Bulutangkismania's Weblog

Januari 26, 2009

Final Results Swedish International Challenge ’09 : Jorgensen Menghentak, Jepang Petik 2 Gelar

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 6:50 am

Bertempat di kota Stockholm, Swedia, turnamen yang berbandrol US$15,000 dan berdurasi 4 hari Swedish International Challenge akhirnya telah menyelesaikan babak final. Bebeberapa mantan pemain Indonesia yang hijrah ke benua Eropa juga tak mau ketinggalan meskipun belum mampu berbuat banyak. Jepang yang turun dengan beberapa pemain terbaiknya berhasil memborong dua gelar sedangkan pemain no. 3 Denmark, Jan O Jorgensen akhirnya sukses naik podium setelah melibas 2 tunggal terbaik Belanda.

Taufiq Hidayat Akbar merupakan satu-satunya atlet Indonesia yang mengukir perstasi terbaik di nomor tunggal pada turnamen ini dengan meloloskan diri ke babak 16 besar. Setelah melalui dua pertarungaan kualifikasi di laga hari pertama Taufiq kembali harus menjalani dua pertandingan sekaligus di hari kedua untuk bisa melaju ke 8 besar. Di babak kualifikasi, Taufiq sukses mengalahkan tunggal Jepang Kazuteru Kozai, 23-21, 21-14 dan pemain tuan rumah, Andres Nilson, 21-16, 21-16. Memasuki papan 32 besar, Taufiq kembali menaklukkan tunggal Ceko, Pavel Florian 21-18, 21-16 di babak pertama. Namun di laga sore harinya Taufiq akhirnya harus menyerah atas unggulan ke-5 asal Denmark, Jan O Jorgensen, 16-21, 9-21.

Dua rekan Taufiq lainnya yang juga sama-sama merangkak dari babak kualifikasi ternyata tak bernasib lebih baik. Sartono Ekopranoto langsung terjungkal di laga perdananya saat ditantang oleh unggulan ke-6 asal Denmark, Rune Ulsing, 21-12, 17-21, 15-21 setelah berjibaku lebih dari satu jam. Sedangkan Andi Hartono yang melibas pemain Estonia, Gert Kunka 24-22, 12-21, 21-16 akhirnya sukses membalaskan dendam Eko atas Rune Ulsing 21-18, 21-8.

Keberuntungan yang belum berpihak kepada Andi akhirnya membuatnya gagal melaju kebabak 16 besar. Andi yang kalah telak 10-21 atas tunggal ke-4 Denmark, Hans Kristian Vittinghus, mampu bermain taktis di akhir set kedua dan memaksa rubber set 21-19. Setelah sempat memimpin di set penentuan, Andi yang kalah pengalaman akhirnya harus mengakui keunggulan Hans di poin-poin kritis 22-20.

Mantan pemain Indonesia yang hijrah ke Spanyol, Hendry Winarto juga sempat mengajukan perlawanan ketat atas lawannya di laga perdana babak kualifkasi, Mathias Wigardt (8). Kalah 18-21 di set pertama, Hendry mampu berbalik unggul 21-14 di set kedua. Sempat beberapa kali memaksa ‘deuce’ di set ketiga, Hendry akhirnya menyerah 24-26.

Prestasi Hendry di nomor ganda justru jauh lebih baik. Berpatner dengan Risky Kurniawan yang juga sama-sama hijrah ke Eropa, keduanya mampu melaju hingga babak 16 besar setelah mencatat keunggulan atas Niklas Horf/Peter Mork (Denmark), 23-21, 21-13. Duet Polandia yang diunggulkan ditempat ke-3, Adam Cwalina/Wojciech Szkudlarczyk membuyarkan impian Hendry/Risky untuk melangkah ke perempatfinal 18-21, 13-21.

Di babak final yang baru dimainkan tadi pagi waktu setempat, mata publik tertuju pada dua tunggal yang di luar dugaan mampu membuat spektakuler di turnamen ini. Jan O Jorgensen kembali menambah perbendaharaan gelar juara tim Denmark setelah di laga final mencatat kemenangan atas tunggal Belanda (3) Dicky Palyama, 16-21, 22-20, 21-17. Di laga kemarin malam (24/1) sebelum menghadapi Dicky, Jan sudah menunjukkan konsistensi performanya saat menjegal langkah favorit juara asal Belanda, Eric Pang (1), 21-15, 21-16.

Tunggal lainnya yang juga tak lepas dari sorotan adalah dara Malaysia, Anita Raj Kaur. Anita yang sempat menjadi tunggal ke-2 Malaysia secara peringkat ini harus tersisih diantara Wong Pei Xian Julia dan Lydia Cheah yang akhirnya lebih menjadi andalan negeri jiran di turnamen-turnamen internasional. Selain karena inkonsisten dalam hal prestasi, kondisi Anita yang lebih rawan cedera membuatnya tertinggal dari Wong Pei Xian dan Lydia.

Kesuksesan besar Anita di turnamen ini diawali saat tunggal ke-4 Malaysia tersebut mengalahkan unggulan ke-7 asal Inggris, Jill Pittard, 21-14, 19-21, 21-10 di babak kedua. Tunggal no. 2 Belanda, Judith Meulendijks (4) yang tidak bermain dalam performa terbaiknya akhirnya menjadi ‘korban’ menawannya permainan Anita sebelum melangkah ke babak semifinal, 21-14, 21-10. Sang bintang bersinar 2007 asal Bulgaria yang menempati unggulan teratas di turnamen ini, Petya Nedelcheva juga ikut bertekuk kepada Anita 21-23, 21-16, 21-9.

Inkonsistensi nampaknya masih menjadi momok bagi tunggal peringkat 82 dunia ini di laga pamungkas. Menghadapi sesama pemain Asia, Yu Hirayama (2), Anita akhirnya harus berakhir tragis, 21-15, 21-14.

Tambahan koleksi gelar kedua bagi negeri matahari terbit, disumbang oleh mantan pemain tunggal Shoji Sato yang memulai karirnya ini tahun ini dengan menggandeng Naoki Kawamae di nomor ganda. Duet hasil ramuan Park Joo Bong ini di luar dugaan langsung memetik kesuksesan besar saat ditantang oleh tandem no. 3 Denmark, Simon Mollyhus/Anders Kristiansen (1), 21-18, 13-21, 21-17 pada babak 16 besar.

Pasangan yang akan diharapkan mampu menjadi mensupport Shuichi/Shintaro sebagai ganda kedua Jepang setelah Tadashi dan Keita mengundurkan diri ini kembali mencatat kemenangan atas duo Polandia, Adam/Wojciech, 21-19, 21-11 di babak semifinal sebelum akhirnya menghempas pasangan Inggris, Chris Langridge/David Lindley, 15-21, 21-14, 21-17 di babak final.

Ganda Campuran Ukraina, Valeriy Astrashchenkov/Elena Prus yang mencatat kemenangan atas duet China, Zhang Yi/Cai Jiani 14-21, 21-17, 21-17 di empat besar akhirnya benar-benar mencatat sejarah baru bagi perbulutangkisan negara pecahan Soviet tersebut dengan memetik gelar perdana di turnamen International Challenge setelah pada babak final memupuskan harapan duo Inggris, Robert Adcock/Heather Olver, 21-15, 23-21.

Sementara itu Belanda akhirnya sedikit terhibur setelah di partai terakhir duet Rachel Van Cutsen/Pauline Van Dooremalen (2) berhasil mencuri gelar sektor ganda putri atas unggulan teratas yang juga merupakan favorit juara asal tuan rumah, Emelie Lennartsson/Emma Wengberg, setelah melewati pertarungan ketat yang melelahkan, 20-22, 21-19, 22-20 selama lebih dari 1 jam.

(Fey, http://www.bulutangkismania.wordpress.com)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: