Bulutangkismania’s Weblog

June 11, 2009

Results Day 2 Singapore SS ‘09 : Lunturnya Dominasi Sang Veteran, Tunggal Putri Banjir Kejutan

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:50 am

Kejutan demi kejutan menghiasi babak pertama turnamen Singapore Open SS 2009. Di sektor tunggal putri, dua mantan pemain China yang diunggulkan langsung rontok di laga perdana. Sedangkan dua pasangan veteran lainnya di nomor ganda putra dan putri juga mengalami nasib serupa saat ditantang tandem muda lainnya.Sementara itu dewi fortuna masih betah menaungi para duta merah putih yang meloloskan semua wakilnya ke babak 16 besar.

Tandem terbaik dunia, Nova/Lily membuka perseteruan babak pertama dengan permainan memukau keduanya saat menghentikan ganda nomor tiga Taiwan, Chen Hung Ling/Chou Chia Chi 21-8, 21-18. Penampilan sempurna Yao Lei yang diselaraskan oleh Danny Bawa memastikan tiket wakil tuan rumah ke babak kedua setelah memupuskan harapan ganda kualifikasi, Han Sang Hoon/Jang Ye Na 23-21, 21-18. Dua pasangan kualifikasi lainnya, Shintaro/Reiko dan Mohd Razif/Woon Khe Wei juga tidak mampu membendung kesolidan para pemain Inggris, Anthony/Donna dan Nathan/Jenny. Keduanya menyerah dalam pertandingan dua set 21-15, 21-13 dan 21-14, 21-18.

Kejutan pertama pada hari ini dibuka oleh duet Polandia yang acapkali merepotkan para jagoan China, Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk. Setelah sempat beberapa kali nyaris menghempas laju He Hanbin/Yu Yang, kali ini keduanya berhasil benar-benar membungkam duo China lainnya, Xu Chen/Zhao Yunlei (7), 21-14, 21-18. Namun China masih memiliki harapan besar di sector ini karena dua wakil lainnya, Xie Zhongbo/Zhang Yawen (6) dan Zheng Bo/Ma Jin (5) mendapatkan tiket mudah ke babak 16 besar. Kejutan dari wakil Eropa lainnya diukir oleh pasangan Belanda, Ruud Bosch/Paulien Van Dooremalen yang menekuk ganda berpengalaman asal Korea, Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun, 21-17, 15-21, 21-16.

Selain meloloskan NoLyn, Indonesia juga masih memiliki harapan lainnya pada duet Devin/Lita yang tampil menawan saat menahan rubber set pasangan China, Zheng Bo/Ma Jin pada Kejuaraan Piala Sudirman bulan Mei yang lalu. Konsistensi mereka akan diuji oleh unggulan ke-4, Joachim Fischer/Christian Pedersen (Denmark) untuk memperebutkan tiket perempatfinal.

Satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putri, Adriyanti Firdasari berhasil membuktikan keseriusan ucapannya akan peningkatan stamina bertanding dengan menumbangkan tunggal kualifikasi Korea, Kim Moon Hi 23-21, 21-15. Sementara itu hasil berkebalikan diraih oleh para pemain Malaysia, Wong Mew Choo dan Lydia Cheah yang gagal melewati rintangan lawan-lawannya. Hwang Hye Youn akhirnya berhasil melakukan ‘revenge’ kepada Mew Choo atas kekalahannya di turnamen beregu Piala Sudirman setelah di laga tadi siang berlangsung ketat 21-17, 17-21, 24-22. Sementara itu Lydia Cheah secara mengejutkan terganjal langkahnya oleh tunggal ke-3 negeri kincir, Rachel Van Cutsen 21-18, 18-21, 14-21.

Kejutan terbesar di nomor ini berhasil diciptakan oleh utusan tuan rumah yang harus berjibaku dari babak kualifikasi. Fu Mingtian yang tampil dengan performa terbaik sejak papan kualifikasi kali ini tampil spketakuler dan konsisten dengan menghempas semifinalis Olimpiade Beijing 2008, Lu Lan 8-21, 21-9, 21-19. Sayangnya langkah Fu gagal diikuti oleh tunggal Singapura laiinya, Zhang Beiwen yang menantang wakil China lainnya, Wang Lin. Setelah bertarung selama hamper satu jam, Zhang akhirnya menyerah 21-10, 18-21, 19-21. Kemenangan Wang Lin juga disusul oleh 3 rekan senegaranya, Xie Xingfang, Jiang Yanjiao dan Wang Yihan yang juga meloloskan diri ke babak kedua.

Tumbangnya para pemain senior juga ikut membanjiri sektor tunggal putri. Setelah Yao Jie dipaksa mengakui ketangguhan Ai Goto 21-18, 9-21, 10-21, dua unggulan Wang Chen (4) dan Pi Hongyan (5) juga takluk atas permainan enerjik lawan-lawannya. Tunggal terbaik Thailand, Salakjit Ponsana berhasil mengungguli Wang 21-15 15-21, 21-18 sedangkan Pi kalah dua set langsung atas ratu bulutangkis Bulgaria, Petya Nedelcheva 18-21, 11-21.

China dan Indonesia akhirnya sama-sama menyisakan harapan mereka di sector tunggal putra kepada dua pemain yang tersisa. Bao Chunlai yang mendapatkan kemenangan mudah atas tunggal Polandia, Przemyslaw Wacha (7) setelah bintang Polandia tersebut merasakan cedera yang serius di babak kedua sehingga tidak dapat melanjutkan pertandingan. Sedangkan Chen Jin (4) mengukir kemenangan indah atas veteran Malysia, Sairul Amar Ayob 21-9, 21-14. Sementara itu dua wakil negeri tirai bambu lainnya, Lu Yi dan Gong Weijie langsung terhenti di babak pertama. Lu Yi tak mampu mengimbangi pola permainan menyerang Kenichi Tago dan menyerah 20-22, 18-21 sedangkan Gong Weijie yang dijadwalkan menantang unggulan ke-6 asal Indonesia, Simon Santoso harus mengundurkan diri.

Selain Simon yang mendapat ‘lucky ticket’, Sony Dwi Kuncoro sebelumnya sudah memastikan tempat di 16 besar setelah memetik kemenangan atas Arvind Bhat dengan melewati rubber game 21-12, 15-21, 21-9. Di babak kedua, Simon akan ditantang bintang India, Anup Sridhar yang berhasil menghempas pemain muda Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk 22-20, 21-19 sedangkan Sony akan dijamu oleh tunggal terbaik negeri gajah, Boonsak Ponsana yang menaklukkan tunggal Hongkong Ng Wei, 21-15, 21-18. Selain Wacha, unggulan yang harus angkat koper lebih awal adalah tunggal kedua Denmark, Joachim Persson (5) yang dijegal oleh jagoan Belanda, Eric Pang 21-19, 18-21, 21-15 dan pebulutangkis Hongkong lainnya, Chan Yan Kit (8) yang dilibas oleh Park Sung Hwan 21-14, 17-21, 21-18.

Setelah Shendy/Meli (7) membatalkan diri untuk mengikuti turnamen ini, Indonesia hanya menumpukan harapan di nomor ganda putri kepada Greysia/Nitya. Melewati hadangan dari junior Korea, Jang Ye Na/Kim Mi Young, keduanya menang mudah 21-10, 21-8 hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Keduanya akan dipertemukan dengan jagoan tuan rumah, Yao Lei/Shinta Mulia Sari yang mengukir prestasi spektakuler dengan mengalahkan semifinalis Olimpiade Beijing 2008, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna (6) 21-15, 21-15.

Di sector ganda putra, kejutan kembali mewarnai sesi pertandingan malam hari menjelang akhir episode babak pertama. Si anak ajaib, Lee Yong Dae yang masih setia menggandeng Jung Jae Sung gagal melewati hadangan kolaborasi baru pasangan China, Xu Chen/Guo Zhendong. Setelah tertinggal 13-21, Jung/Lee (6) sempat memberikan perlawanan hingga akhir set kedua. Namun beberapa unforced error dari keduanya yang salah dalam mengantisipasi bola akhirnya menutup set kedua 20-22. Sebelumnya, Korea juga gagal menempatkan wakilnya ke 16 besar setelah Cho Gun Woo/Han Sang Hoon dan Hwang Ji Man yang disandingkan dengan Shin Baek Cheol tidak berkutik menghadapi ganda Malaysia, Gan Teik Chai/Tan Bin Shen dan unggulan ke-4, Lars Paaske/Jonas Rasmussen. Sang negeri ginseng akhirnya hanya menyisakan duo Kim Ki Jung/Kwon Yi Goo yang berhasil memupus harapan ganda Jepang, Shuichi/Shintaro 21-16, 15-21, 23-21 setelah di akhir pertandingan hari pertama, duet Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo dihempas oleh andalan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen (2).

Merah putih yang hanya mengirimkan dua pasang pemain sempat ketar ketir menyaksikan pertandingan peringkat satu dunia, Markis Kido/Hendra Setiawan saat ditantang ganda Jerman, Michael Fuchs/Ingo Kindervater. Unggul 21-17 di set pertama, tidak fitnya kondisi Kido menyebabkan duet peraih emas Olimpiade Beijing tersebut berbalik tertinggal 18-21 di set kedua. Ketatnya persaingan kembali memanas di set penentuan. Susul menyusul angka berlanjut dari titik 8-8 hingga poin kritis 17-15 dan 18-17. Beruntung akhirnya kekuatan mental pasangan Indonesia berhasil menutup set ini lebih dulu 21-18. Mengikuti jejak KiNdra adalah duet lawas Rian/Yonathan. Tanpa banyak kesulitan yang berarti, keduanya mengungguli tandem Belanda, Joritt De Ruiter/Jurgen Wouters 21-15, 21-14.

Keberhasilan Robert Mateusiak di sector campuran sayangnya gagal diikuti oleh duet Robert bersama Michal Logosz yang menjamu unggulan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (3). Dalam tempo kurnag dari 30 menit, duo terbaik Polandia tersebut kandas 12-21, 10-21. Di laga sebelumnya, Malaysia sudah lebih dulu harus kehilangan tandem veteran, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (8). Setelah lama absen di beberapa turnamen IBF beberapa bulan terakhir, keduanya dipaksa bertekuk atas duo tuan rumah, Hendri Kurniawan/Hendra Wijaya 21-9, 17-21, 21-10 (FEY).

www.bulutangkismania.wordpress.com

June 10, 2009

Results Day 1 Singapore Open Super Series 2009 : Pesona Para Duta Muda Asia

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:44 am

Para pemain muda Singapura masih mampu menunjukkan taringnya di babak kualifikasi Singapore Open Super Series yang sudah mulai dihelat sejak hari selasa kemarin (9/6). Dua tunggal putri negeri Singa tersebut, Fu Mingtian dan Zhang Beiwen masih melaju tak terbendung ke babak utama sementara itu di nomor putra, Gong Weijie harus berjuang keras 3 set untuk mematahkan perlawanan wakil Malaysia, Tan Chun Seang. Kejutan hari pertama berhasil diukir oleh pemain muda Jepang, Kazushi Yamada yang melibas dua nama tenar, Petr Koukal dan Anand Pawar.

Memasuki hari pertama turnamen Singapore Super Series, para pemain muda Asia masih mampu menunjukkan tajinya ditengah ketatnya perseteruan babak kualifikasi untuk meloloskan diri ke papan utama. Perseteruan ketat antara duo Singapura Chayut/Shinta yang menghentikan laju pasangan muda Korea, Kim Ki Jung/Kim Mi Young membuka laga babak kualifikasi dengan 20-22, 21-19, 21-19 setelah berjibaku selama 45 menit.

Sementara itu di lapangan yang berbeda, duo kolaborasi baru negeri ginseng, Han Sang Hoon/Jang Ye Na memupuskan dan pasangan Taiwan, Lin Yu Lang/Chan Hsin Yun 21-16, 20-22, 21-14. Han Sang Hoon yang pada awalnya berduet dengan Hwang Yu Mi kali ini berhasil memberikan motivasi bagi juniornya untuk tampil maksimal khususnya di saat set ketiga setelah mereka kalah menyesakkan di set kedua. Tak berhenti sampai disana, Han/Jang akhirnya berhasil melalu ke babak 32 besar setelah membekuk duet fenomenal asal Malaysia di ajang Sudirman Cup beberapa waktu yang lalu, Mohd Fairuz/Wong Pei Tty 22-20, 11-21, 21-18.

Meskipun harus kehilangan salah satu wakilnya, sang negeri jiran yang dikomandani oleh Rexy Mainaky berhasil meloloskan duet perdana Mohd Razif/Woon Khe Wei ke babak utama. Keduanya mendapatkan ‘lucky winning’ atas tandem Singapura, Hendri Kurniawan/Vanessa Neo Yu Yan 19-21, 11-8 yang tidak dapat melanjutkan pertandingan setelah Vanessa mendapatkan cedera di babak kedua. Di pertandingan selanjutnya, Razif/Khe Wei menang mudah atas perpaduan unik negeri kincir, Koen Ridder/Yao Jie, 21-9, 21-14.

Pasangan lainnya yang juga cukup menarik perhatian penonton adalah ganda Jepang, Shintaro Ikeda/Reiko Shiota. Dua pemain tulang punggung negeri sakura yang pada awalnya merintis karir di nomor ganda kali ini bermain apik dengan mendepak pasangan Jerman, Tim Dettman/Nicole Grether, 22-20, 21-15 dan junior mereka, Hajime Komiyama/Mizuki Fujii 21-19, 21-18.

Di sector tunggal, perseteruan masih di dominasi oleh para pemain muda Asia. Kazushi Yamada memulai debut spektakulernya di turnamen ini dengan menghempas pemain Ceko, Petr Koukal 21-12, 21-14 dan Anand Pawar (India), 21-14, 21-16. Langkah Kazushi sayangnya gagal diikuti oleh pebulutangkis negeri sakura lainnya, Kazuteru Kozai yang di laga perdananya mampu melibas unggulan kualifikasi asal Inggris, Carl Baxter 25-27, 21-11, 21-13. Ditantang oleh pemain Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk untuk memperebutkan tiket ke babak utama, Kozai akhirnya menyerah 10-21, 19-21.

Baku hantam yang juga menarik tersaji antar dua pemain muda asal China dan Malaysia, Gong Weijie dan Tan Chun Seang. Tan yang harus memerah lebih banyak keringat di laga sebelumnya saat ditantang oleh tunggal Denmark, Christian Lind Thomsen akhirnya harus mengakui ketangguhan anak asuhan Chen Yu tersebut 13-21, 21-17, 7-21.

Dua pemain muda Singapura, Fu Mingtian dan Zhang Beiwen juga masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya. Duo yang sempat membuat kejutan di beberapa turnamen Super Series edisi 2008 yang lalu itu kali ini tampil maksimal dan meloloskan diri ke babak 32 besar. Setelah menang atas kompatriotnya, Chen Jiayuan 21-19, 21-11 dan tunggal utama Vietnam, Nguyen Nhung 21-10, 22-20, Fu akhirnya berhak untuk menantang unggulan ke-7 asal China, Lu Lan. Sementara itu, jalan yang lebih sulit harus ditempuh oleh Zhang Beiwen untuk mendapatkan tiket babak utamanya. Menang atas rekan senegaranya, Noriko Goh 21-11, 21-14, Zhang harus berjuang 3 set 21-12, 21-23, 21-17 sebelum akhirnya berhasil mematahkan permainan ulet tunggal Taiwan, Chang Hsin Yun. Di laga sebelumnya, kepiawaian pemain muda Taiwan ini terbukti ampuh mematahkan pemain muda Jepang, Mayu Sekiya 18-21, 21-14, 21-14 yang menempati unggulan ke-3 babak kualifikasi.

Menyusul jejak dara Singapura adalah tunngal Korea, Kim Moon Hi dan satu-satunya pemain putri non Asia yang lolos ke babak utama, Maja Tvrdy (Slovakia). Kim memetik kemenangan mudah tak diduga atas tunggal Malaysia, Anita Raj Kaur 21-16, 21-9 sebelum akhirnya berjibaku 3 set untuk menundukkan keuletan Sayaka Sato 21-19, 21-23, 21-16. Sedangkan Maja memetik dua kemenangan mudah atas wakil Singapura, Li Bo 21-14, 21-10 dan satu-satunya wakil merah putih yang berlaga di babak kualifikasi, Melicia Kurniawan, 21-14, 21-12. Tunggal asal klub Tangkas ini masih membawa pelatih pribadinya Liang Chiu Hsia ke turnamen ini namun nampaknya belum cukup mampu untuk mendongkrak prestasi terbaiknya (FEY).

www.bulutangkismania.wordpress.com

May 30, 2009

RESULTS SGS ELEKTRIK BADMINTON CHAMPIOSNHIPS 2009 (Sirkuit Nasional) : Pipin Naik Podium, Devi Tika Sandingkan Gelar

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:04 pm

Meskipun pertarungan di partai puncak tidak seketat turnamen Jakarta Open pada pekan sebelumnya, namun duel antara para pemain senior di masing-masing nomor cukup mampu menghibur para penonton yang memenuhi GOR Bandung di Jalan Jakarta pada sabtu sore, 30 Mei 2009. Rosaria yang harus puas menjadi runner up pada pekan sebelumnya kali ini mampu tersenyum puas untuk menduduki podium puncak setelah menekuk rekan satu klubnya, Maria Elfira. Mantan pemain Pelatnas, Devi Tika Permatasari berhasil mencatat dua gelar beruntun setelah berjaya di nomor ganda putri dan campuran. Dua pemain tunggal putra yang Berjaya pada pekan sebelumnya di Jakarta, Alamsyah dan Thomi Azizan kali ini harus puas di peringkat kedua. Berikut hasil lengkap pertandingannya :

WS : Rosaria Yusfin P (Djarum) vs Maria Elfira (Djarum) 21-16 21-18

MS : Budi Santoso (Mutiara) vs Alamsyah (Tangkas Alfamart) 21-19 21-15

WD : Nadya Melati / Devi Tika Permatasari (Jaya Raya/SGSE) vs Natalia P / Endang N (Tangkas Alfamart) 21-13 21- 15

MD : M Ulinuha / Berry Anggriawan (Djarum) vs Riki w / Komang (Hi Qua)

18-21 21-10 21-18

XD : Riki W / Devi Tika vs Imam Sodikin / Nadya Melati (SGSE/Jaya Raya) 21-18 17-21 21-17

U-16

WS : Hana Ramadhini (Mutiara ) vs Sheila Devi (jaya Raya) 21-8 21-10

MS : Panji Albar (Pusdiklat DKI) vs Thomi Azizan (Djarum) 21-19 21-17

WD : Sheila Devi / Anggia (Jaya Raya) vs Ila Alvionita/Ni Ketut Dewi (Pusdiklat Indokock Surabaya)

21-14 21-17

MD : Hafiz Faizal /Putra Eka (Jaya Raya) vs Edi / Arya (Djarum)

21-18 21-17

U-19

WS : Elizabeth Purwaningtyas (SGSE) vs Novalia (Tangkas Alfamart) 16-21 21-19 22-20

MS : Marcus Fernaldi (Tangkas Alfamart) vs Shesar Hiren (Djarum) 21-12 13-21 21-17

WD : Nurbeta Kwanrico / Aulia P (Djarum) vs Aurien H / Athiatun (Surya Naga/ Ratih)

MD : Didit Juang / Seiko Wahyudi (Djarum) vs Jones Jansen / Darmiko (Djarum) 20-22 21-17 21-14

XD : Budi / Aurien H (JayaRaya/Suryanaga) vs Yudha / Gloria (Djarum) 21-15 21-13

PS :

BEST PLAYER :

Marcus Fernaldi (Tangkas Alfamart) & Elizabeth Purwaningtyas (SGSE)

NEXT CIRCUIT (July) will be held in TEGAL and SOLO

-Pengda PBSI JABAR-

May 18, 2009

Ada Apa Dengan PBSI? : Hendrawan Ikuti Jejak Rexy ke Malaysia

Filed under: Serba Serbi — bulutangkismania @ 8:04 am

GUANGZHOU, Kompas.com – Pelatih tunggal putra pelatnas, Hendrawan memutuskan mengundurkan diri dari Pelatnas Cipayung untuk beralih menjadi pelatih profesional.

“Ini keputusan yang berat karena selama ini saya selalu berjuang untuk Indonesia. Selanjutnya saya sudah harus profesional, memikirkan masa depan keluarga,” ujar Hendrawan di Guangzhou, Minggu.

Ia mengatakan, sepulang dari Guangzhou untuk mengikuti kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman tempat langkah Indonesia terhenti di semifinal, Hendrawan yang sudah mengajukan surat pengundurkan diri sejak Maret lalu, akan berpamitan kepada Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso.

Hendrawan yang melatih di pelatnas sejak 2004 mengatakan akan mengawali karir sebagai pelatihnya dengan melatih di Malaysia. “Keputusan yang saya buat ini bisa lebih baik tetapi juga bisa lebih buruk. Menghadapi tantangan baru memang tidak mudah,” kata juara dunia 2001 yang mengawali karir melatih di Pelatnas sebagai pelatih tunggal putri.

Peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 itu berharap masyarakat tidak mempertanyakan rasa nasionalismenya saat memutuskan melatih di luar negeri.  “Saya ingin masyarakat tidak menilai saya tidak punya nasionalisme dengan kepindahan ini. Sudah waktunya saya memikirkan keluarga,” ujar ayah dua anak yang menjadi pelatih tanpa ada kontrak dengan PBSI itu.

Selama menjalani karirnya sebagai pelatih di pelatnas, Hendrawan berhasil membangun kembali sektor tunggal putri yang semula dinilai tidak mempunyai kemampuan.

Soal siapa yang akan melatih tunggal putra di Cipayung sepeninggal dirinya, Hendrawan menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Lius Pongoh. “Saya percaya bahwa dengan saya mundur, PBSI bisa lebih baik, termasuk Sony (Dwi Kuncoro) dan Simon (Santoso),” kata Hendrawan yang akan mulai melatih di Malaysia mulai 1 Juli.

Kakak ipar pemain ganda putra Hendra Setiawan itu mulai masuk pelatnas pada 1993 sebagai pemain tunggal putra yang menghasilkan medali perak Olimpiade Sydney 2000, juara dunia 2001 dan membantu Indonesia memenangi Piala Thomas pada 1998, 2000 dan 2002.  Ia meninggalkan pelatnas pada 2003 dan sempat berkarir di luar bulutangkis sebelum kembali ke pelatnas sebagai pelatih pada November 2004.

Saat ini di Malaysia telah ada pelatih asal Indonesia yaitu Rexy Mainaky.

RESULTS DAY 8 (FINAL) SUDIRMAN CUP 2009: Kemenangan Sempurna China Bukukan Gelar Ke-7

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 6:20 am

Piala Sudirman yang bermahkotakan replika candi borobudur sebagai lambing supremasi tertinggi kejuaraan beregu campuran akhirnya berhasil dipertahankan oleh sang juara bertahan China untuk ke-7 kalinya. Penampilan sang negeri tirai bambu pada tahun inipun dirasa cukup spesial karena selain berhasil mencata hatrick juara secara beruntun untuk ke-3 kalinya, China juga mencatat kemenangan sempurna tanpa kehilangan satu nomorpun sejak babak penyisihan grup.

Kolaborasi Dadakan, Hasil Meyakinkan

Dengan dukungan penuh dari ribuan penonton yang memadati Guangzhou Gymnasium, perseteruan klasik antara China dan Korea dibuka oleh sektor ganda campuran. Pertemuan ini merupakan final yang ke-3 kalinya untuk kedua negara setelah pada tahun 1997 dan 2003 masing-masing dimenangkan oleh China dan Korea. Duet dua pemain senior China yang baru disandingkan untuk pertamakalinya, Zheng Bo dan Yu Yang mencoba peruntungan keduanya menghadapi peraih emas Olimpiade Beijing 2008 yang saat ini bercokol di peringkat dua dunia, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung.

Set pertama dibuka dengan tempo yang relatif lambat dan hanya mengandalkan penempatan bola-bola akurat dari masing-masing pasangan. Tampil untuk pertamaklinya membuat Zheng Bo dan Yu Yang sering mengalami salah pengenrtian saat mengembalikan bola. Memanfaatkan kelemahan pasangan China, duo Lee langsung unggul 10-4 di awal set. Dua kesalahan sendiri yang dilakukan Zheng Bo di depan net, pengembalian Yu Yang yang terlalu melebar serta penempatan bola-bola akurat Hyo Jung di daerah baseline membuat kejayaan Korea tak tergoyahkan 12-5 dan 14-8.

Salah pengertian antara kedua pemain China semakin menjadi hal yang krusial saat memasuki poin kritis di set pertama. Meskipun Zheng Bo mencoba menekan dengan menlancarkan smash-smashnya, namun masih belum mampu menyaingi kesolidan pasangan Korea, 11-17. Forehand Yu Yang yang tidak mampu dikembalikan oleh Hyo Jung namun dibalas dengan pengembalian Zheng Bo yang terlalu melebar dan drop shot akurat Hyo Jung di depan net mengubah kedudukan untuk Korea 19-12.

Zheng/Yu sempat menambah 3 poin dari dua pengembalian Hyo Jung yang gagal melewati net dan serobotan drive cepat Yu Yang di depan net. Net silang Yu Yang yang tidak melewati net mengantarkan duo Lee pada match point 20-15. Zheng/Yu kembali menambah 3 poin dari ‘placing’ silang Zheng Bo di daerah baseline, pengembalian Yong Dae yang menelabr dan menyangkut di net sebelum set ini di tutup oleh ‘lucky ball’ dari drop shot Hyo Jung sempat menyentuh bibir net namun jatuh di lapangan lawan.

China kembali meningkatkan tempo serangan di set kedua. Potongan bola Yu Yang di depan net, smash beruntun Zheng Bo dan Yu Yang serta servis panjang Yu Yang ke belakang yang tidak terjangkau membuat Zheg/Yu unggul 4-1. Empat pengembalian tak sempurna dari Hyo Jung membuat China terus melaju 8-4. Penempatan bola yang akurat dari Yong Dae di daerah baseline yang tidak terjangkau dibalas oleh smash Yu Yang dari bola tanggung Hyo Jung serta pengembalian yang gagal dari Hyo Jung, 11-5 saat jeda interval.

Setelah kedua pasangan terlibat reli yang cukup panjang, kesalahan sendiri yang dilakukan oleh lawan membuahkan poin untuk masing-masing pasangan. Serobotan Yong Dae dan Hyo Jung yang menyangkut di net sebaliknya Zheng Bo beberapa kali memaksakan potongan bola yang terlalu melebar serta bola tanggung yang dengan mudah dipatahkan oleh Hyo Jung, 13-9. Yong Dae dan Zheng Bo yang sempat terburu dalam mengembalikan bola ditutupi oleh penempatan bola Hyo Jung dan Yu Yang di area kosong yang sulit di jangkau, 16-12.

Setelah adu reli permainan drive dan penempatan bola-bola sulit, pertahanan yang sempurna dari pasangan Korea meskipun seringkali ditekan justru membuat Zheng/Yu akhirnya melakukan kesalahan sendiri. Penempatan bola Hyo Jung di daerah yang kosong serta bola serobotan Yong Dae di depan net membuat kondisi imbang di titik 17. Jumping smash Yong Dae sempat membuat Korea unggul 1 poin namun kembali disamakan oleh duo China dari ‘unforced error’ Yong Dae yang gagal melewati net, 18-18.

Di titik ini, Zheng/Yu mendapatkan momentum kemenangan mereka dengan dua poin dari bola tanggung Hyo Jung yang diselesaikan oleh smash Yu Yang serta servis Zheng Bo yang dikembalikan keluar oleh Hyo Jung mengubah kedudukan untuk keunggulan China 20-18. Zheng Bo beberapa kali sempat mendapat nasehat dari Yu Yang untuk lebih tenang menghadapi poin kritis. Servis Zheng Bo yang gagal melewati net nyaris membuyarkan harapan Zheng/Ma untuk memperpanjang set, namun smash beruntun Yong Dae yang mampu dikembalikan dengan sempurna oleh pasangan China justru di tutup oleh penempatan bola Hyo Jung yang gagal melewati net, 21-19 untuk tandem China.

    Agresivitas pasangan China terus berlanjut di set ketiga. Smash beruntun Zheng Bo serta beberapa bola tanggung Hyo Jung membuat keunggulan duo China 6-1 dan 10-6. Tiga kesalahan beruntun Yu Yang di depan net serta penempatan yang akurat dari Hyo Jung ditutup oleh smash Zheng Bo saat kedudukan imbang 11-11. Selisih 1 poin antara kedua pasangan berlangsung hingga skor 13-13. Di titik inilah China kembali mendapatkan momentum kemanangan mereka dengan mengunci duo Lee dan meraih 4 poin beruntun dari penempatan bola Yu Yang yang akurat, pengembalian Hyo Jung yang tidak melampaui net serta dua serobotan Yong Dae terlalu melabar, 17-13.

    Permainan adu drive di depan net yang gagal disajikan dengan apik oleh Yu Yang serta bola tanggung Yu Yang yang di selesaikan dengan baik oleh Hyo Jung mengubah kedudukan 17-15 untuk Korea. Dua smash Hyo Jung yang dibalas oleh smash Yu Yang dan pengembalian melebar Hyo Jung semakin mengkrirtiskan suasana 18-16. Smash beruntun  Zheng Bo yang dikembalikan melebar oleh Hyo Jung dan bola tanggung Yong Dae yang diselesaikan oleh Yu Yang dengan smash kea rah badan Hyo Jung mengantarkan China pada match point 20-16. Smash beruntun Zheng/Yu  ditutup oleh ‘unforced error’ Hyo Jung akhirnya menamatkan set ketiga untuk sang tuan rumah 21-16.

    “Yang palaing penting adalah kemampuan dari masing-masing pemain, kerjasama bukan hal yang utama untuk memenangi pertandingan”, ujar Zheng Bo seusai pertandingan perilhal kemanangannya.

    Lin Dan Masih Tak Terpatahkan

    Kehilangan poin di nomor yang paling berpeluang rupanya tidak memupuskan semangat para pemain Korea untuk tetap bermain maksimal. Nomor tunggal putra mempertemukan duet klasik Lin Dan dan Park Sung Hwan. Jumping smash dan drop shot tajam yang diperagakan oleh kedua pemain menjadi senjata andalan untuk meraih poin demi poin. Kesalahan beruntun dari Park di awal set pertama langsung membuat Lin Dan unggul 5-2. Park sempat memperkecil selisih poin menjadi 5-6 saat smash silangnya gagal dikembalikan oleh Lin Dan dan beberapa pengembalian melabar dari Lin Dan. Beberapa kali bola tanggung Park yang dimanfaatkan dengan sempurna oleh Lin Dan kembali membuatnya unggul 10-6 dan 11-7. Adu drive-drive cepat antara kedua pemain yang cukup memukau di akhiri oleh drop shot Lin Dan di depan net dan netting Lin Dan yang sempurna, 12-19, 16-10.

    Drop shot tajam Park yang gagal dikembalikan oleh Lin Dan saat melewati hadangan net meskipun sempat terjatuh dalam menghadang laju jatuhnya bola. Namun berhasil dib alas oleh Lin Dan dengan netting dan smash yang dikembalikan tak sempurna oleh Park, 18-11. Tunggal utama negeri ginseng yang saat ini menduduki 14 dunia tersebut kembali menambah 3 angka dari penempatan bola di area baseline, netting silang Lin Dan yang tidak sempurna dan bola tanggung yang di tutup oleh smash beruntun Park mengubah skor 18-14. Memasuki angka kritis sayangnya Park masih melakukan kesalahan sendiri. Netting Park yang gagal dan terlalu melebar serta bola tanggung yang diselesaikan oleh smash keras Lin Dan akhirnya menamatkan set ini 21-14.

    Set kedua berjalan jauh lebih ketat dari set sebelumnya. Meskipun di paruh awal Lin Dan masih terlalu perkasa untuk disaingi, Park akhirnya mampu menyeimbangi kemahiran Lin Dan di paruh akhir set. Unggul 5-3 dan 9-6 dari jumping smash beruntun Lin Dan, netting tipis dan penempatan lob serang di bagian belakang lapangan ternyata mampu disetarakan oleh Park di titik 11 saat ‘placing’ dan smash keras Park tidak mampu dikembalikan dengan baik oleh Lin Dan.

    Dari titik ini, persaingan ketat antara kedua pemain dan selisih 1 poin dengan kejar mengejar angka terjadi hingga kedudukan 17-17. Penempatan bola di area baseline, smash-smash silang Park serta pengembalian Lin Dan yang tidak sempurna membuahkan poin untuk Park sebaliknya Lin Dan menglokesi poin demi poin dari bola potong di depan net serta beberapa bola ‘out’ dari Park. Memaku Park di angka 17, Lin Dan berhasil mengumpulkan 3 angka beruntun dari drop shot Park yang gagal melewati net, smash keras Lin Dan yang tidak terjangkau oleh Park dan smash Lin Dan yang dikembalikan melebar keluar lapangan, 20-17. Setelah terlibat adu drive dan netting, Park sempat menambah 1 angka dari smash tajamnya di area lapangan Lin Dan yang kosong namun kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Park saat melakukan pengembalian bola mengubur harapannya untuk meraih angka kemenangan, 18-21.

    Berimbang dan Paling Menentukan

    Tertinggal 0-2 membuat partai ketiga merupakan penentuan ‘hidup-mati’ bagi para pejuang negeri ginseng. Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang diprediksi tidak mampu tampil lepas ternyata justru bermain tanpa beban saat menantang jagoan China, Fu Haifeng/Cai Yun. Jung/Lee yang satu peringkat lebih baik dari Fu/Cai mampu menyajikan pertarungan yang meawan untuk disimak.

    Permainan drive-drive cepat dan penempatan bola-bola tersaji antara kedua pasangan sejak awal set pertama. Tampil menekan dengan smash beruntun, Fu Haifeng mengoleksi poin demi poin dari kesalahan sendiri Jung/Lee, 5-2. Drop shot beruntun Fu Haifeng yang ditutup dengan jumping smash serta smash Jung Jae Sung yang tidak sempurna kembali mengubah kedudukan 8-4. Dalam posisi tertekan, pasangan Korea lebih banyak melakukan kesalahan sendiri sedangkan Fu/Cai tidak meberi kesempatan Jung/Lee untuk mengembangkan permainan mereka hingga jeda interval 11-5.

    Beberapa kesalahan beruntun dari Fu Haifeng saat mengembalikan bola dan pertahanan duo Korea yang spektakuler ternyata berhasil menciptakan poin demi poin untuk memperkecil selisih kedudukan mereka dengan ganda China 11-12. Drive Yong Dae yang tidak melewati net serta ‘placing’ Cai Yun di bagian belakang lapangan yang gagal dikembalikan sempurna oleh Jung Jaesung, 11-14. Serobotan Fu Haifeng yang tidak sempurna dan smash Jaesung di lapangan kosong kembali memperkecil selisih poin 13-14.

    Smash beruntun Fu/Cai menghasilkan dua poin berturut-turut sebelum dibalas oleh Jung/Lee sehingga kedudukan 16-14. Di titik ini, China merebut 5 angka beriring dari smash Cai Yun, backhand Yong Dae yang gagal melewati net, pengembalian tak sempurna Jae Sung, smash Cai Yun yang tidak mampu dibalikkan oleh Yong Dae, serta bola tanggung Yong Dae hasil drop shot beruntunFu Haifeng di depan net berhasil di selesaikan dengan smash Cai Yun sehingga mengakhiri set ini 21-14.

    Sempat unggul 5-2 di awal set kedua dari smash bertubi Fu Haifeng dan drop shot tajamnya. Namun Jung/Lee berhasil memaku pasangan China di titik 5 dan mengumpulkan 5 poin beruntun untuk berbalik unggul 7-5 dari permainan drive-drive cepat yang berhasil diakhiri oleh smash keduanya. Penegmbalian tak sempurna Fu Haifeng setelah beradu drive di depan net namun dibalas dengan kesalahan sendiri Jung/Lee memperkecil selisih poin ganda China 8-10.

    Setelah berhasil menyamakan angka di titik 10, kedua pasangan bersaing ketat hingga kedudukan 12-12. Empat angka berturut-turut di raih oleh Korea dari ‘defense’ keduanya yang sempurna sehingga membuat Fu Haifeng justru melakukan kesalahan sendiri, 16-12. Dua kesalahan Jung/Lee saat menyerobot bola-bola drive di depan net mengantarkan Korea pada angka kritis 17-14. Namun Fu/Cai tidak menyerah bagitu saja, Untuk kesekian kalinya mereka berhasil menyetarakan kedudukan di angka 17 dari smash Fu yang dikembalikan ‘out’ oleh Jaesung, serobotan Yong Dae yang tidak melewati net, serta penegmbalian Jaesung yang keluar.

    Di titik ini ternyata justru Fu/Cai yang tidak mampu bermain tenang dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Beban karena partai ini sebagai penentu kemenangan memudahkan Jung/Lee untuk terus menekan pasangan China. Mengunci Fu/Cai di angka 17, Jung/Lee mengumpulkan 4 poin beriring dari penempatan di area baseline oleh Yong Dae, smash Yong Dae dari bola tanggung Cai Yun , pengembalian Cai Yun gagal melewati net, serta penempatan bola akurat Yong Dae yang gagal dikembalikan melewati net oleh Fu Haifeng memaksakan rubber set untuk Jung/Lee 21-17.

    Set terakhir yang paling menentukan juga berlangsung tak kalah seru. Jung/Lee tetap menguasai jalannya pertandingan hingga memasuki poin-poin kritis. Pertahanan masih menjadi andalan tandem Korea untuk memetik angka demi angka dari kesalahan sendiri pasangan China. Korea langsung meluncur 6-3 dan 7-4. China berhasil balik menekan Jung/Lee dan menyamakan kedudukan di angka 8. Fu/Cai memetik 3 angka lebih dulu dari smash dan potongan bola di depan net sebelum jeda interval 11-8.

    Korea kembali menyeimbangkan angka mereka dititik 11 ketika dalam adu drive dan smash, Fu Haifeng gagal mengembalikan dengan sempurna. Kesalahan beruntun dari Fu Haifeng dan ‘super defense’ yang diperagakan oleh Jung Jae Sung saat sudah terjatuh namun tetap bias mengembalikan bola kembali membuat Korea unggul 14-11 dan 16-13. Pengembalian Yong Dae yang terlalu melebar serta drop shot Cai Yun di depan net memperkecil selisih jarak menjadi 16-18 bagi pasangan China. Fu/Cai akhirnya mampu menyamakan kedudukan 18-18 ketika kejelian Fu dalam menempatkan bola di area kosong membuahkan angka dan penegmbalian tidak sempurna dari Jung Jae Sung sebelum akhirnya berbalik unggul 19-18 karena tekanan drive-drive cepat mereka mampu menyulitkan ganda Korea. Jung Jae Sung sempat terjatuh demi menyelatkan bola namun diakhiri oleh Fu Haifen dengan smash kerasnya. Keadaaan semakin tak menentu ketika smash Jung Jae Sung gagal dikembalikan melewati hadangan net oleh Cai Yun, 19-19. Adu drive yang diakhiri oleh pengembalian tak sempurna dari Yong Dae mementapkan Fu/Cai pada match point lebih dulu 20-19. Tak mengurangi tempo serangan, drive dan penempatan bola pasangan China dikembalikan melebar oleh Yong Dae sekaligus memastikan set ini menjadi milik Fu/Cai 21-19.

    Dengan hasil ini, China akhirnya berhasil mempertahankan kembali Piala Sudirman untuk ke-7 kalinya. Kemenangan kali ini juga cukup berkesan karena berhasil menjadi kampiun di negara sendiri dengan kemenangan sempurna tanpa kehilangan satu poin kemenanganpun sejak awal babak penyisihan grup. Catatan kejayaan 15-0 di penyisihan, 3-0 di semifinal dan 3-0 di babak final semakin membuktikan betapa perkasanya China atas negara-negara adidaya bulutangkis lainnya.

    Hasil Pertandingan China vs Korea 3-0 :

    XD : Zheng Bo/Yu Yang bt Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung 18-21, 21-19, 21-16

    MS : Lin Dan bt Park Sung Hwan 21-14, 21-18

    MD : Fu Haifeng/Cai Yun bt Jung Jae Sung/Lee Yong Dae 21-14, 17-21, 21-19

    Daftar klasemen akhir SUDIRMAN CUP 2009 :

    GRUP 1 :

    1. CHINA
    2. KOREA
    3. INDONESIA
    4. MALAYSIA
    5. DENMARK
    6. INGGRIS
    7. JEPANG
    8. HONGKONG (degradasi ke grup 2)

    GRUP 2 :

    1. THAILAND (promosi ke grup 1)
    2. RUSIA
    3. TAIPEI
    4. SINGAPURA
    5. JERMAN
    6. BELANDA
    7. POLANDIA
    8. PERANCIS (degradasi ke grup 3)

    GRUP 3 :

    1. INDIA (promosi ke grup 2)
    2. BULGARIA
    3. UKRAINA
    4. AMERIKA SERIKAT
    5. SKOTLANDIA
    6. CEKO
    7. SWEDIA
    8. AUSTRALIA (degradasi ke grup 4)

    GRUP 4 :

    1. SWISS (promosi ke grup 3)
    2. LITHUANIA
    3. FILIPINA
    4. PORTUGAL
    5. ISLANDIA
    6. AFRIKA SELATAN
    7. SRILANGKA
    8. TURKI (degradasi )

    9. LUXEMBURG (promosi ke grup 4)

    10.  MONGOLIA

    (www.bulutangkismania.wordpress.com)

    May 17, 2009

    RESULTS DAY 7 SUDIRMAN CUP 2009 : Bungkam Indonesia, Korea Tantang China Di Final

    Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:54 am

    Seperti yang telah diskenariokan oleh banyak pihak, partai puncak akan menjadi milik tuan rumah dan negeri ginseng. Korea. Bermain tanpa beban, Korea berhasil menaklukkan Indonesia yang secara peringkat lebih berpeluang dengan skor 3-1. Tiga partai awal antara dua negara adidaya badminton ini berlangsung cukup semarak. Sebaliknya, Cina mendapatkan tiket final setelah menggusur Malaysia, 3-0

    Lebih Rapi dan Tanpa Beban

    Meskipun secara peringkat para punggawa Indonesia lebih diunggulkan, para pemain Korea ternyata lebih jitu dalam menerapkan strategi bertanding di lapangan. Lee Yong Dae dan Lee Hyo Jung yang tampil di partai perdana berhasil membuka pintu kemenangan bagi negaranya sekaligus membalas kekalahan mereka di pertemuan terakhir pada final Malaysia SS 2009. Duo Lee yang bermain lebih rapi dan tanpa beban hanya membutuhkan waktu 39 menit untuk menjinakkan NoLyn dalam dua set langsung.

    Meskipun kedua pasangan berseteru cukup ketat sejak awal set pertama, NoLyn sebenarnya lebih unggul dari sisi peolehan poin. Memimpin 6-4 dari smash Lily dan bebrapa kesalahan Hyo Jung, kedua pasangan kembali terlibat kejar mengejar angka hingga kedudukan 10 sama. NoLyn kembali unggul 12-10, 14-12 dan 16-14 dari permainan agresif dan penempatan bola-bola cerdik Nova. Meskipun Hyo Jung banyak melakukan kesalahan sendiri, namun wanita jangkung yang menjadi tulang punggung pemain ganda Korea ini behasil menekan NoLyn dengan variasi pukulan dan penempatan bola-bolanya yang tidak terduga.

    Dua angka dari kesalahan Lily di depan net serta serobotan Nova yang terburu-buru membawa ‘angin segar’ bagi Korea untuk menyamakan kedudukan di angka 16 dan 17. Penempatan bola Hyo Jung di lapangan kosong dan penegmbalian Lily yang gagal melewati net mengantarkan Korea pada match point 20-17. Bola silang Nova di depan net sempat menghambat kemenangan duo Lee namun servis Nova yang tidak sempurna akhirnya menutup set ini untuk Korea 21-18.

    Persaingan di laga babak kedua ternyata justru tidak seketat babak pertama. Yong Dae/Hyo Jung langsung memimpin 4-0 di awal set dan 8-5 ketika pertahanan Korea yang sangat kokoh gagal ditembus oleh pasangan Indonesia. NoLyn sempat menyamakan angka di titik 9 ketika Hyo Jung melakukan unforced error dalam pengembalian bola dan servis. Duo Lee kembali unggul jauh 13-9 dan 17-10 ketika smash-smash keras keduanya dan bola-bola eror dari pengembalian Lily tidak mampu melampaui net.

    Dua kesalahan Hyo Jung yang dibalas dengan dua drop shot penempatan tak terduganya di depan net mengubah kedudukan menjadi 19-12. NoLyn kembali mendapat tambahan poin dari penegmbalian tak sempuran Yong Dae di depan net. Namun bola tanggung Lily yang dimanfaatkan dengan sempurna oleh Hyo Jung akhirnya mengantarkan Korea pada match point 20-14. Bola out dari Yong Dae sejenak menghentikan gejolak kemenangan duo Lee namun pengembalian Lily yang untuk kesekian kalinya tidak mampu melewati net akhirnya mengantarkan Korea pada angka pertama mereka, 21-15.

    Tertinggal 0-1 sempat membuat Sony yang tampil di partai kedua tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya di set pertama. Peringkat 6 dunia tersebut langsung tertinggal 6-11 saat jeda interval. Beberapa serangan smash dan penempatan bola di bagian baseline yang dilakukan Park mengantarkannya pada kedudukan 13-7, 16-9 serta 18-11. Dua kesalahan Sony dan penempatan bola Sony di area baseline yang tak terjangkau mengubah kedudukan 20-12 untuk Korea. Netting yang tidak sempurna dari Park dan drop shot akurat Sony di depan net mengubah angka menjadi 14-20. Pengmbalian Sony yang melebar akhirnya menutup set ini 14-21 untuk kemenangan Korea.

    Sony akhirnya mengubah tempo permainan di set kedua. Bola smash silang dan penempatan yang akurat menjadi senjatanya untuk menambah poin demi poin. Bebarapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Park juga memperjauh selisih poin keduanya menjadi 8-2. Park sempat memperkecil selisih poin menjadi 7-9 ketika pengembalian Sony tidak sempurna menyebabkan bola out dan menyangkut di net. Drop shot silang dan penempatan bola Sony yang akurat di depan net kembali membuat

    Sony unggul 15-9. Beberapa bola tanggung dan backhand smash Sony yang gagal menyebrangi net serta smash-smash silang yang diperagakan oleh Park menekatkan selisih poin menjadi 17-14. Di titik inilah Sony mendapatakan momentumnya dengan 3 consecutive points dari penempatan bola lob di daerah baseline serta smash yang akurat, 20-14. Park sempat menambah 1 angka dari smash silang Sony yang menyangkut di net namun drop shot andalan Sony di depan net akhirnya memaksakan rubber set untuk Sony 21-15.

    Park kembali bermain lebih agresif dan banyak menyerang di set ketiga. Namun pertahan Sony pun tak kalah sempurna dalam membendung bola-bola dari Park. Stelah melewati reli-reli yang cukup ketat, Park akhirnya unggul 6-2 dan 12-7. Sony yang sempat bermain defensive akhirnya lebih banyak menjadi sasaran serang dan melakukan kesalahan sendiri. Namun setelah jeda interval, Sony segera mengubah strategi permainan dengan lebih banyak melakukan serangan. Smash-smash silang yang menghujam lapangan Park mengubah kedudukan 10-14. Empat poin beruntun yang dicuri Sony dari penempatan bola yang akurat serta drop shot silang di depan net menjadikan kedudukan imbang 14-14.

    Di titik inilah ketatnya persiangan kembali terasa dan selisih 1 poin berlangsung hingga kedudukan 17-17. Bola-bola serobotan dan drive-drive pendek di depan net serta memanfaatkan kelemahan stamina lawan mengunci kedua pemain di angka yang sama. Pengembalian Sony yang melebar dan serangan smash dari Park membuatnya unggul lebih dulu 19-17. Namun Sony segera menyusul setelah keduanya terlibat reli-reli cepat dan cukup panjang yang diakhiri dengan smash Sony dan pengembalian yang melebar dari Park, 19-19.Permainan netting yang sempurna dari Sony mengantarkannya pada match point 20-19. Namun Park segera mengejar dengan drop shot sempurna di depan net. Pengembalian Park yang terlalu melebar ke belakang serta bola tanggung Park yang diserobot dengan sempurna oleh Sony akhirnya menutup set ini untuk Indonesia, 22-20.

    Pebulutangkis berperingkat 15 dunia, Maria Kristin sebenarnya memili peluang yang cukup besar untuk menambah keunggulan Indonesia menjadi 2-1. Karena secara kualitas pukulan dan variasi serangan Maria lebih unggul dibandingkan dengan Hwang Hye Youn yang bermain di partai ketiga. Namun kondisi fisiknya yang tidak sempurna dan masih cedera membuat Maria gagal bermain sempurna dan lebih banyak melakukan kesalahan sendiri. Di set pertama, Maria langsung memimpin 9-5 dari pukulan lob serang dan drop shot silang andalannya.

    Namun Hwang mendapat 4 poin ‘gratis’ dari pengembalian drop shot dan netting Maria yang gagal melewati net untuk menyamakan kedudukan di angka 10. Tiga poin beruntun yang dikoleksi Hwang dari kesalahan sendiri yang dilakukan Maria dalam mengembalikan bola mengubah keadaan menjadi 13-10 untuk tunggal utama Korea yang berperingkat 17 dunia ini. Pukulan lob serang yang diikuti dengan drop shot silang di depan net oleh Maria menyamakan angka di titik 14. Maria kembali melakukan ‘unforced error’ dengan pengembalian yang terlalu melabar ke belakang mengantarkan Hwang pada angka kritis 18-15.

    Perpaduan yang cantik antara lob serang, netting, dan smash silangnya kembali membuat Maria setara 19-19. Bola tanggung Maria yang di selesaikan dengan manis oleh Hwang menyentuh match point 20-19. Namun dengan jurus andalannya yang memadukan lob serang dan smash, Maria kembali membuat skor imbang 20-20. Drop silang yang terlalu memaksa shingga membuat bola keluar kembali membuat Hwang match point 21-20. Netting silang yang sempurna dari Maria menggagalkan kemenangan Hwang 21-21. Smash Maria yang terlalu jauh ke belakang dan net silang Maria yang keluar dari garis permainan memudahkan Hwang untuk merebut set ini 23-21.

    Empat kesalahan beruntun dari pengembalian Maria yang tidak sempurna kembali membuat Hwang ‘leading’ 6-2 di set kedua. Drop shot silang, netting tipis Maria di depan net serta serobotan-serobotan yang akurat membuat Maria mampu mengejar ketertinggalannya di angka 7. Penempatan bola silang Hwang yang tidak terjangkau serta pengembalian bola Maria di area baseline yang dinayatakan ‘out’ kembali membuat Hwang unggul 10-7. Dengan senjata andalannya, Maria yang sempat tertinggal 9-12 akhirnya kembali sejajar 12-12. Smash keras Hye Youn yang diikuti dua kesalahan Maria yang mengembalikan bola terlalu melebar ke balakang kembali membuat Korea unggul 15-12. Smash dan drop shot tajam Maria untuk kesekian kalinya membuat kondisi imbang 15-15.

    Senjata andalan Maria yang gagal melampaui net serta drop shot yang sempurna dari Hwang di lapangan yang kosong kembali mengantarkannya pada poin kritis 18-16. Namun Maria kembali bangkit dengan reli-reli panjang yang ditutup dengan sempurna oleh smash dan penempatan bola di depan net, 19-19. Bola tanggung Maria yang ditutup dengan smash keras Hwang serta netting Maria yang gagal melewati net akhirnya membuat Hwang menutup set ini lebih dulu 21-19.

    Tertinggal 1-2 saat Markis Kido yang sedang mengalami cedera lutut tidak dapat bertanding bersama Hendra Setiawan kian membuat kondisi timpang untuk kubu Indonesia di partai ‘hidup-mati’ yang sangat menentukan. Menghadapi ganda fenomenal, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae akhirnya Hendra kembali harus diduetkan dengan Mohammad Ahsan untuk kedua kalinya. Namun dengan dipadukannya Ahsan bersama seniornya ternyata mampu membuatnya lebih mengeksplorasi kemampuan diri. Tidak hanya mahir dalam variasi pukulan dan mengalihkan serangan, Ahsan ternyata juga memiliki ‘defense’ yang luar biasa.

    Set pertama berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan saat Jung/Lee lebih banyak menakan dan mengendalikan permainan. Dalam posisi tertekan, Hendra/Ahsan tertinggal cukup jauh. 4-9 dan 5-11. Permainan drive-drive cepat Jung/Lee serta bombardir smash yang dilancarkan keduanya membuat ganda Indonesia sulit untuk mengembangkan permainan, 9-15. Unggul jauh 20-8, Korea akhirnya menutup set ini dengan kemenangan telak 21-9.

    Ketatnya persaingan baru terasa di set kedua. Hendra/Ahsan mengubah pola permainan dan lebih banyak menekan sehingga membuat keduanya unggul 7-3 di awal set. Keduanya terus memimpin hingga kedudukan 11-7 saat jeda interval. Smash beruntun Hendra dan Ahsan serta pengembalian Yong Dae yang terlalu melebar terus membuat Indonesia unggul 13-9. Penempatan bola-bola akurat Yong Dae di daerah baseline serta tiga kesalahan Ahsan dalam mengembalikan bola membuat pasangan Korea mampu menciptkan momentum kebangkitan mereka di angka 14-14. Kondisi menjadi berpihak pada Korea Ahsan mengembalikan bola terlalu melebar dan ‘backhand’ Hendra yang membentur net, 15-17.

    Bola-bola Ahsan kembali gagal melewati lapangan sendiri setelah mendapat gempuran dan bola-bola sulit dari Jung/Lee. Tertinggal 16-19, tidak membuat pasangan Indonesia mengendorkan serangan dan sempat memperkecil selisih poin 18-19 ketika drop shot Hendra di depan net tidak mampu dikembalikan oleh pasangan Korea dan serobotan Yonga Dae yang gagal melewati net. Bola tanggung Ahsan yang diselesaikan dengan manis oleh Yong Dae mampu mengantarkan Korea pada match point 20-18 namun segera dibalas oleh Hendra yang juga mengembalikan bola tanggung Yong Dae dengan sempurna oleh smashnya. Di saat-saat yang paling menentukan, Hendra gagal mengembalikan bola melewati net sehingga mengantarkan Jung/Lee pada kemenangan 21-19 yang sekaligus memastikan tiket puncak untuk negaranya.

    Korea vs Indonesia 3-1
    XD : Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung bt Nova Widianto/Liliyana Natsir 21-18, 21-15
    MS : Park Sung Hwan lost to Sony Dwi Kuncoro 14-21, 21-15, 22-20
    WS : Hwang Hye Youn bt Maria Kristin Yulianti 23-21, 21-19
    MD : Jung Jae Sung/Lee Yong Dae bt Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan 21-9, 21-19

    Paling Seru dan Menentukan

    Pada pertandingan sesi kedua yang juga sama-sama memperebutkan tiket ke babak final menyuguhkan permainan antara sang juara bertahan menghadapi Malaysia yang untuk pertama kalinya lolos ke babak semifinal Piala Sudirman. Di dua partai awal, China tampil perkasa dengan merebut poin sempurna dengan dua set langsung. Namun di partai terakhir yang juga merupakan partai paling menentukan, duo tirai bambu harus berjuang ekstra keras untuk mendapatkan kemenangan atas ganda Malaysia.

    Perseteruan di nomor campuran membuka duel China-Malaysia untuk memperebutkan satu tempat di partai puncak dan menantang Korea yang lebih dulu memastikan diri ke babak final. Duet Mohd Fairuzizuan/Wong Pei Tty sempat mengimbangi laju ganda teratas China. He Hanbin/Yu Yang di set-set awal. Unggul 5-2 dari kesalahan yang dilakukan oleh He/Yu dan smash-smash keras Fairuz terus membuat Malaysia ‘leading’ hingga kedudukan 8-6.

    Pasangan China mendapatkan ‘angin segar’ ketika Wong berkali-gali gagal mengembalikan bola dengan sempurna dan Fairuz yang terlalu bersemangat dalam melakukan serangan. Menyamakan kedudukan di angka 9, He/Yu berbalik memimpin 9-8 akibat pengembalian Pei Tty yang terlalu melebar. Sempat menyamakan kedudukan di titik 9 dari kesalahan Hanbin, Malaysia akhirnya terkunci di titik ini ketika tidak mampu mengembangkan permainan dan hanya menjadi sasaran serang dari ganda China.

    Meskipun Fairuz/Wong memiliki pertahanan yang sempurna, keduanya akhirnya melakukan ‘return’ yang tidak sempurna dan mudah dipatahkan. He/Yu melaju kencang dengan 9 poin beruntun sebelum di akhiri dengan servis ‘fault’ dari Yu Yang. Dua kesalahan dari Fairuz mengantarkan peraih meduli perunggu Olimpiade Beijing 2008 tersebut pada match point 20-11 dan akhirnya ditutup dengan sempurna oleh smash Hanbin, 21-11.

    Keperkasaan duet China kembali tak tergoyahkan di set kedua. Setelah unggul jauh 12-7 16-9 dari smash-smash tajam dan beberapa kesalahan sendiri Fairuz/Pei Tty, keduanya tak terkejar dan menyentuh match point 20-14. Pengembalian tak sempurna dari Pei Tty di depan net membuahkan satu angka kemenangan untuk China, 21-14.

    Di partai kedua, Lin Dan menantang peringkat satu dunia, Lee Choong Wei. Meskipun keduanya bermain seimbang di awal set, Lin Dan akhirnya memetik kemenangan 21-16, 21-16 buah dari kegigihannya melancarkan serangan ke berbagai penjuru lapangan. Lee Choong Wei sempat mendapatkan momentunya di pertengahan game kedua. Setelah tertinggal 4-10, peraih perak Olimpiade Beijing 2008 ini mampu menyamakan kedudukan di angka 10 dengan menyajikan reli-reli panjang yang diakhiri dengan kesalahan sendiri dari Lin Dan.

    Perseteruan semakin ketat hingga kedudukan 14-14 dan Lin Dan berhasil mengunci Choong Wei di titik ini. Merebut 5 poin beruntun dari pengembalian tak sempurna Choong Wei serta kelihaiannya di depan net yang dipadukan dengan smash silang ke daerah tak terjangkau mengubah kedudukan 19-15. Penempatan bola yang akurat dari Lin Dan di area baseline dan diikuti dengan pengembaliannya yang tak sempurna di depan net menciptakan match point 20-16. Adu reli sempat terjadi di titik ini namun smash Choong Wei yang terlalu melebar membuahkan kemenangan untuk Lin Dan 21-16.

    Partai yang paling seru dan menentukan ternyata justru tersaji di laga akhir. Tandem terkuat Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong menantang jagoan 7 dunia, Fu Haifeng/Cai Yun. Harapan besar public Malaysia bertumpu besar pada nomor ini karena setelah tertinggal 0-2, kekuatan sang raksasa China juga cukup jomplang di sektor ini. Drive-drive cepat dan ‘placing’ bola-bola sulit langsung membuka pertandingan di nomor ini. Smash beruntun Malaysia yang mencoba untuk menguasai jalannya pertandingan dan beberapa kesalahan Fu Haifeng langsung membuat Koo/Tan melaju 9-3.

    Serobotan dan smash beruntun Cai Yun serta penempatan bola yang akurat dari Fu Haifeng menjadikan skor imbang 10-10. Kedudukan berbalik menjadi keunggulan Fu/Cai ketika Tan Boon Heong melakukan kesalahan bertubi di depan net dan bola-bola tanggung pasangan Malaysia berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh ganda China, 15-12. Namun ‘net error’ dan pengembalian yang dilakukan oleh Fu Haifeng yang terlalu melebar kembali menyetarakan kedudukan kedua pasangan di titik 16. Selisih 1 poin dan saling memimpin berlangsung hingga kedudukan 19-19 ketika masing-masing menyajikan ‘placing’ dan drive-drive panjang dan cepat yang akhirnya mengandalkan kesalahan sendiri dari lawan-lawannya. Pengembalian Cai Yun yang keluar dan diikuti oleh Fu yang gagal menyeberangkan bola di depan net menutup set ini untuk Malaysia, 21-19.

    Set kedua dibuka dengan sempurna oleh Fu/Cai dengan melayangkan permainan drive-drive cepat yang diakhiri oleh smash-smash keras tandem China, 9-4. Serobotan Tan Boon Heong dan beberapa kesalahan dari pengembalian Fu/Cai mengubah kedudukan 12-8 untuk China. Tiga poin kembali dikoleksi China dari ‘return’ yang tidak cermat oleh Koo Kien Keat. Namun di sisi yang berbeda, Fu Haifeng yang mencoba bermain lebih agresif dari permainan pasangan Malaysia sempat melakukan kesalahan sendiri saat memaksakan untuk menyerang yang membuahkan poin bagi Koo/Tan, 11-15.

    Pasangan Malaysia sempat memperkecil ketertinggalan mereka 15-18 ketika smash beruntun Koo Kien Keat dan penempatan bola-bolanya yang sulit gagal dijangkau oleh Fu/Cai. Namun titik ini ternyata menjadi poin terakhir bagi Koo/Tan setelah Fu/Cai berhasil memaksakan rubber set dengan 3 poin beruntun dari smash keras Cai Yun, pengembalian Koo Kien Keat yang gagal melewati net serta smash beruntun dari Fu Haifeng yang diselesaikan dengan apik oleh Cai Yun, 21-15.

    Aroma ketatnya persaingan kembali tercium di set ketiga khususnya ketika memasuki poin-poin kritis. Fu/Cai pada awalnya mampu mengontrol jalannya pertandingan hingga kedudukan 12-7 ketika drive-drive cepat, smash dan serobotan Cai Yun membuahkan poin demi poin. Penempatan bola yang akurat dari pasangan China di tempat kosong juga ikut mempengaruhi koleksi poin keduanya. Sementara itu, tandem Malaysia lebih banyak mendapatkan angka dari kesalahan sendiri yang dilakukan oleh pasangan China.

    Namun setelah mendapatkan wejangan dari Rexy, duo Malaysia perlahan mampu meredam gempuran pasangan China dan memanfaatkan kelemahan dari Fu Haifeng yang acapkali melakukan kesalahan sendiri. Tan Boon Heong yang juga mampu menciptakan momen-momen emas untuk menyerang akhirnya menyeimbangkan angka kedua pasangan di titik 15. Di skor ini, selisih 1 poin dan kejar mengejar kembali tersaji hingga akhir set. Fu Haifeng masih menjadi titik lemah pasangan China dengan beberapa kesalahan sendiri sedangkan dari Malaysia, Koo Kien Keat yang lebih banyak menghasilkan poin namun juga kurang cermat dalam mengembalikan bola-bola sulit.

    China menyentuh match point 20-19 lebih dulu ketika Kien Keat melakukan ‘unforced error di depan net. Namun hal yang sama juga dibalas oleh Fu Haifeng sehingga kedudukan kembali setara 20-20. Smash beruntun pasangan China kembali memetik match point 21-20. Namun salah pengertian antara Fu/Cai ketika harus mengambil bola ditengah keduanya dan menyebkan pengembalian tak sempurna, 21-21. Adu drive antara kedua pasangan yang ditutup oleh dua kesalahan dari Koo Kien Keat saat gagal mengembalikan bola di depan net menutup set ini dengan kemenangan atas duet Fu/Cai 23-21. Hasil 3-0 ini serta 15-0 dari babak penyisihan subgroup 1B menjadi modal yang cukup sempurna bagi sang juara bertahan untuk menantang Korea di laga pamungkas.

    China vs Malaysia 3-0
    XD : He Hanbin/Yu Yang bt Mohd Fairuzizuan/Wong Pei Tty 21-11, 21-14
    MS : Lin Dan bt Lee Choong Wei 21-16, 21-16
    MD : Fu Haifeng/Cai Yun bt Koo Kien Keat/Tan Boon Heong 19-21, 21-15, 23-21

    (www.bulutangkismania.worpress.com)

    Yong Dae-Hyo Jung 2

    May 16, 2009

    RESULTS DAY 6 SUDIRMAN CUP 2009 : Thailand Retrives Momentum, Hongkong Slipped Out

    Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 6:57 am

    Play Offs round for group 2 has been completed in first session. Rank from 1-8 has been declared and Thailand successfully retrieves their momentum to rejoin group 1 after beating Russia 3-0. In second session, Hongkong slipped out from group 1 after ‘life and death match’ against Japan.

    SESSION 1

    Play Off Group 2 (#1-2) : Thailand vs Russia 3-0

    XD : Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam bt Alexandr Nikoleanko/Valeria Sorokina 21-17, 12-21, 21-16

    MS : Boonsak Ponsana bt Stanislav Pukhov 21-8, 16-21, 21-15

    WS : Salakjit Ponsana bt Ella Diehl 21-18, 21-14

    After went out from group one two years later, Thailand finally promoted once more to this level after being the winner of group 2.  Although Boonsak not at his best performance and Russian doubles players develop so well, Thai’s team succeed to overmaster Russian. With another 7 countries in group 1, Thailand will join them to compete Sudirman Cup the next two years.

    Play Offs Group 2 (#3-4) : Taipei vs Singapore 3-1

    XD : Wang Chia Min/Wan Pei Rong bt Terry Yao Zhao Jiang/Vanessa Neo Yu Yan 21-18, 21-16

    MS : Chou Tien Chen lost to Ashton Chen Yangzhao 22-20, 14-21, 13-21

    MD : Chen Hung Ling/Lin Yu Lang bt Hendri Kurniawan/Hendra Wijaya 21-10, 19-21, 21-7

    WS : Pai Min Jie bt Zhang Beiwen 21-18, 21-17

    Both of countries have no interest with these matches. They only send their 2nd ties of players. Ashton Chen who steal one set from Wacha at yesterday match, once again took one point for his country. Against junior player from Taiwan, Ashton thrilling behind 11-15 and 16-11 before leveled the game at 18, 19, and 20-all. Unfortunate in the end, Ashton failed to finish the game 22-20. After get many advices from his coaches, Ashton control the whole match in 2nd and 3rd set. The tough match also represented by men’s doubles players. Chen/Lin as Taiwan’s #1 pair leading this match since the 1st set. Gap points only 1-3 for each pair in 2nd set. Hendri/Hendra forces rubber set 21-19 after get their momentum 18-13. The Taiwanese regain the rhythm in the 3rd set and once again controlled the game..

    Play Offs Group 2 (#5-6) : Germany vs Netherlands 3-0

    XD : Johannes Schoettler/Birgit Overzier bt Joritt De Ruiter/Ilse Vaessen 20-22, 21-10, 21-13

    MS : Marc Zweibler bt Eric Pang 21-19, 19-21, 21-14

    MD : Ingo Kindervater/Michale Fuchs bt Ruud Bosch/Koen Ridder 21-14, 21-15

    Netherlands also let the match goes to Germany. Judith only play in singles which the games almost in the last match. Joritt/Ilse took many points from their smash and netting when Germany’s pair did many mistakes in the first. But after bad luck in the first they’ve got very nice revenge in the next two set. Eric pang play better than yesterday but only saved 2nd set. In final game, he looks exhausting and fallen behind 14-21.

    Play Offs Group 2 (#7-8) : Poland vs France 3-0

    XD : Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk bt Baptiste Careme/Laura Choinet 21-15, 21-8

    MS : Przemyslaw Wacha bt Matthieu Lo Yi Ping 21-14, 22-20

    MD : Michal Logosz/Robert Mateusiak bt Baptiste Careme/Sylvain Grosjean 21-13, 21-13

    Another swept clean created by Poland for #7th place. Pi who usually gave point to France couldn’t help much as she plays only if France could steal 1 point from previous matches. Wacha has his lucky set in the 2nd. Matthieu actually controls the game from the beginning when he leads 11-4 at interval. He keeps continue to lead the match with an aggressive smashes, 17-14 and 20-18. 4 consecutive points taken by Wacha finally closed this game for Poland

    SESSION 2 :

    Play Offs Group 1 (#5-6) : Denmark vs England 3-2

    XD : Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl bt Anthony Clark/Gabrielle White 21-7, 21-12

    MS : Jan O Jorgensen beat Rajiv Ouseph 21-16, 18-21, 21-11

    MD : Mathias Boe/Carsten Mogensen lost to Robert Blair/Christopher Adcock 16-21, 16-21

    WS : Nanna Brosolat Jensen lost to Sarah Walker Walkover (WO)

    WD : Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen beat Jenny Wallwork/Donna Kellogg 21-15, 10-21, 21-15

    Although this match has nothing effect for both of team, Denmark still keep the cycle with their best format. Men’s Singles and Women’s Doubles were two of the best matches. Lost in 2nd set, the Danish still keep up the heat and won the final set. They’re really deserves for #5 position.

    Play Offs Group 1 (#7-8) : Japan vs Hongkong

    MD : Kenta Kazuno/Kenichi Hayakawa bt Albertus Susanto/Hui Wai Ho 21-15, 21-15

    WS : Mayu Sekiya lost to Yip Pui Yin 7-21, 16-21

    MS : Sho Sasaki bt Chan Yan Kit 22-20, 21-15

    WD : Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna bt Wang Chen/Zhou Mi 21-10, 21-15

    “Life and Death Match” between Japan and Hongkong slipped out Hongkong from group 1 at the end. Chan Yan Kit who supposed to cope 1 point failed to fulfill the mission since he lost momentum at the edge of 1 set. Thrilling behind 18-20, Chan equals the score 20-all with his beautifully net winner. But two errors that he make finally gave this game to Sasaki. Either in women’s doubles, Wang and Zhou who defeated Europe #1, Kamilla/Lena obviously out from expectation. Against semifinalist Olympic 2008, they can’t compared the match with lack of defense. With this result, Hongkong will replace Thailand position in group 2.

    (www.bulutangkismania.wordpress.com)

    May 15, 2009

    RESULTS DAY 5 SUDIRMAN CUP 2009 : Defeating Indonesia, China Challenges Malaysia for Final Ticket

    Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:00 am

    Indonesia should feel satisfied with the result as they expected to be runner up sub group 1B after lost to China 0-5. In the other court, Denmark has to play against Malaysia without Peter Gade and lost their chance for semifinal spot. Thailand as the winner of subgroup 2A will face Russia to decide promotion country of group 1.

    SESSION 1 :

    Group 2B : Russia vs Netherlands 3-2

    XD : Alexandr Nikolaenko/Valeria Sorokina bt Jurgen Wouters/Judith Meulendijks 21-11, 21-11

    MS : Stanislav Pukhov bt Dicky Palyama 21-4, 10-21, 21-10

    MD : Vitaly Durkin/Alexandr Nikolaenko lost to Ruud Bosch/Koen Ridder 21-16, 13-21, 19-21

    WS : Ella Diehl lost to Judith Meulendijks 16-21, 19-21

    WD : Nina Vislova/Valeria Sorokina bt Paulien Van Dooremalen/Rachel Van Cutsen 21-15, 21-8

    With this result, Russia deserves to take play-off ticket as winner of group 2B to get promotion of group 1. They will fight against Thailand for promotion spot. Judith seems has match partner in doubles but lost her sparks in singles. Ruud/Koen once again shows their regain to defeat Vitaly/Alexandr. After lost their first, they’re control 2nd game and 3rd game.

    Group 2B : Singapore vs Poland 3-2

    MD : Hendri Kurniawan Saputra/Hendra Wijaya bt Michal Logosz/Robert Mateusiak 21-16, 17-21, 21-19

    WS : Xing Aiying bt Agnieszka Wojtkowska 21-8, 21-8

    MS : Ashton Chen lost to Przemyslaw Wacha 23-21, 14-21, 19-21

    WD : Yao Lei/Shinta Mulia Sari bt Malgorzata Kurdelska/Natalia Pocztowiak 21-13, 21-18

    XD : Hendri Kurniawan Saputra/Vanessa Neo Yu Yan lost to Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk 17-21, 14-21

    Singapore has been through very tight match, Singapore finally took 2nd place in sub group 2B. Hendri/Hendra need 3 set to win over senior pair, Robert/Michal. Although failed in his doubles match, Robert succeeded to steal one point in mixed with Nadiezda. Meanwhile, Wacha empowered Ashton in 1st set when he lead 19-13 but missed his chance 20-all before Singaporean young player win this game 23-21. Luckily, he took next two set with his experiences.

    SESSION 2 :

    Group 1A : Malaysia vs Denmark 3-2

    XD : Mohd Fairuzizuan/Wong Pei Tty lost to Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl 17-21, 22-24

    MS : Lee Choong Wei bt Jan O Jorgensen 21-11, 21-18

    MD : Koo Kien Keat/Tan Boon Heong bt Lars Paaske/Jonas Rasmussen 21-9, 21-14

    WS : Wong Mew Choo bt Nanna Brosolat Jensen 21-8, 21-11

    WD : Wong Pei Tty/Chin Eei Hui lost to Kamilla Rytter Juhl 11-21, 21-16, 11-21

    The Danish should feel disappointing with their bad luck. After Tine get injury and couldn’t play for her team, Peter Gade also get headache when they have to face ‘life and death’ match against Malaysia for semifinal spot. But it doesn’t mean Malaysia could pace them so easy. Kamilla Rytter Juhl succeeded to be hero for her team after two wonderful matches in mixed and women’s doubles. She took 2 points for her country and break her record to beat Wong/Chin in 3 set. Juhl’s spirit unfortunately couldn’t feel by Lars/Jonas who lost so easy from Malaysian.

    Group 1B : China vs Indonesia 5-0

    MD : Fu Haifeng/Cai Yun bt Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan 21-10, 19-21, 21-12

    WS : Wang Yihan bt Maria Kristin Yulianti 16-21, 21-5, 21-10

    MS : Lin Dan bt Simon Santoso 13-21, 21-14, 21-11

    WD : Du Jing/Yu Yang bt Geysia Polii/Nitya Krishinda 21-15, 21-13

    XD : Zheng Bo/Ma Jin bt Devin/Lita 22-20, 18-21, 21-14

    Indonesia would be surprised with this results since they just let 2nd tie players. They realized that China is the strongest team so they just let their younger players to take more experiences. Maria, Simon, and Devin/Lita actually have their big chance to beat the Chinese if they could play constantly either in 2nd or 3rd set. This whole matches took approximately 4,5 hours and break the record as the longest matches in this year Sudirman Cup event.

    First match represented by new collaboration, Hendra and Ahsan. As his first team event, Ahsan played so well with his skills. Little bit awkward in the first with so many unforced error, Many return from his balls are out and doubtful. In the other court, Cai Yun play aggressively with his smashing and placing..Ahsan totally changes in 2nd set. With his spirit, Ahsan and Hendra compared Fu/Cai’s skills into tight match from the beginning of this set until 19-all. Beautifully placement to the baseline by Ahsan and reflex return too long by Fu Haifeng close this game for Indonesian pair. In final match, Ahsan failed to keep his spirit and rhythm when the Chinese control the match with their placing and bumping smash.

    All England’s winner, Wang Yihan also need 3 set to beat bronze medalist Olympic 2008, Maria Kristin. Maria took 1st set as Yihan follow her game and couldn’t leveled Maria’s placing and smashing. After took many advices from Zhang Ning and Li Yong Bo, Yihan finally shows her true self skills and develop her game. Leading 8-0, 14-2 and 18-4, she forces rubber set 21-5. Although Maria succeed to minimize her errors in 3rd set, it only saved before interval 10-11. After that, Maria lost her spirit to balance Yihan smashing and drop shot to take 10 consecutive points and end this match.

    Olympic gold medalist, Lin Dan also not at his best performance when he facing against Simon Santoso. Many smashes from Lin Dan could be returned by Simon. He also makes so many unforced error in front of the net. Meanwhile, Simon play aggressively in 1st set with his smash and lob to push Lin Dan play with his style. Unfortunately, Simon couldn’t keep his momentum in 2nd set. Lin Dan reverses the game and took it so easy for the next two set.

    Another interesting match represented by Devin/Lita as the last chance for Indonesia to gather 1 last point. They’re surprising Zheng/Ma in 1st set to lead the game 20-18. But critical point syndrome canceled their winning and lost 20-22. DevTa revenge their lost in 2nd set but in the end after interval break, they’re failed to keep the rhythm and lost 14-21.

    With this result, Indonesia will face against the winner of sub group 1A (Korea, red)  in semifinal and China will challenge Malaysia for final ticket.

    (www.bulutangkismania.wordpress.com)

    May 14, 2009

    RESULTS DAY 4 SUDIRMAN CUP 2009 : The Toughest Day for Japan, Easy Way for Thailand

    Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:33 am

    Japan team who get promote to group one last year having bad luck after lost to England 4-1 in narrowly matches. They will face against Hongkong which defeated by Korea to decide which country will stay in group 1 for the next Sudirman Cup event. In subgroup 2A, Thailand opened their momentum back to be the winner of group 2 after overmaster Chinese Taipei 4-1.

    SESSION 1

    Group 2B : Poland vs Rusia, 3-2

    XD : Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk bt Vitaly Durkin/Nina Vislova 16-21, 21-13, 21-8

    MS : Przemyslaw Wacha bt Vladimir Ivanov 21-18, 21-14

    MD : Michal Logosz/Robert Mateusiak bt Vitaly Durkin/Alexandr Nikolaenko 21-16, 23-21

    WS : Agnieszka Wojtkowska lost to Ella Diehl 10-21, 12-21

    WD : Malgorzata Kurdelska/Natalia Pocztowiak lost to Nina Vislova/Valeria Sorokina 17-21, 18-21

    With their experiencing players, Poland is favorable to win this match. But for Russia, after beaten Singapore and took 2 points from Poland means this sport has growth very fast. Nina Vislova not only playing clever in doubles but also attractive in mixed. They need to explore men players in singles and doubles. Alexandr/Vitaly have skills but lack of experience. Lead 20-18 in second game and have clinched to make it rubber but then their wasting their two chances to close the game. Then they have second match point 21-20 but lost again 21-21 before Polish took this set 23-21.

    Group 2B : Singapore vs Netherlands 4-1

    MD : Hendri Kurniawan Saputra/Hendra Wijaya bt Ruud Bosch/Koen Ridder 21-11, 16-21, 21-16

    WS : Zhang Beiwen lost to Judith Meulendijks 16-21, 16-21

    MS : Derek Wong Zi Liang bt Eric Pang 12-21, 21-19, 21-15

    WD : Yao Lei/Shinta Mulia Sari bt Yao Jie/Judith Meulendijks 15-21, 21-16, 21-17

    XD : Hendri Kurniawan Saputra/Vanessa Neo Yu Yan bt Joritt De Ruiter/Ilse Vaessen 21-12, 21-14

    Singapore finally shown their true performance to beat Netherlands. Zhang Beiwen who is not playing good as usual failed to steal 1 point from Judith. But her comrade, Derek Wong succeed to make an upset Eric Pang in 3 game. Shinta Mulia Sari might the weakest link of WD when she can’t return smashes from Yao Jie and Judith in the first set. But luckily Yao Lei’s placement could endure their smashing attack.

    SESSION 2 (07.00 PM) :

    Group 2A : Thailand vs Taipei 4-1

    XD : Sudket Prapakamol/Saralee Thongthongkam bt Fang Chieh Min/Cheng Wen Hsin 21-16, 22-20

    MS : Boonsak Ponsana bt Hsueh Hsuan Yi 21-18, 9-21, 21-16

    WS : Salakjit Ponsana bt Chiang Pei Hsin 21-18, 21-10

    MD : Sudket Prapakamol/Songphon Anugritayawon bt Cheng Hung Ling/Lin Yu Lang 20-22, 21-17, 21-19

    WD : Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul lost to Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin 13-21, 16-21

    After lost 16-21 in the first set, the Taiwanese XD pair actually control the game in 2nd set. With their smash and aggressiveness, Fang/Cheng lead the score 15-11 and 17-14. But lack of consistency in the critical points gave free consecutive points for Thai’s pair. Sudket/Saralee reach match point 20-18 but Taiwanese catch up the score before Thailand closed their chance 22-20. Boonsak get another messy day after he has to put so much effort in his two last matches. Cheng/Lin have their slighter edge when their fight against Sudket/Songphon in set 1 and 3. Sudket seems exhausting in the game after XD match but Songphon existed to cover his game in critical moments.

    Group 2A : Germany vs France 5-0

    XD : Johannes Schoettler/Birgit Overzier bt SylvainGrosjean/Weny Rahmawati 19-21, 21-17, 21-16

    MS : Marc Zwiebler bt Matthieu Lo Yi Ping 17-21, 21-17, 21-13

    MD : Ingo Kindervater/Michael Fuchs bt SylvainGrosjean/Baptiste Careme 21-14, 21-15

    WS : Xu Huaiwen bt Pi Hongyan 21-19, 21-13

    WD : Birgit Overzier/Sandra Marinello bt Weny Rahmawati/Laura Choinet 21-17, 21-12

    Tight matches in begin but easy enough in the end. Germany’s new collaboration, Johannes/Birgit shocked in the 1st set but get their rhythm back for the next two set. Marc Zwiebler also need 3 sets to beat Matthieu’s spirit. The battle between two ex-Chinese players might not interesting as usual because Pi not playing as well. Although she leveled Xu in the 1st game but lost her sparks in 2nd.

    Group 1A : Korea vs Hongkong 3-2

    XD : Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung bt Hui Wai Ho/Yip Pui Yin 10-21, 21-11, 21-16

    MS : Shin Baek Cheol lost to Chan Yan Kit 14-21, 9-21

    MD : Hwang Ji Man/Han Sang Hoon bt Albertus Susanto/Yohan Hadikusumo 21-10, 21-10

    WS : Kim Moon Hi lost to Wang Chen 21-13, 15-21, 15-21

    WD : Ha Jung Eun/Kim Min Jung bt Chau Hoi Wah/Chan Tsz Ka 21-7, 21-14

    Hongkong almost beat Korea if they took one points from doubles match. At the first match, Yoo/Kim should play rubber set before winning over new collaboration Hui/Yip. This match also interesting with jumping smash from Yip who usually play for women’s singles. Another exciting match is women’s singles. With her experiences, Wang could make this tall-girl run over the court in 2nd and 3rd game.

    Group 1B : England vs Japan 4-1

    XD : Anthony Clark/Donna Kellogg bt Noriyasu Hirata/Miyuki Maeda 24-22, 21-15

    MS : Andrew Smith lost bt Kenichi Tago 21-17, 19-21, 21-14

    MD : Anthony Clark/Nathan Robertson bt Kenta Kazuno/Kenichi Hayakawa 23-25, 21-19, 21-18

    WS : Sarah Walker lost to Sayaka Sato 15-21, 14-21

    WD : Jenny Wallwork/Donna Kellogg bt Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna 21-12, 21-12

    “Life and Death” match between England and Japan finally decided which country would play for play-off in subgroup 1A. Some of Japan’s players clapping pompom sticks to support their team. So badly that it wasn’t run very well. Many critical points possible to win the matches created by Japanase but unfortunately that they’d lost in the end. In mixed doubles, after thrilling behind 11-16, duo Japanese leveled the match 16-16 before took match point 20-17. But another critical points syndrome prevents them to win this set. Donna and Clark played aggressive and saved 3 times match point in row when Hirata and Satoko making so many unforced error to return the shuttle out. Clark looks relaxed and Kellogg’s stroke is more accurate in this game as placing from Clark to fist up high and finished the match 24-22.

    Another disappointing result from Japanese represented by Kenichi when he has so many unforced error in 3nd game. Having ‘bad call’ when the score is 6-6, Kenichi starts to make many errors. Meanwhile, Andrew is so aggressive with his bang-smashes, 15-13. Another 3 consecutive smash make the score 18-13 before finish the match 21-14.

    In MD match, Japan also frustrated with their two young pair, Kenta/Kenichi who get bad result in the end. Although can compare Nathan/Anthony in the 1st game, they failed to keep that constantly in 2nd set. Leading 18-12, another critical point syndrome just let them did many unforced error. 8 consecutive points include Clark’s smash fist up in the air reverse the score to England’s match point 20-18 and close this game 21-19. Rubber set also controlled by Japanese in the beginning of match. But when they reach 16-14, England comeback again with their momentum and gather 5 consecutive points, 19-14 before winning it 21-18.

    Clark express happiness to throw his racket into the crowds because with this results, England will stay in group 1A for the next Sudirman Cup. In the other hand, Japan will play against Hongkong for play-off to decide which country will stay in group 1.

    (www.bulutangkismania.wordpress.com)

    May 13, 2009

    RESULTS DAY 3 SUDIRMAN CUP 2009 : The Continents War in 2A, Korea & China Claimed The Glory

    Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 12:01 am

    Asia ruled once again and knocked out 2 European countries in 2A. Although with unpredictable result when Marc Zwiebler frustrated Boonsak Ponsana in 3 set, Thailand finally took the match 3-2. In session 2, Korea is too strong for Danish when the home’s shuttlers picked up 5 points of victory against Japan.

    SESSION 1

    Group 2A : Taipei vs France 4-1

    XD : Fang Chieh Min/Cheng Wen Hsing bt Baptiste Careme/Laura Choinet 21-15, 1-15

    MS : Hsueh Hsuan Yi bt Matthieu Lo Yi Ping 21-17, 21-17

    WS : Chiang Pei Hsin lost to Pi Hongyan 9-21, 15-21

    MD : Fang Chieh Ming/Lee Sheng Mu bt Baptiste Careme/Sylvain Grosjean 25-23, 21-5

    WD : Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing bt Weny Rahmawaty/Elisa Chanteur 21-9, 21-12

    Pi and her comrades failed to beat another Asia country after lost from Thailand yesterday. The only point sealed by herself again Chiang Pei Hsin. Taiwanese open their big chance to be the winner of group 2 and promote to group 1.

    Group 2A : Thailand vs Germany 3-2

    XD ; Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam bt Kristoff Hopp/Birgit Overzier 21-12, 21-13

    MS : Boonsak Ponsana lost to Marc Zwiebler 21-7, 19-21, 17-21

    WS : Porntip Buranaprasertsuk lost to Xu Huiawen 21-12, 13-21, 11-21

    MD : Sudket Prapakamol/Saralee Thongthongkam bt Ingo Kindervater/Michael Fuchs 21-17, 21-16

    WD : Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul bt Birgit Overzier/Sandra Marinello 21-13, 21-19

    Another surprising match represented by Marc Zwiebler. After thrilling behind 9-12, Marc leveled the second set 12-all. Boonsak has opportunity to take this game when he equals the point 16-all after down 12-16. But Marc never let it be easy. Play more aggressively he reaches match point 20-17 and close this set 21-19. Unfortunately Germany couldn’t ask more for doubles. With their experience, Sudket, Saralee and Kunchala sealed another 3 points of victory.

    SESSION 2

    Group 1 A : Korea vs Denmark 4-1

    XD : Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung bt Joachim Fischer Nielsen/Christina Pedersen 21-16, 21-14

    MS : Park Sung Hwan lost to Peter Gade 16-21, 18-21

    MD : Jung Jae Sung/Lee Yong Dae bt Mathias Boe/Carsten Mogensen 23-21, 21-10

    WS : Hwang Hye Youn bt Nanna Brosolat Jensen 10-21, 21-8, 21-11

    WD : Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won bt Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen 21-13, 21-17

    As many people predicted, without Tine Denmark might only steal 1 point from favorite winner of 1A, Korea. One of interesting match was in MD when Jung/Lee took their revenge over the Danes after lost in the final match Korea Super Series 2009. Boe/Nuller performed very well with their big smash and play aggressively. Having their slight to win the first set when they reach match point 20-17 and 21-20, but critical point syndrome reversed the result for Korea, 23-21.

    Group 1 B : China vs Japan 5-0

    MD : Fu Haifeng/Cai Yun bt Kenta Kazuno/Kenichi Hayakawa 21-14, 21-13

    WS : Wang Yihan bt Mayu Sekiya 21-10, 22-20

    MS : Lin Dan bt Sho Sasaki 21-12, 21-13

    WD : Du Jing/Yu Yang bt Mizuki Fukii/Reika Kakiiwa 21-10, 21-9

    XD : Zheng Bo/Ma Jin bt Noriyasu Hirata/Satoko Suetsuna 21-11, 25-23

    After won 5-0 over England, the Chinese doubled their glory to beat Japan 5-0. The Japanese too close to make it rubber in WS and XD. Yihan locked with her unforced error in the 2nd set and thrilling behind 7-15 before she close the gap 16-17. Sekiya took match point 20-18 but Yihan couldn’t let it easy and forced to end this set 23-21.  Another trick of victory also taken by Noriyasu and Satoko when they’d fallen behind 15-18 then equal the score 18-all. Noriyasu/Satoko push the Chinese to the high tense of critical point. With only 1 ‘gap’ point until 23-all, Zheng/Ma finally cracked the score 25-23.

    Tomorrow’s Matches (13 May 2009) :

    SESSION 1 (01.00 PM) :

    Group 2B : Poland vs Rusia, Singapore vs Netherlands

    SESSION 2 (07.00 PM) :

    Group 2A : Thailand vs Taipei, Germany vs France

    Group 1A : Korea vs Hongkong

    Group 1B : Japan vs England

    (www.bulutangkismania.wordpress.com)

    « Previous PageNext Page »

    Blog at WordPress.com.