Bulutangkismania's Weblog

Mei 20, 2013

Sudirman Cup 2013 : China Menang Sempurna, Taiwan Buat Kejutan

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:05 am
Tags: , , , , , , , , , , , ,

SUDIRMAN CUPBeberapa kejutan sudah langsung tersaji di hari pertama turnamen beregu campuran Sudirman Cup 2013 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim unggulan China dan Denmark belum menemui kesulitan dan mendominasi di laga sesi pertama. Namun memasuki sesi kedua, unggulan lainnya Malaysia gagal memuaskan harapan publik tuan rumah ketika takluk 2-3 atas Taiwan.

 

Unggulan teratas, China masih belum menemui kesulitan di laga ‘pemanasan’ hari pertama Sudirman Cup dengan memetik kemenangan sempurna atas tim India. Duet peraih emas Olimpiade London 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei menundukkan Tarun Kona/Ashwini Ponnappa 21-10, 21-13 untuk menyumbang poin pertama bagi negaranya. Chen Long yang di turnamen ini memegang posisi kunci tunggal putra untuk pertama kalinya dalam event beregu tanpa kesulitan menyudahi perlawanan Kashyap Parupalli, 21-10, 21-13.

 

“Saya sempat grogi karena ini pertandingan pertama saya sebagai pemimpin peran untuk China. Tapi saat berhasil menang di gim pertama, saya merasa lebih baik. Tekanan bermain di dalam tim dibandingkan individu juga jauh lebih tinggi karena menang atau kalah tidak hanya berpengaruh terhadap diri saya. Kita akan menjalani pertandingan satu demi satu dan berbuat yang terbaik,” papar Chen Long yang menggantikan posisi Lin Dan di turnamen beregu kali ini.

 

Liu Xiaolong/Qiu Zihan melengkapi kejayaan China di nomor ganda putra usai menggulingkan Akshay Dewalkar/Pranav Jerry Chopra. Sempat tertinggal 11-18 di gim pertama, Liu/Qiu berhasil tampil memukau dan menunjukkan kematangannya dengan merebut kemenangan 25-23, 21-18.

 

“Saya pikir kita berhasil lulus dengan melihat performa tadi,” ungkap Liu dengan nada bercanda. “Cukup bagus, kita berhasil keluar dari kondisi tertekan dan tertinggal,” Qiu menambahkan.

 

Pemain putri India berusia 17 tahun, PV Sindhu yang menggantikan posisi Saina Nehwal karena cedera paska India Open SS 2013, tampil cukup cemerlang saat menghadapi tunggal China, Wang Yihan. Dalam laga berdurasi lebih dari satu jam tersebut, Sindhu mampu mencuri gim pertama 21-19 meskipun pada akhirnya harus menyerah 16-21, 14-21.

 

“Dia (Sindhu) adalah pemain yang kuat. Saya seharusnya mampu menang di gim pertama namun gagal meraihanya. Dia pemain muda dan ambisius, mengagetkan permainan saya sehingga beberapa kali saya gagal mengantisipasi.”

 

“Saya menemukan ritme permainan saya di gim kedua dan mengontrol pertandingan seterusnya. Saya berharap bisa bermain lebih banyak setelah pertandingan ini,” pungkasnya kemudian.

 

Duet senior, YU Yang/Wang Xiaoli melengkapi hasil gemilang sang negeri panda di laga perdana setelah memetik kemenangan dari Ashwini Ponnappa/Pradnya Garde, 21-18, 21-11.

 

Langkah sukses juga ditorehkan oleh tim unggulan Denmark yang dua tahun lalu berhasil menjadi runner up di turnamen ini. Tim skandinavia tersebut menekuk Singapura dengan 4-1. Satu-satunya poin yang hilang dari Denamrk adalah tunggal putri. Paska ditinggal oleh Tine Baun yang pensiun usai menjuarai All England 2013, Denmark belum mampu menemukan pengganti yang sepadan. Line  Kjaersfeld takluk dari Gu Juan, 16-21, 12-21.

 

Tunggal putra Singapura, Derek Wong juga mampu memberikan perlawanan atas Jan O Jorgensen dan membukukan kemenangan 21-17 di gim pertama. Sayangnya Derek tidak mampu menjaga konsistensi di dua set berikutnya dan menyerah 9-21, 13-21. Tiga sektor ganda Denmark lainnya juga tampil perkasa dan menuai kemenangan dua gim atas lawan-lawannya.

 

Tundukkan Malaysia, Taiwan Puncaki Grup C

 

Tidak terjadi kejutan yang berarti dalam laga sesi pertama divisi grup satu turnamen Sudirman Cup 2013. Namun pada sesi kedua, public tuan rumah dikejutkan dengan kekalahan menyakitkan yang harus diderita Malaysia atas Taiwan. Diunggulkan di tempat ke-3, sang negeri jiran harus kehilangan dua poin dari sektor ganda putra dan putri yang secara peringkat lebih baik dari pemain penantangnya. Unggulan lainnya, Thailand juga nyaris bernasib serupa meskipun akhirnya mampu membungkam Hong Kong 3-2.

 

Kekalahan tak terduga yang dialami oleh tim tuan rumah membuat posisi Malaysia menjadi kian rumit. Satu-satunya harapan untuk menjadi juara grup adalah memetik kemenangan atas Jerman di laga selanjutnya dan berharap Jerman mampu mengalahkan Taiwan pada laga lainnya. Juara Macau Open GP Gold 2013, Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin membuka kemenangan tak terduga timnya usai menggulung duo senior Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Dalam laga berdurasi 30 menit tersebut, Lee/Tsai yang unggul dalam penempatan bola-bola sulit di gim pertama serta smash-smash keras di gim kedua meraih kemenangan dua set langsung, 21-18, 21-18.

 

“Entahlah, saya sama sekali tidak menyangka titik kekuatan kita akan menjadi seburuk itu hari ini. Biasanya tiga pukulan awal akan menjadi poin kekuatan kami tapi hari ini malah sebaliknya, Lawan sangat kuat dalam menyerang dan di depan net. Strategi kami tidak berhasil dan permainan kami tak berkembang,” Koo berujar perihal kekalahan mereka.

 

Dengan kekalahan ini, kemungkinan besar Koo/Tan akan dipisah saat menghadapi Jerman di laga yang paling menentukan bagi Malaysia. Konsekuensi ini sudah dipahami betul oleh tandem nomor satu negeri jiran ini.

 

“Saya selalu siap untuk bermain selama masih diberikan kesempatan (untuk pertadingan selanjutnya). Siapapun yang lebih percaya diri tentu akan dipilih untuk bermain,” Tan Boon Heong menimpali.

 

“Kami sadar harapan publik atas kami mulai sedikit berkurang. Namun hingga saat kami memutuskan untuk berhenti bermain, kami tidak akan menyerah,” papar Koo kemudian.

 

Kekalahan Koo/Tan ternyata berdampak kepada partai kedua yang dilakoni oleh tunggal putri, Sonia Cheah saat menantang Tai Tzu Ying. Dua kemenangan yang diraih Sonia atas Tzu Ying di laga Axiata Cup sebelumnya ternyata tak berimbas banyak. Dalam laga mental tersebut, Sonia terlihat kaku dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Kurang dari 30 menit, Tzu Ying memetik kemenangan mudah , 21-7, 21-13.

 

“Dia (Sonia) tidak tampil seperti biasanya. Bahkan saya tidak perlu berlari terlalu keras untuk mengejar bola karena poin saya lebih banyak dari kesalahannya sendiri. Saya mengenal tempat ini dengan baik dan saya tahu angin disini berhembus cukup kencang sehingga saya sudah menyiapkan permainan saya sebelumnya,” ungkap Tzu Ying yang meraih gelar Superseries keduanya di tempat yang sama awal tahun ini.

 

Lee Chong Wei yang sempat membuka harapan publik Malaysia dengan mencatat kemenangan atas Yang Chih Hsun 21-8, 21-13 di laga ketiga juga mengakui bahwa kekalahan tak terduga Koo/Tan sepertinya berimbas pada permainan Sonia.

 

“Ini adala pertandingan perdana Sonia di Sudirman Cup dan dia tentunya kian merasa terbebani setelah kekalahan yang dialami Koo/Tan. Saya benar-benar tidak menyangka Koo/Tan akan berusaha sesulit itu hari ini,” kata Chong Wei.

 

Malaysia kembali kehilangan poin di sektor ganda putri setelah duet Woon Khe Wei/Vivian Kho gagal mengantisipasi kolaborasi senior-junior Taiwan, Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Chen, 17-21, 19-21 yang akhirnya memastikan kekalahan sang tuan rumah.

 

“Kami sangat ingin menyumbang poin. Sebelum pertandingan, saya sempat berkata kepada Vivian untuk tidak terlalu terbebani namun ternyata kami tidak mampu menghilangkan perasaan tersebut,” ungkap Woon usai pertandingan.

 

Sementara itu pemain senior Taiwan, Cheng Wen Hsing menyadari bahwa tekanan memang berada pada kubu Malaysia.   “Saya pikir kami bisa menang karena lebih sedikit beban. Mereka pasti terbebani untuk menang karena bulu tangkis seperti olah raga nasional di Malaysia. Lagipula, kami tidak mau membebani para junior dengan membuat mereka menjadi penentu nasib tim kita.”

 

Laga ketat dan menegangkan juga dialami oleh wakil Malaysia lainnya, Chen Peng Soon/Goh Liu Ying. Meskipun lebih diunggulkan dan berpengalaman, keduanya gagal mengatasi tekanan dari Lu Ching Yao/Lai Chia Wen di gim pertama. Tiga kali game point yang berhasil dibukukan oleh Chan/Goh gagal dikonversi menjadi kemenangan meskipun akhirnya mampu merebut set pertama, 25-23. Beruntung di gim kedua, Chan/Goh sudah mampu keluar dari tekanan dan tampil lebih bebas dengan ritme mereka sehingga unggul, 21-11.

 

Persaingan seru juga dialami oleh ungglan lainnya, Thailand saat menjamu Hong Kong. Maneepong Jongjit/Nipitphon Aroonkesorn dan Ratchanok Intanon membuat sang negeri gajah putih unggul 2-0 terlebih dahulu atas Hong Kong setelah masing-masing menang meyakinkan dengan straight game. Namun kekalahan tak terduga senior Thailand, Boonsak Ponsana atas Hu Yun, 21-19, 20-22, 19-21 usai berjibaku 72 menit kembali membuka peluang bagi Hong Kong.

 

Thailand kembali kecolongan di sektor ganda putri setelah Duanganong Aroonkesorn / Kunchala Voravichitchaikul gagal memperbaiki catatan kemenangan mereka atas kampiun Japan Open SS 2012, Tse Ying Suet/Poon Lok Yan, setelah menyerah 13-21, 21-15, 14-21. Beruntung kematangan dan pengalaman ganda senior Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam berhasil meredam perlawanan ganda Hong Kong, Lee Chun Hei / Chau Hoi Wah, setelah melewati pertarungan ketat, 22-24, 22-20 (FI).

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Buat website atau blog gratis di WordPress,com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 356 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: