Bulutangkismania's Weblog

Juni 26, 2011

Results Semifinal Round Indonesia Open Premier SS 2011 : Bertumpu Pada ToLyn dan ViNa

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:09 am
Tags: , , , ,

Tantowi/Liliyana (4) dan Vita/Nadya akhirnya menjadi harapan terakhir publik Istora untuk meraih gelar di sektor campuran dan ganda putri usai kekalahan beruntun yang harus dialami oleh wakil merah putih di sektor ganda putra.

Pasangan ganda campuran terbaik merah putih, Tantowi/Liliyana (4) kembali berhasil menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tandem terbaik dunia dengan memetik kemenangan dua set langsung atas wakil Eropa, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (8). Meskipun di awal pertandingan Liliyana mengaku sempat khawatir karena bersama Nova keduanya memiliki catatan yang tidak begitu baik menghadapi duet senior Denmark ini namun kesolidannya bersama Tantowi akhirnya berhasil menepis keraguan itu dengan tampil maksimal dan memenangkan pertandingan ini.

ToLyn yang pekan ini meluncur drastis ke peringkat 2 dunia sudah tampil menekan sejak awal pertandingan dan terus mendominasi hingga menutup set pertama 21-15. Sempat lengah dan tertinggal 0-5 di awal set kedua, konsistensi ToLyn mampu membuat keduanya kembali di atas angin untuk menyudahi perlawanan Thomas/Kamilla, 21-14.

“Senang sekali bisa menang hari ini, apalagi sebagai tuan rumah,” ujar Liliyana usai pertandingan. Permainan hari ini lebih mudah dibandingkan sebelumnya meskipun di set kedua sempat tertinggal karena mereka (pasangan Denmark, red) sempat mengubah pola permainan” tambahnya kemudian.

Sementara itu pada lapangan yang berbeda dalam waktu yang nyaris berbarengan, unggulan teratas, Zhang Nan/Zhao Yunlei (1) masih terlalu tangguh untuk duo Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing yang pekan lalu menjadi runner up di Singapura. Meskipun mampu mengimbangi dan menepel ketat perolehan poin ganda China, Chen/Cheng akhirnya menyerah 17-21, 17-21.

Saat ditanya peluang ToLyn menghadapi ganda terbaik China ini, Liliyana mengungkakan, “Terakhir kemarin (di Singapura) kami bisa menang lawan mereka. Kita sudah mempunyai gambaran tentang permainan mereka dan kami juga suda memiliki pola untuk belajar saat menghadapi pasangan China.”

Tuan rumah kembali menambah jumlah wakilnya ke partai puncak setelah harapan terakhir lainnya, Vita Marissa/Nadya Melati (ViNa, red) kembali secara dramatis menyingkirkan unggulan ke-4 asal Jepang, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa dua set langsung, 21-12, 21-12. Tidak hanya minim kesalahan sendiri, bloking yang sempurna dari ViNa serta beberapa penempatan yang akurat dengan gegap gempita keriuhan publik Istora memudahkan keduanya untuk terus unggul dan akhirnya menutup set ini.

“Penempatan bola-bola Vita sangat bagus. Beberapa bola-bola tingginya membuat kami sulit untuk menyerang,” ujar Mizuki dengan nada kecewa.

Sementara Vita sendiri mengaku sudah cukup paham pola permainan duo Jepang ini setelah beberapa kali sempat bertemu keduanya dengan pasangan yang berbeda. “Sudah dua kali ketemu mereka dan dua kali menang. Saat itu saya bersama Saralaee (pemain ganda Thailand, red) dan Butet (Liliyana,red). Jadi saya sudah cukup tahu.”

Di babak berikutnya, ViNa akan menemui lawan terberat di turnamen ini, unggulan teratas, Yu Yang/Wang Xiaoli. Hanya dalam tempo kurang dari 30 menit, Yu/Wang mampu mengandaskan jagoan Eropa, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen dengan skor telak, 21-10, 21-12.

Tak Maksimal, KiNdra dan AhNa Terjungkal

Harapan untuk menyajikan final sesama ganda Indonesia di sektor putra akhirnya buyar ketika dua andalan merah putih, Markis/Hendra (7) dan Ahsan/Bona gagal menyingkirkan dua ganda terbaik China.

Harapan pertama Indonesia KiNdra yang bermain di bawah performa terbaik mereka tidak mampu menaklukkan ganda terbaik negeri tirai bambu, Fu Haifeng/Cai Yun (3). Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh KiNdra terlihat seperti antiklimaks permainan keduanya ketika berhasil menjegal kampiun All England Premier SS 2011, Mathias/Carsten di laga sebelumnya. Fu/Cai yang lebih unggul dari sisi serangan dan penempatan bola hanya membutuhkan waktu 32 menit untuk memetik kemenangan, 21-18, 21-15.

Pada partarungan semifinal lainnya, Ahsan/Bona yang harus menjamu duet Chai Biao/Guo Zhendong sempat memberikan peluang besar kepada pecinta bulutangkis tanah air ketika bermain sempurna dan tampil menekan di set pertama. Minimnya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh AhNa mampu mengunci permainan ganda China, 21-18 di set pertama.

Namun memasuki set kedua, beberapa ‘bad call’ yang beruntun dialami oleh Ahsan membuat permaianan ganda merah putih drop dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Ahsan yang seharusnya mampu menjadi ‘motor’ pertandingan ini justru beberapa kali memberikan peluang emas bagi pasangan China untuk mengumpulkan poin demi poin. Tertinggal jauh 6-11 dan 8-15, AhNa akhirnya menyerah 21-11 di set kedua.

Kejar mengejar angka dan perseteruan hebat kembali terjadi di set penentuan. Hingga kedudukan 18-18, selisih poin antara kedua pasangan tidak pernah lebih dari 3 angka untuk kemudian terkejar dan disamakan kembali. Namun sayangnya di titik kritis ini, Ahsan kembali tak mampu bermain tenang dan beberapa kali harus memaksakan bola untuk mengakhiri permaianan. Chai/Guo dengan cerdik akhirnya berhasil memanfaatkan momentum ini untuk mengantongi tiket final serta memastikan satu gelar untuk negaranya, 21-18.

“Tadi Cuma tidak beruntung saja. Walaupun beberapa kali sempat protes, tapi kita tetap bermain fokus,” kilah Ahsan usai pertandingan.

Sedangkan Bona menganggap faktor angin ikut memperngaruhi kondisi permainan mereka di lapangan, “Kita menang angin di set pertama jadi menyerangnya cukup enak dan pertahanan mereka juga sulit. Di set kedua karena melawan angin sehingga kalah telak.”

Namun Bona mengakui bahwa ini adalah penampilan terbaik mereka selama tiga pertemuan terakhir menghadapi duet China tersebut, “Ini kekalahan ketiga kami tapi ini lebih bagus dari pertemuan sebelumnya karena kami bisa bermain rubber.” (FEY)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: