Bulutangkismania's Weblog

Agustus 13, 2008

Results Day 4 Badminton Olympic ’08 : LuVent Tumbang, Lima Wakil Tersisa

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 12:24 am


Setelah kehilangan dua wakilnya di hari kedua dan ketiga, Indonesia kembali harus mengubur impian mereka atas pasangan Luluk/Alvent setelah kalah di laga perdana mereka. Kegagalan ini untungnya tidak diikuti oleh Sony DK, NoLyn, KiNdra dan FlaVi yang ikut menemani Maria Kristin lolos ke babak perempatfinal. Sementara itu penonton tuan rumah kembali dibuat tercengang saat harapan mereka Zheng/Gao (2) harus terhenti dini di perdelapanfinal.

Tunggal Putra, Sony Belum Terbendung

Di sesi pertama pada pagi hari nomor tunggal putra yang sudah memasuki babak perdelapanfinal dibuka oleh pertandingan antara pemain Indonesia, Sony Dwi Kuncoro (6) yang ditantang oleh tunggal terbaik Finlandia, Ville Lang. Pada paruh awal set pertama, Ville mampu menampilkan permainan yang memukau dengan berkali-kali mampu mengembalikan setiap bola di berikan oleh Sony. Defense yang cukup rapid an sempurna dari runner up turnamen Polish International Challenge 2008 ini mampu membuat Sony tak berkutik dan akhirnya banyak melakukan kesalahan sendiri.

Unggul 5-0, Ville terus mempertahankan konsistensi irama permainannya hingga kedudukan 11-7 saat jeda interval. Namun setelah jeda interval dan mendapat instruksi dari sang pelatih, Hendrawan, Sony perlahan mampu bangkit dan mengurangi kesalahan yang acapkali dilakukannya pada awal set. Berhasil memaku Ville di angka 12, peringkat 5 dunia ini mampu membalikkan keadaan di skor 13-12 saat Ville berkali-kali gagal mengembalikan bola di depan net. Ville sempat menambah satu angka saat Sony memimpin 14-12 namun banyaknya kesalahan sendiri saat mengembalikan pukulan drive dan smash Sony membuat Sony melaju dengan 7 poin berturut-turut sebelum akhirnya menutup set ini 21-13.

Di set kedua, Sony mengontrol penuh jalannya pertandingan. Sebaliknya Ville masih belum mampu mengulang permaianan apiknya di paruh awal set pertama dan masih sering melakukan kesalahan sendiri. Memimpin dengan angka 7-2, penempatan bola-bola drive dan smash yang akurat ternyata ampuh untuk mematahkan perlawanan Ville meskipun tidak begitu keras dan terkadang masih dapat dikembalikan. Perolehan poin Sony tak terkejar setelah jeda interval 11-6. Ville sempat mempercepat tempo permainan dan lebih agresif menyerang sehingga berhasil memperkecil selisih angka menjadi 14-16 dan memanfaatkan beberapa kesalahan Sony di poin kritis 17-19, namun Sony segera berinisiatif cepat untuk terus menekan sehingga akhirnya menamatkan set ini lebih dulua 21-18.

Dengan hasil ini Sony berhak untuk menantang unggulan ke-2, Lee Choong Wei di babak perempatfinal hari kamis (14/8) mendatang. Pebulutangkis terbaik Malaysia tersebut menang mudah atas tunggal Lithuania, Kestustis Navickas, 21-5, 21-7 hanya dalam waktu 26 menit. Sukses Choong Wei sayangnya gagl diikuti oleh tunggaal Malysia lainnya, Wong Choong Hann. Wong yang di laga sebelumnya sukses melibas sang juara bertahan, Taufik Hidayat, harus menyerah dari tunggal Taiwan yang menjadi bintang di Olimpiade kali ini, Hsieh Yu Hsin, 21-14, 17-21, 18-21.

Ganda Campuran, NoLyn dan FlaVi Melenggang, Zheng/Gao Kandas

Bersamaan dengan digelarnya pertandingan Sony dan Ville, utusan Indonesia lainnya, Nova/Lily juga membuka laga perdana mereka di babak 16 besar. Bermain di lapangan 3 menghadapi pasangan Korea, Han Sang Hoon/Hwang Yu Mi, NoLyn harus berjuang ketat hingga akhir set pertama dan kedua. Sejak awal set pertama, kedua pasangan sudh terlibat saling mengejar angka dan sling memimpin. Kejayaan permainan Lily di depn net berhsil diimbangi dengan sempurna oleh Hwang Yu Mi. NoLyn sempt memimpin 9-6, 12-9 di paruh awal set, namun Han/Hwang berhasil merapatkn poin di angka 14-15 dan berbalik unggul 18-16.

Perminan NoLyn yang tidak lepas membut keduanya banyak melakukan kesalhaan sendiri. Menginjak poin-poin kritis, Han Sang Hoon sempat melakukan keslahan sendiri dan bloking Lily di depan net berhasil membuat gand Indonesia menyakan kedudukn 18-18. Korea nyaris merebut set ini saat Hwang Yu Mi mendapatkn ‘match point’ lebih dulu 20-19. Beruntung Lily mampu memenngkan adu drive dan merebut dua poin untuk Indonesia, 21-20.

Keadaan kembali genting saat smash keras Han gagal dikembalikan dengan sempurna oleh NoLyn, 21-21. Teriakan “ha-bi-sin!” berkali-kali dari suporter merah putih yang setia menyaksikan pertandingan ini secara langsung dari pinggir lapangan akhirnya mampu memotivasi peringkat satu dunia ini untuk menutup set pertama lebih dulu 23-21.

Pada set kedua, perlwnan Han/Hwang tidak segresif set pertama.NoLyn langsung unggul jauh 9-4 dan 11-5 saat jeda interval. Seperti kehilangan semangat bertnding setelah mengalami kekalahan pahit, kedua pemin Korea banyak melakukan kesaalahan yang tidak perlu. NoLyn melaju dengan mudah, 15-9, 16-10 dan 19-13. Han Sang Hoon sempat menambah 4 angka berturut-turut setelah NoLyn mengendorkan tempo serangan. Namun Nova segera memastikn ‘game point’ 20-19 untuk Indonesia.

Hwang Yu Mi kembali berhsil menjadi ‘play maker’ untuk pasangan Korea saat meraih dua poin di angka kritis dan nyaris memaksakan rubber, 19-20. Namun keberanian Lily memotong bola membuahkn poin terakhir untuk ganda merah putih, 21-19. Kemenangan ini akan mengntarkn NoLyn pada ganda terbaik Thailand, Sudket/Saralee di babak perempatfinal. Duo Thailand sukses menghentikan perlawanan pasngaan Kanada, Mike Beres/Valeri Loker, 21-9, 21-9

Mengikuti jejak NoLyn adalah andalan Indonesia lainnya, Flandy/Vita (3). FlaVi yang ditantang oleh ganda no.1 Jerman, Kristoff Hopp/Birgit Overzier. FlaVi yang tampil cukup prima berhasil menampilkan performa terbaik mereka dengan catatan kemenangan 21-12, 21-12 dalam tempo 27 menit.

Sementara itu kejutan besar kembali terjadi dan untuk kedua kalinya menimpa wakil dari tuan rumah. Setelah Yang/Zhang (1) kandaas di nomor ganda putri kemarin, kali ini negeri tirai bambu harus kehilangan wakil terbaik lainnya di sektor campuran, Zheng Bo/Gao Ling (2). Zheng/Gao yang diprediksi banyak pihak akan berhadapan dengan NoLyn di babak final di luar dugaan takluk dari juara dunia 2006 asal Inggris, Nathan Robertson/Gail Emms. Dalam pertrungan 76 menit, Zheng/Gao akhirnya menyerah 16-21, 21-16, 19-21.

Satu-satunya wakil Cina yang tersisa di nomor ini adalah He Hanbin/Yu Yang. Meski langkaah keduanya ke semifinal relatif mudah, Li Yongbo harus memikirkan skenario yang tepat agar medali emas sektor ganda putri dan campuran tidak lepas dari mereka. Yu Yang akan menjadi kunci kemenangan Cina di sektor campuran sehingga kemungkinan besar Zhang/Wei lah yang akan diloloskan ke babak final.

Ganda Putra, Tiga Unggulan Berkemas Lebih Awal

Nomor ganda putra yang baru memsuki babak perdelapanfinal langsung diwarnai dengan kejutan tumbangnya 3 pasngan unggulan. Tandem yng diprediksi dapt merih emas Olimpide kali ini, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae ternyata harus terhenti lebih awal di laga perdana mereka. Sementara itu anak asuha Park Joo Bong, Tadashi/Keita kembali membuat prestasi spektakuler dengan menjungklkan laju tandem Indonesia, Luluk/Alvent.

Setelah kehilangan dua wakilnya di hari kedua dan ketiga kemarin, Indonesia kali ini kembali harus berlapang dada saat peringkat 9 dunia, Luluk/Alvent dikalahkan oleh pasangan nomor 2 Jepang, Tadashi/Keita, 21-19, 14-21, 14-21. Gejala kekalahan LuVent sebenarnya mulai terlihat di paruh akhir set pertama. Setelah kejar mengejar angka yang cukup sengit di awal set. LuVent mulai tertinggal 10-14 dan 12-17. Namun di aangka kritis 16-19, Alvent berhasil membalikkaan keadaan dan memetik kemenangan 21-19.

Di set kedua, Jepang kembli menunjukkan keperksaaan mereka dengn langsung memimpin 5-1, 7-3, dan 9-4. Setelah jedaa interval, LuVent makin tertinggal 8-13 dan 13-15. Di titik inilah pasaangn Indonesia kehilangn konsentrsi bertnding dan banyk membuang bola dengn melkukan keslahan sendiri. Hasilnya, 5 angka berturut-turut berhsil dikumpulkn satu demi satu oleh Tadashi Masuda sebelum akhirnya Jepang berhasil memksakan rubber set, 21-14.

Permasalahan klasik ‘komunikasi’ antara LuVent kembali berulang di set ke-3. Tertinggal jauh 1-8 dan 5-9, keduanya tak dapat lepas dari tekanan dan mengembngkn permainan. Setelah jeda interval dan mendapat araahn dari pelatih, laju perolehn poin keduanya kembali tersendat seperti pada set kedua. Meskipun permainan LuVent cukup solid, keduanya tidak memiliki modal yang cukup cukup kuat untuk menjadi pasangan hebat seperti pukulan yang ‘powerfull’ atau pertahanan yang sempurna.

Serangan yang cepat dan bertubi kembali mengnantarkan Tadashi/Keita pada keungguln 15-6, 16-10 dn 19-12. LuVent yang hanya mengndlkan ‘defense’ tidak mampu membendung laju Jepang untuk menutup set ini 21-14. Beberapa pengamat untuk kesekian kalinya menyalahkan performa LuLuk yang bermain di bawah standar seperti pada kekalahan ganda peringkat 9 dunia ini di turnmen-turnamen sebelumnya.

Dengan hasil ini, impian LuVent untuk mengakhiri laga terakhir Olimpiade mereka dengan catatan manis harus terkubur bersama performa mereka yang terus mengalami penurunan. Usaha untuk memikat sponsor dan menjadi pemain ‘pro’ dengan melepaskan diri dari Pelatnas semakin jauh dari harapan paska di Singapore SS 2008 dan Indonesia SS 2008 keduanya juga langsung tersingkir di babak-babak awal.

Tak mau kalah dengan sektor ganda putri dan ganda campuran, kejutan besarpun ikut meramaikan babak 16 besar ganda putra pada pertndingan sesi sore hari. Unggulan ke-3, Jung Je Sung/Lee Yong Dae yang mempunyai peluang terbesar untuk merebut emas di luar dugaan bertekuk dari ganda nomor 1 Denmark, Lars Paaske/Jonas Rasmussen. Tidak seperti bisanya, permainan reli drive-drive cepat yang selalu didominasi oleh Jung/Lee kali ini berhsil dikuasai oleh Lars/Jonas.

Jonas Rasmussen yang bermain akurat ternyata mampu melumpuhkan pertahanan Korea yang tidak seagresif penampilan sebelumnya. Hanya dalam 43 menit. Lars/Jonas yang tampil lebih lepas mampu menang dua set langsung, 21-14, 21-19. Menyusul kekalahan LuVent dan Jung/Lee, unggulan ke-4 Choong Tan Fook/Lee Wan Wah. Kekalahan kompatriot mereka, Jung/Lee membuat semangat Lee Jae Jin/Hwang Ji Man bangkit sebagai satu-satunya wakil Korea yang tersisa. Setelah mengalami delay di laga beberapa jam yang lalu, Lee/Hwang sukses mengulang kemenangan mereka di Kejuaraan Asia atas veteran Malaysia, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah, 20-22, 21-13, 21-16.

Ferry Irawan, Jurnalis Bulutangkis.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: