik untuk saling beradu di partai puncak. Denmark yang turun dengan kekuatan terbaiknya di turnamen ini sukses menghantam Inggris 3-0. Sementara itu Jerman menyingkirkan tim Thomas Rusia 3-1.

 

Jan O Jorgensen membuka kemenangan negeri skandinavia tersebut dengan menenkuk Rajiv Ouseph 21-19. Di babak kedua, Rajiv memutuskan untuk mundur karena cedera yang dialaminya. Pasangan ganda terbaik Eropa, Mathias/Carsten melengkapi kejayaan Denmark dengan menghentikan perlawanan Chris Adcock/Andrew Ellis, 21-13, 21-13. Di partai ke-3, Hans Kristian Vittinghus harus bejuang tiga gim untuk melangkahi Carl  Bexter, 13-21, 21-18, 21-18.

 

Di lapangan yang bebeda, Marc Zwiebler dan kawan-kawan juga sukses membungkam Rusia 3-1 dan hanya kehilangan satu poin di ganda kedua ketika andalan Rusia, Vitalij Durkin/Alexandr Nikolaenko berhasil mengatasi perlawanan Michale Fuchs/Oliver Roth, 21-16, 21-16.

 

Hasil ini mempertemukan Denmark dan Jerman di partai puncak sementara itu Inggris dan Rusia akan memperebutkan posisi 3 dan 4. Meskipun hasil ini sudah tidak berpengaruh karena secara otomatis ke-4 negara semifinalis akan lolos ke putaran final, masing-masing negara tetap berusaha turun dengan formasi terbaiknya untuk membutikan diri sebagai yang terbaik di Eropa.

 

Berbeda dengan sektor putra, tim putri Denmark, Jerman, Belanda dan Rusia harus berjibaku ketat karena hanya mampu meloloskan tiga wakilnya ke putaran final. Meskipun peringkat ke-4 masih memiliki peluang untuk melenggang namun harus diadu secara ranking dengan peringkat ke-5 zona Asia, yang kemungkinan besar akan ditempati oleh Indonesia.

 

Unggulan teratas Denmark yang belajar dari kesalahan sebelumnya ketika nyaris disingkirkan oleh Ukraina kali ini turun dengan formasi terbaiknya saat menghadapi Rusia untuk memperebutkan tiket partai final. Tine Baun menghentikan perlawanan Anastasia Propenko, 21-9, 21-12 yang dilengkapi oleh kemenangan Christinna/Kamilla, 21-15, 21-16 atas Anastasia Chervaykova/Nina Vislova. Karina Jorgensen yang turun di partai ketiga harus berjuang keras untuk mengalahkan Tatjana Bibik, 24-22, 16-21, 21-16.

 

Tidak hanya sukses di nomor putra, sekto putri Jerman juga dapat tersenyum lega setelah memastikan diri ke babak final dengan menundukkan Belanda 3-1. Meskipun harus kehilangan poin perdana ketika Juliane Schenk secara mengejutkan menyerah kepada Judith Meulendijks, 17-21, 19-21, namun tunggal pertama Jerman tersebut berhasil membalas kekalahannya di nomor ganda bersama Johanna Goliszewski dengan menundukkan Selena/Ilse, 21-17, 21-13.

 

Di dua partai sebelumnya, Sandra Marnello/Birgit Michels yang menjungkalkan Paulien Van Dooremalen/Lotte Jonathans 21-19, 21-18 serta Olga Konon yang memetik kemenangan 21-14, 21-6 atas Patty Stolzenbach menyumbang dua poin kemenangan untuk tim Jerman.

 

Hasil ini mempertemukan Denmark dan Inggris di partai puncak serta Belanda dan Rusia untuk saling memperebutkan peringkat ke-3. Peluang Belanda dan Rusia akan sama-sama terbuka di tiga partai terakhir mengingat tunggal pertama Belanda, Judith Meulendijks, dan pasangan ganda pertama Rusia, Valeri Sorokina/Nina Vislova, memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih poin (FI).

Results Playoff TUC 2012 Preliminary Asia : Thomas Peringkat Ke-3

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 6:33 am
Tags: , , , , , , , , , ,

Menghadapi formasi ‘nyeleneh’ tim negeri jiran, tim Thomas Indonesia akhirnya memetik kemenangan 3-2 meskipun harus dihiasi dengan cedera engkel yang dialami oleh Simon Santoso dan tunggal dadakan Malaysia di partai ke-5, Koo Kien Keat. Sementara itu dengan materi pemain rangkap dan seadanya, Korea semakin dekat menuju tiket ke-4 zona Asia setelah memetik kemenangan 4-1 atas Thailand.

 

Minimnya apresiasi federasi bulutangkis Asia terhadap kualifkasi zona Asia Thomas & Uber Cup 2012 membuat acara ini seolah-olah hanya menjadi formalitas untuk lolos ke putaran final bulan Mei mendatang. Tidak hanya dikejutkan dengan diperbolehkannya China sebagai juara bertahan Piala Thomas 2010 sekaligus merangkap tuan rumah tahun ini untuk ikut ambil bagian, apresiasi terhadap negara yang menjuarai turnamen ini juga kurang sehingga utusan para pemain yang datang dan negara-negara yang sudah lolos ke putaran final terkesan tidak serius dan bermain seadanya.

 

Hal ini berbeda kontras dengan persaingan di benua Eropa yang menjadikan ajang ini sekaligus sebagai pertandingan beregu Kejuaraan Eropa. Sehingga tidak hanya memikat banyak negara untuk ikut ambil bagian yang membuat turnamen menjadi lebih kompetitif, apresiasi terhadap negara yang berhasil menjadi juara juga cukup besar dengan meskipun sudah dapat diprediksi bahwa akan sulit untuk bisa menyaingi sang juara bertahan, Denmark.

 

Cedera engkel kanan yang dialami oleh Simon Santoso saat menghadapi tunggal ke-3 Malaysia, Daren Liew  di partai pertama memaksanya harus mundur saat kedudukan 2-7 saat permainan baru berlangsung selama 4 menit.

 

“Mulai terasa sakit ketika berlatih kemarin, sudah diperiksa dokter dan istirahat satu hari, tapi ternyata masih terasa sakit” kata Simon seperti yang dilansir oleh situs PBSI.

 

Indonesia semakin tertinggal ketika di laga kedua, duet senior Alvent/Hendra AG gagal mengatasi perlawanan kolaborasi dadakan Malaysia, Hoon Thien How/Goh V  Shem dan menyerah dua gim langsung, 14-21, 18-21. Beruntung di tiga partai selanjutnya Indonesia berhasil memanfaatkan kelemahan Malaysia yang memang tidak turun dengan kekuatan terbaiknya setelah memastikan diri lolos ke putaran final.

 

Tommy Sugiarto membuka jalan bagi Indonesia dengan mengantongi kemenangan atas Arif Abdul Latif, 21-15, 21-7. Duo andalan Markis/Hendra membuat kedudukan imbang 2-2 setelah mengalahkan Lim Khim Wah/Teo Kok Siang, 21-16, 21-13. Hayom Rumbaka yang turun di partai terakhir tidak menemui banyak kesulitan saat mengatasi tunggal dadakan Malaysia, Koo Kien Keat, 21-8, 21-9.

 

Sementara itu pada perebutan peringkat ke 5, banyaknya pemain Korea yang belum pulih dari cedera tidak menyurutkan motivasi sang negeri ginseng untuk lolos ke putaran final bulan Mei mendatang meskipun memaksa untuk bermain rangkap. Di sisi lain, Korea juga sangat diuntungkan ketika tiga negara pesaing lainnya, Taiwan, Thailand dan India tidak turun dengan formasi terbaiknya.

 

Setelah bersaing sengit di laga pertama kemarin dengan menekuk Taiwan 3-2, kali ini tim negeri ginseng memupuskan perlawanan Thailand, 4-1. Thailand yang tidak dilengkapi oleh pemain senior, Boonsak Ponsana,  serta duet Sudket/Songphon memuluskan jalan Korea menuju tiket putaran final. Lee Hyun Il memetik angka pertama setelah unggul 21-16, 21-12 atas Tanongsak Saensomboonsuk. Di tunggal kedua, Shon Wan Ho menghempas Suppanyu Avihingsanon, 21-18, 21-8.

 

Hong Ji Hoon memastikan kemenangan Korea setelah melibas Pakkawat Vilailak 21-19, 22-20. Meskipun Thailand mampu mencuri poin dari ganda pertama Korea, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong, lewat duet andalan masa depan Thailand, Maneepong Jongjit/Bodin Issara, 21-14, 10-21, 21-16, kolaborasi dadakan Lee Yong Dae/Hong Ji Hoon akhirnya menambah poin kemenangan bagi Korea dengan mengalahkan Patipat/Nipitphon, 15-21, 21-16, 21-17.

 

Di lapangan yang berbeda, kekalahan Taiwan atas India 2-3 kian melorotkan posisi Taiwan sebagai juru kunci peringkat 8. Dua angka kemenangan Taiwan disumbang oleh Hsu Jen Hao sebagai tunggal pertama dan duet andalan, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu (FEY).

Results Final & Playoff TUC 2012 Preliminary Asia : Singapura Amankan Posisi Indonesia

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 6:28 am
Tags: , , , , , , , , , ,

Kemenangan 3-2 tim Uber Singapura atas Hongkong tidak hanya berdampak positif dari persiapan mental namun juga sekaligus memuluskan pencapaian target posisi ke-5 jika seandainya terjadi skenario terburuk saat menjamu Hongkong. Sementara itu kejutan besar terjadi saat unggulan teratas China dibungkam oleh para pebulutangkis putri Jepang 2-3.

 

Meskipun dua ganda andalan merah putih, Greysia/Meli dan Anneke/Nitya sempat berjibaku tiga set menghadapi ganda muda Malaysia, Woon Khe Wei/Vivian Kah Muh serta kolaborasi baru Chien Eei Hui/Goh Liu Ying, para srikandi akhirnya kembali mencatat kemenangan sempurna 5-0 yang kian mendekatkan tim Uber Indonesia pada target lolos ke putaran final bulan Mei mendatang.

 

Adriyanti Firdasari membuka peluang Indonesia setelah memetik kemenangan telak atas Lydia Cheah yang dimajukan sebagai tunggal pertama, 21-7, 21-13. Ansipasi bola-bola yang akurat serta agresivitas untuk terus menekan membuat perlawanan Firda menjadi tak terbendung. Di partai kedua, Greysia/Meli sempat kehilangan set kedua 18-21 setelah unggul 21-15 pada gim pertama saat menghadapi duet Woon Khe Wei/Vivian Kah Muh.

 

Meskipun mampu memimpin hingga kedudukan 13-9 dan 15-12 di gim kedua, Greysia/Meli justru beberapa kali gagal membendung serangan-serangan pasangan Malaysia ketika menginjak ke poin-poin kritis. Beruntung di gim ketiga konsistensi Greysia/Meli kembali teruji dan pasangan merah putih mampu mengembalikan ritme pertandingan seperti pada gim pertama untuk terus menekan sebelum akhirnya memetik kemenangan 21-15.

 

Maria Febe di partai ketiga memastikan kemenangan tim Uber Indonesia atas Malaysia setelah sukses menumbangkan Sannatasah Saniru, 21-13, 21-18. Pada dua partai berikutnya yang sudah tidak menentukan lagi, Anneke/Nitya sempat terpaku pada pola permainan kolaborasi dadakan Malaysia, Chin Eei Hui/Goh Liu Ying sehingga tertinggal 11-21. Namun ketika berhasil mengembangkan permainan sendiri, dominasi keduanya tak terbendung, 21-8, 21-16. Lindaweni melengkapi kemenangan sempurna Indonesia atas Malaysia di laga pamungkas dengan menghempas Yang Li Lian, 21-10, 21-9

 

Di lapangan yang berbeda, Singapura yang di hari sebelumnya mampu ditekuk 5-0 oleh Indonesia berhasil mengatasi perlawanan Hongkong 3-2. Meskipun harus kehilangan dua poin di sektor tunggal, Gu Juan, Shinta/Yao Lei dan Chen Jiayuan/Thg Thing Thing akhirnya mengantarkan tim negeri singa tersebut unggul atas Hongkong.

 

Hasil ini sekaligus merupakan kabar gembira bagi tim Uber Indonesia yang akan menantang Hongkong di pertandingan terakhir untuk memperebutkan peringkat 5. Selain meningkatkan mental pemain karena Singapura menggilas Hongkong dengan formasi pemain yang sama ketika dikalahkan Indonesia, kemenangan Singapura juga mampu mengantisipasi skenario terburuk seandainya Indonesia dikalahkan oleh Hongkong. Peluang Indonesia untuk menempati peringkat 5 masih tetap terbuka apabila secara agregat poin menang-kalah para srikandi lebih baik dari tiga negara pesaingnya.

 

Jepang, Ancaman Kedua China

 

Setelah pada edisi sebelumnya Korea mampu membuat kejutan dengan mengalahkan China di putaran final laga pamungkas, kali ini giliran Jepang yang menjadi ancaman kedua bagi China setelah gagal menempati peringkat teratas kualifikasi zona Asia meskipun kali ini tidak diikuti oleh para pebulutangkis terbaiknya.

 

Pada perebutan peringkat teratas, kejutan besar terjadi saat unggulan pertama, China yang menantang Jepang gagal memetik kemenangan. Tertinggal 2-0 di partai awal, anak-anak asuhan Park Joo Bong ini tidak lantas menyerah dan memanfaatkan kelemahan China di tiga partai selanjutnya. Eriko Hirose membuka aksi heroik atas Liu Xin dengan menyajikan permainan ketat di gim pertama. Setelah sempat terjadi saling mengejar poin, Eriko mampu menamatkan gim ini, 25-23.

 

Kekalahan telak 12-21 di gim kedua dibalas dengan manis oleh Eriko di set ketiga 21-16 sekaligus mempersembahkan poin pertama atas China. Duet Shizuka/Mami menyamakan kedudukan tim negeri sakura atas China dengan menundukkan pasangan Cheng Shu/Pan Pan, 21-14, 21-16. Selain unggul dari sisi serangan dan pertahanan, Shizuka/Mami juga bermain cantik dalam penempatan bola-bola di depan net.

 

Di partai yang paling menentukan, sang kuda hitam Minatsu Mitani berhasil mengejutkan sang negeri tirai bambu dengan tampil ulet dan tanpa beban saat menjamu mantan pemain nomor satu China, Wang Lin. Hanya dalam waktu 40 menit, Mitani mengubur Wang Lin 21-19, 21-14. Hasil ini sekaligus menjadi peringatan kedua bagi tim Uber China karena pada putaran final nanti Korea tidak akan menjadi satu-satunya juara bertahan yang harus dikalahkan namun juga harus mampu mengantisipasi perlawanan para putri negeri Jepang.

 

Thailand akhirnya sukses menempati peringkat ke-3 setelah mengalahkan Taiwan, 3-2. Tiga pemain muda sang negeri gajah putih, Ratchanok Inthanon, Porntip Buranaprasertsuk dan Nichaon Jindapon menjadi pahlawan Thailand meskipun harus kehilangan dua poin di sektor ganda. Inthanon menekuk tunggal terbaik Taiwan, Cheng Shao Chieh, 21-19, 21-13, sedangkan Porntip melalui pertarungan melelahkan tiga set akhirnya mengandaskan tunggal Taiwan yang saat ini menjadi bintang, Tai Tzu Ying, 21-18, 26-28, 21-19.

 

Nichaon Jindapon akhirnya membuat Thailand unggul 3-2 setelah melumpuhkan  Pai Hsiao Ma, 19-21, 21-17, 21-19. Dua kekalahan Thailand diderita oleh  Duanganong/Kunchala atas duet senior Taiwan, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin, 15-21, 11-21, sedangkan Savitree/Somari dijegal Wang Pei Rong/Hsieh Pei Chen, 21-17, 21-13 (FI).

February 18, 2012

Results Quarterfinal TUC 2012 Preliminary Europe : Tiga Pilar Eropa

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:25 am
Tags: , , , , , , , ,

Denmark, Jerman dan Rusia sukses mengantarkan tim putra dan putrinya ke babak semifinal kuaifikasi Thomas & Uber Cup 2012 zona Eropa. Sementara itu Inggris hanya mampu meloloskan sektor putranya sedangkan tim oranye yang dimotori oleh Judith Meulendijks menundukkan sang kuda hitam Swiss untuk meraih tiket empat besar.

 

Tiket pertama babak semifinal kualifikasi piala Thomas zona  Eropa langsung dikantongi oleh unggulan teratas Denmark yang mengatasi perlawanan Polandia 3-0. Hanya dalam waktu kurang lebih 1,5 jam absennya sang tunggal pertama Peter Gade, tidak mengurangi kejayan Jan O Jorgensen dan kawan-kawan untuk membendung perlawanan Polandia.

 

Jorgensen membuka kemenangan Denmark dengan menundukkan Przemyslaw Wacha, 21-17, 21-15 disusul oleh duo Mads Conrad/Jonas Rasmussen yang menghempas Lukasz Moren/Wojciech Szkudlarczyk, 21-14, 21-14. Tunggal kedua Denmark, Hans Kristian Vittinghus melengkapi dominasi Denmark atas Polandia ketika menghempas Hubert Paczek, 21-13, 21-8.

 

Sementara itu tim Thomas Inggris yang diunggulkan di tempat ke-4 sempat kehilangan satu poin di sektor tunggal ketika menghadapi Ukraina (8). Vladislav Druzchenko sukses membungkam Ben Beckman, 21-16, 19-21, 21-13. Beruntung dengan kekuatan dua tunggal utama dan dua ganda yang lebih matang dalam pengalaman, Inggris mampu mengungguli Ukraina 3-1. Di laga selanjutnya, Inggris akan menemui lawan tangguh, Denmark untuk memperebutkan tiket final sekaligus mengamankan tiket putaran final Piala Thomas bulan Mei mendatang.

 

Semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan ke-2, Jerman dan tim Thomas Rusia (4). Jerman harus berjuang 5 partai sebelum meraih kemenangan 3-2 atas Belanda setelah tunggal kedua, Dieter Domke di kalahkan Dicky Palyama serta ganda kedua, Michael Fuchs/Oliver Roth gagal mengimbangi perlawanan Jacco Arends/Jelle Maas, 21-19, 13-21, 16-21.

 

Beruntung sang tunggal andalan, Marc Zwiebler mampu mengatasi Eric Pang 21-17, 19-21, 21-13 disusul oleh kemenangan pasangan ganda Ingo Kindervater/Johannes Schoettler atas Joritt/Dave, 21-16, 21-9. Marcel Reuter yang tampil sebagai tunggal ke-3 menjadi pahlawan tim Jerman usai menundukkan Nick Fransman, 21-15, 21-14.

 

Sementara itu Rusia melenggang usai meraih kemenangan atas Perancis 4-1. Satu-satunya poin yang berhasil dicuri Perancis ketika Mathieu Lo Ying Ping menundukkan Ivan Sozonov dengan skor ketat, 21-19, 22-20.

 

Ukraina Curi Poin

 

Optimis dengan dua kekuatan gandanya, Denmark nyaris kecolongan di sektor tunggal ketika Karina Jorgensen dan Line Kjaersfeldt takluk atas tim yang dikapteni oleh Larisa Griga ini. Di lapangan yang berbeda, Belanda pun harus berjibaku keras untuk menyingkirkan tim Uber Swiss yang sempat menjadi kuda hitam di babak penyisihan grup ketika menyingkirkan sang unggulan Inggris 3-2.

 

Dua ganda Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl dan Marie Roepke/Line Damkjaer memang sudah tidak diragukan lagi kematangan jam terbangnya, bahkan untuk kelas dunia sekalipun. Namun di sektor tunggal, Denmark tidak memiliki kekuatan yang imbang antara Tine Baun dan pebulutangkis di bawahnya.

 

Peluang ini berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Ukraina ketika Denmark mengabsenkan Tine sehingga Karina Jorgensen tampil sebagai tunggal pertama. Menghadapi Larisa Griga yang pernah dikalahkannya dua kali berturut-turut di tahun 2011, Karina justru tampil tidak maksimal dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Tidak seperti saat bermain individual, Karina justru terbebani sebagai tunggal pertama dan gagal mengembangkan permainanannya. Akibatnya, Larisa menyudahi perlawanan Karina dengan relatif mudah, 21-13, 21-18.

 

Beruntung di partai kedua Camilla Sorensen mampu tampil lebih lepas dan sukses menundukkan Marija Ultina, 21-16, 21-19. Di partai ketiga, Ukraina kembali mencuri poin kedua lewat Natalya Voytsekh yang melibas Line Kjaersfeldt, 21-18, 21-19. Dalam posisi tertinggal, Denmark yang menurunkan dua ganda terbaiknya, Christinna/Kamilla dan Line/Marie akhirnya mencatat kemenangan telak sehingga kembali unggul 3-2 dan berhak melaju ke babak semifinal.

 

Di babak selanjutnya, Denmark akan menantang lawan yang lebih tangguh yaitu Rusia (4). Jika tidak berhati-hati dan menurunkan formasi yang tepat, tunggal Rusia yang lebih merata bisa saja membuat kejutan atas unggulan teratas tersebut.

 

Rusia sendiri melaju ke semifinal setelah meraih kemenangan 3-1 atas Bulgaria. Satu-satunya poin yang lepas dari genggaman terjadi pada partai tunggal pertama ketika Anastasia Propenko gagal mengatasi Petya Nedelcheva dan menyerah 17-21, 21-23.

 

Sementara itu semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan ke-2 Jerman dan tim Uber Belanda (3) yang nyaris mengalami nasib serupa dengan Inggris ketika menjamu sang kuda hitam, Swiss. Jerman tampil perkasa dengan mencatat kemenangan telak 3-0 atas tim Uber Perancis yang di gawangi oleh Pi Hongyan. Tanpa kehilangan satu gimpun, Jerman akhirnya mengantongi tiket empat besar dan optimis ke partai puncak.

 

Meskiupun harus berjuang hingga partai ke-5 saat menghadapi Swiss, Belanda akhirnya membuka peluang untuk melaju ke putaran final Piala Uber di Wuhan bulan Mei mendatang setelah sukses menempatkan tiket semifinal. Meskipun perjuangan masih belum selesai, Judith Meulendijks dan kawan-kawan yang nyaris terjungkal ketika di partai ke-4 bersaing ketat dengan Swiss hingga rubber set.

 

Judith membuka pintu kemenangan perdana Belanda atas Swiss ketika mengalahkan Jeanine Cicognini, 21-19, 21-15. Tim oranye yang terpaksa mengabsenkan Yao Jie karena cedera kembali tertinggal 1-2 ketika dua tunggal Swiss, Sabrina Jaquet dan Nicole Schaller menumbangkan Patty Stozenbach dan Soraya De Visch.

 

Partai ke-4 yang menjadi penentu berlangsung sangat seru antara ganda kedua Belanda, Selene Piek/Iris Tabeling menghadapi kolaborasi dua pemain tunggal Swiss, Jeanine Cicognini/Sabrina Jacquet. Saling mengejar poin berlangsung dari awal gim pertama hingga kedudukan 10-10. Meskipun Jeanine/Sabrina mampu mengoleksi 6 poin beruntun dan unggul jauh, keuletan Selena/Iris membuat keduanya mampu menyamakan kedudukan dan akhirnya berbalik unggul 25-23.

 

Meskipun pertandingan gim kedua tidak berjalan seketat gim pertama, aksi heroik justru ditunjukkan oleh ganda Swiss ketika mampu membalikkan keadaan 7-10 dan 12-15 berbalik unggul dan memaksa rubber set, 21-16.

 

Selena/Iris kembali mendominasi gim ketiga dan unggul dalam prolehan poin. Namun momentum untuk menciptakan sejarah bagi Swiss sempat terbuka ketika Jeanine/Sabrina menyentuh ‘match point’ lebih dulu 20-19. Selena/Iris yang bermain lebih tenang akhirnya kembali membalikkan keadaan 22-20 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

 

Di partai kelima, Pauline Van Dooremalen/Lotte Jonathans yang lebih kaya pengalaman tanpa banyak kesulitan menyudahi perlawanan duet Mario/Nicole, 21-11, 21-12  untuk mengantarkan Belanda ke babak semifinal.

Results Semifinal & Playoff TUC 2012 Preliminary Asia : Uber Tundukkan Singapura

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 6:25 am
Tags: , , , , , , , , ,

Di hari pertama babak playoff antara 4 negara, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Hongkong, para srikandi merah putih mencatat kemenangan meyakinkan dengan menggunduli Singapura 5-0. Sementara itu tim Thomas yang sudah mengantongi tiket ke putran final justru tidak tampil ngotot saat menjamu unggulan teratas, China.

 

Meskipun tiga tunggal merah putih harus berjibaku tiga set untuk menaklukkan para pemain Singapura yang memang memiliki kekuatan relatif merata di sektor tunggal. Adriyanti Firdasari yang menantang Gu Juan di partai pertama sempat kehilangan gim kedua 10-21 setelah memetik kemenangan 21-11  pada gim pertama. Namun motivasi yang kuat untuk menang seperti pada dua pertandingan sebelumnya, membuat Firda mampu mengontrol jalannya pertandingan gim ketiga dan mencatat hasil gemilang, 21-16.

 

Di partai kedua, Greysia/Meli yang di pertandingan sebelumnya sempat melempem saat menjajal kekuatan China, kali ini sukses memperbaiki performanya ketika menghadapi duo Singapura, Yao Lei/Shinta Mulia Sari. Setelah beradaptasi di paruh awal gim pertama, Gerysia/Meli mampu meluncur dengan 16-11 dan 20-13. Meskipun sempat kehilangan 3 poin, merah putih menamatkan gim ini lebih dulu, 21-16.

 

Gim kedua berjalan lebih dramatis ketika Greysia/Meli yang unggul 18-13 mampu tersusul dan balik tertinggal 18-20. Kedua pasangan yang bermain lebih agresif dibandingkan gim pertama, membuat reli-reli berlangsung seru dan cukup lama. Ketenangan permainanan Greysia/Meli di poin-poin kritis membuat merah putih mampu membukukan poin 22-20 terlebih dahulu dan memupuskan harapan Singapura untuk bermain rubber.

 

Maria Febe yang kembali dilirik paska tampil memukau saat menghadapi China kemarin juga tertular sukses ketika mengadapi tunggal kedua Singapura, Fu Mingtian. Meskipun harus bermain tiga set setelah kehilangan gim kedua 17-21 dan unggul 21-16 di gim pertama, Febe berhasil mendominasi gim ke-3 dan tak tersentuh setelah memimpin 10-5 untuk kemudian mencatat kemenangan 21-12.

 

“Dari awal saya sudah percaya diri menghadapi Fu Mingtian, karena sudah pernah menang dan saya merasa cocok dengan bola-bolanya. Pada game kedua saya sempat menang angin, jadi banyak bola yang keluar,” ujar Febe usai pertandingan seperti yang dilansir oleh situs PBSI.

 

Duet Anneke/Nitya melengkapi kemenangan srikandi merah putih di partai ke-4 saat menghadang Chen Jiayuan/Thng Thing Thing. Hanya dalam tempo kurang dari 3 menit, Anneke/Nitya memetik kemenangan 21-5, 21-16. Di laga pamungkas, Lindaweni menyudahi permainan Xing Aiying dengan rubber gim, 18-21, 21-12, 21-16

 

Kesuksesan pada pertandingan kali ini membuat manajer akhirnya memutuskan bahwa saat menantang Malaysia di laga selanjutnya, tim Uber Indonesia akan menggunakan format yang sama. Sementara itu Malaysia yang menelan kekalahan 2-3 di laga perdananya saat menjamu Hongkong akhirnya mengandalkan satu-satunya ‘kartu truf’ yang tersisa yaitu menundukkan Indonesia.

 

Dengan semangat ini tim negeri jiran pun akhirnya mengubah formasi pemain dengan mengistirahatkan Tee Jing Yee dan menaikkan Lydia Cheah menjadi tunggal pertama. Di sektor ganda, catatan dua kali kemenangan peraih mahkota Indonesia Open GP Gold 2011, Woon Khe Wei/Vivian Kah Mun atas duet Greysia /Meli menginspirasi Malaysia untuk menaikkan pasangan ini sebagai ganda pertama serta melebur duo Wong Pei Tty/Chin Eei Hui untuk membuka peluang di ganda kedua. Chin Eei Hui akhirnya disandingkan dengan Goh Liu Ying untuk mengantisipasi pasangan Anneke/Nitya yang memang menunjukkan performa lebih konsisten di beberapa turnamen terakhir.

 

Sementara itu di babak playoff sektor putra, tim Thomas Korea yang harus mengabsenkan Park Sung Hwan dan Jung Jae Sung karena cedera harus berjibaku ekstra ketat untuk menaklukkan Taiwan 3-2. Cedera yang dialami oleh Shin Baek Cheol saat menghadapi Lee Sheng Mu/Lin Yu Lang di gim pertama, tidak hanya membuat Korea harus rela menyerahkan poin kemenangan kepada Taiwan namun juga memaksa negeri ginseng ini untuk merangkapkan tunggal ke-3, Hong Ji Hoon bersama Lee Yong Dae di ganda kedua.

 

Lawan yang lebih tangguh yaitu Thailand akan menjadi target Korea di babak selanjutnya. Namun tidak dimasukkannya para pemain senior negeri gajah putih, Boonsak Ponsana, Sudket Prapakamol dan Songphon Anugritawayon ke dalam list pemain saat menjamu sang negeri ginseng menjadi peluang tersendiri bagi Korea yang saat ini tengah dilanda krisis pemain karena cedera. Padahal di laga perdana hari ini, Thailand mampu membukukan kemenangan manis atas tim Thomas India, 3-2.

 

Tak Tampil Ngotot

 

Terpenuhinya target melaju ke putaran final oleh tim Thomas Indonesia membuat merah putih tidak tampil dengan kekuatan terbaiknya saat menjamu China di babak semifinal. Strategi yang sama juga diterapkan oleh Malaysia ketika menantang Jepang dengan mengistirahatkan dua pilar utama mereka, Lee Chong Wei dan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.

 

Menghadapi China di babak semifinal, tim Indonesia menaikkan Taufik Hidayat sebaga tunggal pertama dengan memarkirkan Simon Santoso. Meskipun seperti yang telah diprediksi sebelumnya, Taufik akhirnya tidak mampu mengimbangi permainan Chen Long dan mencatat kekalahan 13-21, 8-21. Peluang untuk menjajal kekuatan China juga masih diberikan kepada pasangan Mohammad Ahsan/Bona Septano yang di laga sebelumnya tidak mampu meraih hasil yang maksimal.

 

Ahsan/Bona yang menantang Chai Biao/Guo Zhendong hanya mampu mengimbangi permainan pasangan China namun kalah ulet dalam agresivitas serangan dan permainan di depan net. Dalam tempo 37 menit, Chai/Guo menyudahi perlawanan Ahsan/Bona, 21-17, 21-12. Tommy Sugiarto yang turun di partai ketiga melengkapi kekalahan tim Thomas Indonesia saat ditantang oleh Chen Jin, 14-21, 8-21.

 

Tertinggal 0-3 atas tim China memupuskan kesempatan untuk mengevaluasi kolaborasi baru, Alvent Yulianto/Hendra Setiawan yang diskenariokan turun di laga ke-4 menghadapi Liu Xiaolong/Qiu Zihan. Di pertandingan selanjutnya untuk memperebutkan posisi 3-4, Indonesia akan menghadapi Malaysia yang juga sama-sama menelan kekalahan 0-3 atas tim Thomas Jepang.

 

Menggunakan strategi yang sama seperti Indonesia, tim Thomas negeri jiran mengistirahatkan tunggal terbaik mereka, Lee Chong Wei serta pasangan ganda Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Posisi ganda pertama akhirnya di tempati oleh Lim Khim Wah/Goh V Shem yang menuai hasil gamilang saat menjamu Korea di laga sebelumnya sedangkan posisi Koo Kien Keat diganti oleh Hoon Thien How untuk berduet dengan Tan Boon Heong di ganda kedua.

 

Menghadapi Jepang dengan formasi terbaiknya, Malaysia hanya mampu mencuri 1 set di ganda pertama saat Lim/Goh menantang duo Noriyasu Hirata/Hirokatsu Hashimoto. Namun secara keseluruhan, Jepang akhirnya mencatat kemenangan 3-0 dan berhak untuk menantang China di babak final.

 

Kesuksesan tim putra Jepang juga diikuti oleh sektor putri meskipun harus melewati jalan yang lebih panjang saat menjamu tim Uber Thailand. Eriko Hirose dan Ai Goto yang turun sebagai tunggal pertama dan kedua gagal meredam perlawanan Ratchanok Inthanon dan Porntip Buranaprasertsuk sehingga membuat tim Uber negeri sakura harus tertinggal 0-2. Beruntung di partai ke-3, Minatsu Mitani berhasil memperpanjang nafas Jepang ketika menundukkan Sapsire Taerattanachai, 21-15, 19-21, 21-16.

 

Permainan memukau dua ganda, Shizuka/Mami dan Satoko/Miyuki akhirnya mengantarkan tim Uber Jepang untuk menantang China di laga pamungkas. Tim Uber negeri tirai bambu sendiri merampas tiket final dari Taiwan setelah meraih kemenangan 3-0 tanpa harus kehilangan satu gimpun (FI).

February 17, 2012

Road To Quarterfinal TUC 2012 Preliminary Europe : Uber Inggris Tersingkir

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:03 am
Tags: , , , , , , ,

Pada tahun 2006 yang lalu, tim Uber Cup Ingris sempat berjaya dan lolos ke putaran final di Jepang untuk mendampingi Belanda dan Jerman. Namun sepeninggal sang tunggal andalan, Tracey Hallam, putri Inggris kian tenggelam dan tahun ini untuk ke-3 kalinya secara beruntun gagal mengecap putaran final Piala Uber sejak tahun 2008.

 

Nama-nama yang sudah tidak asing dan kerap mengikuti turnamen bulutangkis dunia seperti Jenny Wallwork dan Gabrielle White membuat tim Inggris senantiasa mampu menempati peringkat atas di babak kualifikasi Piala Uber untuk disandingkan dengan Jerman, Rusia, Belanda atau bahkan Denmark. Namun paska peninggalan pemain senior Tracey Hallam di tahun 2006, sektor tunggal Inggris menjadi area krusial yang menyebabkan negara ini gagal bersaing di antara negara-negara kelas dua sekalipun.

 

Elizabeth Cann yang sempat menjadi motor bagi tunggal Inggris di beberapa tahun terakhir memutuskan absen di turnamen ini sehingga tulang punggung sektor tunggal akhirnya beralih pada Nicole Cerfontyne, Sarah Walker dan Kate Robertshaw. Di laga perdana menghadapi Skotlandia, rapuhnya kekuatan sektor tunggal nyaris menjebloskan Inggris ke peringkat bawah meskipun menempati unggulan ke-6 di turnamen ini.

 

Meskipun lolos dari Skotlandia, Inggris akhirnya gagal mengimbangi para pemain tunggal Swiss sehingga menuai kekalahan 2-3. Dua poin kemenangan disumbang oleh sektor ganda, Jenny Wallwork/Gabrielle White dan Mariane/Heather. Hasil ini membuat Inggris harus puas di peringkat kedua grup 6 sekaligus memupus harapan tim Uber negara ini ke babak delapan besar. Tujuh unggulan lainnya, Denmark, Jerman, Belanda, Rusia, Bulgaria, Perancis dan Ukraina meskipun sempat bersaing ketat di grup masing-masing akhirnya sukses melaju ke babak delapan besar.

 

Selain Inggris, kejutan juga menimpa tim Uber unggulan teratas, Denmark saat menghadapi Spanyol. Tunggal terbaik Denmark, Tine Baun dikalahkan oleh Carolina Marin, 18-21, 21-18, 21-18 meskipun akhirnya Denmark tetap mengantongi kemenangan 3-1. Polandia yang berada di grup yang sama kembali menurunkan pemain rangkap senior, Kamilla Augustyn namun strategi ini masih kurang ampuh menyaingi Denmark dan Spanyol. Dibantai oleh Denmark 1-4 dan Spanyol 2-3, Polandia akhirnya harus puas menjadi juru kunci grup 1.

 

Di laga delapan besar, Denmark akan menantang Ukraina yang menempati podium grup 8 setelah menggunduli Kroasia, Lithuania dan Republik Ceko, masing-masing dengan skor telak 5-0. Republik Ceko menempati posisi runner up dengan mengantongi kemenangan atas Lithuania 3-2 dan Kroasia 5-0. Kroasia akhirnya harus puas menjadi juru kunci akibat kekalahan dari Lithuania, 2-3.

 

Kemanangan telak tim Uber Jerman 5-0 atas Cyprus dan 4-1 atas Belarusia kian memantapkan jalan mereka menuju ke empat besar untuk mengulang prestasi yang sama seperti dua tahun lalu. Di babak selanjutnya, tim yang dimotori oleh Juliane Schenk ini akan menjajal Perancis yang menjadi juara grup tujuh, usai menundukkan Wales, Islandia dan Belgia masing-masing dengan skor cukup meyakinkan, 4-1.

 

Belanda yang menempati unggulan ke-3 tetap tak tertbendung dengan mencatat kemenangan sempurna 5-0 atas Hungaria dan Swedia. Kembalinya Judith Meulendijks ke dunia bulutangkis kian menumbuhkan optimisme tim oranye yang di pimpin oleh Yao Jie ini untuk lolos ke babak semifinal. Di babak delepan besar, Belanda akan menantang sang kuda hitam, Swiss yang menempati puncak klasemen grup 6. Swedia akhirnya menjadi runner up grup 3 usai menekuk Hungaria,  3-2.

 

Perseteruan antara negara-negara pecahan Eropa di grup 4 juga didominasi oleh Rusia. Tim yang digawangi oleh Ella Diehl di sektor tunggal dan duo Valeri/Nina di nomor ganda sukses mencukur Slovakia dan Slovenia 5-0. Satu-satunya poin yang hilang berhasil dicuri oleh Irlandia ketika Magee Chloe yang menjadi kapten dari tim ini menundukkan tunggal teratas Rusia, Anastasia Propenko, 21-19, 19-21, 21-10. Slovenia yang memetik kemenangan 3-2 atas Irlandia dan 5-0 atas Slovakia akhirnya menjadi runner up sedangkan Slovakia harus puas di posisi paling bontot ketika menalan kekalahan dari Irlandia 2-3.

 

Di laga selanjutnya, Rusia akan menantang unggulan ke-5, Bulgaria yang menempati posisi teratas grup 5. Kemenangan sempurna 5-0 Bulgaria atas Portugal, Estonia dan Finladia, mengantar tim yang dipimpin oleh Petya Nedelcheva ini ke babak 8 besar. Finladia berada di peringkat kedua usai mengalahkan Estonia 4-1 dan Portugal 3-2. Duel antara Estonia dan Portugal akhirnya dimenangkan oleh sang macan Baltik, 4-1.

 

Tim Unggulan Tak Terbendung

 

Denmark bersama 7 negara unggulan lainnya masih belum menemui kesulitan untuk meloloskan diri ke babak delapan besar. Berbeda dengan sistem pertandingan di Asia yang menyilangkan antara juara dan runner up dari grup yang sudah ditentukan sebelumnya, sistem di Eropa terlihat lebih ‘fair’ karena mengunnakan sistem undian terhadap 8 negara yang berhasil menjadi juara di masing-masing grup.

 

Denmark yang berada di puncak klasemen grup 1 setelah menghempas Skotlandia dan Swedia masing-masing dengan skor telak 5-0 akan menjajal kehebatan Polandia (6) yang menjadi juara grup 6 meskipun sempat terseok saat menantang Spanyol di laga pamungkas. Przemyslaw Wacha yang sempat bersinar di beberapa tahun yang lalu, kali ini kian tenggelam pamornya ketika menelan kekalahan dari pemain Belgia keturunan Indonesia, Yuhan Tan, 22-24, 19-21. Saat ditantang oleh tunggal terbaik Spanyol, Pablo Abian, Wacha juga dipaksa menyerah 21-15, 20-22, 18-21. Namun meskipun kehilangan 1 poin dari Belgia dan 2 poin dari Spanyol, secara keseluruhan Polandia tetap memimpin klasemen grup 6 dengan memetik 3 kali kemenangan.

 

Sementara itu unggulan ke-2, Jerman yang berada satu grup bersama Irlandia dan Israel masih belum terbendung dengan angka kemenangan mutlak 5-0. Di laga delapan besar, tim Thomas yang dimotori oleh Marc Zwiebler ini akan menjajal ketangguhan sang negeri kincir. Belanda yang memiliki dua pemain tunggal dunia, Dicky Palyama dan Eric Pang menempati posisi teratas grup 5 ketika berhasil mengalahkan Hungaria dan Slovakia 5-0 serta Austria 4-1.

 

Jalan Inggris menuju empat besar sepertinya akan lebih mudah ketika sukses menempati peringkat teratas grup 3 dengan kemenangan mutlak 5-0 atas Swiss, Slovenia dan Republik Ceko. Di laga delapan besar, lawan yang akan dihadapi oleh Inggris juga relatif mudah yaitu Ukraina (8). Ukraina menyisihkan 3 negara Eropa lainnya Islandia 4-1, Luxemburg 5-0 dan Finlandia 4-1.

 

Satu tempat semifinal lainnya akan diperebutkan oleh Rusia (4) dan Perancis (7). Rusia menjadi juara grup 4 dengan menundukkan Portugal, Wales dan Bulgaria masing-masing dengan skor telak 5-0 sedangkan Perancis yang berada di grup 7 bersama Estonia, Kroasia dan Italia mengantongi kemenangan 4-1, 5-0 dan 4-1 (FI).

Results Quarterfinal TUC 2012 Preliminary Asia : Thomas Nyaris Terjungkal, Uber Bidik Peringkat 5

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 4:21 am
Tags: , , , , , ,

Masalah klasik mental bertanding di poin kritis kembali nyaris menjadi batu sandungan bagi kubu putra Indonesia sehingga harus kehilangan dua angka pertama dari Korea. Sedangkan tim Uber yang menelan kekalahan dari China harus berkompetisi ulang dengan 3 negara runner up lainnya untuk memperebutkan posisi 5 hingga 8.

 

Ahsan/Bona yang sempat unggul 20-17 di gim kedua setelah menutup set pertama 21-18 di luar dugaan justru gagal mengontrol emosi yang membuat keadaan berbalik bagi tim Thomas Korea. Kesalahan beruntun dari buah ketidaksabaran ganda merah putih menguntungkan pasangan ganda pertama Korea, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong dengan mengoleksi 5 poin beruntun. Meskipun Ahsan/Bona sempat mencoba bangkit di titik-titik krusial gim ketiga, Ko/Yoo yang sudah berada di atas angin lebih mampu bermain tenang dengan kembali mengunci Ahsan/Bona, 21-19.

 

Di partai pertama, Indonesia sudah kehilangan satu poin lebih dulu ketika tunggal pertama, Simon Santoso gagal mengatasi perlawanan Lee Hyun Il dan menyerah 21-14, 15-21, 16-21. Meskipun harus semangat para duta bulutangkis Indonesia sudah menjalar sejak partai pertama namun sayangnya tidak dilengkapi dengan kesabaran untuk bermain ulet dan mencari momentum yang paling baik untuk balik menyerang.

 

Dalam kondisi yang tertinggal dan paling menentukan, Taufik Hidayat akhirnya menjadi pahlawan pertama yang memperpanjang nafas Indonesia ketika sukses meraih kemenangan atas wakil Korea, Shon Wan Ho, 21-11, 21-15. Publik Indonesia kembali dibuat ketar ketir saat ganda ke-2, Markis/Hendra kehilangan set pertama 19-21 atas kolaborasi dadakan Korea, Lee Yong Dae/Shin Baek Cheol. Beruntung di dua gim berikutnya duo peraih emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut mampu tampil lebih konsisten dan merebut kemenangan 21-17, 21-17.

 

Di partai terakhir yang paling menentukan, Tommy Sugiarto pun yang di atas kertas lebih baik dari tunggal Korea, Hong Ji Hoon sempat kehilangan fokus bertanding dan menyerah 16-21 di gim perta,a setelah sebelumnya menang telak, 21-7. Beruntung di set ketiga Tommy berhasil kembali fokus dengan ritme permainannya sehingga mampu unggul 21-8.

 

Berhasil melewati hadangan Korea dengan susah payah, Indonesia kembali dihadapkan lawan tangguh (China, red) di babak semifinal meskipun tiket putaran final Piala Thomas bulan Mei mendatang sudah berada dalam genggaman.

Pada lapangan yang berbeda, Malaysia tanpa menyeka banyak keringat langsung mencukur tim Thomas India dengan skor telak, 3-0. Meskipun sempat mendapatkan perlawanan di ganda pertama saat Koo/Tan menantang duet Rupesh/Sanave dan Hafiz Hashim yang harus bermain rubber sebelum akhirnya unggul 21-17, 18-21, 21-11 atas Kashyap Parupalli, tim negeri jiran yang tampil dengan formas terbaiknya usai menyingkirkan Korea di laga sebelumnya kali ini kembali sukses mempertahankan konsistensinya.

 

Di laga perempatfinal lainnya yang sudah berlangsung tadi pagi, tim Thomas China dan Jepang sudah lebih dulu sukses melenggang ke-4 besar sekaligus memastikan tempatnya di Wuhan dengan mendepak lawan-lawan mereka 3-0. China merebut kemenangan atas Thailand sedangkan Jepang mengubur impian Taiwan dengan skor yang sama.

 

Di babak semifinal, tim Thomas China akan menantang Indonesia sedangkan Jepang akan menjajal kekuatan Malaysia. Sementara itu empat negara runner up, Korea, India, Taiwan dan Thailand akan saling memperebutkan posisi 5 hingga 8 yang sekaligus menjadi penentu quota bagi utusan Asia di babak final bulan Mei mendatang.

 

Uber Targetkan Peringkat Lima

 

Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, kekalahan atas Thailand di babak penyisihan grup akan menyulitkan tim Uber Indonesia untuk melenggang ke babak semifinal yang sekaligus mengamankan tiket final Uber Cup bulan Mei mendatang. Meskipun tidak turun dengan kekuatan terbaiknya, para pebulutangkis tim China masih terlalu tangguh untuk wakil srikandi Indonesia dalam membuat sebuah kejutan.

 

Semangat yang luar biasa dari seorang Adriyanti Firdasari usai mengalahkan wakil Thailand, Ratchanok Inthanon di babak sebelumnya masih tetap berkibar hingga titik nadhir gim pertama ketika menantang wakil negeri tirai bambu, Jiang Yanjiao hingga memetik kemenangan 22-20. Namun seiring dengan meredupnya stamina Firda di dua set berikutnya, Jiang yang sudah menemukan pola permainan terbaiknya tanpa ampun mengontrol penuh jalannya pertandingan dengan membukukan kemenangan telak, 21-8, 21-9.

 

Seolah-olah ingin menebus kesalahan di babak sebelumnya, formasi peringkat terbaik tim Uber Indonesia juga tersaji di nomor ganda. Meskipun tidak yakin dengan membaiknya performa Greysia/Meli, duet ini kembali diutus sebagai ganda pertama karena memiliki ranking yang lebih baik atas Anneke/Nitya. Namun harapan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan ketika Greysia/Meli takluk kurang dari 30 menit atas Tian Qing/Zhao Yunlei, 9-21, 7-21.

 

Meskipun menjadi tumpuan harapan terakhir kubu Indonesia, Maria Febe sebagai tunggal kedua ternyata justru mampu tampil lepas dan meladeni permainan Li Xuerui. Meskipun terlihat kalah kelas, Febe terlihat mencoba mengimbangi Xuerui sebelum menyerah 14-21, 17-21.

 

Kekalahan ini membuat target tim Uber Indonesia beralih dengan membidik peringkat ke-5 sehingga tetap membuka peluang untuk melenggang ke Wuhan apabila secara ranking pemain berada di atas peringkat ke-4 benua Eropa yang saat ini juga tengah mengadakan kualifikasi wakil Eropa di Amsterdam, Belanda.

 

Selain Indonesia, nominasi lainnya yang juga sama-sama akan memperebutkan posisi 5 hingga 8 adalah Malaysia, Hongkong dan Singapura. Ketiga negara tersebut juga sama-sama mengalami kekalahan sehingga tersingkir dari babak semifinal dan harus berjibaku di babak playoff.

 

Thailand dengan mengunakana formasi dan skenario yang sama seperi saat menjungkalkan Indonesia di pertandingan kemarin, kali ini menundukkan Malaysia dengan skor telak, 3-0 sementara itu dua tiket semifinal sudah lebih dulu di koleksi oleh Jepang dan Taiwan setelah masing-masing menundukkan Singapura dan Hongkong.

 

Tim putri negeri matahari terbit langsung menekuk tim Uber Singapura 3-0 untuk menyusul tim Thomas mereka ke semifinal sedangkan Taiwan dengan komposisi pemain yang relatif merata hanya kehilangan satu poin atas Hongkong untuk kemudian berbalik unggul 3-1. Yip Pui Yin kembali menjadi satu-satunya penyumbang poin bagi Hongkong setelah mengalahkan Cheng Shao Chieh, 21-14, 21-16.

 

Babak final akhirnya diperebutkan antara China dan Taiwan serta Jepang yang akan menjajal kekuatan baru sektor putri Asia Tenggara, Thailand. Para srikandi merah putih sendiri memulai perebutan tempat ke-5 hingga 8 dengan menantang Singapura.

 

“Lawan paling berat Singapura dan Hongkong. Gu Juan dan Fu Mingtian (tunggal Singapura, red) harus diwasapadai,” ungkap tunggal Indonesia, Adriyanti Firdasari (FEY).

February 16, 2012

Road To Quarterfinal TUC 2012 Preliminary Asia : Kalah Cerdik, Uber Indonesia Di Ujung Tanduk

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 5:42 am
Tags: , , , ,

Kesalahan strategi tim Uber Indonesia saat melawan Thailand dengan menempatkan tiga tunggal di partai awal ternyata berakibat fatal yang membuat nasib para srikandi berada di ujung tanduk. Sementara itu tim Thomas Indonesia meskipun gagal memetik kemenangan sempurna dari India akhirnya memastikan diri sebagai juara grup.

 

Dengan materi pemain yang sama persis seperti yang dibawa Thailand pada kejuaran beregu bulutangkis Sea Games tahun lalu, tim putri negara gajah putih tersebut kembali berhasil mengatasi perlawanan para srikandi Indonesia 3-2. Bercermin dari keberhasilan mereka tahun lalu, manajer bulutangkis tim Thailand memahami persis bahwa peluang terbesar mereka ada di sektor tunggal. Dengan memanfaatkan posisi Sapsiree yang tampil di dua nomor, Thailand sukses melancarkan strategi untuk menempatkan tiga pemain tunggalnya bertanding lebih dulu.

 

Padahal jika dicermati lebih jeli, dengan menggunakakan format biasa pun Sapsiree akan mendapatkan jatah waktu istirahat yang lebih lama sebagai pemain di posisi ganda pertama dan tunggal ke-3. Strategi tim Thailand ini sayangnya tidak di analisa secara jeli oleh manajer tim Uber Indonesia yang secara materi memang mengandalkan kekuatan dari sektor ganda. Dua angka kemenangan diraih oleh Adriyanti Firdasari atas tunggal nomor satu Thailand, Ratchanok Inthanon, 21-16, 23-21 dan partai terakhik yang merupakan ganda pertama, Anneke/Nitya atas Savitre/Sapsiree.

 

Kemenangan manis Firda di partai awal akhirnya menjadi sia-sia akibat perencanaan strategi yang kurang matang pada tiga nomor berikutnya. Dua tunggal Indonesia, Lindaweni dan Belaetrix masing-masing menyerah kepada Porntip Buranaprasertsuk dan Sapsiree Taerattanachai, 18-21, 21-10, 18-21 serta 12-21, 21-14, 11-21. Stamina para pemain putri Indonesia yang kurang fit di gim ketiga membuat keduanya gagal kembali mengontrol permainan seperti pada gim kedua.

 

Selain kalah cerdik dalam hal strategi urutan bertanding, para arsitektur tim Indonesia juga dinilai kurang sigap dalam menganalisa kekuatan lawan. Duet Saralee/Kunchala yang menjadi kunci kemenangan tim Thailand pada turnamen beregu Sea Games yang lalu ternyata tidak diantisipasi dengan maksimal dengan belajar pada kegagalan tim putri pada ‘event’ sebelumnya.

 

Seolah mengulang kesalahan yang sama, duet Vita/Liliyana yang kala itu diramu kembali secara dadakan kembali tersaji pada skenario pertandingan kali ini dengan menyandingkan Liliyana/Meli yang belum pernah bertanding di turnamen internasional sebelumnya untuk menghadapi lawan yang sama, Saralee/Kunchala. Tidak adanya terobosan yang baru dalam mengantisipasi permainan duo senior Thailand ini membuat Liliyana/Meli hanya mampu mengimbangi Saralee/Kunchala di gim pertama. Meskipun sempat mengubah pola permainan di gim kedua hingga nyaris membuka peluang rubber saat kedudukan 19-15, kesolidan pasangan Thailand akhirnya mengubur impian Indonesia untuk menjadi juara grup, 21-18, 21-19.

 

Di pertandingan yang sudah tidak menentukan lagi, sang ganda pertama, Savitree/Sapsiree akhirnya baru dimainkan menghadapi Anneke/Nitya. Namun Thailand yang sudah unggul 3-1 memutuskan untuk mundur dan fokus kepada pertandingan perempatfinalnya besok saat menentang tim Uber Malaysia. Seandainya saja manajer tim Uber Indonesia mampu berpikir lebih cerdik dalam mengatur strategi pertandingan dan Indonesia mampu memetik kemenangan 2-0 dari tunggal pertama dan ganda pertama, tentunya laga di tiga partai lainnya tidak akan menjadi lebih terbebani.

 

Hasil ini membuat nasib tim Uber Indonesia berada di ujung tanduk dan hanya puas sebagai runner up grup Y. Sementara itu di grup W, China yang memetik kemenangan 4-1 atas Malaysia dan 5-0 atas India, akan menjadi lawan tangguh Indonesia di babak perempatfinal. Meskipun peluang untuk menang atas China cukup kecil, harapan untuk melaju akhirnya akan bertumpu pada peringkat ke-5 yang pada nantinya akan memprebutkan satu tiket dengan peringkat 4 dari benua Eropa.

 

Sementara itu Thailand sebagai juara grup akan menghadapi jalan yang jauh lebih mudah yaitu tim Uber Malaysia setelah tim negeri jiran tersebut menyingkirkan India dalam laga super ketat 3-2 kemarin.

 

Tim Uber Taiwan yang memiliki kekuatan cukup merata setelah mencuatnya dua tunggal mereka, Cheng Shao Chieh dan Tai Tzu Ying berhasil menjadi juara grup X dengan menjungkalkan Vietnam 5-0 dan Singapura 4-1. Satu-satunya kekalahan Taiwan diderita oleh duet senior Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin atas wakil Singapura, Yao Lei/Shinta Mulia Sari, 16-21, 12-21. Kemangan Singapura atas Vietnam 5-0 membuatnya berhak melaju ke babak perempatfinal untuk menantang juara grup Z, Jepang.

 

Jepang sukses menempati podium atas grup setelah menekuk Macau 5-0 dan Hongkong 4-1. Satu-satunya angka kemenangan Hongkong diraih Yip Pui Yin atas tunggal nomor satu Jepang, Sayaka Sato, 22-20, 21-18. Keberhasilan tim Uber Hongkong mengalahkan Macau 5-0 membuat mereka sukses menempati runner up grup dan akan berhadapan dengan Taiwan sebagai juara grup X di laga perempatfinal.

 

 Menang Tipis Dari India, Tantang Korea

 

Jika tim srikandi Indonesia harus berjibaku menghadapi tim Uber  China, maka tim Thomas juga akan melewati jalan yang tidak mudah. Kemenangan tipis 3-2 atas tim Thomas India membuat merah putih bertengger pada peringkat atas grup B. Disusul oleh India di peringkat kedua setelah mengakahkan tim Singapura, 3-2. Dalam perebutan peringkat 3 dan 4 grup B, Singapura berhasil mengalahkan Macau 5-0 sehingga berhak menempati posisi ke-3 grup B.

 

Hasil yang kurang memuaskan justru diukir oleh tim Korea yang harus puas di peringkat kedua setelah di tekuk oleh Malaysia, 2-3 di grup D. Absennya dua pilar utama negeri ginseng, Park Sung Hwang  di sektor tunggal dan Jung Jae Sung di nomor ganda menyebabkan Korea hanya mampu meraih poin di nomor tunggal kedua dan ketiga, Shon Wan Ho dan Hong Ji Hoon.

 

Wan Ho memetik kemenangan atas Hafiz Hashim, 24-22, 21-16 sedangkan Ji Hoon menang atas Arif Abdul Latif, 21-17, 21-15. Dua ganda andalan Korea, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong dan Lee Yong Dae yang dikolaborasikan dengan Shin Baek Cheol, gagal menghadang wakil negeri jiran, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dan Lim Khim Wah/Goh V Shem.

 

Koo/Yoo menyerah 14-21, 19-21 sedangkan Lee/Shin sempat memaksakan rubber sebelum akhirnya kandas, 14-21, 19-21. Lee Hyun Il yang menjadi tulang punggung sektor tunggal Korea juga memetik kekalahan dari Lee Chong Wei, 13-21, 15-21.

 

Kemenangan Malaysia atas Korea membuat tim Thomas Malaysia sukses menduduki peringkat teratas grup D dan akan menantang runner up grup B yaitu India sedangkan Indonesia yang menjadi raja di grup B akan berjibaku menghadapi Korea. Sedangkan Hongkong harus puas berada di peringkat ke-3 karena mengalami kekalahan telak 0-5 atas Korea di laga sebelumnya.

 

Sementara itu di grup A, China yang hadir tanpa dilengkapi oleh dua wakil terbaiknya, Lin Dan dan F Haifeng/Cai Yun tetap berhasil menjadi yang terbaik meskipun harus kehilangan satu poin ketika menghadapi Vietnam. Nguyen Tien Minh mampu menundukkan Chen Long di laga hari pertama, 21-15, 21-12. Di hari kedua, Nguyen kembali menjadi pahlawan Vietnam dengan mencuri satu poin atas Taiwan namun karena tidak meratanya kekuatan di nomor lainnya membuat Vietnam harus puas berada di juru kunci ketika takluk 1-4 atas Taiwan.

 

Meskipun menderita kekalahan telak atas China, 0-5, Taiwan tetap menempati peringkat kedua dan  melaju ke perempatfinal untuk menantang juara grup C, Jepang. Dalam perebutan peringkat teratas grup, Jepang sukses meungguli Thailand 4-1 dan hanya kehilangan satu poin dari sektor ganda ketika Noriyasu Hiratas/Hirokatsu Hashimoto gagal mengatasi perlawanan ganda muda Thailand, Maneepong Jongjit/Bodin Issara, 19-21, 19-21.

 

Dua negara peserta lainnya, Sri Lanka dan Kazakhstan hanya mampu menempati posisi ketiga dan keempat setelah mengalami kekalahan telak 0-5 atas Jepang dan Thailand. Namun kompisis pemain Sri Lanka yang lebih baik membuat negera tersebut mampu mencukur Kazakhstan 5-0 (FI).

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 357 other followers