Bulutangkismania's Weblog

Januari 7, 2012

Results Quarterfinal Round Korea Open SS Premier 2012 : Indonesia Tak Bersisa

Meloloskan tiga wakil merah putih ke babak delapan besar, tidak satupun diantaranya mampu meloloskan diri ke semifinal. Harapan besar yang bertumpu pada Tantowi/Liliyana (ToLyn) sebagai unggulan ke-4 harus sirna ketika keduanya gagal menjegal kolaborasi non unggulan tuan rumah, Lee Yong Dae/Ha Jung Eun.

 

Tantowli/Liliyana (ToLyn) sebenarnya berpeluang emas untuk mengawali tahun 2012 sebagai juara turnamen Korea Open SS Premier atau minimal mencapai babak final mengingat pesaing terberatnya, Zhang Nan/Zhao Yunlei yang sama-sama berada di pool atas sudah lebih dulu rontok di babak pertama, sungguh meruapan kesempatan langka yang jarang terjadi. Namun apa mau dikata, keberuntungan sepertinya belum berpihak kepada kubu Indonesia. Konsistensi kembali menjadi masalah krusial yang pada akhirnya mebuyarkan peluang ganda Indonesia.

 

Tidak seperti pada dua pertandingan sebelumnya, ToLyn yang menantang duet andalan tuan rumah Lee Yong Dae/Ha Jung Eun justru tidak mampu keluar dari tekanan pada gim pertama. Selain beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, ToLyn juga hanyut dalam ritme permainan Lee/Ha yang tampil lebih agresif. Meskipun unggul dalam permainan bola-bola pendek di depan net, pertahanan ganda Korea yang lebih solid membuat Lee/Ha tak tersentuh dan terus memimpin perolehan poin. Unggul 11-5 saat jeda interval,  Lee/Ha terus meluncur 14-7, 17-10 dan akhirnya menutup gim pertama 21-16.

 

Permainan pasangan Indonesia sempat membaik pada gim kedua. Rotasi yang lebih solid dan penempatan bola-bola yang akurat membuat keadaan berbalik menjadi momentum bagi ToLyn. Meskipun masih sempat bermain tak rapi, keberhasilan ToLyn untuk tampil lebih agresif dan menekan membuat keduanya unggul 10-4, 13-8, dan 16-13 sebelum memaksakan rubber gim, 21-13.

 

Konsistensi ToLyn sayangnya tidak teruji pada gim ketiga. Lee/Ha kembali mampu memegang kendali permainan dan tampil agresif. Meskipun ToLyn mampu menimimalisir kesalahan sendiri, smash-smash dan permainan bola-bola pendek Lee/Ha yang lebih baik membuat mereka terus memimpin 11-5, 16-11, 17-12 dan memupuskan mimpi ganda Indonesia, 21-16.

 

Di babak semifinal, Lee/Ha akan menantang wakil Rusia, Alexandr Nikolaenko/Valeri Sorokina yang mencatat sejarah untuk pertamakalinya lolos ke babak semifinal turnamen Super Series. Setelah menundukkan unggulan ke-7, Songphon/Kunchala di laga perdana mereka, tandem nomor satu Rusia ini kembali sukses membungkam pasangan China, He Hanbin/Bao Yixin, 21-14, 13-21, 21-12.

 

Semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan ke-2, Xu Chen/Ma Jin dan wakil Eropa, Joachim Fischer/Christinna Pedersen. Xu/Ma meraih tiket semifinal atas pasangan Denmark, Thomas/Kamilla, 21-18, 21-13 sedangkan Joachim/Christinna menghentikan laju ganda India, Diju/Jwala, 21-19, 21-12.

 

Di sektor ganda putri, Indonesia juga kehilangan satu wakil tersisa, Greysia/Meli (GraMel) yang menempati unggulan ke-8 di turnamen ini. Tak hanya kalah dari sisi serangan, GraMel juga tidak mampu mengimbangi kelihaian duo Korea, Ha Jung Eun/Kim Ming Jung (4) saat beraksi di depan net. Keduanya kalah telak, 8-21. Memasuki gim kedua, GraMel juga masih belum mampu mengembangkan permainan terbaik mereka. Beberapa kesalahan sendiri juga menjadi biang kerok kekalahan mereka, 9-21.

 

Di babak empat besar, Ha/Kim akan menantang unggulan teratas, Wang Xiaoli/Yu Yang setelah tandem yang dinobatkan sebagai pemain putri the best of the year 2011 versi BWF tersebut menjungkalkan wakil Singapura, Shinta Mulia Sari/Yao Lei, 21-12, 21-10.

 

Semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan ke-2, Tian Qing/Zhao Yunlei dan ganda tuan rumah, Jung Kyung Eun/Kim Ha Na. Jung/Kim yang di babak sebelumnya melangkahi duo Vita/Nadya mendapatkan tiket semifinal mereka dengan membuat kejutan atas wakil Jepang, Shizuka Matsuo/Mami Naito (7), 21-18, 21-13. Sementara itu Tian/Zhao menyudahi perlawanan tandem senior Jepang, Satoko/Miyuki (5), 21-16, 21-18.

 

Peluang besar untuk memenuhi ambisi publik Olympic Gymnasium, Seoul dengan menyajikan final sesama wakil Korea akhirnya terbuka lebar di sektor ganda putra setelah tiga wakil tuan rumah sukses melenggang ke babak semifinal. Pasangan ganda senior, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (2) akan menantang junior mereka, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang setelah pada hari ini (06/01/2012) sukses menghempas wakil Taiwan, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu, 21-16, 21-12 sedangkan duo Kim melaju ke empat besar dengan menundukkan wakil China, Hong Wei/Shen Ye, 21-16, 22-20.

 

“Saya tampil cukup percaya diri karena tahun lalu saya pernah mengalahan mereka saat berpasangan dengan Hwang Ji Man,” ungkap Kim Ki Jung usai pertandingan.

 

Saat ditanya peluang menghadapi sang senior di babak semifinal besok, Kim kembali berujar, “Peluang tetap ada tapi mereka (Jung/Lee, red) sudah cukup tahu pola permainan kami dan tentu saja kami juga mengetahui pola mereka, tapi tentu saja, sampai saat ini mereka hanya bisa kami kalahkan pada saat training.”

 

Fu Haifeng/Cai Yun akan menjadi satu-watunya wakil non Korea di sektor ini untuk menantang Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong yang sama-sama lolos ke babak semifinal. Fu/Cai tanpa banyak kesulitan menundukkan sang penakluk Markis/Hendra, Michael Fuchs/Oliver Roth, 21-12, 21-15 sedangkan Ko/Yoo memetik kemenangan atas duo Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, 21-16, 21-14.

 

Simon Tersingkir

 

Tak hanya tersungkur di sektor ganda, Indonesia juga harus berlapang dada saat tunggal harapan terakhir, Simon Santoso (8) gagal menghadang laju wakil China, Du Pengyu. Di sektor putri, Bae Younjoo kembali menjadi pahlawan tuan rumah dengan mendundukkan Li Xuerui sedangkan Saina Nehwal (4) dan Juliane Schenk (7) gagal meredam perlawanan para srikandi China.

 

Meskipun dari sisi strategi permainan dan kemampuan kedua pemain (Simon dan Du Pengyu, red) nyaris berjalan imbang, namun banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan Simon pada gim pertama memudahkan Pengyu untuk mendominasi perolehan poin. Saling bergantian memimpin angka hingga kedudukan 14-14, Pengyu akhirnya mampu mendapatkan momentum kemenangannya dengan membukukan 4 poin beruntun sebelum akhirnya menamatkan gim ini, 21-16.

 

Pada gim kedua, Simon mampu tampil jauh lebih rapi namun daya serangnya tidak seagresif pada gim pertama. Meskipun gagal mengimbangi tekanan Du Pengyu dari smash-smash kerasnya, Simon masih cukup baik saat mengembalikan bola-bola di depan net. Saling memimpin dan mengejar poin dengan intensitas yang lebih ketat membuat pertandingan gim kedua menjadi lebih seru. Selisih 1-3 poin berlangsung dari awal set hingga kedudukan 18-18 sampai kemudian ditutup kembali oleh Pengyu, 21-19.

 

Hasil ini membawa Du Pengyu untuk bertemu dengan unggulan teratas, Lee Chong Wei di babak empat besar. Chong Wei melaju dengan menaklukkan tunggal Jepang, Kenichi Tago, 21-18, 21-17. Namun Jepang masih tetap membuka peluang di sektor ini setelah wakil lainnya, Sho Sasaki (6) berhasil memastikan satu tempat di semifinal usai mengalahkan wakil Jerman, Marc Zwiebler, 21-18, 22-20. Tunggal China, Lin Dan (2) yang melibas bintang Denmark, Jan O Jorgensen, 21-13, 8-21, 21-15 akan menjadi lawan Sasaki dalam memperebutkan satu tempat di partai puncak.

 

Tunggal putri tuan rumah, Bae Youn Joo yang di laga perdana membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Wang Xin (3) akhirnya kembali menjadi pahlawan publik Olympic Gymnasium setelah sukses melibas wakil China lainnya, Li Xuerui.

 

Tampil tanpa beban sejak gim pertama, Youn Joo yang mendapat dukungan penuh dari penonton sukses mengunci Xuerui, 21-18 pada gim pertama. Xuerui yang tidak bermain dalam ritme terbaiknya akhirnya kembali menyerah 16-21 pada gim kedua.

 

“Tidak seperti kebanyakan pemain lainnya, Xuerui lebih banyak bermain drive dibanding menyerang,” komentar Youn Joo tentang Xuerui.

 

“Tidak hanya karena keberuntungan saya bisa mengalahkan dia. Saya sudah menghadapi dia beberapa kali dan mengetahui gaya permainannya, jadi saya sudah tampil lebih siap. Pukulan-pukulan net saya sangat baik dan saya mampu mengembaikan bola dengan percaya diri dari area belakang lapangan,” lanjut pebulutangkis kelahiran Masan ini.

 

“Pada waktu kecil, tubuh saya cukup lemah, sering sakit-sakitan dan sangat kurus. Tapi saya sudah menjalani bulutangkis cukup lama dan menjadi lebih sehat sekarang,” kenang gadis yang sempat dilarang oleh sang ibu untuk bermain bulutangkis karena kondisnya ini  sembari tertawa.

 

Sukses ini mengantarkan Younjoo untuk bertemu tunggal China lainnya, Wang Shixian (2). Shixian memastikan tiket semifinalnya usai menundukkan wakil Singapura, Gu Juan, 21-17, 21-13.

 

Dua tunggal ‘kuda hitam’ yang diprediksi mampu menghalau dominasi para pebulutangkis negeri tirai bambu justru harus menderita kekalahan dua set langsung. Saina Nehwal (4) yang menantang Jian Yanjiao (6) mencatat kekalahan 17-21, 10-21 sedangkan Juliane Schenk (7) gagal memutus catatan kekalahannya dalam 4 pertemuan sebelumnya secara beruntun menghadapi Wang Yihan (1). Hanya membutuhkan waktu 33 menit bagi Yihan untuk menekuk Schenk, 21-10, 21-11 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: