Bulutangkismania's Weblog

Juni 10, 2008

Results Qualification Rd Singapore SS ’08 : Andreas Berkemas, Pia Melaju

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:57 pm

Dua pebulutangkis tunggal Indonesia sudah mulai berlaga di hari pertama turnamen Singapore SS yang baru mempertandingkan babak kualifikasi. Andreas Adityawarman menjadi satu-satunya pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang tetap ambil bagian di kejuaraan ini setelah Tommy Sugiarto dan Alamsyah Yunus mengundurkan diri. Sedangkan di tunggal putri, Pia Zebadiah berhasil melibas lawan-lawannya untuk meraih tiket ke babak utama.

Tunggal Putra

Andreas Adityawarman yang menjadi satu diantara dua pemain tunggal putra Indonesia di turnamen ini akhirnya menyerah di ronde ke-3 babak kualifikasi turnamen Singapore SS. Setelah menekuk tunggal Malaysia, Pei Wee Chung, 21-12, 15-21, 21-13. Gempuran smash dan permainan netting yang baik berhasil membuat Pei mencuri set pertama dari Andreas. Namun tunggal ke-7 Indonesia ini berhasil bangkit untuk merebut dua set berikutnya dengan lebih meningkatkan tempo permainan.

Setelah mendapat bye di ronde kedua dari absennya Tommy, Andreas akhirnya ditantang oleh pebulutangkis muda Malaysia yang mulai meroket, Tan Chun Seang. Tan berhasil melaju ke ronde ke-3 setelah di dua ronde sebelumnya mencatat prestasi yang cukup membanggakan dengan membungkam tunggal ke-6 China, Gong Weijie, 21-15, 22-20 dan pemain Korea, Hong Ji Hoon, 21-11, 21-14. Menghadapi Gong, Tan sempat tertinggal cukup jauh 5-9 di awal set pertama. Namun berkat kematangannya di pertandingan kelas dunia, Tan berhasil menyamakan kedudukan di angka 10 dan berbalik memimpin sebelum akhirnya menutup set pertama.

Memasuki set kedua, kedua pemain berhasil mempertujukkan kemampuan terbaiknya sehingga terjadi kejar mengejar angka hingga kedudukan 20-18 untuk keunggulan Gong. Gong yang lebih banyak bermain menyerang berhasil diredam oleh permainan memukau Tan di depan net. 4 angka berturut-turut yang diraih oleh Tan membuatnya mampu menutup set ini terlebih dahulu.

Menghadapi Hong Ji Hoon di ronde kedua, Tan bermain lebih agresif dan berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Hong yang tidak dalam performa terbaiknya seringkali gagal mengembalikan bola-bola Tan dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Sejak interval set pertama, Tan sudah unggul cukup jauh 11-4 sebelum akhirnya menutup set ini dengan 21-11. Permainan menyerang Tan sempat diimbangi oleh tunggal ke-4 Korea tersebut dan terjadi saling mengejar angka sampai kedudukan 9 sama. Tan kembali mengungguli Hong 13-9 dan 17-13 setelah berhasil memadukan permainan menyerang dan penenpatan bola di depan net. Kembali Hong melakukan beberapa kesalahan sendiri yang akhirnya mengantarkan Tan pada kedudukan 20-13 sebelum akhirnya menutup set ini 21-14.

Pertandingan antara Tan dan Andreas untuk memperebutkan tiket 32 besar merupakan pertandingan yang paling ‘hidup’ jika dibandingakan dengan dua pertandingan Tan sebelumnya. Sejak awal set pertama, kedua pemain sudah terlibat kejar mengejar angka meskipun lebih banyak bermain defensif. Tan lebih mengandalkan pada penempatan bola yang sulit dijangkau oleh Andreas sedangkan Andreas lebih mengandalkan permainan nettingnya seperti pada pertandingan sebelumnya. Unggul 21-20 saat poin kritis, Andreas gagal menutup set pertama karena kurangnya mental bertanding dan sempat melakukan kesalahan sendiri. Memanfaatkan kelemahan ini, Tan berhasil kembali unggul dan merebut set ini 23-21.

Di set kedua, Andreas hanya mampu meladeni permainan Tan sampai kedudukan 9 sama. Kurangnya konsentrasi membuatnya kembali banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat Tan unggul jauh 15-9. Sempat mencoba menyusul 16-18, Andreas akhirnya menyerah 16-21 sekaligus memupuskan harapannya untuk menantang Peter Gade di babak pertama. Bersama Tan, Malaysia juga meloloskan Kuan Beng Hong ke babak utama setelah melibas 3 pemain muda tuan rumah.

Sayangnya langkah Tan dan Kuan gagal diikuti oleh tunggal ke-4 tim Thomas Malaysia, Mohd Arif Abdul Latif. Setelah bermain ketat 22-20, 19-21, 21-15 selama hampir 1 jam menghadapi tunggal ke-5 Korea, Lee Cheol Ho, Arif akhinya takluk dari pebulutangkis no.2 Thailand, Poompat Sapkulchananart di ronde ketiga. Meski sempat menunjukkan perlawanan sengit di akhir set pertama dan awal set kedua, pemain muda Malaysia ini akhirnya menyerah dua set langsung, 19-21, 16-21. Menunggu Poompat di babak 32 besar adalah pemain Hongkong, Ng Wei.

Tunggal Putri

Dua pemain muda masa depan Singapura, Fu Mingtian dan Gu Juan berhasil mematahkan perlawanan para unggulan babak kualifikasi untuk melaju ke babak utama. Setelah mundurnya Li Li, Xing Aiying menjadi satu-satunya pebulutangkis negeri singa tersebut dengan di lapis oleh Fu dan Gu. Meski keduanya masih ‘miskin’ pengalaman, performa Fu dan Gu tidak kalah dari para pemain Denmark dan Malaysia yang lebih senior dalam hal jam terbang.

Seelah menghempas pemain Taipei, Chiang Pei Hsin, 21-8, 22-20, Fu Mingtian kembali menunjukkan kualitasnya saat bertemu dengan unggulan ke-2 babak kualifikasi, Camilla Sorensen. Menghadapi tunggal kedua Denmark tersebut, Fu sempat kewalahan dengan permainan agresif Camilla dan tertinggal 16-21 di set pertama. Camilla kembali berhasil unggul jauh 12-5 di set kedua, namun Fu berhasil menekan laju perolehan poin Camilla dengan variasi pukulan yang lebih baik sehingga mampu menyamakan kedudukan di angka 12.

Kejar mengejar angka akhirnya terjadi antara kedua pemain sampai kedudukan kritis 19 sama. Kesalahan sendiri yang dilakukan oleh pemain Denmark akhirnya memberikan keuntungan untuk Fu 21-19 sekaligus berhasil memaksakan rubber set. Di set ke-3, stamina Camilla yang terkuras membuat Fu mampu mendominasi permainan sejak awal set. Di set ini, Fu juga berhasil mempertunjukkan kebolehannya saat mengolah bola di depan net. Unggul 9-3, 16-10, dan 19-12, Fu akhirnya menutup set ini dengan angka meyakinkan 21-16. Menjamu Fu di babak 32 besar adalah tunggal ke-2 Korea yang sempat menjadi tulang punggung negeri ginseng ini saat mengantarkan pemain putri Korea ke babak semifinal Piala Uber, Hwang Hye Youn.

Prestasi Gu Juan juga tak kalah hebatnya. Usai menaklukkan pemain muda Malaysia yang lebih berpengalaman, Lydia Cheah, 21-13, 21-15 di ronde pertama. Lydia hanya mampu menungguli Gu di pertengahan babak kedua saat unggul 9-7 dan 10-8. Namun Gu kembali mendominasi jalannya pertandingan dan berbalik unggul sampai akhir set ini. Di ronde berikutnya, Gu yang mendapat kepercayaan diri cukup besar akhirnya menundukkan rekan senegaranya, Chen Jiayuan, 21-10, 21-5 sekaligus berhak menjadi penantang Yip Pui Yin di babak pertama.

Tunggal ke-3 Indonesia, Pia Zebadiah mendapatkan tiket ke babak utama setelah bermain 3 set menghadapi pemain Korea, Kim Moon Hi. Saat kedudukan 12 sama di set pertama, Pia sempat lengah dan membiarkan permainan Kim berkembang. Gempuran drop shot dan smash tunggal ke-5 Korea tersebut membuatnya mampu memimpin dan menutup set ini 21-17. Permainan Pia yang sebenarnya baru mulai terlihat di dua babak terakhir. Variasi pukulan silang dan permainan netting membuatnya unggul 21-16, 21-14 dan melaju ke babak 32 besar. Di babak pertama besok, Pia juga mempunyai peluang emas untuk melaju ke babak ke-2 karena lawan yang akan dihadapinya adalah pemain rangkap Kanada, Charmaine Reid.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: