Bulutangkismania's Weblog

Agustus 14, 2008

Results Day 6 Badminton Olympic ’08 : Sony Terhenti, NoLyn dan FlaVi Amankan Perunggu

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:14 pm

Indonesia kembali meloloskan dua wakilnya ke babak semifinal menyusul Maria Kristin dan Markis/Hendra. Meskipun di laga pagi hari Sony harus mengubur impiannya untuk menyamai prestasi 4 tahun lalu, dua ganda campuran merah putih berhasil memastikan dua tempat di semifinal. Hasil ini mengamankan medali perunggu jika kedua ganda tersebut gagal melangkah ke babak final. Namun sebaliknya, duo NoLyn dan FlaVi juga berpeluang besar menciptakan All Indonesia Final.

Tunggal Putra, Kandasnya Asa Terakhir

Harapan Indonesia untuk meraih medali di sektor ini akhirnya kandas setelah satu-satunya pebulutangkis Indonesia yang tersisa, Sony Dwi Kuncoro gagal melangkah ke semifinal. Hanya dalam waktu 34 menit, Sony akhirnya dipaksa mengakui ketangguhan unggulan ke-2 asal Malaysia, Lee Choong Wei.

Pada awal set pertama Lee Choong Wei sempat melakukan beberapa kesalahan sendiri yang membuat Sony unggul 3-1 dan 5-2 karena masih beradaptasi dengan permainan Sony. Perlahan Choong Wei berhasil mendapatkan ritme permainannya dan mampu menyamakan skor di angka 6. Perpaduan antara serangan smash dan netting yang tipis berhasil membuat Lee unggul 11-8 saat jeda interval. Sony sempat menambah satu poin dan mengubah kedudukan menjadi 9-12 namun Lee secara dramatis mampu meraih 9 poin berturut-turut yang 6 diantaranya diperoleh dari kesalahan sendiri dari Sony ketika peringkat 6 dunia tersebut gagal melakukan netting sempurna dan pengembalian bola yang terlalu melebar di belakang baseline. Kemenangan mutlak untuk Lee Choong Wei, 21-9.

Memasuki set kedua, pertandingan kembali di dominasi oleh Lee Choong Wei. Meski sempat beberapa kali gagal mengembalikan bola di depan net dan membuahkan angka untuk Sony, pengembalian Sony yang tanggung di atas net berhasil diselesaikan dengan sempurna Lee sehingga sempat terjadi kejar mengejar angka di awal set. Setelah kedudukan imbang di angka 5-5, Lee berhasil memaku Sony di angka 6 dan mengoleksi 4 angka berturut-turut dari kegagalan Sony mengembalikan bola-bolanya, 10-6.

Setelah jeda interval 11-7, Lee Choong Wei terus tak terkejar dan mengendalikan penuh jalannya pertandingan. Bola-bola Sony yang gagal melewati net dan keluar dari lapangan membuat Lee kian berjaya, 15-7. Sony sempat menambah dua angka dari kegagalan permainan netting Choong Wei namun kembali Sony melakukan tiga kesalahan beruntun yang mengubah kedudukan 9-17. Untuk pertama kalinya di set kedua smash Sony akhirnya berhasil menghujam di lapangan Choong Wei namun segera dibalas oleh tunggal 25 tahun tersebut, 10-18.

‘Lucky shot’ yang ternyata jatuh di lapangan pemain Malaysia menorehkan satu poin untuk Sony sebelum akhirnya Lee mendapat tiga poin terakhir dari penempatan bola yang akurat di depan net dan dua kesalahan Sony saat mengembalikan bola di depan net. Angka 21-11 ini akhirnya mengantarkan Lee ke babak empat besar. Secara umum, ‘defense’ yang sempurna dari pebulutangkis terbaik Asia Tenggara ini menjadi kunci kemenangannya selain agresivitas serangan dan netting yang memukau.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, namun tetap kalah. Saya juga sudah mengubah tempo, dari bermain cepat ke lambat dan mengajak reli, tetapi Chong Wei selalu siap,” ujar Sony setelah pertandingan. Hal ini terlihat saat Sony berkali-kali menekan Lee dengan serangan bola-bola drop shot dan smash yang cukup keras namun selalu mampu dikembalikan dengan baik oleh Lee. Sebaliknya, Sony kali ini tampil tidak rapi dengan banyak melakukan kesalahan sendiri dan gagal mengembangkan permainan terbaiknya karena selalu dapat dibendung oleh Lee.

“Saya memang agak ragu-ragu karena penempatan bolanya sulit ditebak. Bolanya susah untuk diikuti, kadang tak terlihat ke arah mana,” kata Sony mengakui keunggulan lawannya. Lee Chong Wei sendiri tak mengira akan menang dengan cepat atas Sony. “Saya tak menyangka menang dengan relatif mudah. Saya hanya berusaha mengejar bola kemana pun, dan merebut angka 11 lebih dulu . Jika sudah unggul saat interval, itu bisa menaikkan rasa percaya diri,” ujarnya

Selain Choong Wei, Cina di pertandingan sebelumnya juga sudah meloloskan wakilnya, Chen Jin (4) ke semifinal. Tanpa banyak kesulitan, peringkat 4 dunia tersebut mengatasi perlawanan satu-satunya harapan Taiwan yang tersisa di Olimpiade kali ini, Hsieh Yu Hsin, 21-8, 21-14. Setelah didominasi oleh permainan Chen Jin di set pertama, Hsieh sempat bangkit dan memimpin 11-7 di paruh awal set kedua. Namun seiring berjalannya waktu, Chen Jin kembali mampu menunjukkan kualitasnya dan perbedaan kelas antara kedua pemain ini terlihat hingga menjelang angka kritis set kedua, 19-13. Perbedaan poin yang cukup mencolok membuat Chen Jin dengan mudah menutup set ini 21-14.

Pada pertandingan sesi dua di malam hari laga tunggal putra di buka oleh kejutan yang berhasil di buat oleh pemain ‘kuda hitam’ asal Korea, Lee Hyun Il. Menghadapi tunggal tuan rumah yang diunggulkan di tempat ke-3, Bao Chunlai, peringkat 11 dunia yang sempat menundukkan Lin Dan di final Korea SS 2008 ini tampil memukau sejak awal set. smash dan net silang Lee berkali-kali gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Bao. Unggul 8-6 di set pertama, Lee berhasil merebut 7 angka berturut-turut dan memimpin 15-6 saat berkali-kali melakukan ‘unforced error’. Namun Bao berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan setelah Lee beberapa kali melakukan kesalahan sendiri dan mengendorkan tempo serangan.

Bao nyaris menutup set ini saat ‘leading’ 19-16, sebelum Lee kembali menyamakan kedudukan di angka 19 karena beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Bao. Pengembalian Lee yang membentur net membuat Bao mencapai match point lebih dulu 20-19. Namun dua kesalahan Bao yang menyebabkan bola gagal melewati net dan keluar lapangan membuat keadaan berbalik untuk Lee, 21-20. Bao kembali menyamakan kedudukan di angka 21, namun placing Lee yang sempurna di depan net dan pengembalian Bao yang melebar menamatkan set ini untuk Hyun Il, 23-21.

Di set kedua, kejar mengejar angka berlangsung ketat sebelum jeda interval 11-7 untuk keunggulan Lee Hyun Il. Namun Lee kali ini bermain lebih rapi dan konsisten di banding set kedua. Lee akhirnya meluncur jauh 14-9, 18-10 dan memastikan tiket empat besar dengan catatan kemenangan 21-11. Hasil ini akan mempertemukan duo Lee beda negara di semifinal lainnya untuk menentukan siapa yang pantas melaju ke babak final dan mematahkan dominasi pebulutangkis tunggal Cina.

Meskipun gagal meloloskan Bao Chunlai ke semifinal, Cina akhirnya berhasil mengamankan satu wakilnya di partai puncak setelah unggulan teratas, Lin Dan berhasil mengatasi pemain Denmark, Peter Gade, 21-13, 21-16 hanya dalam waktu 45 menit. Di set pertama Lin Dan unggul cukup jauh 12-6 dan 15-8 sebelum akhirnya menutup set ini sedangkan pada set kedua, Peter Gade yang mampu melakukan perlawanan dan terjadi kejar mengejar angka hingga kedudukan 13-12. Lima poin beruntun yang berhasil diraih oleh Lin Dan kembali membuatnya unggul 17-13 dan tak terkejar hingga ujung set. Li Yong Bo kembali dituntut untuk mengatur strategi yang tepat dalam memilih pemain mana yang diprioritaskan melaju ke partai puncak, ‘Super’ Dan atau Chen Jin.

Ganda Campuran, NoLyn dan FlaVi Ke Empat Besar

Kegagalan Sony akhirnya berhasil ditebus oleh dua wakil Indonesia lainnya yang berlaga di nomor campuran. NoLyn dan FlaVi akhirnya berhasil melaju ke semifinal dan mengamankan medali perunggu untuk Indonesia sekaligus membuka peluang All Indonesia Final. NoLyn yang bertanding lebih dulu di sesi pertama hanya butuh 32 menit untuk menjinakkan Sudket/Saralee sedangkan FlaVi harus berpeluh 3 set sebelum akhirnya menang atas runner up Indonesia SS 2008, Thomas/Kamilla.

Di awal set pertama, duo Thailand cukup berhasil menimbangi NoLyn dalam perolehan skor. Unggul 4-2, 9-6 dan 11-7 saat jeda interval yang sebagian besar diperoleh dari ketrampilan Lily mengolah bola di depan net dan penempatan bola yang cukup sempurna dari Nova, tandem merah putih pun langsung mampu beradaptasi dengan pertandingan dan menunjukkan kesolidan pertahanan keduanya. Lily kembali menmabah angka 13-8 saat penempatan bola yang dilakukannya mampu membuat Sudket harus berjibaku dari bagian belakang hingga ke depan lapangan.

Saralee yang acapkali gagal melakukan drive dan membentur net menjadikan laju poin pasangan Indonesia menjadi lebih mulus. Memimpin dengan kedudukan 15-10, LiLy kembali meraih 4 poin berturut-turut dan nyaris menutup set ini, 19-10. Sudket sempat menambah 3 poin sebelum akhirnya Nova merebut dua poin terakhir dan menutup set ini lebih dulu, 21-13. Drive-drive singkat tanpa reli dan permainan agresif NoLyn yang terlalu dominan membuat pertandingan ini kurang begitu dinikmati oleh para penonton.

Permainan drive dan reli-reli pendek masih terus berlanjut di set kedua. Sudket yang tampil lebih dinamik mencoba untuk menutupi kelemahan Saralee di bagian depan net. Indonesia memimpin 6-3 dan 8-5 di awal set namun saat kedudukasn 9-6 Saralee mampu meraih tiga poin beruntun dan memperkecil selisih angka mereka menjadi 9-10. Serobotan Nova mampu lebih dulu mencapai jeda interval, 11-10 dan Lily menambah keunggulan ini menjadi 14-11. Kegagalan Saralee mengembalikan bola di depan net membuat merah putih makin melaju, 17-12 dan 18-13.

Saralee berhasil menebus kesalahannya dengan memperkecil selisih poin menjadi 16-19 namun Lily segera mendapatkan ‘game point’ pertama untuk Indonesia, 20-16. Pengembalian Lily yang terlalu lemah, pukulan Nova dan Lily gagal melampaui bibir net serta membuat pasangan Thailand nyaris memaksakan ‘deuce’, 19-20. Namun smash keras Nova yang menghantam servis tanggung Sukdet akhirnya mengubur impian duo Thailand untuk bermain rubber set, 19-21.

“Itu kelemahan kami, kalau sudah unggul menjelang akhir suka agak kendur. Padahal ganda Thailand ini tak bisa dilepas, harus ditekan terus, kalau tidak bisa berbahaya,” ujar Lily saat ditanya perihal bangkitnya permainan Sudket/Saralee di poin kritis set kedua. “Pasangan Thailand, terutama Sudket, sukar ditebak permainannya. Selama kami terus mengontrol, tak masalah. Cuma tadi kami terburu-buru mau menyelesaikan pertandingan, sehingga mereka bisa mengejar,” Nova ikut menambahkan.

Dengan kemenangan ini, NoLyn berhak melaju ke semifinal dan menantang tandem terakhir tuan rumah, He Hanbin/Yu Yang (4). “Dalam beberapa pertemuan terakhir kami menang. Namun, kami tak boleh lengah. Serangan mereka bagus, dan Yu Yang sangat berbahaya. Kalau kita bisa mematikan dia, akan lebih mudah,” ujar Nova.

Kemenangan dua set He/Yu atas ganda Polandia, Michal Logosz/Nadiezda Kostiuczyk, diperoleh melalui skor ketat setelah bermain lebih dari satu jam menghadapi duet yang pernah menaklukkan mereka di babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2007. Sejak awal set pertama keduanya sudah saling mengejar perolehan poin. Setelah kedudukan 4-4, He Hanbin mampu membuat selisih jarak 8-7 dan 10-8 melalui penempatan bola yang sulit untuk dijangkau.

Meskipun Robert baru menyelesaikan laganya kemarin saat ditundukkan Denmark tiga set, penampilannya masih cukup prima dan berkali-kali melakukan serangan-serangan yang cukup membahayakan kubu Cina. Polandia sempat tertinggal 10-13 dan 12-14 saat Nadiezda yang merupakan titik lemah dihantam serangan bertubi dari He/Yu. Namun Robert/Nadiezda berhasil memenangkan beberapa angka di reli terakhir dan ‘poin gratis’ karena kesalahan sendiri pasangan Cina akhirnya membuat mereka berbalik unggul 17-14 dan 18-16.

Defense yang cukup baik dari Nadiezda membuat pukulan ganda Cina mati sendiri dan servis He Hanbin yang tidak sempurna membuat Polandia mencapai ‘match point’ lebih dulu, 20-17. He Hanbin akhirnya menjadi pahlawan kubu Cina saat berhasil menyamakan kedudukan di angka 20 dengan berkali-kali mampu mengembalikan bola-bola sulit ganda Polandia dan mengambil keputusan berani membiarkan bola di dearah baseline. Pengembalian backhand yang gagal dari pasangan Polandia akhirnya membuat Cina berbalik unggul dan menutup set ini 22-20.

Pada set kedua, He Hanbin sempat mendapat servis ‘fault’ dari hakim garis yang membuat pasangan Cina kehilangan fokus bermain di awal set. Kejar mengejar angka yang cukup ketat kembali terjadi hingga paruh awal set ini sebelum jeda interval yang ditutup oleh Yu Yang, 11-10. Tertinggal 11-13 dan 13-14, kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Yu Yang membuat pasangan Polandia mampu menyamakan kedudukan dan berbalik unggul 16-14. Tekanan smash He Hanbin kembali membuat Cina menyamakan kedudukan dan memimpin 17-16 dan 18-17 namun He Hanbin masih sempat beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.

Cina berhasil mendapatkan match point lebih dulu saat serobotan dan serangan mereka yang gagal dikembalikan oleh Polandia serta smah Robert yang terlalu melebar, 20-18. Servis He Hanbin yang gagal dan pengembalian yang membentur net dari hasil agresi yang dilakukan oleh Robert membuat Polandia berhasil menyamakan kedudukan di angka 20. Reli-reli panjang yang diperagakan oleh kedua pasangan sempat membuat Cina unggul 21-20 namun kesalahan dari Yu Yang setelah menerima smash dari Robert menyamakan kembali angka di titik 21. Pengembalian Nadiezda dan Robert yang secara bergantian membentur net membuat He/Yu akhirnya unggul 23-21 sekaligus memastikan tiket ke semifinal.

Kubu merah putih kembali bersuka cita saat wakil Indonesia lainnya, Flandy/Vita berhasil melaju ke semifinal pada pertandingan sesi dua beberapa jam yang lalu. Di tantang oleh wakil Denmark yang melibas NoLyn di semfinal Indonesia SS 2008, Thomas/Kamilla, FlaVi langsung bermain solid sejak awal set pertama. Sempat tertinggal 6-11 saat jeda interval, FlaVi perlahan mampu bangkit dan memperkecil selisih poin menjadi 13-16. Lima angka beruntun yang diraih FlaVi membuat keadaan berbalik untuk keunggulan mereka sekaligus meraih ‘match point’ lebih dulu, 20-16.

Thomas/Kamilla mencoba bangkit di set kedua. Unggul 8-3 dan 9-6, solidnya pertahanan FlaVi berhasil membuat keadaan berbalik menjadi 10-11 saat jeda interval. Tertinggal 12-14, Denmark berhasil memanfaatkan kendornya serangan FlaVi dan kesalahan beruntun yang dilakukan Vita untuk mengmbangkan permainan. Meraih 6 angka berturut-turut mengantarkan ganda nomor 1 Eropa tersebut ke poin kritis 18-14. FlaVi sempat menambah satu poin sebelum set ini ditutup oleh pasangan Denmark, 21-15.

Kekompakan yang sempat memudar di paruh akhir set kedua berhasil dirajut kembali oleh FlaVi setelah mendapat masukan dari sang pelatih. Vita sebagai ‘playmaker’ di depan net juga mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Perubahan drastis ini terlihat saat mereka tertinggal 4-5 langsung mampu mengumpulkan 11 poin beruntun yang mengantarkan keduanya pada kedudukan 15-5.

Memimpin jauh 18-7 dan 19-8, FlaVi akhirnya mencapai match point lebih dulu, 20-11. Namun Denmark berhasil mengoleksi 6 poin beruntun saat FlaVi kehilangan konsentrasi bermain dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Nyaris menghancurkan apa yang telah diraihnya, Vita akhirnya segera berinisiatif untuk mengakhiri set ini lebih dulu 21-17 dan memastikan tiket ke semifinal. Usai pertandingan, Flandy mengaku di beberapa poin dia sempat kehilangan fokus bermain. Namun berkat Vita yang bermain cukup baik, kelemahan tersebut dapat tertutupi.

Permainan ragu-ragu FlaVi khususnya di akhir set kedua dan ketiga akan menjadi riskan saat menantang semifinalis lainnya Lee Yong Dae /Lee Hyo Jung. Hal ini disebabkan duo Lee memiliki pertahanan yang lebih baik dan agresivitas yang lebih besar. Nathan/Gail yang mampu menjungkalkan unggulan teratas, Zheng/Gao di babak sebelumnya akhirnya harus menyerah dari tandem Korea di laga hari ini karena kalah cepat dalam beradu reli bola-bola drive di depan net. Sempat mengimbangi di set pertama dan bermain ketat selama 19 menit sebelum tersungkur 19-21, dominasi Yang Dae/Hyo Jung makin sulit terbendung di set kedua. Tertinggal 10-11 di set kedua, pasangan Inggris hanya mampu menambah dua poin saat Korea menutup set ini, 21-12.

Ferry Irawan, Jurnalis Bulutangkis.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: