Bulutangkismania's Weblog

Juli 7, 2008

Final Results Vietnam International Challenge ’08 : Malaysia Borong 3 Gelar

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 12:47 am

Setahun yang lalu Indonesia berhasil merajai nomor ganda turnamen ini dengan mempersembahkan 3 gelar. Bahkan pada nomor ganda campuran tersaji partai antara sesama wakil Indonesia yang akhirnya dimenangkan oleh Tantowi/Yulianti. Namun pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia harus pulang dengan tangan hampa tanpa merebut 1 gelarpun. Hal ini cukup dimaklumi karena absennya sebagian besar para pemain lapis dua merah putih yang lebih memilih untuk berkonsentrasi pada Pekan Olahraga Nasional XVII.

Ganda Putri, Kokom/Debby Ukir Prestasi Tertinggi

Prestasi tertinggi yang diraih oleh wakil Indonesia kali ini adalah menjadi semifinalis ganda putri yang dipersembahkan oleh junior pelatnas, Komala Dewi/Debby Susanto. Namun meskipun gagal melangkah ke babak final setelah dijegal oleh unggulan ke-3 asal Singapura, Yao Lei/Shinta Mulia Sari, 16-21, 17-21, keduanya berhasil mencatat prestasi spektakuler pada babak kedua dengan menundukkan unggulan ke-2 asal Taiwan, Yang Chia Chen/Tsai Peng Ling, 21-23, 21-18, 21-16. Prestasi ini jauh lebih baik dibandingkan dengan prestasi Debby setahun yang lalu saat masih bernaung di klub Djarum berpasangan dengan Luluk Maria Ulfa. Kala itu, Luluk/Debby ditundukkan oleh pasangan Malaysia, Woon Khe Wei/Liu Ying Goh, 18-21, 21-18, 18-21 di laga perdananya.

Perebut mahkota turnamen Singapore International Series 2008, Yao Lei/Shinta Mulia Sari akhirnya berhasil menjuarai turnamen ini setelah di babak final menundukkan rekan senegaranya, Frances Liu/Yu Yan Vanessa, 21-8, 21-15. Di babak sebelumnya, Yao/Shinta juga berhasil menundukkan duet Indonesia lainnya, Richi/Keke, 18-21, 17-21. Setahun yang lalu, Richi bersama Yulianti berhasil merebut gelar juara turnamen ini dengan melibas ganda senior Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung, 21-17, 9-21, 21-16. Ini adalah kali perdana Richi ditandemkan kembali dengan Keke di bawah bendera Pelatnas setelah duo mojang Pusdiklat Tasik ini sempat terpisah karena Keke gagal masuk Pelatnas di tahun 2006.

Wakil pelatnas lainnya asal klub Djarum, Nimas/Annisa juga terhenti langkahnya di babak pertama setelah menyerah atas ganda Thailand, Savitree/Vacharaporn, 10-21, 19-21. Wakil Thailand ini akhirnya merebut tempat ke-3 setelah di babak play off mengalahkan Debby/Kokom, 21-15, 21-18.

Ganda Putra, Wifqi/Afiat Gagal Penuhi Target

Menenempati unggulan tertinggi untuk Indonesia yang juga merupakan kampiun turnamen Thailand International Series 2008, Wafqi/Afiat gagal memenuhi ambisinya sebagai unggulan ke-2 untuk melaju ke babak final. Wakil pelatnas yang mampu menyajikan permainan sempurna saat berhadapan dengan tandem senior Trikus/Bambang di babak semifinal Sirkuit Nasional SGS Open 2008 yang lalu ini takluk di babak 16 besar oleh anak suhan Rexy, Hong Chieng Hun/Ng Kean Kok, 19-21, 14-21. Duet Malaysia ini akhirnya merebut gelar juara setelah di partai puncak menjungkalkan rekan senegaranya yang lebih berpengalaman, Mohd Razif/Chan Peng Soon dalam pertarungan ketat rubber set, 19-21, 28-26, 21-13.

Sementara itu wakil Indonesia lainnya, Chrisna/Syahmie justru berprestasi lebih baik di turnamen ini. Sebelum langkah keduanya terhenti di babak perempatfinal, pasangan masa depan Indonesia ini mampu menundukkan unggulan ke-3 duet gado-gado Swedia-Cina, Mat Fagerstrom/Zhang Yi, 21-12, 21-18 di babak 32 besar. Wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa yang mengalahkan Chrisna/Syahmie di babak 8 besar akhirnya dalam pertarungan rubber set akhirnya bertekuk kepada juara turnamen ini, Mohd Razif/Chan Peng Soon, 19-21, 21-12, 17-21.

Ganda Campuran, 3 Ganda Malaysia Berjaya

Selain mendominasi nomor ganda putra, para atlet negeri jiran juga berhasil mengusasi nomor campuran dengan menempatkan tiga wakilnya ke babak semifinal dan akhirnya menempati 3 tempat teratas di nomor ini. Pasangan terbaik Malaysia, Tan Wee Kiong/Woon Khe Wei yang diunggulkan di tempat teratas di luar dugaan takluk kepada rekan senegaranya Lim Khim Wah/Ng Hui Lin, 18-21, 11-21 yang hanya menempati unggulan ke-3. Tan/Woon yang lebih kaya pengalaman tidak mempu meladeni permainan taktis Lim/Ng yang akhirnya menjadi juara harus puas berada di peringkat ke-3 setelah di babak play off menyingkirkan wakil Taiwan, Wang Chia Min/Wang Pei Rong, 21-19, 21-17

Posisi runner up akhirnya di isi oleh wakil Malaysia lainnya, Mohd Razif/Chong Sook Chin setelah di partai puncak dikalahkan oleh Lim/Ng, 21-15, 19-21, 21-15. Sebelumnya di babak semifinal, Razif/Chong harus bermain cukup ketat saat menjegal duo Taiwan, 22-20, 21-18.

Tahun ini, tidak ada satupun pemain Indonesia yang ikut ambil bagian di nomor ini. Namun jika dilihat performa setahun yang lalu, Tantowi/Yulianti memulai debut spektakuler mereka pada turnamen ini dengan menjadi juara setelah mengandaskan pasangan senior Trikus/Tetty, 21-15, 21-17 di babak final. Bahkan sebelumnya di semifinal, duet Tantowi/Yulianti melibas ganda Korea, Yoo Yeon Seong/Ha Jung Eun, 21-14, 21-12.

Tunggal Putri, Lydia Menang Pengalaman

Selain merebut dua gelar di nomor ganda, Malaysia juga berhasil menambah perbendaharaan gelarnya lewat unggulan teratas turnamen ini, Lydia Cheah. Lydia yang menantang jagoan Taiwan, Hung Shih Han akhirnya memastikan gelar international challenge pertamanya setelah menang dua set langsung 22-20, 21-15. Pengalaman tunggal ke-3 tim uber Malaysia ini yang jauh lebih baik membuatnya mampu lebih cepat beradaptasi di set kedua.

Sebenarnya pertarungan antara sesama wakil Malaysia bisa saja terwujud di babak final. Sayangnya unggulan ke-4, Anita Raj Kaur yang harus bermain rubber set sejak babak pertama gagal mempertahankan konsistensi permainannya pada babak 4 besar saat menghadapi Hung Shih Han. Sempat tertinggal 20-22 di set pertama, Anita membalas dengan kemenangan 21-19 pada set kedua. Sayangnya perjuangan Anita berakhir di set ketiga dengan banyaknya melakukan kesalahan sendiri sehingga harus menyerah 14-21.

Satu-satunya srikandi Indonesia yang dikirim ke turnamen ini, Nadhir Maziyyah sudah tumbang lebih dulu di babak 16 besar setelah berhasil merangkak dari babak kualifikasi. Setelah menang atas junior Singapura, Li Bo di babak pertama, Nadhir akhirnya menyerah kepada Hung Shih Han yang runner up turnamen ini, 18-21, 15-21.

Setahun yang lalu, 3 wakil klub Djarum, Maria Elfira, Maria Febe dan Rosaria Yusfin berhasil mencatatkan diri ke babak perempatfinal dengan di damping oleh Pia Zebadiah sebagai utusan pelatnas. Perseteruan antara Fira dan Febe di babak perempatfinal akhirnya dimenangkan oleh Fira yang melenggang ke babak semifinal. Di babak semifinal, Fira berhasil mendapatkan ‘tiket gratis’ ke babak final setelah lawannya Zhou Mi mengundurkan diri karena cedera. Sayangnya Fira hanya mempu menjadi runner up setelah dilumpuhkan oleh Tracey Hallam, 15-21, 15-21.

Tunggal Putra, Chong Wei Feng Nyaris Buat Kejutan

Quarterfinalis turnamen ini setahun yang lalu, Chong Wei Feng nyaris membuat kejuatan di turnamen ini dengan mengalahkan unggulan teratas dan favorit tuan rumah, Nguyen Tien Minh. Tertinggal 10-21 di set kedua setelah menang 21-17 di set pertama, Chong mampu unggul lebih dulu 11-4 saat jeda interval set ketiga. Namun karena kalah pengalaman dan beberapa kesalahan sendiri, Chong akhirnya terkejar dan berbalik tertinggal 17-20 saat poin-poin kritis.

Namun semangat dan motivasi tunggal Malaysia ini tidak berhenti sampai disana. Perlahan Chong berhasil menyamakan kedudukan di angka 20 dan memeksakan ‘deuce’. Kejar mengejar angka berlangsung hingga kedudukan 24 sama sebelum akhirnya Nguyen menamatkan set ini lebih dulu 26-24 dan memastikan gelar intenational challenge perdananya di tahun ini.

Di babak sebelumnya, Nguyen berhasil melaju ke partai puncak setelah menundukkan ‘the rising star’ asal Thailand, Tanongsak Saengsomboonsuk, 14-21, 21-13, 21-15 sedangkan Chong membuat kejuatan dengan melibas unggulan kedua, Chetan Anand, 19-21, 21-10, 21-16.

Tahun lalu, Ari Yuli Wahyu menjadi runner up turnamen ini setelah di babak final kalah dari jagoan Malaysia, Tan Chun Seang, 16-21, 21-18, 14-21. Sedangkan pada tahun ini, empat atlet pelatnas pratama yang berasal dari klub berbeda hanya mampu bertahan di babak 32 besar. Bahkan dua diantaranya, Senatria dan Nandang Arif sudah tumbang lebih dulu di babak pertama oleh unggulan pertama dan kedua.

(www.bulutangkismania.wordpress.com, http://www.bulutangkis.com)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: