Bulutangkismania's Weblog

Oktober 21, 2011

Results 2nd Round Denmark Open Premier SS 2011 : Viktor Bungkam Taufik

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:23 am
Tags: , , , , , , , , , , ,

Pebulutangkis muda Denmark, Viktor Axelsen berhasil melaju ke babak delapan besar turnamen Denmark Open Premier SS 2011 setelah mengalahkan tunggal terbaik Indonesia, Taufik Hidayat (5). Senada dengan nasib Taufik, dua pebulutangkis lainnya Simon Santoso dan Tommy Sugiarto juga ikut tersingkir sehingga menutup peluang merah putih untuk mengoleksi gelar sektor tunggal.

 

Jika pada hari sebelumnya para penonton yang memadati Odense Sports Park disuguhkan dengan beragam kejutan di sektor ganda, kali ini giliran sektor tunggal yang ramai dengan kekalahan tak terduga. Kekalahan Taufik Hidayat (5) atas pebulutangkis 17 tahun tuan rumah, Viktor Axelsen, membuka kejutan perdana di hari yang ketiga turnamen ini.

 

Taufik yang sempat tampil meyakinkan di gim pertama menyetir permainan Viktor hingga akhir set meskipun sempat tersusul saat awal paruh kedua gim pertama. Viktor yang ‘terlambat panas’ akhirnya hanya berhasil memperkecil selisih poin menjadi 16-21 saat Taufik menutup set ini.

 

Di gim kedua, peraih mahkota kejuaraan dunia junior tahun 2010 ini mampu bangkit dan berbalik mendominasi jalannya pertandingan dengan memaku Taufik, 21-9. Smash-smash keras dan permainan agresif Viktor di set ketiga membuatnya kembali unggul dari sisi serangan sedangkan Taufik yang kalah dari sisi ‘power’ mencoba meredam agresi Viktor dengan lebih banyak mengandalkan penempatan bola-bola sulit. Setelah sempat saling berjibaku hingga kedudukan 12-11, tujuh poin beruntun yang dikoleksi oleh Viktor membuatnya sulit terkejar dan memimpin 19-11 sebelum akhirnya memastikan tiket perempatfinalnya, 21-14.

 

“Benar-benar sulit dipercaya. Pertandingan dan kemenangan yang luar biasa hari ini, dan saya sangat bahagia,” ungkap Viktor usai pertandingan dengan nada bangga.

 

“Suatu pengalaman yang besar bisa menantang Taufik di rumah sendiri, di depan para penonton yang luar biasa. Suasana pertandingan di Odense benar-benar mendukung saya,” tambahnya kemudian.

 

Saat ditanya peluangnya menghadapi sang senior Peter Gade di laga delapan besar, Viktor menjawab ,“Pertandingan yang sangat sulit untuk saya. Tapi saya tidak akan mundur dan berusaha menampilkan yang terbaik. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti.”

 

Sementara itu pelatih tim Denmark, Lars Uhre mengurai kunci kemenangan anak asuhnya atas Taufik tersebut. “Semua berjalan sesuai dengan yang kita harapkan dan rencanakan. Kita lebih fokus di fisik. Kita tahu saat ini Taufik sudah tidak memiliki stamina dan mungkin juga kecepatan yang dulu pernah dimilikinya.”

 

“Kita sangat bangga dengan kemenangan ini. Tidak setiap orang mampu meraih kemenangan atas pemain kelas dunia seperti Taufik yang berada di puncak kejayaan selama bertahun-tahun,” pujinya kemudian.

 

Kekalahan Taufik ternyata juga harus diikuti oleh dua wakil Indonesia yang tersisa. Simon Santoso yang menantang unggulan ke-3, Chen Long dipaksa menyerah 21-18, 16-21, 8-21 sedangkan Tommy Sugiarto dihentikan pebulutangkis China lainnya, Chen Jin (6), 14-21, 16-21.

 

Jika ToLyn membuka kejuatan besar di babak pertama sekto ganda, kali ini giliran Lin Dan (2) yang membuat kejutan terbesar sektor tunggal ketika menantang pemain Hongkong, Wong Wing Ki. Tidak bermain dalam performa terbaiknya, Lin Dan yang banyak melakukan kesalahan sendiri mampu diimbangi oleh Wong. Tertinggal 10-21 di set pertama, Lin Dan sempat memaksa rubber set, 21-17. Sempat tertinggal jauh di set ketiga, Lin Dan sanggup membalikkan keadaan menjadi 18-17 dan 19-18. Namun ‘unforced error’ yang terlalu sering membuatnya harus rela kehilangan tiket delapan besar, 19-21.

 

Senada dengan Lin Dan dan Taufik, unggulan lainnya yang ikut terjungkal adalah Nguyen Tien Minh (7) dan Du Pengyu (8). Nguyen dijegal pebulutangkis Jepang, Sho Sasaki, 13-21, 21-15, 21-23 sedangkan Du Pengyu menyerah dari wakil tuan rumah, Jan O Jorgensen, 21-11, 21-23, 10-21.

 

Tzu Ying Pupuskan Saina

 

Jika di sektor putra pebulutangkis 17 tahun Viktor Axelsen yang menjadi bintang, maka di sektor putri nama Tai Tzu Ying dan Ratchanok Intahon yang menjadi sorotan. Konsistensi pebulutangkis Taiwan berusia 17 tahun tersebut akhirnya kembali teruji saat menantang unggulan ke-4 asal India, Saina Nehwal.

 

Tzu Ying yang menelan empat kali kekalahan atas Saina dari pertemuan sebelumnya berhasil melakukan ‘revenge’ kali ini dengan mendepak Saina, 21-19, 21-13. Sementara itu Inthanon membuayarkan harapan wakil tuan rumah, Tine Baun (8), 21-16, 21-15 untuk meraih gelar di sektor putri.

 

“Cukup mengecewakan tapi bukan suatu kejutan besar,” ungkap pelatih Denmark, Lars Uhre perihal kekalahan Tine atas Inthanon.

 

“Inthanon bermain sangat bagus dan pernah mengalahkan beberapa pemain terbaik China sedangkan Tine hari ini bermain di bawah performanya,” tambahnya kemudian.

 

Unggulan putri lainnya yang ikut tumbang adalah unggulan ke-6, Juliane Schenk dan wakil negeri tirai bambu, Liu Xin (7). Meskipun mampu tampil konsisten dengan permainan menyerangnya, beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Juliane membuatnya gagal melangkah ke perempatfinal dan harus mengakui ketangguhan Sung Ji Hyun, 15-21, 19-21.

 

Sementara itu Li Xuerui yang selama ini hanya menjadi ‘bayang-bayang’ tunggal ke-5 China, Liu Xin (7) akhirnya membuktikan bahwa performanya masih layak diperhitungkan dengan menyingkirkan kompatriotnya tersebut, 21-15, 18-21, 21-3 (FI).

 

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: