Bulutangkismania's Weblog

September 23, 2011

Results 2nd Round Japan Open SS 2011 : Kurang ‘Menggigit’ Di Angka Kritis

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 5:32 am
Tags: , , , , ,

Dua pasangan ganda campuran Indonesia, Tantowi/Liliyana (2) dan Nova/Vita sebenarnya berpeluang sangat besar untuk melaju ke perempatfinat namun sayangnya eksekusi yang kurang ‘greget’ terutama saat poin-poin kritis menjadi penyebab utama dari kegagalan pasangan senior tersebut. Akhirnya, sang garuda hanya mampu mengandalkan 3 wakil ganda putra yang tersisa untuk meraih gelar di turnamen ini.

Duet Tantowi/Liliyana (ToLyn, red) menapak poin kritis 16-11 terlebih dahulu atas ganda China, Hong Wei/Pan Pan dan berkesempatan untuk menamatkan set ini setelah menutup set pertama 21-18. Namun sayangnya perubahan strategi pasangan China yang tampil lebih agresif mampu memprorak-porandakan ritme permainan dan mental juara yang sudah terbina sejak set pertama. Delapan poin beruntun yang dikoleksi oleh pasangan China akhirnya mengubah gim ini menjadi mimpi buruk bagi ganda Indonesia.

Hong/Pan yang berada di atas angin, 19-16, berhasil mengubur harapan ToLyn 21-19 sekaligus memaksakan rubber set. Permainan ToLyn yang masih berada di bawah tekanan pada gim ketiga akhirnya hanya mampu membayang-bayangi  hingga akhir set sebelum menyerah 15-21.

Pada turnamen Swiss Open GP Gold yang lalu, catatan kurang memuaskan juga diukir ToLyn ketika menghadapi ganda Inggris, Nathan/Jenny di babak semifinal. Unggul jauh 16-10 dan 17-12 di saat angka-angka kritis, ToLyn harus takluk 20-22.

Kekalahan ToLyn membuat Indonesia akhirnya bertumpu pada wakil terakhir di sektor ini, Nova/Vita (NoVi, red). Meskipun peluang dua pemain senior ini cukup tipis, mengingat lawan yang mereka hadapi adalah pasangan terbaik Eropa, Joachim Fischer/Christinna Pedersen yang mendepak NoVi dua set langsung pada turnamen China Masters SS pekan lalu, harapan tersebut kembali mencuat ketika NoVi mampu tampil dengan performa terbaik mereka dan mengimbangi perlawanan pasangan Denmark.

Unggul lebih dulu 21-17 di set pertama, NoVi berbalik tertinggal 17-21 di set kedua untuk kemudian kembali bangkit di set ketiga. Permainan cerdas NoVi melalui penempatan-penempatan bola ternyata mampu meredam perlawanan agresif yang dilancarkan oleh tandem Denmark melalui smash-smashnya. Memimpin sejak awal set, optimisme kemenangan NoVi sudah di pelupuk mata saat keduanya menyentuh angka ‘match point’ 20-17 terlebih dahulu. Namun eksekusi yang kurang ‘menggigit’ di akhir set kembali menjadi mimpi buruk bagi Indonesia tatkala Joachim/Christinna mendulang 5 angka berturut-turut dan mengakhiri gim ini 22-20.

Di sektor ganda putri, dua wakil Indonesia juga berpeluang maju ke babak delapan besar. Sayangnya cedera lengan kanan Gresyia Polii yang didapatinya saat babak final turnamen Chinese Open GP Gold 2011 yang lalu kembali kambuh membuat GraMel (8) harus menarik diri ketika kedudukan 17-7 untuk keunggulan pasangan Hongkong, Poon Lok Yan/Tse Ying Suet.

Duo srikandi lainnya, Anneke/Nitya (AnNya, red) juga menunjukkan performa yang cukup baik saat menantang jagoan tuan rumah, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa (3). Menang mudah 21-11 di set pertama keduanya dipaksa menyerah 17-21 di set kedua oleh pasangan negeri sakura tersebut. Memasuki set ketiga, peluang kembali terbuka bagi AnNya saat memimpin 4-1 di awal set dan tak terkejar hingga kedudukan 15-13. Sayangnya di angka ini, lima poin yang beruntun dikumpulkan oleh Mizuki/Reika menjadi titik balik momentum kemenangan putri Jepang untuk memenangkan set ini, 21-18.

Hasil yang kurang memuaskan di sektor campuran dan putri membuat Indonesia hanya dapat menggantungkan asa pada nomor putra. Beruntung konsistensi permainan 3 pasangan unggulan merah putih tetap terjaga dan berhasil memastikan tempat di babak perempatfinal. Duet Ahsan/Bona (4) membuka jalan kemenangan wakil Indonesia setelah unggul 21-15, 18-21, 21-16 atas ganda Taiwan, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu.

Selain itu, Markis/Hendra (6) juga mencatat kemenangan cukup meyakinkan atas senior Thailand, Sudket Prapakamol/Songphon Anugritayawon, 21-9, 21-19. Sedangkan pada partai pamungkas babak kedua, Alvent/Hendra AG (7) kian memperbesar peluang Indonesia di sektor ini setelah menundukkan wakil Korea,  Cho Gun Woo/Kwon Yi Goo, 21-19, 14-21, 21-15.

Tumbangnya Pasangan Unggulan

Selain kejutan atas tumbangnya ToLyn (2) di turnamen ini yang menambah daftar kekalahan dini para unggulan ke-2 di tiga sektor ganda, nomor campuran juga kehilangan wakil Thailand, Songphon/Kunchala (6) yang ditekuk oleh ganda China, Xu Chen/Ma Jin, 21-9, 21-18.

Sementara itu di sektor putri, China dikejutkan oleh kekalahan Tian Qing/Zhao Yunlei (4) 11-21, 20-22 atas wakil Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Dengan demikian, negeri tirai bambu ini hanya mengandalkan satu wakil tersisa, pasangan muda Bao Yixin/Zhong Qianxin yang menang atas utusan Belanda, Lotte/Paulien 21-13, 21-9 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: