Bulutangkismania's Weblog

Maret 20, 2011

Results Semifinal Swiss Open GP Gold 2011 : Memprihatinkan, Lagi-lagi Tanpa Wakil

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:39 am
Tags: ,

Hasil kurang memuaskan kembali harus ditoreh oleh tim Indonesia di turnamen penutup sesi pertama tur Eropa 2011, Swiss Open GP Gold 2011. Setelah pada dua turnamen sebelumnya, German Open GP Gold dan All England Premier SS para pemain merah putih sudah rontok di di babak perempatfinal, pada turnamen kali ini pun 4 wakil yang tersisa di babak semifinal tidak ada satupun yang mampu melangkah ke partai puncak. Inikah titik nadir prestasi bulutangkis Indonesia?

Simon Santoso

Absennya para pebulutangkis negeri tirai bambu dan beberapa nama besar para pemain terbaik dunia sebenarnya membuka peluang emas bagi para pemain Indonesia untuk mendominasi turnamen ini karena Korea yang tampil dengan kekuatan terbaiknya akan menjadi satu-satunya pesaing merah putih untuk mengoleksi gelar juara. Namun sayangnya usaha keras para pemain Indonesia belum cukup mampu untuk menundukkan para utusan negeri ginseng dan duo Eropa, Nathan Robertson/Jenny Wallwork.

Tantowi/Liliyana

Setelah mengoleksi dua gelar juara di dua turnamen sebelumnya, para wakil Eropa kembali memastikan satu gelar tambahan di turnamen ini setelah dua wakilnya berhasil menekuk Tantowi/Liliyana (5) dan Lee Yong Dae/Ha Jung Eun (8). Utusan merah putih sebenarnya menguasai jalannya pertandingan di set kedua atas wakil Inggris, Nathan/Jenny setelah kalah 12-21 di set pertama. Sempat unggul jauh 16-10, faktor mental bertanding kembali menjadi biang kerok kekalahan pasangan Indonesia untuk membalikkan keadaan dan memenangkan set ini. Nathan/Jenny yang tampil lebih ngotot akhirnya mampu menyamakan keuddukan di angka 18 dan mengubur harapan Indonesia, 22-20.

Joachim/Christinna & Lee Yong Dae/Ha Jung Eun

Duo kolaborasi baru Korea, Lee Yong Dae/Ha Jung Eun juga harus mengakui ketangguhan wakil Eropa lainnya, Joachim/Christinna dalam laga ‘hidup-mati’ selama 72 menit. Lee/Ha yang tampil dominan di set pertama 21-15, kembali membuka peluang di set kedua ketika tertinggal jauh 10-15, mampu memperkecil selisih poin menjadi 15-16. Namun duta Denmark yang lebih unggul dalam hal serangan berhasil memaksa rubber set 21-17. Pertarungan berlangsung lebih seru di set ketiga khususnya di saat poin-poin kritis. Kejar mengejar angka berlanjut hingga kedudukan 19-17 untuk Joachim/Christinna sebelum duo Korea kembali membalikkan keadaan dan mencapi ‘match point’ lebih dulu 20-19. Agresivitas Denmark yang lebih tinggi dibanding dua set sebelumnya akhirnya menutup set ini 22-20.

Lee Hyun Il

Simon Santoso (2) yang sempat tampil sempurna di turnamen Malaysia Open SS dan Korea Open Premier SS bulan Januari yang lalu, kali ini harus menyerah tiga set dari pemain non unggulan, Lee Hyun Il. Sempat mendominasi dengan smash-smashnya di set pertama, Simon tidak mampu mempertahankan konsistensinya di dua set berikutnya. Meskipun harus diakui bahwa penampilan Simon kali ini lebih baik dibandingkan dengan turnamen sebelumnya namun belum cukup mampu untuk menaklukkan Hyun Il dan dipaksa menyerah 21-17, 10-21, 10-21 dalam tempo 52 menit. Hasil ini mempertemukan Lee dengan wakil Korea lainnya Park Sung Hwan yang sekaligus memastikan gelar juara untuk Korea. Park melaju setelah mengeliminasi wakil terakhir negeri jiran, Wong Choong Hann, 24-22, 21-13.

Greysia Polii/Meiliana Jauhari

Harapan Indonesia untuk meraih gelar kembali menipis setelah unggulan ke-2, Greysia Polii/Meiliana Jauhari takluk atas duet Korea, Jung Kyun Eun/Kim Ha Na, 14-21, 21-10, 13-21. Korea kembali memastikan gelar sektor ganda putri setelah wakil lainnya, Ha Jung Eun/Kim Min Jung melibas harapan Denmark, Christinna/Kamilla, 21-13, 21-19. Hasil ini akhirnya menebus penampilan tidak maksimal Ha/Kim di dua turnamen sebelumnya.

Meskipun gagal mempersembahkan final antara sesama Korea di sektor tunggal putri, Korea masih mempunyai harapan untuk meraih gelar di sektor ini setelah Sung Ji Hyun melumpuhkan Juliane Schenk (3) 21-19, 21-12 untuk menantang Saina Nehwal (2) di partai puncak. Saina memupuskan asa Bae Youn Joo (4), 21-19, 13-21, 21-14.

Koo Sung Hyun/Yoo Yeon Seong & Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu

Peluang untuk mengoleksi gelar bagi Indonesia akhirnya benar-benar tertutup setelah wakil terakhir, Alvent Yulianto/Hendra AG (7) takluk atas peraih gelar German Open GP Gold 2011 yang lalu, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (3) 12-21, 15-21. Hasil ini sekaligus memastikan gelar ke-3 bagi negeri ginseng di turnamen ini setelah di laga sore sebelumnya, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong (2) berjibaku mengalahkan wakil Taiwan, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu (4) melalui laga rubber set, 15-21, 26-24, 21-17. Semoga hasil kurang memuaskan kali ini tidak menjadi pertanda akhir dari prestasi bulutangkis Indonesia melainkan bagian dari sebuah proses bagi para pemain muda merah putih untuk mengikuti jejak para seniornya.

(www.bulutangkismania.wordpress.com)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: