Bulutangkismania's Weblog

Juni 19, 2009

Results Day 3 Indonesia SS ’09 : Loloskan 7 Quarterfinalis

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:45 am

Tim tuan rumah akhirnya berhasil meloloskan 7 wakilnya ke babak 8 besar turnamen Indonesia Open 2009 setelah di babak perdelapan final hari ini beberapa pemain merah putih mampu menciptakan kejutan tak terduga. Namun runner up turnamen ini setahun yang lalu, Simon Santoso (8) harus tersisih lebih awal saat di tantang oleh jagoan Korea, Park Sung Hwan.

Pertandingan hari ketiga turnamen Indonesia SS 2009 sudah mulai dibanjiri oleh penonton. Beberapa diantarabya bahkan harus rela mengantri dari pagi namun tidak beruntung mendapatkan tiket masuk. Tunggal pelatnas, Adriyanti Firdasari mengawali pertarungan di lapangan 2 menghadapi andalan China, Wang Lin. Meladeni permainan taktis Wang Lin tentunya bukanlah hal yang mudah bagi Firda. Beberapa kali Firda tampak berjibaku di lapangan untuk mengantisipasi bola-bola dari tunggal China tersebut. Dalam tempo 17 menit, Firda akhirnya menyerah 13-21.

Namun rupanya selama pertandingan Firda tak mampu bermain maksimal akibat cedera engkel kaki kanan yang dialaminya saat menghadapi tunggal Belanda, Yao Jie di babak pertama kemarin. Akibat tetap ngotot menantang Wang Lin, cedera yang dialami oleh Firda akhirnya kambuh lagi. Setelah menjalani perawatan darurat di pinggir lapangan, pelatih Marleve Mainaky akhirnya member isyarat kepada wasit untuk tidak melanjutkan pertandingan sehingga Wang Lin dinyatakan lolos ke babak perempatfinal.

“Saya sebenarnya sudah pakai obat penahan rasa sakit. Cuma setelah set pertama saya sudah tak tahan lagi. Agak kecewa juga dengan keadaan ini. Tapi yang lebih mengecewakan saya karena cedera ini saya alami di saat pertandingan”, papar tunggal putri kedua Indonesia tersebut. “Beruntung cederanya tidak serius. Dokter hanya meminta saya untuk istirahat 1-2 minggu. Saya yakin kalau tidak cedera akan ramai pertandingan tadi” sambungnya setelah menjalani perawatan yang lebih intensif di ruan medis. Ini bukan merupakan cedera pertama yang dialami oleh Firda. Sebelumnya, Firda juga pernah mengalami masalah pada lutut kanannya.

Selain Wang Lin, China juga berhasil mendominasi sektor tunggal putri dengan meloloskan 3 wakil lainnya. Unggulan ke-8, Xie Xingfang tanpa banyak kesulitan menyingkirkan wakil Belanda, Rachel Van Cutsen 21-6, 21-15 sedangkan Wang Yihan (2) menjungkalkan dara muda Thailand, Porntip Buranaprasertsuk, 21-16, 21-5. Duel antara pemain China yang diharapkan akan berjalan seru ternyata berlangsung tidak seperti yang diharapkan. Unggulan ke-7, Lu Lan yang mengalami nasib buruk di turnamen Singapore SS pekan lalu, kali ini mampu bernafas lega saat berhasil menundukkan sang juara bertahan, Zhu Lin, 21-13, 21-11.

Empat tempat lainnya juga diisi oleh para pemain berdarah Asia. Saina Nehwal (6) harus berjuang keras 18-21, 21-7, 21-19 untuk menyingkirkan Juliane Schenk yang sedangan berada dalam performa terbaiknya. Maria Febe akhirnya menjadi satu-satunya tumpuan Indonesia di sektor ini setelah membukukan kemanangan telak atas lawannya, Aditi Mutatkar, 21-8, 21-5. Kekalahan Wang Chen (4) atas Hwang Hye Youn akhirnya memupuskan harapan kejutan dari pemain naturalisasi China untuk berjaya yang kedua kalinya. Sempat memaksa rubber set 21-14 setelah tertinggal 19-21, Wang Chen akhirnya harus mengakui ketangguhan Hye Youn 14-21 di partai pamungkas. Duel antara dua pemain kualifikasi Sayako Sato dan Kim Moon Hi akhirnya dimenangkan oleh tunggal negeri sakura 21-15, 21-18.

Keberuntungan para pemain Indonesia sedikit lebih baik di sektor tunggal putra. Meskipun Simon Santoso (8) gagal mengulang prestasinya setahun yang lalu setelah ditundukkan tunggal terbaik Korea, Park Sung Hwan 16-21, 17-21, Indonesia masih memiliki harapan untuk meraih gelar dari Sony Dwi Kuncoro (4) dan Taufik Hidayat (5). Sony mampu bermain lebih tenang saat menyingkirkan Wong Choong Hann 8-21, 12-21 sedangkan Taufik harus berjibaku 3 set untuk mengimbangi permainan ulet wakil Thailand, Boonsak Ponsana. “Saya bermain lebih senang hari ini disbanding kemarin. Kini saya agak fokus, jadi saya bisa bermain lebih sabar dan tenang”, kata Sonny.

Unggul 21-17 di set pertama, Boonsak mampu bangkit dan meladeni perolehan angka Taufik di paruh akhir set ketiga hingga skor kritis 19 sama. Di titik ini Boonsak mendapatkan ‘second winning’ dengan kemenangan 21-19. Permainan reli-reli panjang Boonsak ruapanya justru menghabiskan stamina peraih gelar Singapore SS 2007 itu di set ke-3. Setelah tertinggal jauh 6-11 dan 8-13, Boonsak semakin sulit untuk mengejar Taufik dan akhirnya menyerah 10-21.

Peter Gade yang menuai kemenangan atas tunggal fenomenal Vietnam, Nguyen Tien Minh 13-21, 21-19, 21-14 akhirnya menjadi satu-satunya wakil Denmark di sektor ini setelah sebelumnya unggulan ke-7, Joachim Persson gagal melumpuhkan perlawanan bintang Hongkong, Chan Yan Kit 22-24, 13-21.

Di nomor berpasangan merah putih hanya menyisakan wakil di sektor ganda putra dan campuran. Dua ganda Indonesia yang ditantang oleh para utusan China juga harus memetik kekalahan atas lawan-lawannya. Kolaborasi Fran Kurniawan/Pia Zebadiah gagal meredam permainan Xie Zhongbo/Zhang Yawen (6) dan menyerah 16-21, 15-21. Sedangkan Vita Marissa yang baru saja menggandeng Hendra AG juga tak dapat berbuat banyak ketika dijamu oleh juara Singapore SS 2009, Zheng Bo/Ma Jin (5). Hendra/Vita dipaksa bertekuk dua set langsung 16-21, 12-21.

“Kami baru berpasangan selama sebulan terakhir. Kami belum padu dan masih banyak yang harus dibenahi”, kata AG dalam jumpa pers seusai pertandingan. “Pasangan China ini kelasnya sudah seperti senior kami, Nova/Liliyana”, sambungnya kemudian.

Nova Widhianto/Liliyana Natsir sebagai favorit teratas akhirnya menjadi satu-staunya tumpuan public Istora setelah keduanya memetik kemenangan atas duet Korea, Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung, 21-17, 21-17. Namun untuk meraih tiket semifinal bukanlah hal yang mudah bagi peraih juara dunia 2005 dan 2007 ini. Zheng Bo/Ma Jin yang pekan lalu menghentikan duet Lee Hyo Jung/Lee Yong Dae di partai semifinal Singapore Open SS akan menjadi jalan terjal mereka berikutnya.

Kejutan terbesar di nomor ini adalah tumbangnya unggulan ke-8, Sudket/Saralee atas pasangan gado-gado Inggris-Skotlandia, Robert Blair/Imogen Bankier. Setelah bersitegang selama hampir 1 jam, Robert/Imogen akhirnya unggul 21-19, 11-21, 21-11. Selain itu dua tunggal Eropa yang juga ikut melaju ke 8 besar adalah dua pasangan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (4) dan Joachim Fischer/Christinna Pedersen (7). Keduanya melibas dua wakil Asia, Mohd Razif/Woon Khe Wei 21-13, 21-19 dan Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun 21-13, 21-16.

Nasib baik rupanya masih menaungi kubu merah putih di sektor ganda putra. Nomor yang selalu menjadi kebanggaan Indonesia ini berhasil meloloskan 3 wakilnya ke babak perempatfinal. Duet Markis Kido/Hendra Setiawan yang sempat dibuat ketar ketir saat menghadapi hijarahan Indonesia yang berbendera Singapura, Hendri Kurniawan/Hendra Wijaya akhirnya melaju ke babak selanjurnya setelah mendapatkan ‘keajaiban’ di set ketiga. Menang telak 21-11 di set pertama ternyata tidak lantas memuluskan jalan KiNdra di set kedua. Duo Hendri/Hendra yang menekan KiNdra sejak awal set kedua membuat pasangan Indonesia tak mampu bangkit dari tekanan dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Pertahanan yang sempurna dari pasangan Singapura membuatnya terus ‘leading’ dari awal hingga akhir set, 21-18.

Kekalahan KiNdra seolah-olah suedah berada di depan mata dan ketegangan terlihat jelas di wajah keduanya ketika mereka kembali tertinggal jauh 4-11 saat jeda interval, 6-14 dan mendekati angka kritis 10-15. Namun justru di titik inilah KiNdra mendapatkan kesempatan kedua untuk berbalik menang dan mengalahkan pasangan kakak beradik tersebut. Berkat dukungan dari segenap pengunjung Istora, perlahan KiNdra mampu bangkit dan balik menekan Hendri/Hendra meskipun tandem negeri singa tersebut memiliki pertahanan yang luar biasa. Perlahan namun pasti, KiNdra mengumpulkan poin demi poin dari bola-bola serang dan kesalahan sendiri pasangan Singapura hingga kedudukan 16-18. Hendri/Hendra yang tersusul dalam perolehan poin justru akhirnya banyak melakukan ‘unforced error’ dari bola ‘out’ atau menyangkut di net dan harus mengalami kekalahan menyesakkan setelah KiNdra mengoleksi 5 poin beruntun dengan menutup set ini, 21-18.

“Di set kedua lawan sudah menemukan irama permainanya dan saya banyak mati sendiri,” kata Hendra usai pertandingan. “Saat mereka bermain baik, kami malah tidak siap”, lanjutnya kemudian. Sementara Kido mengaku sempat terpikir akan kalah dalam laga itu. “Pola pertahanan saya sangat jelek sehingga kerap menjadi sasaran serangan lawan”, jelas Kido. “Beruntung kami bisa mengejar karena dukungan penonton tentunya,” lanjutnya.“Dukungan penonton mampu menjaga semangat saya dan itu terlihat dari smash-smash saya,” tambahnya.

Langkah KiNdra juga diikuti oleh dua wakil non Pelatnas, Luluk/Joko dan Alvent/Hendra. Luluk/Joko di luar dugaan mampu menghempas juara Singapore Open SS 2009, Anthony Clark/Nathan Robertson 21-16, 24-22. Sedangkan VeNdra harus berjibaku 3 set untuk meredam ketangguhan Hwang Ji Man/Shin Baek Cheol 20-22, 21-17, 21-11. Luluk/Joko sendiri merasa terkejut dengan raihan prestasi keduanya. Selain harus mengurusi keperluan sendiri, karena tidak memiliki manajer, pasangan ini juga tak banyak melakukan persiapan. “Kami sebenarnya agak terkejut karena berhasil lolos karena kami hanya persiapan satu bulan dan itu sebenarnya sangat kurang,” jelas Joko. Bahkan beberapa waktu yang lalu, keduanya telat untuk mendaftarkan diri ke turnaman Philipina Open. “Karena semuanya sendiri, kami jadi telat daftar kesana”, tandas Joko kemudian.

Dua ganda Indonesia lainnya, Anggun/Rendra dan Rian/Yonathan sayangnya gagal mengikuti langkah senior mereka ke babak selanjutnya. ARen yang sempat menyajikan perlawanan sengit di set kedua akhirnya harus mengakui kesolidan duo Amerika, Tony Gunawan/Howard Bach, 8-21, 22-20, 15-21 sedangkan RiYo masih sulit untuk mengimbangi permainan taktis peraih perak Olimpiade Beijing 2008, Fu Haifeng/Cai Yun (5) dan harus menyerah 14-21, 11-21.

Wakil tirai bambu lainnya, Guo Zhendong/Xu Chen juga sempat memberikan perlawanan sengit kepada unggulan ke-3 asal Malaysia, Koo Kien Ket/Tan Boon Heong. Sempat unggul 21-16 di set pertama, keduanya gagal meredam bola-bola serag Koo/Tan dan tertinggal 14-21 di set kedua. Meskipun Koo/Tan mampu menguasai jalannya pertandingan di set ketiga, tandem terbaik negeri jiran tersebut harus berjuang maksimal karena beberapa kali perolehan angka mereka berhasil di susul oleh Guo/Xu. Setelah sempat tersamakan di titik 19 dan 20, Koo/Tan akhirnya mmapu menyudahi set ini lebih dulu 22-20.

Sektor yang paling kontras dengan hasil di tahun sebelumnya adalah ganda putri. Tahun 2008, Vita/Lily mampu mepersembahkan gelar untuk Indonesia namun pada kali ini, tidak ada satu pasang pemainpun yang lolos mampu meloloskan diri ke babak delapan besar. Andalan merah putih yang menuai kejutan pekan sebelumnya di turnamen Singapore Open SS, Grace/Nitya, kali ini harus puas tersingkir lebih awal. Sempat memukau dengan menekan tandem China, Cheng Shu/Zhao Yunlei di set pertama 23-21, permainan keduanya tak lagi berkembang di dua set berikutnya. Meski reli-reli panjang sempat terjadi, GraNi akhirnya harus mengakui kegigihan unggulan kedua tersebut 11-21, 8-21.

Hasil kurang memuaskan juga diraih pasangan non pelatnas, Nadya Melati/Natalia Poulokan. Ditantang oleh ‘ganda coba-coba’ Petya Nedelcheva/Anastasia Russkikh, NaNa harus tumbang dua set langsung 17-21, 20-22. Ikut gugur bersama mereka adalah duet Anneke/Annisa yang dikalahkan unggulan ke-3, Chien Yu Chin/Cheng Wen Hsing 12-21, 18-21 setelah sempat unggul di pertengahan set kedua.

Selain Cheng/Zhao, negeri panda juga menempatkan unggulan ke-6, Zhang Yawen/Zhao Tingting ke babak 8 besar. Selaras dengan China, Korea juga masih bisa menggantungkan harapan mereka pada Ha Jung Eun/Kim Min Jung dan Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung (7). Ha/Kim mencatat kemenangan atas duet Jerman-Kanada, Nicole Grether/Charmaine Reid 21-19, 21-9 sedangkan duo Lee harus bertarung rubber set untuk menekuk Pan Pan/Tian Qing 21-19, 16-21, 21-16 (FEY).

http://www.bulutangkismania.wordpress.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: