Bulutangkismania's Weblog

Juni 20, 2008

Results 2nd Rd Indonesia SS ’08 : Tumbangnya Beberapa Unggulan

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:59 am

Setelah tidak terjadi kejutan yang cukup berarti di babak pertama kemarin, para unggulan turnamen Indonesia SS 2008 akhirnya mulai tergelincir satu demi satu di babak kedua. Partai sesama pasangan Indonesiapun tak kalah seru dan nyaris menciptakan kejutan. Kemajuan kualitas kali ini justru diraih oleh sektor putri yang seringkali dipandang tak meyakinkan. Maria Kristin dan Meiliana/Shendy menyedot perhatian publik Istora setelah berhasil menciptakan prestasi gemilang di nomornya masing-masing.


Ganda Putri, Meiliana/Shendy Ukir Kejuatan Terbesar

Pertandingan hari ketiga penyelenggaraan turnamen Djarum Indonesia Open Super Series dibuka dengan partai sesama pasangan Indonesia, Jo/Grace menghadapi Endang/Rani. Permainan reli dan drive antara kedua pasangan berlangsung cukup menarik karena masing-masing memiliki pertahanan yang cukup baik. Perolehan poin sempat berlangsung ketat di set pertama. Setelah kedua pasangan berada di poin 5-5, smash-smash keras Jo dan beberapa kesalahan sendiri dari Endang membuat tandem JoGre unggul 11-6 saat jeda interval.

Adu drive antar kedua pasangan masih tetap berlangsung hingga akhir set pertama. Beberapa bola tanggung dari Jo berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Endang untuk menambah perolehan poin. Tertinggal 9-17, EnRa mampu mempertipis selisih poin menjadi 19-14. Smash Jo yang terlalu melebar ke belakang sempat menambah 1 poin untuk EnRa. Penempatan bola diluar jangkauan EnRa yang gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Rani menutup set pertama 21-15 untuk JoGre.

Pada awal set kedua kembali terjadi kejar mengejar angka antara kedua pasangan sampai kedudukan 8-8. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Endang dan Jo menguntungkan perolehan poin lawan masing-masing. Grace akhirnya berhasil menjadi playmaker untuk keunggulan 16-10 saat EnRa kembali bermain tidak rapid an gagal menyebrangkan net ke lapangan lawan. Unggul 20-11, JoGre akhirnya menutup set ini 21-11 dengan serobotan bola Grace ke arah bagian kosong baseline EnRa.

Dengan kemenangan ini JoGre berhak untuk melaju ke babak 8 besar dan menantang unggulan teratas, Zhang Yaen/Wei Yili yang berhasil menyingkirkan duet srikandi Indonesia lainnya, Lita/Nitya, 21-17, 21-10. Sempat memberikan perlawanan di set pertama, LiYa akhirnya hanya mampu bermian defensif di set kedua. Performa memukau juga diperagakan oleh ganda terbaik Djarum, Meiliana/Shendy. Menghadapi pasangan Jepang yang diunggulkan ditempat kedua, Kumiko Ogura/Reiko Shiota, MeiShe tampil lepas dan minim kesalahan sendiri. Sebaliknya, Jepang yang dikenal gigih lewat permaianan defensif kali ini justru banyak melakukan kesalahan sendiri.

Pada awal set pertama, kedua pasangan saling berebut poin untuk saling memimpin sampai pada kedudukan 5-5. Beberapa net eror yang dilakukan oleh MeiShe sempat membuat duo Jepang unggul 9-6, 12-7 dan 13-9. Penempatan bola lewat drop shot tajam yang diperagakan oleh Shendy beberapa kali gagal dikembalikan oleh ganda terbaik Jepang tersebut. Menyamakan kedudukan di angka 13, MeiShe akhirnya berbalik memimpin 16-14 dan 17-15 karena bola-bola out dari Kumiko dan Reiko. Dua kesalahan sendiri dari MeiShe kembali menyamakan kedua pasangan diangka 17, namun 3 smash berturut-turut dari Shendy berhasil memaku Jepang diangka 17 untuk unggul 20-17 sebelum menutup set ini 21-19 dengan permainan adu drive yang diakhiri oleh smash keras dari Shendy.

Memasuki set kedua, Kumiko/Reiko mampu menekan pasangan Indonesia dengan smash dan bola-bola drop shot yang sulit dikembalikan. Unggul 3-0 dan 7-2 pertahanan tandem Jepang kembali bobol oleh smash-smash keras Meli dan drop shot silang yang diperagakan oleh Shendy. Menyamakan angka di titik 10-10, kejar mengejar angka kembali terjadi antar pasangan hingga skor 13 sama. Reli-reli panjang yang diakhiri oleh kesalahan pasangan merah putih di depan net akhirnya menguntungkan Jepang untuk unggul jauh 19-14. Dua kesalahan beruntun Shendy di depan net akhirnya memaksa ganda Indonesia untuk bermain rubber set di game ketiga.

MeiShe kembali mencoba untuk menekan dengan smash bertubi-tubi kearah ganda Jepang pada set penentuan. Pengembalian dari Reiko yang seringkali gagal melewati net dan melebar ke luar lapangan membuat MeiShe 8-5 dan 9-6 setelah kejar-kejaran poin di awal set. Pengembalian yang terburu-buru dari Meli membuat bola tidak sempurna dan gagal melewati net. Drop shot Reiko akhirnya mengantarkan Jepang pada skor 13-13. Smash beruntun dari MeiShe kembali berhasil meruntuhkan kokohnya pertahanan pasangan Jepang yang akhirnya membuat bola keluar, 17-10.

Adu drive dan permainan netting yang cemerlang dari Shendy membuahkan bola tanggung ganda Jepang untuk keunggulan Indonesia 18-11 dan 19-13. Reiko sempat menambah 1 poin dengan smash keras yang tidak bisa dikembalikan oleh pasangan Indonesia namun pertahanan yang lemah dari Kumiko setelah ditodong beberapa kali smash MeiShe dan serobotan Meli kea rah badan Reiko akhirnya menamatkan set ini 21-14 sekaligus meloloskan ganda Djarum tersebut ke babak perempatfinal untuk menantang ganda no. 2 Korea yang dounggulkan ditempat ke-8, Ha Jung Eun/Kim Min Jung.

Selain JoGre dan MeiShe asa kubu Indonesia juga masih tersimpan besar untuk unggulan ke-4, Vita/Lily. Meski tidak bermain dalam performa terbaiknya, ViLy yang didukung oleh segenap penonton Istora berhasil mengandaskan duet gado-gado Jerman-Amerika, Charmaine Reid/Nicole Grether, 21-16, 21-17. Pertahanan ganda beda negara tersebut yang cukup rapi seringkali menyulitkan ViLy sehingga membuat keduanya beberapa kali melakukan kesalahan sendiri di depan net.

Pertarungan senegara juga dialami oleh ganda Denmark, unggulan ke-6, Lena Frier/Kamilla Rytter Juhl dan Helle Nielsen/Marie Roepke. Setelah adu poin di paruh awal pertama, Lena/Kamilla sempat unggul 18-14 melalui serangan smash. Helle/Marie sempat menyamakan angka di titik 19, 20 dan 21 sebelum akhirnya menutup set ini lebih dulu 23-21.

Di set kedua, Lena/Kamilla mampu bangkit dan mendominasi pertandingan dengan merebut set ini 21-17. Namun pada set penentuan, banyaknya kesalahan yang dilakukan Lena/Kamilla kembali membuat permainan imbang seperti pada set pertama. Kejar mengejar angka terjadi hingga kedudukan 16 sama dan menurunnya stamina Lena/Kamilla akhirnya memaksa mereka menyerah 18-21 sekaligus mencatatkan Helle/Marie sebagai pembuat kejuatan kedua di nomor ini.


Ganda Campuran, FlaVi Nyaris Tumbang

Di nomor ini partai seru juga terurai antara sesama pasangan Indonesia, Flandy/Vita dan Rijal/Grace. FlaVi yang diunggulkan ditempat ke-3 nyaris takluk atas RiGre setelah berkali-kali tertinggal dalam perolehan poin. Berhasil mendominasi set pertama, FlaVi mampu unggul di paruh awal, 11-7. Namun beberapa kesalahan sendiri dari Flandy dan kurang kompaknya ganda peringkat 4 dunia ini berhasil membuat RiGre menyamakan angka di titik 15. Keadaan berbalik genting ketika tiba-tiba RiGre berhasil menekan FlaVi dan membuat tandem no.2 Indonesia ini justru mati sendiri. Memimpin 19-15, RiGre akhirnya menyelesaikan set ini 21-16.

Pada babak kedua, kembali RiGre berhasil mengontrol permainan FlaVi yang hanya mampu bermain defensif. Grace yang berhasil menjadi playmaker mampu membobol pertahanan FlaVi yang seringakali memberikan bola-bola tanggung. Unggul jauh 9-3 dan 15-9, RiGre nyaris membuat kejutan jika mampu bermain konsisten hingga akhir set. Namun berkat pengalaman dan ketenangannya, FlaVi secara perlahan mampu menyamakan kedudukan di poin kritis, 17-17. FlaVi akhirnya berbalik memimpin 20-17 sebelum menutup set ini 21-18.

Pada game penentuan, kedua pasangan semakin meningkatkan intensitas serangan dan mencoba saling menekan satu sama lain. Perolehan poin berjalan sangat ketat tertutama saat mendekati akhir set. RiGre yang sempat memimpin 6-3 dan 9-6 di awal set, mampu disetarakan oleh FlaVi di angka 9. Kembali RiGre memimpin 13-10 dan 14-11 melalui smash-smash keras dan drop shot tajam yang sulit untuk dikembalikan setelah mendapat bola tanggung dari Flandy.

Kejar mengejar angka dan saling memimpin terjadi pada titik 17 hingga 21 sama. Dukungan dan sorak sorai penonton makin membuat dua ganda Indonesia ini kian gencar melakukan serangan. Kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Rijal dan menyebabkan bola gagal melewati net membuat FlaVi unggul 22-21 terlebih dahulu. Bola tanggung dari RiGre tidak disia-siakan oleh FlaVi dan akhirnya menutup set ini dengan smash keras 23-21.

Unggulan teratas turnamen ini, Nova/Lily juga masih belum terbendung langkahnya di babak 16 besar kemarin. Ditantang oleh ganda Inggrsi, David Lindley/Suzanne Rayappan, NoLyn mampu menunjukkan kualitasnya sebagai peringkat satu dunia dan bermain jauh lebih baik dari pertandingan sebelumnya. Menang 21-16, 21-9, NoLyn akan menjamu ganda Korea, Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung di babak perempatfinal hari ini. Yoo/Kim juga mencatat prestasi bagus setelah di babak 16 besar kemarin mampu melibas unggulan ke-8, Keita Masuda/Miyuki Maeda dengan skor telak 21-8, 21-12. Pertarungan antara kedua pasangan terlihat tidak berimbang dan lebih banyak dikontrol oleh ganda Korea. Keita/Miyuki yang saat ini menempati peringkat terbaik Jepang hanya mampu memberikan perlawanan di awal set kedua dan tidak mampu mengembangkan permainan mereka.

Langkah FlaVi dan NoLyn sayangnya gagal diikuti oleh duet Devin/Lita. DeLi yang membungkam ganda Denmark semifinalis Singapore SS ‘08, Rasmus/Helle di babak sebelumnya, tidak mampu berbuat banyak saat ditantang unggulan ke-2, Zheng Bo/Gao Ling. Ganda no. 3 Indonesia ini hanya mampu memberikan perlawanan kepada Zheng/Gao di awal set pertama dan kedua. Senjata smash keras Zheng Bo dan penempatan bola-bola sulit Gao Ling memaksa keduany untuk menyerah 13-21, 10-21.

Lita yang seharusnya mampu menjadi playmaker di depan net justru banyak melakukan kesalahan sendiri sedangkan Devin yang bermain di bagian belakang masih sulit untuk mematikan bola-bola Zheng/Gao yang juga sangat baik sisi pertahanannya. Di babak perempatfinal hari ini, Zheng/Gao kembali akan menantang ganda Indonesia lainnya, Fran/Shendy yang lolos ke babak 8 besar tanpa melalui pertandingan karena kedua calon lawan yang akan dihadapinya di babak ke-2 mengundurkan diri.


Tunggal Putri, Maria Capai Target

Tunggal terbaik Indonesia, Maria Kristin, akhirnya berhasil memenuhi targetnya untuk mencapai babak delapan besar. Di laga tadi malam, Maria bermain cukup sempurna saat menantang tunggal terbaik Belanda, Yao Jie. Dibabak 16 besar sebelumnya, Yao Jie berhasil memanfaatkan cedera paha yang dialami Tine untuk unggul 21-17 di babak pertama dan menang WO di set kedua. Pada awal set pertama, Maria sempat tertinggal dari permainana agresif Yao Jie setelah akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di angka 6. Reli-reli panjang yang diakhiri oleh drop shot Maria di depan net mampu membuat Yao Jie kawalahan dalam mengatur ritme permainannya.

Unggul 15-7, 18-11 dan 20-13 dari permainan drop shot di depan net, Maria akhirnya menutup set ini 21-14 setelah pengembalian Yao Jie yang terlalu melebar. Kualitas Maria kembali teruji di set kedua. Minimnya kesalahan sendiri dari mantan pemain klub Djarum ini membuatnya kembali mendominasi set ini. Meski Yao Jie sempat memberikan perlawanan ketat sejak awal set, Maria kembali berhasil unggul jauh 14-9 yang beberapa diantaranya juga dari kesalahan yang dilakukan oleh Yao Jie.

Beberapa bola lob Maria yang terlalu melebar dan kegagalannya mengembalikan bola-bola serang dari Yao Jie kembali membuat skor imbang di angka 16 dan 17. Drop shot menukik yang menjadi andalan Maria di set pertama akhirnya kembali menjadi senjata pamungkas yang membuatnya unggul 20-17 saat poin-poin kritis. Lob-lob serang dari Yao Jie sempat menambah dua angka tunggal Belanda tersebut sebelum Maria mengakhiri perlawanannya 21-19 dengan penempatan bola yang cukup akurat di bagian belakang lapangan yang diprediksi oleh Yao Jie akan melebar kelur.

Lawan tangguh sudah menunggu Maria di babak 8 besar hari ini. Runner up turnamen Singapore SS pekan lalu yang diunggulkan ditempat ke-7, Zhou Mi harus mampu dilumpuhkan oleh Maria jika ingin mendapatkan tiket semifinal. Zhou Mi kemarin berhasil mengandaskan tunggal Korea, Hwang Hye Youn, 21-11, 22-24, 21-14. Langkah Zhou Mi sayangnya gagal diikuti oleh tunggal Hongkong lainnya, Yip Pui Yin. Yip yang menempati unggulan ke-8, belum mampu menandingi pemain Singapura, Xing Aiying. Banyak melakukan kesalahan sendiri, Yip akhirnya menyerah 13-21, 13-21.

Kejutan juga dibuat oleh tunggal Thailand, Salakjit Ponsana. Menghadapi pebulutangkis terbaik Jepang, Yu Hirayama, Salakjit mampu memberikan perlawanan memukau lewat reli-reli panjang dan drop shot yang tajam. Unggul 21-13 di set pertama, Yu sempat memberikan perlawanan di set kedua sebelum akhirnya mengalami cedera kaki saat kedudukan 18-20. Yu harus digotong keluar lapangan dengan menggunakan tandu setelah terjatuh dan tidak mampu bangun karena menahan rasa sakit karena tersungkur di lapangan 1.

Ganda Putra, LuVent Tersungkur

Kejutan terbesar untuk kubu Indonesia pada hari ini adalah tumbangnya pasangan senior yang menempati unggulan ke-3, Luluk/Alvent. Menghadapi ganda no. 4 Korea yang sempat mereka kalahkah 21-16, 21-16 di babak pertama turnamen Singapore SS 2008, Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo, LuVent kali ini justru harus melewati pertarungan ketat rubber set sebelum akhirnya menyerah. Dominasi Ko/Kwon sebenarnya sudah terlihat sejak awal set pertama. Unggul 11-8 dan 18-13, ganda Korea akhirnya menutup set ini 21-17. Tekanan kembali dilancarkan Ko/Kwon di set kedua. Namun kali ini LuVent mampu memberikan perlawanan ketat hingga kedudukan 15 sama.

Kembali Ko/Kwon nyaris memperkecil jarak poin menjadi 18-19 namun LuVent berhasil meraih dua poin berturut-turut terlebih dulu dari permainan adu drive yang cukup cepat, 21-18. Pada set penentuan, Ko/Kwon kembali memimpin perolehan poin sebelum disamakan oleh LuVent di angka 13. Kejar mengejar angka kembali terjadi sampai kedudukan 17 sama. Beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Luluk dan tekanan smash beruntun yang dilancarkan oleh ganda Korea akhirnya memaku LuVent di angka 17 dan menamatkan set ini 21-17.

Perjuangan berkeringat juga harus dilalui oleh unggulan teratas, Markis/Hendra saat menatang veteran Malaysia penakluk LuVent di babak kedua turnamen Singapore SS pekan lalu, Chan Chong Ming/Chew Choon Eng. Dominasi KiNdra awalnya tak terkejar di set pertama. Chan/Chew yang belum ‘in’ sepenuhnya menyerah dengan medah, 12-21. Bentuk permainan Chan/Chew mulai terlihat di set kedua. Pertahanan keduanya yang sempurna berkali-kali gagal ditembus oleh smash-smash keras pasangan Indonesia. Bahkan pada akhirnya KiNdra yang harus menyerah dan membuat kesalahan sendiri.

Sempat tertinggal 3-9, Chan/Chew berhasil mematahkan perlawanan ganda Indonesia dan menyamakan kedudukan di angka 12 dan 13. Keadaan berbalik ketika Chan/Chew memimpin perolehan poin karena kegagalan Hendra menyebrangkan bola di depan net dan bola-bola smash Kido yang terlalu melebar. Sempat unggul 18-13 beberapa kesalahan sendiri dari pasangan Malaysia nyaris menyamakan kedudukan 19-17. Dua kesalahan beruntun Hendra saat menyebrangkan bola di depan net akhirnya mengakhiri set ini 21-17 untuk Chan/Chew.

Intensitas serangan dan ketatnya pertandingan makin jelas terasa pada set penentuan. Kejar mengejar angka dan selisih 1-2 poin terjadi sejak kedudukan 0-0 hingga berujung di angka imbang 14-14. Permainan Hendra yang masih belum rapi dapat tertutupi dengan kemampuannya mengolah serobotan bola di depan net dan penempatan bola yang cukup akurat. Smash beruntun dari Kido akhirnya kembali membuat Indonesia unggul 19-14. Chan/Chew sempat menambah dua angka dari kesalahan Kido namun bola Chew yang terlalu melebar dan smash beruntun dari KiNdra akhirnya menutup set ini untuk kemenangan Indonesia, 21-16.

Unggulan ke-5, Tony/Candra masih terlalu tangguh untuk pasangan muda klub Djarum, Albert/Rizky dan menang mudah 21-10, 21-12. Duet CaTon akan menantang KiNdra di delapan besar untuk memperebutkan tempat di semifinal. Menyusul langkah sang kakak, ganda Bona/Ahsan juga mendapatkan tiket perempatfinal setelah berhasil mengungguli juniornya, Chrisna/Syahmie 21-14, 21-14. Perbedaan jam terbang membuat pasangan masa depan Indonesia tersebut harus menyerah mudah tanpa memberikan perlawanan yang sengit.

Rekor pertandingan terlama pada babak perdelapan final kemarin dipegang oleh pasangan Malaysia, Hoon Thien How/Ong Soon Hock dan unggulan ke-4, Shuichi.Shintaro. Butuh waktu 71 menit bagi duet baru Malaysia hasil sandingan Rexy tersebut untuk mengalahkan ganda terkuat Jepang dalam permainan alot 25-23, 21-23, 21-19. Perseteruan antara ganda Denmark yang diunggulkan ditempat ke-7, Mathias/Carsten dan pasangan Malaysia Khoo Chung Chiat/Tan Bin Shen juga sempat menuai kontroversi. Meski akhirnya kalah 9-21, 26-24, 21-23, Tan Bin Shen sempat memprotes wasit atas pukulannya yang dianggap keluar padahal sudah menyentuh badan pemain Denmark terlebih dahulu. Adu mulut antara wasit dan Tan berlangsung cukup lama dan alot, bahkan karena emosi Tan sempat membanting raketnya hingga bengkok.


Tunggal Putra, 2 Tunggal Melaju

Dua tunggal Indonesia akhirnya berhasil melaju ke babak perempatfinal turnamen Indonesia SS setelah dibabak pertama kemarin berhasil melibas lawan-lawannya. Sony Dwi Kuncoro yang diunggulkan ditempat ke-4, nyaris mengalami kekalahan atas tunggal Denmark, Joachim Persson. Unggul 21-18 di set pertama, permainan Sony yang cukup ‘santai’ ternyata berimbas di set kedua. Agresivitas Joachim di set kedua mampu membuatnya langsung unggul 9-2.

Kembali Sony menyamakan kedudukan di angka 9. Dan di titik ini Sony mencoba untuk meningkatkan tempo serangan dengan penempatan bola di sisi lapangan yang berbeda. Kejar mengejar angka terjadi hingga kedudukan 13 sama Agresi Joachim akhirnya kembali berhasil menekan permainan Sony yang banyak melakukan kesalahan sendiri. Tertinggal jauh 14-19, Sony akhirnya menyerah 16-21 di set ini.

Pada set penentuan, Joachim sebenarnya sudah mengontrol permainan Sony setelah terjadi saling mengejar angka di awal set. Memimpin 13-8, 16-11 dan 18-13, kemenangan Joachim yang sudah digenggamnya harus melayang ketika Sony perlahan mampu menyamakan kedudukan di angka 18 dan 19 dengan permainan reli dan smash tajam di saat yang tepat. Mental bertanding Sony yang membuatnya bangkit harus diacungi jempol karena akhirnya ‘second win’ ini membawa tunggal pertama Indonesia tersebut pada kemenangan 21-19 sekaligus mengantarkannya ke babak perempatfinal.

Lawan Sony di perempatfinal adalah tunggal Singapura, Ronald Susilo yang sukses menyingkirkan bintang baru tunggal putra di turnamen ini, Alamsyah Yunus. Ronald harus berjuang 3 set untuk mengalahkan Alam, 21-18, 18-21, 21-6. Pemain bertubuh lincah ini diluar dugaan sanggup mengimbangi Ronald di set pertama dan kedua meskipun akhirnya kalah di set penetuan. Faktor stamina setelah bermain 3 set di babak-babak sebelumnya membuat langkahnya cukup berat pada game ketiga. Hal ini juga ditunjukkan dengan beberapa pengembalian bola dari Alam yang mati sendiri dan membuahkan poin untuk lawan. Sebelumnya, Indonesia juga sudah meloloskan Simon Santoso ke babak 8 besar setelah berhasil menjungkalkan tunggal Belanda, Dicky Palyama, 22-20, 21-9.

Pertarungan yang juga tak kalah seru adalah antara unggulan ke-2 Bao Chunlai menghadapi tunggal Vietnam, Nguyen Tien Minh. Meskipun tidak didampingi oleh pelatih dan harus menggunakan biaya pribadi untuk mengikuti turnamen ini, kesungguhan Nguyen terbayar ketika di babak ke-2 kemarin dia nyaris mengalahkan Bao dalam pertarungan melelahkan selama 3 set. Tertinggal 16-12 di set pertama, Nguyen mampu menyamakan kedudukan di angka 17 dan berbalik unggul 21-17. Performa Nguyen sempat menurun di set kedua saat mengalami kekalahan 14-21. Namun di saat se ke-3, segenap penonton Istora dibuat kagum dengan penampilannya yang tidak hanya sempurna dari sisi stamina namun juga ulet dari sisi kualitas.

Kejar mengejar angka yang sangat melelahkan melalui reli-reli panjang tercipta saat kedua pemain harus mengumpulkan poin satu demi satu dari angka 10-10 hingga 17 sama. Kesalahan Nguyen yang menyebabkan bola keluar setelah mendapaat sergapan dari Bao akhirnya membuatnya tertinggal 20-17. Adu reli dan smash yang saling memperlihatkan kegigihan dan ‘defense’ yang sempurna masih terjadi di titik ini sampai akhirnya Bao menutup set ini lebih dulu 21-17.

Unggulan yang tumbang di sektor ini adalah Peter Gade asal Denmark. Menghadapi rekan satu negaranya, Jan O Jorgensen, unggulan ke-6 tersebut terkesan bermain santai sejak set pertama. Rasa penat setelah menjadi semifinalis Singapore SS pekan lalu kemungkinan membuat Peter tidak bermain dalam kondisi terbaiknya. Kalah 19-21 di set pertama, Peter berhasil unggul 21-13 di set kedua. Ketidakseriusan tunggal kedua Denmark ini makin terlihat pada set ke-3 ketika Peter sudah berhasil unggul jauh 17-9 namun tiba-tiba ‘down’ dan berhasil disetarakan di angka 19 oleh Jan sebelum menutup set ini 21-19.


Ferry Irawan, Jurnalis Bulutangkis.com
(www.bulutangkis.com, http://www.bulutangkismania.wordpress.com)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: