Bulutangkismania's Weblog

April 28, 2013

India Open SS 2013 : Angga Pratama, “Kami Terburu-buru Ingin Selesai”

ImageDari dua wakil ganda Indonesia yang berhasil menempatkan diri ke babak semifinal, hanya Tontowi/Liliyana (ToLyn) yang mampu melenggang ke laga pamungkas. Duet Angga/Ryan (AngRy) sempat membuka peluang saat sukses unggul hingga kedudukan 19-17 di gim pertama dan kedua namun penampilan yang kurang tenang justru mengubur impian mereka untuk menaklukkan kampiun All England Open SS Premier 2013.

 

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ToLyn) yang menempati unggulan teratas tanpa banyak kesulitan berhasil memastikan diri ke babak final usai menghempas ganda Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (5). Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh tandem peringkat 10 dunia ini khususnya Robert membuat ToLyn dengan mudah mendominasi jalannya pertandingan.

 

Tampil menekan sejak awal gim pertama membuat ToLyn langsung unggul 6-0. Kesalahan beruntun pasangan Polandia serta pengembalian bola yang monoton dan mudah ditebak membuat ganda merah putih terus meluncur hingga 16-2 dan 20-4 untuk kemudian merebut gim pertama, 21-5.

 

Set kedua tak terjadi banyak perubahan. ToLyn kembali meluncur 11-2 dengan memanfaatkan permainan tak semurna Robert/Nadiezda. Meskipun sempat sedikit berkembang dengan penempatan bola tak terduga dan beberapa kesalahan dari ToLyn hingga mendekat di angka 9-14, tandem Polandia gagal mempertahankan ritmenya dan kembali masuk dalam pola permainan ToLyn yang mengandalkan bola-bola pendek di depan net untuk tampil menekan. Sepuluh angka beruntun yang dikoleksi ToLyn kembali membuat mereka unggul jauh dan akhirnya menutup gim pertama, 21-10.

 

“Kami sudah mempelajari permainan mereka dengan menonton video pertandingan. Permainan mereka sudah tertebak, mau main apapun kami sudah siap, semua pengembalian mereka sudah kami tunggu. Saat ketinggalan jauh, mereka terus dibawah tekanan, jadi susah mau mengejar,” ujar Liliyana tentang kunci kemenangannya seperti yang dilansir oleh http://www.badmintonindonesia.org.

 

“Pukulan-pukulan mereka monoton, kami sudah bisa membaca pengembalian mereka. Mereka tidak mau angkat bola, karena menghindari smash saya. Banyak pukulan-pukulan mereka yang dipaksakan,” Tontowi menambahkan.

 

Tidak seperti pada pertemuan sebelumnya di turnamen All England Open SS Premier 2013, kali ini pertandingan berlangsung ringan untuk ToLyn. Keduanya hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk menang sedangkan sebelumnya ToLyn harus berjibaku 3 gim.

 

“Bedanya dengan di All England kemarin, mungkin pressure di sana lebih besar karena kami juara bertahan. Di India Open ini kami juga juara bertahan, tapi All England levelnya lebih tinggi,” tutur Liliyana. 

 

“Kami sudah siap siapapun lawan di final besok, pokoknya fight terus. Apalagi kalau besok menang, kami bisa mengukir gelar hattrick di sini, membuat kami lebih bersemangat” sahut Tontowi yang bersama Liliyana menjadi kampiun di turnamen ini 2 periode sebelumnya.

 

Di laga pamungkas keduanya akan berhadapan dengan ganda Korea Selatan yang pekan lalu menjadi kampiun di turnamen Asia Championships 2013, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na. Ko/Kim yang baru disandingkan beberapa bulan terkahir sudah mampu menjungkalkan beberapa nama top dunia seperti Zhang Nan/Zhao Yunlei, Joachim Fischer/Christinna Pedersen serta Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati. Melalui laga tiga gim di babak semifinal, Ko/Kim menyudahi perlawanan wakil Inggris, Chris Adcock/Gabrielle White (8), 21-14, 12-21, 21-17.

 

“Kami senang bertemu lawan-lawan baru, sehingga bisa tahu permainan mereka. Penasaran juga mau melawan Ko/Kim karena mereka kemarin bisa juara Asia Championships 2013. Di turnamen ini mereka juga mengalahkan Fischer/Pedersen, jadi ingin merasakan permainannya mereka seperti apa. Tentunya kami sudah siap menghadapi karakter permainan mereka yang pukulannya kuat-kuat,” pungkas Liliyana.

 

Angga/Ryan Tersingkir

 

Sempat memberikan perlawanan sengit menghadapi unggulan ke-8 asal China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, Angga/Ryan (AngRy) justru gagal bermain sabar di poin-poin kritis. Di sektor putri duet Denmark, Christinna/Kamill masih membuktikan diri sebagai salah satu ganda papan atas dunia usai menghentikan tandem Korea Selatan, Jang Ye Na/Kim So Young.

 

Sempat tertinggal di paruh awal gim pertama 10-13, AngRy mampu bangkit dan berbalik unggul 14-13. Permainan depan AngRy yang cukup baik dan penempatan bola yang akurat membuat duo merah putih tersebut memimpin di poin-poin kritis 19-17. Beberapa pengembalian Liu/Qiu di depan net yang cepat dan gagal diantisipasi membuat kondisi kedua pasangan kembali imbang di angka 20. Dua kesalahan yang dilakukan AngRy karena tampil kurang tenang mengantarkan pasangan China pada kemenangan 22-20.

 

Ketatnya persaingan kedua pasangan kembali tersaji di gim kedua. Saling memimpin dan mengejar dengan selisih 1-2 angka berlanjut hingga kedudukan 19-17 untuk AngRy. Bola-bola tak terduga pasangan China serta penampilan terburu-buru dari AngRy kembali menjadi kunci kemenangan Liu/Qiu untuk merebut set kedua, 21-19.

 

“Kami akui pasangan China ini pukulan-pukulannya halus dan lebih safe. Kalau dibilang mereka unggul di kecepatan dan kekuatan, kami juga tak kalah soal ini. Mereka juga tampil lebih percaya diri sejak menjuarai All England 2013, di sini mereka juga mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen yang merupakan unggulan pertama,” ungkap Angga soal pertandingannya.

 

“Kami kalah unggul di saat-saat akhir, finishing nya masih kurang bagus. Kami terlalu terburu-buru ingin menyelesaikan pertandingan,” Angga menambahkan.

 

Dengan hasil ini peringkat 8 dunia tersebut berhak untuk melenggang ke babak final dan menantang unggulan ke-3 asal Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae. Ko/Lee berhasil melumpuhkan kompatiotnya, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (5), 21-11, 21-13.

 

Sementara itu di sektor putri  pasangan Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (2) berhasil mempertahankan dominasinya atas pasnagan putri Korea Selatan, Jang Ye Na/Kim So Young. Dalam laga berdurasi 37 menit, Christinna/Kamilla yang sama-sama sudah tersingkir dini di sektor campuran memeik kemenangan 21-18, 21-12. Di partai final, mereka akan mencoba untuk mematahkan hegemoni Jepang yang kali ini di wakili oleh Satoko Suetsuna/Miyuki Maeda (4). Tandem senior negeri sakura tersebut berhasil menundukkan juniornya, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (1), 21-16, 21-14 (FI).

About these ads

1 Komentar »

  1. Wonderful blog! I found it while surfing around
    on Yahoo News. Do you have any tips on how to get
    listed in Yahoo News? I’ve been trrying for a while but I
    never seem to get there! Many thanks

    Komentar oleh two weeks notice — Maret 15, 2014 @ 9:02 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 356 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: