Bulutangkismania's Weblog

Agustus 28, 2008

Indonesia Challenge ’08 : Kompilasi Artikel Bagian 2

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:47 am

[ Kamis, 28 Agustus 2008 ]
Andre Jaga Peluang
Tirapongpattana Leena Kembali Bikin Kejutan

SURABAYA – Unggulan pertama tunggal pria Andre Kurniawan
Tedjono menjadi pemain pertama yang lolos ke perempat
final Gudang Garam Jawa Pos Indonesia Challenge (GGJPIC)
hari ini. Tiket itu dia raih setelah menyudahi perlawanan
alot wakil Korea Selatan Shin Baek Cheol dengan rubber
game 21-15, 21-23, 21-15 di GOR Sudirman, Surabaya,
kemarin (27/8).

Pada awal set pertama, Andre sulit bertahan dari
serangan-serangan Shin. Maklum, Shin berpostur tinggi
sehingga selalu bisa melakukan smes tajam. Itu membuat
Andre harus mengubah strategi.

“Saya memutuskan untuk keluar menyerang,” terang pebulu
tangkis asal klub Djarum Kudus itu setelah pertandingan.
Perubahan strategi tersebut berhasil mengantarkan Andre
memenangi set pertama. Sayang, di set kedua dia kurang
sabar. Sempat memimpin 20-17, Andre terlalu bernafsu
mengakhiri pertandingan sehingga malah kerap membuat
kesalahan sendiri. Akibatnya, Shin berhasil memaksakan dua
kali deuce dan merebut set tersebut.

Pada set penentuan, Andre mampu menjaga ritme permainan
dan mempertahankan strategi ofensif. Dia berusaha menguras
tenaga Shin dengan terus mengarahkan shuttlecock ke
sekitar tubuhnya.

“Dengan postur tinggi seperti itu, dia (Shin, Red) jadi
lemah di bola-bola pendek. Itulah yang menjadi kunci
kemenangan saya,” tutur Andre. Dengan demikian, peluang
Andre menjadi kampiun di tunggal pria tetap terbuka.
Namun, untuk mencapainya, Andre harus melewati beberapa
tantangan berat terlebih dahulu. Di perempat final, Andre
akan menghadapi unggulan ke-8 Indra Bagus Adi Candra.

“Cukup beralasan kalau saya optimistis. Tapi, saya harus
tetap hati-hati dan tidak boleh grusa-grusu seperti tadi,”
ujar Andre. Sukses Andre menembus delapan besar diikuti
oleh unggulan ketiga Hong Jee Hoon (Korsel). Hong lolos ke
perempat final setelah mengalahkan wakil tuan rumah Eko
Sartono Pranoto 21-12, 21-18. Unggulan keempat Ari Yuli
Wahyu Hartanto juga lolos dari babak keempat setelah
mengalahkan unggulan ke-12 Shon Wan Hao (Korsel) dengan
straight game 21-17, 21-19.

Di sektor wanita, terjadi beberapa kejutan. Dua kandidat
juara tumbang. Unggulan kelima Kim Moon Hee ditaklukkan
andalan pelatnas Indonesia Alfa Vivianita dengan straight
game 19-21, 18-21. Kekalahan itu disebabkan stamina Kim
yang terkuras pada game kedua.

Kejutan kedua terjadi ketika unggulan kedelapan Yuan
Kartika Putri kandas di tangan pebulu tangkis nonunggulan
Tirapongpattana Leena (Thailand). Selasa lalu (26/8)
Tirapongpattana mengalahkan wakil Jatim Tike Arieda
Ningrum.

Yuan yang kalah di game pertama sempat memaksakan rubber
game. Sayang, faktor stamina membuatnya menyerah dengan
skor 11-21, 21-15, 16-21. Di pertandingan lain, unggulan
kedua Maria Elfira Christina dan unggulan ketiga Maria
Febe Kusumastuti melaju mulus ke perempat final. (na/diq)

[ Kamis, 28 Agustus 2008 ]
Pelatih Indonesia yang Tangani Tim Asing di GGJPIC 2008
(1)
Kembangkan Diri, Jalan Menuju Pelatnas

Bagi para pelatih bulu tangkis Indonesia, kalah bersaing
bukan berarti harus berhenti. Masih ada kesempatan yang
terbuka luas untuk menularkan ilmu, meski harus
menyeberang ke negeri orang.

M. Dinarsa Kurniawan, SURABAYA

TERSINGKIR dari persaingan pelatih di dalam negeri tak
membuat para pelatih lokal mengentikan langkah. Tenaga
mereka ternyata masih dibutuhkan di luar negeri.

Hal itu dialami beberapa warga Indonesia yang menjadi
pelatih tim asing kontestan Gudang Garam Jawa Pos
Indonesia Challenge (GGJPIC) 2008.

Pada even yang tahun ini diikuti 13 negara tersebut, ada
beberapa pelatih yang pulang kampung sekaligus mendampingi
para anak didiknya. Mereka adalah Jeffer Rosobin yang
melatih Singapura, Made Chandra Berata (Jepang), Arif
Rasidi (Prancis), dan Sze Ning On (Australia).

Rata-rata prestasi mereka, baik sebagai pemain maupun
pelatih di dalam negeri, terhitung biasa-biasa saja.
Mereka pun memilih melatih di luar negeri karena kalah
bersaing.

Salah satunya adalah Jeffer Rosobin. Mantan pebulu tangkis
pelatnas pada 1993-2001 tersebut saat ini menularkan
kemampuannya kepada para pebulu tangkis junior Singapura.
Pria berumur 32 tahun itu tercatat sebagai salah seorang
pelatih yang mendampingi kontingen Negeri Singa pada
GGJPIC 2008.

Dalam even akbar bulu tangkis level internasional itu,
pria kelahiran Riau tersebut membawa 18 pebulu tangkis
Singapura, yang semua masih junior. Pada GGJPIC 2008,
Jeffer menyatakan pasukannya tidak memiliki target
apa-apa. Hanya bermain sebaik mungkin dan menambah
pengalaman bertanding.

Pebulu tangkis Suryanaga Gudang Garam (SNGG) Surabaya
tersebut mengungkapkan, dirinya menjadi pelatih Singapura
sejak Februari tahun lalu. ”Saya memilih melatih ke luar
karena ingin mengembangkan kemampuan sebagai pelatih,”
jelasnya.

Namun, dia memiliki harapan suatu saat kembali melatih di
tanah air. Tak tanggung-tanggung, yang dibidik adalah
kursi pelatih pelatnas. ”Siapa sih yang tidak mau jadi
pelatih pelatnas. Kalau diberi kesempatan, saya ingin
melatih di pelatnas,” tegas juara GGJPIC 2006 tersebut.

Pelatih lain yang melanglang ke negeri orang adalah Made
Chandra Berata. Pria asli Singaraja, Bali, tersebut
menjadi pelatih di Jepang bukan atas permintaan sendiri.
Pria berumur 41 tahun itu awalnya menjadi peserta program
Japan Exchange Training (JET) yang diprakarsai Pemerintah
Kota Gifu. Dia diminta melatih di sana melaui program JET
itu. Hal tersebut terjadi pada 2003 sampai 2006.
Selanjutnya, dia melatih untuk klub di Negeri Matahari
Terbit tersebut, yaitu Tricky Panda Gifu, sampai saat ini.
(diq-bersambung)

[ Kamis, 28 Agustus 2008 ]
Langsung Revisi Target
PREDIKAT pembunuh raksasa layak disematkan kepada Nugroho
Andi Saputro. Pebulu tangkis Pelatnas Cipayung yang tak
masuk daftar unggulan itu sanggup menggulingkan favorit
finalis asal Jepang Kenichi Tago.

Pencapaian tersebut ditorehkan pemuda kelahiran Solo 10
Oktober 1987 itu kemarin (27/8) pada babak ketiga Gudang
Garam Jawa Pos Indonesia Challenge (GGJPIC) 2008. Pada
laga yang dilangsungkan di GOR Sudirman, Surabaya,
tersebut, pemain yang sebelumnya dibina oleh PB Djarum
Kudus itu menjungkalkan Tago dengan skor 17-21, 21-10,
21-14.

Pemuda bertinggi badan 181 cm itu tak menyangka bisa
mengalahkan Tago yang diunggulkan di tempat kedua.
“Awalnya, saya minder. Akibatnya, saya kalah di game
pertama,” papar pengidola pebulu tangkis Indonesia Taufik
Hidayat tersebut.

“Tapi, dengan semangat, saya akhirnya bisa bangkit,”
lanjut penyuka menu pecel lele itu.

Namun demikian, menundukkan Tago membuat Nugroho harus
mengeluarkan seluruh kemampuannya. Buktinya, sebelum
memenangkan pertandingan, pemain yang Mei lalu tampil pada
Singapore Satellite itu harus bertarung mati-matian dalam
tiga set yang memakan waktu sampai 50 menit.

Lalu, apa kunci keberhasilannya memenangkan laga itu?
“Sabar dan nekat. Itu saja,” jawab Nugroho yang mulai
mengayun raket pada umur delapan tahun.

Setelah mengalahkan Tago, Nugroho yang mengaku melakukan
persiapan khusus sebelum terjun pada GGJPIC 2008 berani
merevisi target. Sebelumnya, dia hanya ingin bermain
sebaik-baiknya dan menikmati permainan. Sekarang dia tak
sungkan-sungkan menyebut predikat semifinalis sebagai
targetnya.

Tekadnya itu kian mendekati kenyataan. Menghadapi
Ardiansyah Putra pada ronde keempat, lagi-lagi, kemenangan
berhasil digenggamnya. Dia menang dengan skor 21-9 21-14.
Pada perempat final, dia akan menghadapi mantan rekannya
di PB Djarum, Dionysius Hayom Rumbaka.

Pertempuran tersebut akan tersaji hari ini (28/8).
Kemenangannya pada laga itu bakal membuat dia memenuhi
ambisinya menembus semifinal. (nar/diq)

Nama: Nugroho Andi Saputro

Asal:Pelatnas Cipayung

Lahir: Solo, 10 Oktober 1987

Pegangan: Kanan

GGJPIC tahun lalu: 32 besar

Tinggi: 181 cm

[ Kamis, 28 Agustus 2008 ]
Wakil Sakura Gagal Ulangi Prestasi
Para pebulu tangkis Jepang gagal mengulang sukses tahun
lalu di Gudang Garam Jawa Pos Indonesia Challenge
(GGJPIC). Pada edisi 2007, Megumi Takuno yang terjun di
nomor tunggal wanita dan pasangan ganda wanita Yasuyo
Imabeppu/Shizuka Matsuo berhasil menjadi runner-up.

Tahun ini, Negeri Sakura tidak berhasil menempatkan duta
di perempat final. Hal tersebut sangat disayangkan. Sebab,
Jepang mengirimkan dua wakil yang menjadi unggulan. Yakni,
Yu Hirayama yang menjadi unggulan utama tunggal wanita dan
Kenichi, unggulan kedua tunggal pria. Satu lagi adalah
Chie Umezu yang berstatus debutan di even tahunan ini.

Di antara tiga nama tersebut, kegagalan Kenichi Tago
sangat disesali. Pasalnya, dia dikalahkan pemain
nonunggulan Nugroho Andi Saputro yang saat ini ditempa di
pelatnas. Pada babak ketiga kemarin (27/8), Kenichi kalah
21-17, 10-21, 14-21.

Pemilik peringkat ke-36 dunia itu tampak tidak berkutik
menghadapi strategi ofensif Nugroho di sepanjang game.
Kenichi harus jatuh bangun menahan laju serangan lawannya.

Yanagiya Tatsuya, pelatih Kenichi, mengatakan bahwa
kekalahan anak asuhnya disebabkan faktor nonteknis, yakni
shuttlecock. “Shuttlecock yang dipakai di sini tidak
bagus. Kenichi tidak bisa mengontrolnya dengan baik. Itu
seharusnya tidak layak untuk level turnamen challenge,”
tutur Tatsuya.

Langkah wakil Jepang lainnya, Hirayama dan Umezu, lebih
dulu terhenti. Hirayama sejak awal tidak muncul di
lapangan dengan alasan sakit. Sedangkan Umezu dikandaskan
unggulan kedua Maria Elfira Christina di babak kedua.

“Kami memang belum bisa membidik kemenangan. Kami hanya
mencari pengalaman bertanding. Sebab, bulu tangkis Jepang
belum semaju Indonesia,” kata pelatih Umezu Candra Berata
Made.

Karena alasan itulah, para duta Jepang tersebut memutuskan
tinggal di Indonesia hingga turnamen selesai. Mereka ingin
menonton sisa pertandingan sekaligus menimba ilmu dari
permainan wakil-wakil tuan rumah dan Korea Selatan. “Kami
kembali ke Jepang pada Minggu (20/8),” jelas Tatsuya.
(na/nar/diq)

[ Kamis, 28 Agustus 2008 ]
Bulu Tangkis Aman hingga Olimpiade 2016
Wapres Batal Datang di Acara Pembagian Bonus

JAKARTA – Acara pembagian bonus Olimpiade 2008 Beijing
dikemas dengan mewah tadi malam. Sayang, karena keperluan
mendadak, Wakil Presiden Jusuf Kalla batal hadir. Padahal,
orang nomor dua RI itu diagendakan menyerahkan bonus
secara simbolis dalam acara Malam Apresiasi Olahraga
Indonesia di Balai Kartini tersebut.

Dengan dress code batik, para atlet peraih medali
menempati bangku yang sudah disiapkan. Peraih emas Markis
Kido/Hendra Setiawan tetap menjadi bintang malam itu, di
samping Maria Kristin yang mendonasikan perunggu.

Acara itu juga membagikan penghargaan kepada atlet yang
sukses memecahkan rekor nasional maupun PON. Pada acara
tersebut, juga diberikan hadiah uang masing-masing Rp 10
juta kepada 71 mantan atlet berprestasi dari Yayasan
Kesetiakawanan Kepedulian. Mantan petinju legendaris
Ellyas Pical hadir mewakili para mantan atlet.

Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menyatakan,
jumlah bonus yang diberikan kepada para atlet itu sudah
sangat pantas. Bonus untuk peraih emas Rp 1,5 miliar,
perak Rp 750 juta, dan perunggu masing-masing Rp 300 juta.
Peran pelatih juga diapresiasi. Pelatih yang sukses
mengantarkan anak didiknya merebut emas diganjar Rp 250
juta, perak Rp 150 juta, dan perunggu Rp 300 juta.

Bonus itu, lanjut Adhyaksa, didapat dari banyak pihak.
Termasuk bantuan Kementerian Sekretaris Negara (Sesneg) Rp
1 miliar yang diserahkan kemarin (27/8). Sebelumnya,
KON/KOI sudah mengantongi Rp 3 miliar. “Menpora
menyumbangkan Rp 2 miliar ditambah dari sponsor (Surya
Darmadi) Rp 1 miliar,” ujar Ketua Umum KON/KOI Rita
Subowo.

Dalam acara tersebut, Rita kembali menegaskan, para atlet
akan menerima bonus dengan besaran utuh tanpa potongan
pajak. Rita juga memastikan, cabang bulu tangkis tetap
dipertandingkan di Olimpiade 2010 hingga 2016. Saat ini,
ada tujuh cabang yang bersaing untuk bisa tampil di 2016.
Ketujuh cabang yang bersaing itu adalah golf, baseball,
softball, rugbi, karate, squash, dan roller skatting.
Mereka bersaing memperebutkan dua tempat di 2016. “Bulu
tangkis aman hingga 2016. Untuk 2020, kita perjuangkan
lagi,” kata Rita.

Sumber : Jawapos.co.id

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: