Bulutangkismania's Weblog

Januari 23, 2011

Results Semifinal Round Malaysia Open SS 2011 : Taufik, Tumpuan Terakhir

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 12:11 am

Duel klasik saudara serumpun akan menjadi partai pemungkas sektor tunggal putra setelah dua unggulan teratas, Lee Choong Wei dan Taufik Hidayat berhasil melaju ke babak final turnamen Malaysia Open SS 2011. Kedua pemain akan berekspektasi hal yang sama untuk bisa memenangkan turnamen ini karena masing-masing pemain membawa tanggung jawab besar sebagai wakil terakhir dari masing-masing negara.

 

Chen Long

“Saya tidak terlalu mengkhawatirkan apa yang bisa dilakukan Taufik, tapi saya lebih mementingkan tentang permainan saya sendiri dan persiapan yang saya lakukan untuk pertandingan final besok”, papar sang juara bertahan Lee Choong Wei saat ditanya perihal peluangnya menghadapi Taufik di babak final usai menyingkirkan Chen Long dalam pertandingan laga semifinal sore tadi. Hanya dalam waktu 40 menit, peraih gelar All England SS 2010 ini mampu membungkam Chen Long, 21-9, 21-9.

 

“Saya bermain fokus hari ini. Saya berusaha untuk mencegah Chen Long menggunakan senjata favoritnya, overhead smash. Selama permainan dia selalu berada dalam tekanan, beberapa kesalahan sendiri yang dia lakukan di awal set membuat dia kehilangan kepercayaan diri untuk menyerang saya” urai Choong Wei perihal permainannya hari ini. “Saya tidak menyangka kemenangan ini terasa terlalu mudah akan tetapi semua strategi permainan saya berjalan dengan baik” pungkasnya kemudian.

 

Sementara itu unggulan kedua, Taufik Hidayat melenggang ke babak final setelah menundukkan kompatriotnya, Simon Santoso dalam pertarungan straight set selama 50 menit. Taufik yang lebih tanggap atas pola permainan Simon yang lebih banyak menurunkan bola untuk balik menyerang berhasil unggul jauh 7-1 di awal set dan terus memimpin 11-6 setelah terlibat pertarungan seru di depan net hingga saat jeda interval. Penempatan bola Simon yang seringkali ‘mengincar’ area baseline sudah mampu di tebak oleh Taufik. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Simon khususnya di depan net membuat Taufik unggul jauh 20-11 dan akhirnya menamatkan set ini 21-15.

 

Meskipun Taufik kembali unggul dan mendominasi permainan di set kedua namun Simon terlihat lebih cepat tanggap dan sudah mampu beradaptasi dengan permainan Taufik. Serangan Taufik dan beberapa kesalahan Simon membuat Taufik kembali memimpin 8-4. Meskipun mencoba untuk meningkatkan tempo serangan, Taufik yang sedang dalam permainan terbaiknya mampu membuat dinding pertahanan yang sulit untuk ditembus oleh Simon. Setelah jeda interval 7-11, Simon mampu memperkecil selisih poin menjadi 9-11 namun Taufik kembali mengunci Simon di angka 16-11. Keunggulan juara tunggal putra Asian Games 2006 ini terus melaju hingga poin kritis 20-16. Meskipun sempat mengoleksi 3 angka dan memperkecil selisih angka 19-20, permainan Simon yang kurang rapi membuat Taufik menutup set ini lebih dulu 21-19.

 

“Taufik mendominasi penuh jalannya pertandingan” ungkap Simon usai kekalahannya. “Banyak orang yang menyebutkan bahwa saat-saat ini merupakan akhir karir dari seorang Taufik, namun saat beraksi di lapangan, dia seperti seseorang yang berbeda dengan keakuratan dan ketajaman pukulannya yang mampu membuat lawannya berada di bawah tekanan” papar Simon kemudian.

 

“Saya perlu banyak bermain lebih sabar saat menghadapi dia. Ketika kita tidak mampu mengontrol pukulan-pukulan kita, hal tersebut akan berbalik menjadi bumerang. Itulah Taufik. Dia adalah seorang pebulutangkis yang spesial” puji Simon yang sampai saat ini mengaku masih dalam tahap pemulihan mental bertandingnya setelah didera cedera bahu yang memaksanya absen dari pertandingan selama 3 bulan yang lalu.

 

Sementara itu di sektor tunggal putri yang mempertemukan empat pemain China akhirnya berhasil dimenangkan oleh Wang Yihan (3) dan Wang Shixian (2). Wang Yihan sukses menjinakkan unggulan teratas sekaligus juara bertahan Wang Xin, 21-18, 21-18 sedangkan Shixian melumpuhkan Jiang Yanjiao (4), 21-19, 21-17.

 

Wang Xin

“Saya merasa permainan saya terlalu lambat hari ini. Beberapa kali saya kesulitan menemukan waktu yang tepat untuk memukul shuttlecock” keluh Wang Xin usai pertandingan. “Saya akan mencoba untuk mengevaluasi permainan saya hari ini dan bersiap-siap untuk turnamen Korea Open pekan depan” kicau Wang Xin kemudian.

 

Sedangkan Wang Yihan mengaku sangat senang bisa kembali menjejakkan kaki pada partai final setelah kemenangan terakhirnya pada turnamen French Open SS 2010 bulan November yang lalu. “Tidak mudah mengalahkan seorang Wang Xin. Kita bermain dengan banyak reli dan saya harus tetap berusaha untuk bermain tenang agar bisa mengungguli dia”, ungkap peraih gelar All England SS 2009 ini.

 

(FEY/www.bultangkismania.wordpress.com)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: