Bulutangkismania's Weblog

Juni 20, 2009

Results Quarterfinal Indonesia SS ’09 : NoLyn Tersingkir, 3 Wakil Semifinalis

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:13 am

Tim tuan rumah akhirnya hanya meloloskan 3 wakilnya ke babak semifinal turnamen Indonesia Open SS 2009. Harapan publik Istora sempat pupus saat menyaksikan penampilan favorit juara Nova/Liliyana yang tidak mampu meladeni permainan duo China. Namun kabar gembira tersaji di sektor putra. Sony DK dan Taufik Hidayat akhirnya berhasil menyusul KiNdra ke 4 besar dan memastikan gelar runner up untuk negeri tercinta.

Ganda Putra, KiNdra Tantang Junge/Lee

Jalan terjal kembali akan dihadapi oleh duet peraih emas Olimpiade Beijing 2008, Markis/Hendra di babak semifinal setelah pada tadi sore keduanya berhasil menundukkan kompatriotnya, Alvent/Hendra AG melewati pertarungan dua set 21-19, 21-11. KiNdra sempat tertekan dari serangan-serangan yang dibeberkan oleh duet VenDra di set pertama. Penempatan bola-bola sulit serta pertahanan yang cukup baik dari duet professional tersebut membuat KinDra beberapa kali justru melakukan kesalahan sendiri. Namun berkat motivasi semangat dari para penonton, keduanya mampu bangkit di poin kritis set pertama dan akhirnya memenangkan game ini. Di set kedua, VeNdra justru mengendorkan tempo permainan sebaliknya KiNdra mampu balik menekan dan menghasilkan poin demi poin.

Di lapangan yang berbeda, meskipun harus berjibaku mental menghadapi sorakan public Istora, unggulan ke-3 Koo Kien Keat/Tan Boon Heong juga meloloskan diri ke babak semifinal setelah berhasil memupuskan harapan Indonesia lainnya, Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi yang sehari sebelumnya mampu bermain cemerlang atas duo Inggris, Nathan/Anthony, tandem terbaik Malaysia tersebut harus melewati pertarungan rubber set 21-11, 17-21, 21-11 dalam waktu 47 menit. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh LuJo di set ke-3 saat mengantisipasi bola-bola drive di depan net memudahkan Koo/Tan untuk merebut set ketiga.

Semifinalis lainnya juga ditempati oleh ganda terkuat dari Korea dan China. Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang menempati unggulan ke-6 tanpa banyak kesulitan mematahkan perlawanan wakil negeri jiran, Mohd Fairuz/Mohd Zakry 21-10, 21-15 sedangkan Fu Haifeng/Cai Yun (5) juga masih terlalu tangguh untuk duo Amerika, Tony Gunawan/Howard Bach. Dalam waktu kurang dari 30 menit, Fu/Cai mampu mengukir kemenangan 21-14, 21-14.

Ganda Campuran, NoLyn Tersingkir

Penampilan yang mengecewakan dari duet peringkat 2 dunia, Nova/Lily kembali terurai di babak 8 besar turnamen Indonesia Open SS ketika dipertemukan dengan duo peringkat 7 dunia, Zheng Bo/Ma Jin (5). Serangan beruntun dari Zheng Bo serta ‘blocking’ yang sempurna dari Ma Jin di depan net dipadu dengan kesempurnaannya dalam melakukan bola-bola ‘placing’ yang tidak terjangkau. Pertahanan yang sempurna dari Zheng/Ma juga beberapa kali sulit ditembus oleh NoLyn sehingga membuat keduanya justru pad akhirnya melakukan kesalahan sendiri. Meski reli-reli panjang dari keduanya seringkali terlihat Zheng/Ma akhirnya mampu memetik kemenangan 21-17, 21-18 yang sekaligus menambah daftar kegagalan NoLyn atas pasangan China setelah pada pekan sebelumnya mereka juga bertekuk kepada Xie Zhongbo/Zhang Yawen di semifinal Singapore SS 2009.

Langkah Zheng/Ma sayangnya gagal diikuti oleh rekan satu timnya, Xie Zhongbo/Zhang Yawen (6). Setelah hanya puas menjadi runner up turnamen Singapore SS 2009, Xie/Zhang kali ini tidak mampu melayani kesolidan permainan unggulan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Olahan bola Juhl di depan net berharmoni dengan smash-smash keras Thomas Laybourn mampu menghantam duet peraih mahkota Indonesia SS 2006 ini 21-11, 21-16, Sebaliknya, Xie/Zhang tidak hanya memiliki pertahanan yang rapuh, smash-smash dan pengembalian Xie Zhongbo seringkali gagal menyebrangi net dan menghasilkan ‘unforced error’ yang justru menguntungkan bagi kubu Denmark.

Selain meloloskan Thomas/Kamilla ke-4 besar, Denmark juga masih memungkinkan untuk menggelar All Danish Final jika pasangan Joachim/Christinna (7) mampu membuat kejutan dengan menggulingkan peringkat 1 dunia, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung di laga semifinal hari ini. Joachim/Christinna yang mendapat dukungan penuh dari publik Istora sempat kedodoran di akhir set pertama, 20-22. Namun di dua set berikutnya, peraih mahkota turnamen Denmark Open SS 2008 tersebut akhirnya mampu menuai kemenangan atas Han Sang Hoon/Jang Ye Na 21-17, 21-16. Sebagai apresiasi bagi para pendukungnya, Joachim sempat melempar raket, kaos dan jam tangannya untuk deperbutkan secara gratis. Sedangkan pada pertandingan lainnya, duo Lee juga tanpa mengeluarkan banyak keringat akhirnya mencatat kemenangan dari pasangan gado-gado, Robert Blair/Imogen Bankier 21-12, 21-18.

Tunggal Putra, Duel Taufik Paling Emosional

Selain KiNdra yang melaju ke semifinal, merah putih juga memastikan dua arjunanya ke babak semifinal dan keduanya akan saling berseteru untuk memperebutkan satu tiket final. Meskipun tidak tampil dalam performa terbaiknya, Sony akhirnya mampu melangkahi wakil Hongkong tersisa, Chan Yan Kit melalui rubber set 18-21, 21-17, 21-10. Di set pertama Sony yang tidak memiliki pertahanan sempurna beberapa kali gagal mengembalikan bola serang dari Chan. Meskipun perseteruan keduanya berlangsung ketat di dua set awal, beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Sony memudahkan Chan untuk mengeleksi poin demi poin.

Pertandingan yang paling emosional adalah antara dua sahabat lama sekaligus musuh bebuyutan di lapangan, Taufik Hidayat (5) dan tunggal terbaik Eropa, Peter Gade (2). Ketatnya persaingan antara pemain senior ini membuktikan kualitas mereka sebagai bagian dari para atlet papan atas kelas dunia dari awal set pertama hingga set ketiga. Angka demi angkapun tidak diperoleh dengan mudah dan diraih ketat poin demi poin oleh kedua tunggal yang sempat menduduki peringkat satu dunia ini. Memanfatkan bola tanggung dan kesalahan sendiri dari lawan setelah adu reli yang cukup panjang mengisyaratkan tingginya kualitas permainan dari keduanya.

Susul menyusul perolehan poin dan selisih 1-2 angka tersaji dari awal set pertama hingga kedudukan 16-14 untuk Indonesia. Taufik akhirnya mampu memperjauh kepemimpinannya hingga skor 17-14 dan 18-15 dari penempatan bola yang akurat di area yang kosong. Namun Gade tidak hanya berhenti dan menyarah begitu saja. Smsh-smash kerasnya yang sulit diantisipasi oleh Taufik mampu memperkecil selisih poin menjadi 18-19. Di titik genting ini mental juara Taufik tak menyia-nyiakan bola tanggung Gade di atas net, 20-19. Smash keras Taufik dari pengembalian tanggung Gade menyudahi set ini untuk keunggulan peringkat 6 dunia tersebut 21-19.

Kesalahan beruntun yang dilakukan oleh Taufik di depan net menyebabkan dirinya langsung tertinggal 5-11 di paruh awal set kedua. Perlahan Gade semakin jauh meninggalkan Taufik 17-8 ketika bola-bola pengembalian Taufik di bagian belakang lapangan Gade seringkali tidak cermat dan melebar. Tak terkejar, Gade dengan mudah menyelesaikan set ini 21-8

Kejar mengejar angka yang cukup intens kembali tersaji di set ketiga. Meski Taufik sempat unggul 11—7 saat jeda interval dari bebrapa kesalahan Gade di depan net, angka kedua pemain ini kembali berimbang di titik 11 ketika ketika pengembalian dan penempatan bola Taufik di bagian baseline beberapa kali melebar jauh. Dari titik ini susul menyusul poin dari kesalahan sendiri yang dilakukan oleh lawan hingga memasuki skor kritis 18-18 semakin membuat emosional public Istora kian memuncah. Angka satu demi satu yang dikumpulkan oleh masing-masing pemain selalu diakhiri dengan deraian tepuk tangan atau umpatan tanda kekesalan.

Taufik unggul 20-18 dari penempatan bola Taufik di area baseline dan adu netting yang diantisipasi dengan pengembalian ‘out’ Peter Gade. Dua ‘unforced error’ Taufik saat menempatkan bola di area belakang lapangan nyaris membuyarkan impian peraih emas Olimpiade Athena 2004 tersebut. Potongan bola Gade yang terlalu bernafsu dan akhirnya menyangkut di net serta adu bola-bola drive dan netting yang dilembalikan melebar oleh Peter memastikan langkah Taufik ke 4 besar, 22-20.

Dengan hasil ini Taufik berhak untuk menantang Sony dan memperebutkan satu tiket ke partai puncak. Saat ditemui dalamn konferensi pers usai melaksanakan pertandingan Taufik mengaku bahwa partai 72 menit yang baru saja dijalaninya merupakan pertandingan terbaik yang dialaminya kembali selama karir badminton-nya yang sempat meredup di beberapa tahun terakhir. “Pertandingan tadi seharusnya tersaji di partai final” ungkap Taufik. “Kalau boleh memilih sebenarnya saya tidak mau bertemu dengan Peter dan kalaupun bertemu seharusnya di partai paling akhir soalnya tadi lihat sendiri diantara kita kalau udah ketemu pasti ga ada yang mau mengalah”, tambahnya kemudian.

Pertarungan Taufik-Peter menang selalu berjalan alot dalam rubber set game. Pertemuan terakhir mereka di perempatfinal All England 2009 juga harus dilaluinya dengan 3 set. “Set ke-2 tadi sempat grogi, pengen mengakhiri cepet-cepat” jawab Taufik saat ditanya perihal kekalahan telaknya di set kedua. Menganai penampilannya di Istora kali ini untuk memperjuangkan gelar ke-7 nya Taufik mengaku sangat senang bisa bermain di Indonesia. “Senang bisa main di Istora, keluarga saya dan istri saya juga bisa nonton”, jawabnya. Menyikapi suasana public Istora yang sangat berbeda dari turnamen lainnya, Taufik menanggapi positif bahwa pengaruh penonton bisa memberikan semangat kepada dirinya seperti di saat-sata kritis tadi.

Perihal pertemuannya dengan Sonny, Taufik tidak mau sesumbar yakin akan kemenangannya. “Saya sudah 6 bulan tidak bertemu dan main bersama, jadi sulit untuk memprediksi kekuatan masing-masing”, jelasnya. “Kalau ketemu teman sendiri sewaktu masih di Pelatnas, kadang 10% kekuatan kita terasa berkurang. Mereka sudah tau kekuatan dan kelemahan saya” papar Taufik. “Makanya kalau ketemu Sony atau Simon, kadang saya menang tapi kadang saya juga dikalahkan mereka” lanjutnya kemudian. “Ya lihat besok sajalah, yang penting kan sudah dipastikan satu wakil Indonesia ke final, entah saya atau Sony” tandas Taufik seraya tersenyum.

Di partai semifinal lainnya, jagoan Malaysia Lee Choong Wei (1) akan dijamu oleh wakil China, Chen Jin (6). Choong Wei melumpuhkan perlawanan Park Sung Hwan 21-9, 21-13 sedangkan Chen Jin di luar dugaaan mampu menghempas kompatriotnya, Lin Dan (3) 18-21, 21-17, 21-4.

Tunggal Putri, Menunggu Kejutan Saina

Bintang bersinar India, Saina Nehwal (6) kembali memancarkan di tahun keduanya dalam turnamen Indonesia SS. Saina menjadi satu-satunya wakil non China di babak semifinal yang mampu menggagalkan aksi All Chinese Final. Setelah melewati pertarungan melelahkan, pemain muda India tersebut akhirnya mampu melibas wakil negeri ginseng, Hwang Hye Youn, 21-7, 13-21, 21-15. Namun untuk bisa melaju ke partai puncak, Saina harus mampu menyingkirkan andalan China, Lu Lan (7) untuk bertemu pemenang antara Xie Xingfang (8) dan Wang Lin (3).

Lu Lan sendiri melanggang setelah berjuang ketat menundukkan rekan senegaranya, Wang Yihan (2), 21-10, 11-21, 22-20. Sementara itu Xingfang sempat dibuat ketar ketir ketika meladeni tunggal Jepang Sayaka Sato. Setelah sempat tertinggal di awal set, Xie beruntung akhirnya menyamakan kedudukan dan meraih kemenangan 22-20. Di set kedua, Xie menguasai jalannya pertandingan dan unggul telak 21-13. Pada partai pamungkas, Wang Lin (3) juga masih menang level dari satu-satunya wakil merah putih yang tersisa, Maria Febe. Pertarungan yang diaharapkan akan berlangsung ketat setelah menyaksikan kemenangan telak Febe atas Aditi Mutatkar di babak sebelumnya ternyata justru berlangsung tak menarik dengan banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh wakil klub Djarum tersebut saat mengembalikan bola-bola di depan net. Hal ini meudahkan Wang Lin untuk membukukan kemenangan 21-11, 21-10.

Ganda Putri, All Asian Affair

Kesuksesan Lee Hyo Jung bersama Lee Yong Dae di nomor campuran sayangnya tidak mampu diikuti oleh pariah perak Olimpade Beijing 2008 tersebut di sektor ganda putri. Ditantang oleh unggulan teratas asal Malaysia, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui, duo Lee akhirnya menyerah dalam perseteruan 3 set, 21-14, 9-21, 21-18. Rapuhnya pertahanan dari duo Korea ini dan banyaknya kesalahan sendiri yang mereka lakukan di set ketiga memudahkan langkah Wong/Chin untuk merebut tiket semifinal. Namun meskipun duo Lee tersandung langkahnya di 8 besar, kubu Korea masih bisa menggantungkan harapan mereka pasa duet Ha Jung Eun/Kim Min Jung (4) harus berjuang keras melalui reli-reli panjang menyudahi perlawanan duet ‘coba-coba’ Bulgaria-Rusia, Petya Nedelcheva-Anastasia Russkikh 21-19, 21-19. Kurangnya konsistensi dari duo Petya/Anastasia ketika mereka berhasil unggul di poin-poin akhir membuat Ha/Kim mampu mengejar ketrtinggalannya dan akhirnya memetik kemenangan.

Wakil negeri jiran Wong/Chin akan ditantang oleh unggulan ke-3, Chin Yu Chin/Cheng Wen Hsing yang mengubur impian pasangan satu timnya, Chang Hsin Yun/Chou Chia Chi 21-11, 19-21, 21-11 sedangkan Ha/Kim harus bermain maksimal untuk merampas tiket dari unggulan ke-2, Cheng Shu/Zhao Yunlei yang menang 3 set atas senior mereka, Zhang Yawen/Zhao Tingting, 21-17, 10-21, 21-13 (FEY).

http://www.bulutangkismania.wordpress.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: