Bulutangkismania's Weblog

Januari 5, 2012

Results 1st Round Kore Open SS Premier 2012 : Tiga Tumbang, Simon Tumpuan Akhir

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:57 am
Tags: , , , , , , , , ,

Setelah tiga wakil tunggal putri Indonesia terganjal di babak kualifikasi, maka pada babak pertama hari ini (04/01/2012) giliran tiga wakil putra Indonesia yang harus angkat koper dari turnamen Korea Open Super Series Premier 2012 yang berhadiah total USD 1,000,0000 ini. Taufik Hidayat di luar dugaan takluk atas wakil Ingris, Rajiv Ouseph, yang disusul oleh kekalahan Tommy Sugiarto dan Hayom Rumbaka. Harapan terakhir akhirnya bertumpu pada Simon Santoso.

 

Simon Santoso kembali menjadi harapan semata wayang Indonesia untuk menjaga peluang gelar di sektor tunggal putra. Simon yang menempati unggulan ke-8 berhasil menekuk pebulutangkis Jepang, Kazushi Yamada, 21-11, 21-16.

 

“Sudah siap untuk main lama karena saya tahu dia pemain ulet, tapi ternyata bisa menang dua gim langsung,” komentar Simon perihal kemenangannya.

 

“Defense-nya cukup bagus, jadi klo langsung matikan bola agak sulit. Jadi saya cari akan dengan mengolah bola lalu tampil menyerang,” lanjut Simon kemudian.

 

Simon menjadi asa terakhir setelah pada pertandingan lainnya, Taufik Hidayat di luar dugaan menyerah kepada wakil Inggris, Rajiv Ouseph. Taufik yang unggul dari sisi penempatan bola-bola pendek di depan net, kalah agresif dibandingkan dengan Rajiv yang mampu beberapa kali menghujamkan smash nya ke bidang permaian Taufik. Kejelian Rajiv dalam mengeksekusi bola di tempat-tempat tak terjangkau juga memudahkan tunggal nomor satu Inggris ini untuk meraih poin demi poin.

 

Memimpin di gim pertama dengan 8-3 dan 12-5, peluang untuk mendominasi terus dijaga secara konsisten oleh Rajiv. Pebulutangkis yang dilahirkan dan besar di Inggris ini nyaris sempat terkejar ketika Taufik secara dramatis mampu memperkecil selisih poin dari 8-16 menjadi 17-18. Keuletan permainan Rajiv akhirnya menuntaskan perjuangan Taufik di gim pertama, 21-19.

 

Pada gim kedua, kedua pemain berseteru ketat dan imbang hingga kedudukan 8-8. Tekanan yang terus diberikan secara konsisten oleh Rajiv kembali membuatnya unggul 13-10 dan 16-12. Terus memimpin hingga poin-poin kritis, 18-13 dan 19-14, Rajiv yang mengasah kemampuan bulutangkisnya di Milton Keynes Training Centre ini tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas inipun kembali menutup set kedua lebih dulu, 21-15.

 

“Ini adalah untuk kali pertama saya bisa menundukkan pemain kelas atas di turnamen individual,” ujar Rajiv usai pertandingan.

 

“Sebelumnya, saya pernah mengalahkan Jorgensen beberapa kali dan juga Park Sung Hwan, tapi saat itu di turnamen beregu,” lanjut tunggal Inggris ini kemudian yang pekan lalu juga mampu mencatat kekalahan rubber set atas Peter Gade pada turnamen Copenhagen Masters 2011.

 

“Taufik masih cukup baik namun dia sudah tidak memiliki kemampuan yang sama seperti pada saat masa jayanya dulu, jadi peluang untuk mengalahkannya cukup terbuka,” papar Ouseph tentang permainan Taufik.

 

“Hari ini dia terlihat tidak mau terlau banyak mengejar bola, sehingga saya harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tambahnya kemudian.

 

Di babak selanjutnya, tunggal Inggris yang berambisi untuk lolos kualifikasi Olimpiade 2012 ini akan kembali ditantang oleh wakil Indonesia lainnya, Simon Santoso.

 

Kekalahan juga dituai oleh wakil Indonesia lainnya, Tommy Sugiarto dan Hayom Rumbaka. Tommy menyerah kepada unggulan ke-6 asal Jepang, Sho Sasaki, 14-21, 12-21 sedankan Hayom dibungkam oleh tunggal Denmark, Jan O Jorgensen, 23-25, 12-21.

 

Kejutan juga mewarnai hari pertama sektor tunggal putra dengan tambangnya tiga wakil unggulan. Nguyen Tien Minh (7) dibekuk oleh wakil Jepang, Kenichi Tago, 21-19, 10-21, 9-21 sedangkan Peter Gade (4) di kandaskan Du Pengyu, 9-21, 12-21. Tunggal nomor dua China, Chen Long (3) menambah panjang daftar unggulan yang tersingkir usai menyerah 15-20 atas wakil Taiwan, Hsu Jen Hao dan memutuskan untuk mundur karena cedera yang dialaminya.

 

Tzu Ying Tundukkan Ji Hyun

 

Kejutan di sektor putri justru terjadi saat pertandingan babak kedua sudah mendekati sesi akhir. Wang Xin yang menempati unggulan ke-3 di kalahkan oleh tunggal tuan rumah, Bae Youn Joo namun harapan Korea lainnya, Sung Ji Hyun justru gagal mengatasi perlawanan pemain bersinar Taiwan, Tai Tzu Ying. Indonesia sendiri sudah harus kehilangan tiga wakilnya di babak kualifikasi sehari sebelumnya.

 

Kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya menjadi mimpi buruk bagi Sung Ji Hyun di gim pertama saat berhasil memimpin hingga akhir set, 19-15 setelah berjibaku ketata pada awal set. Namun 5 poin beruntun yang berhasil dikumpulkan oleh Tzu Ying mengubah kedudukan menjadi kemenengan tunggal Taiwan tersebut, 21-19. Tidak hanya unggul dari sisi serangan dan penempatan bola di depan net, Tzu Ying juga mampu memanfaatkan beberapa pengembalian yang tidak sempurna dari Ji Hyun.

 

Keuletan Tzu Ying akhirnya kembali menjadi kunci kemenangannya pada gim kedua. Setelah berjuang ketat dan saling memimpin, Ji Hyun harus menjalani skenario yang sama seperti pada gim pertama. Unggul 18-15, Ji Hyun harus menelan pil pahit dengan memetik kekalahan, 19-21.

 

Mimpi buruk juga dialami oleh Wang Xin saat meladeni tantang tunggal Korea lainnya, Bae Youn Joo. Youn Joo yang kalah telak 10-21 pada gim pertama, kembali tertinggal 10-14 pada gim kedua. Namun keuletan dan kejelian Youn Joo dalam menempatkan bola di bidang permainan yang kosong membuatnya mampu mebalikkan keadaan dan menutup gim ini, 21-18.

 

Konsistensi permainan Youn Joo pada gim ketiga kembali menjadi kunci kemenangan tunggal Korea tersebut setelah berjuang ketat hingga kedudukan, 10-10. Memimpin dengan 15-10 dan 18-12, Youn Joo akhirnya sukses mengubur Wang Xin 21-14 sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar.

 

Di laga kualifikasi, Adriyanti Firdasari, Maria Febe dan Lindaweni sudah harus berkemas lebih dini. Diunggulkan di tempat ke-4, Firda menyerah di tangan Hwang Hye Youn, 16-21, 16-21. Sementara itu Lindaweni yang menempati unggulan ke-3 takluk atas tunggal Malaysia, Tee Jing Yi, 24-26, 17-21. Sebelumnya, Maria Febe dikalahkan oleh tunggal India, Sindhu P. V., 19-21, 18-21 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: