Bulutangkismania's Weblog

Juni 18, 2011

Results Quarterfinal Round Singapore Open SS 2011 : Dua Ganda Ke Semifinal

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:02 am
Tags: , , ,

Dua dari lima wakil Indonesia yang berlaga di babak delapan besar turnamen Singapore Open SS 2011 akhirnya berhasil meraih tiket semifinal. Meskipun para pemain China masih mendominasi, duta negara Jepang, Korea dan Denmark juga turut sukses dengan masing-masing menempatkan dua wakilnya di empat besar.

 

Meskipun beberapa pemain Indonesia mencatat peningkatan performa di turnamen yang dijadikan pemanasan sebelum berlaga di kandang sendiri pekan depan, namun tidak semuanya mampu mempertahankan konsistensi tersebut hingga akhir pertandingan dan meraih tiket semifinal.

 

Dua tiket semifinal untuk merah putih dipersembahkan oleh tandem Tantowi/Liliyana (4) dan Alvent/Hendra yang meraih kemenangan straight set atas lawan-lawannya. TaLyn (Nova/Liliyana, red) hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menjinakkan duet senior Korea, Lee Yong Dae/Ha Jung Eun. Selain minim kesalahan sendiri, penampilan agresif keduanya yang mampu menciptkan kesempatan untuk terus menyerang membuat pertandingan ini mampu didominasi oleh ganda Indonesia.

 

Di babak semifinal, lawan berat kembali akan menanti ToLyn. Unggulan teratas, Zhang Nan/Zhao Yunlei harus berjibaku lebih dari 1 jam untuk menaklukkan senior mereka, He Hanbin/Yu Yang, 11-21, 21-19, 22-20. Sementara itu semifinal lainnya akan mempertemukan Nathan Robertson/Jenny Wallwork dan Cheng Hung Ling/Cheng Wen Hsing yang masing-masing mengalahkan Sudket/Saralee (2), 21-15, 21-14 dan Shoji Sato/Shizuka Matsuo, 10-21, 21-14, 21-17.

 

Konsistensi Alvent/Hendra yang pada pekan lalu menjadi runner up turnamen Thailand Open GP Gold terus berlanjut hingga turnamen ini. Menghadapi duet ‘pembunuh raksasa’ asal Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata, permainan solid VeNdra (Alvent/Hendra, red) sulit untuk dilangkahi dan akhirnya unggul 21-17, 21-18. Untuk mengantongi tiket partai puncak, VeNdra harus mampu mengulang kesuksesannya pekan lalu saat mengeliminasi duet China, Chai Biao/Guo Zhendong (7). Chai/Biao melangkah ke semifinal setelah menundukkan Ingo Kindervater/Johannes Schoettler 21-15, 21-10.

 

Semifinal lainnya akan mempertemukan dua ganda terbaik dunia, Fu Haifeng/Cai Yun (4) dan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (2). Fu/Cai menekuk rekan senegaranya, Hong Wei/Shen Ye, 21-11, 21-16 sedangkan Jung/Lee menang mudah atas penakluk KiNdra (Markis/Hendra, red) di babak sebelumnya, Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo, 21-14, 21-14.

 

Kesuksesan ini sayangnya gagal diikuti oleh dua wakil Indonesia di sektor ganda putri. Vita/Nadya yang sebelumnya mampu mendominasi duet Malaysia, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui tidak mampu mengulangi kesuksesannya saat menjamu unggulan ke-4 asal Jepang, Shizuka Matsuo/Mami Naito dan menyerah 15-21, 8-21. Sedangkan Greysia/Meli (3) meskipun sempat memberikan perlawanan ketat di set kedua dan paruh awal ketiga saat menentang Ha Jung Eun/Kim Min Jung (6), keduanya tidak mampu mempertahankan ritme permainan hingga akhir set ketiga dan tertinggal 10-21, 23-21, 14-21.

 

Meskipun menjadi satu-satunya wakil China yang tersisa di turnamen ini, duo Tian Qing/Zhao Yunlei (5) masih memiliki peluang cukup besar untuk meraih gelar setelah menang telak atas ganda terbaik Jepang, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna (1), 21-8, 21-12. Keduanya akan menantang harapan Jepang lainnya, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa yang berhasil mengakhiri perjalanan tandem Rusia, Valari Sorokina/Nina Vislova, 22-20, 21-13.

 

Tunggal terakhir Indonesia, Simon Santoso sebenarnya memiliki peluang besar untuk membukukan sejarah dalam perjalanan karirnya dengan menumbangkan Lin Dan setelah pada turnamen Korea Open Premier SS 2011 yang lalu, kesempatan tersebut berhasil diukir Simon untuk kali pertama. Namun tak jauh berbeda dengan pertemuan sebelumnya, Simon kembali harus kandas di poin-poin kritis dan pada jumpa kali ini Simon akhirnya menyerah dalam laga tiga set.

 

Duel berdurasi 1 jam antara Simon dan Lin Dan berlangsung cukup dramatis. Simon tampil dominan pada set pertama dan tidak pernah terkejar sejak menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Tunggal nomor satu  tersebut terus memimpin hingga menang 21-14.

 

Pada set kedua, giliran Lin Dan yang mendominasi Simon. Peraih emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut hanya sempat terkejar oleh Simon hingga kedudukan imbang 9-9. Setelah itu, Lin Dan langsung mengoleksi enam poin beruntun dan menaklukkan Simon dengan 21-13.

 

Pada set penetuan, Simon sempat berada dalam posisi yang menguntungkan karena nyaris selalu memimpin perolehan poin. Pemain peringkat ke-11 dunia ini lebih dulu mencapai angka 15 dan mengunci unggulan kedua tersebut di angka 12.

 

Sayangnya, Simon tidak mampu mempertahankan momentum dan mengakhiri rangkaian kekalahannya atas Lin Dan. Lin Dan mampu menahan Simon dan mengantngi delapan poin untuk balik memimpin 20-15. Meskipun sudah kritis, Simon belum menyerah. Usahanya sedikit memberikan harapan ketika bisa mengejar dan menyamakan kedudukan 20-20. Akan tetapi, Lin Dan, yang sebelum laga ini unggul 7-0 dalam rekor pertemuan dengan Simon, berhasil menambah dua angka lagi untuk menang 22-20 dan memastikan diri maju ke semifinal.

 

Di babak empat besar, Lin Dan akan menantang rival berat Eropanya, Peter Gade (4) yang menang atas Du Pengyu, 21-15, 21-15. Sedangkan pada semifinal lainnya akan mempertemukan dua pemain China beda generasi, Chen Jin dan Wang Zhengming. Chen Jin menang telak atas Lee Hyun Il, 21-14, 21-9 sedangkan Zhengming mengubur mimpi tunggal junior terbaik Eropa, Viktor Axelsen, 21-15, 21-10

 

Di sektor tunggal putri, dominasi trio Wang kembali berhasil diimbangi oleh oleh para pemain Eropa. Satu-satunya kemenangan yang diraih dengan relatif mudah diciptakan oleh Wang Xin (3) yang menundukkan wakil terakhir tuan rumah, Gu Juan, 21-17, 21-12. Sedangkan Wang Yihan (2) harus tersungkur dari tunggal Belanda asal China, Yao Jie melalui ‘rubber game’ 17-21, 21-15, 16-21. Yao Jie kembali dituntut konsistensinya saat menghadapi Wang Xin untuk bisa mendapatkan tiket ke partai final.

 

Pertemuan kembali Wang Shixian (1) dan Juliane Schenk (8) kembali berlangsung seru dan alot. Meskipun Shixian akhirnya berhasil melakukan ‘revenge’ atas kekalahannya, namun pebulutangkis berusia 21 tahun asal Jiangsu tersebut harus berjuang 84 menit untuk meraih kemenangan 17-21, 21-15, 22-20. Permainan sabar Shixian meraih poin demi poin akhirnya menjadi kunci kesuksesan peraih gelar All England Open Premier SS 2011 ini di set kedua dan ketiga. Di partai semifinal, Shixian harus mampu mengalahkan sang ratu Eropa, Tine Baun (6) untuk bisa menjejakkan langkah di partai puncak. Tine melaju ke empat besar usai melibas pemain veteran lainnya asal Taiwan, Cheng Shao Chieh, 22-24, 21-17, 21-13 (FEY).

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: