Bulutangkismania's Weblog

Juni 19, 2008

Results 1st Rd Indonesia SS ’08 : Masih Mendominasi Sektor Ganda

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:53 am

Para pebulutangkis Indonesia akhirnya berhasil menjadi tuan di negeri sendiri. Setelah mundurnya beberapa pebulutangkis Indonesia, kiprah atlet-atlet merah putih masih sulit dibendung khususnya pada sektor ganda. Satu-satunya sektor yang hanya meloloskan 1 wakil ke 16 besar yang akan mulai dipertandingkan pada pukul 2 siang nanti adalah tunggal putri, sedangkan pada nomor sisanya, minimal 3 wakil Indonesia sudah menguasai babak perdelapan final. Maria Febe dan Yunus Alamsyah akhirnya dianggap sebagai pemain tunggal lapis dua yang paling bersinar di turnamen ini.

Tunggal Putri, Febe Nyaris Buat Kejutan

Pada pertandingan pagi hari, unggulan pertama asal Cina, Zhu Lin, tanpa banyak kesulitan berhasil mendukkan bintang Rusia yang tahun lalu sempat bersinar, Ella Diehl. Sejak set pertama Zhu sudah mendominasi jalannya pertandingan meskipun belum sepenuhnya ‘in’ di lapangan. Unggul 1-0, 2-1 dan 3-2, Zhu berhasil mengontrol permainanan Ella dan tampil menekan dengan pukulan drop shot dan smash yang sulit untuk dikembalikan. Unggul 11-6 saat jeda interval, Zhu makin meluncur dengan perolehan poin 14-7 dan 18-8 sebelum akhirnya menutup set pertama 21-10.

Kualitas permainan Ella menurun drastis di set kedua. Sempat nyaris menyamakan kedudukan di angka 2-3, Ella semakin jauh tertinggal karena banyak melakukan kesalahan sendiri. Skor 6-2, 12-3, dam 16-5 untuk keunggulan Zhu akhirnya mengantarkan tunggal ke-3 China tersebut untuk meraih tiket babak kedua.

Partai tunggal putri yang paling seru terjadi antara unggulan ke-3 asal Perancis, Pi Hongyan dan pemain kualifikasi PB Djarum, Maria Febe. Sejak set pertama, kedua pemain sudah terlibat permainan reli panjang dan saling kejar mengejar angka karena kualitas mereka yang nyaris seimbang. Saat kedudukan 5 sama, Febe sempat mencapai selisih poin tertinggi 8-5 dan 9-6 karena permainan netting dan drop shot Febe yang memukau dan sulit untuk dikembalikan. Namun Pi kembali berhasil menyamakan kedudukan di angka 9 dan kejar mengejar angka kembali terjadi hingga skor 11 sama yang beberapa diantaranya disebabkan oleh permainan netting Febe yg gagal melewati jaring.

Selisih 1 poin yang dipimpin oleh Pi Hongyan terjadi hingga kedudukan 17 sama. Di angka 19-17 untuk keunggulan Pi, Febe kambali menerapkan strategi menyerang dan penempatan bola yang sulit dijangkau oleh Pi. Setelah menyamakan kedudukan di angka 19, Febe secara dramatis berhasil menutup set ini terlebih dahulu 21-19. Memasuki set kedua, Febe sempat unggul jauh 4-0 dan 7-4 sebelum disamakan kembali angkanya oleh Pi, 7-7 dengan permainan agresifnya dan kesalahan Febe yang menyebabkan bola keluar.

Unggul 10-7 dan 15-10, langkah Febe untuk mengejar pemain peringkat 1 Eropa ini semakin sulit untuk dikejar. Strategi Febe bermain agresif dan menyerang sayangnya kurang diimbangi dengan kecermatan dalam melakukan netting dan bola-bola lob. Pi akhirnya meluncur jauh 20-12 karena kembali Febe gagal melakukan beberapa netting dengan sempurna dan beberapa pengembaliannya terlalu melebar dan tanggung. Smash keras dari Pi ke arah baseline Febe akhirnya menutup set ini, 21-15.

Pada set penentuan saling memimpin poin dan selisih 1-2 angka yang sangat ketat seperti pada set pertama kembali lagi terjadi sampai kedudukan 14 sama. Permainan reli masih terus terjadi antar kedua pemain. Beberapa drop shot tajam dan penempatan bola Febe sempat menyulitkan Pi Hongyan sebaliknya smash-smash keras Pi juga banyak membuat Febe gagal mengembalikan bola saat melewati net. Di poin kritis, Febe sempat unggul lebih dulu 18-14 dan 19-16 karena kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Pi dan menyebabkan bola keluar atau menyangkut di net.

Smash Pi yang diarahkan ke badan Febe dan servis Febe yang terlalu melebar kembali membuat slisih skor mendekat, 19-18. Dua kesalahan sendiri dari masing-masing pemain yang menyababkan bola keluar makin membuat kedudukan genting, 20-18 dan 20-19. Drop shot Pi yang gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Febe akhirnya menyamakan angka kedua pemain pada level 20-20. Dua kesalahan sendiri dari Febe yaitu pukulan smash yang terlalu melebar dan membentur bibir net akhirnya harus mengubur impian nominasi tunggal ke-4 Tim Uber ini untuk melangkah ke babak 16 besar. Faktor mental dan keberuntngan di saat-saat akhir pertandingan dianggap paling menentukan dari kekalahan Febe kemarin.

Kegagalan Febe juga diikuti oleh 3 srikandi Indonesia lainnya. Tunggal ke-2 Indonesia, Adrianti Firdasari yang sempat bermain memukau di perebutan Piala Uber dan turnamen Singapore SS pekan lalu, ditantang oleh tunggal ke-2 Korea, Hwang Hye Youn akhirnya menyerah 15-21, 16-21. Permainan Hwang yang secara kualitas memang lebih baik makin diperburuk oleh banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Firda. Selain Firda, Pia Zebadiah yang tidak bermain dalam kondisi terbaiknya setelah bermain selama 136 menit di babak kualifikasi sempat mendapat penangan serius dari dokter namun akhirnya memaksakan diri untuk tetap melanjutkan pertandingan.

Menghadapi tunggal terbaik Indonesia, Maria Kristin, Pia mampu membuktikan kesungguhan ucapannya dengan tampil maksimal meskipun masih dibalut cedera kaki dan penurunan stamina. Kalah 19-21 di set pertama, Pia yang sempat tertinggal di awal set kedua akhirnya mampu menyamakan kedudukan di angka 16 dan menyajikan permainan ketat di poin-poin kritis sebelum menyerah 20-22. Dua tunggal PB Djarum lainnya, Maria Elfira dan Rosaria Yusfin juga mencatat kekalahan atas lawan-lawannya. Maria Elfira Christina yang mampu bermain ketat dan spaktakuler di set pertama akhirnya mengungguli tunggal terbaik Thailand, Salakjit Ponsana, 22-20. Namun di dua set berikutnya, performa tunggal Djarum ini menurun drastis dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Fira menyerah mudah 4-21, 17-21. Sebelumnya, Pipin juga mengalami kekalahan atas pebulutangkis ‘rising star’ India, Saina Nehwal, 12-21, 14-21.

Sementara itu, dua tunggal Belanda, Judith Meulendijks dan Yao Jie berhasil mencatat kemenangan atas lawan-lawannya. Menghadapi tunggal Jepang Eriko Hirose, Judith yang tertinggal 20-22 di set pertama karena banyak melakukan kesalahan sendiri, mampu bangkit dan berbalik unggul 21-10, 21-17 di dua set berikutnya dengan lebih banyak menyerang dan mengurangi kesalahan sendiri.

Pertandingan Judith dan Eriko ini juga direkam langsung oleh unggulan kedua, Zhang Ning akan menjadi lawan Judith di babak selanjutnya. Sedangkan Yao Jie mendapat kemenangang mudah 21-17 dari unggulan ke-4 asal Denmark, Tine Rasmussen. Tine yang baru saja meraih gelar super series ketiganya pekan lalu, akhirnya mundur di set kedua karena merasa tidak dalam performa terbaiknya. Dan yang akan menjadi penantang Yao Jie di babak 16 besar adalah tunggal Indonesia, Maria Kristin.

Tunggal Putra, Sisakan 3 Wakil

Tunggal terbak PB Djarum, Andre Kurniawan Tedjono akhirnya gagal melaju ke babak 16 besar turnamen ini setelah dikalahkan tunggal Hongkong, Ng Wei, 20-22, 14-21 di laga perdananya kemarin. Andre yang tidak bermain dalam performa terbaiknya, banyak melakukan kesalahan sendiri dan tidak tampil lepas. Hasil yang sama juga diukir oleh rekan satu klubnya, Ari Yuli Wahyu saat menghadapi unggulan ke-4, Sony Dwi Kuncoro. Perbedaan kelas antara kedua pemain ini cukup terlihat saat Sony lebih banyak mendominasi dan mengontrol pertandingan untuk unggul 21-18, 21-13. Tunggal Denmark, Joachim Persson yang menaklukkan Anup Sridhar di babak pertama, akan menjadi lawan Sony di babak berikutnya.

Selain Sony, Indonesia juga masih menempatkan dua wakil lainnya ke babak 16 besar. Unggulan ke-8, Simon Santoso, masih terlalu tangguh untuk pemain Ceko, Petr Koukal. Simon menang telak 21-9, 21-12 atas Petr dan akan menjamu tunggal Belanda, Dicky Palyama di babak selanjutnya. Alamsyah Yunus harus bermain 3 set saat untuk menekuk tunggal India, Arvind Bhat, 23-21, 20-22, 21-12. Kualitas kedua pemain yang seimbang menyebabkan perolehan angka berlangsung ketat di dua set pertama. Sayangnya pada set penentuan, Arvind gagal mengimbangi Alam karena staminanya yang tidak terjaga. Di babak selanjutnya, Alam akan berhadapan dengan tunggal Singapura, Ronald Susilo yang berhasil memupuskan harapan anak asuhan Hendrawan, Indra Bagus Ade Chandra, 21-15, 21-18.

Meskipun tidak ada pemain unggulan yang tumbang di babak pertama kemarin, tunggal ketiga Jepang, Kenichi Tago secara tak terduga mencatat kemenangan mudah atas tunggal ke-3 Malaysia, Hafiz Hashim, 21-17, 21-14. Unggulan ke-7 asal Polandia, Przemyslaw Wacha, nyaris mengalami kekalahan atas Eric Pang setelah bermain ketat di dua set pertama. Kalah 18-21, Wacha akhirnya mendapat keberuntungan di set kedua 24-22 setelah terjadi beberapa kali match point. Perseteruan alot masih berlanjut hingga set ketiga saat tunggal Polandia tersebut juga meraih kemenangan di poin-poin kritis, 21-19.

Ganda Putri, Tiga Ganda Menyusul ViLy dan JoGre

Tiga pasangan srikandi Indonesia akhirnya berhasil meraih tiket ke babak selanjutnya setelah mencatat kemenangan atas lawan-lawannya di laga perdana mereka. Lita/Nitya yang sempat bermain ragu-ragu dan kurang solid di set pertama akhirnya harus menyerah 20-22 atas tandem Hongkong, Chau Hoi Wah/Wai Chee Louisa. Namun di dua set berikutnya LiYa akhirnya mampu menemukan ritme permainan mereka dan menang telak 21-7, 21-12. Ganda senior Endang/Rani juga mencatat kemenangan mudah atas pasangan Malaysia, Chong Sook Chin/Woon Khe Wei, 21-10, 21-16.

Sukses dua pasangan Pelatnas menyusul langkah ViLy dan JoGre yang mendapat bye ke babak 16 besar juga diikuti oleh tandem terbaik klub Djarum, Meiliana/Shendy. Bermain di lapangan 4, MeiShe harus berjibaku 3 set, 21-18, 15-21, 21-18 untuk menundukkan utusan Malaysia, Fong Chew Yen/Mooi Hing Yau. Langkah MeiShe sayangnya tidak diikuti oleh dua pasangan Indonesia lainnya, ganda veteran, Lelyana/Yunita harus mengakui duo Denmark, Helle Nielsen/Marie Roepke, 7-21, 10-21 sedangkan Nathalia/Yulianti yang sempat memberikan perlawanan atas ganda Denmark lainnya yang dinggulkan di tempat ke-6, Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier, 18-21, 21-23.


Ganda Putra, Dominasi Indonesia dan Malaysia

Dominasi Indonesia masih tak terbendung di sektor ganda putra. Malaysia yang mengirimkan sebagian besar pasangan lapis duanya menjadi saingan terberat merah putih untuk meloloskan wakil sebanyak-banyaknya di babak 16 besar. Mundurnya Hendra/Joko, dua pasangan teratas Pelatnas akhirnya menjadi tumpuan harapan Indonesia untuk berprestasi maksimal dan meraih yang terbaik. Semifinalis turnamen Singapore SS 2008, Gan Teik Chai/Lin Woon Fui berhasil dilumat oleh unggulan teratas Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, 21-16, 21-17.

Meskipun KiNdra tidak bermain maksimal dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, perbedaan kualitas dan pengalaman kedua pasangan ini akhirnya mengantarkan favorit juara tersebut ke babak kedua. Lin yang mencoba menjadi ‘playmaker’ sayangnya tidak diimbangi dengan penampilan yang solid dari Gan Teik Chai. Hasilnya, kedua tandem Malaysia ini tidak mampu keluar dari tekanan KiNdra sejak set pertama berlangsung. Duo veteran penakluk LuVent di turnamen Singapore SS pekan lalu, Chan Chong Ming/Chew Choon Eng akan menjadi lawan tangguh KiNdra di babak selanjutnya.

Unggulan ke-3, Luluk/Alvent juga masih terlalu tangguh untuk pasangan muda Denmark, Mikkel Delbo/Jacob Chemnitz. Hanya dalam tempo 22 menit, LuVent mengakhiri perlawanan keduanya, 21-13, 21-5. Ganda Pelatnas lainnya yang juga cukup bersinar di dua turnamen terakhir, Bona/Ahsan, juga menyudahi perlawanan ganda no. 4 Denmark, Simon/Anders, 21-18, 21-12. Kiprah para pemain junior juga cukup cemerlang di turnamen ini, duet Chrisna/Syahmie yang harus merangkak dari babak kualifikasi berhasil merontokkan duet gado-gado Jerman/Austria, Dharma Gunawi/Peter Zauner, 21-14, 20-22, 21-14. Sayangnya di babak 16 besar, Bona/Ahsan dan Chrisna/Syahmie harus saling baku hantam untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar.

Langkah Chrisna/Syahmie gagal diikuti oleh rekan sesama Pelatnas, Lingga/Edo. Meghadapi wakil Malaysia, Hoon Thien How/Ong Soon Hock, LinDo akhirnya tumbang 21-17, 12-21, 11-21. Di kubu PB Djarum, kejutan terjadi saat pasangan senior Rian/Yoke di luar dugaan menyerah atas Albert/Rizky, 19-21, 17-21. RiYo yang jauh lebihsenior dari segi pengalaman dan kualitas tidak mampu bermain kompak sejak awal set pertama. Gugurnya RiYo juga diikuti oleh andalan klub Djarum, Fran/Rendra.

Menghadapi unggulan ke-6, Tadashi/Keita, FREn banyak melakukan kesalahan sendiri di depan net karena terburu-buru ingin menyelesaikan permainan. Sebagai playmaker, Rendra sempat memberikan perlawanan dan mencoba untuk menekan pasangan Jepang, namun kurangnya variasi pukulan dan seringnya eror setelah terjadi drive-drive cepat antara kedua pasangan membuat ganda ke-2 Djarum ini harus menyerah 18-21, 14-21.


Ganda Campuran, Bentrok Merah Putih di 16 Besar

Kejutan pertama sektor ini datang dari duo terbaik Taipei yang diunggulkan ditempat ke-6, Chen Hung Ling/Chou Chia Chi. Menghadapi tandem Jepang, Tadashi Ohtsuka/Satoko Suetsuna, Chen/Chou bertekuk dalam permainan rubber, 19-21, 21-13, 12-21. Di kubu Indonesia, Fran Kurniawan yang gagal melangkah ke babak 16 besar masih mempunyai harapan di nomor ini bersama Shendy setelah di laga perdana kemarin melibas ganda Malaysia, Lim Khim Wah/Wong Pei Tty, 17-21, 21-19, 21-19. Ketatnya persaingan antara kedua pasangan lebih karena disebabkan oleh bebarapa kali Shendy melakukan eror di depan net. Namun di sisi lain, penempatan bola-bola ‘kejutan’ Shendy juga menjadi senjata ampuh untuk ganda terbaik klub Djarum tersebut. Mundurnya unggulan ke-5, Robert/Nadiezda dan penantangnya, Bambang/Lelyana menyebabkan Fran/Shendy secara langsung akan masuk ke delapan besar.

Empat ganda teratas Pelatnas juga masih terlalu tangguh untuk lawan-lawannya. Unggulan teratas, Nova/Lily sempat tertinggal 16-21 di set kedua saat menghadapi duta Malaysia, Tan Wee Kiong/Woon Khe Wei setelah berhasil menang 21-15 di set pertama. Banyaknya kesalahan Nova saat menyebrangkan bola di depan net dan pengembalian bola Liliyana yang terlalu melebar membuat tandem terbaik Malaysia terebut mampu mengembangkan permainan. Permainan NoLyn yang juga lebih ‘santai’, dimungkinkan karena ganda peraih juara dunia tahun 2005 dan 2007 tersebut baru saja memenangkan gelar perdana mereka untuk tahun ini pada pekan lalu. Beruntung di set ketiga NoLyn kembali menunjukkan performa terbaiknya untuk meraih kemenangan 21-14.

Unggulan ke-3, Flandy/Vita juga masih belum menemui hambatan untuk masuk ke babak 16 besar. Menghadapi ganda Denmark yang baru disandingkan, Joachim Fischer/Christian Pedersen, FlaVi yang bermain solid tampak kontras dengan pasangan Denmark khususnya Christina yang berkali-kali gagal mengembalikan smash-smash keras FlaVi. Menang 21-14, 21-16, FlaVi akan menghadapi kompatriotnya, Rijal/Grace di babak kedua hari ini. RiGre melaju ke babak perdelapan final setelah mengandaskan duo Malaysia, Chan Peng Soon/Ooi Yu Hang, 21-11, 21-15.

Semifinalis turnamen Singapore SS pekan lalu, Rasmus Bonde/Helle Nielsen juga mengalami kekalahan tak terduga saat menghadapi Devin/Lita di babak pertama kemarin. DeLi yang bermain lebih rapid an lebih agresif dalam melakukan serangan berhasil mematahkan perlawanan Rasmus/Helle yang beberapa kali gagal berkoordinasi saat harus mengembalikan bola. Dominasi DeLi sejak set pertama akhirnya mampu membobol pertahanan Denmark dengan mengukir kemenangan 21-11, 21-16. Hari ini DeLi akan menemui ujian yang sebenarnya saat menghadapi unggulan ke-2 Cina, Zheng Bo/Gao Ling di babak kedua.

Ferry Irawan, Jurnalis Bulutangkis.com

2 Komentar »

  1. hiiiips bravo…

    Komentar oleh gooobst35s — Juni 19, 2008 @ 1:21 pm | Balas

  2. go ganda INA!!dah tangguh d INA SS ‘2008,moga sukses juga d olimpiade Beijing!!

    Komentar oleh wikez — Juli 2, 2008 @ 10:20 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: