Bulutangkismania's Weblog

Desember 21, 2008

Results Semifinal SS Final ’08 : ViLy dan NoLyn Ke Laga Pamungkas

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:49 am

Meski secara kuantitas para pemain Indonesia lebih banyak yang meloloskan diri ke babak semifinal namun pada akhirnya hanya 2 dari 6 wakil merah putih yang berhak mendapatakan tiket ke laga puncak. Liliyana Natsir membuka peluang untuk mengawinkan gelar sektor campuran dan ganda putri sedangkan tiga wakil Indonesia di sektor putra secara beriringan gagal mempersembahkan yang terbaik untuk sang ibu pertiwi.

Ganda Putri, Taklukkan JoGre, ViLy Tantang Unggulan Teratas

Tiket perdana kubu Indonesia dipersembahkan oleh ganda putri yang saling mempertemukan dua tandem terbaik merah putih, Vi/ta/Lily (2) dan Jo/Grace (7). ViLy yang menempati unggulan ke-2 tanpa banyak kesulitan menyudahi perlawanan JoGre dengan dua set langsung dalam tempo 30 menit. Di awal set pertama ViLy langsung memimpin dengan 5-2 dan 8-4. Serangan bertubi yang dilancarkan oleh ViLy pada awalnya cukup sulit untuk menggempur pertahanan JoGre. Beberapa pengembalian yang eror yang ViLy membuahkan poin demi poin bagi JoGre.

Sempat tertinggal 10-12 dan 12-14, ViLy berhasil mendapatkan kejayaan mereka kembali setelah menyamakan kedudukan di angka 14 dan berbalik mimpin 16-14. Selisih dua poin antar pasangan kembali terjadi di titik ini hingga kedudukan 19-17. Meskipun JoGre sempat bangkit di poin kritis dengan tampil menekan sehingga mampu menyamakan kedudukan 18 sama, pengalaman dan jam terbang ViLy yang jauh lebih baik membuayarkan harapan final JoGre dengan kekalahan 19-21.

Pada partai semifinal lainnya yang baru digelar tadi malam (20/12), harapan tuan rumah Wong Pei Tty/Chin Eei Hui nyaris menelan kekalahan atas duet Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung (4) setelah dipaksa oleh keduanya untuk bermain rubber set. Awal set pertama, ganda Malaysia langsung unggul 4-1 dengan memberikan serangan demi serangan. Beberapa dorongan bola ke belakang dari pasangan Korea ternyata mampu menyamakn kedudukan mereka di angka 4. Kejar mengejar angka antara kedua pemain dan selisih 1 poin berlangsung dari titik ini hingga kedudukan 8-8.

Beberapa kesalahan sendiri dari pasangan Malaysia membuat Ha/Kim dengan mudah meluncur 10-7, 12-7, 17-11 dan 18-14 sebelum menutup set ini 21-14. Memasuki set kedua, ganda Malaysia kembali bermain di bawah tekanan. Hal ini terlihat dari beberapa kesalahan sendiri yang mereka lakukan khususnya oleh Chin Eei Hui. Tertinngal 0-3, Ha/Kim kembali mampu menyamakan kedudukan dan terjadi saling mengejar angka hingga 5-5. Penempatan bola-bola di bagian belakang ternyata cukup ampuh untuk membobol perahanan Ha/Kim. Unggul 7-5 dan 9- 6, Wong/Chin akhirnya menutup jeda interval set kedua 11-7.

Keunggulan Wong/Chin verlanjut hingga akhir set kedua. Merasa tertinggal, Ha/Kim tidak mampu bermain lepas dan terus berada di bawah tekanan. Memimpin dengan 15-11, 17-13 dan 19-14, keduanya sempat mengendorkan intensitas serangan yang membuat permainan ganda Korea berkembang dan nyaris menyamakan kedudukan,19-20. Riuh sorakan penonton ternyata mampu memompa semangat Wong/Chin untuk menutup set ini lebih dulu dan memaksakan rubber set 21-19.

Di set ketiga, intensitas serangan antara kedua pasangan mulai meninggi dengan selisih 1-2 poin keduanya berolomba untuk saling memimpin dari titik 0-0 hingga 9 sama. Permainan Ha/Kim yang cukup memukau di depan net sayangnya tidak diimbangi oleh banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Ki Min Jung. Dari kubu Malaysia, Wong Pei Tty masih menjadi penyebab sulitnya ganda Malaysia untuk unggul dalam perolehan poin. Hal ini memudahkan ganda Korea untuk unggul 12-9, 13-10 dan 15-12.

Di poin-poin kritis, Wong akhirnya mampu meminimalisir kesalahan yang seringkali dilakukannya. Beberapa reli-reli panjang yang tersaji antara kedua pasangan berhasil diselesaikan dengan baik oleh tandem Malaysia. Perlahan keduanya mampu menyamakn kedudukan di angka 15 dan berbalik memimpin 19-15 dengan merebut 7 poin beruntun. Pengembalian Ha/Kim yang terlalu melebar juga mempermudah Wong/Chin untuk meraih poin demi poin dan akhirnya meraih ‘match point’, 20-17. Permainan netting yang gagal diselesaikan oleh ganda Korea akhirnya menutup set ini 21-17 untuk Wong/Chin sekaligus memastikan satu tiket untuk mereka ke babak final.

Ganda Campuran, Sudket/Saralee “Kena Karma”

Cedara otot yang dialami oleh Saralee dalam pertandingan jumat malam saat menghadapi NoLyn ternyata hanya merupakan trik bagi ganda Thailand untuk menghindari ganda Inggris yang sedang naik daun, Anthony/Donna (3). Keputusan untuk walkover di set ketiga persis tercipta setelah tandem Thailand mengetahui bahwa Anthony/Donna menjadi runner up grup saat keduanya mengalahkan ganda Malaysia, Lim/Wong.

Berdasarkan hal ini dengan merujuk pada peraturan WBF maka setiap bentuk walkover (WO) tanpa alasan yang jelas akan dianggap diskualifikasi. Sehingga sejatinya Sudket/Saralee berhak untuk menerima sangsi ini dan tempat mereka digantikan oleh FlaVi. Hal ini juga ditentang keras oleh Anthony Clark saat mengetahui bahwa Sudket/Saralee ‘sengaja mengalah’ agar NoLyn menjadi juara grup A. Meskipun Anthony/Donna memiliki rekor pertemuan yang cukup baik menghadapi NoLyn khususnya pada pertemuan terakhir di French SS, keduanya justru menolak untuk bertanding menghadapi NoLyn dan lebih memilih untuk menantang Sudket/Saralee.

Namun karena keputusan untuk WO ini merupakan bagian dari saran dan keputusan yang dikemukan oleh hakim pertandingan maka setelah pihak panitia, manajer dan wakil dari WBF mengadakan rapat darurat selama dua jam, diputusakan bahwa Sudket/Saralee tetap diperbolehkan untuk tetap mengikuti pertandingan babak semifinal dan hal ini dianggap sebagai suatu kecerobohan dari sang hakim.

Strategi Sudket/Saralee (5) untuk ‘memilih’ lawan Thomas/Kamilla (2) di babak semifinal ternyata tidak sepenuhnya tepat. Dalam laga tadi siang (20/12), keduanya justru tersingkir lebih cepat dalam laga dua set selama 37 menit. Sempat memberikan perlawanan di awal set hingga kedudukan 7-7 saat Thomas/Kamilla belum menemukan ritme permainan terbaik mereka, duo Thailand terlihat sulit untuk menandingi serangan dan penempatan bola yang akurat dari duo Thomas/Kamilla.

Meskipun Sukdet/Saralee mampu menyamakan kedudukan di angka 14 dan 16 setelah tertinggal jauh 7-11 dan 8-14, kesolidan pasangan Denmark akhirnya menutup set ini lebih dulu, 21-17. Di set kedua, duo Thailand tampil lebih kompak dan mendominasi jalannya pertandingan. Keunggulan keduanya berlanjut hingga poin kritis 15-10 dan 17-12. Di titik inilah ‘karma’ itu berlaku untuk Saralee. Kesalahan bertubi yang dilakukan olehnya membuat ganda Denmark mampu menyamakan kedudukan di angka 19 dan berbalik memimpin 20-19. Meski Thailand sempat menambah 1 angka dan memaksa ‘deuce’, Denmark akhirnya memastikan kemenangan keduanya 22-20.

Sebaliknya, NoLyn yang diprediksi akan sulit untuk memenangkan partai semifinal menghadapi Anthony/Donna ternyata mampu tampil maksimal dan memenangkan pertandingan dengan dua set langsung dalam laga 35 menit. Awal set pertama, NoLyn mendominasi penuh jalannya pertandingan dengan memimpin 8-3 dan 11-7. Beberapa poin Anthony/Donna diperoleh dari kesalahan NoLyn di depan net. Perpaduan antara smash-smash keras Nova dan ‘defense’ yang sempurna dari Lily berlanjut hingga 14-10, 16-11 dan 17-13.

Beberapa kesalahan dari pasangan Indonesia dan penempatan bola yang cukup akurat dari Anthony Clark ternyata mampu ampuh untuk menghasilkan poin sehingga tandem Inggris mampu menyamakan kedudukan di angka 17. Permain reli bola-bola drive tersaji ketat antara kedua pasangan saat masing-masing saling bergantian memimpin dengan selisih 1 angka. Keadaan ini berlanjut hingga kedudukan 20-19 untuk ‘match point’ pasangan Inggris. Beruntung di keadaan genting ini NoLyn mampu bermain lebih sabar dan memaksa ‘deuce’ di angka 20 dan 21 sbeelum menutup set ini lebih dulu 23-21.

Penempatan bola dan serangan smash-smash keras Nova kembali menjadi kunci kemenangan ganda Indonesia di set kedua. Servis yang gagal dari Anthony dan ‘return serve’ yang tidak sempurna dari Donna membuat Indonesia unggul 5-2 di awal set. Meski sempat terkejar di angka 6, serobotan bola-bola kejutan dari Lily memberikan poin demi poin untuk pasangan Indonesia. Bola-bola silang Lily akhirnya menutup paruh pertama set ini 11-7 untuk NoLyn. Sempat tertekan dengan serobotan bola Anthony, NoLyn mampu menetralisir permainan dengan lebih sering menekan dan pengembalian bola yang tak terduga.

Tertinggal jauh 9-14, permainan Donna Kellogg yang mulai membaik membantu kebangkitan pasangan Inggris untuk memperkecil jarak keduanya 15-16 saat NoLyn memperlambat tempo permainan dan serangan mereka. Setelah sempat mendapat kartu merah pada Singapore SS beberapa waktu yang lalu kali ini Donna harus mendapat cemoohan dari penonton karena tindakan buruknya saat meluapkan emosinya dengan kata-kata karena berhasil meraih poin demi poin untuk mengejar ketrtinggalan mereka. Namun NoLyn segera meningkatkan agresi serangan mereka dan kembali unggul 18-15 sebelum terciptanya ‘match point’ 20-16. Duo Inggris sempat menambah 1 angka sebelum smash keras Nova menutup set ini 21-17 dan memastikan langkah sang unggulan teratas ke partai puncak untuk menantang jagoan Eropa lainnya, Thomas/Kamilla.

Tunggal Putri, Zhou Mi dan Sukses yang Tertunda

Kalimat bijak yang menyatakan kegagalan merupakan suatu sukses yang tertunda agaknya berlaku bagi unggulan teratas, Zhou Mi (1) yang akhirnya berhasil melaju ke babak final untuk menantang komatriotnya, Wang Chen (3), dalam pertandingan yang ke-2 kalinya. Setelah pada babak penyisihan grup Zhou harus menelan kekalahan atas Wang dan rela menjadi runner up, di pertandingan semifinal hari ini peringkat satu dunia itu berhasil mengukir prestasi kembali dengan menyingkirkan juara grup B, Tine Rasmussen (2) sekaligus mendapatkan kesempatan kedua untuk menantang Wang di laga pamungkas.

Di set pertama Tine sempat unggul 4-2. Permainan netting dan penempatan bola di tempat yang kosong membuat Zhou berbalik unggul 9-5. Kesalahan beruntun Tine saat mengembalikan bola dan membentur net juga mempermudah laju Zhou Mi untuk memimpin peolehan poin. Unggul 14-7 dan 17-11, Zhou semepat memerikan 2 poin untuk Tine sebelum akhirnya menutup set ini dengan pengembalian yang terlalu melebar dari Tine, 21-13.

Memasuki set kedua, serangan smash silang Tine masih menjadi andalan sang ratu Eropa tersebut untuk meraih poin demi poin. Namun kesalahan yang terlalu banyak dari Tine membuatnya sulit untuk mengubah kedudukan dan selalu tertinggal dari awal set. Pengembalian yang terlalu lemah dan beberapa unforced error membuatnya tertinggal cukup jauh 8-14 dan 11-15. Reli-reli panjang antar pemain disudahi dengan cukup sempurna oleh Tine membuatny mampu menciptakan momentum dan menyamakan kedudukan di angka 16. Permainan memuakau Zhou di depan net dan serobotan reflex tak terduga dari Zhou akhirnya kembali membuat tunggal Hongkong tersebut melaju dengan 5 poin beruntun sekaligus menutup set ini 21-16.

Pada pertandingan semifinal lainnya, juara grup A, Wang Chen masih belum terbendung untuk melaju ke partai puncak. Menghadapi semifinalis termuda di turnamen ini, Saina Nehwal (7), Wang harus berjuang keras 3 set sebelum akhirnya berhasil menaklukkan Saina. Pada set pertama, Wang tampil tak rapi dengan melakukan kesalahan beruntun dalam pengembalian bola dan melakukan servis. Meskipun dari sisi agresivitas serangan dan pengolahan bola di depan net Wang masih unggul, Saina mampu bermain lebih ulet dan unggul sejak awal set sebelum merebut set ini 21-15.

Keadaan berbalik di set kedua saat Saina berkali-kali gagal mengembalikan bola Wang dengan sempurna. Beberapa serobatan Saina juga tak berjalan mulus menghasilkan poin. Sebaliknya Wang mampu tampil maksimal dan menetralisir ‘unforced error’ yang banyak dilakukan di set pertama. Memimipin dari awal set, Wang akhirnya menutup set ini dengan relatif mudah, 21-14.

Perjuangan Wang berlanjut di set ktiga. Reli-reli panjang masih menjadi menu utama kedua pemain yang diakhiri oleh serangan dan penempatan bola yang akurat. Wang kembali memimpin di set ini yang diantaranya dihasilkan dari kesalaahan sendiri yang dilakukan oleh Saina. Meski sempat terganggu oleh stamina yang menurun dan menghasilkan beberapa poin bagi Saina, Wang tetap mampu mengatur ritme permainannya dan akurasi pengembalian bola. Tertinggal 4-8, Saina mampu memperkecil jarak poin menjadi 7-8 begitupun saat tertinggal 9-14, Saina kembali mengejar 13-14. Memasuki poin kritis 18-16, Wang dengan pengalaman yang lebih matang mampu menyelesaikan set ini lebih dulu 21-16.

Tunggal Putra, Sony & Taufik Tak Tampil Maksimal

Meskipun mampu menempatkan dua semifinalis di turnamen ini, tidak satupun dari wakil merah putih tersebut mampu mengikuti jejak ViLy dan NoLyn untuk melenggang ke babak final. Sony Dwi Kuncoro (2) yang membuka pertandingan tunggal Indonesia tak mampu menyajikan permainan terbaiknya saat ditantang oleh unggulan Denmark (3), Peter Gade meskipun sudah didampingi oleh sang pelatih, Hendrawan.

Tertinggal 2-6 di set pertama, Sony mampu memperkecil selisih angka menjadi 5-6. Namun kesalahan sendiri yang dilakukannya beruntun saat mengembalikan bola-bola Gade membuatnya tertinggal jauh 5-14. Selain unggul dari sisi serangan dan rapinya permainan, Gade yang kali ini didampingi oleh Joachim sebagai ‘pelatih’ mampu memaksa Sony untuk mengangkat bola dan langsung diselesaikan dengan baik oleh Gade. Unggul jauh 17-6 dan 18-9, Gade dengan mudah mengakhiri perlawanan Sony 21-10 di set ini.

Permainan tak berkmbang Sony kembali tersaji di set kedua. Bola-bola tanggung dan rapuhnya ‘defense’ Sony yang sedianya menjadi andalan peringkat 4 dunia ini untuk merebut poinkali ini memudahkan Gade untuk melancarkan agresinya. Selain itu, smash yang sesekali dilancarkannya setelah bermain reli acapkali gagal menambah poin karena terlalu melebar atau membentur net. Tertinggal 3-8 dan 5-11 saat jeda interval, Sony semakin tak mampu keluar dari tekanan dan tampil maksimal. Melncur dengan 14-8 dan 15-9, Gade akhirnya mengunci Sony dengan kemenangan 21-10 untuk meraih tiket ke babak final.

Permainan tak jauh berbeda juga diperagakan oleh harapn Indoenesia lainnya, Taufik Hidayat (5). Taufik yang menantang favorit juara tuan rumah Lee Choong Wei (1). Net eror dan pengembalian yang melebar dari Taufik menghiasi jalannya pertandingan ini sedangakan di sisi yang lain Choong Wei tampak perkasa dan penuh percaya diri untuk melancarkan serangan demi serangan. Memimpin jauh 12-1 dan 18-2, Choong Wei memetik kemenangan set pertama 21-5 hanya dalam waktu 10 menit.

Meski tak seburuk penampilan di set pertama, Taufik belum mampu mengoptimalkan kemampuannya di set kedua. Kesalahan demi kesalahan yang terus tejadi membuat Lee kembali unggul 10-3, 16-7, dan 18-9 sebelum akhirnya menamatkan wakil terakhir Indonesia di sektor tunggal, 21-10.

Ganda Putra, Kindra dan Sindrom Angka Kritis

Mengikuti kegagalan Taufik dan Sony, duet unggulan teratas Markis/Hendra (KiNdra) juga tak mampu menandingi ‘peak performance’ yang sedang dilalui oleh wakil Korea, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (3). Beberapa kesalahan sendiri dari Kido di depan net membuka peluang Korea unggul 8-3 di awal set. Pertahanan yang sempurna dari Lee Yong Dae sempat membuat Indonesia dan akhirnya melakukan ‘unforced error’.

Tertinggal 7-12 dan 11-14, Kido akhirnya berhasil mematahkan pertahanan ganda Korea lewat serangannya setelah Hendra tampil meyakinkan di depan net dan menyamakan kedudukan di angka 14. Miskoordinasi antara Kido dan Hendra menempatkan keduanya kembali pada posisi tertinggal 15-18. Reli antara kedua pasangan yang berhasil dimenangkan oleh Kido membuat Indonesia meraih 3 poin beruntun dan kembali menyamakn kedudukan di angka 18.

Kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Yong Dae mengubah kedudukan Indonesia dari 18-19 menjadi 20-19 dan memimpin untuk pertama kalinya di titik kritis ‘match point’. Bola-bola cepat dari kedua pasangan yang bergulir di depan net sayangnya tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Indonesia dan satu ketidaksabaran membuyarkan harapan untuk merebut set ini, 20-20. Keadaan berbalik untuk Korea saat keduanya memimpin 21-20 sebelum akhirnya menamatkan set ini 22-20.

Di set kedua permainan agresif Hendra ternyata cukup mampu mematahkan perlawanan Jung Jae Sung. Beberapa penempatan bola tak terduga dari KiNdra dan kesalahan Yong Dae di depan net memudahkan pasangan Indoensia untuk memimpin set ini 5-1, 7-4, 8-6 dan 11 saat jeda interval. Permainan netting dan serangan Jung/Lee di depan net beradu cukup seru dengan blocking dan defense yang sempurna dari pasangan Indonesia. Memimpin dengan 14-10, 16-12 dan 18-13, Kindra akhirnya menutup set ini dengan kejayaan 21-15.

Jika di dua set sebelumnya Korea lebih banyak bermain defensive dengan sesekali melakukan serangan kali ini keduanya tampil dominan dengan melancarkan agresi lebih intensif. Memimpin 5-1 dan 6-2 di awal set, Kindra tak sekalipun mampu mengejar perolehan poin ganda Korea hingga akhir se ketiga. Selain karena stamina yang cukup terkuras, cedera lutut yang dialaminya sempat membuat pergerakan juara Olimpiade ini menjadi lebih lambat. Serangan dan agresi Kido yang seringkali menjadi senjata andalan merekapun banyak berkurang di set ini.Reli-reli yang disudahi dengan penembatan bola-bola silang membuat Jung/Lee semakin berkibar dan akhirnya unggul jauh 16-10.

Meski mencoba untuk mengejar, selisih poin yang cukup signifikan, 18-14 dan 19-16 Kindra akhirnya harus mengubur harapan mereka untuk lolos ke partai puncak, 16-21. Hasil ini menempatkan Jung/Lee ke babak final dan berhak untuk menantang harapan tuan rumah, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (6) yang di laga semifinal sebelumnya memetik kemenangan atas kompatriot mereka Zakry/Fairuz (2), 22-20, 21-17.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: