Bulutangkismania's Weblog

Juni 17, 2011

Results 1st Round Singapore Open SS 2011 : April Asa Terakhir, Ganda Depak China

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 2:58 am
Tags: , ,

Aprilia Yuswandari menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di babak 16 besar turnamen Singapore Open Super Series 2011 setelah tiga harapan tunggal putri lainnya gagal menundukkan lawan-lawannya. Sementara di  sektor ganda, hasil positif dituai oleh para pemain merah putih setelah mampu mendepak para pemain China.

 

Aprilia Yuswandari yang ditantang oleh jagoan nomor satu Jepang, Eriko Hirose di luar dugaan mampu tampil lepas dan mengimbangi Eriko sejak awal set pertama. Sempat unggul 9-6 di paruh awal set, permainan April sempat mengendor dan memberikan kesempatan pada Eriko untuk bangkit dan balik memimpin 16-13 menjelang poin kritis set ini. Olahan bola April di depan net akhirnya mampu membuatnya kembali unggul 18-17 dan akhirnya menutup set ini lebih dulu 21-18.

 

Eriko kembali mendominasi jalannya paruh awal set kedua namun semangat juang April kembali berkobar ketika permainan agresif Eriko berhasil dipatahkannya dan kembali bermain sempurna saat mengembalikan bola-bola di depan net. Setelah kejar-mengejar angka yang cukup intens di paruh akhir set kedua, Eriko sebenarnya unggul 19-18 namun April kembali mampu menyamakan kedudukan dan meraih ‘game point’ lebih dulu 21-19.

 

Sementara itu Maria Febe yang juga sama-sama menghadapi putri Jepang, Sayaka Sato sempat memberikan perlawanan sengit dan akhirnya memenangkan set kedua 21-18 setelah kalah 12-21 di set pertama. Setelah bersaing ketat di set ketiga hingga kedudukan 13-13, Febe sayangnya tidak mampu menjaga ritme permainan dan akhirnya harus menyerah 16-21.

 

Dua tunggal putri lainnya, Adrianti Firdasari dan Lindaweni Fanetri juga belum mampu berbuat banyak saat berjibaku menantang para unggulan. Firda yang menghadapi Wang Yihan (2) akhirnya menyerah 17-21, 17-21 sedangkan Lindaweni takluk atas tunggal Jerman, Juliane Schenk (8), 18-21, 16-21.

 

Hasil kurang memuaskan juga harus dituai oleh sang juara bertahan, Sony Dwi Kuncoro yang sampai saat ini masih belum sepenuhnya sembuh dari cedera pinggang yang membalutnya. Permainan smash-smash sempurna, dropshot silang dan penguasaan lapangan yang cukup baik membuat Sony mampu mengimbangi Bao Chunlai (7) di set pertama. Sempat tertinggal 16-20, Sony mampu bermain sabar dan meraih empat poin beruntun hingga 19-20. Smash Sony yang gagal melewati net akhirnya harus mengubur impiannya untuk merebut set ini dan memberikan kemenangan kepada Bao.

 

Permainan tidak maksimal Sony mulai terlihat di set kedua saat beberapa kali Sony gagal meladeni permainan Bao di depan net. Meskipun masih unggul dari sisi serangan, beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Sony khususnya saat paruh akhir set kedua, memudahkan Bao untuk merebut set ini, 21-13.

 

“Sebagai juara bertahan saya tentu sangat ingin mememangkan pertandingan ini” ujar Sony dengan nada kecewa. “Namun cedera pinggang yang saya alami sejak 6 bulan yang lalu ternyata kambuh lagi. Saya merasa baik-baik saja di set pertama namun memasuki set kedua, rasa sakit itu akhirnya mempengaruhi permainan saya” lanjutnya kemudian.

 

Sementara itu Bao Chunlai mengakui bahwa Sony tidak berada dalam performa terbaiknya, khususnya di set kedua. “Sony tidak berada dalam performa terbaiknya, khususnya di set kedua. Saya mencoba bermain lebih sabar dan akhirnya taktik tersebut berhasil” ungkap Bao usai pertandingan. “Saya berharap mampu tampil maksimal di turnamen ini karena turnamen ini akan menjadi yang pertama dalam penentuan kualifikasi Olimpiade nanti,” paparnya.

 

Alamsyah Yunus dan Tommy Sugiarto juga harus mengakui ketangguhan lawan-lawannya dan harus menyerah dua set langsung. Alam yang menghadapi Chen Long (3) terjegal 15-21, 7-21 sedangkan Tommy yang sempat tampil memukau pekan lalu saat mampu memaksa Chen Jin bermain 3 set, kali ini harus mengakui ketangguhan Peter Gade (4), 11-21, 16-21.

 

Tumpuan harapan Indonesia di sektor tunggal putra akhirnya tersisa pada unggulan teratas, Taufik Hidayat dan Simon Santoso. Taufik yang harus bermain 3 set saat menantang tunggal Malaysia Darren Liew harus berjuang 64 menit sebelum meraih kemenangan 22-24, 21-12, 21-18 sedangkan Simon menumbangkan unggulan ke-6 asal Vietnam, Nguyen Tien Mihn, 15-21, 24-22, 21-17.

 

Di sektor ganda, kejutan besar dibuat oleh Fran Kurniawan/Pia Zebadiah saat menghadapi unggulan ke-6, Jiaming Tao/Tian Qing. Hanya dalam waktu 41 menit, duet yang sempat menjadi pahlawan merah putih pada perhelatan Piala Sudirman bulan lalu tersebut tampil dominan, 21-18, 22-20. Tantowi/Liliyana (4) melengkapi dominasi sektor campuran Indonesia atas China setelah memetik kemenangan 21-13, 21-12 atas Qiu Zihan/Yixin Bao. Di laga sebelumnya, Rijal/Debby sudah lebih dulu mendapatkan tiket 16 besar dengan melibas Hirokatsu/Fujii, 16-21, 21-17, 21-17. Sayangnya duet senior, Nova/Vita gagal membendung laju unggulan ke-7, Robert Mateusiak/Nadiezda Ziba asal Polandia, 21-12, 15-21, 12-21.

 

Kejutan sektor campuran terjadi setelah dua ganda unggulan asal Denmark langsung tumbang 2 set langsung dari lawan-lawannya. Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl menyerah 18-21, 19-21 atas Shoji Sato/Shizuka Matsuo sedangkan Joachim Fischer/Christinna Pedersen takluk 15-21, 15-21 dari Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing asal Taiwan.

 

Tiga pasangan ganda putra Indonesia juga masih belum tersendat langkahnya mampu meraih kemenagan ‘starigh set’ atas lawan-lawannya. Markis/Hendra (6) yang sempat absen di beberapa turnamen membuka kemenangan manis mereka di turnamen ini atas duo Amerika, Tony Gunawan/Howard Bach, 21-18, 21-17. Muhammad Ahsan/Bona Septano (8) menambah peluang bagi merah putih setelah membukukan kemenangan atas Liu Ziaolong/Qiu Zihan, 21-15, 21-17.

 

Runner up turnamen Thailand Open GP Gold pekan lalu, Alvent/Hendra kembali berhasil mempertahankan ritme permainan terbaik mereka saat menjungkalkan unggulan ke-6, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu, 21-13, 21-16.

 

Dua pasangan srikandi Indonesia, Greysia Poli/Meiliana Jauhari dan Vita Marissa/Nadya Melati mempertahankan asa merah putih di sektor ganda putri setelah masing-masing meraih kemenangan dari Cheng Shu/Yixin Bao 21-18, 21-11 dan WO atas Duanganong/Kunchala asal Thailand (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: