Bulutangkismania's Weblog

Agustus 11, 2008

Results Day 2 Badminton Olympic ’08 : Maria Melenggang, ViLy Terhenti

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 6:04 am

Setelah melewati hadangan cukup berat di babak pertama, Maria akhirnya melenggang mudah di laga keduanya hari ini (10/8). Hasil ini kian mendekatkan pemain kelahiran Tuban 23 tahun yang lalu tersebut pada targetnya untuk mencapai babak perempatfinal. Langkah Maria sayangnya gagal diikuti oleh ViLy yang tidak diuntungkan oleh draw undiannya kali ini.

Tunggal Putri, Maria Selangkah Menuju Target

Memasuki hari kedua penyelenggaraan Olimpiade Beijing 2008, nomor tunggal putri sudah menyelesaikan babak 32 besar. Srikandi andalan Indonesia, Maria Kristin seperti yang telah diprediksi berhasil melewati rintangan di dua babak sebelumnya dan melaju ke babak 16 besar.

Di laga perdananya sabtu lalu, Maria sukses menggulung peringkat 13 dunia asal Jerman, Juliane Schenk, 18-21, 21-13, 22-20. Lawan yang jauh lebih mudah di temui oleh mantan pebulutangkis PB Djarum tersebut di babak selanjutnya yaitu tunggal Spanyol, Yoana Martinez. Bermain di lapangan 1, Maria menyudahi perlawanan Yoana, 21-9, 21-14 hanya dalam waktu 26 menit. Drop shot tajam dan net menyilang kembali menjadi senjata ampuh Maria yang sulit dikembalikan dengan sempurna oleh para penantangnya.

Meskipun tinggal selangkah menuju targetnya, tugas berat sudah menunggu Maria di pertandingan besok (11/8) saat dijamu oleh ratu badminton Eropa asal Denmark, Tine Rasmussen. Tine tanpa banyak berkeringat mendapatkan tiket perdelapan final dari tunggal Lithuania, Akville Stapusaityte, 21-6, 21-8.

Sampai di laga hari kedua, masih belum ada kejutan berarti yang menimpa para pemain unggulan. Satu-satunya kekalahan yang tidak diprediksi sebelumnya adalah tumbangnya jagoan Singapura, Xing Aiying atas tunggal tak terkenal asal Belarusia, Olga Konon.

Selain Xing, penampilan yang kurang sempurna juga dialami oleh tunggal terbaik Taiwan, Cheng Shao Chieh. Menghadapi unggulan teratas Xie Xingfang, Cheng bermain jauh di bawah performa terbaiknya dan banyak melekukan kesalahan sendiri. Hanya dalam waktu 32 menit, Xie menang telak 21-1, 21-9 atas Cheng sebelum melaju ke babak perdelapan final.

Selain Cheng, tunggal Hongkong Yip Pui Yin juga tak mampu bermain maksimal di laga perdananya sabtu lalu. Yip yang sempat menghentikan laju Xie Xingfang di babak pertama All England 2008 perlahan prestasinya meredup seiring dengan berjalannya waktu. Setelah dibekuk oleh Maria Kristin di babak delapan besar Uber Cup 2008, Yip kali ini kembali harus menelan kekalahan saat berhadapan dengan tunggal Inggris, Tracey Hallam, 21-15, 21-17.

Mengikuti jejak Cheng Shao Chieh dan Yip Pui Yin adalah tunggal nomor satu Rusia, Ella Diehl. Ella yang mampu menjungkalkan tunggal terbaik Belanda, Yao Jie di babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2007, Ella harus terpuruk di tahun 2008 termasuk pada laga Olimpiadenya kali ini. Ditantang oleh tunggal India yang baru berusia 19 tahun, Saina Nehwal. Diehl menyerah dengan mudah, 8-21, 9-21.

Ganda Putri, Vita/Lily “Dicurangi” Undian

Langkah mulus Maria ke babak selanjutnya sayangnya gagal diikuti oleh duet srikandi Indonesia, ViLy di sektor ganda. Pasangan yang bertengger di peringkat 7 dunia itu sejak awal disudutkan oleh undian yang kurang menguntungkan diantara 7 ganda dunia lainnya yang sama-sama berada di peringkat 8 besar dunia.

Jika dicermati dari draw undian, satu-satunya ganda peringkat 8 besar dunia yang harus bertarung di babak perdelapan final adalah ViLy. Seharusnya berdasarkan peringkat, ViLy menempati plot ganda Singapura, Jiang Yanmei/Li Yujia atau Amerika, Eva Lee/Mesinee Mangkalakiri yang keduanya tidak satupun termasuk dalam peringkat 8 dunia. Jiang/Li yang mendapat draw ‘keberuntungan’ tersebut akhirnya melaju ke perempatffinal dengan melumpuhkan Eva/Mesinee, 21-12, 21-12

Menghadapi ganda peringkat satu dunia, Yang Wei/Zhang Jiewen, ViLy yang bermain cukup tenang sempat unggul jauh 10-4. Pengalaman Zhang Jiewen sebagai salah satu pemain ganda senior saat menghadapi ViLy di final Uber Cup yang lalu mampu membuatnya merebut 6 poin berturut-turut sehingga memperkecil ketertinggalan mereka menjadi 11-10 saat jeda interval. Namun kembali ViLy memetik keunggulan 15-12 dan 17-15 di poin-poin kritis.

Kesabaran Zhang Jiewen dan penempatan bola-bolanya yang sulit dikembalikan kembali membuat duo Cina memimpin 19-17. Vita sempat menyamakan kedudukan di angka 19 namun Yang Wei segera berinisiatif untuk menekan lebih dulu dan meraih dua poin berturut-turut dan menutup set ini 21-19.

Di set kedua, Yang/Zhang mencoba mengubah pola permainannya dengan lebih banyak bermain reli. Sebaliknya duet ViLy tidak seagresif permainan mereka di set pertama. Zhang kembali menjadi kunci keberhasilan kubu Cina untuk memimpin 7-2, 10-5 dan 12-7. Vita sempat memperkecil selisih poin mereka menjadi 11-12 dengan bermain defensif dan memanfaatkan kesalahan sendiri dari pasangan Cina. Namun lima angka berturut-turut yang diperoleh oleh Zhang membuat ViLy kembali tertinggal 12-17. Tak terkejar di angka 19-13, Yang/Zhang akhirnya memastikan tiket mereka ke perempatfinal dengan catatan kemenangan 21-15.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada “preview Badminton Olympic ‘08”, meskipun ViLy langsung terhenti langkahnya di babak perdelapan final, keduanya tetap akan naik ke peringkat 6 dunia setelah Olimpiade selesai karena secara jumlah pengumpulan poin ViLy masih lebih baik dari dua pesaing terdekatnya, Kumiko Ogura/Reiko Shiota dan Satoko/Miyuki walaupun keduanya mampu melaju ke babak delapan besar. Peringkat ViLy hanya akan turun apabila keduanya mampu membuat kejutan dengan meloloskan diri ke babak semifinal.

Meskipun harus bermain rubber set, ganda Cina lainnya Du Jing/Yu Yang akhirnya berhasil mengikuti langkah Yang/Zhang dengan membekuk pasangan Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung, 21-11, 16-21, 21-15. Pertarungan sengit tiga set juga dialami duo peringkat 6 dunia, Kumiko Ogura/Reiko Shiota saat bertemu dengan ganda nomor satu Denmark, Lena Frier Kristiansen/Kamilla Rytter Juhl. Setelah berjibaku hampir satu jam, Kumiko/Reiko berhasil menuntaskan tugas mereka dengan membukukan angka 18-21, 21-14, 21-18.

Tunggal Putra, Belum Ada Kejuatan Berarti

Sektor tunggal putra yang baru mempertandingkan babak 64 besar, tidak diwarnai dengan kejuatan yang berarti. Sebagian besar para pemain Asia masih belum menemui banyak kesulitan untuk melaju ke babak selanjutnya. Konfrontasi yang cukup seru justru terjadi antara para duta benua Eropa. Tunggal Irlandia yang cukup rajin mengikuti turnamen WBF sekelas Grand Prix dan Super Series, Scott Evans, akhirnya harus menyerah atas pemain Jerman, Marc Zwiebler, 18-21, 21-18, 19-21.

Kekalahan juga harus dialami oleh pebulutangkis terbaik Spanyol, Pablo Abian. Ditantang oleh tunggal Lithuania, Kestusis Navickas, Pablo sempat tertinggal cukup jauh 13-19 di set pertama. Namun berkat pengalaman mengikuti turnamen selama beberapa tahun ke belakang, Pablo mampu menyamakan kedudukan dan berbalik unggul 20-19. Sayangnya di poin-poin kritis, Pablo masih sempat melakukan kesalahan sendiri yang akhirnya membuat Kestusis mampu kembali memimpin dan menutup set ini 23-21.

Beruntung di set kedua konsistensi permainan Kestusis tidak sebagus set pertama. Pablo sempat mengembangkan permainannya dan unggul jauh 17-10 dan berhasil memaksakan rubber set saat membukukan kemenangan 21-12. Stamina Pablo yang cukup terkuras di dua set pertama akhirnya menjadi kunci kemenangan Kestusis di set ketiga dengan kemenangan telak 21-9. Di babak selanjutnya, tunggal Lithuania ini akan dipertemuakan dengan pemain Rusia, Stanislav Pukhov yang mendapat bye di babak pertama.

Ferry Irawan, Jurnalis Bulutangkis.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: