Bulutangkismania's Weblog

Juni 12, 2008

Results 1st Rd Singapore SS ’08 : Tumbangnya Sang Juara Bertahan

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 2:30 am

Beberapa kejutan besar sudah mewarnai babak pertama penyelenggaraan turnamen Singapore SS. Juara bertahan nomor ganda campuran, Flandy/Vita yang kali ini diunggulkan di tempat ke-3, harus menelan kekalahan menyakitkan di laga perdananya saat ditantang ganda Thailand, Songphon/Kunchala dalam pertarungan ketat 3 set.

Ganda Campuran

Gelar super series perdana Indonesia tahun lalu berhasil diciptakan oleh pasangan FlaVi saat menjungkalkan pasangan Thailand, Sudket/Saralee di babak final. Namun tahun ini justru FlaVi yang harus berkemas lebih awal karena dikalahkan oleh pemain Thailand, Songphon/Kunchala, yang secara peringkat masih berada cukup jauh di bawah duo Sudket/Saralee.

Bermain di lapangan 4, tandem FlaVi sudah terlibat pertarungan seru sejak awal set pertama. Tertinggal 3-6, FlaVi mampu mengejar ketertinggalannya dan berbalik unggul 11-9 saat jeda interval. Meski mencoba untuk menekan dengan lebih agresif menyerang, pertahanan pasangan Thailand yang cukup tangguh seringkali membuat pasangan peringkat 4 dunia tersebut mati sendiri. Meski kembali tertinggal 15-19, FlaVi mampu menunjukkan kematangan mental bertanding sehingga menyamakan kedudukan di angka 20 dan menutup set ini 22-20.

Pada set kedua, performa FlaVi menurun cukup drastis. Unggul 5-3, duet Thailand terus memimpin hingga kedudukan 12-5 dan 15-6. Kolaborasi pukulan smash dan netting yang sempurna membuat pasangan Indonesia gagal mengembalikan bola-bola Songphon/Kunchala. Setelah mendapat masukan dari sang pelatih, FlaVi kembali berhasil menekan permainan agresif pasangan Thailand untuk kembali menyamakan kedudukan di angka 17 dan 20. Sayangnya di dua poin terakhir FlaVi kurang sabar dalam mengolah bola dan akhirnya menguntungkan Songphon/Kunchala 22-20 sekaligus memaksakan rubber set.

Kejar mengejar angka yang cukup ketat kembali terjadi di set penentuan. Saling memimpin poin terjadi mulai dari kedudukan 3-1 untuk pasangan Thailand sampai pada angka 9 sama. Duet Songphon/Kunchala kembali membuat FlaVi kewalahan dengan gempuran smash dan penempatan bola yang sulit untuk dikembalikan. Tertinggal 9-12 dan 13-16, FlaVi mencoba untuk lebih banyak bermain netting pukulan pendek di depan net. Sayangnya taktik tersebut tidak mampu mengejar selisih 3 angka dari ketertinggalan mereka hingga poin kritis 16-19. Rotasi antar pemain yang kurang sempurna dan kesalahan sendiri yang acapkali dilakukan oleh FlaVi akhirnya membuat ganda Thailand merebut set ini 21-18 sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar untuk menantang pasangan muda Malaysia, Tan Wee Kiong/Woon Khe Wei.

Tumbangnya FlaVi membuat harapan kubu Indonesia beralih peringkat satu dunia, Nova/Lilyana yang sukses melaju ke babak kedua setelah menundukkan pasangan tuan rumah, Danny Bawa/Yu Yan Vanessa. Pasangan muda Singapura ini sempat memberikan perlawanan sengit dan merebut set pertama, 21-19. Seperti yang telah diketahui, Danny Bawa merupakan juara Kejurnas Junior ganda putra bersama Afiat Yuris dan ganda campuran bersama Debby Susanto. Namun sayangnya pemain ganda tersebut gagal masuk jajaran junior Pelatnas saat kedua parner gandanya lolos seleknas sehingga Danny akhirnya memutuskan untuk hengkang dan membela Singapura.

Namun perlawanan sengit yang sempat diperagakan oleh duo Singapura tersebut tidak berlanjut di dua set berikutnya. NoLyn berhasil menunjukkan performa mereka yang sebenarnya dan mendominasi pertandingan. Tandem terbaik dunia tersebut akhirnya menang mudah 21-5, 21-14 untuk berhadapan dengan wakil Korea, Kwon Yi Goo/Ha Jung Eun di babak ke-2. Selain NoLyn, duet Rijal/Grace juga sukses mengikuti jejak NoLyn saat keduanya menghempas juara turnamen Singapore International Series, Riky Widianto/Yao Lei, 20-22, 21-17, 21-9. Langkah NoLyn dan JoGre sayangnya tidak mampu diikuti oleh pasangan Anggun/Endang. Hanya dalam waktu 25 menit, keduanya kalah telak dari unggulan ke-2, Zheng Bo/Gao Ling, 6-21, 11-21.

Selain FlaVi yang menjadi kejutan tersebesar di babak pertama, kejutan nomor ganda campuran juga menimpa ganda terbaik Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Unggulan ke-7 tersebut ikut menjadi saksi kemajuan performa yang dialami oleh deut terbaik Taipei, Fang Chieh Ming/Cheng Wen Hsing. Setelah menang dua set langsung atas Zheng Bao/Gao Ling di babak pertama Kejuaraan Asia bulan April yang lalu, Fang/Cheng kembali membuat kejuatan di turnamen ini dengan menang dua set atas Thomas/Kamilla, 23-21, 21-15. Dengan kemenagan ini dan tumbangnya FlaVi, kedua pemain Taipei tersebut berpeluang besar untuk melaju ke babak semifinal dan menantang NoLyn.

Tunggal Putri

Beberapa kejutan juga terjadi di nomor ini meskipun tidak sebesar yang terjadi pada sektor ganda campuran. Tunggal terbaik Belanda, Yao Jie, di luar dugaan tunduk atas pemain India, Saina Nehwal, 19-21, 21-19, 13-21. Yao Jie yang di babak perempatfinal Piala Uber bulan Mei lalu mampu menekuk tunggal Cina, Xie Xingfang, kali ini tidak bermain dalam performa terbaiknya dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Selain Yao Jie, tunggal Hongkong, Yip Pui Yin yang menempati unggulan ke-6 juga takluk atas pemain kualifikasi tuan rumah, Gu Juan, 11-21, 12-21.

Yip yang bermain jauh dari performa terbaiknya sudah tertinggal jauh sejak awal set pertama 4-12 dan 7-16. Di set kedua, Yip kembali tertinggal namun sempat menyamakan kedudukan di angka 4 dan 7. Jeda cukup jauh, 7-13 dan 9-18 dari permainan netting dan bola-bola silang Gu Juan akhirnya membuat pemain muda Singapura ini sukses mengakhiri perlawanan Yip dan berhak menjamu Saina Nehwal di babak selanjutnya.

Satu-satunya pemain putri Jepang yang dikirim ke turnamen ini, Yu Hirayama (unggulan ke-8), harus bertekuk kepada tunggal ke-4 Korea, Jang Soo Young. Set pertama, Yu mampu menang mudah 21-13 dari banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Jang. Persaingan ketat baru terasa di set kedua. Tertinggal 8-15, Yu mampu menyamakan kedudukan di poin 16 dan berbalik unggul 19-17. Namun hilangnya konsentrasi Yu di poin-poin kritis berhasil dimanfaatkan oleh Jang untuk merebut set ini 24-22 dan memaksakan rubber set.

Set ketiga kembali didominasi oleh Yu Hirayama. Tunggal terbaik Jepang tersebut unggul jauh 10-2 sebelum jeda interval. Yu berhasil mempertahankan keunggulannya sampai kedudukan 13-5, 16-11, dan 20-15. Kegagalan dalam melakukan ‘finishing’ akhirnya berbalik menjadi keunggulan untuk Jang yang merebut 5 poin berturut-turut untuk menyamakan kedudukan. Dalam kondisi terkejar, kepercayaan diri Yu mulai pudar dan akhirnya berujung dengan kekalahan 21-23 atas Jang Soo Young. Di babak selanjutnya, Jang akan menantang komptriotnya, Hwang Hye Youn untuk memperebutkan tiket delapan besar.

Sementara itu merah putih juga masih menyisakan harapan di sektor ini lewat dua srikandinya, Adrianti Firdasari dan Pia Zabadiah. Firda menang mudah atas pebulutangkis Rusia, Ekaterina Ananina, 21-14, 21-13 sedangkan Pia menjinakkan tunggal Kanada, Charmaine Reid, 21-17, 21-12. Permainan Pia berlangsung lebih ketat jika dibandingkan dengan Firda. Namun dengan variasi pukulannya di depan net mampu membuat Pia lebih mendominasi permainan. Meskipun menang relatif mudah di pertandingan babak pertama, Firda akan ditantang unggulan teratas, Pi Hongyan (Perancis) di babak selanjutnya sedangkan Pia juga menghadapi unggulan lainnya asal Hongkong, Wang Chen.

Tunggal Putra

Satu-satunya wakil Indonesia di nomor ini, Simon Santoso (unggulan ke-6) masih belum mengalami kesulitan berarti saat ditantang tunggal Irlandia, Scott Evans. Dalam tempo 27 menit, Simon menyudahi perlawanan Scott dengan 21-10, 21-18. Untuk bisa melaju ke babak peremptafinal, Simon harus mempu menaklukkan tunggal Jepang yang saat ini tengah bersinar, Shoji Sato, di laga keduanya.

Kejutan di nomor ini terjadi saat tunggal Polandia, Przemyslaw Wacha (unggulan ke-5) tumbang di tangan pemain tunggal no. 3 India, Arvind Bhat, 21-13, 13-21, 14-21. Pemain India tersebut sudah bermain agresif sejak set pertama. Wacha yang bermain apik di depan net terganggu oleh perminan jeleknya yang seringkali melakukan kesalahan sendiri. Di kubu Cina, Lu Yi harus bertekuk kepada tunggal Ceko, Petr Koukal, 16-21, 17-21. Tunggal ke-5 Cina tersebut bermain jaub di bawah performa terbaiknya dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Beberapa permainan netting Petr, tidak mampu diselesaikan dengan baik oleh Lu Yi.

Ganda Putra

Indonesia menyisakan 3 pasangan ganda putra di babak 16 besar setelah duet Joko/Hendra mundur dari permainan dan menyerahkan kemenangan untuk pasangan Cina, Guo Zhendong/Xie Zhongbo. Duet Bona/Ahsan harus bermain 3 set untuk mengalahkan pasangan Malaysia yang baru disandingkan, Hoon Thien Hoon/Ong Soon Hock. Kekalahan BoAh 16-21 di set pertama lebih disebakan oleh kemampuan pasangan Malaysia untuk melakukan variasi pukulan. Sebaliknya di dua set berikutnya, BoAh bermain lebih padu dan melakukan rotasi yang lebih baik. Meski sempat bermain ketat di paruh pertama set kedua dan sepanjang set ketiga, kekompakan pasangan Indonesia membuat mereka unggul 2-14, 22-20.

Tandem teratas PB Djarum, Rian/Yoke juga mencatat hasil yang menggembirakan. Setelah di babak pertama turnamen GP German Open bulan Maret lalu mereka membuat kejutan dengan menekuk pasangan Jepang, Tadashi/Keita, kali ini mereka melibas salah satu ganda kuat dunia asal Denmark, Jens/Marthin, 21-19, 17-21, 23-21. Pada set pertama, RiYo mampu membuat para pemain veteran Denmark keteran dengan permainan agresif mereka.

Namun di set kedua, pengalaman pasangan Denmark tersebut membuat ganda Indonesia hanya mampu bermaian defnensif dan sulit melakukan serangan balik. Pada set penentuan, pasangan Denamrk sempat memimpin di paruh pertama, namun keadaan berbalik setelah kedudukan 9 sama. Kejar mengejar angka kembali terjadi setelah kedua pemain kembali menyamakan kedudukan di poin 19 sebelum akhirnya dimenangkan oleh RiYo.

Luluk/Alvent akan menghadapi tantangan sebenarnya di babak kedua saat bertemu dengan pemain senior Malaysia, Chew Choon Eng/Chan Cong Ming. Di babak pertama, LuVent menang atas ganda ke-4 Korea, Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo, 21-16, 21-16 sedangkan Chew/Chan mengungguli kompatriot mereka, Chan Peng Soon/Lim Khim Wah, seteah melalui pertarungan ketat selama 54 menit, 21-15, 23-25, 21-17.

Songphon Anugritawayon menjadi pahlawan Thailand untuk kedua kalinya. Sukses mengalahkan FlaVi di nomor campuran, Songphon yang juga bermain rangkap di sektor ganda putra bersama Tesana Panvisvas kembali membuat kejutan saat melibas unggulan ke-4, Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark), 14-21, 21-17, 21-19.

Ganda Putri

Tiga pasangan srikandi Indonesia juga mencatat kemenangan di laga perdana mereka atas lawannya masing-masing. Vita/Lily yang menempati unggulan 5 tanpa kesulitan mengatasi junior tuan rumah, Li Bo/Thing Ting, 21-8, 21-10. Sedangkan Jo/Grace merontokkan pasangan gado-gado Jerman/Kanada, Nicole Grether/Anna Rice, 21-17, 21-18. Di pertandingan babak 16 besar, ViLy akan bertemu dengan ganda tuan rumah lainnya, Jing Qiong/Samantha Neo. Sedangkan JoGre akan ditantang oleh ganda no.2 Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung.

Tandem Korea tersebut lolos ke putaran kedua setelah membuat kejutan melumpuhkan ganda terbaik Malaysia yang diunggulkan di tempat ke-7, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui, 21-19, 22-24, 21-11. Meskipun ganda Malaysia memiliki kelebihan dalam permainan agresif mereka, namun koordinasi yang kurang diantara keduanya khususnya pada set ke-3 membuat pasangan Korea mampu memecah pertahanan Wong/Chin. Sebaliknya, Jung Eun/Min Jung meskipun bermain defensif namun lebih kokoh dari sisi pertahanannya dan membuat duo Malaysia tidak mampu mengembangkan permainannya.

Kejutan tak menyenangkan juga menlanda tim tuan rumah. Selain kekalahan yang dialami oleh Ronald Susilo dan ganda Yoga Ukikasah/Hendra Wijaya, pasangan ganda putri senior, Jiang Yanmei/Li Yujia juga gagal melaju ke babak 16 besar setelah dilibas pasangan Denmark, Marie Roepke/Helle Nielsen, 21-12, 21-18. Sementara itu pasangan Indonesia lainnya, Endang/Rani harus bermain 3 set untuk menyingkirkan pasangan tuan rumah peraih mahkota turnamen Singapura International Series, Shinta Mulia Sari/Yao Lei, 13-21, 21-13, 22-20. Pada set pertama, EnRa lebih banyak bermain defensif dan dalam posisi tertekan oleh serangan dari pasangan Singapura. Namun di dua set berikutnya, EnRa sudah bermain cukup lepas meskipun masih banyak melakukan kesalahan sendiri.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: