Bulutangkismania's Weblog

Desember 17, 2011

Results Day 3 World SS Finals 2011 : Taufik dan Simon Juru Kunci, Ji Hyun Kalah Agregat

Kekalahan yang ke-3 kaliya dialami oleh dua tunggal Indonesia membuat posisi Taufik dan Simon kian melorot di peringkat 4 masing-masing grup. Nasib tragis harus diterima oleh Sung Ji Hyun usai menalan kekalahan dua set langsung atas Tine memaksa dirinya untuk mengubur impian ke babak empat besar.

 

Menantang tunggal China, Chen Long, Taufik sempat memberikan perlawanan ketat di paruh awal set pertama hingga kedudukan 13-13 melalui permainan akurat di depan net. Namun Chen Long yang cukup cerdik akhirnya berhasil mengubah tempo permainan dan tampil menekan dengan serangan smash-smashnya. Usaha ini ternyata cukup ampuh dan menghasilkan 8 poin beruntun sehingga menutup gim pertama, 21-13.

 

Dominasi Chen Long menjadi tak terbendung di gim kedua. Smash-smash overhead yang menjadi andalannya dan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Taufik memastikan kemenangan Chen Long, 21-7.

 

Pada pertandingan sore hari tadi, usaha keras Tago untuk mengubah nasib saat menghadapi Lin Dan ternyata tak berujung manis. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh tunggal Jepang tersebut memudahkan Lin Dan untuk mengontrol pertandingan dan akhirnya unggul 21-11, 21-13. Pertandingan pamungkas grup B ini membuat Tago harus puas berada di peringkat ke-3.

 

Pada grup yang berbeda, Simon dan Sho Sasaki saling berjuang untuk memperebutkan peringkat 3. Dalam pertarungan yang sudah tidak menentukan lagi ini, motivasi Simon cukup terlihat dengan terus berjuang hingga akhir set meskipun selalu berada dalam posisi tertinggal. Sasaki yang memimpin jauh 10-3 akhirnya berhasil disamakan oleh Simon di angka 12 dengan kolaborasi permainan menyerang dan penempatan bola-bola pendek di depan net.

 

Simon kembali tertinggal 12-18 dan 14-19, namun tunggal peringkat 8 dunia ini kembali sukses menjaga momentum dan menyusul poin di angka 19. Sayangnya, antiklimaks yang kurang menguntungkan membuat Sasaki mampu menamatkan gim ini lebih dulu, 21-19.

 

Pertarungan menjadi lebih ketat dan berimbang di gim kedua. Saling mengejar dan memimpin dengan selisih 1-3 poin berlangsung hingga dari awal hingga akhir set. Meskipun Simon unggul di sebagian besar perolehan poin, Sasaki mampu terus membuntuti dengan smash-smash dan penempatan bola-bola di depan net. Simon sayangnya gagal menjaga momentum ini hingga akhir set. Memimpin dengan 20-18 dan 21-20, Simon harus rela kembali tersungkur 21-23 pada gim ini.

 

Kekalahan ketiga yang dialami oleh para pemain tunggal Indonesia membuat keduanya harus puas menempati posisi ‘buncit’ di masing-masing grup. Sementara itu duel memperebutkan posisi teratas grup A antara Lee Chong Wei dan Peter Gade akhirnya dimenangkan oleh Chong Wei, 24-22, 21-14. Kemenangan ini sekaligus menjaga bentrok dini Lee Chong Wei atas Lin Dan di babak semifinal yang juga sukses menjadi juara grup B dengan memetik tiga poin kemenangan.

 

Kalah Agregat, Ji Hyun Tersingkir

 

Tidak hanya berlaku saat kompetisi sistem gugur, konsistensi juga mutlak diperlukan pada pertandingan sistem setengah kompetisi dimana pertandingan terjadi secara berulang yang sangat memungkinkan terjadinya beberapa kejutan. Bahkan jumlah set menang-kalah akhirnya menjadi kunci penentu lolos tidaknya seorang pemain ke babak selanjutnya.

 

Gagal menjaga konsistensi hingga pertandingan ketiganya, tidak hanya membuat Sung Ji Hyun yang tampil perkasa pada hari pertama dan kedua harus menelan pil pahit kekalahan atas Tine Baun namun juga mengubur impiannya untuk melaju ke babak semifinal.

 

Antiklimaks permainan Ji Hyun terlihat di paruh akhir gim pertama ketika tunggal Korea tersebut tidak mampu menyajikan permainan agresif seperti pada dua laga sebelumnya. Tak hanya ‘miskin’ serangan, Ji Hyun juga berkali-kali gagal mengantisipasi penempatan bola-bola akurat Tine di area permainan yang tak terjaga. Unggul mudah 21-13 di gim pertama, kepercayaan diri Tine meningkat drastis pada gim kedua dengan tampil lebih berani dan mengembangkan serangannya.

 

Tine yang unggul dari sisi serangan dan tempo permainan tidak mampu diimbangi oleh Ji Hyun yang hanya mampu memperekecil selisih poin, 7-8 setelah sebelumnya tertinggal 0-4 dan 3-7. Delapan poin beruntun yang dikoleksi oleh Tine kian mempersulit langkah Ji Hyun untuk meredam serangan dan bola-bola pendek Tine di depan net hingga kedudukan, 18-8. Tine yang berada di atas angin akhirnya menutup set kedua, 21-9. Pada lapangan yang berbeda, Wang Yihan berhasil melumat Juliane Schenk meskipun melalui pertarungan rubber set, 14-21, 21-14, 21-15.

 

Hasil ini menjadikan posisi imbang antara Yihan, Tine dan Ji Hyun yang sama-sama memetik dua angka kemenangan dan satu kekalahan. Jumlah agregat set menang-kalah akhirnya menjadi patokan siapa yang lebih pantas mendapatkan tiket semifinal. Kekalahan dua gim Ji Hyun atas Tine akhirnya memupuskan harapan tunggal nomor satu Korea tersebut untuk melaju ke babak empat besar. Jika seandainya Ji Hyun mampu bermain rubber atas Tine, meskipun menelan kekalahan maka Ji Hyun akan tetap berada di peringkat teratas grup A dan mendampingi Yihan di peringkat kedua yang sama-sama mengoleksi 5 set kemenangan dan 3 set kekalahan.

 

Penampilan antiklimaks juga terjadi pada Wang Xin saat menantang Saina Nehwal untuk memperebutkan tahta grup B. Saina yang di turnamen ini berambisi untuk menebus kegagalannya dalam meraih 1 gelar Super Series-pun di tahun 2011 tampil cemerlang dalam memanfaatkan performa Wang Xin yang bermain tidak seperti biasanya.

 

Meskipun unggul dari sisi strategi permainan, kesalahan beruntun yang dilakukan oleh Wang Xin pada gim pertama membuat langkah Saina menjadi lebih mudah, 21-17. Pada gim kedua, masing-masing pemain yang terlalu berhati-hati akhirnya justru tidak tampil lepas dan kembali banyak berbuat ‘unforced error’. Kelebihan Saina yang terampil di depan net dan kecermatannya dalam mengembalikan bola akhirnya memastikan tunggal peringkat 4 dunia tersebut menjadi peringkat teratas grup B, 22-20 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: