Bulutangkismania's Weblog

Juni 7, 2008

Preview Singapore SS ’08 : Super Series Tersepi Di Tahun 2008

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 3:03 pm

AVIVA SINGAPORE SUPER SERIES

Singapore City, 10-15 June 2008

Turnamen super series yang menjadi ajang pemanasan sebelum Olimpiade Beijing 2008 ternyata sepi dari keikutsertaan para pemain elit dunia dan sebagaian besar para pemain Eropa. Ketidakhadiran para pemain utama Korea di turnamen ini sempat dikemukakan oleh sang pelatih utama saat tim Korea bertanding di ajang Thomas-Uber 2008. Para pemain Korea yang lolos ke olimpiade akan disimpan dan diharapkan dapat mencapai ‘peak performance’ saat tampil di Beijing. Lain halnya dengan para pemain Cina. Negeri tirai bambu ini memilih absen di Singapura untuk turun dengan kekuatan maksimal di Istora Jakarta pada perhelatan Indonesia SS pekan berikutnya.

Bagi kubu Indonesia turnamen Singapore SS mampu memberikan kesan tersendiri. Sepanjang perjalanan tahun 2007, Indonesia akhirnya berhasil meraih gelar super series pertamanya lewat duet Flandy/Vita di turnamen yang berbandrol $200,00 ini. Tahun ini, merah putih hanya mengirimkan 17 wakilnya karena mundurnya beberapa pemain utama di sektor tunggal putra-putri dan ganda putra. Absennya sebagian besar utusan Cina dan Korea serta beberapa duta Indonesia memberikan keuntungan tersendiri bagi para delegasi Denmark dan Malaysia yang turun dengan kekuatan terbaiknya.

Tunggal Putra

Pemain tulang punggung Thailand, Boonsak Ponsana, membuat kejutan besar setahun yang lalu saat menundukkan Lin Dan di perempatfinal. Di partai puncak, Boonsak akhirnya berhasil menjuarai turnamen ini dengan mendepak tunggal Cina lainnya, Chen Yu, 21-17, 21-14. Tahun ini, tanpa kehadiran tunggal pertama Cina yang menundukkannya di babak perempatfinal perebuatan Piala Thomas bulan lalu, rintangan Boonsak untuk mempertahankan gelarnya tahun lalu akan tertuju pada unggulan asal Malaysia, Lee Choong Wei.

Enam pemain Indonesia yang dikirim ke ajang ini tahun lalu mencatat hasil sudah berguguran di babak-babak awal. Taufik, Sony dan Simon hanya mampu melenggang ke babak 16 besar. Tahun 2008, Sony Dwi Kuncoro harus absen dari turnamen ini karena cedera yang dideritanya.

Taufik Hidayat (unggulan ke-3) : Meskipun namanya masih terdaftar dalam draws turnamen ini, Taufik dipastikan tidak akan mengikuti turnamen ini untuk berkonsentrasi di turnamen Indonesia SS dan Olimpiade.

Simon Santoso (unggulan ke-6) : Absennya Sony dan Taufik menjadikan Simon sebagai tumpuan utama Indonesia di nomor ini. Tahun lalu Simon terjegal di babak kedua oleh Lin Dan, 14-21, 20-22. Kali ini, Simon akan menantang tunggal Irlandia, Scott Evans di babak pertama. Sebelum bertemu unggulan ke-2, Kenneth Jonassen di babak semifinal, Simon harus mampu menyingkirkan tunggal Jepang, Shoji Sato di babak ke-2 dan pebulutangkis India, Anup Sridhar di perempatfinal.

Tommy Sugiarto : Berdasarkan data pemain dengan urutan tanggal, Tommy berpeluang untuk mendapatkan promosi ke babak utama dari pemain yang mengundurkan diri tanpa harus melewati babak kualifikasi. Namun jika harus melewati babak kualifikasi, jalan cukup terjal harus di jalani Tommy untuk bisa lolos ke babak utama. Mendapat bye di ronde pertama, Tommy akan menantang sesama pemain Indonesia, Andreas, di ronde selanjutnya. Namun untuk bisa masuk ke babak utama, Tommy harus mampu mengungguli pemain Cina, Gong Weijie atau tunggal Malaysia, Tan Chun Seang. Di babak 32 besar, sudah menunggu unggulan ke-4 asal Denmark, Peter Gade, untuk menjamu siapapun pemain kualifikasi yang lolos ke babak utama.

Andreas Adityawarman : Sama seperti tahun lalu, Singapore SS akan menjadi turnamen super series pertama yang diikuti oleh Andreas sepanjang tahun 2008. Senasib dengan Tommy, tahun lalu Andreas juga harus tumbang di ronde pertama babak kualifikasi. Berhadapan dengan tunggal Jerman, Roman Spitko, Andreas menyerah dua set langsung, 14-21, 19-21. Di tahun ini, Andreas akan berhadapan dengan tunggal Malaysia, Wee Chung Pei. Satu pool bersama Tommy, mereka akan saling berjibaku di ronde kedua. Pemenang dari duel ini akan menantang Gong Weijie atau Tan Chun Seang.

Alamsyah Yunus : Tahun lalu, Yunus menjadi satu-satunya pemain kualifikasi Indonesia yang berhasil masuk ke babak utama. Meskipun akhirnya menyerah 19-21, 17-21 dari Boonsak Ponsana, Yunus mampu mencatat prestasi cukup memukau dengan menundukkan tunggal Vietnam, Nguyen Tien Minh di ronde kedua babak kualifikasi. Tahun ini rintangan berat kembali harus ditempuh oleh Yunus. Di ronde pertama, Yunus akan menghadapi pemain Denmark, Hans Kristian. Menunggunya di ronde kedua adalah tunggal ke-3 Jepang, Kenichi Tago. Jika mampu membuat kejutan dan menang atas Kenichi, Yunus akan menantang pemain utama Taipei, Hsieh Yu Hsin sebelum bertemu Sairul Amar Ayob (Malaysia) di babak 32 besar.

Tunggal Putri

Tunggal pertama Indonesia, Maria Kristin, berhasil mencatat prestasi terbaik dibandingkan dengan 3 srikandi Indonesia lainnya yang dikirim ke turnamen ini tahun lalu. Di babak ke-2, Maria akhirnya menyerah kepada tunggal terbaik Hongkong, Wang Chen, 9-21, 9-21. Tahun ini, Indonesia hanya mengirimkan Firda dan Pia menyusul pengunduran diri Maria pada tanggal 27 Mei yang lalu.

Tahun lalu, Zhang Ning akhirnya merebut mahkota juara setelah di babak final mengalahkan tunggal Cina lainnya, Xie Xingfang, 21-18, 19-21, 21-3. Dengan absennya 5 tunggal terbaik Cina dan pemain Jerman Xu Huaiwen, ‘sang ratu Eropa’ Tine Rasmussen yang diunggulkan ditempat ke-2 berpeluang besar untuk merebut gelar super series ketiganya di tahun ini.

Adrianti Firdasari : Dengan absennya para pemain Cina yang berada di peringkat atas dunia dan sebagian besar para pemain Eropa, Firda tahun ini mendapat keuntungan dengan tidak perlu berjibaku melewati babak kualifikasi. Namun bukan berarti langkah menjadi lebih mudah dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun Firda tumbang di ronde ke-3 babak kualifikasi oleh Salakjit Ponsana dalam pertarungan rubber set, maka pada tahun ini dia akan ditantang pemain Rusia, Ekaterina Ananina di babak pertama. Lolos dari hadangan tunggal kedua Rusia tersebut, Firda sudah langsung bertemu dengan unggulan teratas asal Perancis, Pi Hongyan di babak kedua.

Pia Zebadiah : Tahun lalu, Pia langsung kandas di laga perdananya pada babak kualifikasi oleh pemain Taipei, Cheng Shao Chieh, 21-14, 14-21, 14-21. Adik Markis Kido yang sempat mengalahkan pemain Jepang Kaori Mori di babak penyisihan grup Piala Uber 2008 ini akan ditantang tunggal ke-5 Korea, Kim Moon Hi di ronde kedua babak kualifkasi setelah mendapat bye di ronde awal. Menunggu Pia di babak 32 besar adalah pemain rangkap asal Kanada, Charmaine Reid. Pertemuan Pia dan Charmaine di ronde kedua babak kualifikasi Indonesia SS 2007 dimenangkan oleh Pia, 21-13, 21-9. Di babak 16 besar, Pia akan bertemu unggulan ke-3 asal Hongkong, Wang Chen, untuk bisa mendapatkan tiket ke perempatfinal.

Ganda Putra

Untuk pertamakalinya dalam sejarah penyelenggaraan super series, tidak adanya kulifikasi nomor ganda putra dimana semua pemain yang ikut ambil bagian dalam turnamen ini langsung lolos ke babak utama. Artinya, tidak lebih dari 32 pasang pemain yang berminat untuk mengikuti kejuaraan ini. Absennya sang juara bertahan tahun lalu, Fu Haifeng/Cai Yun dan dua ganda terbaik Korea, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dan Lee Jae Jin/Hwang Ji Man membuat kompetisi ini hanya akan dikuasai oleh para ganda Malaysia dan Denmark. Tahun lalu, Indonesia mencatatkan nama Markis/Hendra dan Tony/Candra sebagai semifinalis meskipun akhirnya kedua pasangan ini gagal melaju ke partai puncak.

Markis/Hendra (unggulan ke-1) : Penyakit tifus yang sejak tanggal 28 Mei menjangkiti pasangan terbaik dunia ini akhirnya membuat keduanya batal tampil di turnamen Singapore SS 2008. Bahkan jika sampai menjelang perhelatan Indonesia SS kondisi keduanya juga tidak membaik, penonton Istora dengan terpaksa harus menyimpan kerinduan untuk menyaksikan aksi lapangan dari kedua pemain ini.

Luluk/Alvent (unggulan ke-5) : Absennya KiNdra membuat peluang LuVent untuk melaju ke semifinal semakin bertambah besar. Kedua pasangan yang awalnya diprediksi akan baku hantam di 8 besar ternyata tidak terealisasi karena mundurnya KiNdra. Satu-satunya lawan yang harus diwaspadai oleh LuVent adalah tandem senior Malaysia, Chan Chong Ming/Chew Choon Eng pada laga babak kedua setelah mampu manaklukkan pasangan Korea, Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo di babak perdana. Runner up turnamen GP Gold India Open 2008 ini melaju ke babak final setelah menumbangkan tandem Korea yang cukup bersinar, Lee Jae Jin/Hwang Ji Man, ganda Jepang, Tadashi/Keita, dan duet senior Candra/Tony hanya dalam satu turnamen.

Namun dengan bekal kemenangan atas Mohd Zakry/Mohd Fairuz, Jung/Lee, dan Lars/Jonas di turnamen Korea SS bulan Januari lalu serta performa yang cukup stabil dengan mencapai babak 8 besar di turnamen All England SS 2008 dan Swiss SS 2008 diharapkan mampu menjadi motivasi kuat bagi LuVent untuk bisa melaju ke perempatfinal dan menantang pasangan Malaysia, Gan Teik Chai/Lin Woon Fui. Di babak semifinal, LuVent akan bertemu dengan pasangan Malaysia lainnya, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong jika unggulan ke-3 asal Malaysia tersebut mampu mengatasi lawan-lawan di babak sebelumnya.

Hendra/Joko : Rintangan HenJok untuk bisa mencapai babak semifinal jauh lebih berat dibandingkan dengan LuVent. Dua pasangan 10 besar dunia, Guo Zhendong/Xie Zhongbo (unngulan ke-6, Cina) dan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (unggulan ke-3, Malaysia) siap menjadi penantang mereka di babak pertama dan perempatfinal. Di babak 16 besar, HenJok diprediksi akan bertemu dengan kompatriotnya, Bona/Ahsan. Pertemuan terakhir HenJok dan Gou/Xie pada babak pertama Korea SS 2008 berhasil dimenengkan oleh HenJok dengan rubber set, 20-22, 21-10, 21-17. Sedangkan menghadapi Koo/Tan di babak pertama Malaysia SS 2008, HenJok harus menyerah 21-14, 17-21, 15-21.

Namun jika menilik prestasi HenJok setahun yang lalu, turnamen ini merupakan salah satu diantara 3 turnamen super series terbaik yang pernah dilakoni oleh keduanya dimana mereka mereka mampu menembus babak perempatfinal. Bahkan di babak kedua turnamen ini setahun yang lalu, HenJok membuat prestasi terbaiknya dengan menumbangkan ganda Denmark, Jens Eriksen/Marthin Lundgaard yang waktu itu menempati peringkat 2 dunia. Tahun ini, peringkat keduanya melorot drastis karena prestasi keduanya tidak mampu lebih baik dari tahun sebelumnya.

Rian/Yoke : Turnamen ini merupakan turnamen super series ke-2 yang diikuti oleh tandem terbaik PB Djarum ini setelah Maret lalu keduanya tampil di ajang All England SS. Penampilan terakhir keduanya di turnamen GP German Open juga cukup baik meskipun belum maksimal dan akhirnya tumbang di 8 besar dari duo Korea, Han Sang Hoon/Cho Gun Woo, 20-22, 11-21. Pasangan peringkat 20 dunia ini untuk pertamakalinya mengikuti turnamen Singapore SS karena pada perhelatan tahun lalu, Rian masih digandeng oleh Eng Hian dan membukukan hasil dengan melaju hingga babak 16 besar sebelum akhirnya menyerah kepada duet Malaysia, Mohd Zakry/Mohd Fairuz, 9-21, 13-21.

Kali ini di babak pertama, mereka akan langsung berhadapan dengan ganda no.2 Denmark, Jens Eriksen/Marthin Lundgaard. Jika mereka berhasil mengatasi ganda senior Denmark yang sudah mulai memudar prestasinya tersebut, RiYo akan menjamu unggulan ke-2, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah. Namun di babak sebelumnya, Tan Fook/Wan Wah harus mampu menundukkan kompatriot mereka, Mohd Zakry/Mohd Fairuz.

Bona/Ahsan : Adik kandung Markis Kido (Bona Septano) ini nampaknya masih sulit mengimbangi prestasi sang kakak sebagai ‘motor’ pertandingan saat beraksi di lapangan. Prestasi BoAh masih tak bergerak dan senantiasa kandas di babak-babak awal. Sampai pertengahan tahun ini, mereka hanya mampu mencapai babak pertama GP German Open dan babak kualifikasi Malaysia SS dan All England SS. Di turnamen GP Gold India Open, keduanya terpaksa mengundurkan diri karena musibah yang dialami oleh Bona yaitu meninggalnya sang ayah.

Keduanya kembali mengundi peruntungan di turnamen kali ini dan akan menantang salah satu diantara 4 pasangan baru dari hasil ‘bongkar-pasang’ Rexy Mainaky, Hoon Thien How/Ong Soon Hock. di laga perdana mereka. Ong Soon Hock merupakan partner dari Tan Bin Shen yang di babak pertama Malaysia SS 2008 mampu menjungkalkan duet Hongkong, Albertus Susanto/Yonathan Hadikusumo. Sedangkan Hoon Thien How sedianya merupakan partner dari Tan Wee Kiong dimana pada turnamen yang sama Januari lalu termasuk salah satu diantara 2 pasangan kualifikasi Malaysia yang lolos dari babak kualifikasi sebelum akhirnya dikalahkan Choong Tan Fook/Lee Wan Wah di babak 32 besar

Ganda Putri

Selain ganda campuran, hanya di nomor inilah merupakan Indonesia mengirimkan para atlet terbaiknya untuk berkompetisi. Namun sayangnya, tidak ada pasangan lapis dua Indonesia yang ikut mendampingi 3 tandem srikandi terbaik merah-putih yang sudah sering ‘keluar-masuk’ arena super series. Namun jika dibandingkan tahun lalu, kekuatan Indonesia kali ini lebih baik dengan terbentuknya Vita/Lily dan Jo/Grace. Tahun lalu, tandem Vita/Grace mampu menembus babak 8 besar dengan menumbangkan duet terbaik Jepang, Kumiko Ogura/Reiko Shiota. Sayangnya keduanya harus tumbang ditangan unggulan teratas, Zhang Yawen/Wei Yili, 7-21, 25-27.

Yawen/Yili akhirnya menjadi juara turnamen ini setelah di babak final menundukkan pasangan Cina lainnya, Yang Wei/Zhao Tingting, 10-21, 21-19, 21-18. Tahun ini, Cina hanya diwakilkan oleh ganda lapis atas yang termuda, Du Jing/Yu Yang. Namun meskipun hanya mendelegasikan satu wakilnya, Du/Yu yang menempati unggulan teratas berpeluang paling besar untuk merebut gelar di turnamen kali ini karena absennya ganda Korea, Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung.

Vita/Lilyana : Hampir dipastikan ViLy akan melenggang dengan mudah ke babak 8 besar karena penantang yang berada satu pool dengan keduanya tidak ada satupun yang menembus 10 besar dunia. Tantangan berat akan dilalui ViLy saat bertemu unggulan teratas, Du Jing/Yu Yang untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Di babak pertama, mereka akan berhadapan dengan ganda ke-3 Malaysia, Fong Chew Yen/Mooi Hing Yau. Di pertandingan selanjutnya, ViLy diprediksi akan bertemu dengan pasangan yang menjadi penentu kemenangan 3-2 tim Denmark atas Malaysia di babak penyisihan grup Piala Uber yang lalu, Christina Pedersen/Mie Schjoett Kristiansen. Namun sebelumnya, Christina/Schjoett harus mampu memenangkan duel atas wakil Rusia, Ekaterina Ananina/Ananstasia Russkikh pada babak pertama.

Jika ViLy mampu menunjukkan stabilitas performa seperti saat keduanya nyaris mengungguli pasangan Cina, Yang Wei/Zhang Jiewen di babak final Piala Uber bulan lalu, mereka masih berpeluang cukup besar untuk mengulang prestasi yang sama seperti babak semifinal China Masters SS 2007 dimana ViLy secara dramatis menaklukkan ganda ke-3 Cina tersebut 11-21, 22-20, 21-18. Namun meskipun lolos dari Du/Yu di perempatfinal, ViLy masih harus bertemu dengan satu-satunya pasangan elit dunia non-Cina yang belum pernah mampu dikalahkan oleh keduanya, Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing (unggulan ke-2, Taipei) di babak final.

Jo/Grace : Peringkat yang kurang baik akhirnya menempatkan JoGre dengan unggulan teratas, Du/Yu di babak 16 besar turnamen ini. Padahal di babak pertama, JoGre hanya mendapat tantangan dari pemain junior tuan rumah, Bo Li/Thing Thing. Kalaupun JoGre mampu membuat kejutan, hampir dipastikan mereka akan saling baku hantam dengan pasangan Indonesia lainnya, Vita/Lilyana di babak perempatfinal.

Endang/Rani : Hampir sama dengan ViLy, EnRa juga akan langsung berhadapan dengan unggulan ke-2, Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing, jika lolos ke perempatfinal. Namun di dua babak sebelumnya, EnRa terlebih dahulu harus mampu mematahkan perlawanan ganda terbaik Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier dan ganda terbaik Singapura, Jiang Yanmei/Li Yujia di babak pertma dan kedua. Tahun lalu, di tiga pertemuan turnamen super series EnRa dan Jiang/Li semuanya terjadi di babak kedua dan selalu berhasil dimenangkan oleh tandem Singapura tersebut.

Ganda Campuran

Flandy/Vita mempunyai tugas yang cukup berat untuk bisa mengulang kesuksesan tahun lalu. Meskipun mampu melaju ke babak semifinal, pasangan yang 1 tahun lalu menekuk ganda Thailand, Sudket/Saralee, 21-14, 21-13 di partai puncak ini harus mampu menembus dua ganda terkuat dunia saat ini, Nova/Lily dan Zheng Bo/Gao Ling untuk mempertahankan gelarnya.

Nova/Lily (unggulan ke-1) : Absennya tandem Korea, Lee Hyo Jung/Lee Yong Dae, mungkin sedikit memberikan harapan bagi NoLyn untuk meraih gelar super series perdananya di tahun ini. Setahun yang lalu, NoLyn harus kandas di di babak semifinal oleh kompatriotnya, Flandy/Vita, 16-21, 21-16, 17-21. Padahal di babak sebelumnya, NoLyn mampu merontokkan sang musuh bebuyutan, Zheng Bo/Gao Ling dengan relatif mudah 21-9, 21-15.

Dari sisi pengumpulan poin, jarak antara NoLyn dengan pesaing terdekatnya, Zheng Bo/Gao Ling adalah sebesar 6356. Sedangkan poin terkecil yang diukir oleh ganda terbaik Cina tersebut adalah 1670 dari kekalahan ‘tak terduga’ di babak pertama Kejuaraan Asia 2008. Artinya, untuk bisa menanggalkan NoLyn dari peringkat satu dunia, Zheng/Gao harus mampu menjadi juara di turnamen ini dan mengumpulkan 9200 poin. Sebaliknya NoLyn mempunyai poin terkecil sebesar 5950 dari hasil sebagai runner up Kejuaraan Asia bulan April yang lalu sehingga turnamen ini akan berdampak terhadap penambahan poin NoLyn jika minimal mereka mampu mencapai babak semifinal.

Dua penantang NoLyn di babak penyisihan adalah pasangan tuan rumah Danny Bawa/Yu Yan Vanessa dan tandem Korea Kwon Yi Goo/Ha Jung Eun. Sebenarnya, Ha Jung Eun berprestasi lebih baik bila disandingkan dengan Ko Sung Hyun dibandingkan dengan Kwon Yi Goo. Bersama Ko Sung Hyun, Ha Jung Eun mampu mencapai babak kedua turnamen Korea SS 2008 sedangkan saat diduetkan dengan Kwon Yi Goo, perjalanan mereka hanya sampai ronde kedua babak kualifikasi Malaysia SS 2008. Jika NoLyn lolos ke perempatfinal, mereka baru akan menghadapi lawan yang sesungguhnya yaitu duo terkuat Thailand yang diunggulkan di tempat ke-5, Sudket/Saralee. Pertemuan terakhir kedua pasangan ini di babak perempatfinal Swiss SS 2008, NoLyn mengandaskan keduanya 21-16, 21-18.

Sebelum melaju ke partai puncak dan bertemu dengan unggulan ke-2, Zheng Bao/Gao Ling, NoLyn diprediksi akan bertemu dengan pasangan Indonesia lainnya yang juga merupakan juara bertahan, Flandy/Vita. Perseteruan terakhir kedua pasangan merah-putih ini terjadi pada babak final Kejuaraan Asia 2008 dan dimenangkan oleh FlaVi dua set langsung, 21-17, 21-17.

Flandy/Vita (unggulan ke-4) : Tugas FlaVi sebelum mendapatkan tiket ke semifinal akan sedikit lebih berat. Karena di babak perempatfinal keduanya diprediksi akan bertemu dengan pasangan Taipei, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu. Penampilan tandem terbaik Taipei ini cukup konsisten sejak akhir tahun 2007 yang lalu dan menjadi spektakuler saat keduanya menyingkirkan Zheng Ba/Gao Ling di babak pertama Kejuaraan Asia 2008 dengan dua set langsung, 21-15, 21-10. Namun untuk bisa mengulang prestasinya dan membuat kejutan di turnamen kali ini, mereka harus mampu terlebih dahulu menjinakkan unggulan ke-7 asal Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl di babak pertama.

Di babak pertama dan kedua kali ini, FlaVi akan ditantang andalan Thailand, Songphon/Kunchala dan pasangan terbaik Malaysia saat ini, Tan Wee Kiong/Woon Khe Wei. Untuk bisa merebut kembali posisi 3 dunia atas pasangan Cina, He Hanbin/Yu Yang, FlaVi minimal harus mampu mengalahkan NoLyn di babak semifinal dan menjadi runner up turnamen ini sehingga mendapatkan poin 7800. Hal ini dikarenakan FlaVi memiliki poin terkecil yang cukup besar yaitu 5040 sebagai quarterfinalis turnamen Japan SS 2007 dan selisih poin sebesar 1590 dengan He Hanbin/Yu Yang.

Rijal/Grace : Selama tahun 2008, masih belum ada prestasi spekatkuler dari pasangan ini yang mampu mendongkrak peringkat keduanya. Bahkan setelah sempat diisukan akan bubar tahun paska Kejuaraan Dunia 2007, peringkat dan prestasi keduanya makin melorot padahal sebelumnya mereka mampu masuk 15 besar dunia. Kali ini performa mereka sudah terbalap oleh pasangan Devin/Lita yang berada di posisi 23 dunia meskipun secara kualitas pasangan RiGre lebih baik dari keduanya. Harapan cerah kembali terbersit saat keduanya mengalahkan Sudket/Saralee di babak pertama Kejuaraan Asia 2008.

Tahun lalu di turnamen ini, RiGre mampu mencapai babak 16 besar setelah akhirnya takluk atas Zheng/Gao, 15-21, 19-21. Kali ini, ulangan perseteruan dapat terjadi jika RiGre mampu terus melaju hingga babak semifinal. Namun untuk meraih tempat tersebut mereka harus mampu menyingkirkan unggulan ke-8 asal Polandia, Robert/Nadiezda di babak pertama. Di babak 176 besar menunggu pemenang dari partai ini adalah pasangan Denmark, Rasmus Bonde/Helle Nielsen. Duet ini adalah yang pertama untuk Helle dan Ramus. Sebelumnya Helle berpartner dengan pemain senior Jens Eriksen sedangkan Rasmus Bonde merupakan tandem dari Christina Pedersen dan berhasil menjadi juara GP Dutch Open 2007. Selangkah dari babak semifinal, RiGre akan dijamu oleh unggulan ke-4 asal Inggris, Nathan Robertson/Gail Emms.

Anggun/Endang : Di turnamen Kejuaraan Asia 2008 yang lalu, AnEn mampu mencapai prestasi terbaik sebagai quartefinalis sebelum akhirnya kalah dari pasangan Taipei, Fang Chieh Min/Cheng Wen Hsin, 12-21, 18-21. Namun di turnamen ini tantangan berat sudah menunggu keduanya di babak pertama yaitu unggulan ke-2, Zheng Bo/Gao Ling. Meski sulit untuk menembus kedua pemain Cina ini, setidaknya AnEn mampu menggali ilmu tersendiri saat berhadapan langsung di lapangan untuk pertama kalinya.

1 Komentar »

  1. […] bulutangkismania.wordpress.com:Preview Singapore SS ’08 : Super Series Tersepi Di Tahun 2008 …Taufik, Sony dan Simon hanya mampu melenggang ke babak 16 … Jika tahun Firda tumbang di ronde ke-3 babak kualifikasi … Tahun lalu, Indonesia mencatatkan nama Markis/Hendra dan Tony … […]

    Ping balik oleh OLAHRAGA - Taufik Tumbang Markis Hendra Juara - Berita Top Indonesia — November 3, 2009 @ 6:06 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: