Bulutangkismania's Weblog

Agustus 1, 2012

Results Day 4 Badminton Olympics 2012 : Insiden ‘Drama’ Tiga Negara

Kekalahan tak terduga yang dialami oleh unggulan ke-2 asal China, Tian Qing/Zhao Yunlei atas duo Denmark ternyata berimbas pada dua pertandingan selanjutnya yang dilakoni oleh China, Korea dan Indonesia. Polemik saling menghindar dan strategi memilih lawan pun akhirnya dilancarkan oleh masing-masing negara.

 

Bermain di sesi pertama pada pagi hari, duet ungulan teratas grup D, Tian Qing/Zhao Yunlei secara mengejutkan takluk atas wakil Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Dalam pertarungan 47 menit tersebut, Tian/Zhao harus menyerah, 20-22, 12-21. Kekalahan ini tidak hanya membuyarkan impian wakil Jepang, Satoko/Miyuki untuk lolos ke delapan besar namun juga mengukuhkan Christinna/Kamilla di posisi teratas grup D.

 

Hasil ini ternyata berimbas pada dua pertandingan lainnya. Pasangan China lainnya Wang Xiaoli/Yu Yang yang disinyalir menghindari pertemuan dini dengan kompatriotnya di babak semifinal sengaja ‘mengalah’ dan memberikan kemenangan mudah untuk lawan mereka, Jung Kyung Eun/Kim Ha Na. Kesalahan sendiri yang secara beruntun dilakukan oleh unggulan teratas Wang Xiaoli/Yu Yang saat menghadapi unggulan ke-8 asal Korea Selatan, Jung Kyung Eun/Kim Ha Na merupakan ‘drama’ pertama sebagai dampak dari kekalahan tak terduga Tian/Zhao.

 

Tidak hanya sampai disana, permainan reli terpanjang antara pasangan adalah 4 kali pindah bola sehingga referee pertandingan, Thorsten Berg harus turun ke lapangan dan memberi peringatan kepada kedua pasangan untuk bermain serius. Dalam laga 23 menit, Wang/Yu akhirnya kalah 14-21, 11-21.

 

“Sebenarnya lawan kami cukup tangguh. Ini untuk pertama kalinya kami bertemu dan kami sudah memastikan diri masuk ke perempatfinal besok sehingga kami memilih untuk menyimpan energi, kilah Yu Yang perihal kekalahan mereka.

 

Nada sesal juga diungkap oleh pelatih utama Korea Selatan, Sung Han Kook, “Tidak sesuai dengan semangat Olimpiade jika bermain seperti ini. Bagaimana bisa pasangan nomor satu dunia bermain seperti ini?”

 

Akibat strategi yang dilancarkan oleh Wang/Yu membuat keduanya hanya menjadi runner up grup A dan berhak untuk menantang juara grup C yang pertandingannya baru dilangsungkan kemudian. Imbas dari kekalahan Wang/Yu, perebutan tahta juara grup C antara wakil Indonesia, Greysia/Meli (GraMel-red) dan ganda Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung (3) juga berlangsung tidak seperti yang diharapkan.

 

Masih dengan atmosfer yang sama seperti laga sebelumnya, ‘drama’ kedua antara pasangan Korea dan Indonesia inipun yang menjadi puncak insiden akhirnya tersaji. Semangat sportivitas yang seharusnya berusaha tampil maksimal dan menjadi yang terbaik, berbalik menjadi ‘saling mengalah’ dan memberikan kemenangan untuk lawan dengan melakukan banyak kesalahan sendiri.

 

Gim pertama berjalan sangat membosankan. Kedua ganda putri cenderung melakukan kesalahan yang tampak disengaja. Sejak dimulai pertandingan, tercatat empat kali permainan sempat diberhentikan dan kedua pasangan ditegur oleh wasit Wolfgang Lund karena dianggap tidak serius berjuang dan sengaja kalah. Sempat terjadi perdebatan antara pemain, pelatih, bahkan referee dan pihak BWF pun turun tangan. Penonton yang semakin gerah melihat peristiwa ini, terus menyoraki kedua pasangan dan meminta mereka untuk bermain serius.

 

“Tadi saya sampaikan kepada Greysia/Meiliana untuk fight, agar tidak didiskualifikasi. Kami betul-betul kecewa dengan kejadian ini, BWF harus bertindak. Semua berawal dari kekalahan Tian/Zhao” ungkap Paulus Firman, pelatih ganda putri yang juga sempat berdebat dengan referee dan pelatih tim Korea seperti yang dilansir oleh laman PBSI.

 

Melihat kejadian yang tidak dapat ditolerir lagi ini, referee Thursten Bergpun mengganjar kedua pasangan tersebut dengan kartu yang alias diskualifikasi dan tidak dapat bertanding lagi di Olimpiade London 2012. Untungnya kartu ‘paling mengerikan’ tersebut berhasil dianulir setelah kedua negara bernegosiasi pada referee dan wasit, untuk membatalkannya dan melanjutkan permainan.

 

Di paruh akhir set ketiga, insiden kembali sempat terjadi lagi saat pelatih dari Korea, masuk ke lapangan untuk melakukan aksi protes kepada referee. Ia komplain bahwa posisi GraMel tertinggal tertalu jauh dan tidak serius dalam pertandingan supaya bisa kalah. Referee pun masuk ke lapangan untuk kedua kalinya dan mengawasi langsung jalannya pertandingan.

 

Pertandingan pun dilanjutkan dengan intensitas yang standar dan membosankan yang berakhir dengan kemenangan Ha/Kim, 18-21, 21-12, 21-14. Dalam total waktu 54 menit di laga tersebut, terdapat 9 kesalahan servis yang dilakukan oleh GraMel dan 10 kali dikalukan Ha/Kim. Usai pertandingan, kedua pasangan mendapatkan nada cemoohan dari para penonton Wembley Arena.

 

 

“Saya tidak tahu apa yang terjadi, jika ini adalah sebuah pertandingan kita harus bisa menerima apapun yang terjadi,” papar Greysia usai pertandingan.

 

“Terserah mereka mau percaya atau tidak kita bermain jelek atau bagus, tugas kita hanya bertanding sebaik mungkin,” lanjutnya kemudian.

 

Seharusnya insiden ini tidak perlu terjadi apabila BWF memperlakukan sistem undian untuk kompetisi round and robin seperti yang mereka atur saat pertandingan Thomas dan Uber Cup. Dengan sistem undian, setiap pemain tidak akan mengetahui siapa lawan yang akan didahapi di babak selanjutnya sehingga suasana fairplay dan sportivitas antar pemain akan tetap terjaga.

 

Hasil ini mempertemukan GraMel dengan peringkat teratas grup A, Jung/Kim sedangkan Ha/Kim akan menantang Wang/Yu pada pool yang berbeda. Jika lolos ke semifinal, GraMel akan bertemu dengan pemenang antara Tian/Zhao sebagai runner up grup D dan juara grup B, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin.

 

Chen/Cheng sendiri yang nyaris tidak lolos ke babak delapan besar berhasil mempertahankan peluangnya usai menundukkan unggulan teratas grup B, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa, 21-19, 21-11. Mizuki/Reika yang menjadi runner up grup B akan menantang juara grup D, Christinna/Kamilla asal Denmark. Siapapun yang lolos ke semifinal, dipastikan akan bertemu dengan pemenang duel antara Wang/Yu dan Ha/Kim (FI).

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Buat website atau blog gratis di WordPress,com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 356 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: