Bulutangkismania's Weblog

Januari 6, 2012

Results 2nd Round Korea Open SS Premier 2012 : Simon Melenggang

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:03 am
Tags: , , , , ,

Satu-satunya harapan Indoenesia yang tersisa di sektor tunggal, Simon Santoso (8), sukses menjaga peluang dan melaju ke babak perempatfinal. Nama pebulutangkis Denmark, Jan O Jorgensen kian meroket setelah pada hari ini kembali berhasil membuat kejutan. Di sektor putri, Tine Baun (5) menambah daftar pemain unggulan yang harus tereliminasi sebelum sempat melaju ke babak perempatfinal.

 

Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal biasanya menjadi suatu hal yang dilematis bagi seorang atlet. Di satu sisi kesempatan ini dapat menjadi ajang pembuktian dan memotivasi untuk tampil sebaik mungkin namun di sisi yang lain beban berat untuk tampil maksimal dan menjadi yang terbaik juga tak mampu terelakkan. Simon Santoso yang menjadi ‘single fighter’ kubu Indonesia di sektor tunggal akhirnya berhasil melengang ke babak delapan besar usai menundukkan pebulutangkis Inggris, Rajiv Ouseph.

 

Simon yang sempat unggul jauh 13-6 pada gim pertama, mendadak mampu tersusul oleh Rajiv dan gantian memimpin, 14-13 ketika tunggal nomor satu Inggris tersebut mampu bermain sempurna di depan net. Namun konsistensi Simon untuk terus menekan dan sabar dalam melihat peluang membuat tunggal Indonesia tersebut kembali memimpin 18-15 dan menamatkan gim ini lebih dulu, 21-18.

 

Agresivitas Simon kembali teruji pada gim kedua. Sementara itu Rajiv mulai kehilangan ritme permaianannya sehingga dengan mudah dikendalikan oleh Simon. Unggul jauh 10-3 dan 16-8, Simon tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menjaga momentumnya dan menutup gim kedua, 21-13. Kemenangan ini membawa Simon ke babak delapan besar untuk bertemu wakil China, Du Pengyu. Tunggal ke-4 China yang pada pertandingan sebelumnya menghempas jagoan Eropa, Peter Gade (4) mendapatkan tiket perempatfinal dengan menundukkan wakil Hongkong, Hu Yun, 21-5, 14-21, 21-19.

 

Sepanjang tahun 2011, Jan O Jorgensen mengakui bahwa prestasi dan performanya tidak maksimal. Selain cedera di bagian kaki dan urat lutut yang dialaminya, kematian sang ibu tepat sebelum dimulainya Kejuaraan Dunia 2011 membawa dampak psikologis yang cukup besar dalam karirnya. Namun pada akhir tahun lalu, Jorgensen yang berambisi untuk mengisi tahun 2012 dengan lebih baik membuka awalan manis sebagai kampiun turnamen Copenhagen Masters 2011 dengan menundukkan kompatriotnya, Peter Gade di babak final.

 

Prestasi itu tidak hanya sampai disana. Di turnamen Korea Open SS Premier 2012 ini, konsistensi performa Jorgensen membuatnya mampu membukukan kejutan dengan mengalahkan Chen Jin (5) dan melaju ke babak delapan besar.

 

Jorgensen lebih dulu kehilangan gim pertama, 16-21 ketika tidak mampu keluar dari tekanan dan terkendali oleh ritme permainan Chen Jin. Sepanjang gim kedua, Jorgensen pun masih sulit untuk mengembangkan permainannya hingga tertinggal jauh 4-12 dan 9-14. Namun setelah mendapatkan instruksi dari sang pelatih, tunggal kedua Denmark tersebut akhirnya mampu keluar dari tekanan dan terus berusaha untuk meraih poin demi poin. Berbalik unggul 16-15, Jorgensen akhirnya mendapatkan momentumnya dan mengoleksi 5 angka beruntun sehingga menutup gim ini, 21-16.

 

Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Chen Jin dan kejelian Jorgensen dalam menempatkan bola-bola sulit membuatnya tak tersentuh pada gim ketiga. Memimpin dengan 12-5 dan 18-11, Jorgensen akhirnya memastikan kemenangannya 21-12 sekaligus berhak untuk menantang Lin Dan (2) di babak perempatfinal.

 

“Sungguh suatu perjuangan yang keras untuk menang. Saya berusaha untuk konsisten pada strategi saya, penempatan bola di sudut-sudut lapangan. Pelatih saya terus mengingatkan bahwa secara fisik saya lebih baik dari dia sehingga saya tetap menerapkan pola permainan saya dan akhirnya saya berhasil,” papar Jorgensen usai pertandingan.

 

“Kekuatan fisik merupakan salah satu kelebihan saya namun untuk yakin dengan hal tersebut secara mental sejak awal pertandingan akan terasa sulit terutama saat menghadapi para pemain China karena seperti yang anda tahu, saya membutuhkan waktu 1 jam 10 menit untuk bisa mengalahkan mereka,” lanjutnya kemudian.

 

“Saya akhirnya dapat melihat pada gim kedua, ketika saya percaya dengan diri saya sendiri dia harus berjibaku keras melebihi saya,” ungkap Jorgensen dengan optimis.

 

Tine dan Tzu Ying Tumbang

 

Jika tunggal Denmark cukup gemilang di sektor putra, tidak demikian halnya dengan nomor putri. Tine Baun yang diunggulkan di tempat ke-5 gagal menghadang laju tunggal putri China, Li Xuerui. Hasil kurang memuaskan juga diukir oleh wakil Taiwan, Tai Tzu Ying yang di laga sebelumnya sanggup menjungkalkan harapan tuan rumah, Sung Ji Hyun.

 

Saina Nehwal (4) dan Juliane Schenk (7) akhirnya menjadi ‘kuda hitam’ yang tersisa usai kekalahan yang diderita oleh Tine Baun (5) dan Tai Tzu Ying. Tine Baun gagal menghadang laju pebulutangkis China, Li Xuerui setelah melewati pertarungan 3 set, akhirnya dipaksa menyerah 15-21, 21-18, 7-21.

 

Hasil kurang memuaskan juga diukir oleh tunggal Taiwan, Tai Tzu Ying. Sukses melaju ke babak kedua dan mendepak Sung Ji Hyun, Tzu Ying justru gagal menjaga konsistensinya saat menantang wakil Singapura, Gu Juan. Gu yang tampil menekan sejak awal pertandingan berhasil mematahkan perlawanan Tzu Ying, 21-15, 21-18 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: