Bulutangkismania's Weblog

Desember 20, 2008

Results Day 2 Super Series Final ’08 : Amankan 6 Tempat di Semifinal

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 2:54 pm

Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, tanpa kehadiran para pemain China maka pesta Super Series Final pada tahun ini akan menjadi milik Indonesia, Malaysia dan Denmark. Indonesia menempatkan 7 wakilnya ke semifinal, Dua diantaranya akan saling berhadapan dan memastikan satu tempat di final untuk Indonesia. Sedangkan Malaysia dan Denmark masing-masing berhasil meloloskan 4 dan 3 delegasinya.

Ganda Campuran, Tugas Berat NoLyn

Unggulan teratas asal Indonesia, Nova/Liliyana (NoLyn) akhirnya memastikan diri sebagai juara grup A setelah pada pertandingan pamungkas sore tadi (19/12) keduanya berhasil menundukkan saingan terdekatnya untuk merebut posisi teratas grup A, Sudket/Saralee (5) asal Thailand. Memimpin 4-1 di awal set pertama, perolehan angka NoLyn sempat terkejar oleh duo Thailand dan berbalik tertinggal 7-9. Pertahanan Saralaee yang kurang rapi di depan net dan penempatan bola yang akurat akhirnya membuat tandem Indonesia kembali ‘leading’ 17-10, 18-11, dan 19-15 sebelum menamatkan set ini lebih dulu 21-16.

Di set kedua keadaan menjadi berbalik untuk pasangan Thailand. Sudket berhasil tampil lebih berani dan agresif demikian pula Saralee yang mampu mencuri kesempatan emas untuk menggempur NoLyn dan mendapatkan poin demi poin. Kedudukan 4-1, 6-3 untuk kejayaan Sudket/Saralee sempat disamakan oleh NoLyn di angka 7 dan 10. Namun pengembalian yang acapkali ‘salah arah’ dari pasangan Indonesia membuat pasangan Thailand kembali unggul 15-11. Memipin 17-13 dan 18-14, duet Thailand terus meluncur dan tak terkejar untuk memaksakan rubber set, 21-15.

Set ketiga yang seharusnya berjalan lebih seru ternyata harus diwarnai dengan cedera otot kaki yang dialami oleh Saralee saat kedudukan 1-1. Setelah berdiskusi sejenak, pasangan Thailand akhirnya sepakat untuk tidak melanjutkan pertandingan dan memberikan kemenangan kepada ganda Indonesia. Dalam pertandingan yang sudah tidak lagi berpengaruh, andalan Indonesia lainnya Flandy/Vita (FlaVi/7) juga sukses memetik kemenangan untuk pertama kalinya setelah pada dua pertandingan sebelumnya harus terjungkal dari lawan-lawannya. Di tantang oleh duo asal Inggris-Skotlandia, Robert Blair/Imogen Bankier (4), FlaVi mencatat kemenangan yang relatif mudah 21-17, 21-15.

Dengan hasil akhir ini, NoLyn yang menempati posisi teratas grup A dengan 3 kemenangan akan digandeng oleh Sudket/Saralee ke babak semifinal yang pada pertandingan kemarin membukukan dua kali kemenangan. Jika kondisi cedera Saralee memungkinkan mereka untuk bertanding besok maka keduanya tetap akan melanjutkan laga ke semifinal sedangkan jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, maka peringkat ke-3, Flandy/Vita memiliki kesempatan untuk menggantikan tempat mereka.

Pada grup yang berbeda (B), ganda Denmark, Thomas/Kamilla kembali mencatat kemenangan ketiganya pada hari ini atas wakil Thailand yang menjadi unggulan ke-6, Songphon/Kunchala. Pasangan Denmark yang tertinggal lebih dulu 1-5 di awal set pertama ternyata mampu membalikkan keadaan dan unggul jauh 18-10 setelah jeda interval. Serangan efektif yang dilancarkan oleh Thomas berpadu sempurna dengan blocking yang dilakukan Kamilla di depan net. Tak terkejar, Thailand harus menyerahkan set ini untuk duo Denmark, 21-12.

Pertarungan lebih ketat dengan intensitas serangan yang lebih agresif akhirnya teruarai di set kedua. Bola-bola drive cepat menghiasi jalannya pertandingan dan masing-masing pemain berusaha untuk mendapatkan poin demi poin dengan memaksa lawan untuk lebih banyak mengangkat bola. Selisih 1-3 poin yang berlanjut dari awal set hingga kedudukan18 sama akhirnya diselesaikan dengan sempurna oleh Songphon/Kunchala dan memaksakan rubber set, 21-18

Meskipun dari sisi permainan keduanya sudah lebih baik daripada dua laga sebelumnya namun dalam hal konsistensi Songphon/Kunchala tampaknya membutuhkan lebih banyak pengalaman agar tidak terpengaruh dengan ritme permainan lawan. Sempat bersaing ketat di paruh awal set ke-3, Songphon/Kunchala harus rela mengubur impian mereka ke semifinal setelah menderita kekalahan untuk ketigakalinya, 17-21. Hasil ini menempatkan mereka pada peringkat juru kunci grup B sedangkan duo Inggris, Anthony/Donna (3) yang di laga tadi sore berhasil mengungguli saingan terdekatnya, Lim Khim Wah/Wong Pei Tty (8), 21-12, 21-10 akhirnya memantapkan posisinya sebagai runner up.

Tugas berat akan menanti NoLyn di babak semifinal besok (20/12) saat keduanya harus menantang Anthony/Donna untuk memperebutkan satu tiket ke partai puncak. Dua dari tiga pertemuan keduanya di ajang Super Series selalu mampu dimenangkan oleh Anthony/Donna termasuk pada pertemuan terakhir di babak semifinal French SS. Sedangkan Thomas/Kamilla yang akan menantang Sudket/Saralee untuk satu tempat lainnya akan lebih diuntungkan dengan kondisi kesehatan Sudket yang tidak sempurna.

Tunggal Putra, Taufik Tantang Choong Wei, Sony Hadang Gade

Keunggulan harapan Indonesia, Taufik Hidayat (5) atas Andrew Smith dalam pertandingan tadi sore (19/12), 21-8, 21-17 akhirnya membuka peluang bagi Taufik untuk melaju ke babak semifinal. Taufik yang dari awal set pertama tampil dominan dalam hal serengan maupun penempatan bola hanya membutuhan waktu 25 menti untuk mencatat kemenangan. Hasil serupa akhirnya juga mampu diikuti oleh unggulan ke-2, Sony Dwi Kuncoro atas Joachim Persson setelah melewati pertarungan alot 3 set.

Dalam laga pamungkas tadi malam (19/12), Sony kembali harus bermain rubber setelah pada dua pertarungan sebelumnya Sony juga berhasil mengungguli lawan-lawannya dengan 3 set. Banyaknya bola-boa pengembalian Sony yang tidak pada tempatnya dan gagal melewati net serta tidak mampunya Sony keluar dari tekanan Joachim setelah cedera yang dialaminya pada tur Eopa sesi kedua beberapa bulan yang lalu membuat perolehan angka Joachim meluncur dengan cepat. Sempat mencoba untuk mengimbangi permainan Joachim sampai kedudukan 10-12, Sony akhirnya tertinggal jauh 10-20 dan harus menyerah 12-21.

Ritme permainan Sony yang sebenarnya baru terlihat di set kedua. Permainan khas reli ala Sony yang sesekali disertai serangan smash mematikan membuatnya unggul telak 21-7 di set kedua. Memasuki set penentuan, Joachim sempat bangkit di awal set dan mencoba mengimbangi permainan Sony hingga saat jeda interval, 8-11. Perolehan angka Sony akhirnya semakin sulit dikejar oleh Joachim. Memimpin 16-9, 20-11, Sony memastikan dirinya sebaga juara grup dengan 21-16.

Pada pertandingan pamungkas di grup B, kejutan kembali terjadi saat ungulan asal Denmark, Peter Gade (4) takluk di tangan wakil Malaysia, Wong Choong Hann (8) dalam pertarungan rubber set. Padahal di laga sebelumnya, Wong menyerah dua set langsung kepada tunggal Hongkong, Chan Yan Kit (6). Di set pertama, Wong langsung menjejali Gade dengan permainan menyerang dan peempatan bola-boal drive di depan net. Namun sayangnya permainan Wong belum sepenuhnya rapi dan beberapa kali masih sering melakukan kesalahan sendiri.

Tertinggal 4-7 dan 7-11 saat jeda interval. Wong mampu menyamakan kedudukan di angka 11 dan 15. Bahkan ketika tertinggal 14-16 dan 16-18, Wong mampu merebut 4 poin beruntun untuk menutup set ini 21-18. Di set kedua, Gade mencoba untuk mengubah tempo permainannya. Agresi Gade yang tiba-tiba ternyata cukup ampuh untuk mematikan perlawanan Choong Hann. Bahkan Memimpin dengan 12-7 dan 18-11, Gade akhirnya memaksa Wong untuk bermain rubber set 21-14.

Di set penentuan kedua pemain sudah menemukan polanya masing-masing. Wong berhasil meminimalisir kesalahan sendiri yang seringkali dilakukkannya di dua set sebelumnya dan lebih aktif untuk menyerang. Permainan apik Choong Hann di depan net akhirnya membuatnya unggul 9-4, 13-8, 16-10 dan 18-11. Gade sempat mencoba mengejar ketertinggalannya dan tampil menekan 16-19. Namun Wong tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini dan dengan segera menutup set ini 21-16 sekaligus memastikan kemenangan pertamanya.

Perjuangan yang tak kalah seru juga disajikan oleh tunggal Hongkong, Chan Yan Kit (6). Chan yang memainkan duel teraahirnya menghadapi unggulan teratas, Lee Choong Wei. Lee yang pada set pertama mampu menguasai jalannya pertandingan dan mencatat kemenangan 21-13, Namun keadaan berubah di set kedua. Intnesitas serangannya semakin besar dan smash tajam dari Chan seringkali membuat kerepotan Choong Wei. Tertinggal 4-8 Choong Wei mampu bangki dan balik memimpin 14-9. Semangat juang Chan yang tak kunjung padam membuatnya mampu menyamakn kedudukan di angka 16. Dari titik ini, Chan yang mampu unggul satu angka selalu berhasil disamakan oleh Lee hingga kedudukan ‘deuce’ 20 sama. Angka terakhir yang diperoleh bertutut-turut oleh Chan akhirnya mengentaskan harapan untuk menutup set ini lebih dulu, 22-20.

Di set penentuan performa Chan jauh menurun dari dua set sebelumnya. Konsistensi serangan dan permainan bola-bola pendek Choong Wei di depan net akhirnya mengnatrakan Lee pada kemenangan ketiganya, 21-8. Hasil ini memastikan Lee sebagai pemegang tahta teratas grup A yang mengumpulkan 3 angka kemenangangan. Meskipun Peter Gade, Chan Yan Kit dan Wong Choong Hann sama-sama memetik satu kemenangan, Gade akhirnya berada dibawah Choong Wei karena dari sisi jumlah set (game), Gade membutuhkan lebih sedikit set (game) untuk memenangkan pertandingan dan lebih banyak set (game) bagi pemain lain untuk mengalahkannya.

Dengan demikian Gade yag berada di peringkat ke-2 akan menantang Sony sebagai juara grup B di semifinal sedangkan Taufik akan reunian kembali dengan Lee Choong Wei setelah pertemuan terakhir keduanya di babak semifinal French SS 2008 berhasil dimenangkan oleh Taufik.

Tunggal Putri, Saina Semifinalis Termuda

Dalam usia yang masih sangat belia (18 tahun, red) Saina Nehwal (7) berhasil mensejajrkan dirinya diantara para mantan atlet China. Setelah di laga perdana kemarin Saina harus mengakui ketangguhan sang ratu Eropa, Tine Rasmussen (2) pada laga hari ini (19/12) Saina berhasil menciptakan dua kejutan dengan menundukkan lawan-lawannya sekaligus memastikan tiket ke semifinal.Pada pertandingan siang hari (19/12), Tine berhasil mengalahkan mantan pemain China yang membela Pernacis, Pi Hongyan (4) dalam pertarungan dua set selama 34 menit.

Meskipun sempat kewalahan dengan permainan bola di depan net yang disajikan oleh Pi, keuletan Saina dalam mengejar dan mengembalikan bola-bola sulit membuat Pi akhirnya banyak melakukan kesalahan sendiri. Kejar mengejar angka dan selisih 1-3 poin berlangsung di set pertama sebelum Saina menutup set ini 21-18. Di set kedua, kedua pemain lebih intensif melakukan reli dan menyerang di saat-saat yang tepat. Sayangnya Pi kembali gagal meminimalisir kesalahan sendiri yang sering dilakukannya saat set pertama. Saina yang bermain lebih taktis akhirnya kembali merebut set ini, 21-13.

Pada laga sesi kedua malam harinya, Saina harus berjuang lebih keras untuk menyingkirkan harapan tuan rumah, Wong Mew Choo (6) dalam perseteruan rubber set selama 49 menit. Menang mudah 21-10 di set pertama, Mew Choo akhirnya mampu mengatur ritme permainan Saina di set kedua dan selalu memimpin sejak kedudukan 6-3. Meski sempat terkejar di angka 13, dara berusia 25 tahun ini akhirnya kembali ‘leading’ atas Saina dan merebut set ini dengan serangan-serangannya, 21-17.

Cedera yang saat ini masih dialami oleh Mew Choo agaknya mulai berpengaruh di paruh akhir set kedua. Sempat mengimbangi Saina hingga kedudukan 9-9, Mew Choo tetap berusaha mengimbangi permainan agresif Saina sebelum akhirnya menyerah 16-21. Hasil dari dua kemenangan ini menempatkan Saina pada runner up grup B di bawah Tine Rasmussesn yang kembali mencatat dua kemenangan pada hari ini.

Setelah di laga perdananya kemarin Tine berhasil mengungguli Saina, kali ini giliran Wong Mew Choo dan Pi Hongyan yang ditundukkan oleh Tine dengan straight set. Di laga sore hari, Tine memetik kemenangan atas Mew Choo 21-7, 21-19 sedangakan pada malam harinya, Pi dikandaskan oleh Tine dengan 21-14, 21-8. Keduanya diselesaikan Tine dalam waktu kurang dari 30 menit. Dengan 3 catatan kekalahan atas lawan-lawannya, Mew Choo harus rela mengubur impiannya untuk lolos ke semifinal dan berada di papan terbawah grup B sedangkan Pi Hongyan yang mencatat 1 kemenanangan berhak atas peringkat 3 meskipun sama-sama gagal melaju ke 4 besar.

Pada pertandingan grup A, duo mantan pemain China yang membela Hongkong kembali melengkapi kemenangannya dengan masing-masing memetik 1 angka kemenangan atas lawan-lawannya. Unggulan teratas Zhou Mi tanpa banyak kesulitan menyudahi perlawanan Yu Hirayama, 21-4, 21-11 dalam tempo 24 menit. Sedangkan Wan Chen (3) harus berjibaku 3 set sebelum akhirnya memetik kemenangan atas mantan pemain China lainnya, Xu Huaiwen, 21-12, 16-21, 21-11. Secara umum Wang Chen yang masih berada pada ‘peak performance’ paska memenangi Hongkong SS beberapa pecan lalu menguasai jalannya pertandingan 3 set tersebut. Walaupun di set kedua, Xu mampu memanfaatkan kelemahan kontrol bola-bola pengembalian Wang Chen.

Hasil ini memungkinkan terjadinya All Hongkong Final jika kedua pemain dapat mengatasi lawan-lawannya. Wang Chen kian mantap bertengger sebagai juara grup A dan berhak untuk menantang Saina di semifinal. Sedangkan Zhou Mi harus berjibaku ekstra keras menghadapi juara dari grup B, Tine Rasmussen.

Ganda Putri, Indonesia Pastikan 1 Tiket Final

Merah Putih akhirnya berhasil memastikan satu tempat di babak final setelah pada partai semifinal hari ini meloloskan dua wakilnya yang akan saling beradu. Unggulan ke-2, Vita/Lily (ViLy) kembali memetik dua kemenangan atas lawan-lawannya dan berhasil menjadi juara grup A sedangkan duet Jo/Grace harus berpuas diri sebagai runner up grup B setelah mengalami kekahalan dari wakil Malaysia, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui (1).

Menang mudah 21-14, 21-14 atas pasangan Belanda Yao Jie/Judith Meulendijks (8) serta tandem Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung (4), 19-21, 21-15, 21-10 membuat ViLy berada di peringkat teratas grup A. Meskipun Liliyana harus bermain 3 kali dalam sehari kekompakan dan semangat keduanya ternyata mampu menghapus keraguan banyak pihak saat keduanya terhenti di babak perempatfinal Hongkong SS oleh duo Korea ini. Ha/Kim akhirnya menjadi runner up grup A setelah pada pagi harinya menang mudah atas duet Thailand, Duang Anong/Kunchala, 21-14, 21-13.

Dua pemain tunggal Belanda yang berpatner, Yao Jie/Judith ternyata harus mengakui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan saat harus bermain tunggal dan ganda. Setelah kalah dari Vita/Liliyana, keduanya harus puas menjadi juru kunci karena untuk ketigakalinya gagal mengoleksi poin kemenangan dari ganda Thailand, Duang Anong/Kunchala, 15-21, 18-21.

Andalan Indonesia lainnya, Jo/Grace (7) juga ikut melaju ke semifinal setelah memetik kemenangan atas pesaing terdekatnya asal Denamrk, Kamilla/Lena (3), 21-17, 21-15. Meskipun keduanya harus menyarah di tangan duta Malaysia, Wong/Chin, 12-21, 21-9, 18-21, koleksi dua kemnangan JoGre atas lawan-lawannya berhasil membuat mereka berada di peringkat 2 grup B di bawah Won/Chin. Selain menang atas JoGre, Wong/Chin memastikan diri sebagai juara grup B setelah mengandaskan gado-gado Kanada-Jerman, Charmaine Reid/Nicole Grether (5), 21-7, 21-10. Sedangkan peringkat ketiga grup ini akhirnya jatuh kepada Kamilla/Lena yang dilaga pamungkas menyudahi perlawanan Nicole/Charmaine, 21-12, 21-12.

Dengan hasil ini, partai semifinal antara mempertemukan sesama pasangan Indonesia antara ViLy sebagai juara grup A dan JoGre sebagai runner up grup B. Satu tiket final lainnya diperebutkan oleh Wong Pei Tty/Chin Eei Hui dan Ha Jung Eun/Kim Min Jung.

Ganda Putra, Reuni KiNdra – Jung/Lee

Paska memetik kemangan di babak final Swiss SS dan semifinal Thomas Cup bulan Mei yang lalu atas Markis/Hendra (KiNdra), duet Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (3) belum sempat menjajal kemampuannya di arena Super Series kembali. Kali ini kedua tandem terbaik dunia tersebut akan menguji kembali kemampuan masing-masing paska kemenangan beruntun Jung/Lee di China SS dan Hongkong SS.

Pada pertandingan yang berlangsung tadi malam untuk menentukan juara grup B, KiNdra yang ditempatkan sebagai unggulan teratas gagal membalas kekalahan mereka atas duet Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (6) di Hongkong SS 2008. Tertinggal 14-21 di set pertama, KiNdra mampu bangkit dan membalas kekalahan mereka 21-17 di set kedua. Memasuki set ketiga, KiNdra sebenarnya sudah mampu unggul jauh 13-7 setelah jeda ienterval. Namun perlahan Koo/Tan mampu mengejar dan berbalik memimpin 16-13 setelah beberapa unforced error dari ganda Indonesia. Unggul 18-15 dan 20-17, Koo/Tan akhirnya memastikan diri sebagai pemenang dengan 21-18.

Pada pertandingan sebelumnya, masing-masing pasangan sudah mengumpulkan dua poin dan berhasil mengalahkan lawannya masing-masing. Meski harus berjuang 3 set dan nyaris kandas, KiNdra akhirnya mampu memnangkan duel menghadapi wakil Debamrk, Mathias/Carsten (4). Tertinggal 17-21 di set pertama, perjuangan KiNdra nyaris berakhir di set kedua. Sempat memimpin 18-12, KiNdra gagal mempertahankan keunggulan mereka dan berbalik tertinggal 18-19 saat duo Denmark berhasil mengumpulkan 7 poin beruntun. Beruntung di titik ini KiNdra bermain lebih tenang dan berhasil memaksakan rubber set, 21-19. Di set ketiga KiNdra akhirnya mendominasi jalannya pertandingan dan membukukan kemenangan 21-14.

Sementara itu kemenangan kedua Koo/Tan diraih atas pasangan Indonesia/Amerika, Candra Wijaya/Tony Gunawan (5). Dalam waktu kurang dari 30 menit, Koo/Tan yang saat ini berada pada ‘peak performance’ mereka menekuk CaTon dua set langsung, 21-16, 21-11. Pada perebutan tempat ke-3, CaTon akhirnya memetik kemenangan perdana mereka dari pasangan Denmark, Mathias/Carsten, 21-19, 22-20.

Di grup yang berbeda, dominasi Jung/Lee masih belum terbantahkan. Menantang rival terberatnya dalam satu grup, Mohd Zakry/Mohdz Fairuz, Jung/Lee menang mudah 21-17, 21-16. Angka ke-3 dari tandem Korea yang sekaligus menempatkan keduanya sebagai juara grup A diperoleh dari duet Denmark, Simon/Anders (7) juga dengan straight set, 21-18, 21-13.

Pertarungan yang paling seru justru tersaji antara Zakry/Fairuz dan unggulan ke-8, Chris Adcock/Robert Blair. Duo Malaysia yang sehari sebelumnya memetik kemenangan atas Simon/Anders bersaing ketat dengan Chris/Robert yang sama-sama mengumpulkan satu angka kemenangan dari pasangan yang sama. Chris/Robert yang bermain di sesi pertama pada pagi hari berhasil menjegal Simon/Anders, 21-18, 21-17.

Perebutan tempat kedua antara kedua pasangan berlangsung cukup ketat sejak paruh akhir set kedua. Zakry/Fairuz yang menang mudah 21-8 di set pertama gagal mempertahankan konsistensi mereka di set kedua dan berbalik tertinggal 18-21. Nasib keduanya nyaris berakhir di set ketiga saat mereka tertinggal 5-11 pada waktu jeda interval. Namun dengan pengalamannya, duo Malaysia akhirnya berhasil menyusul di angka 12 dan berbalik memimpin 16-12. Uji mental antara kedua pasangan ternyata tidak berhenti sampai disana. Chris/Robert yang lebih unggul dari sisi intensitas serangan berhasil menyamakan kedudukan di angka 19 dan 20. Keberuntungan akhirnya mengantarkan duo Malaysia ke babak semifinal, 22-20 sebagai runner up grup.

Hasil ini akan mempertemukan dua pasangan Malaysia, Koo/Tan sebagai juara grup B dengan runner up grup A, Zakry/Fairuz di semifinal. Sedangkan Markis/Hendra yang hanya menjadi runner up grup B harus berjuang keras menjegal Jung/Lee (juara grup A) untuk mendapatkan tiket ke babak final.

wmc-ss-finaljogre-vs-lenakamillachan-yan-kit-ss-finalanthonydonna-ss-final1

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: