Bulutangkismania's Weblog

Juni 27, 2010

Indonesia Open Super Series 2010 : Anastasia Minta Restu Publik Istora

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:20 am

Duet gado-gado Indonesia-Rusia, Hendra Setiawan/Anastasia Russkikh akhirnya menjadi satu-satunya harapan Indonesia yang mampu menembus partai puncak dengan menghempas unggulan ke-7 asal Korea, Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun. Tandem terbaik merah putih, Nova/Lily gagal memetik kemenangan atas duet Polandia, Robert/Nadiezda setelah berjibaku selama 1 jam.

Harapan untuk memetik gelar di sektor ganda ternyata harus pupus setelah ganda campuran terbaik merah putih, Nova/Liliyana (NoLyn, red) tidak mampu meladeni permainan cepat ganda Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Ziba, 21-12, 16-21, 21-19. Sempat memimpin 7-1, Nova/Lily gagal mempertahan kan ritme permainan mereka dan terus tertekan di set pertama hingga kedudukan 9-17. Gempita publik Istora yang diharapkan mampu memicu semangat tandem peraih perak Olimpiade Beijing 2008 ini ternyata tidak mampu menahan laju perolehan duet Polandia untuk menutup set ini 21-12.

Set kedua berlangsung lebih ketat ketika NoLyn mampu mengembangkan permainan terbaik keduanya. Kemampuan Liliyana untuk mengolah bola di depan net berhasil mendobrak pertahanan pasangan Polandia. Meskipun sempat terkejar di angka 12 setelah memimpin 11-8 dan 12-9, NoLyn akhirnya memastikan rubber set dengan unggul 21-16 terlebih dahulu. Harapan pendukung Indonesia sempat kembali mekar ketika duet NoLyn mampu mengimbangi serangan keras dari Robert dan Nadiezda di paruh awal set ketiga 7-3 dan 12-10. Sayangnya ritme ini tergerus dengan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Nova dan Lily. Memanfaatkan titik balik 14-12 dan 16-13, duet Polandia terus memimpin perolehan poin hingga kedudukan 18-14. NoLyn sempat mengejar ketertinggalam mereka 18-19 namun tandem Polandia yang sudah berada di atas angin lebih dulu menamatkan set ini 21-19 sekaligus memastikan satu tempat di partai final.

Lawan Robert/Nadieza di partai puncak adalah pasangan kualifikasi Indonesia-Rusia, Hendra Setiawan/Anastasi Russkikh yang mampu menjegal unggulan ke-7 asal Korea, Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun. Sempat kedodoran di paruh awal set pertama, Hendra/Anastasia mampu membalikan keadaan dengan unggul 14-11 dan 17-11. Beberapa kesalahan sendiri akhirnya menguntungkan tandem Korea untuk berbalik unggul di titik kritis 19-17 dan 21-19. Perpaduan serasi dari gencatan serangan Hendra dan penempatan bola yang akurat dari Anastasia membuat duet gado-gado ini tak terbedung di set kedua. Unggul 9-4 dan 11-6, Hendra/Anastasia terus melaju dan memimpin perolehan poin hingga akhirnya berhasil memaksakan rubber set 21-13.

Pasangan Korea kembali menjadi agresif di paruh awal set ketiga dan ‘leading’ lebih dulu 7-2. Namun kekompakan Hendra/Anastasia di turnamen Super Series kedua mereka ini sanggup membalikkan keadaan 11-9 dan 13-10. Riuh dukungan penonton Istora mendjadi motivasi kuat bagi pasangan ini untuk terus unggul 15-11 dan 18-13 dan akhirnya memeangkan set ini 21-17. Hasil gemilang ini menggenapi kemenangan mereka terdahulu saat mendudukkan duet Thailand, Songphon/Kunchala (4) di babak kedua.

“Di awal set pertama saya masih meraba permainan pasangan Korea, bahkan kami sama sekali tidak tahu sejauh mana kami akan mampu bertahan“ ungkap Anastasia usai pertandingan. “Penonton yang terlalu riuh terkadang membuat saya kesulitan menganalisis bola, saya bahakn tidak mampu mendengar suara datangnya bola” paparnya kemudian.Namun gempita itu kemudian berubah menjadi motivasi bagi dirinya.  Sementara itu Hendra mengaku kepercayaan dirinya sempat luntur di set pertama namun berkat dukungan dari Russkish, ia mampu bangkit dan tampil percaya diri di dua set berikutnya. “Smash pemain pria Korea (Ko Sung Hyun, red) juga kencang sekali” lanjut Hendra.

Saat ditanya perihal peluang mereka menghadapi duet Polandia, keduanya mengaku akan tampil lepas dan  bermain ‘nothing to lose’. “Kami akan mengeluarkan kemampuan terbaik kami besok” kata Anastasia. “Kami memiliki keunggulan sebagai pasangan baru, kalian tidak akan menemukan rekaman video pertandingan kami di internet” tambahnya kemudian. “Besok kami akan butuh banyak dukungan dari publik Istora”, papar Anastasia. Sementara itu para penonton yang sempat ikut antri untuk berfoto dengan Anastasia mengaku salut dengan gadis yang berwajah mirip Paris Hillton ini. “Orangnya cantik dan ramah, dia tetap mau tersenyum saat diminta meladeni foto berkali-kali oleh para penggemarnya”, sahut Thia, salah satu fans gadis pirang ini yang sabar menunggu antrian foto di pintu masuk pemain Istora.

Hendra dan Anastasia beberapa kali juga sempat digoda oleh para wartawan perihal kedekatan mereka. “Tentu sebagai pasangan ganda kami harus memiliki ‘chemistry’ baik di dalam maupun di luar lapangan”, cerita pemain kelahiran Gatchina 27 tahun yang lalu ini. “Tapi kedekatan itu hanya sebatas sesama pemain bulutangkis”, pungkasnya sembari tersenyum (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: