Bulutangkismania's Weblog

Januari 29, 2011

Results Semifinal Round Korea Open Premier SS 2011 : Konsistensi Sang Pilar Kian Teruji

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:54 pm

Tekad baja Simon Santoso menjadi pilar utama Pelatnas setelah sembuh dari cedera bahu yang dideritanya sejak beberapa bulan yang lalu ternyata tidak hanya menjadi pemanis bibir semata. Mendepak juara dunia tahun 2010 dan runner up kejuaraan dunia tahun 2001 serta nyaris menjungkalkan juara dunia 3 edisi beruntun mampu diciptakan oleh pemain kelahiran Tegal ini hanya dalam dua turnamen yang berbeda.

 

Konsistensi mungkin adalah masalah klasik di dunia tepok bulu Indonesia yang sampai saat ini belum mampu terpecahkan. Tidak banyak para pemain bulutangkis Indonesia era millennium khususnya di sektor putri yang mampu mempertahankan konsistensi ini saat bertanding di lapangan. Seorang Simon Santoso pernah berujar bahwa saat ini dirinyalah yang akan menjadi pilar utama squad Tanah Air paska hengkangnya Taufik dari ‘padepokan’ Pelatnas dan cedera Sony yang tak kunjung sembuh. Dalam dua turnamen perdana yang baru diikutinya paska cedera bahu yang memaksanya absen hingga 3 bulan lamanya, Simon berhasil membuktikan bahwa konsistensinya sebagai pilar utama membuatnya mampu berjuang di atas performa yang biasanya.

 

Setelah sebelumnya Simon memupuskan peraih gelar Korea Open SS 2009, Peter Gade, sosok Simon kembali menjadi sorotan publik setelah ‘nyaris’ mampu mengalahkan ‘super’ Dan hanya dalam dua set langsung. Namun kesiapan mental yang kurang saat menghadapi poin-poin kritis di set pertama dan ketiga akhirnya memaksakan pemain kelahiran 29 Juli 1985 ini untuk menunda impian besar tersebut setelah kalah dalam laga yang menguras tenaga selama 75 menit.

 

Lin Dan

Kondisi permainan Lin Dan yang kurang sempurna di paruh akhir set kedua berhasil membuat Simon unggul 17-15 setelah senentiasa hanya mampu menjadi ‘bayang-bayang’ Lin Dan sejak awal set pertama. Namun sayangnya ketika unggul jauh 20-16, mental Simon yang kurang fit justru menguntungkan Lin Dan untuk berbalik unggul dengan merampas 4 ‘match point’ dan berbalik unggul 21-20 sebelum akhirnya menutup set ini 23-21.

 

Permainan Lin Dan yang lebih ekspresif tersaji di paruh awal set kedua ketika peraih mahkota 3 kali Kejuaraan Dunia (2006, 2007, dan 2009) mampu mengungguli Simon 11-5 saat jeda interval. Namun motivasi Simon kembali bangkit dan kedua pemain kembali terlibat pertikaian seru saling menyusul angka hingga kedudukan 18-18.

 

Seolah-olah mendapatkan ‘second win’, Simon kembali mampu mengulang kejadian di set pertama saat unggul 20-18 terlebih dahulu. Namun untuk keduakalinya Simon ‘nyaris’ membuang kesempatan keduanya ketika Lin Dan berhasil menyamai kedudukan dari antisipasi bola yang tidak sempurna oleh Simon. Beruntung Simon mampu bermain lebih tenang dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di set pertama dengan  menamatkan set ini lebih dulu 22-20.

 

Di set ketiga meskipun permainan Simon masih mampu mengimbangi Lin Dan namun beberapa kesalahan beruntun yang kerap kali dilakukannya membuat Lin Dan semakin perkasa dan memimpin jauh sejak awal pertandingan. Meskipun Simon sempat memperekecil selisih poin 14-15 setelah tertinggal cukup jauh 3-9 di awal set, peraih gelar Taipei Open GP Gold 2010 ini kembali gagal mempertahankan ritemenya dan akhirnya menyerah 15-21.

 

Hasil ini akan kembali mempertemukan duel klasik rival sejati, Lin Dan dan lee Chong Wei (1) setelah pada semifinal lainnya, Chong Wei memetik kemenangan relatif mudah atas Du Pengyu, 21-10, 21-10. Jika mampu jeli, Chong Wei seharusnya mampu memanfatkan momentum ini dibandingkan dengan Lin Dan yang harus beribaku 75 menit melawan Simon plus cedera otot perut yang sempat dialaminya pada minggu lalu.

 

Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong

Sementara itu di sektor ganda putra, harapan untuk mempertontonkan final sesama ganda tuan rumah tak terealisasi ketika duet Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong (4) gagal mengikuti jejak senior mereka, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (6). Ko/Yoo tak mampu berbuat banyak saat meladeni tandem nomor satu dunia, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 17-21, 19-21. Penampilan Jung/Lee yang menjamu Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (2) sempat menimbulkan ‘paranoid’ tersendiri bagi publik tuan rumah setelah setelah pada pertemuan terakhir keduanya di turnamen Kejuaraan Dunia 2010, Jung/Lee harus kandas dalam laga 3 set atas tandem nomor satu Malaysia tersebut.

 

Aura negatif tersebut kian terpancar ketika di set pertama, Koo/Tan mampu memasuki ‘critical point’ terlebih dahulu 18-15. Meskipun Jung/Lee mampu membalikkan keadaan menjadi 20-19, tanggung jawab moral untuk tampil menjadi yang terbaik di kadang sendiri justu menjadi bumerang yang membuat mereka terjembab 20-22. Beruntung di dua set berikutnya runner up Kejuaraan Dunia 2009 ini mampu bermain jauh lebih lepas dan membukukan kemenangan sempurna, 21-9, 21-10.

 

(FEY/www.bulutangkismania.wordpress.com)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: