Bulutangkismania's Weblog

Juni 25, 2011

Results Quarterfinal Round Indonesia Open Premier SS 2011 : Empat Ganda Ke Semifinal

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:48 am
Tags: , , , , ,

Sebagai tuan rumah penyelenggara turnamen Indonesia Open Premier SS 2011, para pebulutangkis tuan rumah tahun ini dinilai cukup berhasil karena mampu meloloskan empat wakilnya ke babak semifinal disaat semua pemain terbaik dunia ikut berpartisipasi pada turnamen kali ini.

Meskipun tidak menjadi suatu jaminan bahwa dengan lolosnya empat wakil Indonesia ke babak semifinal mampu mengakhiri ‘paceklik’ gelar di kandang sendiri sejak dua gelar terakhir yang dikoleksi oleh Sony dan Vita/Liliyana pada tahun 2008, namun optimisme untuk meraih prestasi maksimal kembali muncul mengingat semua para pemain terbaik dunia hadir untuk memeriahkan turnamen ini.

Turnamen Indonesia Open Premier SS 2011 bukan hanya memiliki ‘prestige’ yang lebih tinggi dari turnamen Super Series lainnya dalam hal poin dan hadiah namun akan menjadi ajang Super Series terakhir sebelum para pemain dunia unjuk gigi dalam turnamen individual terakbar di tahun ini, Kejuaraan Dunia 2011 yang akan di gelar di London pada awal Agustus mendatang.

Duet terbaik ganda putra Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan (7) mengawali keberhasilan para pemain tuan rumah setelah mengeliminasi mantan ganda peringkat satu dunia yang pekan ini melorot satu tingkat, Mathias Boe/Carsten Mogensen (1).

Diiringi oleh sorak sorai penonton Istora, KiNdra yang unggul dari sisi serangan, terus menekan pertahanan Denmark sebelum membukukan kemenangan, 21-13, 22-20. Duet Indonesia sempat nyaris tergelincir di set kedua ketika Mathias/Carsten mampu memanfatkan kelengan KiNdra dan tampil lebih solid. Tertinggal 11-18, keduanya mampu bangkit dan akhirnya menyamakan kedudukan di angka 20. Beruntung KiNdra kembali berhasil menemukan ritme terbaik permainan mereka dan memastikan kemenangan.

“Kami bermain menyerang. Tadi sempat tegang namun mampu diatasi” ujar Hendra usai pertandingan. “Set kedua ingin buru-buru selesai, akhirnya banyak mati sendiri,” urainya kemudian.

Hasil ini mempertemukan KiNdra dengan rival lamanya, Fu Haifeng/Cai Yun (3) yang meloloskan diri ke babak empat besar dengan menyingkirkan duo Korea, Ko Sung Hyn/Yoo Yeon Seong (5), 21-16, 21-19. Saat ditanya perihal strategi permainannya besok, Kido sempat berujar, “China memiliki serangan yang cukup baik, jadi besok kami akan lebih banyak menurunkan bola.”

Pasangan ganda putra Indonesia lainnya kembali membuat kejutan kedua setelah sebelumnya RyNgga mampu mendepak jagoan Korea, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (2). Kali ini kejutan tersebut diukir oleh tandem terbaik Pelatnas, Ahsan/Bona saat menantang jagoan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (4). Meskipun sempat terdominasi di set pertama, pecutan semangat yang terus di riuhkan oleh publik Istora mampu membalikkan keadaan dari tertinggal 7-11, 10-14 dan 13-16 untuk berbalik unggul 18-17. Meskipun Koo/Tan mampu kembali memimpin 19-18, permainan AhNa yang sudah berada di atas angin akhirnya sulit terbendung dan menutup set ini lebih dulu, 22-20.

Memasuki set kedua, duet negeri jiran sempat mengubah permainan menjadi lebih agresif dan tampil menyerang. Namun beberapa olahan bola AhNa yang sempurna di depan net dan kesalahan seringkali dilakukan oleh Koo/Tan membuat keduanya kembali tertekan dan akhirnya menyerah 14-21. “Pukulan saya menjadi lebih keras karena dukungan penonton,” ujar Bona yang mengaku dapat tampil maksimal pada hari ini.

Semifinal antara sesama pasangan Indonesia akhirnya batal terwujud setelah Ryan/Angga terjungkal langkahnya oleh duo China, Chai Biao/Guo Zhendong (8). RyNgga yang sehari sebelumnya mendepak ganda terbaik Korea, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae tak mampu keluar dari tekanan dan mengembangkan permainan terbaik mereka. Dalam tempo setengah jam, keduanya takluk, 14-21, 7-21.

ViNa Harapan Terakhir Indonesia

Hasil yang kurang memuaskan juga diukir oleh duet ganda putri, Greysia Polii/Meiliana Jauhari (6). Duet Eropa yang senantiasa menjadi ‘momok’ bagi pasangan merah putih kembali menjadi batu sandungan untuk berprestasi maksimal. GraMel yang memiliki senjata andalan penempatan bola-bola tak terduga hari ini justru lebih banyak bermain defensif dan tidak mampu menerapkan pola permainannya. Menantang duo pemain ganda campuran, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen, permainan bola-bola depan pasangan Indonesia mampu dibloking dengan sempurna oleh duet Denmark tersebut.

Meskipun sempat bangkit di paruh akhir set kedua dengan beberapa penempatan tak terduga bola-bola lambung di area ‘kosong’ pasangan Denmark, beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan GraMel memasuki poin kritis set kedua akhirnya mengubur impian keduanya, 15-21, 22-24.

Beruntung duet merah putih lainnya, Vita Marissa/Nadya Melati mampu mempertahankan dominasinya atas wakil Malaysia, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui. Meskipun harus berjuang satu jam dan sempat ‘dwon’ saat memasuki paruh akhir set kedua, ViNa akhirnya kembali melibas Wong/Chin, 21-17, 17-21, 21-17. Hasil ini mempertemukan ViNa dengan unggulan ke-4 asal Jepang, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa. Keduanya melaju ke babak final usai menundukkan kompatriotnya, Shizuka Matsuo/Mami Naito (7), 15-21, 21-12, 21-15.

“Kami tampil lepas dan percaya diri karena pernah mengalahkan mereka di Singapura,” ungkap Vita yang mengaku mendapatkan kekuatan tambahan saat tampil di depan publik sendiri.

Liliyana, “Saya Seharusnya Mampu Mengontrol Dia”

“Set kedua sempat terkejar sehingga banyak kesalahan sendiri. Tantowi awalnya tenang dan main bagus, tapi setelah terkejar, kita jadi panik. Saya seharusnya mampu mengontrol dia, tapi malah ikut-ikutan berbuat kesalahan sendiri, “ ujar Liliyana usai pertandingannya menghadapi duet China, He Hanbin/Yu Yang.

Meskipun mampu mencatat kemenangan 21-19, 24-22 atas ganda negeri panda tersebut, ada catatan khusus mengenai mental keduanya terutama saat menghadapi poin-poin kritis. ToLyn yang unggul jauh 19-10 di set kedua, nyaris tidak mampu menutup set ini dengan sempurna ketika He/Yu berhasil memanfaatkan rasa grogi keduanya dan mengumpulkan 9 poin beruntun. Namun setelah kedudukan 22-22, penempatan bola-bola akurat ToLyn akhinya memastikan tiket empat besar jatuh ke tangan duo merah putih ini.

Dengan kemenangan ini, ToLyn kembali harus mewaspadai konsistensi keduanya karena harus berjibaku dengan wakil Eropa, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (8). Wakil Denmark tersebut melanggang ke babak empat besar setelah menang atas wakil terakhir Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (2), 21-13, 16-21, 22-20.

Catatan kurang baik ToLyn saat menatang jagoan-jagoan Eropa terurai di turnamen All England Open Premier SS 2011 dan Swiss Open GP Gold 2011 ketika keduanya takluk atas ganda Jerman, Michael Fuschs/Birgit Michels dan pasangan Inggris, Nathan Robertson/Jenny Wallwork.

Nasib berbeda sayangnya harus dialami tandem Indonesia lainnya, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah yang menantang runner up turnamen Singapore Open SS 2011, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing. Hanya dalam waktu 30 menit, FraPi dipaksa menyerah, 17-21, 14-21. “Sempat bangkit namun sudah ketinggalan jauh” komentar Fran mengenai pertandingannya.

Dengan kemenangan ini, Chen/Cheng akan menantang unggulan teratas, Zhang Nan/Zhao Yunlei (1) yang menghempaskan rekan senegaranya, Jiaming Tao/Tian Qing, 21-11, 21-16 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: