Bulutangkismania's Weblog

Desember 18, 2008

Preview Super Series Final ’08 : China Absen, Pesta Tiga Negara

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:34 am

YONEX SUNRISE BWF SUPER SERIES MASTERS FINAL 2008
Likas Indoor Stadium – Kota Kinibalu, 18-21 December 2008

Usai perhelatan tahunan 12 turnamen Super Series 2008, BWF kali ini menjamu para juara yang berada di peringkat 8 besar turnamen tersebut dengan hadiah total senilai US$500,000. Nilai ini cukup fantastis meskipun para pemain/pasangan yang bertanding tidak akan mendapatkan poin untuk ranking dunianya. Rencana yang sempat tertunda tahun lalu karena tidak adanya sponsor ini tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Absennya para jagoan asal negeri tirai bambu dan beberapa pemain utama Korea membuat kurang ‘greget’nya turnamen ini.

Namun meskipun demikian, Sekretaris Jendral WBF, Stuart Bonnie menyatakan optimis dengan penyelenggaraan acara inagurasi ini karena para pemain terbaik Indonesia, Denmark, tuan rumah-Malaysia dan beberapa pemain Korea tetap hadir memenuhi undangan ini.

Tim merah putih tampak dominan dengan 8 wakil di 4 nomor meskipun 3 nomor diantaranya mewajibkan pertarungan dini karena kedua pemain/pasangan berada di grup yang sama. Malaysia dan Denmark masing-masing menempatkan 7 utusannya sedangkan Hongkong mendominasi sektor tunggal dengan 3 pemainnya. Sistem pertandingan akan menggunakan round robin dimana masing-masing pemain (pasangan) dalam 1 grup akan saling berjibaku untuk memperebutkan dua posisi teratas dan berhak melaju ke babak semifinal. Masing-masing juara dan runner up dari grup yang berbeda akan kembali bertanding untuk akhirnya menentukan siapa yang layak melaju ke partai final.

Tunggal Putra
Grup A : Lee Choong Wei (MAS/1), Peter Gade (DEN/4), Chan Yan Kit (HKG/6), Wong Choong Hann (MAS/8)

Menempati unggulan teratas di turnamen ini, publik tuan rumah pun berharap penuh bahwa salah satu gelar tunggal putra akan dipersembahkan oleh Lee Choong Wei. Peraih gelar Malaysia SS, Singapore SS, dan runner up turnamen Swiss SS, Japan SS, serta China Open SS di sepanjang tahun 2008 ini mengukir prestasi terbaiknya saat meraih medali perak Olimpiade 2008 yang lalu.

Diantara 3 pemain lainnya, Choong Wei juga tampil dominan dan selalu mampu mengatasi ketiganya dengan baik. Saat bertemu Wong Choong Hann di babak kedua Singapore SS tahun ini Choong Wei harus berjuang 3 set sebelum akhirnya menang 17-21, 21-5, 21-9. Begitupun di turnamen China SS, Choong Wei kembali bertarung rubber set untuk menjegal Choong Hann di babak perempatfinal. Pada turnamen Singapore SS, peringkat satu dunia ini juga mampu menaklukkan Peter Gade, 21-18, 21-13 sebelum akhirnya meluncur ke babak final. Sedangkan kemenangan Choong Wei atas Chan Yan Kit di perolehnya pada babak kedua turnamen French SS dengan skor 21-10, 21-13.

Meskipun sempat kalah dari Choong Wei di pertengahan tahun ini dan prestasinya sempat menurun, Gade akhirnya mampu bangkit pada tur Eropa sesi kedua bulan November lalu dengan menjuarai dua turnamen berturut-turut, Denmark SS dan French SS. Bahkan dua pemain China, Bao Chunlai dan Chen Jin juga mampu ditundukkan oleh Gade pada turnamen Korea SS dan French SS.

Namun sayangnya, konsistensi Gade tidak setegar Choong Wei ataupun Lin Dan. Saat menantang tunggal ke-2 Malaysia, Wong Choong Hann di babak kedua China SS bulan lalu, Gade harus menyerah 21-17, 18-21, 16-21. Bahkan ketika dihadapkan oleh pemain muda China, Gong Weijie, Gade mengalami dua kali kekalahan berturut-turut pada turnamen Japan SS dan Hongkong SS.

Menempati posisi underdog, dengan bermodalkan kemenangan atas Gade dan sempat bermain ketat menghadapi Lee Choong Wei, Choong Hann tetap berpeluang untuk menutup karirnya tahun ini dengan sempurna.

Grup B : Sony Dwi Kuncoro (INA/2), Joachim Persson (DEN/3), Taufik Hidayat (INA/5), Andrew Smith (ENG/7)

Cedera yang acapkali menerpa Sony membuatnya sulit untuk bermain dengan kemampuan terbaiknya seperti pada saat tur Eropa sesi kedua bulan Oktober lalu, Sony kalah mudah dari Joachim Persson 6-21, 14-21 dan tunggal India Chetan Anand 18-21, 18-21. Padahal beberapa bulan sebelumnya Sony mampu mencatat hatrick dengan menjuarai tiga turnamen super series berturut-turut Indonesia SS, China Masters dan Japan SS. Dua andalan China, Bao Chunlai dan Chen Jin serta nama besar Lee Choong Wei berhasil dipatahkan oleh Sony saat ia mampu bertarung dengan maksimal.

Di atas kertas, Sony akan mampu menembus babak semifinal jika tak dilanda cedera meskipun Taufik dan Joachim yang sempat mengalahkannya di turnamen sebelumnya juga akan menjadi ancaman tersendiri. Peluang Sony untuk menang atas unggulan teratas Lee Choong Wei, juga masih terbuka setelah kemenangannya atas pemain Malaysia tersebut di final Japan SS setelah sebelumnya Sony dikalahkan oleh Choong Wei pada perempatfinal Olimpiade Beijing 2008.

Nama Taufik Hidayat awalnya sempat dicoret oleh WBF ketika runner up turnamen French SS ini memutusakan untuk menarik diri karena cedera pinggang yang belum sembuh dari turnamen Hongkong SS beberapa waktu yang lalu. Namun karena atlet Hongkong, Ng Wei yang direncanakan untuk mengganti posisi Taufik juga tidak bias hadir, Taufik akhirnya kembali diminta oleh WBF dan Yonex untuk tetap tampil di turnamen ini.

Jika kesanggupan yang diberikan oleh Taufik pada hari senin lalu untuk mengikuti turnamen ini benar-benar terealisasi, laga perdananya dipastikan akan bertemu dengan tunggal Indonesia lainnya, Sony Dwi Kuncoro sebelum ditantang oleh Joachim dan Andrew. Pertemuan ini cukup unik karena sepanjang perhelatan turnamen Super Series tahun 2008, Sony dan Taufik belum sempat kembali bertarung untuk saling mengalahkan.

Meskipun hanya menempati posisi underdog, kehadiran Joachim tidak bias dipandang sebelah mata oleh dua unggulan lainnya. Kemenangan Joachim atas Taufik di babak kedua turnamen Japan SS dan atas Sony di 16 besar French SS 08 merupakan modal yang terbaik bagi tunggal kedua Denmark ini untuk tampil lebih percaya diri. Peringkat 7 dunia ini mampu membukukan prestasi terbaiknya di ajang Super Series sepanjang tahun 2008 dengan menjadi runner up di depan publik sendiri setelah kalah dari kompatriotnya di babak final Denmark SS.

Prestasi Andrew Smith memang tidak setenar tiga atlet lainnya dalam grup ini, Peringkat 22 dunia ini hanya mampu mencatatkan prestasi SS terbaiknya di tahun ini dengan menjadi semifinalis Singapore SS sebelum akhirnya ditundukkan oleh Simon Santoso. Namun pada turnamen tersebut, Andrew mampu memberikan performa terbaiknya dengan menaklukkan tunggal Jepang, Kenichi Tago dan pebulutangkis muda Malaysia, Kuan Beng Hong.

Tunggal Putri

Grup A : Zhou Mi (HKG/1), Wang Chen (HKG/3), Xu Huaiwen (GER/5), Yu Hirayama (JPN/8)
Setelah sempat didera berkepanjangan, Zhou Mi yang berjuang dari bawah pada awal tahun ini akhirnya berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu pebulutangkis terbaik dunia saat ini dan bertengger di peringkat teratas. Meskipun tidak mendapat kesempatan untuk membela negara barunya di dua event terakbar tahun ini, Thomas-Uber Cup dan Olimpiade Beijing 2008, Zhou Mi tetap dengan rajin mengikuti turnamen demi turnamen dari hanya yang ber’title’ international challenge sampai dengan super series hingga mencapai posisinya saat ini.

Tahun ini, Zhou Mi memulai prestasi spektakulernya dengan menjuarai turnamen Korea SS dan menundukkuan dua pemain China, Zhang Ning (quarterfinal) dan Lu Lan (final). Memasuki tengah tahun 2008, Zhou Mi kembali membuktikan kepada Hongkong dengan menaklukkan kompatriotnya, Wang Chen di turnamen Singapore SS meskipun di babak final Zhou Mi harus menyerah dari Tine Rasmussen (Denmark).

Runner up turnamen Japan SS ini akhirnya kembali mendapatkan gelar keduanya tahun ini di China Masters SS setelah pada turnamen tersebut untuk ketiga kalinya menumbangkan Lu Lan dan pemain masa depan China, Wang Lin di babak final. Setelah kembali menjadi runner up di Denmark SS, Zhou sempat mendapat masalah dengan cedera yang dialaminya dan harus menarik diri di tuarnamen French SS sebelum akhirnya mendapatkan tahta 1 dunia di turnamen China SS bulan November yang lalu.

Berada satu grup bersama Wang Chen, mengingatkan Zhou Mi pada laga super series terakhir di negara yang dibelanya saat ini. Setelah di perempatfinal Zhou harus berjuang keras menyingkirkan rekan satu timnya, Yip Pui Yin, 13-21, 21-16, 21-14, Zhou gagal melangkah ke partai puncak karena gagal mengatasi Wang Chen setelah melewati pertarungan selama hampir 1 jam melalui rubber set, 21-17, 17-21, 18-21. Di turnamen itu juga, Wang Chen berhasil memetik gelar super series perdananya dengan menumbangkan Xie Xingfang, 21-16, 10-21, 21-10.

Selain Zhou Mi dan Wang Chen, mantan pemain China lainya yang berada di grup ini adalah Xu Huaiwen. Tunggal terbaik Jerman yang sukses mengantarkan timnya ke babak final Uber Cup di Jakarta bulan Mei yang lalu ini membukukan prestasi terbaik sebagai semifinalis Korea SS dan All England SS. Namun sayangnya performa Xu tidak setegar Zhou Mi ataupun Wang Chen. Xie Xingfang dan Lu Lan masih menjadi ancaman terberat untuknya di laga Super Series. Bahkan di beberapa turnamen Super Series, Xu harus terhenti langkahnya dan menyerah kepada para pemain non China seperti Yip Pui Yin, Hwang Hye Youn ataupun Ai Goto.

Awal tahun 2008, Yu Hirayama hanya menempati posisi sebagai tunggal ke-4 Jepang dan berada di bawah Eriko Hirose, Kaori Mori dan Kanako Yonekura. Namun seiring berjalannya waktu, konsistensi performa Yu mampu membuatnya sejajar dengan tunggal terbaik Jepang saat ini, Eriko Hirose. Bahkan berdasarkan daftar peringkat super series per 11 Desember, nama Yu Hirayama berada jauh di atas Eriko Hirose.

Meskipun belum mampu sejajar dengan Zhou Mi ataupun Wang Chen secara prestasi dan dikalahkan oleh Xu Huaiwen dua kali berturut-turut pada turnamen Korea SS dan All England SS, quarterfinalis Malaysia SS, All England SS dan China Masters SS ini patut berbangga diri karena nama-nama besar seperti Yao Jie, Hwang Hye Youn dan Saina Nehwal sudah mampu diatasinya dengan baik.

Grup B : Tine Rasmussen (DEN/2), Pi Hongyan (FRA/4), Wong Mew Choo (MAS/6), Saina Nehwal (IND/7)

Hingga pertengehan tahun 2008 yang lalu, sang Ratu Eropa, Tine Rasmussen berhasil mengoleksi 3 gelar super series yaitu Malaysia SS, All England SS dan Singapore SS. Nama-nama pemain senior China sperti Zhu Lin dan Lu Lan tidak lagi menjadi hambatan Tine untuk mengukir prestasinya. Begitu pula dengan mantan pemain China sekelas Zhou Mi dan Wang Chen yang pernah ditaklukkannya di turnamen Singapore SS dan Japan SS.

Namun usai Olimpiade Beijing 2008, dua atlet muda China yang tiba-tiba mencuat, Wang Yihan dan Wang Lin kembali menjadi batu sandungan dan tugas baru untuk Tine dalam menjuarai beberapa turnamen Super Series tarakhir. Bahkan dihadapan publiknya sendiri, Tine harus kecewa karena gagal melangkah ke babak final dan menyerah dari Wang Lin, 17-21, 21-13, 18-21. Performa Tine juga terlihat menurun di dua turnamen terakhir saat dirinya kandas di babak 16 besar oleh Wong Pei Xian Julia asal Malaysia (China SS) dan Hwang Hye Youn (Hongkong SS).

Berada satu grup bersama Pi Hongyan, Saina Nehwal dan Wong Mew Choo membuat Tine sedikit berada di atas angin. Pi Hongyang akan menjadi pesaing terdekatnya untuk masuk ke babak semifinal, namun dengan bekal dua kali kemenangan yang diperoleh Tine pada dua turnamen berturut-turut, Malaysia SS dan All England SS merupakan modal untuk bermain lebih percaya diri. Sedangkan kemenangan Tine atas Wong Mew Choo diperolehnya saat beradu pada semifinal Singapore SS, 21-10, 22-20

Meskipun berada di atas Pi dan Mew Choo, prestasi kedua pemain tersebut juga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh Tine. Pi Hongyan mencatatkan prestasi sebagai semifinalis Malaysia SS, Swiss SS dan Indonesia SS sedangkan Wong Mew Choo merupakan semifinalis dari Malaysia SS dan Singapore SS. Wang Yihan dan Zhu Lin merupakan dua pemain utama China saat ini yang pernah dibekap oleh Pi Hongyan sedangkan Mew Choo tercatat mampu melibas Jiang Yanjiao dan Wang Lin pada turnamen All England SS dan Singapore SS.

Prestasi tak kalah memukau juga diukir oleh peraih gelar Kejuaraan Dunia Junior tahun ini, Saina Nehwal. Setelah membuat kejutan perdana dengan menekuk Yao Jie di babak pertama Singapore SS dan menjadi semifinalis di turnamen tersebut, nama Saina kian melambung saat dirinya melaju ke perempatfinal Olimpiade Beijing 2008 dan menekuk harapan Hongkong, Wang Chen. Dalam performa terbaiknya, dara 18 tahun ini mampu menaklukkan andalan China, Zhu Lin, 21-16, 21-23, 21-18 pada turnamen China Masters 2008 sebelum langkahnya dihentikan oleh Zhou Mi di babak semifinal turnamen tersebut.

Ganda Putra

Grup A : Mohd Zakry/Mohd Fairuz (MAS/2), Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (KOR/3), Simon Mollyhus/Anders Kristiansen (DEN/7), Robert Blair/Chris Adcock (ENG/8)

Tandem terbaik Korea perebut mahkota dua Super Series terakhir, China dan Hongkong, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, masih menjadi favorit untuk menjadi juara grup ini. Meskipun gagal melangkah ke babak perempatfinal Olimpiade setelah dipaksa menyerah oleh Lars/Jonas, prestasi dan performa Jung/Lee tetap dianggap fenomenal karena hanya dalam waktu beberapa bulan keduanya mampu menghempas sederet pasangan peringkat atas dunia seperti Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (All England SS), Markis/Hendra (Swiss SS/Thomas Cup), dan Fu Haifeng/Cai Yun (Thomas Cup).

Setelah beristirahat cukup lama sejak Olimpiade Beijing 2008, Jung/Lee kembali menunjukkan taringnya dengan melibas Tan Fook/Wan Wah dan Koo/Tan di China SS serta Mohd Zakry/Mohd Fairuz di Hongkong SS sebelum akhirnya menjuarai kedua turnamen tersebut. Dalam kondisi yang peak saat ini, konsentrasi dan stamina yang prima karena Lee Yong Dae absen di nomor campuran akan membuat pertarungan di sektor ini akan semakin seru.

Tak kalah cemerlang dengan Jung/Lee, tandem Malaysia Zakry/Fairuz juga membukukan prestasi yang gemilang. Nama keduanya kembali melambung saat memenangkan dua gelar berturut-turut di turnamen Singapore SS dan Indonesia SS. Meskipun belum mampu menandingi keperkasaan duet Markis/Hendra di turnamen Denmark SS dan French SS, serta sempat dikalahkan oleh ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen di perempatfinal China SS, keduanya kembali membukukan prestasi saat melaju ke babak final turnamen penutup tahun 2008, Hongkong SS dengan menekuk compatriot mereka, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, 12-21, 21-13, 22-20. Prestasi ini merupakan yang keduakalinya setelah pada babak kedua Swiss SS yang lalu mereka juga mampu menundukkan Koo/Tan, 21-19, 21-17

Dua tandem Eropa lainnya yang berada dalam grup ini sepertinya memiliki kekuatan yang sedikit tak seimbang. Prestasi terbaik ganda no.2 Denmark, Simon/Anders adalah quarterfinalis Malaysia SS awal tahun lalu. Namun pada turnamen yang sama, keduanya mampu mencatatkan sejarah di sepanjang karir mereka saat menghentikan duo Jung Jae Sung/Lee Yong Dae 21-18, 21-19 di babak 16 besar.

Begitupun dengan tandem Inggris, Robert Blair/Chris Adcock. Dalam daftar peringkat umum, keduanya berada di 34 dunia. Robert yang pada awalnya merupakan pasangan tetap Anthony Clark umumnya hanya bertahan hingga babak kedua sepanjang turnamen Super Series 2008. Prestasi terbaik Robert/Chris adalah saat keduanya melaju ke babak 8 besar Japan SS dengan menghentikan duet merah putih, Hendra/Joko (HenJok).

Grup B : Markis/Hendra (INA/1), Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN/3), Candra/Tony (INA-USA/4), Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (MAS/5)

Persaingan yang lebih keras dan kompetitif akan lebih terlihat di grup B. Komposisi keempat pasangan relatif seimbang baik dari segi prestasi maupun performa. Peraih emas Olimpiade Beijing 2008, Markis/Hendra (KiNdra) kembali akan menjadi tulang punggung harapan Indonesia untuk merbut gelar di turnamen Super Series pamungkas 2008 ini. Keduanya diharapakan mampu menantang Jung/Lee di partai puncak sekaligus menebus kekalahan mereka di partai final Swiss SS dan Thomas Cup 2008.
Jika ada hal yang menghambat KiNdra untuk tampil sempurna adalah kambuhnya cedera lutut kiri yang dialami oleh Markis sejak turnamen Hongkong SS. Hal itu juga yang membuat keduanya tidak mampu tampil maksimal untuk mempertahankan gelar mereka pada turnamen tersebut dan tersingkir di babak perempatfinal. Meskipun masih terasa sedikit sakit, Kido menyatakan siap untuk tampil maksimal di turnamen ini dan mengukir prestasi terbaiknya.

Tandem peraih gelar Malaysia SS, China Masters SS, Denmark SS, dan French SS ini harus tetap mewasapadai ancaman untuk menjadi juara grup dari pesaing terdekatnya, Candra/Tony (CaTon) dan Koo/Tan. Ganda gado-gado Amerika-Indonesia tersebut berhasil memupus harapan KiNdra untuk berjaya di hadapan publik sendiri saat keduanya kandas 21-18, 18-21, 21-10 di babak perempatfinal Indonesia SS. Meskipun mampu menebus kekalahan mereka atas Koo/Tan di babak perempatfinal Olimpaide Beijing 2008 dan semifinal French SS, namun penampilan yang kurang prima dari keduanya pada turnamen Hongkong SS membuat KiNdra harus menyerah mudah 11-21, 17-21.

Meskipun Mathias/Carsten masih sulit untuk menghentikan laju KiNdra dan belum pernah mencatat kemenangan atas keduanya, duet Denamrk yang mencuat setelah mengalahkan Lee Jae Jin/Hwang Ji Man pada babak perempatfinal turnamen Korea SS awal tahun lalu ini mempunyai catatan prestasi yang cukup baik saat menghempas CaTon di babak semifinal turnamen China SS meskipun di partai puncak keduanya gagal mengatasi kesolidan permainan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dan menyerah 21-17, 13-21, 17-21. Di turnamen yang sama, Mathias/Carsten juga memupus harapan duet Malaysia, Zakry/Fairuz.

Kemenangan CaTon atas KiNdra di perempatfinal Indonesia SS merupakan penantian yang cukup lama setelah di dua turnamen sebelumnya, Malaysia SS dan Swiss SS, KiNdra berhasil menang mudah atas keduanya dalam pertarungan straight set. Performa yang kurang konsisten juga masih menjadi kendala bagi keduanya setelah mencatatkan kemenangan atas ganda terbaik China. Fu/Cai di perempatfinal China SS, 21-17, 19-21, 21-18 namun kemudian takluk dari Mathias/Carsten. Bahkan di turnamen Hongkong SS, CaTOn harus mengakui ketangguhan ganda muda Korea, Cho Gun Woo/Yoo Yeon Seong, dalam pertarungan ketat 22-20, 15-21, 20-22.
Jika pada tahun 2007, nama Koo/Tan begitu melambung dengan mengantongi 4 gelar Super Series (Malaysia, All England, Swiss dan Denmark), tahun ini terjadi penurunan yang cukup drastic dari catatan prestasi keduanya. Setelah hanya mampu menembus babak quarterfinal Olimpiade Beijing 2008, prestasi terbaik keduanya di ajang Super Series sepanjang 2008 adalah semifinalis China SS dan Hongkong SS. Namun dengan modal kemenangan atas KiNdra dan Lars/Jonas diharapkan keduanya mampu menutup karir di tahun 2008 dengan manis.

Ganda Putri
Grup A : Vita/Liliyana (INA/2), Ha Jung Eun/Kim Min Jung (KOR/4), Duang Anong/Kunchala (THA/6), Judith Meulendijks/Yao Jie (NED/8)

Jika awal duet Vita/Liliyana (ViLy) di tahun 2007 membuahkan gelar di turnamen China Masters, tahun ini gelar semata wayang kembali diukir oleh keduanya dihadapan publik sendiri pada turnamen Indonesia SS. Di turnamen yang sama ViLy kembali membukukan prestasi terbaiknya dengan membungkam ganda andalan China, Zhang Yawen/Wei Yili, 21-15, 14-21, 21-18 di babak semifinal sebelum akhirnya menundukkan Miyuki/Satoko di partai puncak.

Selain menjuarai turnamen di kandang sendiri, ViLy juga mencatat prestasi sebagai semifinalis Singapore SS dan Japan SS. Duo Yang Wei/Zhang Jiewen yang belum pernah dikalahkan oleh ViLy, rasa penasaran tandem terbaik Indonesia tersebut juga ikut terkubur bersama duo Taiwan Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing yang sudah tidak lagi berpartner sejak pesta akbar Olimpiade Beijing 2008 dan turnamen Taipei Open GP Gold.

Diantara 3 pesaing ViLy dalam grup ini, duo Ha Jung Eun/Kim Min Jung lah yang patut diwaspadai. Kesolidan permaianan keduanya khususnya pada turnamen terakhir, Hongkong SS terbukti ampuh mematahkan perlawanan ViLy, 21-13, 18-21, 21-13. Namun kalaupun ViLy kali ini kembali gagal mengatasi Ha/Kim, kesempatan bagi keduanya untuk melaju ke semifinal masih terbuka lebar mengingat dua pesaing berikutnya, Duang Anong/Kunchala dan Yao Jie/Judith tidak sedrastis yang telah diukir oleh ViLy dan Ha/Kim. Prestasi terbaik Duang Anong/Kunchala adalah semifinalis China SS sedangkan Yao Jie/Judith juga berhasil menjadi semifinalis Denmark SS.

Grup B : Wong Pei Tty/Chen Eei Hui (MAS/1), Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier (DEN/3), Charmaine Reid/Nicole Grether (CAN-GER/5), Jo Novita/Greysia Polii (INA/7)

Prestasi duo Malaysia, Wong pei Tty/Chin Eei Hui pun tak kalah hebatnya. Menjadi kampiun di ajang Denmark SS, keduanya juga sukses meraih gelar runner up di 3 turnamen SS yang lainnya, Japan SS, French SS dan China SS. Tidak hanya berhasil membalas kekalahan mereka atas ViLy di turnamen Japan SS, Wong/Chin juga mengukir prestasi spektakuler dengan melibas tandem China yang baru diduetkan, Zhang Yawen/Zhao Tingting, 21-11, 16-21, 21-18 di babak semifinal French SS 2008.

Paska pensiunnya pemain senior Inggris, Gail Emms, predikat duo terbaik Eropa akhirnya jatuh ke tangan tandem Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier yang saat ini berada di peringkat 8 dunia. Meskipun secara prestasi di turnamen Super Series keduanya masih terbilang sedikit namun di belantara benua Eropa, Kamilla/Lena merupakan yang terbaik dan sulit untuk ditandingi. Peraih gelar quarterfinalis di 5 turamen Super Series tahun ini, Singapore, Denmark, French dan Hongkong membuatnya Kamilla/Lena akan bersaing cukup ketat dengan tandem Indonesia, Jo/Grace untuk memperebutkan posisi 2 besar.

Meskipun baru Jumat kemarin (12/12) duo merah putih Jo/Greysia (JoGre) mempersiapkan diri untuk turnamen ini, keduanya tetap merasa optimis dan akan bermain tanpa beban saat menghadapi lawan-lawannya nanti. Indonesia Open SS 2008 merupakan turnamen terakhir yang diikuti oleh keduanya setelah pada Japan SS, Grace akhirnya berpartner dengan Nitya sedangkan Jo akhirnya menggandeng Rani Mundiasti.

Turnamen yang merupakan reuni keduanya di event internasional sekaligus akan membuktikan kesolidan JoGre seperti saat keduanya meraih gelar quarterfinalis All England SS dengan menjegal Donna/Gail asal Inggris dan duet klasik Ha Jung Eun/Kim Min Jung serta perempatfinalis Indonesia SS 2008.

Duo gado-gado, Nicole Greteher/Carmaine Reid harus mampu tampil semaksimal mungkin jika tidak ingin menjadi bulan-bulan para pesaingnya di grup ini. Ganda peringkat 21 dunia yang baru terbentuk sejak turnamen Singapore SS tahun ini merupakan buah dari mundurnya Charmaine Reid yang pada awalnya merupakan pasangan dari Fiona McKee. Charmaine/Fiona tampil terakhir kalinya di ajang Super Series pada turnamen All England bulan Maret yang lalu. Duet ini mendapatkan keberuntungan di turnamen China Masters 2008 saat sebagian besar para pasangan dunia menarik diri dari turnamen ini sehingga keduanya dengan mudah melaju ke babak semifinal yang akhirnya merupakan catatan prestasi terbaik keduanya sepanjang tahun 2008.

Ganda Campuran
Grup A : Nova/Liliyana (INA/1), Robert Blair/Imogen Bankier (ENG-SCO/4), Sudket/Saralee (THA/5), Flandy/Vita (INA/8)

Peringkat satu dunia, Nova/Liliyana (NoLyn) dipastikan akan menghadapi rekan sepelatnasnya Flandy/Vita (FlaVi) pada laga perdana hari rabu (18/12) nanti. Jika NoLyn mampu tampil dengan permainan normalnya keduanya dipastikan akan mampu lolos ke babak semifinal. Peraih gelar Singapore SS dan peraih perak Olimpiade Beijing ini belum pernah berjibaku langsung dengan FlaVi dan Robert/Imogen sepanjang deretan Super Series 2008.

Meskipun hanya mampu membukukan 1 gelar juara dan 3 gelar runner up (Malaysia SS, Japan SS dan China Masters SS), NoLyn masih tetap tangguh berdiri di peringkat satu dunia sejak awal Juni lalu hingga saat ini. Satu-satunya tandem yang sempat menantang NoLyn di ajang SS tahun 2008 adalah pasangan Thailand, Sudket/Saralee. Dari dua pertemuan di turnamen Swiss SS dan Singapore SS, NoLyn selalu mampu mengatasi keduanya dengan relative mudah dua set langsung. Hal yang lebih berbahaya adalah ketika NoLyn berhasil menjadi juara grup dan melaju ke babak semifinal. Jika lawan yang mereka hadapi (runner up grup B) adalah Anthony/Donna, yang dalam 3 pertemuan di sepanjang tahun 2008, dua diantaranya berhasil dimenangkan oleh Anthony/Donna.

Duet gado-gado Robert/Imogen juga akan menjadi kuda hitam di grup ini. Keduanya mampu menang telak atas FlaVi di babak perempatfinal All England SS, 15-21, 16-21. Meskipun FlaVi sempat membalas kekalahan mereka dan mencatat kemenangan atas Robert/Imogen di Swiss SS sebelum akhirnya disingkarkan oleh Anthony/Donna, usia Flandy yang sudah tidak muda lagi (34 tahun) acapkali menjadi kendala stamina bagi pasangan ini khususnya saat harus bermain rubber set. Meskipun belum pernah berhadapan langsung dengan Sudket/Saralee di ajang SS tahun 2008, FlaVi masih mempunyai pengalaman pahit saat dihentikan oleh duet asal Thailand lainnya, Songphon/Kunchala dalam pertarungan ketat rubber set, 22-20, 20-22, 18-21.

Group B : Thomas/Kamilla (DEN/2), Anthony/Donna (ENG/3), Songphon/Kunchala (THA/6), Lim Khim Wah/Wong Pei Tty (MAS/7)

Di atas kertas rasanya tidak ada kesulitan bagi dua ganda Eropa, Thomas/Kamilla dan Anthony/Donna untuk menempati peringkat dua teratas dan melaju ke semifinal. Duo terbaik Eropa yang saat ini bercokol di 5 dunia, Thomas/Kamilla mencatatkan prestasi terbaiknya sebagai runner up Indonesia SS setelah menjegal langkah NoLyn di semifinal dan runner up Denmark SS. Dengan menyingkirkan duet Robert Blair/Imogen Bankier.

Menghadapi para pesaingnya, Thomas/Kamilla sempat membukukan kemenangan atas Songphon/Kunchala di babak kedua Indonesia SS, sedangkan atas Anthony/Donna dan Lim/Wong, Thomas/Kamilla belum pernah bertanding secara frontal. Duet Inggris, Anthony/Donna merupakan pasangan Eropa yang cukup sering membuat kejutan ganda-ganda Asia yang berperingkat di atas mereka. Bukan hanya NoLyn dan FlaVi yang sempat terjungkal langkahnya oleh peraih 3 gelar runner up turnamen SS (Swiss, Singapore and French) ini, mantan pasangan ganda peringkat satu dunia, Zheng Bo/Gao Ling juga sempat mengalami mimpi buruk saat ditekuk oleh keduanya 12-21, 18-21 di babak perempatfinal Singapore SS.

Meskipun hanya menempati posisi underdog, prestasi Songphon/Kunchala dam Lim/Wong juga cukup baik. Ganda nomor dua Thaliand tersebut mampu menjadi semifinalis Singapore SS dan Japan SS. Selain menekuk ganda Anthony/Donna di awal tahun 2008 pada turnamen Malaysia SS, FlaVi di Singapore SS, Songphon/Kunchala juga melibas tandem terbaik Taiwan, Fang Chieh Min/Cheng Wen Hsing di perempatfinal Singapore SS dan Keita/Miyuki di babak semifinal Japan SS. Terakhir pada turnamen Hongkong SS, duet Songphon/Kunchala akhirnya menglahkan rekan satu negaranya yang lebih senior, Sudket/Saralee, 13-21, 21-18, 21-19.

Bersama Koo Kien Keat, Wong Pei Tty sempat mencapai performa terbaiknya saat berhasil menundukkan Thomas/Kamilla di babak kedua French SS 2008, 21-19, 21-14 yang mulai disandingkan dengan Pei Tty saat Kejuaraan Asia 2008 tersebut mampu melaju hingga babak 16 besar turnamen Japan SS, China Masters SS dan Hongkong SS. Keduanya mampu menekuk andalan China. Shen Ye/Pan Pan 23-21, 12-21, 21-15 di babak pertama Japan SS.

(Fey, http://www.bulutangkismania.wordpress.com)super-series-final1

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: