Bulutangkismania's Weblog

Juni 24, 2008

Preview Thailand Open GP Gold ’08 : Ekspansi Besar-besaran Para Pemain Muda

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:06 am

THAILAND OPEN GRAND PRIX GOLD

Bangkok, 24-29 Juni 2008

 

 

Dua puluh lima wakil merah putih yang terdiri dari lapis dua pelatnas dan para punggawa terbaik klub Djarum siap berlaga pekan ini di turnamen Grand Prix Gold Thailand Open 2008 usai berjibaku pekan lalu di kandang sendiri. Meski masih ‘miskin’ pemain elit dunia, beberapa pemain dan pasangan kelas atas dunia juga ikut hadir meramaikan kejuaraan yang berhadiah total USD 120,000 ini. Selain wakil tuan rumah yang turun dengan kekuatan penuh, beberapa nama elit pemain unggulan Cina tampak kontras dengan ekspansi besar-besaran para pemain muda Jepang, Malaysia, Singapura dan Taiwan.

 

 

Tunggal Putra

 

 

Tahun lalu, Chen Hong akhirnya menjuarai turnamen ini setelah pada laga final mengandaskan pemain tuan rumah, Boonsak Ponsana, 21-14, 11-21, 23-21. Sedangkan prestasi terbaik tunggal Indonesia diukir oleh Tommy Sugiarto yang mampu melaju hingga babak perempatfinal sebelum akhirnya takluk di tangan Chen Jin, 5-21, 14-21. Tahun ini, Boonsak yang diunggulkan ditempat kedua berpeluang besar untuk mengulang prestasinya dan bertemu Lin Dan di babak final.

 

 

Andre Kurniawan Tedjono (unggulan 12) : Tunggal terbaik klub Djarum ini bermain kurang mengesankan saat bertemu Ng Wei di babak pertama turnamen Indonesia SS pekan lalu. Pekan ini, Andre kembali akan mencoba untuk menebus kegagalannya dan menempati unggulan tertinggi untuk tunggal Indonesia. Di babak pertama, Andre akan ditantang tunggal Malaysia, Wong Beryno. Menunggu Andre di babak kedua adalah pemenang partai antara Qiu Yanbo (Cina) dan Rune Ulsing asal Denmark. Di babak ke-3, Andre kembali akan di tantang pemain Hongkong yang kali ini adalah unggulan ke-7, Chan Yan Kit. Sebelum masuk semifinal dan bertemu dengan unggulan tuan rumah, Boonsak Ponsana, Andre harus mampu melumpuhkan unggulan ke-4, Hafiz Hashim (Malaysia) di babak delapan besar. Jika mampu melaju sejauh ini prestasi Andre akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai babak 32 besar.

 

 

Ari Yuli Wahyu : Berbeda dengan Andre, Ari sudah harus bertemu tantangan berat di laga perdananya. Tunggal ke-3 Thailand yang secara dramatis menaklukkan Taufik Hidayat di babak penyisihan grup Piala Thomas yang lalu, Tanongsak Saensomboonsuk akan saling berjibaku untuk mmperebutkan tiket ke babak ke-2. Lolos dari Tanongsak, unggulan ke-8, Roslin Hashim diprediksi akan menjadi lawan Ari selanjutnya. Untuk masuk ke-8 besar, Ari harus menyingkirkan pamenang laga antara Kendrick Lee (unggulan ke-11) dan ‘rising star’ asal Malaysia, Tan Chun Seang. Tahun lalu, langkah Ari terhenti di babak pertama oleh tunggal Taiwan, Hsieh Yu Hsin.

 

 

Alamsyah Yunus : Pemain tunggal lapis dua Indonesia yang paling bersinar di turnamen pekan lalu ini akan menghadapi pemain kualifikasi di laga perdananya. Jika lolos ke 32 besar, Alam akan langsung dijegal oleh unggulan ke-3 asal Denmark, Joachim Persson.

 

 

Tommy Sugiarto : Tahun lalu Tommy membukukan prestasi terbaik untuk marah putih di nomor ini. Kali ini meskipun performa Tommy sedang tidak berada pada tingkat tertingginya, tunggal ke-4 tim Thomas Indonesia ini masih tetap berpeluang untuk masuk babak ke-3 meskipun cukup sulit menembus pintu 8 besar. Di babak pertama, Tommy akan dijamu oleh unggulan 16 yang sempat menyingkirkan tunggal Cina (Lu Yi) di turnamen Singapore SS, Petr Koukal. Sebelum bertemu pemenang antara Alam dan Joachim di 16 besar, Tommy harus mampu melibas tunggal Malaysia, Mohd Arif Abdul Latif di babak ke-2.

 

 

Andreas Adityawarman : Jika lolos dari hadangan pemain kualifikasi di laga perdananya, Adit sudah akan baku hantam dengan unggulan ke-4 Hafiz Hashim di babak ke-2. Prestasi Adit setahun yang lalu tidak begitu baik. Di babak pertama, tunggal pelatnas ini sudah harus kalah 16-21, 17-21 dari pebulutangkis India, Anup Sridhar.

 

 

Tunggal Putri

 

 

Indonesia mencatat nama Maria Febe sebagai satu-satunya srikandi Indonesia yang berhasil lolos ke babak utama. Dua nama lainnya, Fransiska Ratnasari dan Yuan Kartika Putri sudah tmbang lebih dulu di babak kualifikasi. Membungkam tunggal Finlandia, Anu Nieminen di babak pertama, Febe akhirnya menyerah atas unggulan teratas, Zhu Lin, 21-19, 16-21, 12-21 di laga babak kedua. Zhu Lin akhirnya memehkotai turnamen ini setelah pada babak final menjungkalkan tunggal Hongkong, Zhou Mi, 20-22, 21-5, 21-14.

 

 

Fransiska Ratnasari : Tunggal ke-4 tim Uber Indonesia yang sempat memaksa Pia berjuang mati-matian di babak kualifkasi turnamen Indonesia SS pekan lalu ini akan kembali diuji kualitasnya oleh pemain tulang punggung Singapura yang saat ini tengah bersinar, Xing Aiying. Jika sukses menggulingkan Xing, Nana akan langsung dihadapkan pada unggulan ke-4 asal Hongkong, Zhou Mi di babak kedua. Tahun lalu, prestasi Nana tidak begitu buruk. Meski gagal melewati ronde ktiga babak kualifikasi yaitu Zhou Mi yang akhirnya menjadi runner up turnamen ini, Nana mampu bermain maksimal dengan melibas tunggal Malaysia, Lydia Cheah dan pemain Korea, Jang Soo Young.

 

 

Maria Elfira Christina : Peraih gelar turnamen Toulouse Open International Challenge ini akan bertemu dengan tunggal ke-2 tuan rumah, Soratja Chansrisukot di babak pertama. Pemenang dari partai ini akan dipertemukan pada unggulan ke-6 asal Belanda, Yao Jie di babak 16 besar.

 

 

Maria Febe : Meskipun harus melewati babak kualifikasi, jika Febe mampu mempertahankan kualitas permainannya seperti pada pekan lalu, tunggal Djarum ini seharusnya tidak akan menemui banyak kesulitan untuk melewati rintangan babak kualifikasi. Satu-satunya pemain yang mungkin akan membuat Febe harus memerah keringat adalah tunggal ke-4 Singapura, Chen Jiayuan. Diunggulkan di tempat ke-3 plus performa yang menawan akan mempertemukan Febe dan tunggal Jepang Kaori Imabeppu di babak pertama. Menunggu Febe di 16 besar adalah favorit tuan rumah, Salakjit Ponsana.

 

 

Yuswandari Aprilia : Sama seperti Febe, dengan kualitas dan jam terbang yang dimiliki oleh pemain pelatnas ini seharusnya bukan masalah yang sulit untuk menembus babak utama. Satu-satunya lawan sepadan yang harus diwaspadai oleh Aprilia sebelum masuk 32 besar adalah unggulan ke-2 yang juga merupakan tunggal ke-4 Hongkong, Mong Kwan Yi. Menunggu pemain kualifikasi yang lolos ke babak utama adalah pemain Austria, Simone Prutsch dan unggulan teratas, Xie Xingfang di babak pertama dan kedua.

 

  

Ganda Putra

 

 

Tahun lalu, Luluk/Alvent dan Bona/Ahsan berhasil meraih prestasi tertinggi untuk kubu Indonesia dengan meloloskan diri ke babak 16 besar. Di babak final, Lee Jae Jin/Hwang Ji Man akhirnya menjadi kampiun setelah menekuk rekan senengaranya, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, 21-19, 19-21, 21-9.

 

 

Rian/Yoke (unggulan 5) : Jika mampu bermain pada performa terbaiknya, RiYo berpelaung besar untuk mencapai sukses minimal di babak 8 besar. Di babak pertama, dua pemain tuan rumah yang salah satunya merupakan pemain tim Thomas Thailand, Nitipong Saengsila akan berduet dengan Kovit Pitsesarasai untuk memperebutkan tempat di 16 besar. Pemenangnya diprediksi akan bertemu ganda Indonesia lainnya, Devin/Anggun sebelum berhadapan dengan unggulan ke-3 asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

 

 

Bona/Ahsan : Tandem ke-4 Pelatnas ini akhirnya mampu lepas dari kungkungan stagnasi prestasi di dua turnamen super series beruntun, Singapura dan Indonesia. Namun sayangnya di kejuaraan kali ini BoAh akan langsung ditantang unggulan teratas, Fu/Cai di babak kedua jika lolos dari ganda Malaysia yang juga cukup menanjak, Lim Khim Wah/Tan Bin Shen.

 

 

Lingga/Edo : Nasib kurang menguntungkan harus mempertemukan junior Indonesia ini dengan seeded teratas Fu/Cai pada laga perdana mereka. Setidaknya mereka bisa menimba banyak ilmu dari pasangan terkuat Cina tersebut untuk perbaikan performa mereka ke depannya.

 

 

Fran/Rendra : Bermain tidak maksimal di kandang sendiri, FRen juga mendapat draw yang kurang menguntungkan di babak-babak awal. Lolos dari Jacob/Mikkel di babak pertama, pasangan tuan rumah Songphon/Tesana akan menjadi penantang mereka selanjutnya.Songphon/Tesana di pastikan akan mendapat lawan mudah dari babak kualifikasi karena mundurnya unggulan ke-4 asal Malaysia, Mohd Zakry/Mohzd Fairuz.

 

 

Devin/Anngun : Meski agak sedikit sulit untuk lolos ke babak utama karena harus bertemu pemain baru yang tak terprediksi kemampuannya, diharapkan dengan pengalamannya DevAn akan mampu unggul atas lawan-lawannya. Unggulan pertama kualifikasi, Worachon/Songphon akan menjadi lawan pertana DevAn. Ganda Taiwan, Liao Min Chun/Wang Chia Min akan menjadi lawan DevAn selanjutnya di ronde kedua. Jika berhasil lolos ke babak 32 besar, DevAn akan langsung dijamu oleh duo terbaik Vietnam, Bao Duc Duong/Cao Hieu Pham.

 

 

Ganda Putri

 

 

Duet Gao Ling/Huang Sui akhirnya menjadi juara di turnamen ini setelah pada babak final menang WO atas kompatriotnya, Du Jing/Yu Yang. Tahun ini Cina masih berpeluang besar mempertemukan dua gandanya di babak final, Yang Wei/Zhang Jiewen dan Du Jing/Yu Yang karena menempati dua unggulan teratas di turnamen ini. Jo/Grace juga sempat mengecap babak kedua turnamen ini setahun yang lalu namun akhirnya menyerah 16-21, 12-21 dari Gao/Huang.

 

 

Endang/Rani (unggulan 6) : Satu-satunya pemain (pasangan) senior pelatnas yang dikirim ke turnamen ini dan menempati unggulan tertinggi untuk Indonesia, EnRa diharapkan mampu mengobati kekecewaan mereka yang langsung tumbang di babak kedua pekan lalu. Menantang ganda kualifikasi di babak pertama, EnRa akan bertemu dengan ganda Denmark penakluk unggulan Kamilla/Lena, yaitu Marie Ropke/Helle Nielsen di babak kedua. Di perempatfinal, unggulan ke-4 asal Malaysia Wong Pei Tty/Chin Eei Hui akan menjadi lawan tangguh sebelum menembus babak semifinal.

 

 

Shendy/Meiliana (unggulan 8) : Seiring dengan raihan prestasi di beberapa turnamen International Challenge selam setahun ini dan peningkatan performa yang cukup signifikan, MeiShe akhirnya mampu bersaing dintara pasangan top 30 dunia. Kestabilan sangat dituntut dalam performa keduanya jika ingin tetap ‘eksis’ dalam masuk dalam 10 besar. Pada turnamen kali ini, MeiShe berpeluang besar untuk menembus babak quarterfinal. Menghadapi ganda kualifikasi di babak pertama dan pasangan Indonesia, Yulianti/Nathalia di laga kedua, MeiShe akan bertemu lawan sesungguhnya pada pertarungan ke-3 mereka, yaitu ganda Taiwan, Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing. Akan menjadi sebuah prestasi akbar dan kebanggaan luar biasa jika keduanya mampu mebuat kejutan seperti pada pekan lalu dan mengalahkan ganda unggulan ke-3 tersebut. Karena seperti yang diketahui tandem terbaik Indoenesia saat inipun, Vita/Lily, masih belum mampu mengalahkan ganda Taiwan tersebut.

 

 

Lita/Nitya : Nasib kurang menguntungkan juga harus dialami oleh ganda ke-4 pelatnas ini. Di hari pertama pertandingan mereka, keduanya sudah harus bertatap muka dengan unggulan teratas, Yang Wei/Zhang Jiewen. Tahun 2007, LiYa tersandung di babak pertama setelah kalah dari ganda tuan rumah, Soratja/Meemeak yang juga bermain rangkap di nomor tunggal.

 

 

Yulianti/Nathalia : Sebelum bertemu MeiShe di babak kedua, YulNa akan dihadang oleh duet Malaysia, Ng Hui Lin/Vivian Hoo di babak 32 besar. Saat masih bersanding dengan Richi setahun yang lalu, Yulianti gagal melangkah ke babak 16 besar setelah tersungkur dari ganda terbaik Malaysia, Wong pei Tty/Chin Eei Hui.

 

 

Devi/Nadya : Jika berhasil menekuk lawan mereka, Lim Yin Loo/Ng Poau Leng asal Malaysia di babak pertama, DeNa pun sudah harus berjibaku dengan Yang/Zhang di babak 16 besar.

 

 

Ganda Campuran

 

 

Duo Cina He Hanbin/Yu Yang yang diunggulkan ditempat teratas akhirnya merebut gelar juara setelah pada babak final menang mudah atas duta Korea, Han Sang Hoon/Hwang Yu Mi, 21-12, 21-14. Tahun ini dengan absennya sejumlah besar pasangan terbaik dunia, dua unggulan teratas Cina, He Hanbin/Yu Yang dan Xie Zhongbo/Zhang Yawen juga berpeluang besar untuk saling bertemu di partai puncak. Prestasi terbaik yang diukir oleh utusan merah putih setahun yang lalu di sektor ini adalah Devin/Lita yang mampu melenggang ke babak perempatfinal sebelum akhirnya menyerah dari pasangan tuan rumah, Sudket/Saralee, 16-21, 17-21.

 

 

Fran/Shendy (unggulan ke-7) : Kemenangan ganda terbaik klub Djarum ini di beberapa turnamen International Challenge akhirnya membuat peringkat keduanya jauh lebih baik daripada ganda lapis dua pelatnas saat ini, Devin/Lita. Semifinalis turnamen Singapore SS dua pekan lalu, Rasmus Bonde/Helle Nielsen, akan menjadi penantang pertama mereka. Jika lolos ke babak 16 besar, keduanya akan dihadang oleh pemenang antara Yohan/Chau Hoi Wah (Hongkong) dan Tantowi/Yulianti. Siapapun yang lolos ke delapan besar harus siap menghadapi unggulan teratas asal Cina, He Hanbin/Yu Yang.

 

 

Rendra/Meiliana : Jika berhasil menjungkalkan ganda Vietnam, Duang Bao Duc/Thai Thi Hong di laga pertama, mereka akan langsung menantang unggulan teratas, He Hanbin/Yu Yang di babak 16 besar.

 

 

Tantowi/Yulianti : Ganda Hongkong Yohan Hadikusumo/Chau Hoi Wah akan menjadi lawan pertama mereka sebelum menghadang pemenang partai antara Fran/Shendy dan Rasmus/Helle. Melihat setahun ke balakang, TanTi mampu meloloskan diri ke babak 16 besar namun harus tersingkir oleh ganda terbaik Denmark, runner up turnamen Indonesia SS pekan lalu, Thomas/Kamilla, 18-21, 21-16, 10-21.

 

 

Devin/Lita : DeTa akan langsung berjibaku dengan unggulan ke-6, Robert Blair/Imogen Bankier di babak pertama. Di babak 16 besar, mereka harus menghadapi sesama ganda Indonesia, Lingga/Devi sebelum dijamu unggulan ke-2, Xie Zhongbo/Zhang Yawen di babak 8 besar.

 

 

Lingga/Devi : Mohd Razif/Chong Sook Chin asal Malaysia akan menjadi pembuka pertarungan mereka sebelum bertemu pemenang partai antara ganda gado-gado Inggris-Skotlandia, antara Robert Blair/Imogen Bankier dan Devin/Lita.

 

 

Anggun/Endang : Unggulan ke-2, Xie Zhongbo/Zhang Yawen akan menjadi lawan perdana keduanya untuk lolos ke babak 16 besar.

 

(www.bulutangkismania.wordpress.com)

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: