Bulutangkismania's Weblog

Juni 15, 2008

Results Semifinal Singapore SS ’08 : NoLyn & Simon Melenggang, ViLy Tersingkir

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 12:39 am

Indonesia berhasil menempatkan 2 dari 10 wakil yang berhak melenggang ke babak final turnamen Singapore SS. Di pertandingan semifinal tadi siang, NoLyn menghentikan laju pasangan ‘the rising star’ Thailand, Songphon/Kunchala sedangkan Simon tanpa banyak kesulitan memupuskan harapan pemain terbaik Inggris, Andrew Smith. Ratu bulutangkis Eropa, Tine Rasmussen kembali mampu menunjukkan tajinya dan bersiap untuk meraih gelar super series ketiganya di tahun ini. Sementara itu, Malaysia berhasil mengokohkan dominasinya di sektor ganda putra setelah meloloskan dua pasangannya ke partai final. Babak final rencananya juga akan dihadiri secara langsung oleh Sultan Brunei.

Ganda Campuran, NoLyn Selangkah Menuju Gelar Perdana

Unggulan teratas sektor ganda campuran, Nova/Lilyana akhirnya bertemu dengan pasangan Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg di babak final turnamen Singapore SS 2008. Di pertandingan babak semifinal tadi siang, meskipun NoLyn tidak tampil dalam performa terbaiknya namun banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh pasangan Thailand, Songphon/Kunchala tetap mampu membuat NoLyn yang lebih berpengalaman untuk memenangkan pertarungan tersebut.

Kejar mengejar angka sudah terjadi sejak awal set pertama sampai kedudukan 4 sama. NoLyn sempat unggul 6-4 terlebih dahulu dari pertahanan Lily yang cukup baik. Permainan reli yang diperagakan oleh kedua pasangan sempat membuat NoLyn mati langkah. Setelah Songphon/Kunchala mampu menyamakan kedudukan di angka 8 dan sempat unggul 9-8, tiga kesalahan beruntun di depan net membuat pasangan Indonesia kembali unggul 11-9 saat jeda interval. Permainan memukau Kunchala di depan net dan serobotan-serobatan bolanya mampu membuat Thailand mengimbangi permainan agresif pasangan Indonesia. Selain itu, Songphon yang bertubuh jangkung juga memiliki kelebihan dari pukulan smash yang sangat cepat meskipun tidak cukup ampuh untuk langsung mematikan. Unggul jauh 15-10 dan 19-14, NoLyn akhirnya menutup set ini dengan kemenangan 21-18.

Setelah mendapat wejangan dari sang pelatih, duet Thailand mampu bermain lebih sabar dalam mengontrol bola di set kedua. Songphon/Kunchala langsung memimpin 4-1 dan 9-4 dari perubahan strategi permaianan yang mereka lalukan. Namun kembali kesalahan yang tidak perlu dilakukan beruntun oleh Songphon karena terubu-buru mengambalikan bola. Saat jeda interval 11-7 untuk Songphon/Kunchala, sang pelatih sempat memerintahkan keduanya untuk lebih memperlambat tempo permainan dan lebih banyak bermain reli.

Kejar mengejar angka dan saling memimpin kembali terjadi mulai kedudukan 13 sama hingga berakhir di angka 19. Permainan reli terakhir yang dimenangkan oleh NoLyn akhirnya mengantarkan duet merah putih ini pada keunggulan 21-19 dan memastikan raihan tiket ke partai puncak. Kesalahan sendiri yang sering dilakukan oleh Songphone/Kunchala menunjukkan bahwa permainan mereka belum matang sepenuhnya. Namun dengan kualitas yang mereka miliki saat ini, keduanya cukup berprospek untuk mengikuti jejak pendahulunya, Sudket/Saralee.

Pada partai semifinal lainnya, ganda senior Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg akhirnya menyudahi perlawanan pasangan muda Denmark, Rasmus Bonde/Helle Nielsen. Sempat memberikan perlawanan sengit di awal set pertama dan pada pertengahan set kedua, Rasmus/Helle akhirnya menyerah pada akhir set, 16-21, 18-21. Pertemuan Anthony/Donna dan NoLyn di babak final nanti merupakan ‘rendevouz’ mereka untuk kedua kalinya di tahun ini. Sebelumnya, NoLyn takluk 23-25, 14-21, 14-21 saat mereka berhadapan dengan Anthony/Donna di babak semifinal turnamen Swiss SS 2008.

Tunggal Putri, Sang Ratu Eropa dan Gelar SS Ketiganya

Ratu bulutangkis Eropa asal Denmark, Tine Rasmussen kembali berhasil menunjukkan kualitasnya sebagai satu-satunya tunggal terbaik dunia yang tidak ‘tersentuh’ oleh Asia. Menghadapi pebulutangkis terbaik Asia Tenggara, Wong Mew Choo, Tine bermain agresif sejak awal set pertama. Bebarapa kesalahan beruntun yang dilakukan oleh Mew Choo, langsung membuatnya memimpin 5-0 dan 7-2. Tine sempat gagal mengembalikan bola-bola di depan net yang sering diperagakan oleh Mew Choo dan mampu membuat selisih poin menipis, 7-6 dan 8-7. Beberapa pengamatan bola yang buruk dari linesman membuahkan poin untuk keunggulan Tine, 14-8.

Pukulan andalan Tine berupa serangan setengah smash di tengah lapangan setelah beberapa kali terlibat reli cukup membuat Mew Choo kewalahan dan sulit untuk melakukan pengembalian. Di saat kedudukan kritis, tunggal terbaik Malaysia tersebut seharusnya mampu menggunakan kelincahannya untuk mengontrol gerak Tine dengan penempatan bola-bola di bagian depan dan belakang lapangan. Unggul 16-10, Tine akhirnya berhasil memaku Mew Choo di angka 10 untuk merebut 5 poin berturut-turut dan membukukan kemenangan 21-10.

Memasuki set kedua, Mew Choo kembali tertinggal 6-2 dan 10-4. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Tine membuat Mew Choo mampu menyamakan kedudukan di angka 10 dan berbalik unggul 11-10. Reli antara kedua pemain kembali lagi terjadi. Tine yang sempat unggul 13-11 dan 14-12 berhasil diimbangi oleh Mew Choo di angka 14 dari serangan backhound menyilang yang sering diandalkannya untuk meraih poin.

Kejar mengejar angka yang cukup ketat terjadi hingga kedudukan seimbang 19-all. Kegagalan Tine menyebrangkan bola di depan net membuahkan ‘match point’ 20-19 untuk Mew Choo. Namun kembali Tine berhasil menyamakan kedudukan di angka 20 dari kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Mew Choo. Pukulan smash silang Tine ke aras baseline Mew Choo akhirnya menggalkan harapan kekasih dari Lee Choong Wei ini untuk mengejar ketertinggalannya dan bermain rubber set.

Pertarungan tunggal putri lainnya juga tak kalah seru. Unggulan ke-5, Zhou Mi harus tertinggal 17-21 di set pertama dan nyaris kalah di set kedua. Tunggal India, Saina Nehwal, yang tertinggal 16-19 mampu menyamakan kedudukan di angka 19 pada set kedua. Beruntung Zhou Mi bermain lebih agresif dan mampu melakukan ‘finishing’ yang sempurna untuk menutup set ini terlebih dahulu 21-19. Dominasi penuh Zhou Mi baru bisa terealisasi pada set ke-3. Smash yang berkali-kali dan permainan netting yang cukup baik akhirnya mengantarkannya pada babak final dengan keunggulan 21-11.

Jika di babak final besok unggulan ke-2, Tine Rasmussen, mampu mengalahkan Zhou Mi dan meraih gelar super series ketiganya maka Tine akan mencatat rekor tersendiri pada tahun ini dimana dari 3 Super Series yang sudah diikutinya, Tine selalu mampu mencapai babak final dan meraih gelar juara.

Tunggal Putra, Simon Ulangi Prestasi Swiss SS 2007

Menjadi runner up turnamen Swiss SS tahun 2007 yang lalu merupakan prestasi terbaik yang diukir oleh tunggal ke-3 Indonesia ini. Dan tahun ini, Simon kembali berhasil mengulang prestasinya dengan melaju ke babak final. Padahal target awal yang ditetapkan oleh pebulutangkis klub Tangkas ini adalah mencapai babak semifinal turnamen ini. Perbedaan kualitas permainan antara Simon dan tunggal terbaik Inggris, Andrew Smith sudah terlihat sejak awal set pertama dan makin jelas sampai dengan pertandingan antara keduanya diseleaikan. Bermain tanpa beban, Simon lebih banyak mengandalkan permainan nettingnya untuk menang 21-11, 21-14 dalam tempo 33 menit.

Lawan yang akan dihadapi Simon di babak final adalah unggulan teratas asal Malaysia, Lee Choong Wei. Di laga semifinalnya tadi sore, Choong Wei menyingkirkan tunggal Denmark, Peter Gade, 21-18, 21-13. Gade hanya mampu memberikan perlawanan kepada Choong Wei di set pertama sedangkan pada set kedua, tunggal Malaysia yang berusia 25 tahun tersebut mengontrol penuh jalannya pertandingan. Gade lebih banyak bermaian drive-drive cepat di depan net sedangkan Choong Wei lebih banyak melakukan serangan smash dan drop shot tajam di depan net. Permainan netting Choong Wei juga cukup baik di set kedua sebaliknya Gade beberapa kali bermain ceroboh dan melakukan kesalahan sendiri karena menurunnya stamina. Pertemuan terakhir Simon dan Choong Wei terjadi pada babak perempatfinal Malaysia SS 2008 bulan Januari silam. Kala itu, Simon menyerah dua set langsung, 13-21, 13-21.

Ganda Putri, ViLy Kalah Stamina

Langkah NoLyn dan Simon ke partai puncak sayangnya gagal diikuti oleh wakil Indonesia lainnya di sektor ganda putri. Lilyana yang juga bermain rangkap bersama Vita masih belum cukup mampu menjinakkan pasangan Taipei, Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing. ViLy sempat mendominasi set pertama dan senantiasa memimpin perolehan poin sebsear 2-3 angka sejak kedudukan 1 sama sampai akhirnya Taipei menyamakan kedudukan di titik 19 dan 20. Pertahanan ViLy yang sulit ditembus membuat Chien/Cheng akhirnya menyerah dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Menjelang poin kritis, ViLy nyaris membuang kesempatannya untuk merebut set ini karena kembali pada pola permainan defensif. Namun beruntung ViLy mampu merebut dua poin terakhir terlebih dahulu dan menutup set ini 22-20.

Performa ViLy sempat menurun drastis di set kedua. Pertahanan mereka yang awalnya sulit ditembus ternyata tidak sesolid sebelumnya. Bahkan beberapa kali Vita dan Lily saling bergantian melakukan kesalahan sendiri. Akhirnya dengan dominasi sempurna, Chien/Cheng merebut set ini dengan relatif mudah, 21-12. Perseteruan antara kedua pasangan kembali berlangsung seru di set ke-3. Kejar mengejar angka terjadi sejak awal set sampai kedudukan 5 angka. Setelah itu, selisih poin antara kedua pasangan tidak lebih dari 1 angka sampai dengan posisi 12 sama.

Vita dan Lily lebih mengandalkan pukulan drop shot sedangkan Chien/Cheng lebih banyak melakukan serangan smash untuk meraih poin demi poin. Pada poin ini, penurunan stamina khususnya Lily yang sudah bermain rangkap sebelumnya mulai berdampak serius. Pukulan smash dan pengembalian bola yang terlalu melebar seringkali dilakukan oleh Lily yang akhirnya menjadi sasaran serang dari duo Taipei khususnya Chien Wen Hsing yang masih cukup sempurna menjalankan fungsinya sebagai ‘playmaker’. Vita yang mencoba menutup kelemahan Lily hanya mampu bermain drop shot dan bola-bola jarak pendek. Tertinggal jauh 12-17 dan 14-19, ViLy akhirnya menyerah 16-21.

Kekalahan ViLy ini makin memperpanjang rekor kegagalan ‘head to head’ ViLy atas Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing. Sampai saat ini, Chien/Cheng masih menjadi ‘misteri’ bagi ViLy sebagai satu-satunya pasangan non Cina yang belum pernah sekalipun mereka kalahkan. Untuk bisa merebut gelar super series perdana mereka tahun ini, tantangan berat sudah menunggu ganda Taipei di babak final. Favorit juara dan unggulan teratas, Du Jing/Yu Yang masih terlalu tangguh untuk duo Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung. Du/Yu menang 21-19, 21-14 dalam durasi tanding 42 menit dan siap menantang Chien/Cheng untuk memperebutkan koleksi gelar Super Series kedua mereka di tahun ini.

Ganda Putra, Final Antara Sesama Malaysia

Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, tumbangnya para unggulan Indonesia, Cina, Denmark dan Jepang di babak-babak awal menyebabkan langkah anak asuhan Rexy Mainaky berjalan lebih mudah. Selain itu, kejutan besar yang dibuat oleh pasangan ‘bongkar pasang’ yang baru disandingkan untuk pertamakalinya juga merupakan suatu catatan prestasi tersendiri. Pada akhirnya, ganda no 3 dan 4 Malaysia, Mohd Zakry/Mohd Fairuz dan Gan Teik Chai/Lin Woon Fui akan saling beradu di partai puncak untuk memperebutkan gelar perdana mereka di tahun ini.

Zakry/Fairuz sukses menyingkirkan ganda ke-3 Korea, Cho Gun Woo/Yoo Yeon Seong, 21-17, 21-15 sedangkan Gan/Lin mengandaskan duet ‘baru’ Malaysia lainnya, Mohd Razif/Tan Wee Kiong, 21-16, 21-16. Bagi Gan/Lin, ini merupakan prestasi terbaik yang mereka ciptakan selama mereka disandingkan. Sedangkan bagi Zakry/Fairuz, mereka mempunyai peluang paling besar untuk meraih gelar super series perdananya sepanjang karir bulutangkis yang sudah mereka jalani. Tahun lalu, Zakry/Fairuz mencapai prestasi terbaik sebagai runner up turnamen Indonesia SS setelah di babak final keduanya takluk dari ganda terbaik Cina, Fu Haifeng/Cai Yun.

Ferry Irawan, Jurnalis Bulutangkis.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: