Bulutangkismania's Weblog

April 27, 2013

India Open SS 2013 : Aprilia, “Biasanya Superseries Ga Tembus Semifinal”

Pada tahun 2010 yang lalu di turnamen Indonesia Open Superseries, nama Ana Rovita sempat melambung karena berhasil menjejakkan kaki ke  semifinal super series. Sebelumnya, Maria Kristin Yulianti membut sejarah sebagai tunggal putri pertama Indonesia yang mampu melenggang hingga partai puncak di India Open Superseries 2013Indonesia Open SS 2008. Di sepanjang turnamen yang perdana di helat pada tahun 2007 dan dilaksanakan di 12 negara termasuk Indonesia, hanya ada beberapa nama pemain putri Indonesia yang mampu bertahan hingga babak semifinal dan Aprilia Yuswandari mampu menyusul prestasi Ana dan Maria untuk melangkah ke empat besar.

 

Menghadapi tunggal putri asal Thailand, Nichaon Jindapon, Aprilia Yuswandari (April) sempat kesulitan di gim pertama saat mencoba mengikuti ritme permainan Jindapon. Kalah dari sisi serangan dan permainan net, April akhirnya menyerah 21-18. Memasuki gim kedua, April yang unggul 2-0 dari pertemuan dua kali sebelumnya menghadapi Jindapon tampil lebih percaya diri dengan pukulan-pukulannya. Berbekal bola-bola pendek di depan net dan smash menekan, April yang unggul jauh 16-8 sukses memaksakan rubber game dengan merebut gim kedua, 21-16.

 

Intensitas persaingan kedua pemain semakin sengit di gim ketiga. Saling mengejar dan memimpin dengan selisih 1-3 poin berlangsung sejak awal hingga kedudukan 18-17. Konsistensi April untuk terus unggul dalam perolehan poin dan tetap berada dalam polanya membuat peringkat 25 dunia tersebut berhasil memastikan kemenangan 21-18.

 

“Saya senang dengan hasil hari ini, biasanya di superseries nggak tembus-tembus ke semifinal. Kunci kemenangan saya hari ini adalah yakin, saya bisa mengatur mindset, kalau sebelumnya bisa menang, kenapa sekarang tidak bisa?” ujar Aprilia seperti yang ditulis situs http://www.badmintonindonesia.org.

 

“Pada gim pertama saya masuk irama permainannya, dia yang selalu mengatur tempo. Saat itu langkah saya terasa berat sekali, saya harus bisa keluar dari polanya dia dan bermain di pola saya sendiri. Selanjutnya, saya banyak memberi service pendek yang membuat dia serba salah dan akhirnya menyerah,” lanjut Aprilia yang saat ini bercokol di peringkat dua nasional.

 

Hasil ini mengantarkan Aprilia untuk menantang unggulan ke-2 asal Jerman, Juliane Schenk. Schenk yang dikenal dengan permainan ‘powerful’ ini mengubur impian pebulutangkis negeri ginseng, Bae Yeon Ju (5), 21-17, 21-13.

 

“Kalau dilihat dari pertemuan sebelumnya, saya terlalu menggebu-gebu ingin mengalahkan dia. Besok saya tidak mau seperti itu, saya yakin saja dengan kemampuan saya sendiri. Hal yang perlu diwaspadai dari Schenk adalah jumping smash nya yang keras dan setelah itu dia bisa langsung maju ke depan dan memberi pukulan yang kencang, ini sering menyulitkan,” terang Aprilia tentang strateginya menghadapi Schenk.

 

Sementara itu empat besar lainnya akan mempertemukan pemain nomor satu Thailand, Ratchanok Intanon (3) dan harapan terakhir tuan rumah di sektor putri, Sindhu P.V. Intanon membutuhkan laga tiga gim untuk menekuk tunggal India lainnya, Arundhati Pantawane, 14-21, 21-7, 21-16 sedangkan Sindhu menundukkan kuda hitam asal Jepang, Yui Hashimoto, 21-16, 21-16.

 

Sang tuan rumah juga masih memiliki peluang di sektor putra usai kemenangan diraih peringkat 53 dunia, Anand Pawar. Tunggal ke-5 India tersebut mengalahkan kompatriotnya yang secara ranking lebih baik, Ajay Jayaram. Hanya membutuhkan waktu 30 menit bagi Anand untuk membukukan kemenangan 21-6, 21-16.

 

Di laga selanjutnya Anand akan menantang unggulan asal Jepang, Kenichi Tago (6). Tago berhasil melumpuhkan tunggal India lainnya, Sai Praneeth, 21-17, 19-21, 21-11.

 

Sementara itu ungulan teratas sekligus favorit juara di turnamen ini, Lee Chong Wei sempat tertinggal 18-12 di gim pertama saat menghadapi pemain kualifikasi asal India, Prannoy H. S.. Namun dengan kematangan dan pengalamannya, Chong Wei akhirnya mampu membalikkan keadaan atas pemain yang dilaga sebelumnya mampu menghentikan tunggal Indonesia, Taufik Hidayat. Chong Wei memastikan tiket semifinalnya, 21-14, 21-19. Sang penantang selanjutnya adalah Boonsak Ponsana (7) yang juga sama-sama menghentikan pemain tuan rumah, Gurusaidutt R. M. V., 21-12, 11-21, 21-12.

 

“Ini adalah turnamen terbaik saya sehingga bisa bertanding menghadapi Taufik Hidayat dan Lee Chong Wei secara beruntun. Seharusnya saya mampu tampi lebih baik,” ungkap Prannoy..

 

“Sulit untuk bertanding menghadapi pemain seperti Chong Wei. Khususnya untuk yang pertama kali,” pungkas pemain berusia 20 tahun peraih medali perunggu Summer Youth Olympics 2010 ini (FEY).

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 356 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: